PENCEGAHAN INFEKSI
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :
dr. Husin Almashur
PUSKESMAS
NIP. 19640405
TUBAN
200212 1 005
1. Pengertian Pencegahan infeksi adalah bagian esensial dari asuhan lengkap yang
diberikan untuk memutus mata rantai transmisi penyakit.
2. Tujuan Mencegah penularan penyakit secara langsung maupun tidak langsung
dari atau kepada pasien di fasilitas kesehatan
3. Kebijakan Berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Tuban
Nomor : Tentang
4. Referensi Permenkes No 27 Tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan
pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan
5. Alat dan
Bahan
6. Langkah- MENJAGA KEBERSIHAN TANGAN
Langkah a. Jaga agar kuku jari-jari tangan tetap pendek.
b. Tutup luka di tangan dengan bahan kedap air
c. Selalu bersihkan tangan pada situasi-situasi berikut:
5 momen cuci tangan / hand hygene ( WHO) :
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan aseptik
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan di sekitar pasien
d. Jika tangan tidak terlihat kotor, gunakan pembersih berbahan dasar alkohol
(alcohol-based handrub). Jika tangan tidak terlihat kotor namun pembersih
yangan berbahan dasar alkohol tidak tersedia, cucilah tangan dengan sabun
dan air bersih mengalir.
e. Jika tangan terlihat kotor, atu bila terkena darah / cairan tubuh, atau setelah
menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.
Cuci tangan juga dianjurkan bila dicurigai ada paparan terhadap patogen
berspora, misalnya pada wabah Clostridium difficile.
f. Sebelum menangani obat-obatan atau menyiapkan makanan, bersihkan
tangan dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau cuci tangan
dengan sabun dan air bersih mengalir.
g. Bila di fasilitas kesehatan tidak tersedia keran dengan air bersih mengalir,
letakkan ember berisi air bersih di tempat yang cukup tinggi dan berikan
keran di dasar ember sehingga air bisa mengalir keluar untuk cuci tangan.
MENGENAKAN SARUNG TANGAN
a. Gunakan sarung tangan steril atau yang sudah didisinfeksi tingkat tinggi
(DTT) ketika melakukan prosedur bedah, menolong persalinan, memotong
tali pusat, menjahit luka episiotomi, dan menjahit robekan perineum.
b. Gunakan sarung tangan steril yang panjang (sampai menutup siku) ketika
melakukan manual plasenta atau kompresi bimanual interna.
c. Gunakan sarung tangan pemeriksa (non steril) untuk melakukan
pemeriksaan vagina, memasasng infus, memberikan obat injeksi, dan
mengambil darah.
d. Gunakan sarung tangan rumah tangga saat membersihkan alat dan tempat
tidur, mengelola bahan yang terkontaminasi, membersihkan darah dan
cairan tubuh yang berceceran
MELINDUNGI DIRI DARI DARAH DAN CAIRAN TUBUH
a. Gunakan sarung tangan sesuai petunjuk di atas
b. Tutup semua bagian kulit yang tidak intak/utuh dengan bahan tahan air
c. Berhati-hati dalam mengelola sampah dan alat/benda tajam
d. Kenakan apron panjang yang terbuat dari plastik atau bahan tahan air,
serta sepatu boot karet ketika menolong persalinan
e. Lindungi mata dengan mengenakan kacamata atau perlengkapan lain.
f. Gunakan masker dan topi atau tutup kepala
MEMBUANG SAMPAH TAJAM DENGAN BENAR
a. Siapkan tempat penampungan sampah tajam yang tidak dapat ditembus
oleh jarum
b. Pastikan semua jarum dan spuit digunakan hanya satu kali
c. Jangan menutup kembali, membengkokkan, ataupun merusak jaum yang
telah digunakan.
d. Langsung buang semua jarum yang telah digunakan ke tempat
penampungan sampah tajam tanpa memberikannya ke orang lain
e. Ketika tempat penampungan sudah tiga perempat penuh, tutup, sumbat,
atau plester wadah tersebut dengan rapat lalu bakar.
MEMBUANG SAMPAH DAN LIMBAH SECARA AMAN
a. Buang plasenta, darah, cairan tubuh, dan benda-benda yang terkontaminasi
ke wadah anti bocor.
b. Kubur atau bakar segera sampah padat yang terkontaminasi
c. Buang limbah cair ke saluran khusus
d. Cuci tangan, sarung tangan, dan tempat penampungan setelah membuang
sampah atau limbah infeksius
MENGELOLA PAKAIAN DAN KAIN YANG TERKONTAMINASI
a. Petugas yang menangani linen harus menggunakan sarung tangan rumah
tangga, sepatu tertutup kedap air, apron, dan kacamata pelindung.
b. Kumpulkan dan pisahkan semua pakaian dan kain yang terkontaminasi
darah atau cairan tubuh di kantong plastik khusus
c. Jangan pernah menyentuh benda benda tersebut secara langsung
d. Bilas darah maupun cairan tubuh lain dengan air sebelum mencuci nya
dengan sabun
PEMROSESAN INSTRUMEN
a. Untuk instrumen yang dipakai ulang, lakukan 3 langkah pokok yaitu :
1. Dekontaminasi
2. Pencucian dan pembilasan
3. Sterilisasi atau disinfeksi tingkat tinggi (DTT)
b. Saat mencuci alat, kenakan sarung tangan tebal/sarung tangan rumah
tangga dan berhati-hatilah jangan sampai tertusuk instrumen tajam
c. Jika tidak segera dipakai, instrumen yang sudah distrelilisasi harus dijaga
agar tidak terkontaminasi.
