Anda di halaman 1dari 14

Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ...

43
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR


TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI MADRASAH ALIYAH DI KECAMATAN PRAYA

Muhammad Sobri, Moerdiyanto


MTs darul Ittihad Gerepek Lombok Tengah, Universitas Negeri Yogyakarta
sobripraya@gmail.com, murdiyanto_351@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedisiplinan dan kemandirian belajar terhadap hasil
belajar ekonomi siswa kelas XI jurusan IPS Madrasah Aliyah di Kecamatan Praya. Desain penelitian ini
adalah expost facto dengan jenis penelitian assosiatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis
deskriptif dan regresi linier ganda. Hasil penelitian Madrasah Aliyah di Kecamatan Praya menunjukkan
bahwa: (1) ketuntasan belajar siswa sebesar 90,05%; (2) kedisiplinan belajar siswa tergolong rendah
dengan rata-rata 44,39; (3) kemandirian belajar siswa tergolong rendah dengan rata-rata 55,23; (4)
kedisiplinan belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi siswa (thitung=5,22; α=0,00),
dengan koefisien determinasi sebesar 28,1%; (5) kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap hasil
belajar ekonomi siswa (thitung= 2,36; α=0,02), dengan koefisien determinasi sebesar 21,2%; dan (6)
kedisiplinan dan kemandirian belajar secara bersamaan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa
(Fhitung=47,21; α=0,00), dengan koefisien determinasi sebesar 29,6%.
Kata Kunci: Kedisiplinan Belajar, Kemandirian Belajar, dan Hasil Belajar

THE EFFECT OF DISCIPLINE AND AUTONOMY LEARNING ON THE LEARNING


ACHIEVEMENT IN ECONOMICS SUBJECT

Muhammad Sobri, Moerdiyanto


MTs darul Ittihad Gerepek Lombok Tengah, Universitas Negeri Yogyakarta
sobripraya@gmail.com, murdiyanto_351@yahoo.com

Abstract
This research aimed to investigate the effect of discipline and autonomy learning on the learning
achievement in economics subject of class XI student of social studies major Madrasah Aliyah in Praya
subdistrict. This research was an expost facto design with associative approach. The data were analyzed
by the descriptive analysis and linear multiple regression. The results show that: (1) completeness
learning of student which is 90.05%; (2) discipline learning of students are low with mean is 44.39; (3)
autonomy learning of students are low with mean is 55.23; (4) discipline learning positively influences
the learning achievement in economics subject of students (tcount =5.22; α=0.00), with coefficient
determination which is 28.1%; (5) autonomy learning positively influences the learning achievement in
economics subject of students (tcount=2.361; α=0.02), with coefficient determination which is 21,2%; and
(6) discipline and autonomy learning positively influence the learning achievement in economics subject
of students (Fcount= 47.21; α=0.00), with coefficient determination is 29.6%.
Keyword: Discipline Learning, Autonomy Learning, and Learning Achievement

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


44 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

Pendahuluan Ekonomi merupakan salah mata pelaja-


Pendidikan merupakan kebutuhan manusia ran dalam kurikulum tingkat satuan pendidi-
untuk meningkatkan kemampuan dan mengem- kan (KTSP). Ekonomi diberikan pada jenjang
bangkan potensinya yang berlangsung sepanjang Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah
hayat. Pendidikan bertujuan untuk membentuk melalui pendekatan terpisah, tidak terpadu.
sumber daya manusia yang berkualitas sehingga Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan
mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang
yang selalu berubah. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah menyebutkan bahwa Ekonomi pada
Pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun
jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3
Madrasah Aliyah bertujuan agar siswa memi-
bahwa pendidikan dimaknai sebagai:
liki kemampuan sebagai berikut: (1) Memahami
...usaha sadar dan terencana untuk mewu- sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan
judkan suasana belajar dan proses pemb- peristiwa dan masalah ekonomi dengan kehidu-
elajaran agar peserta didik secara aktif pan sehari-hari, terutama yang terjadi dilingkun-
mengembangkan potensi dirinya untuk gan individu, rumah tangga, masyarakat, dan
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, negara; (2) Menampilkan sikap ingin tahu terha-
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dap sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan
akhlak mulia, serta keterampilan yang untuk mendalami ilmu ekonomi; (3) Membentuk
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan sikap bijak, rasional dan bertanggungjawab
negara (Depdiknas, 2003). dengan memiliki pengetahuan dan keterampi-
lan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi
Pendidikan dilaksanakan secara terencana
yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga,
dan sistematis agar tujuan pendidikan dapat ter-
masyarakat, dan negara; (4) Membuat keputu-
capai sesuai dengan harapan melalui kegiatan
san yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai
pembelajaran yang efektif dan efisien. Kegiatan
sosial ekonomi dalam masyarakat yang maje-
pembelajaran terdiri atas perencanaan, pelaksan-
muk, baik dalam skala nasional maupun interna-
aan dan penilaian. Perencanaan mencakup pem-
sional (Depdiknas, 2006).
buatan silabus dan rencana pelaksanaan pemb-
elajaran (RPP). Melalui perencanaan diharapkan Dengan kemampuan tersebut, siswa dapat
kegiatan pembelajaran menjadi terarah sesuai menyelesaikan masalah-masalah berkaitan den-
dengan tujuan yang ditentukan. Pelaksanaan gan sosial ekonomi yang dihadapi dalam kehidu-
pembelajaran meliputi kegiatan penyampaian pan bermasyarakat secara rasional dan bertang-
materi dengan menggunakan strategi dan atau gung jawab serta mengambil keputusan dengan
metode tertentu supaya pembelajaran berjalan mempertimbangkan nilai-nilai positif dalam
efektif. Penilaian dalam kegiatan pembelaja- masyarakat yang majemuk.
ran dilakukan untuk memantau seberapa efektif Kemampuan siswa dalam mata pelajaran
metode pembelajaran yang digunakan. Penilaian Ekonomi dapat diwujudkan melalui proses pemb-
juga berguna untuk melihat kemampuan atau elajaran yang memberikan kebebasan pada siswa
hasil belajar siswa setelah mengikuti proses untuk mengekspresikan dan menyampaikan pen-
pembelajaran dapatnya; pembelajaran yang memperhatikan
Berkaitan dengan hasil belajar, Suryabrata karakteristik siswa sehingga hasil belajar yang
(2002, p. 233) menjelaskan bahwa hasil belajar diharapkan dapat tercapai. Realitas di lapangan
siswa dipengaruhi oleh faktor eksternal dan fak- menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada
tor internal. Faktor eksternal adalah faktor yang pelajaran Ekonomi masih kurang memuaskan.
datang dari luar diri siswa yang meliputi ling- Berdasarkan hasil Ujian Nasional tahun
kungan sosial dan nonsosial. Sedangkan faktor 2010, nilai rata-rata pada mata pelajaran
internal adalah faktor yang berasal dari keadaan Ekonomi sebesar 6,57 dengan nilai terendah 1,50
diri siswa, meliputi jasmani dan rohani/kepriba- dan tertinggi 9,50 (Depdiknas, 2010). Hal terse-
dian termasuk dalam hal ini adalah kedisiplinan but memberikan petunjuk bahwa nilai siswa pada
dan kemandirian belajar siswa. mata pelajaran Ekonomi tergolong rendah.
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 45
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

