Anda di halaman 1dari 71

KAHLIL GIBRAN

SENANDUNG CINTA

SENANDUNG CINTA Kahlil Gibran

Judul Asli:A Spiritual Treasug, Oneworld Oxford, New York, 2001

GP. 003.04 Cetakan Pertama, Juni 2004

Penerjemah: Lina B Desain Sampul: Agus W Pambudi

Penyelaras Aksara: Hartini Penata Aksara: Abine Gibran Pracetak: Suparno, Supriyadi, Waluyo, Jumari,
Basuki

Penerbit: GITANYAL1

Jl. Utama Pugeran No. 63 RI’ 06 RW 65 Maguwoharjo, Dept*, Slcman, Jogjakarta 55282

HP: 081 328 012285, Eaks. (0274) 488404 E-mail: gitanyaiipressgyahoo.com

Dicetak oleh A1,1NEA IND() PRINTIKA Jl. Taman Siswa, Nyutran MG 11/1434 A Telp. 081 328010120,
Jogjakarta 55151

Pengantar Penerbit

Kahlil Gibran merupakan penyair Arab perantauan terbesar abad ini. Bahkan mungkin sampai abad
mendatang. Buku-bukunya telah menjadi best-seller internasional selama lebih dari lima puluh tahun.
Ketika Gibran masih muda, keluarganya beremigrasi ke Amerika Serikat. Setelah beberapa tahun belajar
di Boston, Gibran kembali ke Lebanon untuk sekolah di sebuah collese di Beirut. Kemudian, dia hijrah ke
Paris untuk melanjutkan pendidikannya.

Gibran kemudian kembali ke Amerika Serikat, di mana dia menggunakan penanya untuk menulis dalam
bahasa Arab. Melalui pameran seninya di Boston, Gibran bertemu Miss Mary Haskell, yang menjadi
koleganya dalam studi-studi seni lebih lanjut di Paris.

Senandung Cinta merupakan kumpulan ungkapan kearifan Gibran yang paling representatif mengenai
berbagai segi kehidupan manusia. Hampir semua persoalan yang menyangkut keberadaan manusia
seperti Hak Asasi Manusia, Lingkungan, Perdamaian, Harmonisasi Agama dan Persatuan Dunia.
Semuanya penuh kedalaman spiritual dan sarat dengan pesan-pesan moral-kemanusiaan.

Senandung Cinta adalah bukti cinta Gibran bagi kemanusiaan yang tengah berusaha memberdayakan
kembali kearifan dan sifat kemanusiaannya melalui senandung cintanya yang tersebar di berbagai
penjuru dunia, yang sebagiannya ada dalam buku ini. Selamat membaca!

Penerbit Gitanyali

Pendahuluan
Kahlil Gibran kini menempati posisi yang unik di antara sederetan penulis-penulis besar dunia dan orang-
orang genius dan kreatif. Setelah lama tak diperhitungkan dalam perkembangan sastra dan seni baik di
Timur maupun Barat yang seolah tak memberikan tempat untuk seorang Kahlil Gibran dengan latar
belakang budaya dan karya-karya berbagai disiplin artistik, Kahlil Gibran mulai dikenal seiring berjalannya
waktu, meski ia telah wafat pada tahun 1931 dan karya pertamanya diterbitkan 70 tahun yang lalu,
pesan-pesan yang disampaikannya masih tetap relevan seperti saat pertama kali muncul. Dengan
menekankan nilai-nilai penyembuhan dan pembaruan, universalitas, yang alami, abadi, dan tak kenal
waktu serta mengedepankan persahabatan universal dan persatuan umat manusia, karya-karya Gibran
memberikan peneguhan keyakinan dalam jiwa manusia.

Terinspirasi oleh pengalaman-pengalaman pahit

sebagai imigran, ia mendedikasikan hidup dan karyanya bagi penyelesaian konflik budaya dan
masyarakat, dan seiring proses, seperti yang dilakukan para penulis sebelumnya, yakni menumbuhkan
kesadaran universal yang masih lebih tinggi nilainya dari sekadar perbedaan antara Timur dan Barat. Di
zaman yang masih dikuasai perselisihan yang merugikan berbagai pihak dan konflik yang melanda dunia,
Gibran sendirian mempelopori resolusi konflik, sebuah seni yang kini herein sendiri.

