Gaya Coulomb dan Medan Listrik
Gaya Coulomb dan Medan Listrik
STATIS
LISTRIK STATIS
Gambar 1. Penggaris yang sebelumnya digosok ke rambut akan menarik kertas kecil
Muatan listrik merupakan sifat atau muatan dasar yang dibawa oleh partikel dasar
sehingga menyebabkan partikel tersebut mengalami gaya tarik atau gaya tolak. Muatan
listrik bersifat abstrak. Dapat
dirasakan atau diketahui gejalanya
namun tidak dapat dilihat dengan kasat
mata. Setiap partikel tersusun atas
atom. Atom terdiri dari partikel-
partikel penyusunnya yakni, proton,
elektron dan neutron. Proton adalah
bagian penyusun atom yang bermuatan
listrik positif (+). Elektron adalah bagian
Gambar 2. Susunan atom
penyusun atom yang bermuatan listrik
negatif (-). Sedangkan neutron tidak bermuatan
. Muatan listrik dari suatu partikel dasar bisa berjenis positif dan negatif. Jika 2 benda
memiliki muatan yang sama maka akan tolak menolak, dan akan tarik menarik jika
muatannya berbeda. Elektron bermuatan negatif dan proton bermuatan positif, apabila:
Proton lebih banyak dari pada (>) elektron maka benda tersebut bermuatan positif.
Proton lebih sedikit dari pada (<) elektron maka benda tersebut bermuatan negatif.
Apabila proton (=) elektron maka benda tersebut tidak bermuatan {netral}.
B. GAYA LISTRIK
hubungan antara gaya listrik dengan kedua muatan Gambar 5 . Gaya antar muatan
dan jarak antar kedua muatan tersebut? Melalui eksperimen gaya Coulomb, maka akan
didapat hubungan antara besar gaya Coulomb dengan jarak antar muatan dan besar
muatan. Hasil analisis data dari eksperimen tersebut menunjukkan bahwa “Besar gaya
Coulomb sebanding dengan perkalian kedua muatan dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut “. Gaya listrik adalah besaran vektor
sehingga secara matematis dapat dituliskan:
Keterangan :
F = gaya Coulomb (N)
, = muatan ( coulomb = C)
r = jarak antar muatan (m)
k = konstanta ( )
CONTOH SOAL
Ketiga muatan listrik Q1, Q2 dan Q3 adalah segaris. Bila jarak d = 20 cm maka besar dan
arah gaya Coulomb yang bekerja pada muatan Q2 adalah ….
A. 15 N menyuju Q3
B. 15 N menyuju Q1
C. 10 N menyuju Q1
D. 5 N menyuju Q1
E. 5 N menyuju Q3
Pembahasan :
C. MEDAN LISTRIK
Medan listrik adalah daerah di sekitar suatu benda bermuatan listrik di mana benda
bermuatan listrik lain yang berada di ruangannya akan mengalami gaya listrik. Daerah
medan listrik ditunjukkan melalui garis-garis anak panah pada gambar berikut.
Besarnya kuat medan magnet listrik dapat diperoleh melalui pesamaan kuat medan
listrik yang menunjukkan hubungan antara gaya dan muatan. Persamaan kuat medan
listrik juga dapat dinyatakan dalam hubungan muatan dan jarak. Rumus untuk menghitung
kuat medan listrik dapat dilihat pada persamaan di bawah.
Rumus Kuat Medan Listrik Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya tarik menarik antar muatan (N)
Atau
q = muatan listrik (C)
k = konstantan
CONTOH SOAL :
Pembahasan
Perhatikan arah medan listrik yang terjadi di tengah-tengah kedua muatan tersebut.
rA = rB = 2 cm
= 2.10−2 m
Medan listrik di tengah-tengah kedua muatan merupakan resultan dari kuat medan listrik yang
disebabkan oleh muatan A (EA) dan muatan B (EB).
Karena EA dan EB berlawanan arah maka resultannya merupakan hasil pengurangan dari kedua
medan listrik tersebut.
E = EB − EA
= 4,5.107 (B).
D. HUKUM GAUSS
`Hukum Gauss ini didasarkan pada konsep garis-garis medan listrik yang mempunyai
arah atau anak panah seperti pada gambar 6
Jumlah gais-garis medan listrik yang menembus secara tegak lurus pada suatu
bidang dinamakan Fluks Listrik dengan symbol f, seperti pada gambar
Rumus Fluks Listrik :
atau
CONTOH SOAL :
Medan listrik sebesar 5000 N/C melewati permukaan persegi dan membentuk sudut
60o terhadap garis normal. Luas permukaan persegi adalah 2 m2. Tentukan fluks
listrik yang melalui permukaan persegi!