Nilai rata-rata siswa pada pelajaran (2012, p. 3) menjelaskan bahwa hasil belajar
ekonomi dalam ujian nasional Madrasah Aliyah pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku
di Kecamatan Praya lebih rendah dibanding- pada siswa setelah mengikuti proses pembelaja-
kan dengan daerah lain yang ada di Kabupaten ran. Di samping itu, Abdurrahman (2003, p.37)
Lombok Tengah seperti di Kecamatan Pujut dan mendefinisikan hasil belajar sebagai kemampuan
Praya Barat. yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan
Data hasil ujian nasional tahun menunjuk- belajar.
kan bahwa nilai rata-rata siswa pada mata pela- Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dis-
jaran ekonomi Madrasah Aliyah di Kecamatan impulkan bahwa hasil belajar adalah suatu
Pujut sebesar 6,67 dan di Kecamatan Praya Barat kemampuan yang diperoleh siswa, ditandai den-
sebesar 6,98 (Depdiknas, 2010). Hal ini menun- gan perubahan perilaku setelah menjalani proses
jukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada pelajaran pembelajaran. Perubahan tingkah laku individu
ekonomi Madrasah Aliyah di Kecamatan Pujut tersebut relatif menetap sebagai hasil interaksi
dan Praya Barat lebih tinggi dibanding dengan dengan lingkungan. Dengan kata lain, seseorang
Madrasah Aliyah yang ada di Kecamatan Praya. dinyatakan telah mencapai hasil belajar jika pada
Salah satu penyebab rendahnya hasil bela- dirinya terjadi perubahan tertentu melalui proses
jar pada mata pelajaran Ekonomi adalah proses pembelajaran.
pembelajaran belum efektif. Proses pembelajaran Hasil belajar menunjukkan tingkat kemam-
masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan puan dan penguasaan kompetensi dari setiap
teori dan hafalan yang menyebabkan kemam- mata pelajaran yang bersifat esensial dan fung-
puan belajar siswa menjadi terhambat. Selain itu, sional bagi siswa, sehingga memungkinkan bagi
metode pembelajaran terlalu berorientasi pada mereka untuk belajar lebih lanjut dalam rangka
guru (teacher oriented) yang mengabaikan hak- pembentukan kepribadian. Hasil belajar sesuai
hak dan perkembangan siswa sehingga proses dengan tujuan dan bidang tertentu dapat diukur
pembelajaran menjadi kurang optimal. atau diketahui dengan cara melakukan penila-
Berdasarkan hasil observasi awal pada ian yang menunjukan atas sejauh mana suatu
salah satu Madrasah Aliyah di Kecamatan Praya kemampuan telah tercapai baik dinyatakan den-
pada tanggal 27 Mei 2013, ditemukan masalah gan angka, huruf ataupun pernyataan. Dalam
terkait dengan rendahnya hasil belajar siswa. pendidkan formal, hasil belajar dapat dilihat dari
Selain itu, siswa memiliki kedisiplinan yang ren- rapor.
dah. Hal tersebut diindikasikan dengan perilaku Rapor merupakan buku laporan dari penilai-
siswa yang menyelesaikan pekerjaan rumah ana guru terhadap siswa setelah mengikuti proses
(PR) di sekolah; tidak memakai seragam seko- pembelajaran dalam periode tertentu. Rapor
lah sesuai dengan waktu yang ditentukan pihak dapat digunakan untuk melihat kemajuan dan
sekolah; adanya siswa terlambat datang seko- perkembangan siswa; bahan memetakan dan
lah yang mengganggu konsentrasi belajar; dan memperbaiki kegiatan pembelajaran supaya
adanya siswa yang telat mengumpulkan tugas hasil belajar lebih maksimal; dan sebagai ben-
yang diberikan guru. Permasalahan lain yang tuk komunikasi pihak sekolah dengan orang tua
ditemukan adalah kemandirian siswa tergolong untuk meninjau kemajuan hasil belajar siswa
rendah. Rendahnya kemandirian siswa ditandai (Jacobsen et. al, 2009, p. 308).
dengan adanya siswa yang malu bertanya apabila Pembagian hasil belajar meliputi beberapa
menghadapi kesulitan memahami materi pelaja- ranah yang biasa disebut dengan dengan tak-
ran; siswa pasif dalam kegiatan belajar menga- sonomi Bloom. Taksonomi belajar tersebut mer-
jar; dan adanya siswa menyontek pada saat ujian upakan suatu kerangka untuk mengklasifikasikan
semester. pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk
Hasil Belajar mempredikasi dan mengukur kemampuan siswa
setelah menjalani proses pembelajaran. Bloom
Seseorang yang telah melakukan kegiatan
(1956, p. 7) mengklasifikasikan hasil belajar
belajar, dalam dirinya akan terjadi perubahan per-
menjadi tiga ranah, yaitu: ranah kognitif (domain
ilaku yang disebut dengan hasil belajar. Sudjana

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


46 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

cognitive), ranah afektif (affective domain), dan karena memahami suatu kaidah atau teori belum
ranah psikomotorik (psychomotor domain). tentu bisa menerapkan dalam kasus tertentu.
Ranah kognitif merupakan bagian dari hasil Kemampuan yang lebih tinggi dari penerapan
belajar yang berisi perilaku-perilaku mencakup adalah amalisis.
aspek intelektual, seperti pengetahuan, penger- Analisis mencakup kemampuan untuk
tian, dan keterampilan berpikir. Bloom (1956, merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian
p. 18) membagi hasil belajar pada ranah kog- terkecil, sehingga struktur keseluruhan dapat
nitif menjadi enam tingkatan, yaitu: pengetahuan dipahami secara komprehensif. Kemampuan din-
(knowledge), pemahaman (comprehension), pen- yatakan dengan penganalisaan bagia-bagian dis-
erapan (application), analisis (analysis),sintesis ertai dengan hubungan yang memiliki keterkaitan
(synthesis), dan evaluasi (evaluation). pada bagian tersebut. Berkaitan dengan analisis,
Pengetahuan adalah kemampuan yang pal- Bloom (1956, p.144) menjelaskan bahwa:
ing rendah dan dasar dalam kawasan kognitif. ...Analysis emphasizes the breakdown of the
Pengetahuan merupakan kemampuan untuk material into its constituent parts and detec-
mengenal atau mengingat kembali sesuatu objek, tion of the relationships of the parts and of
ide, prosedur, prinsip atau teori yang pernah dite- the way they are organized. It may also be
mukan dalam pengalaman tanpa memanipulasi- directed at the techniques and devices used
kannya dalam suatu bentuk atau simbol, seba- to convey the meaning or to establish the
gaimana Bloom (1956, p. 62) menjelaskan bahwa conclusion of a communication (Bloom,
“Knowledge as defined here includes those 1956, p. 144)..
behaviors and test situations which emphasize
the remembering, either by recognition or recall, Tingkatan yang lebih tinggi setelah anali-
of ideas, material, or phenomena”. Pengetahuan sis adalah sintesis. Bloom (1956, p. 162) men-
yang tersimpan dalam memori ingatan, digali jelaskan bahwa yang dimaksud dengan sintesis
pada saat dibutuhkan melalui pengingatan kem- adalah:
bali (recall) atau pengenalan kembali (recogni- … the putting together of elements and parts
tiom). Tingkatan kedua setelah pengetahuan ada- so as to form a whole. This is a process of
lah pemahaman. working with elements, parts, etc., and
Pemahaman mencakup kemampuan untuk combining them in such a way as to consti-
menangkap makna dan arti dari materi yang tute a pattern or structure not clearly there
dipelajari. Kemampuan ini dapat dinyatakan before. Generally this would involve a
dengan menguraikan isi pokok dari suatu bacaan; recombination of parts of previous experi-
mengubah data yang disajikan dalam bentuk ence with new material, reconstructed into a
lainnya dengan makna yang sama; dan mem- new and more or less well-integrated whole
buat perkiraan tentang kecenderungan yang tam- (Bloom, 1956, p. 162).
pak dalam data tertentu, misalnya dalam bentuk
grafik atau bagan. Pemahaman merupakan ting- Sintesis meliputi kemampuan membentuk
katan kognitif yang lebih rendah dari penerapan. suatu kesatuan atau pola baru. Jenjang sintesis
merupakan kemampuan untuk mengintegrasi-
Penerapan mencakup pada kemampuan
kan bagian-bagian yang terpisah menjadi suatu
untuk menerapkan suatu kaidah atau teori dalam
keseluruhan yang terpadu, atau menggabung-
suatu kasus atau problem yang konkret dan
kan bagian-bagian sehingga menjadi pola yang
baru. Dengan kata lain, Penerapan merupakan
kemampuan untuk menggunakan konsep, prin- berkaitan secara logis, atau mengambil kesimpu-
sip, prosedur atau teori pada situasi tertentu. lan dari peristiwa-peristiwa yang ada hubungan-
Seseorang menguasai kemampuan ini jika dapat nya satu dengan yang lainnya. Level yang lebih
memberi contoh, menggunakan, mengklasifi- tinggi di atas sintesis adalah evaluasi.
kasikan, menyelesaikan, dan mengidentifikasi- Evaluasi mencakup kemampuan untuk
kan suatu yang sudah dipelajari. Kemampuan memberikan penilaian terhadap solusi, gaga-
ini setingkat lebih tinggi dengan pemahaman san, dan metodologi dengan menggunakan
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 47
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk diskusi di kelas; menunjukkan minat dalam mata
memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. pelajaran; dan mengikuti aturan-aturan sekolah.
Mengenai evaluasi Bloom (1956, p. 185) men- Ketiga, menghargai (valuing). Menghargai
jelaskan “Evaluation is defined as the making of mencakup kemampuan memberikan nilai atau
judgments about the value, for some purpose, of penghargaan terhadap suatu kegiatan atau objek.
ideas, works, solutions, methods, material, etc”. Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar,
Evaluasi dibedakan menjadi dua kategori, siswa tidak hanya mau menerima nilai yang dia-
yakni: (a) evaluasi berdasarkan bukti internal jarkan, tetapi mereka telah mampu untuk menilai
yaitu evaluasi terhadap ketetapan komunikasi konsep atau fenomena, yaitu baik atau buruk.
berdasarkan logika, konsistensi, dan kriteria-kri- Nilai itu telah mulai dicamkan (internalized)
teria internal lain misalnya, menunjukkan kesala- dalam dirinya. Kemampuan menghargai dapat
han-kesalahan logika dalam suatu argumen; dan dinyatakan dalam bentuk perkataan atau perbua-
(b) evaluasi berdasarkan bukti eksternal yaitu tan, misalnya kemauan yang kuat pada diri siswa
evaluasi terhadap materi berdasarkan kriteria untuk berlaku disiplin dan menghargai peranan
yang ditetapkan atau diingat, misalnya memband- ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
ingkan teori-teori, generalisasi-generalisasi, dan Hasil belajar menghargai meliputi perilaku yang
fakta-fakta pokok tentang kebudayaan tertentu. konsisten dan cukup stabil dengan sikap batin
siswa, contohnya mengungkap dengan positif
Ranah afektif (affective domain) berisi terhadap pameran lukisan.
perilaku-perilaku yang menekankan pada aspek Keempat, mengatur (organization).
perasaan dan emosional, seperti minat, sikap, Mengatur ialah mempertemukan perbedaan
apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Menurut nilai, sehingga terbentuk nilai baru yang univer-
Jacobsen, et.al (2009: , pp. 92-93), ranah afektif sal, yang membawa kepada perbaikan umum.
terdiri dari beberapa tingkatan. Pertama, men- Mengatur atau mengorganisasikan merupakan
erima (receiving). Menerima (receiving) ialah pengembangan nilai dari ke dalam satu sistem
kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan organisasi, termasuk di dalamnya hubungan satu
(stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya nilai dengan nilai lain, pemantapan dan prioritas
dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain- nilai yang telah dimilikinya. Contoh hasil bela-
lain, termasuk dalam jenjang ini misalnya ialah jar afektif jenjang organization ialah siswa men-
kesadaran dan keinginan untuk menerima stimu- dukung penegakan disiplin nasional. Mengatur
lus, mengontrol dan menyeleksi gejala-gejala dan mengorganisasikan merupakan jenjang sikap
atau rangsangan yang datang dari luar. Menerima atau nilai yang lebih tinggi lagi ketimbang receiv-
(receiving) juga sering diberi pengertian sebagai ing, responding dan valuing.
kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan Kelima, karakterisasi berdasarkan suatu
atau suatu objek. Misalnya, mendengarkan den- nilai atau kompleks nilai (value complex).
gan sungguh-sungguh; menunjukkan kesadaran Karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks
akan pentingnya belajar dan bersikap disiplin nilai (value complex) ialah keterpaduan semua
serta mandiri. sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang
Kedua, menanggapi (responding). mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah
Menanggapi mengandung arti adanya partisipasi lakunya. Di sini proses internalisasi nilai telah
aktif dalam suatu kegiatan. Kemampuan menang- menempati tempat tertinggi dalam suatu hirarki
gapi mencakup kemampuan yang dimiliki oleh nilai. Nilai itu telah tertanam secara konsisten
seseorang untuk mengikutsertakan dirinya secara pada sistemnya dan telah mempengaruhi emo-
aktif dalam fenomena tertentu dan membuat sionalnya. Hal ini ialah merupakan tingkatan
reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Siswa afektif tertinggi, karena sikap batin siswa telah
secara aktif dan interaktif dalam kegiatan pemb- benar-benar bijaksana. Ia telah memiliki philos-
elajaran. Misalnya, siswa berminat mempelajari ophy of life yang mapan. Jadi, pada jenjang ini
lebih jauh atau menggali lebih dalam lagi ten- siswa telah memiliki sistem nilai yang mengotrol
tang kedisiplinan; berpartisifasi dalam kegiatan tingkah lakunya untuk suatu waktu yang cukup