7. Bagan Alir MENJAGA KEBERSIHAN TANGAN
Mulai
Jaga agar kuku jari-jari tangan tetap pendek
Tutup luka di tangan dengan bahan kedap air
Selalu bersihkan tangan pada situasi-situasi berikut.
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan aseptik
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan di sekitar pasien
Jika tangan tidak terlihat kotor, gunakan pembersih berbahan
dasar alkohol (alcohol-based handrub). Jika tangan tidak terlihat
kotor namun pembersih tangan berbahan dasar alkohol tidak
tersedia, cucilah tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.
Jika tangan terlihat kotor, atu bila terkena darah/cairan tubuh, atau
setelah menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun dan air bersih
mengalir. Cuci tangan juga dianjurkan bila dicurigai ada paparan
terhadap patogen berspora, misalnya pada wabah Clostridium difficile
Sebelum menangani obat-obatan atau menyiapkan makanan,
bersihkan tangan dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol
atau cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
Bila di fasilitas kesehatan tidak tersedia keran dengan air bersih mengalir,
letakkan ember berisi air bersih di tempat yang cukup tinggi dan berikan
keran di dasar ember sehingga air bisa mengalir keluar untuk cuci tangan
Selesai
MENGENAKAN SARUNG TANGAN
Mulai
Gunakan sarung tangan steril atau yang sudah didisinfeksi tingkat tinggi
(DTT) ketika melakukan prosedur bedah, menolong persalinan, memotong
tali pusat, menjahit luka episiotomi, dan menjahit robekan perineum
Gunakan sarung tangan steril yang panjang (sampai menutup siku)
ketika melakukan manual plasenta atau kompresi bimanual interna
Gunakan sarung tangan pemeriksa (non steril) untuk
melakukan pemeriksaan vagina, memasang infus,
memberikan obat injeksi, dan mengambil darah
Gunakan sarung tangan rumah tangga saat membersihkan
alat dan tempat tidur, mengelola bahan yang terkontaminasi,
membersihkan darah dan cairan tubuh yang berceceran
Selesai
MELINDUNGI DIRI DARI DARAH DAN CAIRAN TUBUH
Mulai
Gunakan sarung tangan sesuai SOP
Tutup semua bagian kulit yang tidak intak/utuh dengan bahan tahan
air
Berhati-hati dalam mengelola sampah dan alat/benda
tajam
Kenakan apron panjang yang terbuat dari plastik atau bahan tahan air,
serta sepatu boot karet ketika menolong persalinan
Lindungi mata dengan mengenakan kacamata atau perlengkapan
lain
Gunakan masker dan topi atau tutup kepala sesuai SOP
Selesai
MEMBUANG SAMPAH TAJAM DENGAN BENAR
Mulai
Siapkan tempat penampungan sampah tajam yang tidak
dapat ditembus oleh jarum
Pastikan semua jarum dan spuit digunakan hanya satu kali
Jangan menutup kembali, membengkokkan, ataupun
merusak jaum yang telah digunakan
Langsung buang semua jarum yang telah digunakan ke tempat
penampungan sampah tajam tanpa memberikannya ke orang lain
Ketika tempat penampungan sudah tiga perempat penuh, tutup, sumbat,
atau plester wadah tersebut dengan rapat lalu bakar
Selesai
MEMBUANG SAMPAH DAN LIMBAH SECARA AMAN
Mulai
Buang plasenta, darah, cairan tubuh, dan benda-benda yang terkontaminasi
ke wadah anti bocor
Kubur atau bakar segera sampah padat yang terkontaminasi
Buang limbah cair ke saluran khusus
Cuci tangan, sarung tangan, dan tempat penampungan setelah membuang
sampah atau limbah infeksius
Selesai
MENGELOLA PAKAIAN DAN KAIN YANG TERKONTAMINASI
PEMROSESAN INSTRUMEN
8. Hal-hal yang Konfidensialitas Penderita harus terjaga
perlu di
perhatikan
9. Unit Terkait 1. PJ Program HIV AIDS
2. PJ Program KIA, KB, TB,
3. Unit P2p
10.Dokumen 1. Kemenkes RI, 2011, Pedoman Nasional Pencegahan penularan HIV
dari Ibu ke Bayi
Terkait
2. Kemenkes RI, 2012, Pedoman Nasional Pencegahan penularan HIV
dari Ibu ke Bayi
3. Kemenkes RI, 2012, Pedoman Penghapusan stigma dan diskriminasi
bagi pengelola program, petugas layanan kesehatan dan kader
11. Rekaman
historis
perubahan
Tanggal mulai
No. Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan