AKUNTANSI MANAJEMEN
DISUSUN OLEH: AGUS WIDODO, S.E., M.Si
PROGRAM DIPLOMA TIGA (D III)
JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
BAB I
PENGANTAR, SEJARAH DAN ARAH AKUNTANSI MANAJEMEN
1.1. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan
untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Inti dari sistem informasi akuntansi
manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas seperti
pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan
informasi. Informasi mengenai peristiwa ekonomi diproses untuk menghasilkan keluaran
yang memenuhi tujuan sistem tersebut. Keluaran ini bisa mencakup laporan khusus,
biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, bahkan komunikasi pribadi.
Sistem akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun yang
mendefinisikan sifat dari proses, masukkan, atau keluarannya. Kroiterianya flrksibel dan
berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntanasi manajemen mempunyai tiga
tujuan umum yaitu:
a. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya
yang ditentukan oleh manjemen
b. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan
perbaikan berkelanjutan
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
Pengumpulan Laporan khusus
Pengukuran Biaya produk
Penyimpanan Biaya pelanggan
Analisis Anggaran
Pelaporan Laporan kinerja
Pengelolaan
komunikasi pribadi
Kegiatan ekonomi
Input Process Output
Users
Gambar: Model Operasioal Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
1.2. Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan
Perbedaan antara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan
1. Fokus internal 1. Fokus eksternal
2. Tidak ada aturan yang mengikat 2. Harus mengikuti aturan tertentu
3. In formasi keuangan dan dari pihak eksternal
nonkeuangan, informasi dapat 3. Informasi keuangan bersifat
bersifat subjektif objektif
4. Penekakan pada masa yang akan 4. Berorientasi historis
datang 5. Informasi mengenai perusahaan
5. Evaluasi dan keputusan internal secara keseluruhan
didasarkan atas informasi yang sangat 6. Lebih independen
terperinci
6. Sangat luas dan multidisiplin
1.3. Tema Baru dalam Akuntansi Manajemen
Lingkungan ekonomi telah mensyaratkan pengembangan praktik-praktik akuntansi
manajemen yang inovatif dan relevan. Konsekuensinya sistem akuntansi manajemen
berdasarkan aktivitas banyak dikembangkan dan diimplementasikan oleh organisasi.
Selain itu, fokus akuntansi manajemen telah diperluas agar memungkinkan para manajer
melayani kebutuhan pelanggandengan lebih bain dan mengelola rantai nilai perusahaan.
a. Manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based-Management)
Manajemen berdasarkan aktivitas adalah suatu pendekatan yang terintegrasi diseluruh
sistem yang memfokuskan perhatian manajemen pada berbagai aktivitas yang bertujuan
meningkatkan nilai bagi planggan dan laba yang dihasilkan. Manajemen berdasarkan
aktivitas menekankan pada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity-based-
costing-ABC) dan analisis nilai proses. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat
meningkatkan keakuratan pengalokasian biaya yaitu, pertama denga menelusuri biaya
berbagai aktivitas, kemudian produk atau pelangganyang menggunakan berbagai
aktivitas tersebut. Analisis nilai proses menekankan pada analisis aktivitas, yaitu
mencoba untuk metapkan mengapa aktivitas dilakukan dan seberapa baik aktivitas
dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menemukan cara melakukan aitivitas yang diperlukan
secara lebih efisien dan menghapus aktivitas yang tidak memberikan nilai bagi
pelanggan.
b. Orienasi pada Pelanggan
Nilai bagi pelanggan (Customer value) adalah fokus utama karena perusahaan dapat
menciptakan keunggulan bersaing dengan menciptakan nilai yang lebih baik bagi
pelanggan, dengan biaya yang sama atau lebih rendah dari pesaing atau menciptakan
nilai yang sama dengan biaya lebih rendah dari pesaing.
c. Bisnis secara Elektronik
Bisnis secara elektronik adalah transaksi bisnis atau pertukaran informasi yang
dijalankan dengan menggunakan tekboligi informasi dan komunikasi. E-business
menyediakan kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas penjualannya di
seluruh dunia dan dapat menurunkan biaya secara signifikan jika dibandingkan
transaksi menggunakan kertas.
1.4. Peran Akuntan Manajemen
Peran akuntan manajemen dalam suatu organisasi adalah salah satu peran
pendukung. Mereka membantu orang-orang yang bertanggung jawab dalam
pelaksanaan tujuan dasar organisasi. Saat ini bisnis bergerak lebih cepat daripada
sebelumnya. Perubahan-perubahan dalam teknologi, komunikasi dan kondisi ekonomi,
lingkungan hukum mempengaruhi perusahaan dan akuntan manajemen dalam cara-cara
yang baru. Akuntan manajemen harus mendukung manajemen dalam semua tahap
pengambilan keputusan bisnis. Sebagai ahli dalam akuntansi mereka harus cerdas, siap
sedia, mengikuti perkembangan terbaru, serta memahami kebiasaan dan praktik dari
semua negara tempat perusahaan mereka beroperasi. Mereka diharapkan memiliki
pengetahuan tentang lingkungan hukum dari bisnis.
1.5. Akuntan Manajemen dan Perilaku Etis
Perilaku etis akuntan manajemen melibatkan tindakan-tindakan yang “benar”,
“sesuai” dan “adil”. Menurut Michael Josephson ada sepulur pendidikan etika dan moral
yaitu:
a. Kejujuran h. Kewarganegaraan yang
b. Integritas betanggung jawab
c. Memenuhi janji i. Usaha untuk mencapai
d. Kesetiaan kesempurnaan
e. Keadilan j. akuntabilitas
f. Kepedulian pada sesama
g. Penghargaan pada orang lain
1.6. Sertifikasi
Banyak setifikat yang tersedia bagi akuntan manajemen yaitu:
a. Certificate in management accounting (CMA)
b. Certificate in public accounting (CPA)
c. Certificate in interal auditing (CIA)
Ketiga setifikasi tersebut merupakan bukti bahwa pemegang sertifikat telah memenuhi
tingkat minimum kompetensi profesional.
BAB II
KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
1. Pembebanan Biaya
Mempelajari akuntansi manajemen membutuhkan pemahaman arti biaya dan
terminologi yang berkaitan dengan biaya. Pembebanan biaya pada produk barang,
jasa, pelanggan, dan objek lain yang menjadi perhatian manajemenadalah salah satu
tujuan dasar dari sistem informasi akuntansi manajemen. Peningkatan keakuratan
pembebanan biaya menghasilkan informasi yang lebih berkualitas tinggi dan dapat
digunakan untuk membuat keputusan lebih baik.
a. Biaya
Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan
barag atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa depan
bagi organisasi. Biaya dikatakan sebagai setara kas karena sumber nonkas dapat
ditukar dengan barang atau jasa yang diinginkan. Contoh misalkan menukar
peralatan dengan bahan baku untuk produksi. Biaya dikeluarkan untuk
mendapatkan manfaat di masa mendatang. Pada perusahaan yang berorientasi
laba, manfaat masa depan biasanya berarti pendapatan. Ketika biaya telah
dihabiskan dalam proses menghasilkan pendapatan biaya tersebut dinyatakan
kedaluwarsa (expired). Biaya yang kedaluwarsa disebut beban (expenses).
b. Objek Biaya
Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya
pada entitas yang disebut sebagai objek biaya.objek biaya dapat berupa apapun
seoerti produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas, dan lain-lain yang
digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya. Beberapa tahun terakhir,
aktivitas muncul sebagai objek biaya yang penting. Aktivitas adalah unit dasar
dari kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi dan dapat juga dideskripsikan
sebagai kumpulan tindakan dalam suatu organisasi yang berguna bagi para
manajer untuk melakukan perencaan, pengendalian dan pengambilan
keputusan. Aktivitas tidak hanya bertindak sebagai objek biaya tetapi juga
berperan utama dalam pembebanan biaya untuk ojek biaya lainnya.
c. Keakuratan Pembebanan
Pembebanan biaya secara akurat pada objek biaya sangatlah penting.
