1
2
Kata pengantar.
Assalamu’alaikum warahmatullaihi
wabarakatuh. Saya Isnaini Aulia Putri. Saya
panjatkan Puji syukur atas karunia dan
rahmat Allah swt, karena saya dapat
membuat dan menyelesaikan tugas
modifikasi novel ini. Saya sangat menyukai
menulis. Menulis menjadi salah satu hobi
saya. Dengan begitu saya sangat
bersemangat mengerjakan modifikasi novel
ini. Dan saya akan sangat senang lagi jika
modifikasi novel saya ini dapat disukai orang.
Terima kasih.
Semarang, 21 November 2018.
3
Daftar isi :
1. Chapter 1 ................................4
2. Chapter 2 ................................8
3. Chapter 3 ................................13
4. Chapter 4 ................................22
5. Chapter 5 ................................33
6. Chapter 6 ................................39
7. Chapter 7 ................................49
8. Chapter 8 ................................59
9. Chapter 9 ................................66
10.Chapter 10 ..............................79
11.Chapter 11 ..............................86
12.Chapter 12 ..............................91
13.Last chapter ............................98
4
Chapter 1
“entah memiliki makna apa pertemuan
kita ini?”
oOo
GEMERCIK hujan telah membsahi kota
Jakarta yang begitu luas. Juga telah
membuat seorang gadis berkali-kali
berdecak kesal. Sudah 2 jam gadis itu berada
di café dekat sekolahnya. Bahkan gadis itu
sudah memesan milshake oreo, minuman
kesukaanya itu sebanyak tiga kali.
5
Tepat diseruputan terakhirnya, tiba
tiba saja handphone yang awalnya
digenggamnya jatuh. Mata gadis itu melotot
lebar sambil membeokan mulutnya. Gadis
itu mengeluarkan sumpah serapah karena
kejadian mengenaskan ini. Sambil lirak-lirik
melihat seseorang yang barangkali
dikenalinya. Tak lama, gadiss itu beranjak
dari duduknya dan langsung brlari kedepan
pintu keluar.
“Kak!!!” panggil gadis itu sambil
melambaikan tangannya. Namun yang
dipanggilnya berhenti dan mengerutkan
keningnya bingung.
“Kak dylan, kan?’ tanya gadiss itu,
Dylan yang merasa tebakan gadis itu benar
perlahan memundurkan langkahnya.
“Kak, aku murid baru dan gak tau mau
naik apa. Kita kayaknya satu sekolah.
Namaku Melody. Aku mau pesen ojek online,
6
hp lowbet. Terus aku lihat kakak, aku amati
terus wajah kakak ternyata gak asing,
yaudah aku nyamperin kakak aj-“ ucapan
melody terhenti karena tiba tiba saja
telunjuk Dylan berada tepat didepan bibir
Melody.
“ Intinya lo mau nebeng gue kan? Gak
bisa, males gue nganterin orang yang sok
kenal sama gue. “jawab Dylan datar. Melody
hanya bisa menatapnya dengan tatapan
antara bingung dan ingin protes.
Melody tak membalas apapun dia
langsung meninggalkan Dylan.
Beginilah nasib melody sekarang.
Berada dipinggiran café dengan wajah kusut
dan amburadul seperti gembel. Melody
hanya bisa bermain air hujan.
Tapi sekitar dua detik kemudian,
tangan Melody langsung ditarik oleh seorang
cowok. Ya benar, cowok itu adalah Dylan.
Melody terkejut, dia hanya bisa menatap
Dylan dari belakang.
7
“ Masuk !” suruh Dylan. Dan Melody
membalasnya dengan anggukan dan
langsung masuk ke mobil Dylan.
Suasana dimobil kini hening. Tak ada
yang berani mengawali percakapan
diantaranya. Sampai handphone milik Dylan
bergetar karena ad panggilan masuk. Melody
tidak medengarkan panggilan tersebut,
peduli saja dia tidak.
“Eh, lo tau toko kue atau martabak
yang enak dekat sini, gak?” tanya Dylan.
“Ehm.. di pertigaan depan sana kak.
Disitu yang menurut aku enak kak. “
“ Emm kak, kenapa kak dylan akhirnya
mau nganterin aku? “ balik tanya Melody.
“lo itu aneh ya, dianterin engga
makasih malah nanya gitu. Gue nganterin lo
8
gara gara gue kahisan aja lihat adek kelas
gue yang tampilinnya kayak bocah ilang dan
gue cuman ngerasa malu aja. “
Melody hanya menganggukan
kepalanya.
9
Chapter 2.
“entah kenapa perasaan ini engga
pernahhilang. Sekalipun itu
menyakitkan karena terabaikan
olehmu”
oOo
PAGI ini adalah pagi yang paling
Melody tidak suka. Karena ia harus terkena
bullyan dari kakak kelasnya. Seperti yang
terjadi saat ini.
“Lo Melody, kan?” Tanya Bianca
menggebu-gebu. Melody hanya bisa
menatapnya polos.
“Jangan murahan jadi cewek. Minta
anter segala. Dasar cewek manja! “ Bentak
Bianca, sampai Melody dan Bianca sekarang
jadi bahan tontonan.
“Hah?” Melody memang bener bener
gadis polos. Namun karena kepolosannya ini
10
malah semakin membuat Bianca gregetan.
Jane, Anna, dan kate terkekeh karena
melihat kepolosan temannya itu.
“Apaan sih, Kak? Aku gak maksa Kak
Dylan untuk nganterin aku pulang. Emang
salah ya? Lagian Kakak emang siapanya Kak
Dylan? Pacarnya bukan kan? Dan aku rasa
Kak Dylan juga gak suka sama Kakak.” Ujar
Melody. Bianca terkejut mendengar semua
ucapan Melody. Bianca tak mampu berkata
lagi. Melody tersenyum simpul.
“Gini ya kak, kalo kakak gak tau apa-
apa, lebih kakak diem aja. Dan kalo kakak
gak memiliki, tinggalkan. Hidup ini bukan
cuman ada kakak dan Kak Dylan. Kakak boleh
menyukai Kak dylan. Namun ada batas dan
jangan terlalu berharap, Kak.“ Nasihat
Melody.
Gila, Melody malah menjebloskan
dirinya kedalam masalah yang lebih rumit
dan bahaya. Melody baru saja menyeramahi
seorang Bianca. Bianca menatap Melody
11
sangat terkejut. Bianca mengeluarkn senyum
smirk nya, yang menakutkan itu.
“Hidup itu juga bukan sekumpulan
kata bijak . Gue tebak pasti hidup lo banyak
masalah dan merumitkan. Oke, akan gue
tambah lagi masalah lo, karena ulah lo ini.
Gue rasa lo bakal keluar dari sekolah ini!”
Bianca berlalu dan menabrak Melody yang
ada tepat didepannya.
oOo
Dylan sedang bersama Bella sekarang.
Mereka memang dekat. Mereka telah saling
mengenal sejak kecil. Mereka hanyalah
teman, namun Dylan selalu berharap lebih
dari itu.
“Lan, beliinmartabak kayak
kemarinlagi, enakk banget lo martabaknya.
Beli dimana?” tanya Bella.
“Ah, ayokesana. Sebenernya, gue tau
tempat martabak itu karena seseorang
cewek.” Jawab Dylan jujur.
12
“ Wahh, siapa? Dia cewek yang lo
anterin pulang waktu itu?”
“Iya. Dia Melody.”
“Alhamdulillah, sekarang lo udah ada
peningkatan udah ngelirik cewek selain
gue.Apalagi itu cewek kayaknya kuat banget
ngehadapin bullyan fans fans lo di sekolah.”
Ujar Bella senang.
“Oh ya lan, Gue jadi engga sabar
pengen ketemu Fathur lagi. Gue mau
ngejalanin misi. Gapapa kan gue ngejar dia
terus?” tanya Bella minta pendapat Dylan.
“Terserah kamu aja.” Jawab Dylan
singkat.
Sebenarnya, didalam hati Dylan saat ini
terdapat perasaan sakit dan perih mendengar
ucapan Bella yang ingin memperjuangkan
Fathur lagi. Tapi balik lagi, Dylan seberusaha
mungkin untuk mencoba menganggap Bella
hanya sebatas teman.
13
Dylan berbicara didalam hati.
‘entah kenapa perasaan ini engga pernah
hilang.Sekalipun itu menyakitkan karena
terabaikan olehmu’
14
Chapter 3
“dihargai bukan bearti dirupiahkan”
oOo
DYLAN sekarang sedang berada di
rooftop sekolanya. Dia disana bersama
teman temannya. Angga yang melihat Dylan
bersender didinding langsung dudu
disebelahnya.
“Lo kemarin beneran nganterin pulang
Melody? Tanya Angga tanpa basa-basi.
“Lo udah tau kan. Udah tau pake
nanya lagi. Gak ada pertanyaan lain lo?”
tanya Dylan ketus.
