Anda di halaman 1dari 5

Pembangunan Lingkar Nagreg – Konstruksi Semi Tunnel

Iwan Zarkasi
Kepala Sub Direktorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus
Anton Husen Purboyo
Staf Sub Direktorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus
Aidy Nurdimansyah
Staf Sub Direktorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus

ABSTRAK: Jalan lingkar Nagreg sebagai salah satu solusi untuk mengurai adanya kemacetan arus lalu lintas
yang melintasi kawasan Nagreg, dihadapkan adanya permasalahan mengenai batasan grade maksimum
sebesar 10%. Penyelesaian dilakukan dengan membelah gunung untuk mencapai batasan geometrik yang
disyaratkan tersebut. Penggalian menggunakan giant breaker serta penggunaan CCSP setinggi 15 m dan
pemasangan balok melintang secara selang seling pada Sta. 1+925 sampai dengan Sta. 2+550 menjadikannya
cukup unik dan sekarang dikenal sebagai konstruksi semi tunnel.
Kata Kunci: giant breaker, CCSP, semi tunnel

1 PENDAHULUAN Perkembangan wilayah/kota akan


menyebabkan peningkatan jumlah penduduk
Sektor transportasi memainkan peranan serta aktifitasnya. Selain itu juga
penting dalam membantu perkembangan perkembangan wilayah/kota diharapkan dapat
perekonomian daerah yang sedang tumbuh dan mendukung perkembangan dan kemajuan
memberikan akses kepada daerah-daerah yang daerah-daerah di sekitarnya, sehingga efek
mempunyai potensi yang besar untuk yang terjadi memerlukan adanya sarana dan
berkembang. prasarana transportasi yang baik dan cukup
Keberhasilan program-program pembangunan memadai. Hal ini sangat penting karena untuk
yang telah dilakukan oleh pemerintah merealisasikan keseimbangan antara pusat-
belakangan ini telah berhasil meningkatkan pusat perkembangan dengan rencana
standar hidup penduduk. Konsekuensi atas pembangunan daerah.
keberhasilan tersebut terhadap pelayanan jasa Selain itu volume perjalanan ruas jalan
transportasi khususnya transportasi jalan raya Bandung – Garut/ Tasikmalaya sudah cukup
adalah meningkatnya permintaan penyediaan tinggi karena ruas ini juga merupakan salah
jasa angkutan yang makin meluas dan dengan satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah
kualitas yang makin meningkat pula. Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Untuk
Perkembangan dan pertumbuhan suatu mengatasi kondisi tersebut maka perlu dibuat
wilayah/kota terjadi akibat adanya kemajuan jalan alternatif khususnya di sekitar ruas jalan
dari beberapa faktor antara lain faktor nagreg yang terkenal dengan tanjakannya.
ekonomi, industri, dan pariwisata. Kemajuan
faktor-faktor tersebut harus diikuti pula
dengan perbaikan maupun pengadaan sarana 2 LATAR BELAKANG
dan prasarana yang cukup memadai, sehingga
akan didapat suatu perkembangan kota yang Pembangunan jalan lingkar Nagreg ini sendiri
sebanding dan pada akhirnya masyarakat akan dilatarbelakangi beberapa permasalahan yang
menikmati arti dari perkembangan tersebut. dirasakan mendesak untuk segera diselesaikan.
Faktor-faktor permasalahan tersebut antara Serta dibangunnya terowongan (Semi Tunnel)
lain adalah: pada Sta. 1+925 sd Sta. 2+550, pembangunan
1. Beban lalu lintas yang semakin meningkat semi tunnel ini dilakukan untuk mencapai
terutama pada saat hari-hari raya grade maksimum 10% serta mengingat elevasi
keagamaan, akhir pekan serta libur panjang; tidak dapat diturunkan lagi dimana adanya
2. Kemiringan jalan eksisting yang terlalu batasan elevasi di titik awal dan adanya
tajam, lebih dari 10%, menyebabkan sering pembangunan 2 (dua) buah jembatan yaitu
terjadinya kecelakaan. Jembatan Citiis dan Jembatan Ciherang.
Salah satu alternatif penyelesaiannya adalah Dimana elevasinya tersebut sudah mengikat
melalui pembangunan jalan lingkar Nagreg ini, dan dikarenakan pada Jembatan Citiis tersebut
sehingga akan terjadi adanya pembagian beban akan dibangun underpass mempertimbangkan
arus lalu lintas terutama pada saat volume lalu adanya lintasan jalan kereta api di atasnya
lintas melalui puncaknya. yang dibangun sejak zaman Belanda dan
Beberapa manfaat yang diharapkan dari elevasinya tidak boleh di ganggu. Dan terikat
adanya pembangunan jalan lingkar Nagreg ini juga di elevasi akhir dari Jalan Lingkar Nagreg
antara lain adalah: ini.
1. Akan mengurangi tingkat dan keparahan Bila tidak di bangun Semi Tunnel, tetapi
kecelakaan lalu lintas dengan adanya dengan pembangunan jalan biasa, maka grade