Pembahasan:
Fluks listrik :
Diketahui :
Φ = E A cos θ
Medan listrik (E) = 5000 N/C
= (5000)(2)(cos 60)
2
Luas permukaan (A) = 2 m
= (5000)(2)(0,5)
θ = 60o
= 5000 = 5 x 103 Nm2/C
Ditanya :
Fluks listrik (Φ)
E. ENERGI POTENSIAL
Misal kita ingin melakukan sebuah usaha untuk memindahkan suatu muatan uji
menjauhi suatu muatan sumber. Muatan sumbernya ialah muatan positif 𝑞𝐵 dan muatan
uji yang akan kita pindahkan adalah muatan positif 𝑞𝐴. Gaya Coulomb yang dialami
muatan uji 𝑞𝐴 positif adalah berarah vertikal ke atas menjauhi pusat muatan sumber 𝑞 .
𝒒𝑨𝒒𝑩
F= k
𝒓𝟐
Wcoloumb = - ΔEP
Jadi usaha yang dilakukan gaya atau medan listrik untuk memindahkan suatu muatan
disebut energi potensial listrik. Selanjutnya mari kita tentukan usaha yang ditimbulkan
oleh gaya Coulomb. Anggap bahwa muatan 𝑞𝐴 dipindahkan vertikal ke atas sejauh 𝑑𝑟 dari
posisi awal 1 (𝑟 = 𝑟1) ke posisi akhir 2 (𝑟 = 𝑟2), maka usaha yang dilakukan oleh gaya
Coulomb yang juga berarah vertikal ke atas adalah sebagai berikut.
1 1
W12 =- kqAqB ( 𝑟 - )
2 𝑟1
Hasil dari subtitusi dari persamaan diatas adalah
1 1
- ΔEP12 = - kqAqB ( 𝑟 - )
2 𝑟1
1 1
ΔEP12 = kqAqB ( 𝑟 - )
2 𝑟1
Secara umumenergi potensial listrik , EP, yang dialami muatan qA yang berjarak r dari
muatan qB adalah sebagai berikut :
𝑞𝐴𝑞𝐵
EP= k 𝑟2
CONTOH SOAL :
Titik A,B,C dan D pada sudut persegi dengan sisi 𝑎. Berapakah kerja yang diperlukan
untuk meletakkan muatan positif 𝑞 pada tiap sudut bujur sangkar?
Pembahasan :
Tidak ada kerja yang diperlukan untuk meletakkan muatan pertama pada A
karena potensial listriknya nol. Karena tidak ada muatan lainnya di sekitar A saat itu
dan tiga muatan lain berada pada jarak tak hinga.
Titik C sejauh x dari titik B dan a√2 dari titik A. Maka potensial listrik pada titik C
adalah
𝑞 𝑞
Vc = k 𝑎√2 + k 𝑎
Maka kerja yang diperlukan untuk membawa muatan q ketiga kettik C adalah
𝑞 𝑞
Wa =q Vc = k 𝑎√2 + k 𝑎
Titik D sejauh a dari titik A, a√2 dari titik B, dan a dari titik C. Maka potensial
listrik pada titik D adalah
𝑞 𝑞 𝑞
VD = k 𝑎 + k 𝑎√2 + k 𝑎
𝑞 𝑞 𝑞
W4 =q VD = k 𝑎 + k 𝑎√2 + k 𝑎
𝑞 𝑞 (4√2+2 )𝑘𝑞𝑞
WTotal = W2 + W3 + W4 = 4k 𝑎 + 2k 𝑎√2 = 𝑎√2
F. POTENSIAL LISTRIK
Potensial listrik pada suatu titik didefinisikan sebagai energi potensial per satuan
muatan pada titik tersebut. Dengan demikian, potensial listrik memiliki kaitan dengan
energi potensial listrik yang secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
𝐸𝑃
V=
𝑞
Kita telah mengenal muatan listrik yang dapat menimbulkan medan listrik. Setiap titik
yang masih berada pada medan listrik ternyata memiliki potensial listrik juga. Tentu jika
titik-titik pada medan listrik terdapat potensial, mungkin yang ada di dalam benak kita,
apakah ada hubungan antara potensial listrik dengan kuat medan listrik? jika ada
bagaimana hubungan tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita
melakukan percobaan potensial listrik dengan panduan yang ada pada LKPD. Percobaan
tersebut menunjukkan bahwa potensial listrik pada suatu titik berbanding lurus dengan
besar muatan dan berbanding terbalik dengan jarak antara titik dan muatan tersebut.