Keinginan Gibran, yang menjadi motivasi terhadap apa yang ia pikirkan dan lakukan, membuatnya asyik
dengan pertanyaan tentang persatuan dan perannya di dunia yang terpecah belah. Bagi Gibran,
persaman dunia bukan ”globalisasi” yang lemah dan tanpa muka, di akhir abad ke-20, suatu peleburan
bermacam budaya menjadi satu tanpa ciri khas. Akan tetapi, persatuan dunia adalah rekonsiliasi dan
pengakuan tradisi-tradisi individual, yang memungkinkan semua hidup berdampingan dengan harmonis
dan menguntungkan semua pihak.

Ia memiliki firasat yang tajam bahwa dunia dalam cengkeraman kekerasan dan kehancuran akan
tergelincir ke jurang yang amat dalam. Karena itulah, seperti pahlawan dalam karyanya yang paling
terkenal, ia sendiri mengambil peran hampir menyerupai seorang nabi yang mengingatkan manusia akan
malapetaka yang muncul akibat perpecahan dan tindakan anarki. Dengan berapi-api ia menyerukan
untuk bersatu, suara masih begitu kuat dan meyakinkan di awal abad ke21, sama ketika ia pertama kali
menggoreskan penanya.

Secara lugas, Gibran dapat dikatakan berhasil merekonsiliasi beraneka ragam budaya dan tradisi, bahasa
dan sastra. Bagi sebagian pengamat, mungkin sedikit terlihat paradoks dan tak masuk akal bagaimana
dalam diri satu individu terdapat berbagai pengaruh seperti Nietzsche, Kristen, Islam, Kepercayaan
Baha’i, penyair Romantik seperti Blake dan Wordsworth dan penyair-penyair sezamannya, serta
lingkungan seni di Paris dan New York. Namun demikian adanya, Gibran mencapainya dan menjadi bukti
kelangsungan suatu usaha keras, sulit, dan mahal untuknya, dan mungkin juga untuk orang lain. Juga
sebagai simbol persatuan yang harus diperjuangkan di seluruh dunia—sebuah anti persatuan yang amat
luas, di mana hak-hak semua ras, keyakinan, kelas sosial, wanita dan anak-anak, semua manusia dan
seluruh makhluk ciptaan Tuhan harus terbebas dari perselisihan atau konflik.

Antologi ini sesungguhnya adalah buku berisi ungkapan-ungkapan spiritual yang diseleksi dari tulisan-
tulisan Kahlil Gibran. Ia seorang penyair yang menulis dalam ”buku semua orang” mengekspresikan misi-
misi sakralnya untuk mengarahkan kita kembali ke akar eksistensi kita, dan memperbarui tujuan hidup
kita. Jauh dari sistem filosofi monolitik, ia mengekspresikan kebijaksanaan dengan bahasa sederhana dan
universal yang berbicara langsung ke hati dan orang. Karya-karyanya memperlihatkan pendekatan
holistik terhadap semua hal, baik yang terkait dengan pikiran, tubuh, maupun jiwa.

Meski demikian, dalam antologi ini perlu dibuat suatu struktur penyusunan, dan untuk itulah isi buku ini
digolongkan menurut judul-judul mengikuti pengelompokan yang dilakukan Gibran untuk khotbah atau
nasihat-nasihat Almustafa dalam Sang Nabi. Namun tentu saja prinsip penyusunan ini dalam beberapa
hal kurang mencukupi; tetapi setidaknya cukup sesuai di mana antologi ini harus mencerminkan tema-
tema karyanya yang komprehensif. Di sini juga ditambahkan beberapa topik yang merupakan refleksi isu-
isu penting yang berkembang saat ini, seperti Hak Asasi Manusia, Lingkungan, Perdamaian, Harmonisasi
Agama dan Persatuan Dunia.