Keakuratan tidak dievaluasi berdasarkan pengetahuan tentang biaya yang
sebenarnya. Keakuratan adalah suatu konsep yang relatif dan harus dilakukan
secara wajar dan logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya.
Tujuannya adalah mengukur dan membebankan biaya dari sumber daya yang
dikonsumsi objek biaya sebaik mungkin.
d. Ketelusuran
Hubungan antara biaya dan objek biaya harus digali untuk meningkatkan
keakuratan pembebanan biaya. Biaya dapat berkaitan dengan objek biaya secara
langsung maupun tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak
dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat sebagai objek biaya. Biaya langsung
adalah biaya yang dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat sebagi objek biaya.
Jadi ketelusuran adalah kemampuan membebankan objek biaya dengan cara
yang layak secara ekonomi (ditelusuri dengan mudah) berdasarkan hubungan
sebab-akibat (ditelusuri dengan akurat).
e. Metode Penulusuran
Penulusuran (tracing) berarti pembebanan aktual biaya pada objek biaya dengan
menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi
oleh objeknya. Penelusuran biaya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Penulusuran langsung (direct tracing) adalah proses pengidentifikasian dan
pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu
objek. Penulusuran ini sering dilakukan dengan pengamatan fisik.
2. Penulusuran penggerak (driver tracing) penggunaan penggerak untuk
membebankan biaya pada objek biaya. Dalam konteks pembebanan biaya
penggerak adalah faktor penyebab yang dapat diamati dan faktor penyebab
yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya. Oleh sebab itu,
penggerak adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam penggunaan
sumber daya dan memiliki hubungan sebab-akibat dengan biaya yang
berhubungan dengan objek biaya.
3. Pembebanan Biaya tidak Langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya yang
tidka dapat dibebankan pada objek-objek biaya dengan menggunakan
penelusuran langsung dan penggerak. Pembebanan tidak langsung tak layak
dilakukan secara ekonomis. Pembebanan biaya tidak langsung pada objek
biaya disebut alokasi. Karena tidak terdapat hubungan sebab-akibat,
pengalokasian biaya tidak langsung didasarkan pada kemudahan atau
beberapa asumsi yang berhubungan.
Biaya sumber daya
Penulusuran Penulusuran
langsung penggerak Alokasi
Pengamatan Hubungan Hubungan yang
secara fisik sebab-akibat diasumsikan
Gambar: Metode Pembebanan Biaya
Harga Pokok Produk (Barang) dan Jasa
Keluaran organisasi merupakan salah satu objek biaya terpenting. Ada dua jenis keluaran
yaitu: produk berwujud dan jasa.
a. Produk berwujud adalah barang yang dihasilkan dengan mengubah bahan baku
melalui penggunaan tenag kerja dan masukkan modal seperti, pabrik, lahan dan
mesin.
b. Jasa adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk pelanggan atau aktivitas yang
dilakukan oleh pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. Jasa
juga diproduksi dengan menggunakan tenaga kerja, bahan dan modal.
Tabel: Interaksi jasa dengan Amken
Fitur Sifat Turunan Dampak pada Akmen
Tidak berwujud Jasa tidak dapat disimpan Tidak ada persediaan
Tidak ada perlindungan hak paten Kode etik ketat
Tidak dapat menampilkan atau Perlu adanya pembebanan
mengkomunikasikan jasa biaya yang lebih akurat
Harga sulit ditetapkan
Tidak tahan Manfaat jasa cepat kedaluwarsa Tidak ada persediaan
lama Jasa sering berulang untuk satu Perlu adanya standar dan
pelanggan konsistensi kualitas yang
tinggi
Tidak dapat Pelanggan terlibat langsung dalam Biaya diperhitungkan sesuai
dipisahkan produksi jasa dengan jenis pelanggan
Produksi jasa secara massal dan Menuntut pengukuran dan
tersentralisasi sulit dilakukan pengendalian kualitas untuk
mempertahankan
konsistensi
Tidak selalu Variasi yang luas sangat mungkin Pengukuran produktivitas
sama terjadi dan kualitas serta
pengendalian harus
dilakukan terus menerus
Manajemen kualitas total
adalah hal yang penting
c. Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
Harga pokok produk adalah pembebanan biaya yang mendukung tujuan manajerial
yang spesifik. Arti harga pokok tergantung pada tujuan manajerial yang sedang ingin
dicapai. Hal ini mengilustrasikan manajemen biaya yang fundamental yaitu biaya
yang berbeda untuk tujuan yang berbeda.
Mendisain mengembangkan memproduksi
melayani mendistribusikan memasarkan
Gambar: Aktivitas Rantai Nilai Internal
Tabel: Definisi Harga Pokok Produk
Definisi Harga Rantai nilai harga Harga pokok Harga pokok
Pokok Produk pokok produk produk operasional produk tradisional
Penelitian dan
pengembangan Produksi
Produksi pemasaran Produksi
Pemassaran Layanan pelanggan
Layanan pelanggan
Tujuan Keputusan penetapan Keputusan desain Pelaporan
manajerial harga strategis keuangan
Keputusan bauran Analisis tingkat laba eksternal
produk taktis
Analsis tingkat laba
stretegis
2. Harga pokok produk
Salah satu tujuan utama sistem manajemen biaya adalah perhitungan harga pokok
produk untuk pelaporan keuangan eksternal. Ada dua jenis biaya yang dilaporkan
yaitu: biaya produksi dan non produksi.
a. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan langsung dengan pembuatan barang
dan penyediaan jasa. Jenis biaya produksi adalah biaya bahan langsung, biaya
tenaga kerja langung dan biaya overhead pabrik.
b. Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan biaya penjualan (fungsi
desain, pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan pelanggan) dan
administrasi umum.
3. Pelaporan Keuangan Eksternal
Demi memenuhi pelaporan eksternal, biaya diklasifikasikan berdasarkan fungsi.
Ketika menyusun laporan laba-rugi, biaya produksi dipisahkan dari biaya penjualan
dan administrasi. Hal ini dilakukan karena biaya produksi dipandang sebagai harga
pokok produk, sedangkan biaya administrasi dan penjualan dipandang sebagai biaya
periode. Jadi biaya produksi yang melekat pada produk yang terjual diakui sebagai
beban (harga pokok penjualan) pada laporan laba-rugi. Biaya produksi yang melekat
pada produk yang belum terjual dilaporkan sebagai persediaan di neraca. Beban
penjualan dan administratif dianggap sebagai biaya periode harus dikurangi setiap
periode sebagai beban, hal ini tidak tampak pada neraca.
Jenis Sistem Akuntansi Manajemen
Elemen utama model Functional Based Management (FBM) adalah fungsi
sedangkan pada model Activity Based Management (ABM) adalah aktivitas. Fungsi-
fungsi biasanya dikelompokkan dalam unit-unit organisasi seperti departemen dan
pabrik (contoh teknik, pengendalian, kualitas, dan perakitan adalah fungsi-fungsi
yang diatur dalam departemen). Aktivitas-aktivitas dengan tujuan umum
dikelompokkan bersama dalam satu bentuk proses. Contoh pembelian barang,
penerimaan barang, dan pembayaran barang yang diterima adalah aktivitas utama
yang menggambarkan proses pengadaan persediaan.
1. Functional Based Management (FBM)
Tinjauan biaya
Sumber
daya
Tinjauan operasional
Analisis Analisis
Fungsi
efisiensi kinerja
Produk
Gambar: Model FBM
a. Tinjauan Biaya FBM
Dalam sistem akuntansi FBM biaya sumber daya dibebankan pada unit-unit yang
berfungsi kemudian pada produk. Dalam pembebanan biaya penelusuran langsung
dan penggerak digunakan. Namun penelusuran penggerak dalam FBM hanya
menggunakan penggerak produksi (tingkat unit) yang merupakan pengukuran
konsumsi yang sangat berkorelasi dengan keluaran produksi. Karena FBM hanya
menggunakan penggerak yang berhubungan dengan fungsi produksi untuk
membebani biaya maka pendekatan pembebanan biaya ini dianggap sebagai biaya
berdasarkan produksi atau fungsi (function based costing-FBC).
b. Tinjauan Efisiensi Operasional FBM
Pendekatan manajemen berdasarkan fungsi untuk pengendalian membebankan
biaya pada unit organisasional, kemudian menuntut tanggung jawab manajer unit
organisasioanal untuk mengendalikan biaya yang dbebankan. Kinerja diukur dengan
membandingkan hasil aktual dengan standar atau hasil yang dianggarkan.
