Anda di halaman 1dari 21

Kuliah Sistem Utilitas 2- Semester 4

SISTEM PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK


DAN PENGGERAK MULA (PRIME MOVER)
DI PABRIK KIMIA

Oleh
Dr. David Bahrin, ST., MT

Palembang, 02 April 2018

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 1
PENGGERAK MULA (PRIME MOVER) DI INDUSTRI KIMIA

Penggerak mula (prime mover) di industri atau pabrik kimia diantaranya adalah (Susanto, 2016):
1. Turbin uap  prinsip Siklus Rankine.
Turbin uap dapat dioperasikan secara flleksibel sesuai variasi kecepatan dan daya. Turbin uap
memerlukan peralatan bantu yang relatif banyak, termasuk sistem pengadaan air umpan boiler.
Tetapi sistem turbin uap dapat memberikan penghematan sumber energi maksimum dalam pabrik
kimia yang juga menggunakan uap untuk pemanas.
2. Turbin gas  prinsip Siklus Bryton.
Turbin gas adalah salah satu jenis mesin panas yang mengubah panas menjadi kerja, atas dasar
siklus Bryton. Turbin gas menggunakan udara sebagai fluida kerja, dan panas dimasukkan
kedalam fluida kerja melalui pembakaran bahan bakar secara internal. Turbin gas banyak dipakai
di industri dan PLTU terutama untuk menghasilkan energi listrik.
3. Motor torak  prinsip Otto.
Motor torak memiliki banyak bagian yang bergerak (gerak putar dan maju-mundur), sehingga
memerlukan perawatan lebih intensif dibandingkan motor listrik. Motor torak dapat berdiri
sendiri dan tidak terlalu tergantung pada pasokan sumber energi dari luar (kecuali bahan bakar).
Motor torak dapat dioperasikan secara fleksibel sesuai variasi beban dan kecepatan. Dari dua jenis
motor torak, penggunaan motor diesel (compression engine) lebih luas dibandingkan motor otto
(spark ingnition engine).
4. Motor listrik
Motor listrik digunakan hampir pada semua pemakaian, terutama pada penggunaan dengan
kecepatan konstan. Motor listrik tidak bising dan dapat dioperasikan didaerah berbahaya. Motor
listrik mempunyai efisiensi tinggi dan nisbah daya terhadap berat yang baik. Motor listrik sangat
dapat diandalkan, tetapi mempunyai ketergantungan tinggi terhadap listrik.
2
SISTEM PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK BERBASIS BATUBARA MENGGUNAKAN TURBIN
UAP (PLTU-BATUBARA)
Gas cerobong
(CO2, SO2, NOx, N2, O2, fly ash, dsb)
Listrik

Udara

Batubara Uap Turbin


Preparasi Sistem Boiler- Generator
batubara furnace Uap

Gambar 1. Diagram Air Umpan bottom ash Uap sisa


alir Sederhana PLTU- Boiler
Batubara
Condensor
make up
Demin Air pendingin
water
Demin Water Cooling tower
Plant
make up
Water
untuk air
Water pendingin
Treatment Plant

Air sungai 3
SIKLUS RANKINE DASAR (Sumber: Susanto, 2016)