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


48 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

lama, sehingga membentuk karakteristik “pola siswa guna menyempurnakan geraka yang rumit,
hidup” tingkah lakunya menetap, konsisten dan seperti membuat gambar peta dengan efektif.
dapat diramalkan. Keenam komunikasi nondiskursif (non-
Ranah psikomotorik mencakup perilaku- discursive communication). Pada tingkat komu-
perilaku yang menekankan aspek keterampilan nikasi yang nondiskursif, masing-masing siswa
motorik seperti tulisan tangan, mengetik, ber- mengkomunikasikan perasaan dan emosional
enang, dan mengoperasikan komputer. Harrow melalui gerakan tubuh, seperti melakukan pan-
(1972,p.32) mengklasifikasikan ranah psikomo- tomin atau menari dalam mengkomunikasikan
torik ke dalam beberapa tingkatan. Pertama, ger- karya musikal.
akan refleks (reflex movements). Gerakan refleks Kedisiplinan Belajar
merupakan respon terhadap beberapa stimulus
Kata disiplin dalam Kamus Besar Bahasa
tanpa kemauan yang disadari pada diri pembela-
Indoensia (KBBI) bermakna tata tertib; ketaatan
jar. Gerakan tersebut tidak didasarkan pada niat
(kepatuhan) kepada peraturan. Menurut Darmono
yang disengaja, namun dianggap sebagai suatu
dkk (1994, p. 55) menjelaskan bahwa disiplin
hal yang penting mendasar dalam suatu aktivitas.
mengandung arti pengendalian dan pengarahan
Misalnya mata berkedip secara tidak disadari
diri (self control and self direction). Individu
pada saat sesuatu jatuh di atas mata.
dapat mengendalikan diri tanpa pengaruh dari
Kedua, gerakan dasar (basic-fundamental luar. Pengendalian diri memiliki makna men-
movements). Aktivitas gerakan dasar mencakup guasai perilaku diri sendiri dengan berpegang
tidakan melacak benda secara visual, menca- pada norma-norma dan aturan-aturan yang sudah
pai, memahami, memanipulasi sasaran dengan menjadi milik sendiri. Individu yang menguasai
tangan, dan terus mengalami perkembangan yang perilakunya sendiri adalah individu yang mem-
ditandai dengan merangkak, menjalar, berjalan punyai kesadaran mematuhi segala peraturan dan
dan pada akhirnya berlari. nilai yang menjadi pedomannya. Individu tetap
Ketiga, kemampuan persepsi (perceptual mematuhi peraturan yang berlaku meskipun
abilities). Tingkatan ini nampak berada pada tidak ada yang mengawasi atau mengancam den-
ranah kognitif , namun berdasarkan hasil peneli- gan sanksi tertentu.
tian menegaskan bahwa gerakan dan persepsi Hidayatullah (2010, p. 45) menjelaskan
merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. bahwa disiplin adalah suatu ketaatan didukung
Kemampuan ini dapat membantu siswa menaf- oleh kesadaran yang sungguh-sungguh untuk
sirkan stimulus yang diterimanya, dan memudah- melaksanakan tugas dan kewajiban serta bertin-
kan mereka menyesuaikan diri dengan kebutuhan dak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku
yang dituntut oleh lingkungan. dalam lingkungan tertentu.
Keempat, kemampuan fisik (physical abbil- Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disim-
ities). Kemampuan fisik merupakan kemampuan pulkan bahwa disiplin adalah kepatuhan individu
psikomotorik yang lebih tinggi dari kemampuan untuk melaksanakan aturan-aturan yang berlaku
persepsi. Kemampuan ini mencakup stamina, dalam kelompok sosial; mengendalikan dan
kekuatan, keluwesan, dan ketangkasan, seperti mengarahkan diri dalam bertingkah laku den-
lompat jauh dan bermain sepakbola serta jenis gan penuh kesadaran. Disiplin siswa di sekolah,
olahraga lainnya yang membutuhkan kontraksi dapat diartikan dengan ketaatan dan kepatuhan
otot. Dengan memanfaatkan kemampuan fisik siswa melaksanakan aturan-aturan yang berlaku
tersebut, siswa dapat memenuhi tuntutan dari dalam lingkungan sekolah secara konsisten dan
lingkungannya dan merupakan bagian penting bersungguh-sungguh guna kelancaran proses
dalam mengembangkan gerakan yang terampil. belajar mengajar.
Kelima, gerakan terampil (skill movements). Kedisiplinan berkaitan dengan pengen-
Gerakan terampil bisa diartikan dengan kecaka- dalian diri. Kedisiplinan yang sudah terbentuk
pan dalam mengerjakan suatu tugas atau bisa dalam pribadi anak, diharapkan dapat meringan-
juga bermakna efisiensi usaha yang ditunjukkan kan beban orang tua untuk mengontrol perilaku
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 49
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