Penekanannya adalah pada ukuran kinerja keuangan (nonkeuangan diabaikan).
Manajer diberi penghargaan berdaarkan kemampuan mereka untuk mengendalikan
biaya. Pendekatan ini menganggap bahwa memaksimalkan kinerja organisasi secara
keseluruhabn tercapai dengan memaksimalkan kinerja subunit organisasi individual
(pusat pertanggung jawaban).
2. Activity Based Management (ABM)
Tinjauan biaya
Sumber daya
Tinjauan proses
Analisis Analisis
Aktivitas
efisiensi kinerja
Mengapa? Apa? Seberapa baik?
Produk dan
pelanggan
Gambar: Model ABM
a. Tinjauan Biaya ABM
Dalam sistem ABC biaya ditelusuri hingga aktivitas kemudian produk. Seperti FBM
penelusuran langsung dan penggerak juga digunakan. Tetapi peran penulusuran
penggerak secara sigbifikan diperluas dengan mengindentifikasi dan menggunakan
penggerak yang tidak berhubungan dengan volume produk yang produksi
(penggerak berdasarkan nonunit). Penggunaan penggerak unit dan nonunit
meningkatkan keakuratan pembebanan biaya, kualitas keseluruhan dan informasi
biaya yang relevan. Perhitungan harga pokok produk berdasarkan aktivitas
cenderung fleksibel. Informasi biaya dibuat untuk mendukung berbagai tujuan
manajerial termasuk tujuan pelaporan keuangan.
b. Tinjauan Efisiensi Operasional ABM
Manajemen pada aktivitas perfokus pada pengelolaan aktivitas dengan tujuan
memperbaiki nilai yang diterima pelanggan dan laba yang diterima. Hal ini meliputi
analisis aktivitas, dan evaluasi kinerja serta penggunaan perhitungan biaya
bardasarkan aktivitas sebagai sumber informasi utama. Tinjauan proses berkaitan
dengan identifikasi faktor-faktor penyebab biaya suatu aktivitas (menjelaskan
penyebab munculnya biaya), pengukuran pekerjaan apa yang telah dilakukan
(mengidentifikasi aktivitas) serta evaluasi kinerja pekerjaan dan hasil yang dicapai
(seberapa baik aktivitas dilakukan). Jadi pengendalian biaya berdasarkan aktivitas
membutuhkan informasi rinci mengenai aktivitas.
Tabel: Perbandingan antara Sistem FBM dan ABM
Fungsi Aktivitas
1. Penggerak berdasarkan unit 1. Penggerak berdasarkan unit dan
2. Intensif dalam pengalokasian nonunit
3. Perhitungan harga pokok produk 2. Intensif dalam penelusuran
sempit dan kaku 3. Perhitungan harga pokok produk luas
4. Fokus pada pengelolaan biaya dan fleksibel
5. Informasi aktivitas sedikit 4. Fokus pada pengelolaan aktivitas
6. Maksimalisasi kinerja unit individual 5. Informasi aktivitas rinci
7. Penggunaan ukuran keuangan untuk 6. Maksimalisasi kinerja seluruh sistem
kinerja 7. Penggunaan ukuran keuangan dan
nonkeuangan untuk kinerja
BAB III
PERILAKU BIAYA AKTIVITAS
1. Dasar-Dasar Perilaku Biaya
Perilaku biaya adalah istilah umum untuk mendeskripsikan apakah biaya berubah-
ubah seiring dengan perubahan output.
a. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap sama ketika output berubah
(biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstandalam rentang yang relevan
ketika tingkat aktivitas output berubah. Jumlah biaya tetap tidak bergantung
pada ukuran output. Biaya tetap dapat berubah tetapi perubahan tersebut tidak
bergantung pada perubahan output.
b. Biaya variabel adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi secara
proporsional terhadap perubahan output. Jadi biaya variabel naik jika output
naik dan sebaliknya. Jumlah biaya variabel sama dengan biaya variabel per unit
kali jumlah unit produksi.
c. Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen biaya tetap dan variabel.
2. Klasifikasi Biaya sesuai Perilaku
a. Batasan waktu. Penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap aau variabel
bergantung pada batasan waktu. Dalam jangka panjang semua biaya adalah
variabel dan jangka pendek paling tidak satu biaya tetap.
b. Sumber daya dan ukuran output. Setiap aktivitas memerlukan sumber daya
untuk menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Sumber daya (input) meliputi
bahan baku, bahan bakar, tenaga kerja dan modal. Input ini digunakan untuk
menghasilkan output. Istilah lain untuk output adalah penggerak. Penggerak
aktivitas merupakan faktor penyebab yang dapat diamati yang mengukur jumlah
sumber daya yang digunakan objek biaya. Penggerak aktivitas menjelaskan
perubahan dalam biaya aktivitas dengan mengukur perubahan dalam
penggunaan aktivitas atau output. Pilihan atas penggerak tidak hanya
disesuaikan untuk perusahaan tertentu tapi juga untuk aktivitas tertentu atau
biaya yang diukur. Jadi untuk memahami perilaku biaya pertama tentukan
aktivitas yang dilakukan dan penggerak terkait yang berfungsi sebagai pengukur
kapasitas dan penggunaan aktivitas. Kabutuhan untuk memahami biaya aktivitas
ini mengarah pada penentuan ukuran yang tepat untuk output aktivitas atau
penggerak aktivitas. Penggerak aktivitas ada dua: 1). Penggerak produksi (tingkat
unit) menjelaskan perubahan dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah.
Jumlah bahan baku langsung, biaya listrik per kwh yang digunakan untuk
menjalankan mesin produksi dan jumlah jam tenaga kerja langsung adalah
contoh penggerak produksi (input). Jumlah output meningkat seiring dengan
peningkatan penggunaan input. 2). Penggerak tingkat nonunit menjelaskan
perubahan dalam biaya ketika faktor lain (selain unit) berubah. Contoh dari biaya
tingkat nonunit adalah biaya penyusutan, biaya setting mesin, biaya gaji manajer
dan lain-lain.
AKTIVITAS, PENGGUNAAN SUMBER DAYA DAN PERILAKU BIAYA
Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek berhubungan dengan aktivitas dan
sumberdaya yang diperlukan untuk melaksanakannya. Kapasitas adalah kemampuan aktual
atau potensial untuk melakukan sesuatu. Dalam pembahasan kapasitas suatu aktivitas hal
yang di deskripsikan adalah jumlah aktivitas yang dapat dilakukan. Banyak nya kapasitas
yang diperluka tergantung pada tingkat kinerja yang diminta. Kapasitas yang diperlukan
berhubungan dengan tingkat dimana aktivitas dikerjakan secara efisien. Tingkat efisiensi
atas kinerja aktivitas disebut kapasitas praktis.
a. Sumberdaya FlekSIbel adalah sumberdaya yang dipasok saat digunakan dan
dibutuhkan. Suatu perusahaan akan sangat baik jika hanya membeli sumberdaya
yang dibutuhkan tepat saat sumberdaya itu diperlukan (contoh bahan baku langsung
dibeli saat saat dibutuhkan dan dengan jumlah sesuai kebutuhan). Sumberdaya ini
diperoleh dari luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjang untuk
membeli sejumlah sumberdaya tertentu. Tidak terdapat kapasitas yang tidak
digunakan (tersisa) karena jumlah sumberdaya yang digunakan sama dengan yang
dibeli. Karena biaya sumberdaya yang dipasok ketika diperlukan sama dengan biaya
sumberdaya yang digunakan, maka jumlah biaya sumberdaya naik ketika permintaan
untuk sumberdaya itu naik. Oleh karena itu sumberdaya fleksibel adalah biaya
variabel.
