Anda di halaman 1dari 13

BENTUK BENTUK PERUSAHAN

S3

I. Bentuk-bentuk kepemilikan perusahaan


II. Kebaikan dan kelemahan masing-masing
bentuk perusahaan
III. Bentuk-bentuk kerjasama perusahaan
I. Bentuk-bentuk kepemilikan perusahaan
Apabila kita akan melakukan bisnis, maka terlebih dahulu
harus menentukan wadah kegiatan yang akan dipergunakan
sebagai kendaraan( Vehicle) agar dapat berjalan
berkesibambungan, berbagai pertimbangan dalam pemilihan
tersebut antara lain :
a. Jenis usaha yang akan dilaksanakan
b. Junlah modal dan kemungkinan tambahan modal
c. Rencana pembagian laba
d. Rencana tanggung-jawab perusahaan
e. Penanggungan risiko yang akan terjadi
f. Prinsip-prinsip pengawasan
g. Jangka waktu

Berdasarkan pertimbangan tersebut, kemudian diselaraskan


dengan beberapa bentuk perusahaan yang tersedia meliputi

A. Perusahaan Swasta atau Negara


1. Perusahaan perseorangan, usaha yang dikelola dan
dipimpin, oleh seseorang yang bertanggung-jawab penuh
terhadap semua risiko dan aktivitas perusahaan
2. Firma (Fa), merupakan suatu persekutuan usaha antara
dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk
menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-
masing anggota Firma tidak terbatas, keuntungan dan
kerugian akan dipikul bersama
3. Perseroan Komanditer (CV),atau lajim disebut
Commanditaire Vennootschaap, menurut pasal 19 KUHD
,suatu bentuk perjanjian kerjasama usaha untuk bersama-
sama berusaha antara orang-orang yang mau memimpin,
mengatur perusahaan serta bertanggung-jawab penuh
atas kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang
meminjamkan kekayaannya dan tidak bersedia memimpin
dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang
diikut sertakan dalam usaha tersebut.
4. Perseroan Terbatas (PT), lajim disebut dengan Naamloze
ennootschap (NV) adalah suatu persekutuan untuk
menjalankan perusahaan dengan modal usaha yang
terbagi atas, beberapa saham, dimana para tiap
sekutu/pesero turut mengambil bagian sebanyak satu atau
lebih saham, tanggung jawab pemegang saham sebatas
modal yang disetorkannya dengan imbalan keuntungan
perusahaan berupa Deviden
5. Perseroan Terbatas Negara (PERSERO),
>Saham Biasa, saham yang tidak mempunyai kelebihan
>Saham Preferen (Prefered Stock)saham yang mempunyai
hak istimewa
>Saham Bonus, saham yang diberikan secara Cuma-Cuma
kepada pemegang saham lain karena perolehan laba dll
>Saham pendiri, saham yang diberikan kepada pendiri
perusahaan karena jasa-jasanya
Saham Kosong, saham yang dibeli kembali dari para
pemegang saham disimpan oleh perusahaan (saham
dalam portepel) dan tidak beredar lagi

Beberapa istilah dalam suatu Perseroan terbatas,

 RUPS,Rapat Umum Pemegang Saham, merupakan


jenjang tertinggi dalam organisasi, diadakan 1 tahun
sekali,bila salah satu anggota tidak hadir dapat
diwakilkan suaranya kepada orang lain
 Dewan Komisaris, bertindak untuk dan atas nama
pemegang saham untuk mengawasi aktivitas bisnis
perusahaan dan Direktur,diangkat berdasarkan putusan
RUPS
 Dewan Direktur (Board of Directors),dipilih melalui
RUPS untuk menjalankan bisnis dalam jangka waktu
tertentu
 Perseroan Terbuka (TBK), pemilik sahan adalah seluruh
lapisan masyarakat biasa disebut Go Public
 PT Tertutup, saham hanya dimiliki oleh orang-orang
tertentu
 PT Kosong, suatu PT yang sudah tidak menjalankan
usahanya lagi
 PT Asing, PT yang didirikan di luar negeri menurut
hukum yang berlaku disana, sedangkan menurut Pasal 3
UUPMA bahwa perusahaan yang akan melakukan
usaha/investasi di Indonesia harus berbentuk perseroan
terbatas
6. Perusahaan Negara Umum ( PERUM, perseroan ini
sebelumnya Perusahaan Negaram melakukan peningkatan
modal melibatkan pihak swasta
7. Perusahaan Negara Jaawatan (PERJAN),kegiatan usahanya
ditujukan untuk melayani kegiatan umum atau Public
Service
8. Perusahaan Daerah (PD), perusahaan dimana saham nya
dimiliki oleh pemerintah daerah
9. Koperasi,suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-
orang atau badan=badan yang memberikan kebebasan
masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekersa-sama
secara kekeluargaan, menjalankan usaha untuk
mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya

