JURNAL LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN
MEMBERIKAN LKS (SOAL – SOAL) DAN METODE TANYA
JAWAB DI KELAS IV SD NEGERI NOMOR 114349 DESA
SIDUA – DUA KECAMATAN KUALUH SELATAN
KABUPATEN LABUHANBATU UTARA
DISUSUN OLEH :
NAMA : PARDI SIPAYUNG
NIM : 820745438
PROGRAM STUDI : S I – PGSD
MATA KULIAH : KARYA ILMIAH
POKJAR : LABUHANBATU UTARA
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH
(UPBJJ – UT MEDAN)
2014
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN
MEMBERIKAN LKS (SOAL – SOAL) DAN METODE TANYA JAWAB DI KELAS
IVSD NEGERI NOMOR 114349 DESA SIDUA – DUA KECAMATAN KUALUH
SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA
PARDI SIPAYUNG
NIM : 820745438
Email : pardi.sipayung@yahoo.com
FKIP UNIVERSITAS TERBUKA JURUSAN S I - PGSD
ABSTRAK
Peranan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting, untuk itu guru harus mampu
menggunakan media secara optimal dan menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi
yang akan diajarkan. Hal ini dikarenakan tugas utama guru adalah menyampaikan bahan
pelajaran kepada siswa, dengan harapan siswa dapat menerima dan memahami bahan pelajaran
dengan mudah.Untuk menyikapi uraian tersebut, peneliti melakukan pembelajaran dengan
memberikan LKS dan menggunaan metode tanya jawab pada siswa kelas IV SD Negeri No.
114349 Desa Sidua – dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, dimana
media dan metode ini terbukti sangat efektif, kreatif, dan menyenangkan.
Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua – dua
Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara mendorong peneliti untuk
mengadakan penelitian dengan tiga siklus. Hasil belajar yang selalu rendah untuk mata
pelajaran IPA Di kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua – dua inilah yang mendorong
peneliti membuat penelitian dalam pembelajaran IPA pada topik energi alternatif dengan
menggunakan media LKS dan metode tanya jawab. Rendahnya hasil belajar IPA di kelas ini
ternyata karena proses pembelajaran IPA masih menggunakan media dan metode yang tidak
tepat, seperti hanya menggunakan metode ceramah lalu diterangkan sebentar. Kemudian siswa
ditugaskan mengerjakan latihan tanpa ada inovasi pembelajaran agar lebih menarik dan
menyenangkan. Dalam tulisan ini peneliti mengemukakan bahwa media LKS dan metode tanya
jawab adalah metode yang sangat inovatif sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang
pembelajaran IPA di kelas IV SD.
Media LKS dan metode tanya jawab ini dapat digunakan untuk menggali minat dan
bakat siswa dalam belajar IPA di kelas IV SD. Pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri
NO.114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara ini
dilaksanakan dengan memberikan LKS bergambar dan berwarna yang menarik serta melakukan
tanya jawab interaktif dengan siswa secara acak dan terintegrasi. LKS yang bergambar dan
berwarna menimbulkan motivasi untuk membaca dan mempelajarinya. Selain itu dengan
menggunakan metode tanya jawab ternyata mampu menarik perhatian siswa, masing-masing
dari mereka akan selalu fokus dan memperhatikan guru karena bisa saja mereka mendapat
giliran menjawab pertanyaan secara tiba-tiba. Setelah selesai dilakukan penelitian pembelajaran
dari prasiklus, siklus I, siklus II dan siklus III ditemukan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
IPA di kelas IV SD Negeri NO.114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten
Labuhanbatu Utara nilainya meningkat dari siklus ke siklus berikutnya
Pembelajaran IPA dengan memberikan LKS dan menggunakan metode tanya jawab
ternyata dapat mengubah serta meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV SD Negeri No.