yang negatif dan di lingkungan sekolah, disiplin ditentukan pihak sekolah dan; tidak meninggal-
dapat mengarahkan dan mengendalikan aktivitas kan kelas saat berlangsung proses belajar men-
anak dalam proses belajar mengajar, sehingga gajar. Aspek kemampuan mengendalikan diri
hasil belajar meningkat. terdiri atas beberapa indikator antara lain: men-
Anak yang berdisiplin adalah anak yang gumpulkan tugas tepat waktu; bersikap tenang
dapat mengontrol diri (self control). Kontrol dalam proses belajar mengajar dan; tidak berbo-
diri dapat diketahui dari beberapa indikator, hong (jujur). Aspek kemampuan berkonsentrasi
antara lain: berkemampuan mengendalikan mempunyai indikator: mengerjakan tugas dengan
perilaku dan emosi, mematuhi peraturan yang baik; fokus mengerjakan tugas; memperhatikan
berlaku, mencegah diri dari perilaku yang tidak penjelasan guru dan; aktif dalam kegiatan belajar
sesuai, bersabar, dan fokus mengerjakan tugas. mengajar.
Sebagaimana Bergin & Bergin (2012, p. 252) Kemandirian Belajar
mengatakan bahwa “self control the ability to
Kemandirian dalam bahasa Indonesia
control one’s own behavior and emotions, obey
berasal dari kata mandiri yang memiliki arti kead-
rules, inhibit inappropriate action, and focus
aan dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung
attention”.
pada orang lain. Dalam referensi bahasa asing,
Orang yang berdisiplin memiliki ciri mel- kemandirian sering disebut dengan autonomy.
akukan sesuatu tugas atau kegiatan dengan
Kemandirian berkaitan dengan kebebasan
teratur sesuai waktu yang ditentukan tanpa ada
sebagaimana O’Neill (2003, p. IX) menyatakan
paksaan atau kesadaran sendiri (Rusyan, Sutisna
bahwa “autonomy is usually identified with indi-
& Hidayat, 2000, pp. 67-69). Dalam konteks
vidual independence”. Sejalan dengan penda-
lingkungan sekolah, anak yang berdisiplin adalah
pat tersebut, Santrock (2003: 190) mengatakan
anak yang taat terhadap tata tertib sekolah. Tata
bahwa kemandirian berkaitan dengan mengatur
tertib sekolah tersebut meliputi: (1) mematuhi
diri sendiri dan bebas. Kemandirian yang meru-
peraturan sekolah; (2) mengindahkan petunjuk-
juk pada kebebasan (independence) mengacu
petunjuk berlaku di sekolah; (3) tidak berbohong;
kepada kapasitas individu untuk memperlakukan
(4) berkelakuan baik; (5) mengerjakan tugas yang
diri sendiri. Di samping itu, Basri (1996, p. 53)
diberikan oleh guru; (6) tepat waktu masuk kelas
menjelaskan bahwa kemandirian adalah kondisi
sesuai jadwal pelajaran; (7) tidak meninggalkan
seseorang dalam kehidupannya yang mampu
kelas saat berlangsung proses belajar mengajar
memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa
dan; (8) tidak membuat keributan dalam kelas
bantuan orang lain.
supaya tidak menggangu konsentrasi saat proses
belajar mengajar. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disim-
pulkan bahwa kemandirian adalah suatu sikap
Abu dkk (1989, p. 197) mengidentifikasi
dan perilaku individu mengatur diri sendiri dan
beberapa indikator ketertiban sebagai bagian dari
tidak bergantung pada orang lain untuk menye-
sikap disiplin siswa di sekolah, antara lain: masuk
lesaikan semua tugas dalam kehidupannya, ter-
dan pulang sesuai jam pelajaran; mengenakan
masuk dalam belajar.
pakaian seragam sesuai ketentuan dari pihak
sekolah; membayar uang sekolah; bertegur sapa; Kemandirian merupakan tugas perkem-
sederhana dalam berhias; menepati janji; tepat bangan anak pada masa remaja yang perlu diper-
waktu; mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada hatikan oleh orang tua dan guru. Dalam konteks
di sekolah; dan sopan santun dalam pergaulan. pendidikan, kemandirian sangat penting untuk
dikembangkan pada siswa guna memperlancar
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut,
proses belajar mengajar, sehingga tujuan pendid-
dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan siswa di
ikan yang sudah ditentukan dapat tercapai den-
sekolah dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu
gan baik.
ketertiban, kemampuan mengendalikan diri, dan
kemampuan berkonsentrasi. Ketertiban indika- Maslow (1993, p. 16) memandang bahwa
tornya adalah datang dan pulang tepat waktu; seseorang dikatakan memiliki kemandirian apa-
hadir di kelas sesuai jadwal pelajaran yang bila terdapat pada dirinya sikap dan perilaku yang

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


50 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

dapat mengambil keputusan sendiri, mengatur Teknik kuesioner digunakan untuk mengumpul-
diri sendiri, berinisiatif, dan bertanggung jawab kan data kedisiplinan dan kemandirian belajar
dalam segala hal. siswa dan teknik dokumentasi digunakan untuk
Sanan & Yamin (2010, pp. 83-84) menam- mengumpulkan data hasil belajar Ekonomi yang
bahkan bahwa anak yang mandiri memiliki ditulis dalam rapor semester terakhir.
beberapa indikator, antara lain (1) percaya pada Instrumen yang digunakan adalah instrumen
kemampuan diri sendiri; (2) memiliki motivasi angket atau kuesioner. Kuesioner pada penelitian
intrinsik atau dorongan untuk bertindak yang ini terdiri atas dua macam, yaitu kuesioner varia-
berasal dari dalam individu; (3) kreatif dan ino- bel kedisiplinan dan variabel kemandirian. Skala
vatif; (4) bertanggung jawab atau menerima kon- instrumen yang digunakan adalah skala likert.
sekuensi terhadap risiko tindakannya dan; (5) Setiap butir pernyataan angket memiliki empat
tidak bergantung pada orang lain (berusaha tidak alternatif jawaban, yaitu selalu (skor 4), sering
bantuan orang lain, tetap mandiri). (skor 3), kadang-kadang (skor 2), tidak pernah
(skor 1).
Metode Penelitian
Teknik Analisis Data
Jenis Penelitian
Teknik analisis data menggunakan statis-
Desain penelitian ini adalah expost facto tik deskriptif dan inferensial. Analisis deskrip-
dengan jenis penelitian assosiatif. Penelitian ini tif yang digunakan dalam penelitian ini adalah
tergolong expost facto karena data diambil apa skor minimum, skor maksimum, rerata, median,
adanya tanpa ada perlakuan. Penelitian ini ter- mode, simpangan baku, dan persentase. Data
masuk assosiatif karena berupaya mencari pen- disajikan dalam bentuk tabel dan histogram.
garuh kedisiplinan dan kemandirian belajar ter- Analisis deskriptif ini digunakan untuk mema-
hadap hasil belajar. parkan karakteristik data hasil penelitian dan
Waktu dan Tempat Penelitian menjawab permasalahan deskriptif..

Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Analisis selanjutnya adalah analisis infer-


Aliyah yang berada di Kecamatan Praya ensial. Analisis ini digunakan untuk mengambil
kesimpulan dari sampel untuk diberlakukan pada
Kabupaten Lombok Tengah. Waktu penelitian
populasi.
berlangsung mulai bulan Agustus 2013 sampai
dengan Pebruari 2014. Analisis inferensial pada penelitian ini
menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh
Populasi dan Sampel Penelitian kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar siswa
Populasi penelitian ini adalah seluruh dan pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil
siswa kelas XI jurusan IPS Madrasah Aliyah di
belajar. Uji lain yang digunakan juga adalah uji
Kecamatan yang berjumlah 600 siswa.
F untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan dan
Pengambilan sampel menggunakan teknik kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa.
simple random sampling. Penentuan jumlah
sampel menggunakan teknik yang dikembangkan Hasil Penelitian dan Pembahasan
oleh Issac dan Michael. Besarnya sampel pada Hasil penelitian mencakup penyebaran data
penelitian ini berjumlah 221 siswa. yang meliputi skor rata-rata atau mean, median,
mode, standar deviasi, skor minimum, dan skor
Variabel Penelitian
maksimum disertai histogram dari masing-mas-
Variabel pada penelitian ini terdiri dari vari- ing variabel.
abel independen dan dependen. Variabel inde-
Pertama, hasil belajar. Berdasarkan hasil
penden ada dua, yaitu kedisiplinan dan kemandi-
analisis deskriptif diketahui bahwa nilai rata-rata
rian belajar. Sedangkan yang menjadi variabel
dari 221 siswa pada mata pelajaran ekonomi ada-
dependen adalah hasil belajar Ekonomi.
lah 80,33; nilai tertinggi mencapai 95; dan nilai
Teknik dan Instrumen Penelitian terendah mencapai 70.
Pengumpulan data dalam penelitian ini Data hasil belajar siswa pada mata pelaja-
menggunakan kuesioner dan dokumentasi. ran ekonomi yang sudah terkumpul kemudian
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 51
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

