PEMASANGAN INFUS
No. Dokumen : SOP/UKP/UGD/
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit: 10 April 2018
Kabupaten Aceh
Timur Halaman : 1/3
UPTD Puskesmas Ttd Ka. Puskesmas S. Azhar
Keude Geureubak NIP 19660901 198812 1 001
1. Pengertian Pemberian cairan intravena (infus) yaitu memasukkan cairan atau obat
langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu
tertentu dengan menggunakan infus set.
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk pemberian cairan intravena kepada
pasien yang membutuhkan tambahan cairan atau obat karena
penyakitnya.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 800/ /2018 tentang Penggunaan dan
Pemberian Obat Dan Atau Cairan Intravena
4. Referensi Potter dan Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Vol 2. EGC.
Jakarta. 2006
5. Prosedur 1. Persiapan Alat dan Bahan
a. IV Catheter (Abocath) sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
b. Infus set/ Blood set
c. Cairan infus sesuai kebutuhan
d. Standar infus
e. Tali pembendung (Torniquet)
f. Kapas Alkohol 70% dalam tempatnya
g. Providone Iodine dalam tempatnya
h. Kassa steril
i. Sarung Tangan Steril
j. Plester
k. Bengkok (nierbekken)
l. Gunting verband
m. Pengalas
n. Spalk bila perlu (untuk anak – anak)
2. Petugas yang melaksanakan
a. Petugas Jaga UGD
b. Petugas Jaga Kamar Bersalin
3. Langkah – langkah
a. Petugas melakukan identifikasi pasien
b. Pasien mempersiapkan psikologi pasien
c. Petugas menjelaskan tentang tujuan tindakan yang akan
dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami pasien atau
keluarganya
1/3
d. Petugas memberikan formulir persetujuan tindakan untuk
ditandatangani oleh pasien atau keluarga pasien
e. Petugas megatur cahaya agar penerangan baik
f. Petugas memasang infus set ke cairan dengan cara:
1) Petugas membuka infus set dan menggeser bagian klem
hingga 10 cm dari bagian ruang tetesan dan tutup/ klem
dengan cara digeser ke bawah.
2) Petugas menghubungkan infus set dengan botol cairan
infus kemudian menggantungkan botol cairan tersebut di
standar infus.
3) Petugas mengisi cairan pada infus set dengan menean
bagian runag tetesan hingga ruang tetsan terisi sebagian,
kemudian membuka klem dan mengalirkan cairan hingga
selang infus terisi dan udaranya keluar.
g. Petugas memilih vena yang akan dilakukan penusukan.
h. Petugas meletakkan pengalas.
i. Petugas menyiapkan plester.
j. Petugas melakukan pembendungan dengan torniquet di atas vena
yang akan ditusuk.
k. Petugas mencuci tangan.
l. Petugas memakai sarung tangan steril.
m. Petugas melakukan dsinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan
kapas alkohol.
n. Petugas menusukan IV kateter (abocath) ke dalam vena secara
perlahan denga lubang jarum menghadap ke atas.
o. Bila berhasil maka darah akan keluar dan terlihat melalui
indikator. Petugas kemudian memasukkan seluruh cateter dan
menarik bagian jarumnya lalu menyambungkan pada selang
infus.
p. Petugas membuka torniquet, membuka klem selang infus untuk
melihat kelancaran tetesan.
q. Bila lancar, petugas mengamankan IV cateter dengan cara di
plester.
r. Petugas meletakkan kassa steril yang sudah dioles dengan
providone iodine, lalu menempelkan pada vena yang ditusuk
kemudian merekatkan dengan plester.
s. Petugas memasang plester berikutnya untuk mengamankan
selang infus.
t. Petugas memasang spalk bila perlu.
u. Petugas mengatur tetesan infus sesuai dengan kebutuhan.
v. Petugas merapikan pasien dan membereskan alat – alat.
w. Petugas melepaskan sarung tangan dan memcuci tangan.
6. Bagan Alir
7. Hal – hal yang
harus
diperhatikan
8. Unit Terkait 1. UGD
2/3
2. Kamar Bersalin
9. Dokumen 1. Buku register
Terkait 2. Status Rekam Medis
3. Kartu Jaminan Berobat
10. Rekaman No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Historis Berlaku
Perubahan
3/3