Anda di halaman 1dari 6

7 Jenis Agunan yang Bisa Diajukan di

Indonesia
Anda sedang membutuhkan pinjaman dengan plafon yang besar? Jadikan saja Kredit
Multiguna sebagai solusi masalah tersebut. Memang, produk itu sangat
direkomendasikan bagi Anda yang mencari pinjaman dana dalam jumlah
besar. Namun, apa semudah itu mendapatkannya?

Tidak! Ada syarat utama yang mesti dipenuhi yaitu punya aset untuk dijadikan
agunan. Masalahnya, tidak semua aset bisa dijadikan jaminan, bank atau lembaga
pinjaman lain memiliki kriteria jenis barang yang bisa mereka terima.

Di Indonesia sendiri, barang yang sering dijadikan jaminan Kredit Multiguna adalah
mobil, tanah, dan bangunan. Itu cukup realistis, karena nilai kedua aset tersebut cukup
besar. Dengan begitu Anda sudah tahu bahwa Anda dapat mengajukan pinjaman
dengan cara Gadai BPKB Motor, Gadai BPKB Mobil, atau Gadai Sertifikat Rumah.

Seperti Apa Kriteria Barang Yang


Dijadikan Agunan?
Sama seperti halnya kita yang tidak boleh sembarangan mencari lembaga pemberi
kredit, bank juga tidak mau sembarangan menerima aset yang ditawarkan untuk
menjadi jaminan. Ada sejumlah kriteria yang biasanya dilihat bank untuk menilai
apakah barang tersebut pantas dijadikan agunan atau tidak, diantaranya:

 Punyai nilai ekonomis, di mana aset dapat dinilai dengan uang dan dapat
dijadikan uang.
 Marketable, di mana kepemilikan barang dapat dipindahtangankan dari
pemilik awal kepada pihak lain.
 Punyai nilai yuridis, maksudnya dapat diikat secara sempurna berdasarkan
ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga bank memiliki
hak didahulukan terhadap hasil likuidasi aset tersebut.

Jenis-Jenis Aset yang Bisa Diagunkan


Sebenarnya, ada banyak aset yang bisa dijadikan agunan. Sementara di Indonesia
sendiri, ada beberapa jenis aset yang dianggap bank layak dijaminkan kepada bank.
Apa saja? Ini dia.

1
1. Produk Properti

Ada banyak jenis properti yang bisa diagunkan di Indonesia, seperti rumah dan tanah.
Anda cukup menyerahkan sertifikat tanah, rumah, ruko, gudang, bahkan gedung
untuk ditawarkan kepada pihak bank. Namun, tidak sembarangan properti yang
dianggap layak ambil. Di samping itu, nilainya pun biasanya akan disesuaikan dengan
kondisi aset saat ini dan situasi lingkungan yang ada disekitarnya.

Sebagai contoh, Anda ingin mendapat dana KMG dengan menjaminkan rumah.
Namun ternyata ketika disurvei bank, kondisinya sudah tidak layak huni dan kurang
dapat diakses dengan kendaraan. Maka nilai taksir yang ditawarkan juga akan turun.
Karena itu, Anda harus bisa meyakinkan kreditur bahwa properti yang mau
dijaminkan memang bagus.

Untuk rumah, rata-rata plafon kredit yang ditawarkan sekitar Rp100 juta sampai di
atas Rp2 miliar dengan tenor bervariasi mulai dari 2 sampai 10 tahun.

2
2. Mobil dan Kendaraan Lainnya

Di Indonesia, kendaraan sudah sangat umum dijadikan agunan Kredit Multiguna.


Biasanya, kendaraan yang sering diagunkan adalah motor, mobil, truk, dan lainnya.

Khusus untuk mobil, nilai taksir tertinggi yang ditawarkan rata-rata Rp100 juta
dengan tenor maksimal 5 tahun, jarang ada yang melebihi angka tersebut kecuali
mobilnya memang sangat mahal. Karena, mobil sebenarnya bukanlah barang
investasi, karena itu nilainya akan terus turun dari tahun ke tahun.

Untuk persyaratannya, bank sering meminta jaminan BPKB asli, STNK, dan kunci
kendaraan. Di samping itu, mobil yang bisa diagunkan biasanya yang berusia tidak
lebih dari 10 tahun.

3. Logam Mulia

3
Logam mulia, terutama emas merupakan salah satu jenis agunan kredit yang paling
sering digunakan di Indonesia. Pada umumnya, masyarakat menjaminkan emasnya di
pegadaian milik pemerintah untuk mendapat sejumlah dana. Selain bunganya yang
ringan, emas juga mudah diuangkan. Karena sudah ada ukuran harganya.

Namun, bagi Anda yang ingin menggadaikan mas kawin, biasanya nilainya hanya
sekitar 70-80% dari harga asli saja. Karena biasanya pegadaian hanya menghitung
berat emasnya saja, tidak desain atau lainnya.

4. Kapal dan Pesawat

Jenis agunan ini bisa dibilang cukup mencengangkan. Karena yang diberikan
bukanlah barang murah, tetapi sangat mahal yaitu kapal dan pesawat. Namun,
transaksi semacam ini biasanya hanya dilakukan antara bank dan sebuah perusahaan
untuk transaksi berskala besar.

Kapal dan pesawat terbang yang bisa dijadikan agunan kredit adalah yang bervolume
bruto minimal 20 meter kubik dan berbobot bruto maksimal 20 meter kubik.

4
5. Mesin Pabrik

Selain pesawat, perusahaan juga sering mengajukan aset lain berupa mesin pabrik.
Untuk aset ini, bank biasanya melihat aspek umur dan kelayakan teknis lainnya,
seperti kesehatan mesin. Plafon tertinggi yang diberikan kreditur ketika ada pihak
yang memberikan aset tersebut rata-rata di atas Rp5 miliar, tergantung seberapa besar
skala barang yang diberi.

6. Hasil Kebun dan Ternak

5
Pemberian aset ini biasanya berlaku bagi para petani atau peternak saja. Meski
terdengar tidak umum, suku bunga yang ditawarkan sangat kompetitif, cuma 0,5
persen per bulan! Untuk perkebunan, bank sering menerima produk kopi. Namun
yang diterima hanya yang berkualitas tinggi, seperti jenis Arabika Gayo.

Kalau Anda berminat, bank biasanya hanya memberi masa tenor maksimal satu
kuartal atau 3 bulan, tapi bisa diperpanjang kalau jumlah kopinya minimal 1 ton.

Untuk ternak, yang sering dijaminkan adalah sapi. Namun, yang diterima biasanya
hanya sapi betina produktif, tapi ada pula yang menerima sapi hamil dan sapi siap
hamil. Biasanya para debitur yang rata-rata peternak mencari pinjaman ini untuk
memperoleh Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Jadi, Aset Apa yang Mau Anda


Jaminkan?
Nah, sekarang sudah tahu kan aset apa yang bisa diagunkan kepada bank untuk
memperoleh pinjaman. Apa yang Anda punya? Coba saja ajukan kepada bank. Siapa
tahu diterima.