b. Sumberdaya Terikat adalah sumberdaya yang dipasok sebelum penggunaan, didapat
dengan cara menggunakan kontrak eksplisit atau implisit untuk memperoleh
sejumlah sumberdaya tertentu tanpa memandang apakah jumlah sumberdaya yang
tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Sumberdaya terikat dapat memiliki
kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia lebih banyak daripada
yang digunakan. Sumberdaya lain harus dibeli sebelum dibutuhkan contohnya
adalah gedung. Gedung harus direncanakan atau dibangun sebelum produksi
dimulai. Pembelian atau penyewaan gedung dan peralatan yang diperoleh dengan
cara multiperiode dengan membayar tunai didepan atau membuat kontrak eksplisit
yang memerlukan pembayaran tunai secara periodik. Pembebanan tahunan yang
berhubungan dengan kategori multiperiode tidak bergantung pada penggunaan
aktual sumberdaya. Oleh karena itu pembebanan tersebut dinamakan biaya tetap
terikat yang menyediakan kapasitas aktivitas jangka panjang. Pembebanan biaya
melalui kontrak implisit (contoh biaya gaji karyawan) menyatakan bahwa organisasi
akan mempertahankan jumlah karyawan meskipun terdapat penurunan kuantitas
aktivitas yang digunakan sementara. Pembebanan ini tidak berubah meskipun
kuantitas yang digunakan bervariasi. Sumberdaya terikat jangka pendek ini disebut
biaya tetap diskresi.
c. Perilaku Biaya Bertahap adalah tingkat biaya yang konstan untuk rentang output
tertentu dan pada titik tertentu naik ketingkat yang biayanya lebih tinggi dimana
biaya tersebut tidak berubah untuk rentang output yang sama. Rentang setiap tahap
menunjukkan rentang output yang mengharuskan diperolehnya sumberdaya dalam
jumlah tertentu. Jika rentang setiap tahap sempit maka dapat diasumsikan sebagai
biaya variabel. Biaya bertahap dengan rentang tahapan yang lebar dikategorikan
sebagai biaya tetap.
Sistem informasi biaya berdasarkan fungsi umumnya hanya menyediakan informasi
tentang submberdaya yang dibeli. Dipihak lain sistem manajemen berdasarkan
aktivitas memberikan informasi tentang banyaknya aktivitas yang digunakan dan
biaya penggunaannya. Hubungan antara jumlah sumberdaya yang tersedia dan
sumberdaya yang digunakan adalah sebagai berikut:
Sumberdaya yang sumberdaya yang kapasitas yang
= +
Tersedia digunakan tidak digunakan
Persamaan ini dapat digunakan menggunakan jumlah unit barang atau dengan
jumlah uang. Kenapa rumus ini penting? Karena dapat memberilan informasi kepada
pimpinan tentang kemampuan mereka untuk menambah atau mengurangi produksi.
Kelebihan kapasitas yang tidak digunakan berarti suatu produk baru dapat
diperkenalkan tanpa meningkatkan pengeluaran teknis saat ini. Menghilangkan
kelebihan kapasitas yang tidak digunakan dapat menurunkan penggunaan
sumberdaya sehingga laba meningkat. Alternatif lainnya kelebihan kapasitas yang
tidak digunakan dapat dipakai untuk menambah jumlah produk dan jenis produk
sehingga pendapatan akan meningkat tanpa ada biaya tambahan.
Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi Biaya Variabel dan Biaya
Tetap
Ada tiga metode yang digunakan untuk memisahkan biaya campuran menjadi biaya
variabel dan tetap yaitu, metode tinggi-rendah, scattterplot dan metode kuadrat
terkecil. Setiap metode menggunakan asumsi hubungan biaya linear. Oleh sebab itu
asumsi linearitas perlu ditinjau sebelum membahas metode tersebut.
1. Asumsi Linearitas. Pada biaya variabel mengasumsikan terdapat hubungan linear
antara biaya aktivitas dan penggerak aktivitas terkait. Biaya meningkat secara
proposional dengan jumLah unit yang diproduksi.
2. Asumsi nonlinear. Biaya variabel meningkat seiring dengan peningkatan jumlah
unit produksi tapi tidak secara proposional.
Rumus persamaan untuk garis lurus:
Jumlah biaya = biaya tetap + (biaya variabel perunit x output)
Berikut data perusahaan Reddy yang dapat digunakan untuk perhitungan biaya dengan
metode tinggi-rendah, scatterplot dan metode kuadrat terkecil.
Bulan Biaya setting (RP) Waktu setting
(jam)
Januari 1000 100
Februari 1250 200
Maret 2250 300
April 2500 400
Mei 3750 500
a. Metode tinggi-rendah
Metode yang digunakan untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan
terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk
menghitung parameter perpotongan dan kemiringan. Titik tinggi diartikan sebagai
titik dengan tingkat aktivitas atau output tertinggi. Titik rendah diartikan titik dengan
tingkat aktivitas atau output terendah. Persamaan untuk menentukan biaya variabel
dan biaya tetap sebagai berikut
.
Biaya variabel perunit = perubahan biaya/perubahan output
Biaya variabel perunit = (biaya tinggi-biaya rendah) / (output tinggi –
output rendah)
Dan
Biaya tetap = jumlah biaya tinggi – (biaya variabel perunit x output tinggi)
Titik waktu setting tertinggi pada perusahaan Reddy adalah 500 dengan biaya 3750 (500,
3750) dan titik waktu setting terendah adalah 100 dengan biaya 1000 (100, 1000). Setelah
titik-titik diketahui, maka nilai biaya tetap dan biaya variabel perunit dapat dihitung.
Biaya variabel perunit = (biaya tinggi-biaya rendah)/– (output tinggi – output
rendah)
= (3750 – 1000) / (500-100)
= 2750/400
= 6,875
Biaya tetap = jumlah biaya tinggi – (biaya variabel perunit x output
tinggi)
= 3750 – (6,875 x 500)
= 312,5
Dengan demikian dapat diketahui bahwa rumus biaya dengan menggunakan metode
tinggi-rendah adalah:
Jumlah biaya = 312,5 + (6,875 x waktu setting)
Keunggulah pada metode tinggi-rendah adalah keunggulan objektivitas, dimana dua orang
yang menggunakan metode tinggi-rendah pada suatu data tertentu maka akan
menghasilkan jawaban yang sama.
b. Metode Scatterplot
Metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam
sebuah grafik. Langkah pertama pada metode ini adalah mengambarkan titik-titik
data sehingga hubungan antar biaya setting dengan waktu setting dapat terlihat.
Plot ini disebut grafik scatterplot.
biaya setting (RP)
4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
0 100 200 300 400 500 600
Gambar: Grafik Scatterplot
Anggaplah bahwa garis yang melalui titik 1 dan 3 adalah merupakan yang terbaik
untuk menghitung biaya. Pertama titik 1 di tunjukkan dengan (100, 1000) dan titik 3
(300, 2250). Selanjutnya dapat ditentukan biaya variabel dan biaya tetapnya.
Biaya variabel perunit = (biaya tinggi-biaya rendah)/ (output tinggi – output
rendah)
= (2250 – 1000) / (300-100)
= 1250/200
= 6,25
Biaya tetap = jumlah biaya tinggi – (biaya variabel perunit x output
tinggi)
= 2250 – (6,25 x 300)
= 375
Dengan demikian dapat diketahui bahwa rumus biaya dengan menggunakan metode
scatterplot adalah:
Jumlah biaya = 375 + (6,25 x waktu setting)
c. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square)
Metode yang menghitung besarnya deviasi dengan pertama-tama mengkuadratkan
setiap deviasi dan kemudian menjumlah deviasi kuadrat tersebut sebagai ukuran
kedekatan keseluruhan.
