Anda di halaman 1dari 22

ANALISA UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

NOVEL JAKARTA PENUH HANTU 3


KARYA MARIA ROSA

Penyusun:

Nama : Millano Suryo Prasetyo

Kelas : XII MIA 4

No. Absen : 18

Jalan Gardu No.31, Srengseng Sawah, RT.10/RW.2, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Srengseng
Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12630
Telepon: (021) 7271116
RINGKASAN NOVEL JAKARTA PENUH HANTU 3
Kumpulan kisah kisah horror yang ada di kota Jakarta yang dijadikan novel berawal
dari cerita TAKSI BERHANTU. “konon ada satu taksi berhantu yang berseliweran di Jakarta.
Penungunya sering mengganggu sang supir, sering pula mengganggu penumpang.”
Berawal dari seorang supir taksi laki-laki paruh baya yang bekerja membanting tulang
untuk keluarganya. Lalu, supir taksi tersebut mendapatkan seorang penumpang wanita. Sang
wanita tersebut berceloteh di kursi belakang. Penumpang tesebut melanjutkan obrolannya ke
sebuah kisah beberapa tahun silam. Kisah berdarah tentang pembunuhan seorang wanita di
dalam taksi. Menurut wanita tersebut pembunuhan kala itu dilakukan oleh supir taksi beserta
komplotannya sambil menunjuk tempat kejadian kala itu. Sang supir tersebut tersenyum sambil
mengangguk. Pembunujan kala itu sebenarnya dilakukan oleh sang supir taksi tersebut.
Penumpang wanita tesebut masih mengisahkan kejadian kala itu dan ceritanya sudah
sampai ketika si penumpang wanita mulai merasa ketakutan karena tiba-tiba dari arah belakang
taksi masuk dua orang laki-laki berjaket hitam dengan penutup wajah. Wanita itu langsung
menjerit histeris.
Penumpang wanita itu ingin keluar takut terlempar dari mobil, tapi di dalam dia terus
didesak sama dua laki-laki. Lalu sang penumpang memberitahu bagaimana rasanya perasaan
wanita itu yang disiska sebelum tewas mengenaskan...kasian...dia merintih.
Tak lama setelah dua laki-laki itu masuk kedalam taksi, mereka langsung
menondongkan senjata tajam kearah gadis tersebut. Sang supir taksi memang bagian dari
komplotan tersebut tapi yang ia butuhkan hanya harta dan benda wanita itu untuk biaya berobat
anak dari supir taksi itu, bukan darah maupun nyawanya.
Tak lama kemudian sang wanita berteriak histeris. Salah satu dari dua laki laki itu sudah
menarik celuritnya dan menggores kulit leher si wanita itu. Seluruh harta dan benda wanita itu
diambil semua dan tubuhnya dibuang di kali.
Tiba-tiba seekor kucing lewat didepan taksi. Dengan cepat sang supir menginjak pedal
rem dan meminta maaf kepada penumpang wanita tersebut karena mengerem mendadak.
Namun ketika sang supir melihat kebelakang sang penumpang tadi bercerita kini mengilang.
Setelah itu sang supir baru sadar. Wanita yang tadi bercerita itu mengetahui secara rinci semua
hal yang terjadi pada malam pembunuhan. Sang penumpang wanita tadi tahu di mana wanita
naas itu menyetop taksi. Ia tahu bagaimana proses pembunuhan kala itu, bahkan ia tahu dimana
tubuhnya dibuang. Tanpa berpikir panjang sang supir taksi tersebut langsung menginjak pedal
gas dengan kecepatan cukup tinggi. Namun tiba-tiba terlihat sesosok wajah perempuan seperti
menempel dijendela kanan taksi itu. Hantu wanita itu seperti berlari atau terbang menyamai
kecepatan taksi tersebut. Namun seketika itu sang supir tidak sengaja menabrak pembatas jalan
pada tengah malam itu.
Lalu cerita selanjutnya yaitu PENAMPAKAN di GRAND INDONESIA. “jangan
datang ke mal baru sebab mereka meminta tumbal.” Berawal dari dua orang pemuda, yaitu
Anwar dan Bejo yang berkhayal enaknya jadi orang kaya. Bagi orang kaya hujan adalah saat-
saat paling romantis. Tapi bagi kaum miskin seperti mereka, hujan adalah saat-saat untuk