114349 Desa Sidua – dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Kata Kunci : Upaya, metode , dan hasil belajar
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah menjadi salah satu tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Dalam sekolah keberadaan guru sangatlah vital. Hal ini disebabkan bila dalam sekolah
tanpa ada guru, maka proses pendidikan tidak akan dapat terlaksana. Dalam proses
belajar mengajar peranan guru dalam mengelola pembelajaran sangatlah penting. Untuk
itu guru harus mampu menggunakan media secara optimal dan menggunakan metode
yang tepat sesuai materi yang akan diajarkan, karena tugas utama guru adalah
menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa, dengan harapan siswa dapat menerima
dan memahami bahan pelajaran dengan mudah. Pembelajaran yang bermakna menurut
Surakhman, (2002)´’’Pembelajaran yang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan
anak’’ (hal.34). Pembelajaran juga harus memperhatikan kebutuhan peserta didik
dimana seorang guru mengajar.
Mengingat bahwa penggunaan media dan metode adalah merupakan cara
pengelolaan pembelajaran, yang dalam fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai
tujuan, maka semakin baik media dan metode itu semakin efektif pula pencapaian
tujuan. Dalam pembelajaran sebelumnya penulis menggunakan media gambar dan
metode ceramah untuk menyampaikan materi energi alternatif dan kegunaannya pada
siswa kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan
Kabupaten Labuhanbatu Utara. Setelah diadakan ulangan Prasiklus ternyata hasilnya
sangat mengecewakan. Dari 20 orang siswa kelas IV hanya 6 orang yang memperoleh
nilai 70 keatas. Perolehan hasil ulangan diatas mengisyaratkan bahwa siswa belum
mampu mencapai KKM mata pelajaran IPA yaitu 70,00. Hasil belajar yang rendah
dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya minat belajar rendah, sarana dan prasarana
kurang memadai, kemampuan guru mengelola kelas masih rendah, dan penggunaan
metode mengajar yang tidak tepat.
Berdasarkan data diatas dan berdasarkan hasil bimbingan serta arahan supervisor,
penulis perlu melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri No.114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh
selatan Kabupaten Labuhanbatu utara dengan memberikan LKS (soal-soal) dan metode
tanya jawab.
1. Identifikasi Masalah
Dalam peningkatan mutu pendidikan guru harus senantiasa bersikap terbuka
terhadap berbagai aspirasi atau kritikan yang muncul dari manapun datangnya. Guru
dituntut selalu siap mendiskusikan apapun baik dengan murid, orang tua murid, atau
dengan masyarakat yang peduli dengan pendidikan.
Berdasarkan hasil pengamatan selama pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri
No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh selatan Kabupaten Labuhanbatu utara,
siswa belum termotivasi sepenuhnya mengikuti pelajaran. Kosentrasi siswa belum
terpusat pada penjelasan guru. Hal ini terbukti dari respon siswa terhadap pertanyaan
yang secara tiba-tiba diajukan guru, sering jawaban siswa yang menyimpang dari
jawaban yang semestinya. Siswa kurang aktif bertanya ataupun menjawab pertanyaan
guru.
Dari hasil pengamatan dapat diidentifikasi sejumlah masalah yang terjadi adalah
Kurangnya minat belajar siswa, Siswa tidak kosentrasi mengikuti penjelasan guru,
Siswa kurang mengerti materi yang disampaikan oleh guru, Siswa tidak menggunakan
media LKS (soal-soal), dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai dan
tepat
2. Analisi Masalah
Rendahnya hasil belajar IPA di kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua
disebabkankan belum maksimalnya pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh
guru. Kurang berminatnya siswa mengikuti penjelasan guru dikarenakan metode
penyajian yang kurang tepat. Karena itu dalam penelitian ini, penulis menggunakan
media LKS (Soal-soal) dan metode tanya jawab untuk meningkatkan hasil belajar IPA
di kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan
Kabupaten Labuhanbatu Utara.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Beberapa faktor penyebab siswa kurang menguasai atau memahami materi yang
diajarkan dapat diatasi dengan penggunaan media LKS (soal-soal) dan penggunaan
metode tanya jawab agar dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa di kelas IV SD
Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu
Utara.