Rumus : Y = a + b X
Y = total biaya
a = biaya tetap
b = biaya variabel
X = tingkat aktivitas (Output)
(Gunakan formulasi manual atau menggunakan program regresi komputer)
Persamaan metode kuadrat terkecil:
Y = a + bX
n. XY – (X) (Y)
b =
2 2
n. X – (X)
(Y) – b (X)
a=
n
Bulan Y X X.Y X2 Y2
Januari 1.000 100 100.000 10.000 1.000.000
Februari 1.250 200 250.000 40.000 1.562.500
Maret 2.250 300 675.000 90.000 5.062.500
April 2.500 400 1.000.000 160.000 6.250.000
Mei 3.750 500 1.875.000 250.000 14.062.500
Jumlah 10.750 1.500 3.900.000 550.000 27.937.500
n. XY – (X) (Y)
b =
2 2
n. X –(X)
= 5 (3.900.000) – (1.500)(10.750)
5 (550.000) – (1.500)2
= 3.375000
500.000
= 6,25
(Y) – b (X)
a=
n
= 10.750 – (6,75)(1.500)
5
= 125
Y = 125 + 6,75x
BAB IV
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
1. Biaya perunit
a. Biaya per unit adalah jumlah biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi
dengan jumlah unit yang diproduksi. Contoh sebuah perusahaan memproduksi 100
unit telpon dengan model yang sama dan jumlah biayanya adalah 100.000,- maka
biaya perunit telpon adalah 100.000,-/100 = 1.000,-.
b. Pentingnya biaya produk perunit. Sistem akuntansi biaya mengukur dan
membebankan biaya agar biaya perunit suatu produk dapat ditentukan. Biaya
perunit adalah bagian penting pada perusahaan manufaktur. Kepurtusan mengenai
desain dan pengenalan produk baru dipengaruhi oleh perkiraan biaya perunit.
Keputusan untuk membuat atau membeli suatu produk, menerima atau menolak
suatu pesanan khusus, serta mempertahankan atau menghentikan produksi suatu
produk memerlukan informasi biaya perunit. Karena informasi biaya perunit penting,
maka keakuratan adalah hal yang utama. Distorsi biaya produksi perunit tidak dapat
diterima.
c. Cara mendapatkan informasi biaya perunit. Pengukuran biaya meliputi penentuan
jumlah uang dari bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead yang digunakan
untuk produksi. Nilai biayanya dapat berupa biaya aktual yang dibebankan pada
input produksi atau dapat pula berupa angka perkiraan. Perhitungan biaya aktual
membebankan biaya aktual bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan
overhead pada produk. Sedangkan perhitungan biaya normal membebankan biaya
aktual bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, biaya overhead dibebankan
pada produk dengan tarif perkiraan. Tarif perkiraan overhead adalah suatu tarif yang
didasarkan pada data yang diperkirakan dan dihitung dengan menggunakan rumus:
𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 (𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑘𝑎𝑛)
𝑡𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑎𝑛 𝑜𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 =
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑘𝑎𝑛
2. Perhitungan HPP Berdasarkan Fungsi
Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran
langsung. Disisi lain overhead dibebankan dengan menggunakan penelusuran
penggerak dan alokasi. FBC menggunakan penggerak tingkat unit untuk
membebankan biaya overhead pada produk. Penggerak aktivitas tingkat unit adalah
faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan
jumlah unit yang diproduksi. Tarif overhead berdasarkan fungsi membutuhkan
spesifikasi dari penggerak tingkat unit. Yaitu suatu perkiraan dari kapasitas yang
diukur penggerak dan perkiraan dari overhead yang diharapkan. Contoh penggerak
tingkat unit yang umumnya digunakan untuk membebankan overhead adlah unit
yang diproduksi, jam tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, jam mesin,
biaya bahan baku langsung.
Contoh:
a. perhitungan tarif keseluruhan pabrik.
Perhitungan ini terdiri atas dua tahap. Pertama biaya overhead yang dianggarkan
diakumulasi menjadi satu kelompok untuk keseluruhan pabrik (pembebanan
biaya tahap pertama). Biaya overhead dibebankan secara langsung pada
kelompok biaya tersebut dengan menambahkan seluruh biaya overhead yang
diperkirakan muncul dalam satu tahun. Setelah biaya diakumulasi dalam
kelompok biaya ini, tarif keseluruhan pabrik dihitung dengan menggunakan
penggerak tingkat unit (biasanya jam tenaga lerja langsung). Tahap kedua biaya
overhead dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif tersebut dengan
jumlah jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan oleh tiap-tiap produk.
perusahaan telpon A memiliki data perkiraan dan aktual sebagai berikut:
Overhead yang dianggarkan 360.000
Aktivitas yang diharapkan (dalam jam tenaga kerja langsung) 100.000
Aktivitas aktual (dalam jam tenaga kerja langsung) 100.000
Overhead aktual 380.000
Tarif jam tenaga kerja langsung dapat dihitung:
𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 (𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑘𝑎𝑛)
𝑡𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑎𝑛 𝑜𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 =
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑘𝑎𝑛
= 360.000/ 100.000 jam tenaga kerja langsung
= 3,6 jam tenaga kerja langsung
Overhead yang dibebankan adalah jumlah overhead yang dibebankan pada produksi
aktual pada titik tertentu dalam suatu waktu disebut overhead yang dibebankan dan
dihitung menggunakan rumus:
Overhead yang dibebankan = tarif overhead x output aktivitas aktual
Dengan menggunakan rumus tersebut dapat diperoleh nilai overhead yang
dibebankan yaitu:
Overhead yang dibebankan = tarif overhead x output aktivitas aktual
= 3,6 x 100.000 jam tenaga kerja langsung
= 360.000,-
Perbedaan antara overhead aktual dan overhead yang dibebankan disebut variasi
overhead. Variasi overheadnya adalah 20.000,- (380.000-360.000). jika overhead
aktual lebih besar dari overhead yang dibebankan disebut overhead yang terlalu
rendah dibebankan, sebaliknya overhead yang terlalu tinggi dibebankan. Pad akhir
tahun overhead yang terlalu rendah dibebankan akan ditambahkan pada harga pokok
penjualan sedangkan overhead yang terlalu tinggi dibebankan akan dikurangkan pada
harga pokok penjualan.
Perhitungan biaya perunit. Biaya perunit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya
utama produk pada biaya overhead yang dibebankan kemudian membagi jumlah biaya ini
dengan unit yang diproduksi. Berikut adalah data aktual yang dikumpulkan untuk setiap
produk.
Nirkabel Reguler
Unit yang diproduksi 10.000 100.000
Biaya utama 78.000,- 738.000,-
Jam tenaga kerja 10.000 90.000
langsung
Tarif keseluruhan pabrik yang telah diperkirakan terlebih dahulu sebesar 3,6,- jam
tenaga kerja langsung dalam menghitung biaya produksi perunit.
Komponen Nirkabel Reguler
Biaya utama 78.000,- 738.000,-
Biaya overhead:
3,6 x 10.000 36.000,-
3,6 x 90.000 324.000,-
Jumlah biaya produksi 114.000,- 1.062.000,-
Unit yang diproduksi 10.000 : 100.000 :
Biaya perunit 11,4,- 10,62,-
b. perhitungan tarif departemen.
Perhitungan ini terdiri atas dua tahap. Pertama biaya overhead keseluruhan
pabrik dibagi dan dibebankan pada setiap departemen produksi dan membentuk
kelompok biaya overhead departemen. Ketika dibebankan pada setiap
depertemen produksi penggerak berdasarkan unit seperti jam tenaga kerja
langsung (untuk departemen yang menggunakan jam tenaga kerja langsung) dan
jam mesin (untuk departemen yang menggunakan mesin) digunakan untuk
menghitung tarif departemen. Tahap dua overhead dibebankan pada produk
dengan mengalikan tarif departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan
departemen terkait.
perusahaan telpon A memiliki dua departemen produksi yaitu departemen
perakitan dan pabrikasi. data perkiraan dan aktual dari masing-masing
departemen sebagai berikut:
Komponen Pabrikasi Perakitan
Overhead yang dianggarkan 252.000,- 108.000,-
Penggunaan aktual dan yang diharapkan
(jam tenaga kerja langsung):
Nirkabel 7.000 3.000
Reguler 13.000 77.000
20.000 80.000
Penggunaan aktual dan yang diharapkan
(jam mesin):
Nirkabel 4.000 1.000
Reguler 36.000 9.000
40.000 10.000
Dari data diatas diketahui perusahaan A mendasarkan tarif overhead
departemennya pada jam mesin untuk pabrikasi dan jam tenaga kerja langsung
untuk perakitan. Perhitungan dua tarif tersebut seperti berikut:
Tarif pabrikasi = overhead yang dianggarkan
Jam mesin yang diharapkan
= 252.000,0/ 40.000
= 6,3,- per jam mesin
Tarif perakitan = overhead yang dianggarkan
Jam tenaga kerja langsung
yang diharapkan
= 108.000,-/ 80.000
= 1,35,- perjam tenaga kerja langsung
Overhead yang dibebankan adalah jumlah overhead yang dibebankan untuk
setahun yaitu jumlah yang dibebankan pada setiap departemen.