penghitungan, dikelompokkan
pengkategorian berdasarkan
hasilkriteria
belajarketuntasan sebesar
Data44,39tentang
dengan skorkedisiplinan
standar deviasi sebe-
yang
minimal (KKM) sebesar
siswa dapat dilihat pada tabel berikut: 75. Apabila siswa men- sar 11,544; skor tertinggi adalah
terkumpul kemudian dikelompokkan menjadi 70 dan skor ter-
penghitungan,
dapatkan nilai 75 pengkategorian
atau lebih, maka hasil belajarempat
siswa tersebut endah adalahData
kategori sebagaitentang
25. berikut. kedisiplinan yang
siswa dapatTabel
tergolong dilihat pada tabel
tuntas1. dalam berikut:
belajarnya dan apabila terkumpul kemudian dikelompokkan
Data tentang kedisiplinan yang terkumpul menjadi
siswa mendapatkan nilai di bawah 75 maka ter-
Kategori Hasil Belajar Siswa empatdikelompokkan
kemudian kategori sebagai berikut.
menjadi empat kat-
golong tidak tuntas. Tabel
pada Mata Pelajaran Ekonomi Berdasarkan 1.
Berdasarkan hasil penghi- egori sebagai berikut.
Tabel 2.
tungan,Kategori
pengkategorian
Hasil hasil belajar
Belajar Siswa siswa dapat
KKM Kategori Kedisiplinan Belajar Siswa
dilihat
pada padaPelajaran
Mata tabel berikut:
Ekonomi Berdasarkan Tabel 2. Kategori Kedisiplinan TabelBelajar
2. Siswa
Nilai Skor siswa Kategori Frekuensi
Kategori F
KKM Persentase Skor Kategori Kedisiplinan Belajar Siswa
siswa Tabel 1. Kategori Hasil Belajar Siswa pada Kategori Frekuensi
NilaiMata Pelajaran Ekonomi Berdasarkan KKM siswaSkor siswa Kategori Frekuensi
Kategori F Persentase
≥ 75 siswaTuntas 199 90,05% ≥ 57 Sangat tinggi 41
< 75 TidakNilaituntas Kategori22 9,95% 45 ≥- 56
57 SangatTinggi
tinggi 56
41
≥ 75siswa Tuntas F
199 Persentase
90,05% ≥ 57 Sangat tinggi 41
3345- 44
- 56 TinggiRendah 56
89
< 75 Tidak tuntas 22 9,95% - 4445 Rendah
- 56 Tinggi 56
≥ 75 Tuntas 199 90,05% <3333 Sangat rendah 89
35
Tabel 1 <di75 atas Tidak menunjukkan
tuntas 22 bahwa 9,95% < 33 33 Sangat
- 44 rendah Rendah 35 89
sebanyak 199Tabel siswa 1masuk dalam kategori < 33 Sangat rendah 35
di atas menunjukkan bahwa Berdasarkan
Berdasarkan tabel
tabel 2 2 menunjukkan
menunjukkan bahwa
tuntas dalam belajar
sebanyak Tabel199dan sebanyak
1 di siswa
atas masuk22dalam
menunjukkan siswa
bahwakategori
seban- bahwa kedisiplinan belajar siswa dengan
masuk dalam hasil belajar dengan kategori kedisiplinan Berdasarkan
belajar siswa dengan kategori
tabel 2 sangat
menunjukkan
tuntas dalam belajar dan sebanyak 22 tuntas
yak 199 siswa masuk dalam kategori siswakategori
tinggi sangat
sebanyak tinggi
41; sebanyak
kategori tinggi 41; kategori
sebanyak 56, dengan
tidak tuntas. dalamdalam
belajarhasil
dan belajar
sebanyak dengan
22 siswakategori
masuk bahwa kedisiplinan belajar siswa
masuk tinggi sebanyak
kategori 56,
rendah sangat kategori
sebanyaktinggi rendah
89; dansebanyak sebanyak
kategori sangat
Ketuntasan
dalam belajar
hasil daridengan
belajar 221 kategori
siswa pada tidak tuntas. kategori 41; kategori
tidak tuntas. 89; sebanyak
dan kategori35. sangat sebanyak 35. rendah sebanyak
mata pelajaran Ketuntasan
ekonomi
KetuntasanMadrasah Aliyah di pada tinggi sebanyak 56, kategori
belajar dari
belajar dari 221 siswa
221 siswa pada Kategori
Kategori kedisiplinan
kedisiplinan belajar dari35.221
Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah 89; dan kategori sangatbelajar dari
sebanyak 221
mata pelajaran ekonomi Madrasah Aliyah didisiswa
mata pelajaran ekonomi Madrasah Aliyah kelas XI
siswa kelas XI jurusan IPS Madrasah
jurusan kedisiplinan
IPS Madrasah Aliyah Aliyah
dapat juga digambar
KecamatanPrayadalam bentuk
PrayaKabupaten
Kabupaten histogram
Lombok Tengah
Tengah Kategori belajardidari 221
Kecamatan Lombok di Kecamatan
Kecamatan Praya
Praya dapat
dapat juga juga
dilihatdilihat
dalam dalam Aliyah
bentuk
sebagai berikut:
dapat juga digambardalamdalam bentuk
bentuk histogram
histogram siswa kelas XI jurusan IPS Madrasah
dapat juga digambar bentuk histogram
histogram berikut.berikut.
sebagai berikut: di Kecamatan Praya dapat juga dilihat dalam
sebagai berikut:
bentuk histogram berikut.

Gambar 1. Gambar 2. Persentase


GambarKedisiplinan
2. Belajar
Persentase Ketuntasa Belajar
Gambar Siswa
1.
Gambar 1. Persentase Ketuntasa Belajar Siswa Siswa
Persentase Kedisiplinan Belajar
Gambar 2. Siswa
pada Mata Pelajaran
Persentase
pada Mata Ekonomi
Ketuntasa Belajar
Pelajaran EkonomiSiswa
Gambar Persentase
2 di atas Kedisiplinan
menunjukkan Belajar
bahwa Siswa
pada Mata Pelajaran Ekonomi
Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa
Gambar 1Gambar di atas1 di atas menunjukkan
menunjukkan bahwa siswa
bahwa persentase kedisiplinan belajar siswa pada kat-
yang tergolong tidak tuntas dalam belajar sebesar persentase Gambar 2 dibelajar
kedisiplinan atas menunjukkan
siswa pada bahwa
Gambar 1 tidak
siswa yang tergolong di atastuntas dalam bahwa egori sangat rendah sebesar 15,84%; kategori
menunjukkan
9,95% dan siswa yang tuntas dalam belajar sebe- kategori persentase
sangat40,27%; kedisiplinan
rendahkategori
sebesarbelajar
tinggi 15,84%;siswa pada
siswa
belajar sebesar yang tergolong
9,95% dan siswa tidak tuntas dalam rendah adalah
yang tuntas menca-
sar 90,05%. Hal ini menunjukkan bahwa ketun- kategori kategori
rendahdan
pai 25,34%; sangat
adalah
kategori rendah
40,27%;
sangat sebesar
kategori
tinggi tinggi15,84%;
mencapai
belajar
dalam belajar sebesar
sebesar9,95%90,05%.dan siswa
Hal yang
ini tuntas
tasan belajar siswa mencapai lebih dari 75% yang mencapai kategori
18,55%. 25,34%; rendahdan adalah
kategori 40,27%;
sangatkategori
tinggi tinggi
dalambahwa
menunjukkan belajar sebesarbelajar
ketuntasan 90,05%.siswaHal ini
berarti siswa sudah menguasai tujuan pembelaja- mencapai mencapai
18,55%.
Kondisi ini menjadi keprihatinan dan bahan tinggi
25,34%; dan kategori sangat
mencapaimenunjukkan
lebih dari bahwa
75% yang ketuntasan
berarti belajar siswa
siswa mencapai
ran sesuai target guru.
mencapai tujuan
lebih dari 75% yangsesuai Kondisi
berarti siswa introspeksi ini18,55%.
diri darimenjadi
guru untukkeprihatinan
meningkatkan dan
sudah menguasai pembelajaran Kondisi ini menjadi keprihatinan dan
Kedua, kedisiplinan
sudah menguasai
target guru. tujuan pembelajaran sesuaibahan
belajar. Berdasarkan introspeksi
kedisiplinan diri dari
siswa dengan guru untuk
cara penertiban ter-
hasilguru.
target hadapbahan
analisis deskriptif tentang kedisiplinan bela- meningkatkan introspeksi
aturankedisiplinan
madrasah diri
atausiswa dari
kelas.dengan guru
Aturan/tatacara untuk
Kedua, kedisiplinan belajar.
jar dari 221 siswa Madrasah
Kedua, Aliyah di Kecamatan
kedisiplinan tertibmeningkatkan
belajar.penertiban terhadap
madrasah kedisiplinan
merupakanaturan satusiswa
salahmadrasah dengan
atau cara
alat untuk
BerdasarkanPrayahasil analisis
adalah
deskriptif
skoranalisis
tentang
rata-rata deskriptif
kedisiplinantentang
siswa kelas. penertiban
melatih anak didik terhadap
mempraktekkanaturan madrasah
disiplin di atau
Berdasarkan hasil Aturan/tata tertib madrasah merupakan
kedisiplinan belajar dari 221 siswa Madrasah kelas. Aturan/tata tertib madrasah merupakan
Aliyah dikedisiplinan
Kecamatan belajar dari 221skor
Praya adalah siswa Madrasahsalah satu alat untuk melatih anak didik
rata- salah satu alat untuk melatih anak didik
Aliyah disiswa
rata kedisiplinan Kecamatan
sebesarPraya
44,39adalah
dengan skor rata-mempraktekkan disiplin di madrasah. Tata
tertib danmempraktekkan
disiplin madrasah
Jurnal Harmoni disiplin
Sosial, harus
Volume 1 di madrasah.
diusahakan
Nomor 1, 2014 Tata
rata kedisiplinan
skor standar deviasi sebesarsiswa 11,544;
sebesar 44,39
skor dengan
menunjang tertibdinamika
dan disiplin madrasah
madrasah dalamharus diusahakan
semua
52 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