Uap (saturated atau


superheated) Temperatur (T)
3

Turbin Kerja
Panas
Boiler keluar (WT)
masuk (qin) 2’
Kerja 2’ 3
masuk (Wp) 4
2 2

1 Panas 1 4 4’
Kondensor keluar (qout)
Entropi (S)
Pompa Diagram T-S

Keterangan Gambar
Siklus Rankine terdiri atas:
a. Kompresi (pemompaan) cairan secara isentropik (entropi tetap) (1-2).
b. Pemasukan panas pada tekanan tetap (2-3):
(1)Pemanasan cairan (kenaikan temperatur/panas sensibel)
(2)Penguapan (temperatur tetap, perubahan fasa/panas laten)
(3)Pemanasan uap (kenaikan temperatur/panas sensibel)  jika uap superheated
c. Ekspansi uap adiabatik-isentropik (entropi tetap) (3-4), menghasilkan kerja.
d. Pembuangan panas pada tekanan tetap (4-1):
(1)Pendinginan uap (penurunan temperatur/panas sensibel)
(2)Pengembunan (temperatur tetap, perubahan fasa/panas laten)
(3)Penurunan temperatur kondensat (penurunan temperatur/panas sensibel) 4
SIKLUS RANKINE DASAR (Sumber: Susanto, 2016)
Uap (saturated atau superheated) Efisiensi termal siklus rankine dasar:
Panas masuk siklus/panas masuk di boiler:
3 qin = h3 – h2
Panas keluar siklus/panas dilepas di kondensor:
Turbin Kerja
Panas Boiler qout = h4 – h1; jika h4 dua fasa maka h4 = xl.hl + (1
keluar (WT)
masuk (qin) 2’ -xl).hv; xl = dicari dari S4 = xl.Sl + (1 -xl).Sv; S4 = S3
Kerja Kerja yang dibutuhkan pompa (Wp):
masuk (Wp) 4 Wp = h2 – h1 = Win (kadang diabaikan;Wp << WT)
2 Jika data h2 tidak diperoleh maka dapat
dihitung dari h2 = Wp + h1 ; dengan Wp = V dP
1 Panas Kerja yang dihasilkan turbin (W ):
Kondensor T
keluar (qout) W = h – h = W
T 3 4 out

Pompa Efisiensi termal siklus rankine dasar:


𝑊 −𝑊 𝑊 −𝑊 h – h − h2 – h1
th = 𝑜𝑢𝑡 𝑖𝑛 = 𝑇 𝑃 = 3 4
𝑞𝑖𝑛 𝑞𝑖𝑛 h3 – h2
Tekanan (P) Tekanan (P) Wp diabaikan; Entalpi (h)
𝑊 h –h h – h − h4 – h1
th = 𝑜𝑢𝑡 = 3 4 th = 3 1
𝑞𝑖𝑛 h3 – h2 h3 – h2
q −q
th = in out
qin
2 2’ 3 2 2’ 3
3

2 2’ 4 4’
1 4 4’ 1 4 4’ 1

Volume (V) Entalpi (h) Entropi (S)


Diagram P-V Diagram P-h Diagram h-S
5
SIKLUS RANKINE UAP SUPERHEATED
Temperatur (T) Tekanan (P)
Efisiensi termal siklus rankine
uap superheated :
3a Panas masuk siklus/panas masuk di
boiler:
2 2’ 3 3a qin = h3a – h2
Panas keluar siklus/panas dilepas di
2’ 3 kondensor:
qout = h4a – h1; jika h4 dua fasa maka
2 h4a = xl.hl + (1 -xl).hv; xl = dicari dari
1 4 4a S4a = xl.Sl + (1 -xl).Sv; S4 = S3a
1 4 4a
Kerja yang dibutuhkan pompa (Wp):
Wp = h2 – h1 = Win (kadang
Entropi (S) Volume (V)
diabaikan;Wp << WT)
Diagram T-S Diagram P-V
Jika data h2 tidak diperoleh maka
Tekanan (P) Entalpi (h) dapat dihitung dari h2 = Wp + h1 ;
dengan Wp = V dP
3a
Kerja yang dihasilkan turbin (WT):
WT = h3a – h4a = Wout
3 Efisiensi termal siklus rankine dasar:
2 2’ 3 3a 𝑊 −𝑊 𝑊 −𝑊
th = 𝑜𝑢𝑡 𝑖𝑛 = 𝑇 𝑃 =
𝑞𝑖𝑛 𝑞𝑖𝑛
h3a – h4a − h2 – h1
h3a – h2
2 2’ 4 4a Wp diabaikan;
𝑊 h –h
1 4 4a 1 th = 𝑜𝑢𝑡 = 3a 4a
𝑞𝑖𝑛 h3a – h2

Entalpi (h) Entropi (S) Kerja netto siklus;