B. Rumusan Masalah
Mengacu pada masalah diatas maka peneliti menyiapkan beberapa pertanyaan
(1) Apakah guru sudah menerapkan pendekatan metode pembelajaran yang tepat? (2)
Apakah strategi pembelajaran IPA kurang relevan dengan tujuan?. Dari hasil analisis
dan rumusan masalah diatas peneliti berusaha memfokuskan sejauh mana keaktifan
siswa dengan menggunakan media LKS dan metode tanya jawab pada pelajaran IPA.
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media LKS dan
metode tanya jawab pada pelajaran IPA bertujuan untuk : (1) Meningkatkan kenerja
guru dan membiasakan diri menerapkan model-model pendekatan pembelajaran
secara efektif dan efesien. (2) Menguji penggunaan media LKS dan metode tanya
jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. (3) Meningkatkan hasil
prestasi siswa melalui penggunaan media LKS dan metode tanya jawab. (4)
Mengatai masalah-masalah yang diagnosis dalam situasi pembelajaran di kelas. (5)
Mengembangkan rasa tanggung jawab dan percaya diri. (6) Membekali guru dengan
keterampilan dengan metode yang mendorong tumbuhnya kesadaran diri. Manfaat
penelitian perbaikan pembelajaran adalah : (1) Bagi Sekolah sebagai referensi dalam
rangka untuk meningkatkan prestasi belajar IPA di SD Negeri no. 114349 Desa
Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara khususnya dan
sekolah lain umumnya. (2) Bagi guru sebagai bahan masukan dalam pengelolaan
pembelajaran yang tepat guna.(3) Bagi siswa sebagai motivasi untuk meningkatkan
hasil belajar.
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media LKS (soal-
soal) dan metode Tanya jawab pada mata pelajaran IPA bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui peningkatan interaksi dan prestasi belajar siswa
2. Meningkatkan kinerja guru untuk membiasakan diri menggunakan media yang tepat
3. Membekali guru keterampilan menggunakan metode
4. Mengatasi masalah-masalah pembelajaran
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dengan adanya perbaikan pembelajaran melalui PTK akan memberikan
kontribusi pada berbagai pihak yaitu :
1. Bagi Sekolah : sebagai referensi dalam rangka untuk meningkatkan prestasi belajar
IPA di SD Negeri no. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten
Labuhanbatu Utara khususnya dan sekolah lain umumnya
2. Bagi guru : sebagai bahan masukan dalam pengelolaan pembelajaran yang tepat guna
3. Bagi siswa : sebagai motivasi untuk meningkatkan hasil belajar
Kajian Pustaka
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas merupakan satu penelitian yang dengan sendirinya
mempunyai berbagai aturan dan langkah yaearng harus diikuti. Penelitian tindakan
kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action Research, yaitu satu Action
Research yang dilakukan di kelas. Dapat disimpulkan menurut Carr & Kemmis
(McNiff,1991,p.2) Penelitian tindakan merupakan penelitian dalam bidang sosial, yang
menggunakan refleksi diri sebagai metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat
didalamnya serta bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek. Tidak
berbeda dengan pengertian tersebut, Mills (2000) mendefinisikan penelitian tindakan
sebagai ”systematic inquiri” yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, atau konselor
sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.
Informasi ini digunakan untuk meningkatkan persepsi serta mengembangkan ”reflective
practice” yang berdampak positif dalam berbagai praktik persekolahan, termasuk
memperbaiki hasil belajar siswa.
B. Karakteristik Pelajaran IPA Dengan Topik Energi Alternatif
Semua manusia membutuhkan energi (tenaga) agar tetap hidup. Energi itu
diperoleh dari makanan. Energi itu digunakan tubuh agar tetap hidup dan dapat
melakukan aktifitas fisik.