“Wuuh, santai bro. Eh lo engga mau bantuin
Melody yang kena amukan masal sama fans-
fans lotuh? Kasian banget lo dia. Gue kasihan
aja, ntar kalo tiba tiba ada berita seorang
cewe tewas mengenaskan karena serangan
15
dari fans-fans si most wanted sekolah.” Ucap
Angga bergidik ngeri.
“Mending lo coba. Mungkin dengan lo
dekat sama Melody, lo akan bisa ngelupain
Bella. Iya, gue tau ini berat. Tapi coba dulu
aja lah. Karena usaha tak akan menghianati
hasil. Gue pengen lo bisa dapetin kebahagian
baru lo. Jangan terus pikirin rasa sakit lo
karena Bella. Semangat bro!” Ceramah
Angga.
“Oke. Gue akan coba.” Jawab Dylan
dan langsung meninggalkan Angga yang
terkejut ditempat.
“ Itu baru Dylan gue.” Ujar Angga
semangat dan menyusul Dylan yang udah
duluan turun dari tangga rooftop.
oOo
16
Dikeadaan yang sama. Melody dan
ketiga sahabatnya sedang bercanda dikantin
sekolah.
“Ini siomay punya siapa?” tanya
Melody bingung
“Oo itu, siomay dari Kak Yugo, katanya
itu buat lo sih.” Jawab Anna.
“Buat gue? Siapa lagi Kak Yugo? Yang
mana orangnya?”
Tanya gue jelas heran dan bingung.
Namun tiba-tiba aja segerombolan
cowok dan salah satu disitu ada Yugo. Yugo
menyeringai ke Melody.
“Hai Melody, gue Yugo. Gimana enak
gak siomay nya?” Ucap Yugo.
“Kenapa kakak beliin siomay ini buat
aku? Kalo kakak ada yang ingin ditanyain
sekarang aja, gausah pake basa basi kak,
langsung ke intinya aja. Apa yang Kak Yugo
perluin?” ucap Melody tegas.
17
Yugo yang mendengarnya sedikit
terkejut. Dirinya kembali menyeringai ke
Melody.
“Emm, lo pacarnya Dylan?”
“Bukan” jawab Melody singkat dengan
wajah jutek. Melody sudah tidak betah lagi
berada di kantin, karena semua orang yang
ada disana melihat dirinya. Namun saat dia
ingin beranjak berdiri dan pergi dari kantin,
tangannya terlanjur lebih dahulu ditahan
oleh Yugo dan...
Cupp
Plakkk, Melody menampar Yugo
begitu keras. Namun Yugo bukanlah marah
atau kesal melainkan dia tersenyum
menatap Melody.
“Secepat ini lo nampar gue. Padahal
permainan sesungguhnya baru saja
dimulai.Hitung satu sampai 10” kata Yugo.
18
Melody mengernyitkan dahinya. Ia tak
paham dengan perkataan Yugo.
Melody mengikuti suruhan Yugo yang
harus menghitung 10 detik.
Delapan...sembilan...sepuluh
BUGG! Satu pukulan keras mendarat
dirahang Yugo dan Yugo tersenyum
kemenangan karena sebenernya inilah yang
ia rencanakan.
“Lihatlah Melody, ini sangat
menyenangkan bukan?” ucapnya sambil
menaikkan satu alisnya.
“Kak Yugo itu maunya apa sih? Apa
kak Yugo anggap harga diri perempuan itu
mainan?!” bentak Melody.
“Oke-oke sorry, karena gue
menggunakan lo sebagai pancingan
kemarahan Dylan. Jadi berapa harga diri lo?”
tanya Yugo datar.
19
“Brengsek!” Dylan kembali
melayangkan satu pukulan dirahang Yugo.
“Dihargai bukan bearti dirupiahkan”
ucap Melody dan langsung meninggalkan
kantin.
oOo
Dilain tempat, Bianca yang udah
mendengar kabar bahwa Yugo yang
berstatusnya kekasihnya mencium Melody.
“Argh! Sekarang dimana itu anak polos
itu?” bentak Bianca ketemen temen se-geng
nya.
“Tadi gue sempet ngeliatpas di Kantin.
Tapi gue rasa dia tadi udah mau balik ke
kelasnya ninggali Dylan sama Yugo di kantin.
“ Kata Jasmine, salah satu temen se-geng
Bianca.
Bianca yang mendengar perkataan
Jasmine langsung jalan gitu aja ke kelas
Melody.
20
Sesampainya di kelas Melody. Benar,
Melody ada dikelasnya.
“Halo adik kelas pembawa masalah.
Gue bingung deh, lo itu masih anak baru tapi
udah bikin masalah banyak banget.”
“Oh iya, gimana rasanya cium pacar
orang?! Enak ya” ucap Bianca dengan nada
sindiran.
Melody hanya bisa diam. Lagi dan lagi
dia mejadi bahan tontonan.
“Lho kok diem sih dek, jawab dong”
ucap salah satu temen Bianca.
Plakk, Satu tamparan melayang ke pipi
halus Melody.
“Gue udah nanya baik baik tapi lo ga
jawab, jadi gue rasa lo butuh tamparan.
Emm tamparan itu juga buat ngehapus
21
ciuman Yugo dipipi lo tadi” Kata Bianca
pedas.
“Lo masih mau diem terus, mana kata
kata bijak lo yang kemarin?”
Bianca kembali gregetan. Kesabaran
nya tlah habis. Saat Bianca ingin menampar
Melody lagi, namun tangannya tlah ditahan
oleh seseorang.
“Udah cukup Bi. Jadi begini ulah lo
selama ini” ucap Dylan dengan tatapan mata
yang tajam.
“Engga lan, aku Cuman main main aja
kok. Aku beri tau dia tentang aturan
disekolah ini itu kayak gimana.” Elak Bianca.
“Gue denger semuanya Bi, lo gak usah
mengelak. “
“Oke. Gini ya lan, ini cewe baru yang
selalu kamu bela-belain terus. Dia cium
Yugo, pacarku. “
22
“Bedain cium sama dicium Bi. “
“Sebelum lo ngebully dan berlagak sok
senior mending lo cari tau yang sebenarnya,
biar apa? Biar lo gak terus terus an keliatan
bego!”
“Tapi dia cium pacar gue dan dia juga
udah ngerebut perhatian lo” bentak Bianca.
“Gue engga pernah ngerasa perhatiin
lo maupun Melody”
Bianca udah kesal dengan sikap Dylan
kepada dirinya. Bianca memilih untuk pergi
meninggalkan kelas Melody.
Dan lagi lagi Melody diselamatkan
oleh Dylan. Entah apa yang terjadi
selanjutnya, namun sekarang melody bisa
bernafas lega.
23
Chapter 4
“Kembali datang perhatian kecil
darimu.”
oOo
MELODY kembali ke kelas dengan
napas terengah engah. Anna yang duduk
disebelahnya jadi ikutan panik ngeliat sikap
Melody.
“Lo itu kenapa sih, bikin orang ikutan
panik juga” tanya Anna khawatir.
“Tadi gue mau ke kamar mandi. Tapi
gak jadi, karena gue ngeliat ada
gerombolannya kak Bianca disana. Jadi gue
takut kalo gue engga bisa keluar dari sana.
Ngeri tau” jelas Melody.
Anna terkekeh pelan. Lantas Anna
mengeluarkan sebatang cokelat dari dalam
tasnya.
24
“Nih, cokelat”
“Buat gue?” tanya melody riang. Anna
mengangguk.
Dengan sigap, Melody membuka
bungkus cokelat itu dan memakan nya.
“Enak ya mel, cokelatnya” uca Anna
tersenyum.
“Bangett!”
“Apalagi cokelatnya dari Kak dylan”
Uhuk uhuk..
Melody tersedak. Melody dengan ragu
meletakkan cokelatnya. Ada rasa tak rela
hati Melody. Karena Melody masih ingin
menyantap cokelat itu.
25
“Kenapa gak bilang kalo ini cokelat
dari Kak Dylan sih?” ucap Melody sedikit
kesal.
“Lo engga ngebaca notes nya?”
Melody langsung membuka notes di
atas bungkus Cokelat tadi. Sekarang dia
harus bertemu Kak Dylan.
“Na, ntar anterin gue ketemu Kak
Dylan ya” Ajak Melody. Anna menjawabnya
dengan anggukan.
oOo
Jam sudah menunjukan waktu pulang.
Ini saatmya Melody ketemu sama Dylan.
Meody keluar, dan menuju ke tangga
kelas Dylan. Dia mmelirik ke kanan dan ke
kiri mencari keberadaan Dylan. Dan akhirnya
Melody dan Anna menemukan Dylan.
“Kak Dylan”
26
Dylan menolehkan tatapannya kearah
Melody dengan menaikkan satu alisnya,
“apa?” tanyanya.
Kenapa mulut Melody diam, dia tidak
bisa menyeruakan apa yang ada di dalam
hatinya. Tatapan tajam Dylan mampu
membuat Melody diam, dia bingung
sebenarnya tatapan Dylan mempunyai
kekuatan seperti apa? Apa Dylan buka
manusia? Melainkan iblis yang dikutuk?