Potensial listrik pada suatu titik merupakan besaran skalar, secara matematis potensial
listrik dapat ditulis sebagai berikut:
𝒒
V=k𝒓
Dengan demikian, hubungan potensial listrik dengan besar kuat medan listrik yaitu
V = Er
𝟏 𝟏
W12 = kqAqB ( 𝒓 - )
𝟐 𝒓𝟏
𝒒𝑩 𝒒𝑩
W12 = qA( 𝒌 𝒓 - k 𝒓 )
𝟐 𝟏
W12 = qA ( V2 –V1)
W12 = qAV21
Perhatikan gambar 8, jika muatan 𝑞 dipindahkan dari titik A ke B, tidak ada usaha yang
diperlukan untuk memindahkan muatan tersebut (𝑊12=0). Hal tersebut dikarenakan titik-
titik pada bidang di mana titik A dan B berada memiliki potensial listrik yang sama.
Bidang yang titik-titiknya memiliki potensial yang sama disebut bidang ekipotensial.
𝒒𝟏 𝒒𝟏 𝒒𝟐 𝒒𝟑
V = k ∑𝒏𝒊=𝟏 𝒒𝟐 = k (𝒓𝟏 + + 𝒓𝟑 )
𝒓𝟐
CONTOH SOAL :
(3) gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara Q1 dan Q2
a. 1, 2, 3 dan 4 d. 2 dan 4
b. 1, 2 dan 3 e. 4
c. 1 dan 3
jawab: b
2. Dua buah muatan ti-tik masing-masing sebesar 10 μC dan 4 μC terpisah sejauh 10 cm.
Kedua muatan tersebut berada di dalam medium yang memiliki permitivitas relatif
sebesar 3. Berapakah besar gaya yang bekerja pada kedua muatan tersebut?
a. 10 N
b. 12 N
c. 36 N
d. 72 N
e. 100 N
Jawaban :
3. Jika sebuah bola pejal konduktor berjari-jari R diberi muatan listrik +Q maka berikut
ini pernyataan yang benar adalah ….
Jawaban :
4. Pada gambar dibawah memperlihatkan suatu benda bermuatan positif dengan muatan
q = + 0,5 μC, bermassa 20 gram digantung pada tali ringan (massanya diabaikan).
pada jarak 15 cm disebelah kanan diletakkan muatan negatif q’ = -1 μC yang
menyebabkan muatan positif tertarik ke kiri dengan posisi benda seimbang menjadi
seperti gambar di bawah. , tegangan pada tali kira kira sebesar..... (dalam newton )
a. 0,20
b. 0,24
c. 0,28
d. 0,32
e. 0,40
jawab: C
5. Dua muatan titik yang sejenis dan sama besar qA = qB =10 –2 C pada jarak10 cm satu
dari yang lain. Gaya tolak yang dialami kedua muatan itu (dalam Newton) adalah ....
a. 9.10–14 d. 9.103
b. 9.10–9 e. 9.107
c. 9.10–5
jawab: e
a. 4,4 x 10-6 C
b. 4,4 x 10-7 C
c. 4,4 x 10-8 C
d. 8,8 x 10-7 C
e. 8,8 x 10-8 C
7. Jumlah muatan dari dua buah muatan q1 dan q2 adalah 6 C. Jika kedua muatan
tersebut dipisahkan sejauh 3 m maka masing-masing muatan akan merasakan gaya
listrik sebesar 7 mN. Jika kedua muatan tersebut tarik-menarik, q1 dan q2 berturut-
turut adalah ….
a. -1C dan 7C
b. -4C dan 10C
c. 9C dan -3C
d. 8C dan -2C
e. 11C dan -5C
8. Dua muatan listrik P dan Q yang terpisah sejauh 10 cm mengalami gaya tarik menarik
8 N. Jika muatan Q digeser 5 cm menuju muatan P, maka gaya listrik yang terjadi
adalah...
A. 8 N
B. 16 N
C. 32 N
D. 40 N
E. 56 N
Pembahasan
Membandingkan dua persamaan gaya Coulomb:
F2 = 8 N . 4 = 32 N
Jawaban: C
PembahasanGaris gaya listrik berasal dari muatan positif menuju muatan negatif
Jawaban: E
10. Perhatikan gambar muatan listrik berikut.
Gaya listrik yang dialami q dari titik A adalah 12 N. Jika muatan q digeser mendekati
titik A sejauh 5 mm, maka gaya listrik yang dialami yang dialami q adalah...
A. 54 N
B. 48 N
C. 27 N
D. 9 N
E. 3 N
Pembahasan
Gunakan rumus seperti nomor 1
F2 = 12 N . 4 = 48 N
Jawaban: B
11. Dua muatan berjarak 2 meter berada diudara. Apabila jarak kedua muatan 6 kali
semula, maka besar gaya Coulomb menjadi...