Kebutuhan sumber energi manusia tidak hanya diperoleh dari makanan saja akan
tetapi ada beberapa sumber energi yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai alat
demi kenyamanan dan kesejahteraan hidup, misalnya minyak tanah, bensin, batu bara,
baterai dll. Sumber energi ini berasaldari sisa-sisa mahluk hidup yang tertimbun jutaan
tahun yang lalu (fosil). Namun suatu saat sumber energi itu akan habis jika digunakan
secara terus menerus, sedangkan proses pembentukkan bahan bakar ini membutuhkan
waktu yang sangat lama (jutaan tahun). Untuk itu kita mengenal adanya energi
alternatif.
Energi Alternatif adalah energi yang bukan berasal dari fosil. Sesungguhnya alam
menyediakan berbagai sumber energi alternatif yang tidak akan pernah habis. Energi
alternatif itu antara lain diperoleh dari matahari, angin, air, dan panas bumi.
C. Penggunaan Media LKS
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembar kerja bagi siswa baik dalam
kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler untuk mempermudah pemahaman terhadap
materi pelajaran yang didapat. LKS adalah materi ajar yang dikemas secara integrasi
sehingga memungkinkan siswa mempelajari materi tersebut secara mandiri.
LKS merupakan salah satu perangkat pembelajaran IPA yang cukup penting dan
diharapkan mampu membantu peserta didik menemukan serta mengembangkan konsep
IPA. LKS merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah dalam
kegiatan belajar mengajar sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara siswa
dengan guru, sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam peningkatan prestasi
belajar.
Dalam LKS siswa akan mendapatkan uraian materi, tugas dan latihan yang
berkaitan dengan materi yang diberikan, yang akan membuka kesempatan seluas-
luasnya kepada siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian guru
bertanggung jawab penuh dalam memantau siswa dalam proses belajar mengajar.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa LKS adalah lembar kerja yang
intinya berisi informasi dan intruksi dari guru kepada siswa agar dapat mengerjakan
sendiri suatu kegiatan belajar melaui praktek atau mengerjakan tugas dan latihan yang
berkaitan dengan materi yang diajarkan untuk mencapai tujuan.
D. Penggunaan Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan
menghasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi
tersebut. Metode tanya jawab akan menjadi efektif menarik, menantang dan memiliki
nilai aplikasi yang tinggi. Pertanyaan yang diajukan bervariasi meliputi pertanyaan
tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka
(pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang
menarik.
Kelebihan metode tanya jawab adalah guru dapat mengetahui penguasaan siswa
terhadap bahan yang telah disajikan dan dapat digunakan untuk menyelidiki
pembicaraan-pembicaraan yang bertujuan untuk menyemangatkan siswa. Kelemahan
metode tanya jawab adalah guru hanya memberikan giliran pada siswa tertentu saja dan
hanya dikuasai siswa yang pandai.
Langkah-langkah model pembelajaran dengan menggunakan media LKS dan
metode tanya jawab adalah sebagai berikut:
1. Guru memberikan LKS bergambar dan berwarna kepada masing-masing siswa
2. Siswa diminta memperhatikan LKS dan membaca materi pelajaran yang tertera
pada LKS tersebut
3. Guru mengundi siswa untuk menjawab pertanyaan dengan mengmbil acak bola-
bola kecil yang sudah dinomori dengan nomor absen siswa, hal ini dilakukan
terus menerus hingga semua siswa mendapat giliran
4. Bagi siswa yang terpilih harus menjawab pertanyaan yang diajukan guru
5. Apabila benar guru memberi pujian apabila salah guru memberikan penjelasan
jawaban yang benar
