Anda di halaman 1dari 3

Kisah Langit yang Baru

Dua bulan itu waktu yang sangat kurang untuk menciptakan benih-benih peradaban di
masyarakat, Karenanya butuh waktu yang cukup panjang dalam menuangkan ide atau gagasan
seorang penakluk peradaban (Mahasiswa/anda). Masyarakat butuh ide/gagasan untuk
memecahkan persoalan yang mereka hadapi. Untuk itu, KKN ini harus anda maksimalkan sebaik
mungkin, menuangkan gagasan, memberi kesan yang baik, serta membawa perubahan dan
perbaikan di tengah-tengah masyarakat. KKN bukanlah sesuatu hal permainan Institusi untuk
memenuhi syarat sebagai mahasiswa yang ingin memperoleh gelar sarjananya (S-1), melainkan
suatu hal yang penting, dimana membutuhkan energy yang maksimal, pikiran, tenaga, dan materi
akan terkuras habis dalam waktu yang singkat (2 bukan). Untuk itu, perlu pemaksimalan energy
tersebut dalam memberikan kontribusi kepada Masyarakat.

KKN bukanlah hal hiburan dan refresing bagi mahasiswa, melaikan suatu tantangan yang
cukup berat. Bahkan KKN merupakan subtansi utama selama menjadi mahasiswa dalam
menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dan mengalahkan tugas akhir kuliah (skripsi).Banyak
mahasiwa yang beranggapan bahwa skripsi suatu hal tantangan yang paling berat menjadi
seorang mahasiswa, bahkan banyak yang mengatakan bahwa skripsi merupakan hal yang
menyeramkan. Tetapi pada dasarnya menurut kacamata penulis, KKN lah yang menjadi suatu
hal yang sangat berat. Kenapa? karena KKN ada yang pasti akan ditinggalkan (dalam hal ini
kesan) dimasyarakat dan sepanjang waktu akan terlintas dipikiran masyarakat, jika suatu kesan
tersebut baik sehingga akan berdampak baik pula pada instansi (IAIN). Berbeda dengan skripsi
tak ada suatu hal kesan secara umumu (di masyarakat), kemungkinan besar hanya terdapat kesan
pada si penulis, bahkan setelah mahasiswa menulis skripsi, kemudian dianggap lulus, boleh jadi
beberap tahun kedepan skrisi itu dibuang. Oleh sebab itu berikan kesan yang terbaik di
masyarakat nanti.

KKN bukanlah suatu hal persaingan, baik antar kecamatan maupun antar posko,
melainkan suatu hal kerjasama untuk menemukan solusi di masyarakat secara kolektif. KKN
bukan milik individu, melainkan milik kelompok secara bersama. Penulis akan memberikan
logika seperti ini, mungkin ada salah satu atau beberapa mahasiswa di kampus yang sangat
hebat, diakui banyak mahasiswa, bahkan terkenal dikalangan mahasiswa, siapapun pasti
mengenalnya. Tetapi boleh saat terjun kemasyarakat menjadi kaum dhuafa. Memang masyarakat
itu unik, dengan ke-awwam-annya dapan mengalahkan orang-orang seperti diatas. Maka jangan
heran jika sebagian mahasiswa kalau pada saat kuliah pinter, organisatoris, dan apalah namanya,
apabila terjun ke masyarakat hanya menjadi sampah masyarakat. Masyarakat tidak
membutuhkan mahasiswa yang sok-sok ideology, tetapi yang dibutuhkan masyarakat adalah
mahasiswa yang dapat menemukan solusi.

KKN suatu hal yang unik, dimana diantara watak dipertemukan dalam satu rumah
(posko), maka jangan heran jika nanti terjadi konflik internal, penulis kira itu hal yang lumrah,
bahkan yang bersaudara pun pasti pernah terjadi konflik. Itulah bumbu-bumbu ukhuwah
(kebersamaan), dan suatu saat akan terlewatkan, maka pentingnya memahami karakter masing-
masing. Terpenting untuk merawat kebersamaan adalah saling percaya satu sama lain, kerja
sama, solid, dan saling menghargai. Untuk menjaga itu semua penting juga untuk menghindari
sikat egois, sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Program kerja adalah indicator kedua,
indicator utamanya adalah bagaimana hubungan dengan masyarakat, dengan begitu timbul
kepercayaan dari masyarakat sehingga program kerja dapat berjalan lancar, efesien dan
maksimal.

Hal terpenting yang penulis pesan kan sebagai mahasiswa IAIN adalah janga nama baik
instansi kita, IAIN Palopo tercinta. Berikan kesan yang baik kepada masyarakat, dan jangan
meninggalkan masalah, baik itu masalah pribadi maupun masalah kelompok. Jika terjadi seperti
itu, selesainkan terlebih dulu baru kemudian balik. Sebab karena, saatu masalah yang
ditinggalkan akan mengakar di masyarakat, sehingga berdampak buruk kepada kampus,
walaupun masalah itu masalah pribadi anda. Ini adalah pertama kali IAIN Palopo mengadakan
KKN di luar Luwu Raya, maka jadilah penggagas terbaik dari KKN perdana IAIN diluar Luwu
Raya. Dan yang terpenting adalah pengalihan generasi kepada pelanjut, berikan tauladan yang
terbaik, serta ajarkan pengalaman-pengalaman yang didapat kepada generasi pelanjut.

Kalimat terakhir dari penulis “Jika detik ini kita masih di beri kesempatan hidup,
lakukanlah, berilah yang terbaik untuk banyak orang dan berbuat baiklah selagi masih bisa.
Sebab apabila satu kenikmatan saja yang di cabut dari diri kita, maka kita tak akan bisa berbuat
apa-apa, melainkan hanya berharap kelak kenikmatan itu akan kembali di pangkuan kita. Tetapi
jika kesempatan untuk hidup yang dicabut dari diri kita, maka kita hanya bisa memohon dan
berdo’a agar di kumpulkan bersama orang-orang yang di RidhoiNya”. Hanya itu yang bisa
penulis bagikan dan sampiakan yang minim ilmu dan pengalaman ini. Selamat berjuang di
masyarakat, semoga teman-teman semua bisa sukses dalam menjalankan kuliah kerja nyata
(KKN) ini, dan jangan lupa selalu semangat dan tersenyum. Goodluck…..!!!

Jazakumullah khoir…

#TuntanskanPerubahanKearahYangLebihBaik
#Faruq