Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR (HANDOUT)

Nama Bahan Kajian : Pendahuluan Fisika Kristalografi


Kode : Fis 253
sks :3
Program Studi : Fisika
Pertemuan Ke- :I
Dosen : Dr. Ratnawulan, M.Si

Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran) Mata Kuliah terkait KKNI :

Mahasiswa memahami kedudukan matakuliah Fisika kristalografi di


dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Soft skills/Karakter: Teliti, Jujur, Mandiri, terampil, bertanggung jawab

Materi :

1. Definisi Kristalografi
2. Kedudukan Matakuliah Fisika Kristalografi
3. Perkembangan Kristalografi
4. Manfaat ilmu Kristalografi dalam teknologi

PENDAHULUAN KRISTALOGRAFI

1.1.Pengertian Kristalografi

Kristalografi merupakan bidang ilmu yang mempelajari struktur suatu bahan dalam arti
seluas-luasnya, baik keteraturan yang tampak secara eksternal ataupun secara mikroskopik.
Dalam pengertian lebih luas, kristalografi adalah studi tentang kristal: bentuk, pertumbuhan,
struktur, kimia, ikatan, dan sifat-sifat fisik. Keteraturan sifat internal ini (pada level atomik)
sangat mempengaruhi sifat-sifat mekanik, fisik dan kimia material.

Kristal dapat terbentuk dalam;


- Kristal tunggal
- Polikristal
- Mikrokristal
- Nanokristal

1
Amorf yaitu zat padat yang tidak memiliki bentuk pengulangan keteraturan, jangkauan
keteraturan atom biasanya sampai tetangga kedua.

Sifat-sifat sesuatu bahan seperti kekuatan , kekerasan, kelistrikan , sifat termal, warna dan
yang lainnya, ditentukan oleh struktur internal bahan tersebut. Hal ini melibatkan atom dan cara-
cara atom tersebut berikatan dengan atom sekitarnya dalma Kristal, molekul, atau struktur mikro
lainnya. Dalam semua zat padat atom0atom disatukan bersama oleh suatu ikatan, dan ikatan
inilah yang memberikan kekuatan, sifat-sifat terma dan kelistrikan pada zat tersebut. Misalnya
ikatan yang kuat akan menyebabkan suhu lebur yang tinggi modus kelentingan yang besar, jarak
antar atom pendek, dan koefisien muai yang rendah , mobilitas electron valensi electron valensi
dalam ikatan akan menentukan sifat hantaran listrik dan hantaran kalor suatu bahan. Demikian
pula dengan sifat optisnya seperti misalnya sifat tak tembus cahaya pada logam.

Pada dasarnya kebanyakan zat padat berbentuk Kristal , dimana atom,ion , atau molekul-
molekul penyusunnya tersusun secara teratur dalam pola tiga dimensi, dan pola-pola ini berulang
dengan teratur dalam rentang yang panjang. Pada beberapa zat seperti kaca, kebanyakan plastic ,
dan beberapa logam, partikel penyusunnya tidak memiliki pola susunan tertentu yang berulang
secara teratur dan tegas seprti pada Kristal. Bentuk susunan Kristal seperti ini disebut amorf. Zat
seperti ini bisa dipandang sebagai cairan yang kelewat dingin, karena pada waktu pendinginan
dari zat cair hingga pembekuan melalui proses yang sangat cepat. Misalnya boron trioksida
(B2O3) dapat terjadi dalam bentuk Kristal maupun amorfus. Dalam kedua hal ini setiap atom
boron dikelilingi oleh tiga atom oksigen. Pada Kristal B2O3 keteraturan ini berulang dalam
rentang yang panjang, sedang pada zat padat B2O3 amorfus keteraturan ini hanya terjadi pada
rentang yang pendek. ( Suwitra, 1989: 3-4)

Kristal merupakan material solid yang terbentuk dari komposisi atom-atom, ion-ion atau
molekul molekul zat padat yang memiliki susunan berulang dan jarak yang teratur dalam tiga
dimensi. Pada hubungan lokal yang teratur, suatu kristal harus memiliki rentang yang panjang
pada koordinasi atom-atom atau ion dalam pola tiga dimensi sehingga menghasilkan rentang
yang panjang sebagai karakteristik dari bentuk kristal tersebut.