6. Guru dan siswa mencatat kesimpulan pelajaran
Pelaksanaan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian
(1) Subjek penelitian : yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD
Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu
Utara berjumlah 18 orang yang terdiri dari 12 laki-laki dan 6 perempuan. (2) Tempat dan waktu
penelitian adalah sebagai berikut :
No Siklus Hari/Tanggal Waktu (WIB) Tempat
1 Prasiklus Selasa/6 maret 2012 08.00 – 09.10 SDN No. 114349 Desa
Sidua-dua kec. Kualuh
Selatan Kab. Labuhanbatu
Utara
2 Siklus I Kamis/8 maret 2012 08.00 – 09.10 SDN No. 114349 Desa
Sidua-dua kec. Kualuh
Selatan Kab. Labuhanbatu
Utara
3 Siklus II Sabtu/10 Maret 2012 08.00 – 09.10 SDN No. 114349 Desa
Sidua-dua kec. Kualuh
Selatan Kab. Labuhanbatu
Utara
4 Siklus III Selasa/13 Maret 08.00 – 09.10 SDN No. 114349 Desa
2012 Sidua-dua kec. Kualuh
Selatan Kab. Labuhanbatu
Utara
(3) Karakteristik siswa : dari 18 orang siswa kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa
Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara yang terdiri dari
12 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, masih belum memiliki motivasi yang tinggi
untuk belajar. Hal ini disebabkan siswa cenderung malas belajar lebih tertarik untuk
bermain internet dan game melalui komputer dan dikarenakan siswa tidak tertarik
belajar dengan menggunakan LKS yang tidak berwarna dan bergambar. Mereka
memiliki karakteristik yang berbeda yaitu : (a) berbeda tingkat kecerdasannya (b)
berbeda watak dan sikapnya (c) berbeda tingkat kosentrasi (d) berbeda keaktifan belajar
(e) berbeda status pendidikan orang tuanya (f) berbeda tingkat ekonomi dan sosialnya
(g) berbeda lingkungan tempat tinggalnya.
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Hasil Penelitian Persiklus
Dari penelitian persiklus untuk mata pelajaran IPA dengan Standar kompetensi 8.
Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-
hari. Kompetensi Dasar 8.2 Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara
penggunaannya didapatkan hasil dalam grafik sebagai berikut :
Gambar I Grafik peningkatan hasil belajar siswa tiap siklus dengan menggunakan media
LKS dan metode tanya jawab
Tempat dan refleksi : Hal-hal yang ditemukan selama perbaikan pembelajaran IPA
dari hasil prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III adalah (1) pra siklus siswa yang
termotivasi dalam pembelajaran 9 orang = x 100 = 50 . (2) siswa yang aktif
bertanya dan menjawab pertanyaan 6 orang = x 100 = 33,33 . (3) siswa yang
mengamati secara konsisten 11 orang = x 100 = 61,11 . (4) siswa yang tepat
waktu mengerjakan tugas individual 10 orang = x 100 = 55,55 (5) siswa yang
cepat mencatat hasil kesimpulan 12 orang = x 100 = 66,66 . Maka rata-rata pra
siklus adalah 53,33 .
Temuan dan Refleksi
Hal-hal yang ditemukan selama perbaikan pembelajaran IPA dari hasil pra
siklus, siklus I, dan siklus II, dan siklus III menunjukkan adanya peningkatan dan
perbaikan.
Siklus I : Pembelajaran IPA menggunakan media LKS dan metode tanya jawab yaitu :
(1) siswa yang termotivasi mengikuti proses belajar mengajar 10 orang dari 18 orang =
x 100 = 55,55 . (2) siswa yang aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan
guru adalah 9 orang dari 18 orang = x 100 = 50,00 . (3) Siswa yang tepat
mengamati berkonsisten 12 orang dari 18 orang = x 100 =66,66 (4) siswa yang
tepat waktu mengerjakan tugas individual 10 orang = x 100 = 61,11 (5) siswa
yang cepat mencatat hasil kesimpulan 12 orang = x 100 = 66,66 . Maka hasil
belajar pada siklus I ini ternyatalebih baik dari hasil belajar pada prasiklus. Hal ini
disebabkan pembelajaran sudah menggunakan metode tanya jawab.