Overhead yang dibebankan = (6,3 x jam mesin aktual) + (1,35 x jam
tenaga kerja langsung)
= (6,3 x 40.000) + (1,35 x 80.000)
= 252.000 + 108.000
= 360.000,-
Perhitungan biaya perunit. Biaya perunit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya
utama produk pada biaya overhead yang dibebankan kemudian membagi jumlah biaya ini
dengan unit yang diproduksi. Berikut adalah data aktual yang dikumpulkan untuk setiap
produk.
Komponen Nirkabel Reguler
Biaya utama 78.000,- 738.000,-
Biaya overhead:
(6,3 x 4.000) + (1,35 x 3.000) 29.250,-
(6,3 x 36.000) + (1,35 x 77.000) 330.750,-
Jumlah biaya produksi 107.250,- 1.068.750,-
Unit yang diproduksi 10.000 : 100.000 :
Biaya perunit 10,725,- 10,687,-
Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya Berdasarkan Fungsi (FBC)
Perhitungan biaya berdasarkan fungsi (FBC) dapat menimbulkan distorsi biaya (pembebanan
biaya overhead terlalu rendah atau terlalu tinggi/ tidak akurat). Distorsi biaya produksi bagi
beberapa perusahaan dapat merugikan, terutama bagi perusahaan yang dikarakteristikkan
oleh peningkatan atau ketatnya persaingan, perbaikan berkelanjutan, TQM, kepuasan
pelanggan, dan teknologi canggih. Masalah distorsi biaya yang ditimbulkan dari penerapan
FBC adalah biaya overhead yang tidak berkaitan dengan jumlah unit produksi (pembebanan
unit dan nonunit dijadikan satu sehingga tidak relevan dengan aktivitas yang sesungguhnya
terjadi). Selain biaya overhead yang tidak berkaitan dengan jumlah unit produksi masalah
lain yang ditimbulkan karena distorsi biaya adalah keanekaragaman produk.
Keanekaragaman produk berarti produk menggunakan aktivitas overhead dalam proporsi
yang secara signifikan berbeda. Terdapat beberapa alasalan mengapa produk dapat
menggunakan overhead dalam proporsi yang berbeda. Misalkan perbedaan ukuran produk,
kerumitan produk, waktu setting, dan besarnya kelompok produk dapat menyebabkan
produk menggunakan overhead pada tingkatan yang berbeda.
Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Aktivitas
Permasalahan distorsi biaya pada penerapan metode FBC dapat di selesaikan dengan
menggunakan tarif aktivitas (ABC). Diketahui Data berikut adalah data biaya penggunaan
aktivitas dan biaya aktivitas pada perusahaan A yang memproduksi telpon jenis nirkabel dan
reguler:
Ukuran penggunaan aktivitas Nirkabel Reguler Jumlah
Unit produksi pertahun 10.000 100.000 110.000
Biaya utama 78.000,- 738.000,- 816.000,-
Jam tenaga kerja langsung 10.000 90.000 100.000
Jam mesin 5.000 45.000 50.000
Proses produksi 20 10 30
Jumlah perpindahan 60 30 90
Jenis aktivitas Biaya aktivitas
Penyetelan 120.000,-
Penanganan bahan baku 60.000,-
Daya 100.000,-
Pengujian 80.000,-
Ditanya:
1. hitunglah rasio konsumsi sumberdaya untuk setiap aktivitas!
2. Hitunglah tarif untuk masing-masing aktivitas!
3. Hitunglah biaya produksi untuk telpon jenis nirkabel dan reguler!
Jawab:
1. Perhitungan rasio konsumsi sumberdaya untuk setiap aktivitas
a. Rasio penyetelan
Nirkabel: 20/30 = 0,67
Reguler: 10/30 = 0,33
b. Penanganan bahan baku
Nirkabel: 60/90 = 0,67
Reguler: 30/90 = 0,33
c. Penggunaan mesin
Nirkabel: 5.000/50.000 = 0,1
Reguler: 45.000/50.000 = 0,9
d. Pengujian
Nirkabel: 10.000/100.000 = 0,1
Teguler: 90.000/100/000 = 0,9
Aktivitas overhead Telpon Terlpon Penggerak aktivitas
nirkabel reguler
a. Penyetelan 0,67 0,33 Proses produksi
b. Penanganan bahan baku 0,67 0,33 Jumlah perpindahan
c. Penggunaan mesin 0,2 0,8 Jam mesin
d. Pengujian 0,1 0,9 Tenaga kerja langsung
2. Tarif untuk masing-masing aktivitas
a. Tarif penyetelan = 120.000,-/ 30 = 4000,- perproses
b. Tarif penanganan bahan baku = 60.000,-/ 90 = 666,67,- perperpindahan
c. Tarif penggunaan mesin = 100.000,-/ 50.000 = 2,- perjam mesin
d. Tarif pengujian = 80.000,-/ 100.000 = 0,8,- perjam tenaga kerja
langsung
3. Perhitungan Biaya produksi untuk telpon jenis nirkabel dan reguler
Komponen Nirkabel Reguler
Biaya utama 78.000,- 738.000,-
Biaya overhead:
a. Penyetelan:
4.000,- x 20 80.000,- -
4.000,- x 10 - 40.000,-
b. Penanganan bahan baku: -
666,67,- x 60 40.000,-
666,67,- x 30 - 20.000,-
c. Penggunaan mesin:
2,- x 5.000 10.000,- -
2,- x 45.000 - 90.000,-
d. Pengujian:
0,8,- x 10.000 8.000,- -
0,8,- x 90.000 72.000,-
Jumlah biaya 216.000,- 960.000,-
Unit produksi 10.000 100.000
Biaya produksi perunit 21,6,- 9,6,-
BAB V
MANAJEMEN BERDASARKAN AKTIVITAS
1. Gambaran Umum Konseptual
Akuntansi aktivitas adalah faktor penting untuk mengoperasionalkan perbaikan
berkelanjutan. Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) adalah pendekaan untuk
keseluruhan sistem yang terintegrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas
berbagai aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang
dicapai dengan mewujudkan nilai ini. ABC adalah sumber utama bagi ABM. Model
ABM memiliki dua dimensi yaitu dimensi proses dan dimensi biaya.
Dimensi biaya
Sumberdaya
Dimensi proses
Analisis Analisis
Aktivitas
efisiensi kinerja
Mengapa? Apa? Seberapa baik?
Produk dan
pelanggan
Gambar: Model ABM
Dimensi biaya memberikan informasi biaya mengenai berbagai sumberdaya, aktivitas
dan objek biaya yang menjadi perhatian seperti produk, pelanggan, pemasok dan
saluran distribusi. Tujuan dimensi biaya adalah memperbaiki akurasi pembebanan
biaya. Dimensi proses memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang
dilakukan dan seberapa baik aktivitas-akivitas tersebut dilakukan. Tujuan dimensi
proses adalah mengurangi biaya.
2. Implementasi ABM
ABM adalah sistem yang lebih komprehensif daripada sistem ABC. ABM
menambahkan pandangan proses pada pandangan biaya pada ABC. ABM melibatkan
ABC dan menggunakannya sebagai sumber informasi yang bertujuan untuk
memperbaiki pengambilan keputusan dengan menginformasikan biaya yang akurat
dan mengurangi biaya dengan mendorong serta mendukung berbagai proses
perbaikan berkelanjutan. Tujuan pertama adalah domain dari ABC sedangkan tujuan
kedua merupakan bagian dari nilai proses. Tujuan kedua membutuhkan data yang
lebih terperinci dari tujuan ABC dalam memperbaiki keakuratan pembebanan biaya.