Ditinjau dari struktur atom penyusunnya, bahan padat dibedakan menjadi tiga yaitu kristal
tunggal (monocrystal), polikristal (polycrystal), dan amorf. Pada kristal tunggal, atom atau
penyusunnya mempunyai struktur tetap karena atom-atom atau molekul-molekul penyusunnya
tersusun secara teratur dalam pola tiga dimensi dan pola-pola ini berulang secara periodik dalam
rentang yang panjang tak berhingga. Polikristal dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari
kristal-kristal tunggal yang memiliki ukuran sangat kecil dan saling menumpuk yang membentuk
benda padat (Dadi, 2011).

Struktur amorf menyerupai pola hampir sama dengan kristal, akan tetapi pola susunan atom-
atom, ion-ion atau molekul-molekul yang dimiliki tidak teratur dengan jangka yang pendek.
Amorf terbentuk karena proses pendinginan yang terlalu cepat sehingga atom-atom tidak dapat
2
dengan tepat menempati lokasi kisinya. Bahan seperti gelas, nonkristalin ataupun vitrus yaitu
memiliki struktur yang identik dengan amorf .Susunan dua-dimensional simetris dari dua jenis
atom yang berbeda antara kristal dan amorf ditunjukkan pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Struktur kristal a) struktur Kristal yang memiliki susunan teratur.
b) merupakan struktur amorf yang susunan atomnya tidak teratur
(Smallman, 2000).

Zat padat dikatakan berstruktur kristal jika atom-atom penyusunnya tertata secara teratur
dan periodik seperti terlihat pada Gambar 1. Susunan khas atom-atom dalam kristal disebut
struktur kristal. Struktur kristal dibangun oleh sel satuan (unit cell) yang merupakan sekumpulan
atom yang tersusun. Secara khusus, secara periodik berulang dalam tiga dimensi dalam suatu kisi
kristal (crystal lattice).

1.2. Perkembangan Kristalografi

Dapat dipahami bahwa kristal dengan simetri eksternal merupakan benda yang pertama diamati
dalam bidang ini. Tercatat Nicolaus Steno pada tahun 1669 mulai mengamati penumbuhan
kristal.

250 tahun kemudian penelitian Steno diteruskan oleh Hauy, Wollaston, Bravais, Miller,
Schoenflies dll. yang mengembangkan kristalografi berdasarkan observasi dan teori
matematik tentang pola.

Eksperimen pertama untuk mengungkap struktur kristal dengan sinar-x dilakukan oleh Max
von Laue pada 1912. William H. Bragg dan anaknya menggunakan XRD di 1913 untuk
menentukan struktur kristal garam dapur (NaCl) yang pertama kali.

3
Tanpa mengetahui unsur dasar pembangun (saat ini kita kenal sebagai atom) mereka mampu
mengklasifikasi kristal ke dalam:
¾ 230 grup ruang
¾ 32 klas kristal
¾ 7 sistem kristal

Mereka mampu membuat klasifikasi ini hanya berdasarkan simetri dari struktur Kristal
seperti Gambar 1.2

Gambar 1.2. Contoh simetri pada kristal

Suatu obyek atau pola memiliki simetri bila benda tersebut tidak berubah dengan operasi rotasi
atau refleksi. Hanya beberapa sudut rotasi simetri yang mungkin yakni 60o, 90o, 120o, 180o dan
360o.

Kombinasi operasi rotasi dan simetri berjumlah terbatas, hal ini menghasilkan 32 klas kristal
dan 7 sistem kristal yakni: Kubus, heksagonal, tetragonal, trigonal, ortorombik, monoklinik,
dan triklinik (Detail pada bab berikutnya). Dengan menambah simetri translasi akan
diperoleh 230 space group. Pengetahuan tentang space group dapat diperoleh dari difraksi
sinar-x.

1.3. Kristalografi Modern

Pada saat ini para ahli kristalografi terus menggunakan difraksi sinar-x (XRD) dan teknik
sinar-x lainnya untuk menentukan dan mengerti struktur kristal.

Tentu saja pengguna XRD bukan hanya kristalografer tetapi juga:


¾ material saintis
¾ kimiawan
¾ metalurgis
¾ fisikawan
¾ bahkan para “life scientists” seperti biologis, dokter medis dll.
¾ demikian pula di industri

4
Eksperimen difraksi pada saat ini:
¾ menggunakan difraktometer yang dikontrol oleh komputer
¾ memanfaatkan software canggih untuk analisis data

Informasi tentang intensitas dan posisi sinar terdifraksi dapat digunakan untuk menghitung peta
tiga dimensi dari kerapatan elektron. Studi pada tekanan atau suhu tinggi digunakan untuk
mempelajari bagaimana struktur kristal berubah ketika sistem dipanaskan atau dalam stress.

