Anda di halaman 1dari 6

MAJALAH SELANGGAM : SEJARAH DALAM GENGGAMAN

Konsep Usaha Kreatif dalam Bidang Sejarah melalui Media Komunikasi Massa

Oleh : Imas Alyssa


Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang
Email : bebidin16@gmail.com

Sebagai salah satu upaya dalam mengenalkan sejarah lebih dekat kepada khalayak umum,
penulis menggagaskan sebuah ide yang dituangkan kedalam bentuk karya cipta. Faktor – faktor
yang mendorong gagasan tersebut salah satunya adalah pada zaman milenial yang serba instan
ini, selera masyarakat berkembang menjadi satu kesatuan yang saling mengikat. Dengan
menggunakan selera masyarakat sebagai acuan penulis untuk menyesuaikan dan
mengembangkan sejarah didalam kehidupan sehari-hari.

Menurut pengamatan, karakter masyarakat milenial saat ini cenderung spontan yang
gemar mencari eksistensi dan menyukai konten visual. Tak ayal, media sosial seperti youtube
dan instagram menjadi kian ramai dengan meningkatnya pengguna medsos tersebut. Darisitu,
penulis berharap dapat menggunakan peluang sebaik mungkin dengan menyesuaikan sejarah
dalam bentuk visual baik itu video maupun foto agar dapat diminati dan disukai untuk kemudian
menjadi bagian dari keseharian. Selain itu, diharapkan juga karya cipta ini dapat membantu
meningkatkan ekonomi negara dalam bidang UMKM dan bidang pariwisata berupa wisata situs
sejarah di Indonesia dapat dikenal lebih luas. Salah satu sarana yang digunakan adalah melalui
media komunikasi massa yang terus melakukan perkembangan dan memiliki peranan yang
sangat penting di era ini serta merangkul masyarakat umum dalam jumlah besar. Dengan begitu,
masyarakat diharapkan dapat menangkap pesan-pesan yang dibawa dari masa lalu dan
menggunakannya dengan bijak untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

Latar Belakang

Menurut Josep A Devito, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan


kepada massa, atau dapat dikatakan ditujukan kepada khalayak ramai yang luar biasa
banyaknya. lebih lanjut ia berpendapat bahwa komunikasi masa adalah komunikasi yang
dilakukan oleh pemancar-pemancar audio dan visual. Dimana secara logis dapat dikatakan
bahwa komunikasi massa berupa komunikasi yang dilakukan oleh radio, televisi, majalah,
surat kabar, film dan juga buku.

Majalah memiliki banyak fungsi penggunaannya. Beberapa hal dibawah ini adalah
fungsi majalah dan kaitannya sebagai media sejarah, yaitu:

 Menginformasikan kepada pembaca secara objektif tentang peristiwa yang terjadi


pada suatu komunitas masyarakat, negara dan dunia di masa lampau
 Mengomentari peristiwa di masa lampau dengan mengembangkannya dalam suatu
fokus kajian berita
 Menyediakan keperluan informasi bagi pembaca mengenai peninggalan sejarah
berupa artefak, situs maupun naskah-naskah kuno
 Memberikan pengetahuan tentang wisata situs-situs sejarah dan point of interestnya

Efek komunikasi massa merupakan bagian dari dampak atas pesan yang disampaikan
oleh media massa yaitu berkaitan dengan perilaku manusia setelah menerima pesan tersebut.
Efek yang diterima oleh masing masing individu tentu tidaklah sama. Berkaitan dengan
sejarah, efek komunikasi massa yang diharapkan meliputi :

 Kognitif berupa pengetahuan lebih mendalam tentang sejarah khususnya di Indonesia


 Afektif berupa perasaan dan emosi yang dihasilkan oleh pemahaman sejarah
 Behavioral berupa perilaku yang ditimbulkan setelah mendapat informasi dan
pengetahuan sejarah

Dengan menggunakan majalah sebagai sarana media massa diharapkan dapat sesuai
dengan selera masyarakat milenial yang cenderung lebih menyukai visual ketimbang bacaan
dan tulisan. Terutama difokuskan pada tampilan gambar yang memuat konten sejarah dan
caption yang menyertai menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Sehingga
pangsa pasar yang dituju dapat mencapai semua kalangan dan tidak terbatas. Selain itu,
menciptakan suatu produk yang inovatif dimana memiliki bentuk yang menarik dan informatif
yang mudah diterima sehingga akan membuat orang yang sebelumnya tidak senang
mempelajari sejarah akan menjadi tertarik untuk membacanya.

Spesifikasi Produk

Penggunaan nama produk “Majalah Selanggam : Sejarah dalam Genggaman” adalah


mewakilkan isi dari majalah itu sendiri. Di era modern ini, sejarah menjadi suatu yang mudah
diakses sehingga pemajasan “Sejarah dalam Genggaman” dirasa cukup menarik perhatian dan
dapat menjadi merek yang mengidentifikasikan produk ini. Produk yang penulis konsep ini
berupa majalah yang memuat konten sejarah baik itu sejarah dunia maupun sejarah Indonesia.
Dengan karakteristik konten majalah yang kreatif dan inovatif serta terdapat tampilan gambar
yang diolah langsung oleh ahli fotografi. Keunggulan majalah ini dibanding dengan produk lain
di pasaran adalah :
 Majalah dengan fokus sejarah
 Bahan artikel ditulis oleh sejarawan dengan literatur terpercaya sesuai kenyataan
 Tampilan gambar konten diolah oleh fotografer terlisensi
 Untuk semua kalangan dan tidak terbatas
 Akan dihadirkan dalam bentuk majalah online agar lebih mudah dijangkau
Sebagai acuan, penulis menggunakan Majalah Historia yang lebih dulu terbit sebagai
perbandingan. Mulai dari isi majalah sampai harga produk akan disesuaikan dengan biaya
produksi dan penerbitan. Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang
ditetapkan adalah sesuai harga pasar, atau dengan kata lain harga produk ini rata-rata bila
dibandingkan dengan pesaing lainnya serta kualitas produk tetap menarik dan informatif agar
dapat mencakup seluruh elemen masyarakat. Dan juga akan diberlakukan diskon dan harga
berlangganan khusus.