“Ada apa?” Dylan mengulang
pertanyaan tadi.
“Ini” Kata Melody sambil
menyodorkan sebungkus cokelat yang telah
dibuka dan isinya tinggal setengah.
“Gila, cewe ini ngembaliin cokelat
yang udah lo kasih. Sumpah modusnya
kebangetan, lo mau cium Dylan secara gak
langsung gitu kan” Cibir Arsen.
“Diem dulu sen” ucap Dylan
27
“Terus?” Tanya Dylan ke Melody.
“Ya aku mau ngembaliin ini cokelat.
Maksud Kak Dylan apa?”
Dylan mengambil cokelat itu dari
tangan Melody dan memberiknnya kepada
Arsen, "Baca isi notes ini, yang meras!"
Perintah Dylan.
Arsen mengangguk,
"To Melody, sorry atas kejadian
kemarin udah buat lo dalam keadaan sulit.
Dylan" ucap Arsen.
“Kurang paham?”
“Kalo aku tau ini cokelat dari Kak
Dylan, aku engga bakal makan ini cokelat”
“Yang nyuruh lo makan siapa. Kalo gak
suka tinggal lo biang aja, simple kan. Ga usah
kesini juga kali, car sensasi?” Ujar Dylan.
28
“Kak Dylan niat minta maaf apa engga
sih?”
“Apa? Apa maaf lo itu mahal ya,
makanya satu cokelat itu engga cukup?”
tanya Dyaln menantang.
“Kalo engga niat minta maaf mending
engga usah minta maaf sekalian” ucap
Melody sedikit membentak.
“Mending minta maaf daripada
enggak sama sekali.” Ujar Dylan nyolot.
"Lalu kak Dylan maunya apa?" Tanya
Melody kesal, sejujurnya dia juga malu jika
harus bertanya dan beradu mulut dengan
orang seperti Dylan di depan umum seperti
ini. Tapi, sekarang apa boleh buat terlanjur.
"Terlalu cepat menilai orang itu buruk
Melody. Kalo lo gak tau siapa dia
sebenarnya"
“Melody” panggil Dylan.
29
Melody menoleh dan kembali
menatap mata tajam itu.
“Sebagai permintaan maaf gue, lo
pulang sama gue” ucap Dylan enteng.
“Gak bisa, aku dijemput” tolak
Melody.
“Tinggal batalin, apa susahnya?”
“Aku harus pulang ke rumah tepat
waktu.”
“Ini aja lo masih disini, padahal ini
udah jam pulang dan emang siapa juga yang
mau ngajak lo jalan.”
Mampus, Melody terjebak dengan
ucapannya sendiri. Jika Melody punya sihir,
ingin dia memotong lidah Dylan agar dia
tidak mematikan ucapan lawannya.
“Aku gak bisa pulang sama orang
asing”
30
“Lalu saat lo minta gue anter di cafe
itu. Apa itu gue bukan orang asing?”
“Itu beda”
“Sama”
“Udah, ayo pulang. Na, sahabat lo biar
pulang sama gue, Angga ada dikelas. “ ucap
Dylan ke Anna dan langsung narik tangan
Melody.
Melody pasrah, dia hanya bisa
mengikuti Dylan.
oOo
“Loh kak, kok lurus sih. Kan rumah ku
belok ke kanan tadi” kata Melody sedikit
kesal.
“Emang sih, tapi ucapan lo disekolah
tadi ganggu pikiran gue. Jadi takutnya kalo lo
emang berharap gue ajakin jalan dulu
sebelum pulang" jawab Dylan enteng.
31
Melody membulatkan matanya, dia
sama sekali tidak berharap diajak Dylan.
Kenapa cowok yang ada didepannya ini bisa
berpikiran seperti itu.
Dylan dan Melody berhenti disebuah
cafe. Mereka turun, bahwa sebelumnya
mereka harus mengalami perdebatan kecil
karena Melody yang tidak mau turun.
Setelah memesan makanan mereka,
tak lama kemudian menu yang mereka
pesan telah datang. Sontak membuat
Melody yang awalnya tak lapar menjadi
lapar dan ingin sekali menyantap makanan
itu semua.
“Kalo lagi sama gue jangan main hp”
ucap Dylan mengambil hp ditangan Melody.
“Udah makan aja lo”
Melody mengikuti saja, karena dia
males untuk berantem lagi dengan Dylan.
32
“Lo punya pacar?”
Uhuk..uhuk..
Melody tersedak, karena mendengar
pertanyaan Konyol Dylan.
“Lupain pertanyaan gue, cepetan
makan.”
Setelah selesai, Dylan menuju ke kasir
untuk membayar makanan tadi. Dylan dan
Melody segera bergegas untuk pulang.
Dylan sampain dirumah Melody.
Melody menyerahkan helm ke Dylan.
“Makasih kak, maaf buat kejadian
disekolah tadi”
“Udah sana masuk. Istirahat” Ucap
Dylan dan melayangkan tangannya
mengacak pelan rambut Melody. Melody
mati ditempat.
33
Tak lama Dylan telah menghilang dari
hadapan Melody. Melody masih setia
menatap Dylan.
Kebahagiaan singkat datang secara
tiba tiba. Dan aku menemukannya saat
bersamamu-Dylan.
34
Chapter 5.
“kenapa menyukaimu harus
merasakan rasa sesakit ini.”
oOo
MELODY sekarang sedang berada di
kantin luar sambil membaca novel
kesukaannya. Dari arah lain seorang cowok
duduk disebelahnya. Cowok itu tersenyum
ke Melody.
“Asik banget sih baca novel nya.
Sampe ada orang disebelahnya engga sadar”
ucapnya sambil senyum manis.
“Gue Fathur. Oh iya jangan panggil
gue pake embel embel kak ya, kesannya tua
banget gitu”
35
“Oh, tapi aku ngerasa aneh kalo
manggil kakak kelas langsung namanya aja”
balas Melody sambil nyengir.
“Lagi sendirian aja? Atau temen nya
lagi jajan?” tanya basa-basi Fathur.
“Emang pengen sendiri, soalnya kalo
lagi baca novel gak mau diganggu. “
“Emm, berarti gue ngenganggu dong?”
“Gak kok”
“Ehm, Mel. Ntar kalo pulang sama gue
gimana? Kalo udah ada janji sama orang lain
gapapa kok. Next time aja” tawar Fathur.
“Aaa, oke deh Kak. Bisa kok.”
“Oke, udah dulu ya. Bye!” ucap Fathur
meninggalkan Melody.
oOo
36
Melody merasa lega habis dari kamar
mandi. Tapi, langkahnya terhenti disaat
namanya dipanggil seseorang. Dia adalah
Bella.
“Lo Melody?” Tanya Bella.
“Gue Bella, gue sahabatnya Dylan. Gue
tau lo dari Dylan.” Kata Bella dengan
senyum.
“Oh iya, lo deket sama Fathur? Lo suka
dia?” Sambung Bella.
“Fathur? Oh kak Fathur? Gak lah kak.
Aku juga baru kenal dia, masa langsung suka
sih.” Canda Melody.
“Tapi tadi gue engga sengaja denger,
kalo lo bakal pulang bareng sama Fathur”
“Oo itu, tadi Kak Fathur nawarin buat
pulang bareng. Jadi aku terima aja, kan
mubazir nolak rezeki.”
37
“Owh yaudah deh. Makasi ya mel. Gue
harap kita bisa berteman.”
oOo
“Ets, kenapa lo balik lagi sih? Sekolah
udah aman semenjak lo pergi.” Kata Bianca
kesal.
“Loh, lo engga jadi dikeluarin dari sini?
Udah lama gue engga ketemu lo, rambut lo
udah ganti warna lagi aja sih” ledek Bella.
Bianca dan Bella memang sudah tidak
akrab sejak awal masuk sekolah. Terlebih lagi
Bianca yang selalu iri dengan kedekatan
antara Bella dan Dylan.
“Fathur engga akan cinta sama lo,
Bell.” Kata Bianca
“Dan lo Dylan juga engga bakal suka
sama lo. Udah sana lo sama si Yugo aja. Lo
itu harusnya bersyukur, karena Yugo masih
38
mau cintai cewe kayak lo ini” balas Bella tak
kalah pedas.
“Ets, tapi Bella sayang. Kayak nya lo
bukan lah Ratu disekolah ini lagi deh. Karena
sekarang udah ada Melody. Melody sering
sama Fathur, bahkan kemarin mereka pulang
bareng dan Melody sering berduaan juga
sama Dylan.” Kata Bianca.
Selepas mendengar kata Bianca, Bella
pergi dan terus saja memikirkan perkataan
Bianca. Sebenarnya siapa itu Melody?
Mengapa dia bisa dekat dengan Fathur dan
Dylan.
Bella tidak mau langsung percaya
dengan omongan Bianca. Walau
kenyataannya dirinya sedikit tergoyah. Bella
mencoba menghiraukan perkataan Bianca. Ia
pergi ke kelas, namun secara tak sengaja ia
melihat Fathur.