X-ray diffraction (XRD) –pada umumnya metode bubuk– dimanfaatkan secara reguler untuk:
¾ kontrol kualitas pada industri metal dan keramik
¾ identifikasi mineral bagi para ahli geologi, dan untuk
¾ karakterisasi asbestos bagi ilmuan kesehatan

Saintis juga terus-menerus mencari suatu metode baru untuk mempelajari kristal. Pada tahun
1960an transmission electron microscopes (TEM) dikembangkan sehingga memungkinkan
studi difraksi elektron oleh kristal. Lebih lanjut bayangan TEM dari kristal yang sangat tipis
menunjukkan secara visual beberapa cacat dalam pola-pola kristal seperti kehilangan atom
(vakansi) dan kesalahan lapisan (dislokasi).

Scanning tunneling microscopy (STM), dikembangkan pada tahun 1980an, menggunakan ujung
tungsten yang sangat tajam/halus untuk memetakan topografi atomik permukaan kristal. Karena
kristal berinteraksi dengan sekelilingnya melalui permukaan maka studi STM memberikan
informasi penting tentang penumbuhan kristal dan dissolusi sekaligus juga adsorpsi zat pada
permukaan kristal.

Para periset biologi dalam mencoba identifikasi dan karakterisasi molekul penting dalam
tanaman dan binatang pada umumnya mencoba konsentrasi dan mengkristalkan molekul-
molekul.

Apabila hal ini dapat dikerjakan, strukturnya dapat ditentukan dengan X-ray diffraction.
Sebagai contoh, studi sinar-x pada kristal DNA oleh Rosalind Franklin (1920-58) dan lainnya
dipimpin oleh James D. Watson dan Francis Crick yang mengusulkan struktur double helix
pada molekul DNA pada tahun 1952.

Sejak itu, struktur dari berbagai molekul organik penting telah dapat ditentukan dengan cara ini.
Oleh karena itu banyak ahli-ahli biologi molekular dan kimia organik adalah
kristalografer atau telah menggunakan data-data kristalografi.

Tugas Pertemuan I

1. Carilah manfaat ilmu kristalografi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi !

2. Berikanlah contoh penggunaan ilmu kristalografi dalam penentuan struktur suatu bahan

Rubrik Penilaian : Deskriptif dan Holistik

5
Sikap

Dimensi Luar Biasa Baik Di bawah harapan


Kontribusi pada tugas Sangat berkontribusi Berkontribusi secara Hanya beberapa
terhadap kerja Tim adil dalam hasil kerjakontribusi pada hasil
Tim keja tim
Kepemimpinan Secara rutin Menerima tanggung Jarng atau tidak
melakukan jawab yang adail dalampernah berkontribusi
kepemimpinan tim kepemimpinan tim dalam kepemimpinan
tim
Kolaborasi Menghargai pendapat Menghargai pendapat Jarang berkontribusi
Orang lain dan orang lain dan dalam diskusi
berkontribusi besar berkontribusi dalam kelompok
dalam diskusi diskusi kelompok
kelompok

Rubrik Penilaian Tertulis

Pertem Kemampuan yang Mater Pembelajaran Bentuk Kriteria Bobot


uan ke- diharapkan Pembelajar Penilaian Nilai
an %
I Mampu menjelaskan Definisi Kooperatif Kelengkapan, 100
tentang definisi kristalografi, pembenaran
kristalografi, perkembangan penjelasan
perkembangan kristalogarfi dan
kristalografi dan manfaatnya dalam
manfaatnya dalam ilmu pengetahuan
ilmu pengetahuan dan dan teknology
teknologi
Daftar Pustaka

a. Wajib (W):
1. Cullity, B.D, Element of X-Ray Diffraction, Addison Wesley, New York.
2. Ladd & Palmer, 1977, Structure Determination by X-ray Crystallography
3. Muhammad. Hikam. 2007, Kristalografi dan Teknik Difraksi, UI

b. anjuran:

Semua Bahan yang berhubungan dengan materi