mencari ember, tempayan, atau bak untuk menadah air bocoran.
Lalu kedua pemuda tersebut berpikiran ingin pergi ke mal orang orang kaya. Keesokan
harinya Anwar dan Bejo sudah mengenakan kaos dan cekana panjang jeans yang mereka
pinjam dari tetangga mereka untuk modal jalan-jalan hari ini. Kebetulan tetangga mereka
adalah tukang cuci. Tujuan mereka adalah mall Grand Indonesia. Mereka pergi menggunakan
transportasi TransJakarta. Setelah mereka sampai di mall tersebut, mereka berdecak kagum
melihat arsitektur bangunan gedung tersebut dan berusaha menikmatinya secara lebih elegan.
Tiba-tiba si Anwar ingin berjalan sendirian karena tidak mau dikata homo karena berjalan
bebarengan dengan si Bejo di tempat yang mewah ini.
Akhirnya mereka pun berpisah di depan pintu masuk GI. Anwar pergi kekanan
sementara si Bejo ke kiri. Sepanjang perjalan si Bejo tak berhenti hentinya memandangi
bangunan yang super megah ini. Dihiasi lampu warna warni yang menyala dengan cantik,
lengkap dengan berseliwerannya wanita-wanita cantik seperti bidadari.
Namun tiba-tiba seorang wanita cantik memanggil Bejo dengan sebutan mas dari
belakang. Saat Bejo menoleh kepalanya ke arah belakang, si Bejo kaget karena yang
memanggil adalah wanita muda yang berparas cantik. Setelah mengobrol sebentar, sang wanita
itu meminta untuk menemaninya. Dengan perasaan senang dan gembira, si Bejo setuju untuk
menemani wanita itu. Mereka pun berjalan beriringan sambil memperkenalkan diri. Nama
wanita tersebut adalah Cece. Nama yang cukup imut menurut si bejo. Baru beberapa langkah
si cece mengajak masuk ke dalam salon dan menyuruh si Bejo untuk duduk di ruang tunggu.
Tidak menunggu waktu lama, si Cece pun sudah selesai dan menurut si Bejo wanita itu
bertambah cantik dengan rambut sebahunya yang tertata rapi sesuai dengan wajahnya yang
tirus.
Bejo dan Cece pun kembali berjalan-jalan mengelilingi mal. Mereka naik keatas terus
hingga kelantai 5 dan berhenti sejenak lalu bersandar ke pagar pembatas. Mereka terdiam
sambil memandang ke bawah. Kemudian Cece berkata “Apa kamu mau menemaniku?” dengan
wajah yang sedih seperti ingin menangis. Si Bejo pun ingin menemani si wanita tersebut.
Lagian memang dari awal bertemu si Bejo sudah menemani Cece jalan-jalan mengelilingi mall
itu. Namum tiba-tiba Cece menggeleng lalu berjalan meninggalkan Bejo. Langkah kaki
kanannya dengan mantap keluar pagar pembatas. Cece sempat menoleh ke arah Bejo dengan
tatapan sedih. Bejo ingin menghentikan aksi bunuh diri Cece namun terlambat. Tubuh cece
pun terjun dan terjatuh kelantai empat lalu tersangkut eskalator dengan kepalanya pecah
mengantam batas terluar eskalator.
Dengan cepat Bejo berlari kearahnya dan berteriak dengan kencang. Semua orang
memandangi Bejo dengan heran. Namun Bejo tidak peduli. Ketika Bejo berteriak kembali,
tiba-tiba terdengar suara dari belakang. Ketika Bejo menoleh kebelakang, benar saja, Cece
dengan kepala pecah bersimbah darah dan debu tengah berdiri dibelakang Bejo. Cece
mengangkat tangan dan berharap Bejo bisa menyambut uluran tangan penuh luka itu.
Seketika itu Bejo pun berlari menuju eskalator dan turun kebawah. Ketika berpegangan
di eskalator Bejo merasakan tangannya seperti menyentuh suatu cairan yang kental dan sedikit
lengket. Ketika Bejo melihat ternyata tangannya terkena lumuran darah. Bejo tetap terus
berlari. Tapi ketika melihat keatas, Cece berdiri dengan tubuh pucat dan berlumur darah. Cece
pun tersenyum kearah Bejo.
Bejo mempercepat langkah kakinya. Tiba-tiba Bejo menabrak tubuh seseorang.
Ternyata yang menabraknya itu adalah Anwar. Mereka berdua berpikiran ingin pulang