“Hai Fathur, udah lama kita gak
ketemu.” Ucap Bella ramah.
39
“Hai” jawab Fathur cuek.
“Kamu gak ada mau ngomong apa gitu
sama aku, tetng hubungan kita mungkin. Aku
masih sayang kok sama kamu thur.” Ucap
Bella senyum ke Fathur.
“Kita? Kita engga pernah ada
hubungan apa apa, udah ya Bell gue males
bahas ini.” Kata Fathur pergi dari situ.
Bella masih disana. Diamasih
memandangi punggung Fathur yang berjalan
menjauhinya. Bella tau bahwa Fathur
memang tidak menyukainya, tapi kenapa
Fathur tidak bisa menganggap Bella sebagai
teman.
Bella berkata dalam hatinya.
“kenapa menyukaimu harus
merasakan rasa sesakit ini.”
40
Chapter 6
"Terkadang sombong dihidup itu
perlu."
oOo
PAGI ini Melody harus terlambat
masuk sekolah. Karena semalam dia sibuk
ngerjain tugas makalah yang harus ditumpuk
hari ini. Sekarang cewek itu berada didepan
pagar sekolahnya. Melody hanya bisa
mondar mandir gak jelas.
“Oyy! Melody?” Melody menolwh saat
namanya dipanggil.
“Telat juga nih” Kata Dylan yang juga
berada disana.
“Iya kak.” Bales Melody sambil
nyengir.
“Bolos aja yuk, ini udah telat parah
juga kan.” Ajak Dylan.
41
Melody diem sejenak.
“Mel?” panggil Dylan lagi.
“Ah iya kak aku ikut.”
Dylan tersenyum tak percaya. Cewe
sepolos Melody mau diajakin membolos
sepertinya.
“Oke yuk” ucap Dylan dan secara tak
sadar menggandeng tangan Melody menuju
motor nya.
oOo
Sekarang Melody dan Dylan sudah
berada disebuah rumah makan. Mereka
berdua akhirnya benar benar membolos hari
ini. Entah kenapa juga Melody mengiyakan
ajakan Dylan untuk membolos hari ini.
"Lo kenapa mau gue ajak bolos" tanya
Dylan.
42
Melody menggelengkan kepalanya.
Dia tidak bisa mengatakan sebenarnya.
“Cih, anak baru udah bolos aja” Cibir
Dylan.
“Kalo aku tadi nolak ajakan Kak Dylan
entar Kak Dylan marah”
Dylan terkekeh pelan, apakah
kepribadianDylan memang selalu seperti itu?
Selalu memaksajika ada orang han tidak suka
agar menjadi suka.
Jika benar begitu, bearti dia adalah
orang yang buruk.
“Gua anteri ke sekolah ya?” Tawar
Dylan.
“Jangan Kak” Jawab Melody cepat.
Dahi Dylan terangkat. Jujur Dylan
bingung dengan jawaban Melody.
43
“Jangan balik ke sekolah Kak.
Tanggung kak.” Ucap Melody sambil
senyum.
Tawa Dylan meledak seketika.
“Cih bilang aja kalo lo mau bolos kan”
cibir Dylan.
Melody hanya tersenyum mendengar
cibiran Dylan. Dylan pun ikut tersenyum,
manis. Melody jarang melihat ini.
"Lo tau, gue udah gak suka sama
Bella" kata Dylan.
Melody hanya diam, baginya
perkataan Dylan sama sekali tidak berhak
untuk dia tau karena itu termasuk privasi
Dylan. Melody juga tau bahwa Dylan bukan
orang yang suka mengumbar perasaannya
kepada orang lain. Tapi, hari ini...
"Lo kok diem biasanya bawel kaya bayi
yang nggak dikasi susu."
44
"Emang kak Dylan harus bilang ke aku
ya?" tanya Melody masih tidak mengerti.
"Bego" cibir Dylan, "Jarang jarang gue
curhat malah digituin."
"Kenapa?"
Rasanya kepala Dylan hampir meledak
jika terus menghadapi Melody dan berbicara
dengan Melody, Melody terlalu polos
membuat Dylan harus menjelaskan apa
yang ingin dia sampaikan secara detail.
Tapi, baru pertama kalinya Dylan
merasa begitu nyaman berbicara dengan
seseroang. Padahal Melody adalah orang
baru untuknya
"Lo tau Bella suka sama fathur kan?"
Tanya Dylan.
Melody menautkan kedua Alisnya
bingung dengan pertanyaan yang diberikan
oleh Dylan.
45
"Gue tau juga kok, lo juga suka sama
Fathur kan?"
"Aku?" Tanya Melody.
Dylan mengangguk. "Iya lo suka sama
dia kan?"
"Enggak, kenapa harus suka? Aku
sama kak Fathur cuman temenan kok."
Dylan tersenyum lalu mengacak
rambut Melody dengan gemas, Melody
sedikit kesal tapi dia hanya merapihkan
kembali rambutnya dengan jari jari tangan.
"Seengaknya lo itu beda."
"Beda?" Melody kembali tidak
mengerti. Perkataan Dylan memang sangat
memusingkan baginya.
"Gak usah tau, entar lo jadi sombong."
Kata Dylan.
46
"Kak Dylan juga sombong cih. " cibir
Melody.
"Terkadang sombong dihidup itu
perlu."
Melody tak membalas perkataan
Dylan. Dia hanya tersenyum remeh.
Sedangkan Dylan? Dylan merasa ini
merupakan hari bolosnya yang tidak biasa.
Entah mengapa dia nyaman bersama
Melody.
oOo
Bella terus menerus mengikuti Fathur
menuju kantin, tapi ternyata Fathur berhenti
di meja Anna, Kate dan Jane. Mau tidak mau
Bella juga berhenti mengikuti Fathur.
Fathur dan Bella menyapa orang yang
ada disitu dengan ramah.
47
"Melody mana?" Tanya Fathur kepada
mereka, karean orang yang dicarinya tidak
ada ditempat.
Ketiganya lompak menaikkan bahu,
tanda tidak tau.
"Dia gak masuk?" Tanyanya.
Jane mengangguk. "Iya."
"Kenapa?"
"Gatau, gak ada kabar. Ditelpon juga
fak diangkat." Jawab Jane.
"Yaudah makasi ya." Fathur
meninggalkan mereka bertiga dan mencari
tempat kosong.
Di dalam pikiran Bella banyak hal yang
berkecamuk di otaknya. Melody tak masuk
tanpa keterangan bersamaan dengan Dylan.
Namun untuk Dylan bolos bukanlah hal yang
baru. Bisa aja Dylan masih tidur dirumahnya
jam segini.
48
Bella duduk didepan Fathur, Fathur
mengabaikan Bella bahkan Fathur
menganggap bahwa Bella tidak ada
didepannya.
"Thur, Dylan juga gak masuk sekolah
loh" pancing Bella.
"Dia kan udah biasa gak masuk"
"Tapu Melody juga engga masuk."
"Terus?"
"Mereka pasti lagi pergi bareng." Kata
Bella.
"Ya itu urusan mereka, bukan urusan
gue."
Bella diam setelah mendengar
jawaban yang menyebalkan dari Fathur. Tapi
meski begitu, Bella tetap masih disitu
bersama Fathur.
49
“ Lo suka Melody?” tanya Bella sambil
mengigit bibir bawahnya.
“Iya”
“Tapi gue suka sama lo thur” ucap
Bella menahan air matanya jatuh.
“Gue tau.”
“ Kenapa mestu Melody? Pliss gue
mohon jangan Melody orangnya.”
Fathur tak membalas ucapan Bella, dia
lebih memmilih untuk diam sebentar.
“Lo udah sembuh?”
“Udah kok thur.”
“Baguslah. Ayo balik ke kelas, bentar
lagi bel.”
50
Chapter 7
“Terkadang waktu akan menjadi hal
yang menyakitkan.”
oOo
AIR mata Bella keluar dari tempat
asalnya, Bella tidak bisa berkata kata lagi. Dia
sakit hati, kecewa, sedih dan marah.
Pernyataan Fathur barusan benar benar
membuat dirinya seakan-akan tidak berati.
Fathur mengatakan bahwa Bella
adalah beban untuknya. Fathur tidak suka
jika Bella terus menerus mengejarnya.
Fathur merasa risi dengan sikap dan sifat
Bella.
“Lo ngerti kan Bel?” tanya Fathur.
Bella hanya diam dalam tangisnya.
“Dylan sayang lo.”
51
“Gue sayang Melody. Apa semua yang
gue sering katakan ke lo kurang jelas Bell?”
Bella cuman bisa diem. Tangisannya
makin pecah. Mengapa sangat sulit
membuat Fathur jatuh cinta kepadanya? Apa
Bellla harus seperti Meloody dulu agar
Fathur mencintainya?
“Ayo pulang?” lengan Bella ditarik
oleh seseorang.