Pengejawantahan UUD 45 pasal 33, kehidupan ekonomi

Indonesia harus mencerminkan kehendak /jiwa pancasila,

 Pemerintah ikut campur tangan terutama dalam


perencanaan ekonomi, dan pemerintah memberikan
subsidi atau bantuan
 Adanya pajak pendapatan dan pajak kekayaan
 Kepentingan masyarakat lebih dipentingkan daripada
kepentingan individu atau golongan
 Usaha dan daya inisiatif swasta mendapat kebebasan
dan hak hidup, Pemerintah memberikan
pengarahannya dalam pelaksanaan.

Azas dan Sendi

 Sesuai UU Pokok Kperasi no 12 tahun 1967, koperasi


Indonesia berazaskan atas Kekeluargaan dan Gotong-
royong
 Sendi dasar Koperasi Indonesia;
1. Anggota bersifat sukarela tanpa memandang suku,
agama atau golongan
2. Kekuasaan tertinggi berada pada rapat anggota
3. Manajemen bersifat terbuka bagi para anggota
4. Pembagian laba atas dasar jasa dari para anggota
5. Koperasi harus mencerminkan kesejahteraan
anggota dan masyarakat
6. Semua usaha dibangun atas dasar kepercayaan atas
kemampuan diri sendiri.
B. Perusahaan lainnya
1. Joint Venture, usaha patungan permodalan
2. Trust, gabungan beberapa perusahaan,melebur (Fusi)
3. Holding Company, pengambil alihan perusahaan
4. Sindikat, beberapa perusahaan untuk melakukan bisnis
atau proyek sesuai perjanjian,
5. Kartel,persekutuan beberapa perusahaan sejenis dibawah
perjanjian tertentu
6. Yayasan, usaha=usaha yang bersifat sosial
7. Perusahaan Asuransi. Perusahaan yang didirikan
pemerintah untuk menerima tanggungan dari tertanggung
atas kerugian yang akan dideritanya atas suatu keadaan
yang tidak tertentu , dengan imbalam memperoleh premi
dari tertanggung untuk jangka waktu tertentu sesuai
perjanjian
8. Leasing, suatu kegiatan pembiayaan barang-barang modal
yang digunakan oleh lessee, selama jangka waktu tertentu
yang memungkinkan pihak lessee untuk membayar
imbalan untuk membayar penggunaan barang modal
dengan menggunakan dana dari penggunaan barang
modal tersebut , dalam jangka waktu tertentu sesuai
perjanjian
9. Franchising, disebut waralaba adalah metode distribusi
secara berkesinambungan yang melibatkan dua pihak
nuntuk menyebarkan barang atau jasa, secara saling
menguntungkan
10. Perusahaan Modal Ventura,hubungan usaha antara
industry besar dengan usaha kecil dan menengah
 Kemitraan Hulu-Hilir (Forward Linkage)
 Kemitraan Hilir-Hulu ( Backward Linkage)
 Kemitraan kerjasama pemilikan saham
 Kemitraan Induk-Anak angkat

II. Kebaikan dan kelemahan masing-masing


bentuk perusahaan
A. Perusahaan perseoranga

Kebaikan Keburukan
1. Pemilik bebas mengmbil 1. Tanggung jawab pemilik tidak
keputusan terbatas
2. Seluh keuntungan menjadi milik 2. Sumber keuangan terbatas
perusahaan 3. Kelangsungan usaha kurang
3. Sifat kerahasiaan perusahaan terjamin
terjamin 4. Pengelolaan manajemen dilakukan
4. Lebih giat karena sepenuhnya oleh pemilik menjadi lebih
dimiliki kompleks

Pemerintah saat ini berupaya mengembangkan usaha perseorangan


karena,

a. Akan melibatkan sejumlah besar sumber daya masyarakat


b. Dalam jangka pendek dapat mengatasi masalah pengangguran
c. Mempertinggi kemampuqan produktif dan proses belajar
d. Meningkatkan percepatan perubahan ekonomi secara geografis