Analisis Pasar

Target profil konsumen kami adalah seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan,
yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Potensi dan segmentasi pasar menurut penulis
di Indonesia masih jarang yang menciptakan majalah yang memuat konten sejarah. Meskipun
terdapat produk serupa yang sudah dulu dikomersilkan, tetapi produk ini memiliki terobosan
baru yang berbeda yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat milenial saat ini, baik berupa
isi majalah maupun layout atau cover majalah. Dengan situasi persaingan yang demikian itu,
penulis melihat bahwa kesempatan bagi usaha produk ini untuk berkembang masih terbuka
lebar dan membuat penulis semakin mantap untuk memulai usaha ini.
Untuk media promosi, akan dilakukan secara manual berupa dari mulut ke mulut,
melalui iklan dan media online seperti instagram, youtube, twitter dan facebook.

Bagan Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan

Bulan 1 Survei Pasar

Bulan 2 Berkorelasi dengan penerbitan dan tim produksi

Bulan 3-5 Persiapan tempat, isi, desain, layout, editor

Bulan 6-8 Penerbitan dan pemasaran produk

Bagan Tenaga Kerja

Spesialisasi pekerjaan Jumlah


Pemilik + Modal 2 orang
Tim Produksi + Editor 5 orang
Penyediaan Bahan Baku 3 orang
Proses Awal + Pengolahan Produk 7 orang
Proses Akhir + Pemasaran 5 orang

Analisis SWOT

1. Strength (Kekuatan) :
 Jarangnya usaha sejenis
 Tempat produksi dan pemasaran di kota besar yaitu Malang
 Memuat konten ilmu pengetahuan yang dibutuhkan sebagai sumber
pembelajaran
 Memiliki kesesuaian dengan selera masa kini
 Sebagai terobosan baru dalam ilmu pengetahuan
 Dapat menjadi sumber pendongkrak pariwisata dalam bidang sejarah khususnya
2. Weakness (Kelemahan) :
 Jumlah tenaga produksi terbatas
 Tidak semua kalangan mampu membeli produk ini
 Promosi produk masih terbatas
3. Opportunity (Peluang) :
 Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena masih jarang usaha majalah
berbasis sejarah ini di kota-kota besar di Indonesia khususnya Malang
 Produk baru dan sesuai selera masa kini
 Banyak sejarawan di Kota Malang yang bisa memberikan kontribusi
4. Threaths (Ancaman) :
 Muncul pesaing dengan produk dan konten serupa
 Konten majalah digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
 Perubahan selera konsumen
Aspek Pemasaran
Gambaran mengenai aspek pemasaran secara menyeluruh yang mencakup prospek
pemasaran, strategi maupun indikator ekonomi yang akan mendasari analisis pangsa pasar
secara langsung yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha khususnya rencana untuk
menambah jumlah produksi produk yang tentu akan mempengaruhi aspek pemasaran, yaitu
semakin meluasnya pangsa pasar akan produk tersebut.
 Perkiraan Jumlah Permintaan
Produksi 30 majalah dalam 1 hari menghasilkan 900 majalah dalam 1 bulannya.
Untuk itu jumlah permintaan nyata kami perkirakan 80% dari jumlah produksi tiap
bulan, dengan asumsi bahwa produk tidak langsung habis dibeli dalam 1 bulan.
 Perkiraan Jumlah Penjualan
Data penjualan Majalah Selanggam

Tahun Y (Unit) X XY X2
2018 10.000 -1 -10.000 1
2019 10.500 0 0 0
2020 11.000 1 11.000 1
TOTAL 31.500 1.000 2

Perkiraan jumlah penjualan Majalah Selanggam setiap tahunnya menggunakan cost


square dimana :
Y : prediksi penjualan
X : waktu penjualan (tahun)
Persamaan: Y = a + bx
Y = 10.500 + 500 (X)
Perkiraan jumlah penjualan selama 3 tahun ke depan (2021 – 2023)
Tahun 2021 : 10.500 + 500 (2) = 11.500
Tahun 2022 : 10.500 + 500 (3) = 12.000
Tahun 2023 : 10.500 + 500 (4) = 12.500

Simpulan
Ditinjau dari aspek pemasaran, segmentasi pasar yang dituju produk dapat digunakan
seluruh kalangan masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Wilayah yang dituju
untuk usaha ini pun belum cukup luas, sementara hanya meliputi daerah Kota Malang dan
sekitarnya.
Untuk peluang pasar sendiri dapat terlihat dari Analisis SWOT, dimana masih jarang
pesaing produk sejenis sehingga usaha ini dapat bersaing dan mengutamakan kualitas serta
kuantitas dari produk. Konten dan desain majalahnya pun disesuaikan dan informatif untuk
masyarakat milenial saat ini. Oleh karena itu, diharapkan Majalah Selanggam ini mampu
menarik minat masyarakat untuk mempelajarai sejarah lebih jauh dan membantu meningkatkan
keingintahuan khalayak kepada peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia yang sangat
banyak jumlahnya. Selain itu, usaha kreatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan
perekonomian negara dan membuka lapangan kerja baru.