“Fathur” Kata Bella sambil menoleh ke
arah orang disebelahnya.
“Dylan, lo kenapa disini?” tanya Bella
karena yang menarik tangannya itu Dylan
buka Fathur.
Dylan duduk dihadapan Bella. Dia
mengusap pipi Bella dengan jempol
tangannya.
“Ayo pulang, gue anter”
52
Bella menggeleng, “Lo pulang aja
sendiri, gue masih tetep disini bersama
pilihan gue.”
"Seharunya lo tau resiko dari
keputusan lo dulu, lo lebih milih dia daripada
gue. Harusnya lo bahagia dengan pilihan lo,
bukan malah nangis kayak sekarang. Lo
pernah bilang ke gue, apapun yang terjadi lo
gak akan menyesalkan?"
Bella kembali menangis, kali ini
tangisannya semakin meledak. Kenapa harus
berakhir seperti ini, kenapa hatinya harus
dijatuhkan kepada orang yang tidak
mencintainya.
“Lo masih cinta sama gue?”
Dylan diem.
“Jawab Dylan”
Diamnya Dylan adalah jawaban untuk
Bella. Bella menghela napas, lalu dia
menatap Dylan dengan mata berkaca kaca.
53
“Pada akhirnya lo juga akan pergi
ninggalin gue kan?”
“Engga. Kita teman, gak ada yang
boleh ninggalin satu sama lain.”
“Tadi Fathur bilang, kalo lo pasti masih
mau sama gue. Lo sayang gue dan cinta gue.
Tapi sekarang gue tau perasaan lo sama gue
udah ilang seiring perjalanannya waktu.
Terkadang waktu bisa menjadi hal yang
menyakitkan.”
“Maaf Bel.”
“Gapapa, memang pada dasarnya
perasaan manusia pasti berubah. “
Bella bangkit dari duduknya. Dia
mengusap pipinya kasar.
“Ayo pulang.”
54
Dylan mengangguk, dia menggegam
tangan Bella. Baru saja beberapa langkah
berjalan. Bella ambruk.
“Lo kebiasaan, kalo lagi mikirin Fathur.
Lupa sama diri sendiri kan” Ucap Dylan yang
langsung membopong Bella ke Mobilnya.
oOo
Melody datang ke kantin kali ini bukan
untuk makan. Namun dia kesini karena Bella
memanggilnya.
“Hai mel, kenapa jadi canggung gini
ya”
“Hai Bel.”
“Mau makan apa? Pesen aja, gue
traktir.”
“Ga usah Bel, udah sarapan tadi.”
Tolak Melody halus.
55
“Tenang aja Mel, gue engga ngapa
ngapain kok. Lo jangan tegang gitu,ntar gue
kena marah Dylan lagi.” Kata Bella terkekeh.
“Hah?” Melody memang kelewat
polos. Dia tak mengerti apa yang dikatakan
Bella.
“Emm, Mel lo deket sama Dylan?”
Melody menggeleng.
“Lo deket sama Fathur?”
“Kita temen.”
“Lo tau gue suka Fathur?”
“Iya tau.”
"Tapi Fathur suka lo"
Ah memang merekan itdak semudah
mengatakan. Jujur, didalam lubuk hati Bella,
Bella masih merasakan ada sesuatu yang
patah disana.
56
"Maksudnya?" Melody kembali tidak
mengerti dengan yang apa Bella katakan
barusan.
"Gue suka Fathur, tapi Gathur suka
sama lo." Bella menjelaskannya lagi.
Melody menundukkan kepalanya.
"Maaf Bell"
"Kenapa lo harus minta maaf?" Tanya
Bella sambil tersenyum, "lo gak salah, Fathur
berhak suka sama siapa aja."
"Terus kenapa lo ngomong gini sama
gue, seakan-akan gue ngerasa bersalah atas
hal yang gak gue lakuin sama sekali" kata
Melody.
"Lo suka Fathur?" Bella kembali
bertanya."Gue gapapa kalo lo suka, tapi gue
harap lo gak akan sakitin oerasaan Fathur.
Gue percaya kalo Fathur sama lo."
57
"Mel kenapa lo diem aja, atau lo suka
sama Dylan?"
"Gue harap siapapun orang yang lo
suka, itu yang terbaik. Semoga keputusan lo
gak buat lo nyesel nantinya."
"Wowlo masih main halus ya Bel.
Kayaknya lo pengen banget sama bekas gue,
Fathur." Kata seseorang cewe yang baru aja
datang, tapi dengan mendengar suaranya
saja semua tau siapa dia.
Bella sangat malas jika haru beradu
mulut dengan Bianca sekarang ini.
"Melody dia deketin lo karena dia tau
kalo lo deket sama Fathur, dia itu nusuk lo
dari belakang. Gue udah tau rencana nya
Bella dari dulu."
“Lo jangan mancing amarah gue Bi.”
Plakk..
58
Satu tamparan mengenai pipi Bianca.
Namun Bianca yang ditampar oleh Bella tak
tinggal diam saja.
Plakk..
Tamparan Bianca meleset. Bianca
malah menampar Melody.
“Bianca kenapa lo nampar Melody.”
Entah sejak kapan Fathur udah muncul gitu
aja beberapa detik setelah Bianca menampar
Melody tersebut.
“Bella, udah gue bilang kan ga usah
bbawa Melody ke masalah lo. Apa omongan
gue kemarin engga cukup buat lo?”
Bella yang melihat betapa khawatirnya
Fathur pada Melody, memilih pergi dari situ
dan disusul Bianca yang ikut pergi juga.
59
Mengapa dihidup Bella tak ada
pepatah akan ada pelangi setelah hujan?
Melainkan yang ada adalah badai setelah
hujan.
60
Chapter 8
“Mata gak pernah bohong, sama
kayak hati. Makanya ada julukan
Mata hati ; Saling jujur dan apa
adanya.”
oOo
Hari ini banyak kelas yang jamkos
karena gurunya lagi pada rapat camping
sekolah. Melody yang biasanya membaca
novel saat jamkos, dia tidak melakukannya.
Dia lebih memilih duduk dikoridor sekolah
sambil ngelamun.
“woi lo kenapa dah?” tanya Dylam
yang tiba riba datang dan langsung duduk
disebelah Melody.
Melody hanya tersenyum walau
awalnya Melody sempata kaget dengan
kemunculan Dylan.
61
Mereka tak mengatakan apapun.
Mereka berdua malah saling tatap tatap an.
“Gue lagi usaha ngelupain Bella.”
“Kak Dylan curhat? Yaudah lanjutin
kak.” Ucao melody sambil tersenyum ke
Dylan.
"Gue gak tau yang dimaksud cinta
sendirian itu kayam gimana, yang gue tau
gue cinta Bella yaudah seperti itu. Gue gak
maksa dia buat bales perasaan gue." Dylan
langsung bercerita.
“Hati Kak Dylan sakit?” tanya Melody
Dylan mengangguk.
“Aku juga sama,” Kata Melody.
“Sebenarnya alasana aku pindah ke sekolah
ini karena aku ngejauh dari mantanku,
Dave.”
62
Dylan sedikit terkejut oleh perkataan
Melody, bagaimana tidak terkejut. Melody
yang polos begitu sudah pernah berpacaran?
“Lo putus terus pindah?” Dylan
penasaran.
“Aku belum putus sama dia, tapi aku
udah menganggapnya putus.”
“Dasar cewek “ cibir Dylan.
“Dia jadiin aku bahan taruhan dan itu
sangat sangat buat aku sakit hati.”
“Cowok lo emang engga pantes buat
dapetin lo, dia cuman cowo bresngsek kalo
gitu.”
“Menurut Kak Dylan, apa aku harus
maafin Dave dan balik sama dia?”
“Lebih baik lo maafin dia aja. Tapi
jangan balik sama dia.”
“Kenapa gak balik sekalian?”
63
“Kalo lo balik sama dia ada banyak
kemungkinan masalah lo bertambah.”
“Maksud kak Dylan apa?” Melody
bingung.
“Lo bakal tau nanti. Emm gue baru
sadar satu hal.” Kata Dylan menatap Melody
makin lekat.
“Apa?”
“Lo cantik.”
“Makasih.”
“Tapi masih canti kan Bella.”
“Aku tau.”
Dylan hanya tersenyum ke Melody.
“Mel, mata lo bagus.”
64
Melihat Dylan tersenyum, Melody
menyukainya. Mungkin sekarang Dylan
sedang senang, makanya dia sering sekali
tersenyum.
“Aku suka senyum Kak Dylan.”
“Jangan suka senyuman.”
“Kenapa?”
“Banyak bohongnya.”
“Emm lalu kenapa kak Dylan suka
mata ku?”
“Mata gak pernah bohong, sama kayak
hati. Makanya ada julukan Mata hati ; Saling
jujur dan apa adanya.”
Tumben. Kenapa hari ini Dylan begitu
so sweet? Dylan itu cowo ketus, kenapa tiba
tiba dia bisa berubah seperti ini?