A. ½ kali semula
B. ¼ kali semula
C. 1/9 kali semula
D. 1/16 kali semula
E. 1/36 kali semula
Pembahasan
F2 = 1/36 F1
Jawaban: E
Resultan gaya yang bekerja pada muatan +q adalah F1. Jika muatan − 2 q digeser
menjauhi muatan + q sejauh a, maka resultan gaya yang bekerja pada muatan +q
menjadi F2. Nilai perbandingan F1 dengan F2 adalah....
A. 2 : 5
B. 5 : 2
C. 5 : 8
D. 8 : 1
E. 8 : 5
Pembahasan
Tentukan terlebih dahulu besar F1
F1 = (k . 2q . q) / (a)2 + (k . q . 2q) / (a)2 = 2 k q2/a2 + 2 k q2/a2 = 4 k q2/a2
Menentukan besar F2
F2 = (k . 2q . q) / (a)2 + (k . q . 2q) / (2a)2 = 2 k q2/a2 + 1/2 k q2/a2 = 5/2 k q2/a2
Jadi
F1 : F2 = 4 k q2/a2 : 5/2 k q2/a2
F1 : F2 = 8 : 5
Jawaban: E
13. Perhatikan gambar berikut!
Letak muatan ketiga agar muatan ketiga tersebut tidak mengalami gaya Coulomb adalah ...
(k = 9.109 N.m2.C−2 dan μC = 10−6 ).
Pembahasan :
Misal muatan ketiga tersebut adalah C. Jika tidak disebutkan dalam soal maka muatan C
adalah positif.
Antara muatan C dan A terjadi gaya tolak-menolak sehingga di titik C arah gayanya ke
kanan, kita sebut FA. Antara muatan C dan B juga terjadi gaya tolak-menolak sehingga di
titik C arah gayanya ke kiri, kita sebut FB.
Agar muatan C tidak mengalami gaya Coulomb, maka besar gaya Coulomb ke kanan yang
dialaminya harus sama dengan besar gaya Coulomb ke kiri.
FA = FB
2x = 24 − 3x [dikalikan silang]
5x = 24
x = 4,8
Jadi, letak muatan ketiga tersebut adalah 4,8 cm dari titik A (C).
14. Dua buah muatan masing-masing 5 C dan 4 C berjarak 3 m satu sama lain. Jika
diketahui k = 9 × 109 Nm2 C–2 , maka besar gaya Coulomb yang dialami kedua muatan
adalah …
A. 2 × 109 N
B. 60 × 109 N
C. 2 × 1010 N
D. 6 × 1010 N
E. 20 × 1010 N
Pembahasan
Diketahui :
Muatan 1 (q1) = 5 C
Muatan 2 (q2) = 4 C
Jarak antara muatan 1 dan 2 (r) = 3 meter.
Konstanta Coulomb (k) = 9 × 109 Nm2 C–2
Ditanya :
Besar gaya Coulomb (F)
Jawab :
15. Muatan listrik +q1 = 10 μC ; +q2 = 20 μC ; dan q3 terpisah seperti pada gambar di
bawah. Agar gaya Coulomb yang bekerja di muatan q2 = nol ; maka muatan
q3 adalah…
A. +2,5 μC
B. –2,5 μC
C. +25 μC
D. –25 μC
E. +4 μC
Pembahasan
Diketahui :
Muatan 1 (q1) = 10 μC = 10 x 10-6 C
Muatan 2 (q2) = 20 μC = 20 x 10-6 C
Ditanya : Berapa muatan q3 agar gaya Coulomb yang bekerja di muatan q2 sama dengan nol
(F2 = 0).
Jawab :
Ada dua gaya yang bekerja pada +q2.
Gaya pertama adalah gaya tolak antara muatan +q1 dan muatan +q2 yakni F12 yang arahnya
ke kanan.
Agar resultan gaya listrik yang bekerja pada q2 sama dengan nol maka q3 harus bermuatan
negatif. Jadi gaya kedua adalah gaya tarik antara muatan +q2 dan -q3 yakni F23 yang arahnya
ke kiri. Kedua gaya ini bekerja pada q2, mempunyai besar yang sama tetapi arahnya
berlawanan.
MEDAN LISTRIK
16. Dua muatan titik berjarak 5 cm terlihat seperti gambar.
jawab:
17. Dua buah partikel A dan B bermuatan +20 μC dan +45 μC terpisah sejauh 15 cm. Jika
suatu muatan positif yang diletakkan di antara A dan B sedemikian rupa sehingga
kuat medan listrik di titik tersebut sama dengan nol. letak C dari A (dalam cm)
adalah….
a. 2 b. 3 c. 4 d. 6 e. 9
jawab: D
18. Pada setiap titik sudut sebuah segitiga sama sisi dengan sisi terdapat muatan positif q.
Kuat medan dan potensial listrik di pusat segitiga ini, dengan k sebagai tetapan,
berturut-turut adalah….
a. ½ k q/r dan 0 d. 0 dan 3 k q/r
b. ½ k q/r dan k q/r^2 e. 0 dan k q/r^2
c. k q/r dan k q/r^2
jawab: D
pada pusat segitiga:
- nilai medan listrik bernilai nol karena besar medan listrik yang dihasilkan oleh tiap
tiap muatan di sudut-sudutnya memiliki besar yang sama, sehingga saling
menghilangkan. ingat bahwa medan listrik adalah besaran vektor, sehingga analisis
kuantitatifnya berdasarkan arah.