alternatif jalan baru Lingkar Nagreg; minimum yang di dapatkan masih berkisar
2. Mengurangi beban lalu lintas pada jalan 15%. Hal ini tidak memenuhi persyaratan
lama (jalan eksisting); geometrik pembangunan jalan baru.
3. Masyarakat sebagai pengguna jalan dapat
lebih nyaman dan aman melewati jalan
Lingkar Nagreg dengan jalan yang 3 STABILITAS GALIAN TINGGI &
dibangun sesuai persyaratan yang ada. DINDING PENAHAN TANAH
Perencana awal pembangunan Jalan Lingkar
Nagreg dari Satuan Kerja Perencanaan dan Skema penurunan tanjakan lingkar Nagreg
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa yang semula 18% menjadi 10% dilakukan
Barat di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan dengan dengan cara menggali tebing hingga
Nasional Jakarta. Khusus untuk timbunan kedalaman 50 meter dengan alat berat yang
Bronjong Berekor dibantu oleh Tim dari dinamakan Giant Breaker dengan skema
Maccaferi. Dan untuk Perencana penggalian miring dari sisi kiri dan kanan.
pembangunan Terowongan (Semi Tunnel) Selain itu, dilakukan juga penggalian dengan
dibantu dari tim perencana Katahira Jepang. skema lurus ke bawah sedalam 10 meter. Dari
Pada makalah ini, pembahasan akan penggalian mencapai kurang lebih 60 meter
difokuskan pada penggunaan Corrugated Sheet tersebut, galian membentuk jalan membelah
Pile sebagai dinding tembok penahan dinding gunung yang di kiri dan kanan terdapat
konstruksi semi tunnel di ruas jalan lingkar dinding tebing setinggi 60 meter. Dari 60
Nagreg pada Sta. 1+925 sampai dengan Sta. meter itu, 10 meter dinding kiri dan kanannya
2+550. dipasang balok beton yang di pasang
Pekerjaan utama Pembangunan Jalan Lingkar berderetan. Hal itu dilakukan untuk mencegah
Nagreg adalah pembangunan jalan yang pelapukan batu dari dinding akibat cuaca,
memotong daerah pegunungan sehingga untuk khususnya hujaan. Batuan yang terdapat di
mendapatkan trase jalan dilakukan pekerjaan dinding tersebut diperkirakan terbuat dari
galian dan timbunan yang cukup dalam dan erupsi gunung yang menyemburkan abu
untuk pekerjaan timbunan yang mencapai vulkanik kemudian mengendap selama jutaan
kedalaman 30 meter digunakan bronjong tahun dan akhirnya mengeras. Dengan begitu,
berekor yang disusun secara hampir vertikal saat pengendara melintasi jalan tersebut bisa
dari Maccaferri, terdapat pembangunan 2 buah terhindar dari bahaya longsor. Jalan membelah
jembatan yaitu Jembatan Citiis pada Sta 3+374 gunung itu di bagian atasnya kemudian
dibangun secara underpass dikarenakan di atas dipasang balok tapi tidak berderetan,
jembatan terdapat lintasan jalan kereta api melainkan adanya jarak 2 meter antara tiap
yang dibangun sejak zaman Belanda, dan balok.
Jembatan Ciherang pada Sta. 4+625 yang Pada bagian ini akan dilakukan perhitungan
dibangun overpass. mengenai stabilitas galian tinggi serta
kapasitas penampang dari dinding penahan
tanah yang menggunakan Corrugated Concrete Karakteristik geometri penampang CCSP
Sheet Pile. Perhitungan dilakukan dengan tersebut diperlihatkan pada tabel di bawah ini.
menggunakan software Plaxis. Kajian
parametrik akan dilakukan dengan melakukan Tabel 2. Data geometri CCSP.
variasi pada tinggi muka air tanah untuk
Parameter Satuan Volume
melihat seberapa besar perubahan faktor
keamanan yang ada. Modulus Elastis MPa 29725.410
Poisson ratio 0.2
2
Kohesif kN/m 513
3.1 Input Data
Luas mm2 183540.000
Berdasarkan informasi yang didapat, pada
Keliling mm 3119.798
umumnya tanah asli di sekitar jalan lingkar
4
Nagreg merupakan tanah berpasir dan Momen Inersia, x mm 3533629500.000
mengandung lempung (Sandy Clay).
Parameter data tanah yang digunakan dalam Material beton dimodelkan dengan
pemodelan numerik tersebut diperlihatkan menggunakan material Mohr-Coulomb.
pada tabel di bawah ini. Nilai-nilai tersebut selanjutnya digunakan
sebagai input data dalam melakukan
Tabel 1. Parameter data tanah. perhitungan.
Parameter Nilai
Pasir 3.2 Hasil Perhitungan
Berat jenis 17 kN/m3
Kohesif, c 5 kN/m2 Hasil perhitungan dari setiap tahap penggalian
dan pemasangan sheet pile tersebut
Sudut geser,  35
diperlihatkan di bawah ini.
Poisson ratio 0.3
Lempung
Berat jenis 20 kN/m3
Kohesif, c 180 kN/m2
Sudut geser,  10
Poisson ratio 0.3
Untuk memodelkan material tanah tersebut,
maka elemen material yang digunakan adalah
material Soil Hardening.
Sedangkan profil dari CCSP yang digunakan
diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gbr. 2. Model numerik dari penampang semi