“Mel”
65
“Apa?”
“Mending lo jauhin Fathur.”
“Kenapa? Buat kak Bella?”
“Buat lo sendiri.”
“Kata lo, lo gak suka Fathur, makanya
jamgaj bersikap seolah lo suka sama dia. Itu
akan buat lo sulit nanti.”
“Tapi aku sama Kakk Fathur teman.”
“ Iya berteman. Tapi lo menyakiti
perasaan orang banyak mel.”
“Tunggu, apa lo sebenernya suka sama
Fathur?” Dylan kembali bertanya.
“Nggak!”
“Atau lo mungkin suka gue?” Tanya
Dylan.
Melody diam.
66
“Jangan suka gue, nanti lo sakit hati.”
“Kata siapa aku suka kak Dyla. Aku gak
suka sama Kaak Dylan!” Tegas Melody.
Dylan terkekeh melihat jawaban
Melody.
“Ayo makan. “ ajak Dylan smabil
mengenggam tangan Melody.
Entah apa yang dirasakan Melody saat
ini, tapi dia bahagia sedekat ini dengan
Dylan. Kini ia tak peduli lagi dengan orang
orang yang mencibir dan membully-nya
karena dekat dengan Dylan. Melody hanya
ingin menjadi dirinya saja.
67
Chapter 9
“Entah mengapa saat di dekatmu, aku
senang dan hati ini tenang.”
oOo
MELODY keluar dari toilet, tadi dia
kebelet pipis saat teman-temannya sedang
menonton basket. Tapi ternyata, diluar toilet
sudah ada orang yang menunggunya.
“Lo masih deket sama Fathur?”
tanyanya tanp basa-basi.
“Kenapa emangnya, Kak? Aku masih
temenan sama Kak Fathur, sih” Jawab
Melody santai.
Bella mengangguk, tetapi tatapannya
terlihat sendu.
“Gue gak ngelarang lo deket sama
Fathyr, gue juga gak ngelarang lo suka sama
68
dia. Tapi, kalo emang seperti itu, lo harusnya
jauhin Dylan.”
“Maksud Kak Bella?”
“Kalo lo suka sama salah satu darinya
lepasu yang satu. Jangan bersikap baik sama
Fathur jika lo suka sama Dylan, begitu juga
sebaliknya.”
“Tapi aku gak suka dua duanya, Kak.”
Jawab Melody.
“Aku cuman mau berteman sama
mereka Kak.”
“Gak bisa Mel. Kalo lo gak suka
keduanya seharusnya lo gak usah deket
sama mereka dan lo harus ngecoba jauhin
mereka berdua.” Kata Bella.
Disini Bella memanglah sangat egois.
Dia juga sebenarnya tak punya hak untuk
mengatur Melody saparah ini.
69
oOo
Dylan mempersiapkan segalanya
kebutuhan untuk Persami. Dylan
mempersiapkannya sendiri. Dylan tidak suka
jika ada orang yang menyentuh barangnya
tanpa seizinnya.
Setelah selesai, Dylan menuju ke
garasi mobil dan pergi untuk menjemput
Bella. Dylan sudah memperingatkan Bella
untuk tidak usah ikut, karena kondisi
kesehatan Bella sedang tidak Vit.
oOo
Entah kebetulan atau apa, Dylan satu
bus dengan Melody. Lumayan jika ada
Melody, Dylan bisa menggodanya seperti
kemarin.
“Mel, duduk sama gue yuk. “ tanpa
mendengar jawaban Melody, Dylan langsung
menarik tangan Melody.
Dylan menuju ke kursi yang kosong.
70
“Duduk.” Titah Dylan.
“Kak Dylan kenapa kayak gini sama
aku?” tanya Melody dengan raut bingung.
Tiba tiba saja sikap Dylan kepadanya menjadi
lembut seperti ini. Dan menurut Melody,
Dylan menjadi lebih manis san kadar
ketenangannya semakin meningkat.
“Loh katanya mau dibaperin sama
aku” Kata Dylan menggunakan kata ’aku’. Itu
sedikit menggelikan bagi Melody.
“Aku gak pernah bilang gitu sama
kakak. Itu cuman asumsi Kak Dylan aja.” Kata
Melody cuek dan mengakihkan
pandangannya keluar jendela.
“Lo cantik, “ jeda Dylan. “Lebih cantik
dari Bella.”
oOo
71
Angga pergi ninggalin Dyla. Dia
kembali mendirikan tenda bersama dengan
teman temannya. Fathur yang melihat Dylan
sendirian langsung menghampiri Dylan.
Dylan menyambutnya dengan wajah datar.
Fathur tidak merasa sakit hati, dia sudah tau
bagaiman karakter Dylan.
“Lo ada waktu sebentar?” tanya
Fathur.
“Gak usah basa basi. Ada apa?” Ketus
Dylan.
“Gue enggak pacaran sama Melody. “
ungkap Fathur.
“Gue udah tau.”
“Iya, tapi gue mulai suka sama
Melody. “
“Urusannya sama gue?” tanya Dylan
cuek.
“Jangan sakitin Melody.” Pinta Fathur.
72
Senyum Dylan berubaah menjadi
masam, dia begitu sensitif jika berhubungan
dengan segala sesuatu tentang Fathur.
“Loh pikir gue banci yang nyakitin
cewek? Gue bukan lo yang ninggalin cewek
setelah li kasih dia banyak janji.”
“Gue engga pernah ngejanjiin apapun
ke Bella” Tegas Fathur.
“Hm. Gak sadar diri.”
Dylan muak kepada Fathur, dia
menyebalkan dan paling menganggap bahwa
dirinyalah yang paling benar.
oOo
Handphone Melody bergetar, lalu dia
melihat ternyata Dylan yang menelponnya.
73
Dia menggeser tombol hiju ke samping dan
menempelkannya ditelinganya.
“iya kak?”
“........”
“Sekarang?”
“........”
“Yaudah.”
Dylan mengajak Melody untuk
bertemu. Melody melihat Dylan sedang
duduk dibatu yang besar menghadap ke
danau seorang diri.
“Kak Dylan udah lama?”
“Duduk.”
Melody ikuti perkataan Dylan. Ia
duduk disamping Dylan.
“Tadi Fathur bilang sama gue kalo di
suka sama lo.” Kata Dylan to the point.
74
“Dia jugga bilang sama gue jangan
sakitij lo.” Dylan kembali bicara lagi,”
Emangnya gue nyakitin elo mell?”
Melody masih diam. Dia menatap ke
arah Dylan yang juga menatapnya.
“Apa gue cowok bajingan yang suka
nyakitin perasaan cewek?”
Melody tetap diam.
“Enggak kak.” Jawab Melody.
“Kalo lo mu sama Fathur. Silahkan.
Karena di suka sama lo.”
“Aku gak suka sama Kak Fathur!”
Tegas Melody.
“Sama gue mau?”
“Enggak.” Jawab Melody spontan.
“Mel, gue tau lo gak nyaman karena
sikap lo tadi. Tapi guee belum nemuin alesan
yang tepat kenapa gue ngelakuin itu ke lo.
Jujur gue seneng ja ngelakuin itu ke lo. Ada
sesuatu yang beda yang terjadi di hidup gue
75
sekarang.” Dylan mengatakn dengan
tersenyum dan menatap mata Melody.
“Tapi kalo lo mau gue berhenti,
ngomong aja Mel.”
“Mel, Kok diem aja?”
Melody masih diam dia tak tau harus
menjawab dan memilih apa.
“Jangan natap gue gitu. Ntar gue jadi
suka. Soalnya mata lo bagus. “
Melody tersenyum, Dylan ikut
tersenyum.
“Aku gak akan nyuruh Kak Dylan untuk
berhenti ataupun lanjut.
Dahi Dylan bergelombang. Mengapa
sekarang dirinya yang dibuat bingung oleh
Melody?
“Karena kalo aku minta Kak Dylan buat
berhenti itu secara gak langsung aku egois.
Dan kalo aku minta Kak Dylan untuk lanjut
76
kesannya aku yang maksa. Jadi terserah Kak
Dylan aja.”
Dylan kembali tersenyum.
“Lo tau Mel? Hati gue itu rusak. Perlu
dibenerin pake Cinta.”
Melody buru buru mengalihkn
oandanganya. Ia tak menyangka Dylan akan
mengatakan seperti itu. Entah itu hanya
candaan atau sebuah kode. Commented [a1]:
“Lo buru buru gak?”
Mata Melody teralih ke jam tangan
yang melingakr ditangan kananya
Aku harus balik ke tenda kak. Ini udah
mau acara api unggun.” Ujar Melody sambil
berdiri dari duduknya tadi.
“Bukan itu.”
“Lalu apa kak?”
“Kita jalannya pelan-pelan ya?”
“Aku gak ngerti.”
77
Langkah mereka terhenti, saat
mellihat Bella yang entah sejak kapan ada
dihadapan mereka.
“Ngapain lo disini sama Dylan? Lo
harunya sama Fathur kan dia cowo lo!”