- potensial listrik adalah besaran skalar, sehingga nilai total potensial adalh total dari
potensial tiga muatan tersebut. atau 3 kali
19. Sebuah titik bermuatan q berada di titik P dalam medan listrik yang ditimbulkan oleh
muatan (+) sehingga mengalami gaya sebesar 0,05 N dalam arah menuju muatan
tersebut. Jika kuat medan di titik P besarnya 2 x 10 –2 NC –1, maka besar dan jenis
muatan yang menimbulkan medan adalah …
A. 5,0 C, positif
B. 5,0 C, negatif
C. 3,0 C, positif
D. 2,5 C, negatif
E. 2,5 C, positif
Pembahasan
Diketahui :
Gaya listrik (F) = 0,05 N
Kuat medan listrik (E) = 2 x 10 –2 NC –1 = 0,02 NC –1
Ditanya : Besar dan jenis muatan yang menimbulkan medan
Jawab :
Muatan listrik dihitung menggunakan rumus yang menyatakan hubungan antara gaya
listrik (F), medan listrik (E) dan muatan listrik (q) :
F=qE
q = F / E = 0,05 N / 0,02 NC –1 = 2,5 Coulomb
Muatan q mengalami gaya listrik dalam arah menuju muatan (+) yang menimbulkan
medan listrik, sehingga muatan q bertanda negatif.
20. Jarak dua muatan A dan B adalah 4 m. Titik C berada di antara kedua muatan berjarak
1 m dari A. Jika QA = –300 μC, QB = 600 μC. 1/4 π ε0 = 9 × 109 N m2 C–2 , maka kuat
medan listrik di titik C pengaruh dari kedua muatan adalah…
A. 9 × 105 N C –1
B. 18 × 105 N C –1
C. 33 × 105 N C –1
D. 45 × 105 N C –1
E. 54 × 105 N C –1
Pembahasan
Diketahui :
Jarak antara muatan A dan B (rAB) = 4 meter
Jarak antara titik C dan muatan A (rAC) = 1 meter
Jarak antara titik C dan muatan B (rBC) = 3 meter
Muatan A (qA) = –300 μC = -300 x 10-6 C = -3 x 10-4 Coulomb
Muatan B (qB) = 600 μC = 600 x 10-6 C = 6 x 10-4 Coulomb
Konstanta (k) = 9 × 109 N m2 C–2
Ditanya : kuat medan listrik di titik C
Jawab :
Medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan A pada titik C :
Muatan A negatif sehingga arah medan listrik menuju muatan A dan menjauhi muatan B
(ke kiri).
Medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan B pada titik C :
Muatan B positif sehingga arah medan listrik menjauhi muatan B dan menuju muatan A
(ke kiri).
Resultan medan listrik di titik A :
EA dan EB searah sehingga dijumlahkan.
E = EA + EB
E = (27 x 105) + (6 x 105)
E = 33 x 105 N/C
Arah medan listrik adalah menuju muatan A dan menjauhi muatan B (ke kiri).
Jawaban yang benar adalah C.
21. Sebutir debu massanya 1 miligram dapat mengapung di udara karena adanya medan
listrik yang menahan debu tersebut. Bila muatan debu tersebut 0,5 μC dan percepatan
gravitasi bumi 10 m/s2 , tentukanlah besarnya kuat medan listik yang dapat menahan
debu tersebut.
A. 5 N/C
B. 10 N/C
C. 20 N/C
D. 25 N/C
E. 40 N/C
Pembahasan
Diketahui :
Massa debu (m) = 1 miligram = 1 x 10-6 kg
Muatan debu (q) = 0,5 μC = 0,5 x 10-6 C
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Ditanya : Kuat medan listrik yang menahan debu
Jawab :
Rumus berat :
w=mg
Keterangan : w = berat debu, m = massa debu, g = percepatan gravitasi
Gaya gravitasi yang bekerja pada debu atau berat debu dihitung menggunakan rumus
berat :
w = m g = (1 x 10-6 kg)(10 m/s2) = 10 x 10-6 kg m/s2 = 10 x 10-6 Newton
Rumus kuat medan listrik :
E = F/q
Keterangan : E = kuat medan listrik, F = gaya listrik, q = muatan listrik
Debu mengapung di udara sehingga resultan gaya yang bekerja pada debu harus bernilai
nol. Gaya berat debu arahnya ke bawah sehingga gaya listrik harus berarah ke atas dan
besar gaya berat debu harus sama dengan besar gaya listrik, agar resultan gaya pada debu
bernilai nol. Dengan demikian F pada rumus kuat medan listrik dapat diganti dengan w
pada rumus berat.