sekarang karena tidak suka jalan-jalan di mal ini. Seram katanya.
Akhirnya mereka pun berlari menuju pintu keluar mal. Di perjalan pulang, Anwar
mengisahkan pengalamannya ketika di GI tadi. Ternyata sama seperti Bejo, Anwar juga
mengalami kejadian mistis disana. Tidak lama setelah berpisah dengan Bejo tadi tiba-tiba
Anwar diajak pergi oleh seorang laki-laki bule. Ia diajak berkeliling-keliling hingga ke
parkiran. Ketika disana tiba-tiba laki-laki itu meninggalkan seorang diri.
Anwar pun kelimpungan mencari jalan keluar di tengah parkiran yang baginya
merupakan tempat antah berantah itu. Ditengah kebingungan tiba-tiba laki-laki bule tadi datang
dengan wujud yang sangat menyeramkan.matanya merah, wajahnya pucat dan penuh dengan
darah.
Beberapa hari kemudian mereka pun tahu sebuah kenyataan yang pernah terjadi disana.
Beberapa waktu yang lalu ternyata pernah ada seorang wanita dan pria bunuh diri disana. Si
wanita bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai 5 sementara si pria bunuh diri di
tempat parkir. Apakah mereka itu adalah sosok yang mereka lihat kala itu. Bejo menyadari
bahwa berkelimpahan harta tak juga membuat manusia bisa merasa bahagia. Beberapa dari
mereka bahkan menderita ketika hidup, ketika mati, dan setelah kematiannya.
Lalu cerita selanjutnya yaitu bab TEROWONGAN CASSABLANGKA. Berawal dari
dua orang pemuda bernama Toni dan Armand yang baru selesai latihan band di daerah
mampang. Mereka berdua menaiki mobil Armand menyetir dan si Toni duduk di bagian
belakang. Tiba-tiba Armand mengklakson dengan keras dan menginjak rem mendadak. Toni
bertanya, kenapa ia mengerem mendadak sambil membuang ludah ke luar jendela. Tiba-tiba
Armand berteriak “lain kali hati-hati, Nek!” beruntung si Armand menyetir dengan pelan.
Pepatah jawa mengatakan alon-alon asal kelakon. Benar saja buktinya kalau armand
tidak memacu mobil dengan pelan, mungkin nenek dan anak kecil tadi sudah tergilas mobil
mereka. Akhirnya, mereka sampai dirumah Toni. Armand langsung memacu mobilnya dan tiba
tiba Toni melihat bayangan dua kepala menyembul di bangku tengah mobil armand. Satu
kepala lebih tinggi sementara kepala lainnya lebih rendah. Toni pun langsung mengucek
matanya dan mungkin itu hanya halusinasinya saja.
Keesokan harinya mereka kembali latihan band dan toni melewati jalan yang sama
seperti kemarin. Kini Toni pulang sendirian karena motornya yang rusak kini sudah selesai
diperbaiki. Sekitar pukul 23.30 Toni melewati terowongan cassablangka seorang diri. Baru
memasuki terowongan tiba-tiba pandangan toni seperti tertutup sesuatu yang membuatnya
tidak bisa melihat jalanan didepannya. Toni berusaha mengerem untuk memperlambat laju
motornya. Namun, Toni beserta motornya menabrak trotoar yang membuatnya terlempar dan
menubruk dinding dengan posisi tengkurap. Setelah kejadian itu pandangannya pulih kembali
namun Toni tidak bisa menggerakan badannya dan kakinya pun patah akibat kecelakaan
barusan. Tiba-tiba ada sesosok wanita cantik dengan gaun merah keluar begitu saja dari dinding
terowongan. sosok itu berjalan pelan menuju ketengah jalan dengan kakinya yang melayang.
Dengan perlahan kepalanya menengok kearah Toni. Toni pun berusaha berteriak namun tidak
bisa, ingin bangun pun juga tidak bisa. Dengan satu gerekan yang cepat wanita itu menembus
diding di sebrangnya. Toni pun berusaha beteriak meminta pertolongan pada kendaraan yang
lewat, namun tak ada satu pun yang berhenti untuk menolongnya. Toni seperti tak terlihat sama
sekali. Selang beberapa waktu seorang kakek-kakek berjalan seorang diri dan membantu Toni.
Anehnya, setelah kakek itu menolong toni kini banyak warga sekitar dan pengendara lain yang