tunnel

Penggalian dibagi kedalam beberapa tahap


penggalian, yaitu:
1. Penggalian pada bagian tebing di atas
penampang tunnel (semi tunnel);
2. Penggalian pada bagian penampang
Gbr. 1. Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) terowongan yang dilanjutkan dengan
yang digunakan (fc’ = 40 MPa). pemasangan CCSP dan persiapan pekerjaan
Tinggi rata-rata CCSP yang digunakan sebagai lapis permukaan;
dinding tunnel adalah  13 m, sementara 3. Pemasangan balok melintang pada bagian
panjang tertanamnya  2 m. Untuk menahan atas.
tekanan lateral akibat beban pasif dari tanah, Hasil dari perhitungan untuk masing-masing
pada bagian atas CCSP tersebut dipasang tahap tersebut adalah sebagai berikut:
balok melintang yang akan menyalurkan
beban lateral tersebut ke dinding-dinding yang
berhadapan.
Tabel 3. Angka keamanan untuk setiap tahap
konstruksi.
No. SF Deformasi Tahap
(cm)
1. 1.125 16.4 Pembukaan lapisan
tanah asli
2. 1.575 48.6 Pembukaan lapisan
tanah hingga
kedalaman final dan
pemasangan CCSP
3. 0.345 46.7 Kondisi final dengan
muka air tertinggi
4. 1.166 51.4 Kondisi final dengan
muka air terendah Gbr. 5. Penutupan dinding Semi Tunnel
terhadap kontak dengan udara.

Pada umumnya besar faktor keamanan yang


didapatkan adalah lebih besar daripada 1.
Kecuali untuk kasus ketiga dimana muka air
tanah berada pada kondisi paling tinggi. Hal
ini berarti pengaruh tekanan pori akan
memiliki pengaruh dominan terhadap
kestabilan lereng, diperlukan adanya sistem
drainase yang baik sehingga dapat
memfasilitasi adanya pembuangan aliran air
tanah tersebut. Metode lainnya yang dapat
digunakan adalah penutupan muka penggalian
Gbr. 3. Hasil perhitungan model Semi Tunnel jalan sesegera mungkin untuk mencegah adanya
lingkar Nagreg. kontak terlalu lama dengan udara luar. Apabila
kontak dengan udara luar terlalu lama
dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya
pelapukan (weathering rock).
Penggunaan balok melintang di daerah kepala
CCSP akan menyebabkan peningkatan faktor
keamanan sebesar 40%, dimana semula 1.125
menjadi 1.575.

4 KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik


kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembuatan galian tinggi ini diakibatkan
Gbr. 4. Pelaksanaan konstruksi dinding Semi adanya pembatasan kemiringan jalan
Tunnel menggunakan Giant Breaker. sebesar 10%, pemilihan metode penggalian
serta penanganan masalah stabilitas
longsoran dilakukan dengan menggunakan
Giant Breaker dan perlindungan muka
penggalian;
2. Tekanan pori air memiliki pengaruh
dominan terhadap stabilitas lereng dinding
penahan tanah;
3. Penggunaan balok melintang meskipun
tidak secara penuh menutupi bagian atas
konstruksi Semi Tunnel tersebut akan
meningkatkan faktor keamanan sebesar DAFTAR PUSTAKA
40%;
4. Pemasangan lapisan penutup (cover) pada Ardiaca, D.H. 2009. Mohr-Coulomb parameters for
kupasan dinding tergali dilakukan untuk modelling of concrete structures. PLAXIS Bulletin,
mencegah pelapukan pada batuan, dimana Netherland (p. 12 – 15)
Brooks, H, 2010, Basics of Retaining Wall Design,
hal ini merupakan kekhasan dari jenis HBA Publications, Inc
batuan tuffa; Dardak, A. H, 2013, Dukungan Kementerian PU
Demikian beberapa hal yang dapat kami terhadap Program Prioritas Nasional, Kementerian
sampaikan, mudah-mudahan informasi yang PU
disajikan dalam makalah ini dapat dijadikan PLAXIS V. 8, Reference Manual
bahan pembelajaran dalam pengembangan
teknologi konstruksi terowongan jalan.