E = F/q = w/q
E = (10 x 10-6 N) / (0,5 x 10-6 C)
E = 10 N / 0,5 C
E = 20 N/C
22. Sebuah titik bermuatan q berada di titik P dalam medan listrik yang ditimbulkan oleh
muatan (+), sehingga mengalami gaya sebesar 0,05 N. Jika besar muatan tersebut
adalah +5 × l0–6 Coulomb, maka besar medan listrik di titik P adalah…
A. 2,5 × 103 NC–1
B. 3.0 × 103 NC–1
C. 4,5 × l03 NC–1
D. 8,0 × 103 NC–1
E. 104 NC–1
Pembahasan
Diketahui :
Gaya listrik (F) = 0,05 Newton
Muatan listrik (Q) = +5 × l0–6 Coulomb = 0,000005
Ditanya : besar medan listrik di titik P
Jawab :
Rumus yang menyatakan hubungan antara medan listrik, gaya listrik dan muatan listrik :
E=F/Q
E = 0,05 Newton / 0,000005 Coulomb
E = 5 Newton / 0,0005 Coulomb
E = 10.000 Newton/Coulomb
E = 104 N/C
E = 104 NC-1
23. Medan listrik dengan besar E mengarah kearah sumbu X negatif. Benda potensial
antara titik A (x = 5 cm) dan titik B (x = 10 cm) adalah 240 V. Sebuah muatan negatif
q = -0,1C bergerak dari titik B ke titik A maka ….
a. 1 : 4
b. 1 : 2
c. 1 : 1
d. 2 : 1
e. 4 : 1
25. Titik A terletak di tengah-tengah dua buah muatan yang sama besar tetapi berlainan
jenis yang terpisah sejauh a. Besar kuat medan listrik di titik A saat itu 36 NC– 1 .
Jika titik A tersebut digeser 1/4 a mendekati salah satu muatan maka besar kuat
medan listrik di titik A setelah digeser menjadi....
A. 4 N/C
B. 16 N/C
C. 32 N/C
D. 40 N/C
E. 80 N/C
Pembahasan
Membandingkan 2 persamaan medan listrik
E1 / E2 = k Q1 / r12 / k Q2 / r22 = r22 / r12
E2 = 36 . 4/9 = 16 N/C
Jawaban: B
HUKUM GAUSS
26. Sebuah bola kecil bermuatan listrik 10 μC berada di antara keping sejajar P dan Q
dengan muatan yang berbeda jenis dengan rapat muatan 1,77 x 10-8 C/m2. Jika g =
10 m/s2 dan permitivitas udara adalah 8,85 × 10-12 C2 /Nm 2, hitung massa bola
tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui:
q = 10 μ C = 10-5 C
g = 10 m/s2
ε0 = 8,85 × 10-12 C2 /Nm 2
Ditanya:
m = ... ?
Jawab:
Dari gambar di atas, syarat bola dalam keadaan setimbang adalah jika:
F=w
q.E = m.g
m = 2 x 10-3 kg = 2 gram
27. Jika terdapat persegi dengan panjang sisi 20 cm, lalu bila sebuah medan listrik
homogen sebesar 200 N/C ditembakkan ke arahnya dengan arah yang tegak lurus
bidang persegi tersebut, berapa jumlah garis medan listrik yang menembus bidang
persegi tersebut (fluks listrik)?
Jawab
Luas Persegi = 20 x 20 = 400 cm2 = 4 x 10-2 m2
Jumlah Garis yang menembus bidang
Φ = E. A
Φ = 200. 4 x 10-2 m
Φ = 8 weber
28. Andi punya sebuah bidang lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Jika ada kuat medan listrik
sebesar 200 N/C mengarah pada bidang tersebut dengan membentuk sudut
300 terhadap bidang. Tentukan berapa fluks listrik tersebut?
Jawab
Luas Bidang = Luas lingkaran = π r2 = 22/7 x 49 = 154 cm2 = 1,54 x 10-2 m2
Cos θ = Cos 60o
( θ = sudut yang dibentuk oleh E dan garis normal — lihat gambar sebelumnya –)
Φ = E. A.cos θ
Φ = 200. 1,54 x 10-2 . 0,5
Φ = 1,54 weber
29. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan tiga buah plastik bermuatan dan sebuah koin
netral (tidak bermuatan). q1 = 3.1 nC, q2 = -5.9 nC dan q3 = -3.1 nC. Tentukan
jumlah fluks yang menembus permukaan S1 dan S2.