madrasah. Tata tertib dan disiplin madrasah paling tinggi berada pada kategori rendah dapat
harus diusahakan menunjang dinamika madrasah dijadikan oleh guru dan pihak yang terlibat
dalam semua kegiatannya, karena secara eksplisit dalam pendidikan guna memperbaiki pendidikan
pelanggaran terhadapyangketentuan-ketentuan
mencakup sanksi-sanksi akan diterima jika dan proses pembelajaran
berbagai programdengan
atau tindakan
melaluiriilkegiatan
yang telah
terjadi ditetapkan
pelanggaran madrasah.
terhadap ketentuan-ketentuan melalui berbagai program
ekstrakurikuler. atau melalui kegiatan
Ketiga,
yang telah ditetapkan kemandirian
madrasah. belajar. ekstrakurikuler.
Berdasarkan hasil
Ketiga, kemandirian analisis deskriptif
belajar. Berdasarkan Pengaruh
Pengaruh Kedisiplinan
Kedisiplinan Belajar Belajar
terhadapterhadap
Hasil Hasil
menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah
hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor 89; Belajar
Belajar
skor terendah
tertinggi adalahmencapai 27; dan mencapai
89; skor terendah skor rata-rata
27; Hasil belajar merupakan suatu
Hasil belajar merupakan suatu kemampuan
kemandirian
dan skor rata-rata kemandirian belajar 73,33.
belajar siswa mencapai siswa kemampuan yang diperoleh siswa, ditandai
yang diperoleh siswa, ditandai dengan perubahan
Data73,33.
mencapai tentang kemandirian belajar siswa dengan perubahan perilaku setelah menjalani
perilaku setelah menjalani proses pembelajaran.
yang Data
terkumpul kemudian dikelompokkan
tentang kemandirian belajar siswa
proses pembelajaran. Perubahan tingkah laku
Perubahan tingkah laku individu tersebut relatif
menjadi empat kategori sebagai berikut.
yang terkumpul kemudian dikelompokkan men-
individu tersebut relatif menetap sebagai hasil
menetap sebagai hasil interaksi dengan lingkun-
Tabel 3.
jadi empat kategori sebagai berikut.
interaksi
gan. Dengan katadengan lingkungan.
lain, seseorang Dengan
dinyatakan telahkata lain,
Kategori Kemandirian Belajar Siswa seseorang
mencapai dinyatakan
hasil belajar jika padatelah
dirinyamencapai
terjadi hasil
Tabel
Skor4.3. Kategori Kemandirian
siswa Kategori Belajar Siswa
Frekuensi belajar jika pada dirinya terjadi
perubahan tertentu melalui proses pembelajaran. perubahan
tertentu melalui proses pembelajaran.
Skor siswa Kategori Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak fak-
≥ 73 Sangat tinggi Frekuensi
44 Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak
tor, antara lain faktor internal, faktor ekternal dan
56 - 72 Tinggi 53 faktor, antara lain faktor internal, faktor
≥ 73 Sangat tinggi 44 faktor pendekatan belajar (Syah, 2008, p. 132).
38 - 55 Rendah 92 ekternal dan faktor pendekatan belajar (Syah,
56 - 72 Tinggi 53 Faktor internal mencakup keadaan atau kondisi
< 38 Sangat rendah 32 2008, p. 132). Faktor internal mencakup
38 - 55 Rendah 92 dalam diri siswa yang meliputi jasmani dan
< 38 Sangat rendah 32
keadaan atau kondisi dalam diri siswa yang
rohani. Faktor eksternal mencakup faktor yang
meliputi jasmani dan rohani. Faktor eksternal
Berdasarkan tabel 3 menunjukkan datang dari luar siswa, seperti kondisi lingkungan
mencakup faktor yang datang dari luar siswa,
bahwaBerdasarkan
kemandirian tabel belajar
3 menunjukkan
siswa bahwa
dengan di sekitar siswa. Sedangkan faktor pendekatan
seperti kondisi lingkungan di sekitar siswa.
kemandirian belajar siswa dengan
kriteria sangat rendah berjumlah kriteria
32; sangat
kriteria belajar menyangkut berbagai jenis upaya bela-
rendah berjumlah
berjumlah 32; Sedangkan faktor pendekatan belajar
rendah 92;kriteria
kriteriarendah
tinggiberjumlah
sebanyak jar yang dilakukan siswa, meliputi strategi dan
menyangkut berbagai jenis upaya belajar yang
92; kriteria tinggi sebanyak 53; dan
53; dan kriteria sangat tinggi sebanyak kriteria san-
44. metode yang digunakan siswa untuk melakukan
gat tinggi sebanyak 44. Kategori kemandirian dilakukan
kegiatan siswa, terhadap
pembelajaran meliputi materi-materi
strategi dan metode
Kategori kemandirian belaja siswa Madrasah yang digunakan siswa untuk melakukan
belaja siswa
Aliyah Madrasah Aliyah
di Kecamatan Prayadi Kecamatan
Kabupaten pelajaran.
Praya Kabupaten Lombok Tengah dapat juga dil- kegiatan pembelajaran terhadap materi-materi
Lombok Tengah dapat juga dilhat pada Kedisiplinan belajar merupakan salah
pelajaran.
hat pada gambar histogram
gambar histogram berikut ini: berikut ini: satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Kedisiplinan belajar merupakan salah
Kedisiplinan mencakup kepatuhan dan ketaatan
satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
individu terhadap peraturan dan norma-norma
Kedisiplinan mencakup kepatuhan dan
yang berlaku pada suatu tempat termasuk dalam
ketaatan individu terhadap peraturan dan
lembaga pendidikan seperti madrasah, ber-
norma-norma yang berlaku pada suatu tempat
dasarkan kemampuan mengendalikan diri (self
termasuk dalam lembaga pendidikan seperti
control).
madrasah, berdasarkan kemampuan
Kedisiplinan
mengendalikan belajar juga control).
diri (self merujuk pada
efisiensi waktu yang ditunjukkan
Kedisiplinan belajar jugadengan
merujuk pada
kemampuan siswa menyelesaikan
efisiensi waktu yang ditunjukkan tugas-tugas dengan
Gambar 3. Persentase Kemandirian Belajar yang diberikan
kemampuan oleh guru
siswadengan tepat waktu dan
menyelesaikan tugas-tugas
Gambar
Siswa 3. hasil yang
yangbaik. Adanya oleh
diberikan kedisipinan yang terben-
guru dengan tepat waktu
Persentase Kemandirian Belajar Siswa tuk pada
dankepribadian
hasil yangsiswa
baik.dapat
Adanyameningkatkan
kedisipinan yang
Berdasarkan gambar 3 di atas, menunjuk-
produktivitas
terbentuk belajar dan kepribadian
pada menumbuhkan siswa krea- dapat
kan bahwa kedisiplinan belaja siswa pada kat-
Berdasarkan gambar 3 di atas, tivitasmeningkatkan
siswa sehingga siswa menjadi aktif dalam
produktivitas belajar dan
egori sangat rendah sebesar 14,48%; kategori
menunjukkan bahwa kedisiplinan belaja siswa
rendah sebesar 41,63%, kategori tinggi sebesar
kegiatan belajar mengajarkreativitas
menumbuhkan di kelas. siswa sehingga
pada kategori sangat rendah sebesar 14,48%;
23,98%; dan kategori sangat tinggi mencapai Adanya produktivitas
siswa menjadi aktifsiswa dalam
dalam belajar belajar
kegiatan
kategori rendah sebesar 41,63%, kategori
19,91%. Adanya kenyataan bahwa kemandirian mengajar
sebagai di kedisiplinan
wujud dari kelas. diharapkan dapat
tinggi
siswa sebesar
Madrasah23,98%;
Aliyah didanKecamatan
kategori Praya
sangat meningkatkanAdanya produktivitas
hasil belajar siswa. siswa dalam
Berdasarkan
tinggi mencapai 19,91%. Adanya kenyataan belajar sebagai wujud dari kedisiplinan
bahwa kemandirian siswa Madrasah Aliyah di diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
Kecamatan Praya paling tinggi berada pada siswa. Berdasarkan hasil analisis dalam
kategori rendah dapat dijadikan oleh guru dan penelitian ini menunjukkan bahwa
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 53
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Hasil
bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terha- Belajar
dap hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai Hasil belajar merupakan perubahan yang
thitung adalah 5,217 pada taraf signifikansi 0,000 terjadi pada diri siswa mencakup perubahan kog-
lebih kecil dari derajat kesalahan 0,05. Besarnya nitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar juga
sumbangan kedisiplinan belajar terhadap hasil diartikan dengan hasil yang dicapai oleh siswa
belajar siswa sebesar 0,281. Hal ini menunjukkan selama berlangsungnya proses belajar mengajar
28,1% variabel hasil belajar siswa dipengaruhi dalam jangka waktu tertentu. Umumnya hasil
oleh kedisiplinan belajar, sedangkan 71,9% belajar dalam sekolah berbentuk pemberian nilai
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauh
pada penelitian ini. mana siswa telah menguasai materi pelajaran,
Hasil penelitian ini juga didukung oleh biasanya hasil belajar ini dinyatakan dalam
penelitian terdahulu. Arigiyati (2010, p. 930) bentuk angka, huruf atau kalimat pada periode
dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ada tertentu.
pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan ter- Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak fak-
hadap prestasi atau hasil belajar dan sumbangan tor, antara lain: faktor internal, faktor ekternal,
variabel kedisiplinan terhadap prestasi atau hasil dan faktor pendekatan belajar (Syah, 2008, p.
belajar adalah 39,7%. Penelitian lain juga meny- 132). Faktor internal berkaitan dengan faktor
impulkan hal yang sama, penelitian yang dilaku- yang mempengaruhi hasil belajar berasal dalam
kan oleh Saputro & Pardiman (2012, pp. 78-79) individu mencakup rohani dan fisik. Faktor ekter-
menemukan bahwa terdapat pengaruh positif dan nal berkaitan dengan faktor yang berasal dari luar
signifikan disiplin belajar terhadap prestasi atau individu yang mencakup keadaan lingkungan
hasil belajar yang ditunjukkan dengan nilai thitung madrasah ataupun rumah. Sedangkan faktor pen-
lebih besar dari ttabel yaitu: 7,780 > 1,984 dengan dekatan belajar mencakup metode atau strategi
koefisien determinasi sebesar 0,345. yang digunakan siswa dalam belajar untuk
Adanya kesimpulan bahwa kedisiplinan memudahkan memahami materi pelajaran.
berpengaruh positif terhadap hasil belajar meru- Kemandirian merupakan salah satu faktor
pakan bahan pertimbangan bagi guru dan pihak yang mempengaruhi hasil belajar berasal dari
madrasah untuk senantiasa membentuk kedisi- internal siswa. Kemandirian meliputi sikap dan
plinan siswa. Pembentukan kedisiplinan siswa perilaku individu mengatur diri sendiri dan tidak
dapat dilakukan dengan cara penertiban terha- bergantung pada orang lain untuk menyelesai-
dap aturan kelas dan madrasah. Aturan/tata tertib kan semua tugas dalam kehidupannya, termasuk
kelas dan madrasah merupakan salah satu alat dalam belajar. Kemandirian siswa dalam belajar
untuk melatih siswa mempraktekkan disiplin. dilakukan atas dorongan internal dari individu
Tata tertib dan disiplin kelas dan madrasah harus tanpa bergantung pada orang lain untuk mengua-
diusahakan menunjang dinamika dalam semua sai kompetensi guna mengatasi suatu masalah.
kegiatan, karena secara eksplisit mencakup Dengan memiliki kemandirian belajar, siswa
sanksi-sanksi yang akan diterima jika terjadi dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan penuh
pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang percaya diri diserta rasa tanggungjawab yang
telah ditetapkan. Tujuan disiplin siswa adalah tinggi dan mampu mengatasi masalah yang mun-
untuk mengontrol tingkah laku siswa seperti yang cul pada dirinya.
dikehendaki, agar tugas-tugas di madrasah dapat
Kemandirian siswa dalam belajar dapat
berjalan dengan optimal. Selain itu siswa bela-
menguntungkan dalam proses pembelajaran di
jar hidup dengan pembiasaan yang baik, positif
kelas karena beberapa hal: (a) siswa cenderung
dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya,
belajar lebih baik dengan pengawasannya sendiri;
sehingga perkembangan dan pertumbuhan siswa
(b) mampu memantau, mengevaluasi, dan meng-
meningkat.
atur belajarnya secara efektif; (c) menghemat

