Anda di halaman 1dari 8

Materi 12

Pasar Persaingan Sempurna

A. Pengertian dan model Pasar Persaingan Sempurna


Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap
sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan
memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Dalam analisis
ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna.
Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri yang
struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang
ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati
ciri-cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud
didalam praktek, adalah sangat penting untuk mempelajari tentang corak kegiatan
perusahaan dalam persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai keadaan persaingan
sempurna dapat dijadikan landasan di dalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis
struktur pasar lainnya. Di samping itu analisis ke atas pasar persaingan sempurna adalah
suatu permulaan yang baik dalam mempelajari cara-cara perusahaan menentukan harga
dan produksi di dalam usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimum.1[3]
Dalam pasar bersaing sempurna, secara teoritis penjual tidak dapat menentukan
harga atau disebut price taker, dimna penujal akan menjual barangnya sesuai harga yang
berlaku di pasar. Dalam kenyataannya, pasar bersaing sempurna juga memiliki derajat
yang berbeda-beda. Derajat yang paling ekstrem memang penjual tidak dapat menentukan
harga sama sekali. Derajat akan semakin mendekati keekstreman bila hal-hal ini
terpenuhi:
1. Ada banyak penjual
2. Pembeli memandang barang sama saja (homogen, tidak terdiferensiasi)
3. Ada kelebihan kapasitas produksi.
Semakin banyak penjual berarti semakin banyak pilihan pembeli. Penjual yang
harganya lebih tinggi tentu akan ditinggalkan pembeli. Hal inilah yang mendorong
penjual untuk mengikuti saja harga yang berlaku di pasar (price taker).
Semakin homogeny barang yang dijual berarti pembeli semakin tidak memiliki
insentif mencari barang dipenjual lain. Hal inilah yang mendorong penjual untuk menjual

1
barangnya sama dengan harga yang berlaku di pasar. Tidak ada alasan bagi pembeli untuk
membayar lebih untuk barang yang sama.
Semakin banyak kelebihan kapasitas produksi berarti setiap kenaikan permintaan
dapat dipenuhi tanpa membuat harga-harga naik. Hal inilah yang menahan penjual untuk
tidak menaikkan harganya meskipun ada kenaikkan pemintaan. Bila ia menaikkn
harganya, pembeli akan membelinya dari penjual lain yang juga memiliki kelebihan
kapasitas.2[4]
Model pasar persaingan sempurna didasarkan pada asumsi atau prakondisi
berikut: 3[5]
1. Semua pengusaha adalah pengusaha lemah, yang sama kuatnya dengan pengusaha yang
lain. Dengan demikian tidak ada yang menguasai modal, yang menguasai pasar, karena
semuanya sama.
2. Para pengusaha bersaing hanya dengan kelihaian berusaha dan berprestasi lebih baik
dari orang lain. Demikianlah mereka berlomba menarik konsumen, konsumen sebagai
raja, dengan jalan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
3. Tidak ada yang menghalangi persaingan. Perusahaan lemah dibiarkan bangkrut, karena
itu merupakan bukti ketidakbisaannya, sehingga tidak perlu dibantu.
4. Karena pengusaha yang tidak efesien akan mati dengan sendirinya, maka hanya
pengusaha yang kreatif, yang efesien itulah yang terus hidup, sehingga kehidupan seluruh
masyarakat menjadi efesien dan memiliki maslahat bagi semuanya.
5. Orang yang terselisih pada waktunya akan bangkit kembali, belajar dari kesalahan
mereka dan belajar dari keberhasilan orang lain. Atau mencoba mencari kegiatan yang
lebih sesuai dengan kemampuan dirinya. Dengan demikian orang-orang yang bangkrut
cenderung sembuh kembali menjadi orang-orang yang kreatif, mungkin dibidang yang
baru.
B. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri
dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tidak
dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan
sempurna adalah seperti dibawah ini.4[6]
1. Perusahaan adalah pengambil harga

4
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada didalam pasar
tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam
pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan keatas harga pasar yang berlaku. Harga
barang dipasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan
pembeli. Seorang produsen adalah terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak
dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi di pasar. Peranannya yang
sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan seorang
produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan
dan diperjualbelikan.
2. Setiap perusahaan mudah ke luar atau masuk
Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan diindustri
tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya
tersebut. Sama sekali tidak ada hambatan-hambatan, baik secara legal atau dalam bentuk
lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-
perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.
3. Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasikan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan.
Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata
diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena
barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang
mana yang dihasilkan oleh produsen A atau B atau produsen lainnya. Barang yang
dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepada barang yang
dihasilkan produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari sifat ini, tidak ada gunanya kepada
perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukkan
harga atau nonprice competition yaitu persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan
promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli
mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri
tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
4. Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk
mengubah harga. Sifat ini mempunyai dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak
dan masing-masing perusahaan adalah relatif kecil kalau dibandingkan dengan
keseluruhan jumlah perusahaan didalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap
perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam
industri tersebut. Sifat ini menyebabkan apapun yang dilakukan perusahaan, seperti
menaikan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun
ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.

5. Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar


Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah
sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut
mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka
mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan keatas harga tersebut.
Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi
dari yang berlaku dipasar.
C. Pengertian Permintaan dan Hasil Jualan
Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan
keuntungan, dua hal harus diperhatikan yaitu:
1. Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
2. Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah bersamaan, walau
dalam struktur pasar manapun ia digolongkan. Dengan perkataan lain, apakah sesuatu
perusahaan itu berada dalam pasar persaingan sempurna, atau monopoli, atau oligopoli,
atau persaingan monopolistis, ciri-ciri fungsi produksi dan biaya produksinya. Akan tetapi
sifat hasil penjualan adalah berbeda diantara pasar persaingan sempurna dengan struktur
pasar lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena ditinjau dari sudut seorang produsen,
bentuk permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen dipasar persaingan sempurna
berbeda sifatnya dengan yang dihadapi seorang produsen dipasar lainnya. Kemudian
untuk permintaan pasar dan perusahaan itu sendiri, ciri pertama dari pasar persaingan
sempurna yang diterangkan pada bagian sebelum ini? Sifat tersebut adalah setiap
perusaan adalah pengambil harga, yaitu sesuatu perusaan tidak mempunyai kekuasaan
untuk menentukan harga. Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli dipasar yang
akan menentukan harga pasar, dan seorang produsen hanya “menerima” saja harga yang
sudah ditentukan tersebut. Ini berarti berapa banyak pun barang yang diproduksikan yang
dijual oleh produsen, ia tidak akan dapat mengubah harga yang ditentukan dipasar, karena
jumlah di produksikan itu hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjualbelikan
dipasar.
D. Kebaikan dan Keburukan Persaingan Sempurna
Keadaan pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak digunakan sebagai
pemisalan didalam analisis ekonomi. Kebanyakan analisis ekonomi menganggap bahwa
persaingan sempurna adalah struktur pasar yang lebih ideal dari jenis-jenis pasar lainnya.
Ini disebabkan oleh beberapa kebaikan dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian
ia juga mempunyai beberapa keburukan.5[7]
Pasar persaingan sempurna memiliki beberapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar
yang lainnya antara lain:6[8]
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut
efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
a. Efisiensi produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk
setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk
menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi
dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan
biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat
yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata
yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah.
Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan
mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling
minimal.
b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah
alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat
yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang
maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya
marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi,
produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal.
Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan
memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.

Efisiensi di dalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi yang dijelaskan di


atas akan selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa di dalam jangka panjang perusahaan
dalam persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan
dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai

6
dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi
produktif selalu dicapai oleh perusahaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan
marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan
marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku:
harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa
pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai di dalam
pasar persaingan sempurna.
2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan
kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu
akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih
pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang
dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam
menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula
dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat,
efisiensilah yang menjadi faktor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun
mempunyai kekuasan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan
adanya kebebasaan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat
mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang
penuh keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan faktor-faktor
produksi yang mereka miliki.
Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga
memiliki keburukan-keburukan antara lain :7[9]
1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh
perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh
keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang
baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa
keuntungan normal, karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan
7
efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga
dapat berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini
menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan
teknologi dan inovasi.
Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga
berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena
perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat
penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu
sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil
ukurannya.
2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu
menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan,
penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan
masyarakat, adakalanya merugikan.
3. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama,
konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan
dikonsumsinya.
4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling
minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda.
Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya
mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,
perkembangan teknologi dan inovasi.
5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan
tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk
pengalokasian sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan
bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi
pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan
secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.

Kesimpulan
Dari pemaparan yang telah pemakalah uraiankan di atas, dapat ditarik beberapa
kesimpulan, yaitu:
1. Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri
dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak
dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
2. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah
a. Perusahaan adalah pengambil harga
b. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
c. Menghasilkan barang yang serupa
d. Terdapat banyak perusahaan di pasar
e. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna
3. Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan,
dua hal harus diperhatikan yaitu:
a. Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
b. Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
4. Kebaikan dan keburukan dari pasar persaingan sempurna
a. Kebaikannya :
1.) Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
2.) Kebebasan bertindak dan memilih
b. Keburukannya :
1.) Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
2.) Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
3.) Membatasi pilihan konsumen
4.) Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
5.) Distribusi pendapatn tidak selalu merata.

Referensi:

1. Rianti Zahra Syafira. 2013. Pasar Persaingan Sempurna

2. Dsb.