lewat membantu toni. Dan salah satu warga menelpon ayahnya Toni.
Beberapa hari berselang setelah kecelakaan itu, pamannya Toni bertanya apakah
sebelumnya Toni pernah melewati jalan itu. Lalu pamannya toni menjelaskan bahwa ada
penunggu situ yang tidak suka dengan Toni. Pamannya toni lalu bertanya lagi apakah toni
pernah buang air sembarangan, meludah atau semacamnya. Toni pun mengingat-ingat kembali
dan kebetulan ada Arwand disitu. Toni pun bertanya, ”Nenek dan anak kecil nyebrang waktu
itu pas dijalan apa ya? yang lu mgerem mendadak.” Arwand pun menjawab bahwa itu berada
pas di Terowongan Cassablangka.
Keeseokan harinya Toni, ayanya toni, pamannya toni dan Arwand pergi menuju
Terowongan Cassablangka sesuar saran pamannya toni. Mereka meletakan bunga dan air untuk
membersihkan ludahnya Toni yang tidak sengaja dia buang ditempat ini. Secara tidak sengaja
Toni melihat sosok kakek-kakek yang menolongnya kala itu yang sedang menghadap
kedinding. Belum sempat toni memanggilnya, tiba-tiba sosok kakek itu berjalan menembus
dinding Terowongan Cassablangka dan menghilang.
Lalu cerita pada bab MUSEUM BANK INDONESIA. “masa lalu tidak akan pernah
bisa pergi dan berlalu begitu saja dengan mudah. ‘Mereka’ bagai berkas-berkas yang
tersimpan utuh dan rapi. Sesekali mereka akan bergentayangan mengenang masa-masa yang
telah berlalu”. Berawal dari tukang ojek bernama Adam yang sedang berkumpul dengan
tukang ojek lainnya pada hujan rintik-rintik malam itu. Dari kejauhan ada seorang wanita yang
memanggil tukang ojek itu untuk mengantarinya kesuatu tempat.
Beberapa menit berlalu mereka tidak juga sampai ke tempat tujuan wanita tersebut.
Adam pun curiga lalu dia menanyakan tujuannya sang gadis itu. Sang wanita itu mengatakan
ingin pergi kerumah sakit. Yang Adam ketahui jalan yang ia lalui adalah jalan menuju Museum
Bank Indonesia. Setelah sampai, Adam terdiam sambil memandang bangunan tersebut.
Banguan tua dengan banyak jendela sekilas mamang mirip dengan rumah sakit, namun adam
masih belum percaya sebab sepengetahuannya tidak ada rumah sakit di sekitar sini.
Sang wanita itu meminta Adam untuk mengantarkannya masuk kedalam. Adam yang
masih memperhatikan bentuk bangunan rumah sakit itu pun mengangguk. Baru melangkah
kaki menuju gerbang tiba-tiba seseorang memanggil adam dari belakang. Seseorang itu pun
langsung bertanya ke Adam apa yang dia lakukan malam-malam ditempat seperti itu. Ternyata
itu adalah teman satu pangkalan ojeknya, yaitu Ujang namanya. Adam menjawab bahwa ia
ingin mengantarkan seorang wanita masuk kerumah sakit. Ujang pun heran karena tidak ada
siapa-siapa disamping Adam. Ketika adam menoleh kearah wanita itu, ternyata benar tidak ada
seorang pun selain Adam dan Ujang.
Lalu Ujang bertanya apa yang dia lakukan malam-malam ke museum. Adam pun kaget
karena wanita tadi bilang bahwa ini adalah rumah sakit. Adam pun segera lari kemotornya dan
menancap gas. Sekilas tanpa sengaja menoleh, di salah satu jendela museum tersebut ia melihat
seorang wanita berdiri mamatung tanpa ekspresi. Akhirnya kedua tukang ojek itu kembali ke
pangkalannya. Setelah sampai dipangkalan Adam pun mengisahkan apa yang ia alami tadi.
Ternyata dari tadi teman-teman Adam melihat beberapa kali Adam bolak-balik melewati
pangkala namun tidak dengar saat dipanggil. Ujang yang merasa curiga memutuskan mengejar
adam yang menuju ke arah museum.
Lalu tukang kopi yang ada di pangkalan tersebut menjelaskan memang benar gedung
yang dibangun sekitar tahun 1828 itu memang awalnya merupakan rumah sakit Binnen
Hospital, lalu digunakan menjadi sebuah bank yaitu De Javashe Bank (DJB) pada tahun yang