Siklus II : Pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua
Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara menggunakan media LKS
dan metode tanya jawab. (1) siswa yang termotivasi mengikuti proses belajar mengajar
dengan menggunakan media LKS dan metode tanya jawab 13 orang dari 18 orang =
x 100 = 72,22 . (2) siswa yang aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan guru
adalah 14 orang dari 18 orang = x 100 = 77,77 . (3) Siswa yang tepat mengamati
berkonsisten 13 orang dari 18 orang = x 100 =72,22 (4) siswa yang tepat waktu
mengerjakan tugas individual 15 orang = x 100 = 83,33 (5) siswa yang cepat
mencatat hasil kesimpulan 14 orang = x 100 = 77,77 . Hasil belajar pada siklus II
ini ternyatalebih baik dari hasil belajar pada prasiklus dengan rata-rata 53,33 . Terbukti
media LKS dan metode tanya jawab memperbaiki hasil belajar siswa kelas IV SD
Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu
Utara.
Siklus III : Hasil belajar siswa setelah menggunakan media LKS dan metode tanya
jawab adalah sebagai berikut :
Siswa yang termotivasi mengikuti proses belajar mengajar dengan menggunakan media
LKS dan metode tanya jawab = x 100 = 88,88 . Siswa yang aktif dalam bertanya
dan menjawab pertanyaan guru serta mengemukakan pendapat = x 100 = 94,44 .
Rata-rata 91,66 . Pada siklus III hasil prestasi belajar siswa jauh lebih baik dari siklus
II. Dari prasiklus ke siklus I naik hasil belajarnya 6,66 . Dari siklus I ke siklus II naik
Melakukan Merencanakan Perbaikan Melaksanakan
Refleksi Pembelajaran Siklus I Perbaikan
Prasiklus Siklus I
16,66 . Dari siklus II ke siklus III naik 14,99 . Menurut Kectom and Tate (1978)
mengatakan bahwa belajar melalui pengalaman langsung melibatkan siswa agar lebih
mudah memahami pembelajaran.
Merencanakan Melakukan Mengobservasi
Perbaikan Siklus II Refleksi Hasil
Pembelajaran
Melaksanakan Mengobservasi Melakukan
Siklus II Hasil Perbaikan Refleksi
Mengobservasi Melaksanakan Merencanakan
Hasil Perbaikan Perbaikan Perbaikan Siklus
Siklus III III
Membuat Laporan Perbaikan Penelitian
C. Teknik Analisis Data
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I, suasana kelas terkesan kaku
dan tidak dinamis. Bahkan pada mulanya perhatian siswa lebih terfokus mengamati
kehadiran pengamat daripada memperhatikan penjelasan guru. Agak sulit mengajak
siswa mendengarkan penjelasan guru. Namun setelah dijelaskan maksud dan tujuan dari
kegiatan yang dilakukan barulah mereka mulai berkosentrasi mengikuti pelajaran.
Berdasarkan hasil pengolahan data dan perbaikan pembelajaran, ditemukan
peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran IPA pada setiap siklus
perbaikan. Data lengkap perolehan nilai rata-rata penguasaan materi pelajaran IPA untuk
prasiklus adalah 53,55 , pada siklus I adalah 59,99 , pada siklus II adalah 76,66 ,
dan pada siklus III adalah 91,66 . Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran
dari setiap siklus menunjukkan hasil yang signifikan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan penelitian perbaikan pembelajaran IPA di kelas IV SD
Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu
Utara, di bawah ini dipaparkan beberapa simpulan yaitu :
1. Penguasaan siswa terhadap mata pelajaran IPA pada masing-masing siklus perbaikan
pembelajaran yang dilakukan telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
2. Peningkatan perolehan nilai rata-rata ulangan yang dicapai siswa pada setiap siklus
perbaikan pelajaran IPA adalah prasiklus adalah 50,00 , pada siklus I adalah 61,66
, pada siklus II adalah 80,00 , dan pada siklus III adalah 95,00 .
3. Peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran IPA dalam perbaikan
pembelajaran ini disebabkan oleh pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan
media LKS dan metode tanya jawab.