Jika perusahaan ingin mengunakan ABC dan analisis nilai proses (process value
analysis- PVA) maka pendekatan dalam implementasinya haruslah dibentuk secara
hati-hati. contoh jika ABC menciptakan berbagai kelompok biaya agregat berdasarkan
teknik homogenitas atau perkiraan, banyaknya informasi aktivitas detail yang
mungkin tidak dibutuhkan. Akan tetapi untuk PVA berbagai perincian itu harus
didapat. Jadi jelas bahwa cara implementasi ABM adalah pertimbangan utama.
Model ABM
Perencanaan
sistem
Identifikasi, definisi
dan klasifikasi aktivitas
PVA ABC
Membuat Membebankan
penilaian atas isi biaya sumberdaya
aktivitas ke aktivitas
Menentukan akar Mengidentifikasi
penyebab masalah Mengurangi Memperbaiki ojek dan
biaya keputusan penggerak biaya
Membuat ukuran
kinerja aktivitas Menghitung tarif
aktivitas
Meningkatkan
profitabilitas
Mencari peluang
untuk perbaikan Membebankan
biaya ke objek
Gambar: Model Implementasi ABM biaya
Pada gambar model implementasi ABM menunjukkan tujuan keseluruhan ABM
adalah meningkatkan profitabilitas perusahaan. Tujuan ini dapat dicapai dengan
mengidentifikasi dan menyeleksi berbagai peluang untuk perbaikan serta
menggunakan informasi akurat untuk membuat keputusan yang lebih baik. Pada
gambar tersebut juga menunjukkan sepuluh langkah yang menentukan dalam
implementasi ABM: empat langkah berkaitan dengan ABC, empat langkah berkaitan
dengan PVA dan dua langkah umum.
Ada dua langkah yang sama antara ABC dan PVA yaitu a. Perencanaan sistem dan b.
Identifikasi, definisi, dan klasifikasi berbagai aktivitas.
a. Perencanaan sistem
Perencanaan sistem memberikan justifikasi untuk implementasi ABM dan
menjawab berbagai masalah berikut:
1. Sasaran dan tujuan sistem ABM
2. Posisi persaingan perusahaan saat ini dan yang diinginkan
3. Proses bisnis dan bauran produk perusahaan
4. Jadwal, tanggung jawab yang dibebankan dan sumberdaya yang dibutuhkan
untuk implementasi
5. Kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan, mempelajari, dan
menggunakan informasi baru.
b. Identifikasi, definisi, dan klasifikasi aktivitas
Identifikasi, definisi, dan klasifikasi berbagai aktivitasmembutuhkan perhatian
lebih banyak ABM daripada ABC. Kamus aktivitas haruslah meliputi perincian
berbagai pekerjaan yang membentuk setiap aktivitas. Mengetahui pekerjaan apa
saja yang membentuk suatu aktivitas merupakan hal yang sangat berguna untuk
meningkatkan efisiensi aktivitas yang bernilai tambah. Klasifikasi berbagai aktivitis
juga memungkinkan ABM untuk terhubung dengan berbagai usaha perbaikan
berkelanjutan seperti proses manufaktur just-in-time(JIT), manajemen kualitas
total (TQM) dan manajemen biaya kualitas lingkungan. Contohnya identifikasi
aktivitas yang berkaitan dengan kualitas dan lingkungan akan memungkinkan
manajemen perusahaan untuk memusatkan perhatian pada berbagai aktivitas
yang tidak bernilai tambah dalam kategori kualitas dan lingkungan. ABC juga
memberkan pemahaman lebih lengkap mengenai pengaruh biaya kualitas dan
lingkungan atasprosuk, proses dan pelanggan. Hal yang penting diketahui adalah
implementasi yang berhasil membutuhkan waktu dan kesabaran.
c. Penyebab kegagalan implementasi ABM
Sebagai sistem ABM bisa saja gagal dalam penerapan karena berbagai alasan.
Salah satu alasan utama adalah kurangnya dukungan dari manajemen tingkat
atas. Dukungan ini tidak hanya harus didapatkan sebelum melakukan proyek
implementasi tetapi juga harus dipertahankan.
3. ABM dan Akuntansi Pertanggung jawaban
Akuntansi pertanggung jawaban adalah alat fundamental untuk pengendalian
manajemn dan ditentukan melalui empat elemen penting yaitu pemberian tanggung
jawab, pembuatan ukuran kinerja atau bencmarking, pengevaluasian kinerja dan
pemberian penghargaan. Akuntansi pertanggung jawaban bertujuan memelihara
perilaku dalam cara tertentu sehingga seseorang atau kegiatan perusahaan akan
disesuaikan untuk mencapai tujuan bersama.
Akuntansi
pertanggung
jawaban
Tanggung jawab
dibebankan
Membuat ukuran
kinerja
Pengukuran
kinerja
Pemberian
penghargaan
berdasarkan
kinerja
multidimensional
Gambar: Model Sistem Akuntansi Pertanggung jawaban
Tiga jenis akuntansi pertanggung jawaban yaitu keuangan (fungsional), aktivitas dan strategi
yang berlaku pada praktik saat ini. Dalam bab ini hanya membahas sistem akuntansi
pertanggung jawaban berdasarkan keuangan (fungsional) dan berdasarkan aktivitas. Sistem
akuntansi berdasarkan strategi akan dibahas pada bab 16.
Sistem Akuntansi pertanggung jawaban berdasarkan keuangan (fungsional) memberikan
tanggung jawab pada berbagai unit perusahaan dan menyatakan berbagai ukuran kinerja
dalam bentuk keuangan. Sementara akuntansi pertanggung jawaban berdasarkan aktivitas
dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi pada lingkungan yang mengalami perbaikan
berkelanjutan. Kinerja diukur pada aspek keuangan dan non keuangan.
4. Perbandingan Pertanggung jawaban berdasarkan Keuangan dengan Pertanggung
jawaban berdasarkan Aktivitas.
a. Pemberian tanggung jawab
Tabel: Perbandingan Pemberian tanggung jawab
Pertanggung jawaban berdasarkan Pertanggung jawaban berdasarkan
Keuangan (fungsional) Aktivitas (proses)
1. Unit perusahaan (pabrik, 1. Proses (perbaikan proses,
departemen, lini produk) inovasi proses dan penciptaan
2. Efisiensi operasional lokal proses baru)
3. Akuntabilitas individu 2. Efisiensi keseluruhan sistem
4. Hasil keuangan 3. Akuntabilitas tim
4. Hasil keuangan
b. Penetapan Ukuran Kinerja
Tabel: Penetapan Ukuran Kinerja
Ukuran berdasarkan keuangan Ukuran berdasarkan aktivitas
1. Anggaran unit perusahaan 1. Standar berorientasi pada
2. Perhitungan biaya standar proses
3. Standar statis 2. Standar bernilai-tambah
4. Standar yang saat ini dapat 3. Standar dinamis
dicapai 4. Standar optimal
c. Evaluasi Kinerja
Tabel: Evaluasi Kinerja
Evaluasi kinerja berdasarkan keuangan Evaluasi kinerja berdasarkan aktivitas
1. Efisiensi keuangan 1. Pengurangan waktu
2. Biaya yang dapat dikendalikan 2. Perbaikan kualitas
3. Biaya aktual versus standar 3. Pengurangan biaya
4. Ukuran keuangan 4. Pengukuran tren
d. Pemberian Penghargaan
Tabel: Pemberian Penghargaan
Penghargaan berdasarkan keuangan Penghargaan berdasarkan aktivitas
1. Berdasarkan kinerja keuangan 1. Berdasarkan kinerja
2. Penghargaan individual multidimensional
3. Kenaikan gaji 2. Penghargaan kelompok
4. Promosi 3. Kenaikan gaji
5. Bonus dan pembagian laba 4. Promosi
5. Bonus, pembagian laba dan
keuntungan
5. Anaisis Nilai Proses
Analisi nilai proses adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertanggung
jawaban berdasarkan aktivitas. Analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai
aktivitas sebagai ganti pada biaya dan analisis ini menekankan pada maksimalisasi
kinerja keseluruhan sistem sebagai ganti kinerja individual. Analisis nilai proses
membantu mengubah berbagai konsep akuntansi pertanggung jawaban berdasarkan
aktivitas dari tingkat konseptual menjadi operasional. Analisis nilai proses berkaitan
dengan analisis penggerak, analisis aktivitas, dan pengukuran kinerja aktivitas.