Jawab
30. Sebuah muatan titik sebesar 1,8 µC terletak di tengah-tengah sebuah kubus berjari-
jari 55 cm. Hitung fluks listrik yang menembus permukaan kubus tersebut.
Jawab
31. Jika terdapat persegi dengan panjang sisi 20 cm, lalu bila sebuah medan listrik
homogen sebesar 200 N/C ditembakkan ke arahnya dengan arah yang tegak lurus
bidang persegi tersebut, berapa jumlah garis medan listrik yang menembus bidang
persegi tersebut (fluks listrik)?
Jawab
Luas Persegi = 20 x 20 = 400 cm2 = 4 x 10-2 m2
Jumlah Garis yang menembus bidang
Φ = E. A
Φ = 200. 4 x 10-2 m
Φ = 8 weber
32. Sobat punya sebuah bidan lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Jika ada kuat medan listrik
sebesar 200 N/C mengarah pada bidang tersebut dengan membentuk sudut
300 terhadap bidang. Tentukan berapa fluks listrik tersebut?
Jawab
Luas Bidang = Luas lingkaran = π r2 = 22/7 x 49 = 154 cm2 = 1,54 x 10-2 m2
Cos θ = Cos 60o
( θ = sudut yang dibentuk oleh E dan garis normal — lihat gambar sebelumnya –)
Φ = E. A.cos θ
Φ = 200. 1,54 x 10-2 . 0,5
Φ = 1,54 weber
33. Medan listrik sebesar 4000 N/C melewati permukaan balok seperti pada gambar di
bawah. Panjang balok 2 meter, lebar balok 1 meter, tinggi balok 1 meter. Tentukan
fluks listrik yang melalui balok!
Pembahasan
Diketahui :
Medan listrik (E) = 5000 N/C
Luas permukaan (A) = 2 m2
Ditanya : Fluks listrik (Φ)
Jawab :
Berdasarkan gambar, garis-garis medan listrik yang diberi warna merah tegak lurus dengan
permukaan balok sehingga berhimpit dengan garis normal (membentuk sudut 0o), sedangkan
garis-garis medan listrik yang lain sejajar dengan permukaan sehingga tegak lurus dengan
garis normal (membentuk sudut 90o).
Garis-garis medan listrik berwarna merah masuk ke dalam balok tetapi bergerak keluar dari
balok. Ketika garis-garis medan listrik bergerak masuk ke balok seolah-olah terdapat muatan
negatif di dalam balok sehingga fluks listrik bernilai negatif. Sebaliknya ketika garis-garis
medan listrik bergerak ke luar dari balok seolah-olah terdapat muatan positif di dalam balok
sehingga fluks listrik bernilai positif. Garis medan listrik yang masuk ke balok sama dengan
garis medan listrik yang keluar dari balok sehingga resultan fluks listrik bernilai nol.
34. Sebuah bola berjari-jari 0,5 meter dan di pusat bola terdapat muatan listrik 10 μC.
Tentukan fluks listrik yang melalui bola!
Pembahasan
Diketahui :
Jari-jari bola (r) = 0,5 meter
Muatan listrik (Q) = 10 μC = 10 x 10-6 C
Ditanya : Fluks listrik (Φ)
Jawab :
Medan listrik :
E = k q/r2
E = (9 x 109 Nm2/C2)(10 x 10-6 C) / 0,52
E = (90 x 103) / 0,25
E = 360 x 103
E = 3,60 x 105 N/C
Luas permukaan bola :
A = 4 π r2 = 4 (3,14)(0,5)2 = (12,56)(0,25) = 3,14 m2
Fluks listrik :
Garis medan listrik tegak lurus dengan permukaan dan berhimpit dengan garis normal
sehingga sudut yang terbentuk 0o.
Φ = E A cos θ
Φ = (3,60 x 105)(3,14)(cos 0)
Φ = (11,304 x 105)(1)
Φ = 11,304 x 105
Φ = 1,13 x 106 Nm2/C
35. . Sebuah bola konduktor berjari – jari 9 cm diberi muatan 6 mC. Besar kuat medan
listrik dan potensial listrik pada titik yang berjarak 3 cm dari pusat bola adalah ....
a. sama – sama nol
b. E = nol, V = 6. 105 volt
c. E = 6. 107 N/C, V = nol
d. E = 6. 107 N/C, V = 6. 105 volt
jawab: B
36. Tentukan potensial listrik pada suatu titik berjarak 1 cm dari muatan q = 5,0 μC.
Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C.
