Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH BIOKIMIA

Posted on 11 Maret 2015 by amadzhen


BAB I. PENDAHULUAN
 Latar Belakang

Biokimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang


mempelajari tentang makhluk hidup. Secara tidak langsung
biokimia merupakan salah satu disiplin ilmu dari kimia
organik dan sains biologi. Biokimia mempelajari seluruh
proses kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup.
Lebih dari 40 tahun biokimia berhasil menjelaskan proses
hidup yang merupakan bahasan khusus dalam bidang ilmu
botani sampai kedokteran.

Saat ini fokus utama biokimia adalah mempelajari proses


biologi yang terjadi dalam sel. Biokimia erat kaitannya
dengan biologi molekuler. Biologi molekuler yaitu studi
mekanisme molekuler dengan adanya informasi genetik
yang terkode dalam DNA.

Biokimia diusulkan pertama kali oleh Corl Neuberg pada


tahun 1903. Biokimia adalah sains yang menjelaskan
struktur dan fungsional makhluk hidup dalam lingkup
kimia. Biokimia mengarahkan bidang penelitiannya pada
struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada makromolekul
seperti karbohidrat, lipida (lemak), protein, asam nukleat
yang berperan dalam kehidupan.
 Tujuan Masalah
1. Menjelaskan tentang defenisi Biokimia Menurut
para Ahli
2. Menjelaskan tentang sejarah Biokimia
3. Menjelaskan fungsi Biologis dari sudut pandang
Kimia
4. Menjelaskan hubungan Biokimia dengan ilmu
lain

BAB II. PEMBAHASAN


2.1 Defenisi Biokimia Menurut Para Ahli
Biokimia adalah Bios = Yunani, artinya “hidup” “Kimia
mahluk hidup; Kimia yang terjadi dan menjadi ciri
kehidupan. Biokimia adalah kimia dari bahan-bahan dan
proses-proses yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup;
sebagai upaya untuk memahami proses kehidupan dari sisi
kimia.

Biokimia diusulkan pertama kali oleh Corl Neuberg pada


tahun 1903. Biokimia adalah sains yang menjelaskan
struktur dan fungsional makhluk hidup dalam lingkup
kimia. Biokimia mengarahkan bidang penelitiannya pada
struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada makromolekul
seperti karbohidrat, lipida (lemak), protein, asam nukleat
yang berperan dalam kehidupan.

2.2 Sejarah Biokimia


Telah dipercaya bahwa segala sesuatu yang hidup adalah
berasal darim sesuatu yang tak hidup. Kemudian, pada
tahun 1828 Friedrich Wöhler mempublikasi sebuah karya
tentang sintesis urea yang membuktikan bahwa senyawa
organik dapat dihasilkan. Awal mula penelitian biokimia
meliputi fotosintesis, respirasi, metabolisme nitrogen, dan
asam nukleat. Secara khusus penemuan biokimia dijelaskan
pada timeline berikut ini:
1. Louis Pasteur
Louis Pasteur merupakan saintis terkenal Perancis yang
berperan besar pada penemuan fermentasi dan pentingnya
enzim dalam proses tersebut. Louis Pasteur memberikan
penjelasan tentang organisme aerob dan anaerob serta
hubungannya dengan fermentasi.

2. Emil Fischer
Emil Fischer menemukan bahwa sistem pengikatan enzim
dan substrat harus mempunyai bentuk yang sesuai. Dengan
demikian, enzim dan substrat bisa saling mengunci. Pada
tahun 1981, Fischer mengelusidasi konfigurasi D-glukosa
yang sampai sekarang dipakai dalam bahasan kimia
organik. Fischer juga menemukan cara pemisahan asam
amino dari hidrolisat protein dan struktur primer protein.

3. Hans Adolf Krebs


Pada tahun 1932 Hans Krebs dab Kurt Heneleit
mengusulkan siklus urea yang merupakan jalur siklus
metabolik pertama yang ditemukan. Pada tahun 1937, Hans
Krebs kembali menemukan siklus asam sitrat.

4. Embden, Meyerhof dan Parnas


Jalur glikolitik yang lengkap diusulkan oleh Gustav
Embden, Otto Meyerhof, Carl Neuberg, Jacob Parnas, Otto
Wrburg, Gerty Cori, dan Carl Cori. Glikolisis juga sering
disebut sebagai jalur Embden-Meyerhof.

Gerty Cori dan Carl Cori menyandang gelar nobel pada tahun 1947 at
Cori.
5. James Watson dan Francis Crick
Watson dan Crick mengusulkan model tiga dimensi DNA
dan selanjutnya mengusulkan replikasi DNA. Penemuan ini
dinilai sebagai yang terpenting dalam sejarah bioligi karena
mengarahkan pada pengertian fungsi gen dalam konteks
molekuler.

6. Har Gobind Khorana


Pada tahun 1964 Khorana berhasil mensintesis
poliribonukleotida. Polimer tersebut digunakan sebagai
template pada sintesis protein tanpa tanpa sel. Pada tahun
1966 Khoranaand Nirenberg mengelusidasi kode dan
fungsi genetik yang lengkap dari kodon individual untuk
masing0masing asam amino pada sintesis protein.
7. Anthoin Lavoisier
Penelitian klasiknya tentang oksidasi dan peranannya oleh
oksigen mengarahkannya pada proses pembakaran dalam
tubuh dan menyimpulkan oksigen digunakan dalam reaksi,
karbondioksida terleminiasi dan panas gdihasilkan.
Lavoisier juga dikenal sebagai bapak biokimia modern.