a. Analisis penggerak: pencarian akar pemicu
Mengelola berbagai aktivitas membutuhkan pemahaman atas penyebab biaya
aktivitas. Setiap aktivitas terdiri dari input dan output. Input aktivitas adalah
berbagai sumberdaya yang dikonsumsi suatu aktivitas dalam rangka
menghasilkan outputnya. Output aktivitas adalah hasil atau [roduk dari suatu
aktivitas. Ukuran output aktivitas adalah jumlah suatu aktivitas dilakukan. Jadi
analisis penggerak adalah usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai
faktor yang merupakan akar pemicu dari biaya aktivitas.
b. Analisis aktivitas: Mengidentifikasi dan Menilai isi Nilai
Inti analisis nilai proses adalah analisis aktivitas. Analisis aktivitas adalah proses
untuk mengidentifikasi, menjelaskan dan mengevaluasi berbagai aktivitas yang
dilakukan perusahaan. Analisis aktivitas harus menunjukkan empat hasil yaitu:
aktivitas apa saya yang dilakukan, berapa banyak orang yang melakukan aktivitas
tersebut, waktu dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai
aktivitas dan penilaian atas nilai aktivitas bagi perusahaan termasuk saran dan
memilih dan mempertahankan berbagai aktivitas yang menambah nilai. Isi nilai
tambah dari aktivitas berkaitan dengan pengurangan biaya daripada
pembebanan biaya. Berbagai aktivitas tersebut dapat diklasifikasikan menjadi
bernilai tambah dan tak bernilai tambah.
1. Aktivitas bernilai tambah
Berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dalam bisnis
disebut sebagai aktivits bernilai tambah. Beberapa aktivitas bernilai tambah
dapat berkaitan dengan peraturan maupun diskresi. Jika berbagai aktivitas
bernilai tambah telah diidentifikasi selanjutnya dapat menetapkan biaya
bernilai tambahnya. Biaya bernilai tambah adalah berbagai biaya yang timbul
dari melakukan berbagai aktivitas bernilai tambah dengan efisiensi yang
sempurna.
2. Aktivitas tak bernilai tambah
Semua aktivitas selain berbagai aktivitas yang penting untuk tetap bertahan
dalam bisnis sehingga dipandang tidak perlu disebut aktivitas tak bernilai
tambah. Biaya aktivitas tak bernilai tambah adalah berbagai biaya yang
disebabkan oleh aktivitas tak bernilai tambah atau kinerja tidak efisien
aktivitas bernilai tambah. Contoh aktivitas tak bernilai tambah adalah
penjadwalan, perpindahan, wattu tunggu, pemeriksaan dan penyimpanan.
Tidak satupun dari aktivitas ini yang menambah nilai bagi pelanggan.
3. Pengurangan biaya
Perbaikan berkelanjutan membawa tujuan pengurangan biaya. Berbagai
usaha untuk mengurangi biaya dari berbagai produk dan proses yang ada
disebut perhitungan biaya kaizen. Perhitungan biaya kaizen memiliki ciri
perbaikan yang konstan dan meningkat atas berbagai proses dan produk
yang ada. Analisis aktivitas adalah elemen penting dalam perhitungan biaya
kaizen. Analisis aktivitas dapat mengurangi biaya melalui empat cara yaitu:
a. Eliminasi aktivitas. Berfokus pada aktivitas yang tidak bernilai tambah.
Jika aktivitas gagal menambh nilai telah diidentifikasi maka pengukuran
harus dilakukan untuk mengarahkan perusahaan mengeliminasi aktivitas
ini.
b. Pemilihan aktivitas. Melibatkan pemilihan berbagai rangkaian aktivitas
yang ditimbulkan oleh beberapa strategi yang saling bertentangan.
Bderbagai strategi yang berbeda dapat mengakibatkan aktivitas yang
berbeda.
c. Pengurangan aktivitas. Mengurangi aktivitas yang tak bernilai tambah.
d. Penyatuan aktivitas. Penyatuan aktovotas dapat meningkatkan efisiensi
dari berbagai aktivitas yang dibuthkan.
4. Pengukuran kinerja aktivitas
Pengukuran kinerja akivitas dapat diukur melalui bentuk keuangan dan
nonkeuangan. Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama
yaitu: efisiensi, kualitas dan waktu.
5. Ukuran kinerja aktivitas
Ukuran kinerja keuangan untuk efisiensin aktivitas meliputi: laporan biaya
bernilai tambah dan tak brnilai tambah, tren dalam laporan biaya aktivitas,
penetapan standar kaizen, bencmarking dan perhitungan biaya siklus hidup
6. Peritungan Biaya Pelanggan dan Pemasok Berdasarkan Aktivitas
a. Perhitungan biaya pelanggan berdasarkan aktivitas
Para pelanggan adalah objek biaya yang cukup berpengaruh. Manajemen atas
pelanggan dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan dalam laba.
Memiliki keanekaragaman pelanggan merupakan hal yang mungkin
sebagaimana memiliki keanekaragaman produk. Para pelanggan dapat
mengkonsumsi aktivitas penggerak pelanggan dalam proporsi yang berbeda.
Sumber keanekaragaman pelanggan meliputi beberapa hal seperti frekuensi
pemesanan, frekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan,
promosi serta kebutuhan rekayasa teknik. Mengetahui besarnya biaya untuk
pelanggan yang berbeda adalah informasi yang sangat pentinguntuk beberapa
tujuan seperti penentuan harga, penentuan bauran pelanggan, dan perbaikan
profitabilitas. Pembebanan biaya layanan pelanggan pada pelanggan dilakukan
dengan cara yang sama dengan biaya produksi dibebankan pada produk.
Aktivitas yang digerakkan pelanggan seperti memasukkan pemesanan,
mengambil pesanan, mengirim, melakukan tindakan penjualan, mengevaluasi
kredit pelanggan diidentifikasi dan dimasukkan dalam daftar kamus aktivitas.
Biaya sumberdaya yang dipakai dibebankan pada aktivitas dan biaya aktivitas
dibebankan pada setiap pelanggan.
b. Perhitungan biaya pemasaok berdasarkan aktivitas
Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas juga dapat membantu pimpinan dalam
mengidentifikasi biaya yang sebenarnya dari pemasok. Biaya pemasok lebih
banyak daripada harga pembelian komponen atau bahan yang dibutuhkan.
Sebagaimana halnya pelanggan, pemasok banyak mempengaruhi aktivitas
internalsuatu perusahaan dan meningkatkan biaya pembelian secara
signifikan.pandangan yang lebih tepat adalah biaya dihubungkan dengan
kualitas, keandalan dan waktu pengiriman ditambahkan pada biaya pembelian.
Kemudian pimpinan diminta untuk mengevaluasi para pemasok berdasarkan
biaya total, tidak hanya pada harga pembelian. Perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas adalah kunci penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian,
kualitas, keandalan dan kinerja pengiriman dari para pemasok. Pembebanan
biaya untuk aktivitas yang berhubungan dengan pemasok mengikuti pola yang
sama seperti perhitungan biaya pelanggan dan perhitungan harga poko produk
pada ABC. Aktivitas yang digerakkan oleh pemasok seperti membeli, menerima,
menerima komponen yang datang, mengerjakan ulang produk (komponen yang
cacat), mempercepat pengiriman produk (keterlambatan dari pemasok), dan
memperbaiki produk yang masih dalam masa garansi (karena komponen yang
cacat dari pemasok diidentifikasi dan dimasukkan daftar dalam kamus aktivitas.
Biaya sumberdaya yang dipakai dibebankan pada aktivitas, dan biaya aktivitas
dibebankan pada pemasok terkait.