Saran Dan Tindak Lanjut
Hal-hal yang diharapkan penulis setelah menyelesaikan perbaikan pembelajaran
ini yaitu :
1. Setelah mengadakan observasi perbaikan pembelajaran mulai dari prasiklus, siklus I,
siklus II, dan siklus III, gurun harus lebih dahulu merancang pembelajaran dengan
teliti dan tepat.
2. Setelah merancang pembelajaran dengan tepat sebaiknya guru harus menentukan
media dan metode yang tepat.
3. Sebaiknya guru selalu memotivasi siswa dengan memberi pujian atau dengan
memberikan nilai tercatat yang di akomodis menambah nilai rapor untuk menambah
hasil belajar.
4. Guru harus teliti menilai setiap perkembangan dan kemajuan yang dicapai siswa
mulai dari siswa yang malas, bodoh sampai yang juara kelas.
5. Penghargaan guru terhadap perbaikan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil
belajar siswa haruslah diberikan nilai siswa yang disimpan/dicatat dalam daftar nilai.
6. Perbaikan pembelajaran harus diamati dan diberi nilai kepada setiap perkembangan
siswa. Setelah melakukan perbaikan pembelajaran dari prasiklus, siklus I, siklus II,
dan siklus III diperoleh hasil belajar yang terus meningkat sesuai dengan KKM yang
ditentukan yaitu 70,00.
Berikut ini tertera tabel hasil belajar siswa pada perbaikan pembelajaran IPA di kelas IV
SD Negeri No. 114349 Desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu
Utara :
No Nama Siswa L/P Nilai Nilai Nilai Nilai
Prasiklus Siklus I Siklus II Siklus III
1 Rio Halomoan L 20 50 70 80
2 Iqbal Muhammad L 70 70 90 100
3 Atika Rahmi P 50 50 60 80
4 Andre Kurniawan L 30 40 80 90
5 M. Ardiansyah Putra L 60 60 80 100
6 Uria Utari Sinuraya P 80 70 90 100
7 Dandi Ruliansyah L 30 80 90 100
Tanjung
8 Azi Margan Siagian L 70 70 80 100
9 Tiolina Eka Sari Siagian P 30 50 70 90
10 Mardiman L 60 70 80 100
11 Suandani L 30 50 80 100
12 Imelda Cristiani P 70 70 100 100
13 Rizky Saprizal L 70 70 80 100
14 Sriadi mustofa L 30 50 80 90
15 Siti Hartina Lubis P 50 70 70 90
16 Warlina P 50 70 70 90
17 Devi Ramadhan L 30 50 80 100
18 Rizky Ananda L 70 70 90 100
Jumlah Nilai Rata-rata 50,00 61,66 80,00 95,00
Prestasi Daya serap 33,33 55,55 94,44 100
Grafik Peningkatan Perolehan Hasil Belajar Persiklus
Grafik Daya Serap Siswa Kelas IV
SDN No. 114349 Desa Sidua – dua Kecamatan Kualuh Selatan
Kabupaten Labuhanbatu Utara
Daftar Pustaka
Suciati, dkk (2004) Belajar dan Pembelajaran. Buku Materi Pokok PGSD, Universitas
Terbuka
Flectcher, j (2000) Menulis Laporan Yang Baik, Bina Rupa Aksara
Hermawan, Asep Herry (2005) Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Buku
Materi Pokok PGSD, Universitas Terbuka
Muhsetyo, Gatoto, dkk (2004). Pembelajaran, Buku Materi Pokok PGSD, Universitas
Terbuka
Samsudddin, Abin (2003) Belajar dan Pembelajaran, Buku Materi Pokok PGSD
Universitas Terbuka
Wardam, I. G. A. K (2006) Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Buku Materi pokok
PGSD, Universitas Terbuka
Hilgard, Ernest R, & Bower, gordon H (1975) Theories of Learning 4th Edition,
Prentice hall, Inc
Surakhman, Winarno (2000) Strategi Belajar Mengajar, PT. Bintang