sama. Alhasil banyak karyawan dan pasien yang terlantar dan kecewa. Beberapa pasien bahkan
tewas karena kesulitan mencari rumah sakit pengganti.
UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL
I. Tema
Temanya adalah menceritakan kumpulan kisah-kisah seram yang tersebar di hampir seluruh
Jakarta. Contohnya terdapat pada halaman 110.
Alasan atau penjelasan: Rentetan sejarah yang menyedihkan pernah terjadi di Jakarta. Ratusan,
bahkan ribuan orang mati. Ibukota pun pernah merah, menjadi lautan darah. Kini darah itu
mengering. Menjadi hitam. Menjadi kelam.
II. Alur
a. Maju
Alur Maju terdapat pada halaman 95. Halaman ini menjelaskan bagaimana kehidupan
sehari-hari dimulai dari bangun tidur.
b. Mundur
Alur mundur terdapat pada halaman 91. Halaman ini mengingatkan Toni tempat
dimana ia terjatuh dan ditolong oleh seorang kakek-kekek
c. Campuran
Alur Campuran terdapat pada halaman 179. Halalam tersebut tukang kopi bertanya
kepada seorang bapak-bapak dimana letak bapak menaruh anaknya yang sedang sakit.
Lalu tukang kopi menjelaskan bahwa gedung itu bekas rumah sakit pada tahun 1828.
III. Latar
a. Latar waktu
Terdapat pada halaman 85. Halaman tersebut memaparkan pukul setengah dua belas
tengah malam.
b. Latar tempat
Terdapat pada halaman 85. Halaman tersebut memaparkan tempat di Terowongan
Cassablangka.
c. Latar suasana.
Terdapat pada halaman 85. Halaman tersebut memaparkan suasana yang
menegangkan karena pandangannya seperti tertutup sesuatu.
IV. Penokohan
a. Antagonis
Terdapat pada halaman 13. Pada halaman tersebut menjelaskan Jeki membunuh
seorang perempuan untuk mengambil harta dan benda milik perempuan tersebut.
b. Protagonis
Terdapat pada halaman 89. Halaman ini menjelaskan bahwa ada seorang laki-laki
paruh baya yang menolong korban kecelakaan akibat ulang makhluk halus.
c. Tritagonis
Terdapat pada halaman 205. Halaman ini menjelaskan seorang wanita menyuruh sang
pria untuk menggigit telunjuk jari tangannya karena ia telah menunjuk sebuah kuburan.
V. Sudut Pandang
Pada novel ini menceritakan Sudut pandang Orang ketiga serba tahu yang menjadi dominan
berceritanya. Terdapat pada halaman 49.
VI. Gaya Bahasa.
 Majas Hiperbola : terdapat pada halaman 205. Terdapat kalimat “hanya isapan
jempol belaka” yang berarti hanya kabar yang tidak benar.
 Majas Metafora : terdapat pada halaman 82. Karena menjelaskan seorang laki-
laki yang kutu buku yang berarti suka membaca.
 Majas Simile : terdapat pada halaman 51. Pada halaman ini menjelaskan
seorang wanita yang cantik bagaikan bidadari.
VII. Amanat
 Setiap tempat pasti ada penunggunya. Jadi iman kita harus tetap kuat, selalu ingat
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berdoa kepadanya
 Sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya berdoa dahulu dan selalu memerisa
kondisi kendaraan sebelum berpergian
 Sahabat terbaik itu selalu ingin membantu, bahkan di saat ia seharusnya sudah tidak
bisa berbuat apa-apa
 Bila anda berkeluh kesah hanya karena masalah yang seujung kuku, maka kenanglah
perjuangan para pahlawan di Indonesia ini.
 Didunia ini kita tidak hidup sendirian. Kita hidup berdampingan dengan makhluk
ciptaan tuhan yang lainnya juga
 Jangan langsung percaya kepada orang yang baru kita kenal/bertemu. Mungkin dia
memiliki niat jahat kepada kita.
UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK NOVEL

Nilai-nilai moral yang terkandung dalam novel Jakarta Penuh Hantu 3


1. Nilai Toleransi
Pada halaman 89 terdapat seorang laki-laki setengah baya yang membantu korban
kecelakaan.
2. Nilai Budaya
Pada halaman 84 menjelaskan bagaimana nasihat dari leluhurnya