Diagram P-h Diagram h-S Wn = WT - WP 6
CONTOH SOAL 1:
1. Sebuah mesin panas bekerja berdasarkan siklus rankine dengan kondisi uap sebagai berikut;
a) Masuk turbin: saturated steam P3 = 2000 kPa
b) Masuk kondensor : P4 = 7,5 kPa (uap saturated, dua fasa)
c) Keluar kondensor ; air jenuh P1 = 7,5 kPa (sama dengan P4)
d) Masuk boiler : air P2 = 2000 kPa (P2= P3)
Tentukan efisiensi mesin panas ini!
CATATAN: Dari contoh diatas:
a) Kerja pompa relatif sangat kecil dibandingkan kerja ekspansi turbin (wp << wT), sehingga wp sering
diabaikan sehingga kenaikan entalpi air setelah keluar dari pompa dianggap sama dengan entalpi
air masuk pompa.
b) Secara praktek, fraksi air didalam uap keluar turbin tidak boleh terlalu besar untuk menggurangi
water hammer; fraksi air dalam uap keluar turbin tergantung spesifikasi turbin masing-masing.

USAHA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TERMAL SIKLUS RANKINE

Usaha untuk meningkatkan efisiensi termal siklus rankine:


a) Menggunakan superheated steam.
b) Menaikkan temperatur dan tekanan uap masuk turbin.
c) Pemanasan ulang uap (reheating process).
d) Penurunan tekanan kondensor, dengan efek samping kenaikan fraksi cairan dalam uap keluar turbin
e) Pemanasan awal air umpan boiler;
- menggunakan uap keluar turbin (regeneratif process).
- menggunakan flue gas keluar boiler furnace.
7
USAHA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TERMAL SIKLUS RANKINE
Uap (saturated atau superheated) Temperatur (T)

3 atau 3a
3a
Turbin Kerja
Boiler
2’ 4 keluar (WT)

2’ 3 5
5
6
Panas 2
masuk (qin)
1 Panas 2 4
Kondensor
keluar (qout) 6
1
Pompa Kerja
Entropi (S)
masuk (Wp) Diagram T-S
Pemanasan ulang uap keluar turbin (reheating process)
Uap (saturated atau superheated) Temperatur (T)

1
1
Panas Turbin Kerja
masuk (qin) Boiler keluar (WT)
7’
2 7’
3 7
7 Kerja masuk
(Wp) 6 2
6 BFW 5 4 Panas 5
Kondensor
heater keluar (qout) 3
4
Pompa air 1 Pompa
Entropi (S)
umpan boiler kondensor Diagram T-S
Pemanasan awal air umpan boiler (regenerative process) 8
USAHA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TERMAL SIKLUS RANKINE

CONTOH SOAL 2 (Kenaikan temperatur steam):


Dari contoh soal no. 1 slide 5, uap masuk turbin dijadikan superheated dengan cara menaikkan
temperaturnya menjadi 500C dengan kondisi yang lain tetap;
a) Masuk turbin: P3 = 2000 kPa
b) Masuk kondensor : P4 = 7,5 kPa (uap saturated, dua fasa)
c) Keluar kondensor ; air jenuh P1 = 7,5 kPa (sama dengan P4)
d) Masuk boiler : air P2 = 2000 kPa (P2= P3)
Pertanyaan:
a. Tentukan efisiensi mesin panas ini!
b. Buat analisis anda terkait kebutuhan panas/panas masuk boiler, kerja netto yang dihasilkan, dan
efisiensi termal siklus rankine (bandingkan nilai tersebut dengan CONTOH SOAL 1).
CONTOH SOAL 3 (Kenaikan tekanan steam):
Dari contoh soal no. 2 diatas, tekanan uap superheated masuk turbin dinaikan dengan kondisi;
a) Masuk turbin: P3 = 3000 kPa
b) Masuk kondensor : P4 = 7,5 kPa (uap saturated, dua fasa)
c) Keluar kondensor ; air jenuh P1 = 7,5 kPa (sama dengan P4)
d) Masuk boiler : air P2 = 3000 kPa (P2= P3)
Pertanyaan:
a. Tentukan efisiensi mesin panas ini!
b. Buat analisis anda terkait kebutuhan panas/panas masuk boiler, kerja netto yang dihasilkan, dan
efisiensi termal siklus rankine (bandingkan nilai tersebut dengan CONTOH SOAL 1 dan 2).