 Fungsi Biologis Dari Sudut Pandang Kimia


Pemahaman bentuk dan fungsi biologis dari sudut pandang
kimia Bertujuan untuk memahami interaksi molekul-
molekul tak hidup yang menghasilkan fenomena kompleks
dan efisien yang menjadi ciri-ciri kehidupan serta
menjelaskan keseragaman kimia dari kehidupan yang
beragam.

 Struktur kimia dan bentuk tiga dimensi molekul


biologi
 Interaksi antar biomolekul

 Sintesis dan degradasi biomolekul dalam sel

 Perolehan dan pemanfaatan energi oleh sel

 Mekanisme pengorganisasian biomolekul dan

pengkoordinasian aktifitasnya
 Penyimpanan, pemindahan dan ekspresi

informasi genetika.
 Hubungan Biokimia Dengan Ilmu Lain

1. Kimia Organik yang mempelajari sifat-sifat


biomolekul.
2. Biofisika, yang memanfaatkan teknik-teknik
fisika untuk mempelajari struktur biomolekul.
3. Nutrisi, yang memanfaatkan pengetahuan tentang
metabolisme untuk menjelaskan kebutuhan
makanan bagi mahluk hidup mempertahankan
kehidupan normalnya.
4. Kesehatan, yang mencari pemahaman tentang
keadaan sakit dari sudut pandang molekular.
5. Mikrobiologi, yang menunjukkan bahwa
organisme sel tunggal dan virus cocok untuk
digunakan sebagai sarana mempelajari jalur-jalur
metabolisme dan mekanisme pengendaliannya.
6. Fisiologi, yang mempelajari proses kehidupan
pada tingkat jaringan dan organisme.
7. Biologi sel, yang mempelajari pembagian kerja
biokimia dalam sel.
8. Genetika, yang mempelajari mekanisme
penyusunan identitas biokimia sel.
Untuk memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep
dasar yang terjadi dalam berbagai proses dalam kehidupan,
maka diberikanlah Modul pengantar Biokimia yang dibagi
menjadi empat mata ajaran utama yaitu :

Protein: Protein merupakan makromolekul terbanyak


dalam makhluk hidup dan mempunyai berbagai peranan
penting. Protein terpenting adalah enzim yang merupakan
biokatalisator dalam sel. Selain itu protein juga berfungsi
sebagai alat transport (hemoglobin), alat
pertahanan tubuh (antibodi), hormon, dan lain-lain.
DNA dan Ekspresigenetik DNA. DNA mengandung
informasi genetik yang kemudian disalin dan diterjemahkan
sehingga dibentuk asam amino yang kemudian menjadi
protein. Juga dibahas mengenai DNA
rekombinan, rekayasa genetik dan proyek human
genome.
Membran dan Komunikasi Antar Sel. Setiap sel
makhluk hidup dibungkus oleh membran yang
menyebabkan isi sel tidak bercampur dengan luar sel.
Walaupun dilapisi oleh membran, tetap terjadi interaksi
antara sel yang satu dengan sel yang lain karena adanya
komunikasi antar sel yang diperantarai oleh berbagai
caraka kimia dan reseptornya pada membran dan
diteruskan dengan berbagai proses dalam sel.
Transduksi Energi dan metabolisme. Metabolisme
membahas bagaimana caranya terbentuk energi (ATP)
dalam bioenergetika. Juga dibahas mengenai bagaimana
caranya makromolekul yang diperoleh dari makanan dapat
diolah menjadi mikromolekul sehingga dapat digunakan
tubuh untuk menghasilkan energi. Juga dibicarakan
bagaimana makromolekul dapat dibentuk di dalam tubuh
dari prekursornya beserta proses pengaturannya dan
enzim-enzim yang berperan. Selain itu, dibahas
juga mengenai metabolisme non-nutrien, seperti
nukleotida, porfirin dan xenobiotik.
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Biokimia merupakan salah satu cabang ilmu
kimia yang mempelajari tentang makhluk hidup.
Secara tidak langsung biokimia merupakan salah
satu disiplin ilmu dari kimia organik dan sains
biologi. Biokimia mempelajari seluruh proses
kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup.
2. Biokimia mengarahkan bidang penelitiannya
pada struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada
makromolekul seperti karbohidrat, lipida
(lemak), protein, asam nukleat yang berperan
dalam kehidupan.
3. Pada tahun 1828 Friedrich Wöhler mempublikasi
sebuah karya tentang sintesis urea yang
membuktikan bahwa senyawa organik dapat
dihasilkan. Awal mula penelitian biokimia
meliputi fotosintesis, respirasi, metabolisme
nitrogen, dan asam nukleat.
4. Modul pengantar Biokimia yang dibagi menjadi
empat mata ajaran utama yaitu :Protein, DNA
dan Ekspresigenetik DNA, Membran dan
Komunikasi Antar Sel, dan Transduksi Energi
dan metabolism.
3.2 Saran
Saat ini fokus utama biokimia adalah mempelajari proses
biologi yang terjadi dalam sel. Biokimia erat kaitannya
dengan biologi molekuler. Biologi molekuler yaitu studi
mekanisme molekuler dengan adanya informasi genetik
yang terkode dalam DNA. Biokimia adalah kimia dari
bahan-bahan dan proses-proses yang terjadi dalam tubuh
mahluk hidup; sebagai upaya untuk memahami proses
kehidupan dari sisi kimia.

DAFTAR PUSTAKA
Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa:
Adji Dharma, Jakarta, EGC.

Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta,


FKUI.

Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW,


2003,Biokimkia Harper, Edisi XXV, Penerjemah Hartono
Andry, Jakarta: EGC.

Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasar-Dasar Biokimia,


Bandung, UI Press

Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin


dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI), Jakarta:
EGC.

Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung,


Alfabeta.
Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat
dan Lipid, Bandung, ITB.