Tegas Bella.
“Aku-“ ucapan Melody terpotong.
“Wajah lo aja ya yang ternyat polos tpi
kelakuan lo, hah” cibir Bella.
“Mel, lo bisa ketenda sendirian kan?”
“Iya kak, aku duluan ke tenda dulu.”
Pamit Melody.
“Udah gue peringatin lo ga usah deket
dekket sama Melody. Dia itu udah pacarnya
Fathur, lan.”
“Melody bukan pacarnya Fathur.
Cuman Fathur udah mulai suka sama
Melody.”
“Bohong!”
78
“Kalai dia pacaran, gue engga mungkin
deket deket sama Melody. Gue tau diri Bel. “
“Berusaha ikhlasin seseorang itu
memang susah, tapi jangan nganggap cuman
ada dia dihidup lo.” Kata Dylan sambil
ngeleps jaketnya lalu dipakaikan nya ke
Bella.
“Disini mulai dingin, ayo gue anterik ke
tenda ya.”
79
Chapter 10
“Mungkin cewe pendek itu sudah
settingantuhanbiarmudah dicium
keningnya”
oOo
TATAPAN mata Bella menajam Ke
arah Melody.
“Jauhin Dylan.” Kata Bella dengan
menahan emosinya agar tidak meledak.
“Kenapa? Apa alasannya aku harus
jauhin Kak Dylan?” tanya Melody.
“Gue engga mau Dylan tersakiti.”
“Aku ga ada niatan nyakitin Kak
Dylan.”
“Fathur suka sama lo.” Bella mulai
tambah menggebu-gebu.
80
Melody menatap Bella dengan tatpan
datar, dia tidak tahu apa yang diinginkan
Bella. Tapi setelah acara persami kemarin,
sikap Bella berubah kepada Melody.
“Terus masalahnya apa? Apa itu salah
aku kalo Kak Fathur suka sama aku?”
Entahlah, akhir akhir ini Melody
menjadi sangat menyebalkan bagi Bella.
“Lo banyak berubah ya Mel.”
“Yang penting, aku gak ganggu hidup
Kak Bella”
“Jangan kasih harapan ke Fathur.”
Ketus Bella
“Dan jangan deket deket sama Dylan.
Jadi cewek itu ga usah kecentilan sama sini
mau!” cibir Bella.
“Lalu apa bedanya sama Kak Bella?
Kak Bella gak mau kehilangan Kak Dylan dan
Kak Fathur. Apa itu juga namanya harga diri
kak?”
81
“Gue beda! Gue sama Dylan udah
temenan dari kita kecil. Wajar gue engga rela
kalo Dylan disakitin.”
“Aku juga sama Kak Bella, aku sama
sama temenan sama keduanya, Kak Fathur
maupum Kak Dylan.”
“Pokoknya gue engga mau lo deket
deket sama Dylan.” Ucap Bella teriak.
“Gak mau.”
“Lo suka sama Dylan?”
“Iya. Aku suka sama Kak Dylan. Apa itu
salah?” jawab Melody yang sudah muaak
dengan Bella.
“Dylan suka gue dan sekamanya akan
begitu. Gue prioritas buat Dylan, dan lo
Cuma pelampiasan Dylan doang.” Bella
teriak kembali. Dia suadah lelah menghadapi
sikap Melody ini.
“Aku gak peduli sekaliun aku
pelampiasan Kak Dylan. Tapi kenapa kak
bella sebegitu yakinnya kalo Kak Dylan masih
82
suka sama kakak? Perasaaan orang itu
mudah berubah Kak.”
Bella sudah tak bis menahan
emosinya. Di mengangkat tangannya,
bersiap untuk menampar Melody, tapi tiba
tiba ada tangan yang menahannya. Bella
melihat siapa orang itu. Ternyata dia Dylan.
“Gausah main fisik Bel.” Ujar Dylan.
“Kebetulan lo ada disini, biar
semuanys lebih mdah dan jelas, gue bakaln
bilang sama lo. Melody suka sama lo dan dia
manfaatin Anna buat deket sama lo.” Jelas
Bella.
“Apa yang salah kalo dia suka gue?”
“Gaada yang salah sih.” Jawab Bella.
“Gue cuman gak mau ada yang
nyakitin hati lo. Lagian gue yakin kalo hati lo
masih stuck di gue kan?”
Dylan tersenyum simpul ke arah Bella.
83
“Benar, hati gue masih stuck di lo,”
Dylan menjeda kata katanya,” Tapi itu dulu.
Sebenernya perasaan gue ke lo udah mati,
semenjak lo gak anggep gue dan lilih yang
lain. Jujur gue sayang lo, tapi semakin kesini
perasaan itu semakin basi. Jangan berlalir
terlalu jauh karena lo tu gue ngejar lo, sampe
lo gak tau kalo gue udah lama berhenti
ngejar lo.”
Dylan menghela napasnya, “Gue suka
Melody, jangan sentuh dia meskipun lo
sahabat gue.”
Dylan mengenggam tangan Melody,
lalu dia menatap Bella,”Perbaiki cara berpikir
lo, gak semua yang lo mau tercipta buat lo.
Karena sesungguhnya itu harus ada namanya
berjuang.”
“Ayo pulang.” Dylan menarik tangan
Melody pergi dari hadapan Bella menuju
parkiran sekolah.
84
Melody tersenyum simpul, kemudian
dia naik ke motor Dylan. Perasaannya
menghangat.
“Mel gue mau ngomong sesuatu sama
lo dengerin baik baik ya” Dylan memberi
jeda sebelum melanjutkan ucapannya.
“I love you...”
Raut wajah Melody berubah tegang,
hampir saja ia terjatuh dari motor.
Melody menanggapinya dengan
tersenyum kembali.
“Gue pikir perasaan gue sekarang
lebih baik.” Ujar Dylan.
Melody turun dari motor Dylan saat tlah
sampai dirumahnya.
“Kak Dylan, mau mampir?”
Dylan tidak menjawab namun dia
malah mencium kening Melody. Hal ini
sangat membuat melody kaku.
85
“Em Mungkin cewek pendek sudah
jadi settingan tuhan biar mudah dicium
keningnya.” Ucapnya sambil senyum.
“Udah ga usah difikirin.”
“Gue langsung aja ya.”
86
Chapter 11
“Hari ini adalah awal cerita kita
dimulai.”
oOo
DYLAN membuka tempat makan yang
sudah Melody bawakan dari rumahnya.
Melody membawakan Dylan nasi goreng dan
susu cokelat.
Dylan langsung makan dengan lahap,
dia seperti tidak makan satu minggu. Tapi,
melihat Dylan makan seperti ini, ada
kesenangn tersendiri di hati Melody.
Dylan menyelesaikan makannya
dengan cepat, kemudian dia minum susunya.
Aneh rasanya , tapi jika Melody yang
menyiapkannya Dylan tidak akan menolak.
87
“Udah kenyang, Kak?” tanya Melody.
“Udah.”
“Lo udah makan?”
“Udah kak.”
“Udah minum?”
“Udah.”
“Udah mandi?”
“Udah.”
“Udah sikat gigi?”
“Udah.”
“Udah sayang sama gue?”
“Udah.”
Melody terkejut mendengar yang
diucapkannya sendiri. Badannya seperti
terkena serangan. Melody menjadi gugup
sendiri.
“Emm, tadi Kak Dylan tanya apa?”
88
Dylan mengeluarkan senyum sinisnya.
Kemudia dia mengelus lembut rambut
Melody.
“Jawab pertanyaan gue sekarang.”
Perintah Dylan.
“Tapi jawabannya cuman ada satu,
yaitu iya”
Melody hanya mengangguk santai.
“Nama lo Melody Alexandria?” Tuh
kan, seperti yang diduga oleh Melody. Dylan
akan terus menanyakan hal hal sepel seperti
ini.
“Iya.”
“Anak baru?”
“Iya.”
“Pendek?”
“Iya.”
“Gue ganteng?”
“Iya.”
89
“Suka sama gue?”
“Iya.”
“Lo mau jadi pacar gue?”
Degg
Melody diam, ia bungkam. Namun
mata Dylan tetap menatap tajam. Sorot
mata hangat Dylan membuat Melody luluh.
“Buat pertanyaan barusan. Lo harus
jawab lebih dari satu kata.”
“Kenapa?”
“Jangan Jawab sama seperti
pertanyaan lagi. Karena yang gue butuhin
jawaban, Mel.”
“Tapi apa kata orang lain, jika aku jjadi
pacar Kak Dylan?”
“Siapa yang peduli. Hati lo lebih
penting.”
90
"Gue gak suka sesuatu hal yang rumit,
buat semuanya jelas, Mel." Kata Dylan,
"jawab aja."
Melody menarik nafas.
“Iya kak, aku mau jadi pacar Kak
Dylan.” Jawab Melody tersenyum Ke Dylan.
Dylan ikut tersenyum.
“Makasih, Mel. Gue gak bisa janji
banyak. Tapi satu hal yang pasti, kita gak
akan pernah putus.”