Kerjakan perkelompok 2 atau 3 orang


Waktu 20 menit, kelompok yang bisa pertama dan kedua Bonus 1 soal UTS 9
TURBIN UAP

1. Turbin uap dan boiler adalah bagian penting dalam siklus rankine pembangkit kerja.
2. Boiler  mengkonversikan energi kimia bahan bakar (dalam bentuk LHV) menjadi energi termal
uap (panas sensibel dan panas laten).
3. Turbin uap  mengkonversikan energi termal uap menjadi energi mekanik.

Gambar 1. Penampang Turbin uap (Sumber: www.turbosquid.com)


10
TURBIN UAP

Gambar 2. Penampang Turbin uap (Sumber: Susanto, 2016)


11
JENIS TURBIN UAP (Susanto, 2016)

 Pada turbin uap, konversi energi termal uap menjadi energi mekanik melalui beberapa tahap, misalnya:
1) Fluida kerja dilewatkan dalam nosel, sehingga terjadi penurunan tekanan dan kenaikan kecepatan
(perubahan energi tekanan ke energi kinetik)
2) Momentum uap keluar nosel digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.
 Turbin uap terbagi atas;
a) Berdasarkan pola ekspansi uap didalam turbin;
1) Turbin impuls, uap hanya mengalami penurunan tekanan sudu-sudu. Pada prakteknya, penurunan
tekanan uap juga terjadi pada sudu-gerak, akibat gesekan dan turbulensi.
2) Turbin reaksi, jika uap dengan sengaja diekspansikan bertahap ketika lewat sudu-diam.
b) Berdasarkan kondisi uap keluar turbin;
1) Turbin tak kondensasi (back pressure turbine atau non-condensing turbine).
• Uap keluar masih berupa uap-panas (tekanan relatif tinggi),
• Uap keluar turbin akan digunakan untuk pemanasan, misal: pemanasan awal air umpan
boiler/siklus rankine regeneratif/regenerative process), atau dipanaskan ulang (reheating
process), atau untuk pemanas proses (co-generation dan non-straight steam and power
balancing).
2) Turbin kondensasi (condensing turbine).
• Uap keluar turbin adalah uap jenuh atau/dan mengandung sedikit kondensat,
• Jenis ini banyak dipakai dipembangkit listrik komersial, yang tidak memerlukan uap sebagai media
pemanas air umpan boiler, tapi menggunakan flue gas)
3) Turbin ekstraksi, digunakan jika uap dikeluarkan ditengah ekspansi (stage pertama turbin) untuk
dipergunakan untuk pemanasan air umpan boiler. Turbin ekstraksi banyak digunakan dalam
industri kimia. Hal sebaliknya juga mungkin terjadi, yaitu aliran uap tambahan dimasukkan kedalam
stage kedua turbin. Uap tambahan ini berasal dari uap bekas pemanas proses bertemperatur
tinggi. 12
TURBIN SINGLE STAGE DAN RUGI-RUGI TURBIN UAP (Susanto, 2016)
 Turbin satu tingkat (single stage) adalah sebuah turbin tersusun dari satu deret nosel-diam dan satu
deret sudu-gerak. Kalau lebih dari satu maka disebut turbin multi stage.
 Efisiensi internal turbin satu tingkat dinyatakan sebagai perbandingan perubahan entalpi berikut ini:
h1−h2 h3−h4′ h1−h3
= = ; Berdasarkan Gambar 3:  =
h1−h2s h3−h4 h1−h2
dengan ; h1 = entalpi uap masuk, h2 = entalpi uap keluar (nyata), h2,s = entalpi uap keluar (jika ekspansi
isentropik, s2s = s1).
 Rugi-rugi didalam turbin satu tingkat terjadi terutama akibat:
1) Nozzle reheat: rugi-rugi panas ketika uap diekspansi dinosel secara adiabatik tak-reversibel dan
mengakibatkan kenaikan temperatur uap (relatif terhadap temperatur jika uap diekspansi
isentropik).
2) Blade reheat: rugi-rugi gesekan aliran uap ketika lewat sudu-gerak.
3) Windage losses: rugi-rugi gesekan ketika uap meninggalkan sudu-gerak (aliran fluida selalu
mengalami rugi-rugi, jika fluida dialirkan lewat saluran dengan perubahan penampang).
Titik 1 = uap masuk turbin
Titik 2 = uap keluar turbin teoritikal (isentropik)
Titki 3 = uap keluar turbin nyata (non-isentropik)
 Available work: energi termal uap maksimum
yg mgkn dikonversi menjadi kerja.
 Stage work: energi termal uap yang
terkonversi nyata menjadi kerja.
 Stage reheat: rugi-rugi energi akibat proses
tak reversible, yang diserap kembali oleh uap
sebagai entalpi (dan ditandai dengan kenaikan
temperatur.
Gambar 3. Rugi-rugi internal turbin single stage 13
TURBIN MULTI STAGE DAN EFISIENSI INTERNAL TURBIN UAP (Susanto, 2016)
 Turbin banyak tingkat (multi stage) adalah turbin yang tersusun lebih dari satu deret nosel-diam dan
lebih dari satu deretan sudu-gerak.
 Efisiensi internal turbin banyak tingkat disajikan dalam diagram h-S, Gambar 4.
 Pada turbin banyak tingkat, penyerapan entalpi akibat proses tak-reversibel akan memberikan kenaikan
available energy, pada tingkat berikutnya.
 Efisiensi internal tergantung pada kapasitas turbin, kondisi uap dan beban turbin.
 Persamaan: [(h2-h3’) + (h3-h4’) + ……+ (h5-h6’)]  (h2-h7); perbandingan ruas kiri terhadap ruas kanan
persamaan disebut faktor pemanasan-diri (reheat factor).
h2−h3 + h2−h3 + h4−h5 + h5−h6 hi−hi+1
 = =
h2−h7 h2−h7
Tabel 1. Efisiensi internal turbin
(Perry, 1997 “Chem. Eng. Hanbook, ed.7)