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


54 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberi- tanpa bantun orang lain untuk menganalisis
kan guru; dan (d) mengatur belajar dan waktu kebutuhan belajar sendiri, merumuskan tujuan
secara efisien. belajarnya sendiri, mengidentifikasi sumber-
Siswa yang memiliki kemandirian tinggi sumber belajar, memilih dan melaksanakan
tentu akan mencapai hasil belajar yang maksi- strategi belajar yang sesuai serta mengevaluasi
mal. Hasil belajar yang dimiliki oleh siswa yang hasil belajarnya sendiri. Model pembelajaran ini
mandiri lebih tinggi daripada siswa dengan man- dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa,
diri yang rendah. Oleh karena itu, dengan adanya sebagaimana Rachmawati (2010, p. 177) dalam
kemandirian belajar maka hasil belajar juga akan penelitiannya menyimpulkan bahwa terjadi pen-
meningkat. Pernyataan tesebut sesuai dengan ingkatan kemandirian belajar setelah diterapkan
hasil analisis penelitian ini yaitu kemandirian model self-directed learning dalam kegiatan
berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Hal pembelajaran.
ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,361 Teknik seven jumps dapat juga mening-
pada taraf signifikansi 0,019 lebih kecil dari dera- katkan kemandirian belajar siswa, sebagaimana
jat kesaalahan 0,05. Artinya bahwa kemandirian hasil penelitian Mukminan, Nursa’ban &
belajar siswa yang tinggi dapat meningkatkan Suparmini (2013, p. 263) menyimpulkan bahwa
hasil belajar. Selain itu, koefisien determinasi teknik seven jumps merupakan bantuan belajar
atau sumbangan kemandirian belajar terhadap dalam upaya memicu dan memacu kemandirian,
hasil belajar siswa sebesar 0,212. Hal ini berarti disiplin dan inisiatif diri. Hal tersebut berdasar-
21,2% hasil belajar dipengaruhi oleh kemandirian kan hasil analisis menggunakan perhitungan
belajar siswa, sedangkan 78,8% dipengaruhi oleh statistik korelasi Spearman Rank untuk pembela-
variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian jaran menggunakan teknik seven jumps dengan
ini. kemandirian diperoleh nilai ρ hitung (α) sebesar
Hasil penelitian ini konsisten dengan kes- 0,511 dengan taraf signifikansi (p) 0,000. Jika
impulan penelitian terdahulu, seperti penelitian p lebih besar dari α maka tidak ada hubungan
yang dilakukan oleh Rahmahwati (2013, p. 49) antara kedua variabel, dan jika p lebih kecil dari α
dengan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh maka ada hubungan antara kedua variabel. Hasil
positif dan signifikan kemandirian belajar ter- penelitian ini menunjukkan bahwa p lebih kecil
hadap prestasi atau belajar yang ditunjukkan dari α (0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat
dengan thitung sebesar 2,884 pada taraf signifi- disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifi-
kansi 0,005. Dengan demikian dapat dikatakan kan antara pembelajaran menggunakan teknik
bahwa kemandirin belajar berpengaruh terhadap seven jumps dengan kemandirian belajar.
hasil belajar, semakin tinggi kemandirian belajar
siswa maka hasil belajar siswa meningkat, dan Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar
sebaliknya jika kemandirian belajar siswa rendah terhadap Hasil Belajar
maka hasil belajar siswa juga rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedisi-
Adanya hasil penelitian yang menyimpul- plinan dan kemandirian belajar merupakan fak-
kan bahwa kemandirian belajar berpengaruh tor yang penting agar diperoleh hasil belajar
positif terhadap hasil belajar dapat menjadi yang optimal. Dengan adanya kedisiplinan dan
bahan pertimbangan bagi guru dan pihak madra- kemandirian belajar yang tinggi maka akan
sah untuk menumbuhkan afektif tersebut dengan diperoleh hasil belajar yang tinggi pula, begitu
tindakan nyata atau riil melalui program-program juga sebaliknya. Hal ini ditunjukkan dari hasil
ektrakurikuler maupun kegiatan belajar mengajar uji simultan dengan diperolehnya Fhitung 47,211
di kelas dengan strategi atau model pembelajaran pada taraf signifikansi 0,000 lebih kecil dari dera-
yang efektif, seperti model pembelajaran self- jat kesalahan 0,05. Yang artinya ada pengaruh
directed learning dan seven jumps. positif kedisiplinan dan kemandirian belajar ter-
hadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Model pembelajaran self-directed learn-
ekonomi kelas XI jurusan IPS Madrasah Aliyah
ing merupakan suatu proses pembelajaran yang
di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah.
memberikan siswa kebebasan untuk berinisiatif,
Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar ... 55
Muhammad Sobri, Moerdiyanto