Pembahasan
Diketahui :
Jarak dari muatan (r) = 1 cm = 1/100 m = 0,01 m = 10-2 m
Muatan (q) = 5,0 μC = 5,0 x 10-6 Coulomb
Ditanya : Potensial listrik (V)
Jawab :
Potensial listrik :
37. Muatan Q1 = 5,0 μC dan muatan Q2 = 6,0 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x
109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C. Titik A berada di tengah kedua muatan. Tentukan
potensial listrik pada titik A!
Pembahasan
Diketahui :
Muatan Q1 = -5,0 μC = -5,0 x 10-6 C
Jarak titik A dari Q1 = 10 cm = 0,1 m = 10-1 m
Muatan Q2 = 6,0 μC = 6,0 x 10-6 C
Jarak titik A dari Q2 = 10 cm = 0,1 m = 10-1 m
Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2
Ditanya : Potensial listrik pada titik A
Jawab :
Potensial listrik 1 :
Potensial listrik 2 :
38. Muatan q1 = 5,0 μC dan muatan q2 = 6,0 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x
109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C. Tentukan potensial listrik pada titik A!
Pembahasan
Diketahui :
Muatan Q1 = -5,0 μC = -5,0 x 10-6 C
Jarak titik A dari Q1 = 40 cm = 0,4 m = 4 x 10-1 m
Muatan Q2 = 6,0 μC = 6,0 x 10-6 C
Jarak titik A dari Q2 = 50 cm = 0,5 m = 5 x 10-1 m
Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2
Jawab :
Potensial listrik 1 :
Potensial listrik 2 :
39. Elektron dipercepat dari keadaan diam melewati beda potensial 12 Volt. Berapa
perubahan energi potensial elektron ?
Pembahasan
Diketahui :
Muatan 1 elektron (e) = -1,60 x 10-19 Coulomb
Beda potensial listrik = tegangan listrik (V) = 12 Volt
Ditanya : Perubahan energi potensial elektron (ΔEP)
Jawab :
ΔEP = q V = (-1,60 x 10-19 C)(12 V) = -19,2 x 10-19 Joule
Tanda negatif artinya energi potensial listrik berkurang. Ketika berada di dekat pelat
bermuatan negatif, energi potensial listrik elektron bernilai maksimum. Setelah tiba di
dekat pelat bermuatan positif, energi potensial listrik elektron bernilai minimum.
40. Dua pelat sejajar masing-masing bermuatan positif dan negatif. Medan listrik di
antara kedua pelat adalah 500 Volt/meter. Jarak antara kedua pelat adalah 2 cm.
Tentukan perubahan energi potensial proton ketika bergerak dari pelat bermuatan
positif ke pelat bermuatan negatif!
Pembahasan
Diketahui :
Medan listrik di antara kedua pelat (E) = 500 Volt/meter
Jarak antara kedua pelat (s) = 2 cm = 0,02 meter
Muatan proton = +1,60 x 10-19 Coulomb
Ditanya : Perubahan energi potensial listrik (ΔEP)
Jawab :
Terlebih dahulu hitung beda potensial atau tegangan listrik :
V=Es
V = (500 Volt/meter)(0,02 meter)
V = 10 Volt
Perubahan energi potensial listrik :
ΔEP = q V
ΔEP = (1,60 x 10-19 C)(10 V)
ΔEP = 16 x 10-19 Joule
ΔEP = 1,6 x 10-18 Joule
Ketika berada di dekat pelat bermuatan positif, energi potensial listrik proton bernilai
maksimum. Setelah tiba di dekat pelat bermuatan negatif, energi potensial listrik proton
bernilai minimum. Jadi ketika bergerak dari pelat bermuatan positif ke pelat bermuatan
negatif, energi potensial listrik proton berkurang.
41. Dua muatan disusun seperti pada gambar di bawah ini. Muatan di A adalah +9 μC dan
muatan di B adalah -4 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C.
Berapa perubahan energi potensial listrik muatan B jika bergerak ke muatan A ?
Pembahasan
Diketahui :
Muatan A (q1) = +9 μC = +9 x 10−6 C
Muatan B (q1) = -4 μC = -4 x 10−6 C
Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2
Jarak antara muatan A dan B (r) = 10 cm = 0,1 meter = 10-1 meter
Ditanya : Perubahan energi potensial listrik muatan B jika bergerak ke muatan A
Jawab :
42. Empat buah muatan masing-masing 10 µC, 20 µC, – 30 µC dan 40 µC, ditempatkan
pada titik sudut sebuah empat persegi dengan panjang sisi 60 cm x 80
cm. Potensial listrik pada titik tengah empat persegi panjang tersebut adalah…
A. 150 kV
B. 360 kV
C. 720 kV
D. 1440 kV
E. 2880 kV
Pembahasan
Vp = 720 kV