Desin Kapasitas Efisiensi H Steam rate


Turbin HP (%) (kJ/kg) (kg/kWh)
Satu 500 30 314 11,4
tingkat
Lima 1000 55 570 6,30
tingkat
Tujuh 4000 65 675 5,30
tingkat
Sembilan 10000 75 837 4,54
tingkat

Gambar 4. Diagram h-S turbin multi stage 14


KONSUMSI UAP SPESIFIK (Susanto, 2016)

15
TSR (TEORITICAL STEAM RATE) & ACTUAL STEAM RATE (ASR) (Susanto, 2016)

16
TSR (TEORITICAL STEAM RATE) & ACTUAL STEAM RATE (ASR) (Susanto, 2016)

17
GROSS HEAT RATE (GHR) & NET HEAT RATE (NHR) (Susanto, 2016)

18
GROSS HEAT RATE (GHR) & NET HEAT RATE (NHR) (Susanto, 2016)

19
GROSS HEAT RATE (GHR) & NET HEAT RATE (NHR) (Susanto, 2016)

20
SOAL-SOAL TURBIN UAP

CATATAN: Dari contoh diatas:


a) Kerja pompa relatif sangat kecil dibandingkan kerja ekspansi turbin (wp << wT), sehingga wp sering
diabaikan sehingga kenaikan entalpi air setelah keluar dari pompa dianggap sama dengan entalpi
air masuk pompa.
b)CATATAN: Dari contoh
Secara praktek, fraksi diatas:
air didalam uap keluar turbin tidak boleh terlalu besar untuk menggurangi
a)water
Kerjahammer;
pompa relatif
fraksi sangat kecil
air dalam uapdibandingkan kerja
keluar turbin ekspansispesifikasi
tergantung turbin (wpturbin
<< wTmasing-masing.
), sehingga wp sering
diabaikan sehingga kenaikan entalpi air setelah keluar dari pompa dianggap sama dengan entalpi
air masuk pompa.
b) Secara praktek, fraksi air didalam uap keluar turbin tidak boleh terlalu besar untuk menggurangi
water hammer; fraksi air dalam uap keluar turbin tergantung spesifikasi turbin masing-masing.

21