Besarnya sumbangan secara simultan dari ini ditunjukkan nilai Fhitungsebesar 47,211
kedisiplinan dan kemandirian belajar terhadap pada taraf signifikansi 0,000. Besarnya
hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi sumbangan kedisiplinan dan kemandirian
sebagaimana terdapat pada kolom adjusted belajar terhadap hasil belajar siswa adalah
R square adalah 0.296. Hal ini berarti 29,6% 29,6%, sedangkan sisanya sebesar 70,4%
variabel hasil belajar dipengaruhi oleh variabel dipengaruhi oleh variabel lainnya yang
kedisiplinan dan kemandirian belajar, sedangkan tidak dibahas dalam penelitian ini.
70,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya tidak Berdasarkan simpulan hasil penelitian, saran
dibahas pada penelitian ini. yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
Simpulan dan Saran 1. Bagi Guru
Berdasarkan analisis data dan pemba- Para guru senantiasa berupaya memper-
hasan, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai baiki strategi yang digunakan dalam mening-
berikut: katkan hasil belajar siswa dan tetap berinovasi
1. Kedisplinan belajar berpengaruh positif ter- serta membuat kegiatan pembelajaran menjadi
hadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI menarik dan kondusif. Kegiatan pembelajaran
jurusan IPS Madrasah Aliyah di Kecamatan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil
Praya Kabupaten Lombok Tengah. Hal belajar siswa pada ranah kognitif, guru juga
ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar harus membentuk sikap siswa termasuk disiplin
5,217 pada taraf signifikansi 0,000. Hasil dan mandiri.
ini memberikan petunjuk bahwa semakin 2. Bagi Kepala Madrasah
tinggi kedisiplinan siswa maka semakin Kepala madrasah hendaknya senantiasa
tinggi pula hasil belajar ekonomi siswa. tetap mengontrol dan melaksanakan evaluasi atas
Koefisien determinasi kedisiplinan belajar program-program pembelajaran yang berkaitan
terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,281. dengan pembentukan sikap dan hasil belajar
Hal ini berarti 28,1% hasil belajar dipen- siswa secara berkala. Evaluasi penting dilaksana-
garuhi oleh kedisiplinan belajar, sedangkan kan agar program pembelajaran dapat terpantau
71,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang efektivitasnya dan memperbaiki kekurangan pro-
tidak dibahas pada penelitian ini. gram pembelajaran dengan berkoordinasi pada
2. Kemandirian belajar berpengaruh positif ter- pihak guru. Selain itu, Kepala sekolah dan pihak
hadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI yang terlibat dalam pendidikan mengusahakan
jurusan IPS Madrasah Aliyah di Kecamatan pengadaan koleksi buku yang lengkap dan per-
Praya Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini pustakaan yang memadai agar siswa siswa dapat
ditunjukkan berdasarkan nilai thitung sebesar belajar secara mandiri.
2,361 pada taraf signifikansi 0,019. Hasil
Daftar Pustaka
ini memberikan petunjuk bahwa semakin
tinggi kemandirian siswa maka semakin Abdurrahman, M. (2003). Pendidikan anak
tinggi pula hasil belajar ekonomi siswa. berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Koefisien determinasi atau sumbangan
kemandirian belajar terhadap hasil belajar Abu, Rifai dkk. (1989). Disiplin murid SMTA
siswa sebesar 0,212. Hal ini berarti 21,2% di lingkungan pendidikan formal pada
hasil belajar dipengaruhi oleh kemandirian beberapa propinsi di Indonesia. Jakarta:
belajar siswa, sedangkan 78,8% dipen- Depdikbud.
garuhi oleh variabel lain yang tidak dibahas Arigiyati, Tri Astuti. (2010). Pengaruh kedisipli-
pada penelitian ini. nan, motivasi belajar, dan dukungan orang
3. Kedisiplinan dan kemandirian belajar ber- tua terhadap prestasi belajar mata kuliah
pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa metode statistika mahaiswa program studi
pada mata pelajaran ekonomi kelas XI juru- pendidikan matematika angkatan 2009.
san IPS Madrasah Aliyah di Kecamatan Jurnal Wacana Akademika, 3, 922-931.
Praya Kabupaten Lombok Tengah. Hal

Jurnal Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014


56 - Harmoni Sosial, Volume 1 Nomor 1, 2014

Basri, Hasan. (1996). Remaja berkualitas: Mukminan, Nursa’ban, & Suparmini (2013).
problematika remaja dan solusinya. Penggunaan teknik seven jumps untuk pen-
Yogyakarta. Pustaka Pelajar. ingkatan kemandirian belajar mahasiswa.
Jurnal Cakrawala Pendidikan universitas
Bergin, Christi Crosby & Bergin, David Allen. negeri yogyakarta. 2, 258- 265.
(2012). Child and adolescent development
in your classroom. America: Wadsworth O’neill, O. (2003). Autonomy and trust in bio-
Cengage Learning. ethics. New York: Cambridge University
Press.
Bloom, B.S. (Ed). (1956). Taxonomy of educa-
tional objectives: the classification of edu- Rusyan, Sutisna & Hidayat. (2000). Pendidikan
cational goals. New York: David Mckay budi pekerti. Jakarta Timur: PT. Intimedia
Company Inc. Ciptanusantara.

Darmono dkk. (1994). Pembinaan disiplin Rachmawati, Dewi Oktofa. (2010). Penerapan
di lingkungan masyarakat kotamadya model belajar self-directed learning untuk
Medan. Jakarta: Depdikbud. meningkatkan hasil belajar dan kemandi-
rian belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan
Depdiknas .(2003). Undang-Undang RI Nomor Dan Pengajaran Universitas Pendidikan
20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Ganesha. 3, 177-183.
Nasional.
Rahmahwati, Fitria. (2013). Pengaruh sumber
Depdiknas (2006). Peraturan Pemerintah RI belajar, kemandirian belajar dan strategi
Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar pembelajaran terhadap hasil belajar
isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan ekonomi siswa SMA Negeri 8 Purworejo.
Menengah. Jurnal Oikonomia, 2, 49-54.
Harrow, A. J. (1972). A taxonomy of the psy- Sanan, Sabri Jamilah & Yamin, H. Martinis.
chomotor domain: a guide for developing (2010). Panduan pendidikan anak usia
behavioral objective. New York: Longman. dini. Jakarta: GP. Press.
Hidayatullah, M.F. (2010). Pendidikan karakter: Saputro, S.T., & Pardiman. (2012). Pengaruh
membangun peradaban bangsa. Surakarta: disiplin belajar dan lingkungan teman
Yuma Pustaka. sebaya terhadap prestasi belajar maha-
Jacobsen et. al,. (2009). Methods for teaching: siswa program studi pendidikan akun-
metode-metode pengajaran meningkat- tansi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi
kan belajar siswa TK-SMA (Terjemahan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal
Achmad Fawaid & Khoirul Anam). Pendidikan Akuntansi Indonesia, 1, 78- 97.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suryabarata, S. (2002). Psikologi pendidikan.
Maslow, A.H. (1993). Motivasi dan kepribadian Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
(Terjemahan Nurul Imam). Jakarta: PT. Syah, M. (2008). Psikologi pendidikan dengan
Pustaka Binaman Pressindo. pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.