B. Firma

Kebaikan Keburukan
1. Kemampuan manajemen lebih 1. Tanggung jawab pemilik tidak
besar terbatas
2. Pendirian relative mudah 2. Kerugian salah satu anggota
3. Kebutuhan modal lebih mudah ditanggung anggota lain
3. Kelangsungan usaha tidak
menentu
C. Perusahaan CV

Kebaikan Keburukan
1. Pendirian relative mudah 1. Kelangsungan hidup tak
2. Kemampuan manajemen menentu
lebih besar 2. Sulit menarik modal kembali
3. Lebih mudak memperoleh bagi pesero komanditer
kredit kecil menengah 3. Sebagian sekutu mempunyai
4. Modal lebih besar tanggung-jawab yang tidak
terbatas

D. Perseroan Terbatas

Kebaikan Keburukan
1. Tanggung jawab terbatas 1. Subjek pajak
2. Mudah memperoleh 2. Pembagian
tambahan modal keuntungan,deviden
3. Kelangsungan hidup 3. Mendirikan lebih sulit
perusahaan terjamin 4. Rahasia perusahaan kurang
4. Efisiensi pengelolaan SDM terjamin
dan pimpinan

E. Persero
Ssuai Inpres no 17 tahun 1967, bahwa cirri-ciri pokok
Persero adalah :
1. Tujuan usaha, mencari keuntungan
2. Modal seluruhnya atau sebagian milik Negara,
dimungkinkan kerjasama dengan pihak swasta
3. Tidak memiliki fasilitas Negara
4. Pimpinan dipegang oleh direksi
5. Status karyawan sebagai karyawan biasa
6. Peranan pemerintah sebagai pemegang saham
dengan hak suara sesuai jumlah saham atau
perjanjian

Sesuai Peraturan Pemerintah no,12 tahun


1969,Perusahaan Negara dapat dialihkan menjadi
Persero , bila memenuhi criteria,

1. Telah dilakukan penyehatan hingga perbandingan


factor2 produksi mencapai rasional
2. Menyusun laporan keuangan awal
3. Telah melunasi semua hutang2 nya pada kas Negara
4. Ada prospek untuk pengembangan usaha

F. Perum
Pemerintah berupaya member kesempatan kerja dan
berupaya untuk memberikan kesejahteraan masyarakat
dengan membangun dan mengembangkan secara aktif
peluang-peluang usaha secara umum.

G. Perjan
H. Perusahaan Daerah
Pemerintah daerah melakukan pemilikan saham agar
dalam bisnis dapat turut serta secara aktif melakukan
upaya pengendalian dan pengawasan bisninya,
disamping memberikan kesempatan kerja bagi
warganya demi kesejahteraan daerahnya,

I. Koperasi
Merupakan pencerminan demokrasi terpimpin dimana
tujuan utama adalah kesejahteraan anggota dan
masyarakat dimana pola usahanya berdasarkan kepada
azas kekeluargaan dan gotong-royong

III. Bentuk-bentuk kerjasama perusahaan


Bentuk kerjasama tersebut untuk memperkuat permodalan
dan memperbesar jaringan usaha dengan cara,
1. Joint Venture
2. Trust
3. Holding Company
4. Sindikat
5. Kartel
6. Yayasan
7. Perusahaan Asuransi
8. Leasing
9. Franchising
10. Perusahaan Modal Ventura

Disamping itu kerjasama perusahaan dalam upaya melipat-


gandakan hasil usaha dengan cara Kerjasama Operasi, dimana suatu
perusahaan melakukan kemitraan atas dasar kerjasama untuk
mengoperasikan perusahaan mengingat jaringan operasional yang
sangat luas dan canggih, selain itu saat ini banyak variasinya atau
macam ragamnya sesuai kesepakatan dan kesamaan tujuan misalnya
Kerjasama Manajemen,dimana perusahaan yang telah mapan
manajemennya mengembangkan bisnisnya dengan cara kemitraan
melalui bantuan pengelolaan manajemen, contoh lain Kerjasama
Pemasaran, pada prinsipnya agar bekerja dan mengelola perusahaan
diupayakan agar lebih efisien dan efektif

-----------------------Gmr/S3------------------------