Dylan menggenggam tangan Melody
erat. Mencium punggung tangannya. Ini
adalah momen terindah. Ingin rasanya
menghentikan waktu.
Hari ini adalah awal cerita kita dimulai.
91
Chapter 12
“penantian yang tidak sia sia.
Penantian berhagaku untukmu
akhirnya terbalaskan.”
oOo
SMA Dylan sekarang tengah heboh.
Bagaimana tidak, kabar pacarannya dengan
Melody telah tersebar. Semuanya menjadi
memandang Melody dan selalu bertanya-
tanya. Apa yang membuat Dylan suka pada
Melody. Jika kita bandingkan memang benar
Melody dan Dylan sangatlah bertolak
belakang. Namun takdir yang selalu
menghantarkan mereka terus bersama,
hingga sekarang mejadi satu nama
MELODYLAN.
92
Pagi ini Dylan berangkat bersama
Melody. Jeritan histeris dari kaum cewe yang
diem-diem ngefans sama Dylan pun
terdengar saat mereka memarkirkan motor.
Walau begitu, pasti ada yang tidak suka
dengan hubungan Dylan-Melody. Iya, dia
adalah Bianca.
“Haduh ini sekolah, bukan tempat
pacaran. Jadi engga usah gandengan disini
bisa,Kan?” Ucap Bianca menghampiri Dylan
dan Melody.
Melody hanya diam. Dia melepaskan
genggaman gandengan Dylan. Namun
sedetik berikutnya Dylan kembali
menggandeng tangan Dylan.
“Sorry,Bi. Tangan gue alergi kalo engga
digandeng sama Melody. Misi ya, kita mau
ke kelas.” Kata Dylan yang membuat semua
anak anak yang mendengar menjerit.
Bagaimana bisa seorang Dylan bisa
mengatakan hal seperti itu.
93
Sesampainya dikelas Melody. Dylan
melepaskan gandengannya.
“Kok diem aja. Biasanya udah cerewet
sama ngomel ngomel engga jelas. Kenapa?”
Tanya Dylan.
“Engga papa kok.” Jawab Melody.
“Rasanya aneh ya?”
“Aneh? Apa yang aneh?”
“Gandengan sama gue sambil dilihatin
sama banyak orang. Gue tau lo gak suka jadi
bahan tontonan. Maaf ya.”
“Engga ada yang aneh, Kak. Aku Cuma
belum terbiasa aja semua ini. Aku malah
bahagia tadi. Aku seneng banget. Makasi
udah minta aku jadi pacar Kak Dylan. “
Dylan tersenyum, sambil mengacak
ngacak rambut Melody.
“Mel, mulai sekarang jangan panggil
gue pake embel embel Kak ya. Panggil gue
94
Dylan. Atau kalo mau manggil sayang juga
gapapa.” Ucap Dylan cengengesan dan
langsung cabut dari kelas Melody. Melody
yang mendengar ucapan Dylan jadi geli
sendiri. Memang bahagia sesederhana ini.
oOo
Fathur sedang berada dikantin
belakang sekolah. Tempat dimana anak anak
cabut dari kelas. Namun ada yang aneh,
seperti yang kita tahui Fathur bukanlah anak
yang suka membolos atau caubutu dari
kelas.
“Thurr, Move on thur. Ngapain masih
mikirin Melody. Melody udah punyanya
Dylan. Mereka udah bahagia.” Ucap fathur
pada dirinya sendiri.
95
“Thurr, Fathur! Yaampun thur lo gue
cariin kemana-mana tau nya disini.” Ucap
Farhan salah satu teman Fathur panik.
“Lo kenapa panik gini dah?”
“Bella thur. Bella mimisan banyam
banget terus dia pingsan. Mending lo
temenin dia dulu.”
Fathur yang mendengar ucapan
Farhan langsung buru buru ke uks sekolah.
Dan benar Bella ada disana. Dia terbaring
lemah dengan lengan bajunya yang sedikit
berwarna merah karena terkena darah
Fathur memandangi Bella. Ia sangat
terkejut dan tak menyangka penyakit Bella
bisa separah ini. Fathur mendekat ke tempat
Bella. Bella sudah sadar.
“Fathur, ini kamu kan?” ucap Bella
tidak menyangka.
“Iya, Bell. Ini gue. Maafin gue Bell.”
“Kenapa minta maaf? Fathur engga
salah apa apa kok.” Ucap Bella bingung.
96
“Gue salah Bell. Selama ini gue selalu
cuek sama lo. Padahal lo sangat perhatian
sama gue. Tapi lo sendiri sampe engga
merhatiin diri lo. Gue minta maaf banget,
Bell. Gue janji, gue bakal buka hati gue buat
lo,Bell” ucap Fathur sambil mengenggam
tangan Bella.
Bella menangis mendengar yang
diucapkan Fathur. Setelah sekian lama dia
berjuang, akhirnya ada hasilnya juga.
oOo
Melody berlari menuju ke kelas Dylan.
Ia menemukan Dylan sedang duduk
dibangku kelasnya sendirian.
“Kak Dylan.” Teriak Melody.
“Kak Dylan, kenapa masih disini. Kak
Bella pingsan dia mimisan, ayo ke uks, Kak.”
Ucap Melody saambil menarik tangan Dylan.
“Engga Mel. Yang dibutuhin Bella udah
disana. “
97
“Hah? Maksud Kak Dylan?”
“Haduhhh, pacarkuu lemott banget
ya.” Ucap Dylan sambil mengelus rambut
Melody.
“Fathur udah ada disana. Gue denger
sedikit obrolan mereka. Gue harap yang
diomongin Fathur ke Bella tadi engga
haraoan palsu buat Bella.” Sambung Dylan.
“Kak, aku masih gak paham.” Kata
melody nyengir.
Dylan tak membalasnya dia malah
tertawa dan tiga detik berikut Dyllan
memeluk Melody. Melody hanya diam dia
tak membalas pelukan Dylan.
“Mel, balas pelukanku mohon.”
Tangan Melody mulai merengkuh
punggung Dyla.ln. Dylan tersenyum. Dan
mereka berdua terhanyut dalam pelukan
cinta mereka.
98
Last Chapter.
“Malam Terindah buat kita semua.”
oOo
Melody, Dylan, Bella, dan Fathur
sekarang berada di sebuah cafe. Mereka
berempat mendatangi party Anniversarry
Ana-Angga.
Tentang Bella dan Fathur, hubungan
mereka sekarang adalah tlah pacaran. Kabar
itu sangat cepat menyebar disekolahnya.
Namun dalan kabar bahagia ini, sebagian
murid berasumsi bahwa Fathur menerima
Bella karena Melody telah bersama Dylan.
Tapi Fathur membutikkan ketulusan
cintanya pada Bella pada saat beberapa hari
yang lalu. Ia rela menemani Bella dirumah
sakit selama 24 jam. Karena pembuktiannya
99
itu dan ketulusannya Fathur dan Dylan
keembali menjadi teman yang baik.
oOo
Acara party malam ini sangatlah
meriah, bagaimana tidak semua orang disini
sangat senang dan bahagia. Melepas semua
penantian dan perjuangan yang sangat berat
untuk Melody dan Dylan.
“Mel, ikut sebentar.” Kata Dylan
menarik tangan Melody keluar cafe.
“Ada apa, Kak. Ah Ada apa, Lan.”
Melody masih sering kelupaan saat
memanggil Dylan.
“Tutup mata lo.”
“Hah?”
“Tutup sebentar mata lo, Mel.”
10
0
Melody mengikuti perintah Dylan. Dia
menutup matanya. Lantas beberapa detik
kemudian, Dylan memgeluarkan kotak
berbungkus pita biru.
“Sekarang lo boleh buka mata lo.”
Melody terkejut bingung. Dylan
membuka kota itu dan ternyata itu kalung.
Dylan memasangkan kalung itu ke leher
Melody. Kalung itu sangat indah, gantungan
nya adalah nama mereka “MeloDylan.”
“Mel, janji sama gue buat jangan
oernah pergi ninggalin gue ya. Gue sayang
sama lo.” Ucap Dylan mengecup tangan
Melody.
“Iya. Aku janji. Kak Dylam juga harus
janji engga akan pernah ninggalin aku.”
“Pasti.” Jawab Dylan.
10
1
Malaam ini menurut mereka adalah
malam terindah. Jika ada pertanyaan
sebutkan satu hari terindah, maka jawaban
Melody dan Dylan adalah hari ini. Bukan
hanya mereka berdua yang bahagia namun
Bella Fathur juga ikut bahagia.
Memang semua itu harus bersabar.
Semuanya akan indah pada waktunya. Dan
kita hanya perlu bersabar dan percaya.
Selesai
10
2
Biodata Profil :
Saya Isnaini Aulia Putri, kelas IX G.
“Jawaban dari semuanya adalah sabar dan
percaya, percaya bahwa semua akan indah
pada waktunya.”
10
3
10
4