Mengenai penyalinan dari kata-kata dalam bahasa Arab, saya mengikuti sistem umum, kecuali dalam
kuripan paragraf di mana salinan asli tetap dipertahankan.

Bentuk-bentuk ortografi Amerika hanya digunakan dalam kutipan kalimat.

Daftar Isi

Pengantar Penerbit — v

Pendahuluan — vii

Agama — 1

Yesus — 8

Cinta — 13

Perkawinan — 20

Wanita dan Hak-Hak Wanita — 24

Anak-anak — 30

Pemahaman Diri — 32

Sifat Mendua Manusia — 38

Keabadian dan Reinkarnasi 10

Hidup dan Mati — 46

Hak Asasi Manusia — 54

Perdamaian — 59
Persatuan Dunia dan Masyarakat Global — 64

Ekologi Alam dan Lingkungan — 67

Persatuan Makhluk — 75

Kebenaran — 81

Kebebasan — 85

Kebaikan dan Kejahatan — 90

Akal dan Nafsu — 93

Derita dan Kesenangan — 96

Kejahatan dan Hukuman — 101

Hukum — 104

Pekerjaan — 108

Memberi — 110

Pengajaran dan Pendidikan — 115

Perkataan — 118

Waktu dan Ruang — 123

Keindahan — 126

Sem — 132

Kebijaksanaan — 137

Suka dan Duka — 139

Persahabatan — 145

Makan dan Minum — 147

Rumah Tempat Tinggal — 151

JualBeli — 154

Hal-Hal Lain —- 157

Sebuah Berkah — 167


Kronologi Hidup Kahlil Gibran — 169

Agama

Seandainya kita harus menyingkirkan [yang tidak penting dari] berbagai agama, kita semua akan bersatu
dan menikmati satu keyakinan dan agama besar penuh persaudaraan.

Bunga Rampai

Engkau adalah saudaraku dan aku mencintaimu.

Aku mencintaimu di kala kau bersujud tanpa daya di masjidmu, dan berlutut di gerejamu, dan
bersembahyang di gereja Yahudi.

Kau dan aku adalah anak dari satu keyakinan— Agama. Dan mereka yang diciptakan sebagai kepala dari
banyak cabang adalah jari-jari tangan Tuhan yang menunjukkan pada kesempurnaan Agama.

Airmata dan Senyuman

Bukan agama semua perbuatan dan semua pemikiran.

Dan yang bukan perbuatan ataupun pemikiran, namun sebuah keheranan dan kejutan yang muncul di
dalam jiwa, bahkan sembari tangan memecah batu atau menenun?

Siapa yang dapat memisahkan keyakinannya dan segala tindakannya atau kepercayaan dari
pekerjaannya?

Siapa yang dapat membentangkan waktu di hadapannya dan berkata, ”Ini untuk Tuhan dan ini untukku;
ini untuk jiwaku dan lainnya untuk tubuhku?”

Semua waktumu adalah sayap-sayap yang mengepak di udara dari satu diri ke diri yang lain.

Ia mengenakan moralitas namun baju terbaiknya adalah lebih baik telanjang.

Angin dan matahari tak akan mengoyak kulitnya.

Dan dia yang menegaskan tindakannya dengan etika memenjarakan burung dalam sangkar.

Lagu paling bebas tercipta bukan dari balok irama dan dawai.

Dan dia yang dipujanya adalah sebuah jendela yang terbuka tetapi juga tertutup, belum pernah
mengunjungi rumah jiwanya di mana jendela-jendelanya terbuka dari fajar ke fajar.

SangNabi

Sungguh kasihan bangsa yang penuh dengan kepercayaan namun tak punya agama.

Taman Sang Nabi


Pemikiranmu mendukung judaisme, Brahmanisme, Buddhisme, Kristianisme, dan Islam.

Dalam pikiranku hanya ada satu agama universal yang berbagai alurnya adalah jemari tangan penuh
kasih dari Yang Mahakuasa.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Aku telah mendengar ajaran-ajaran konfusius dan menyimak ajaran kebajikan Brahma, dan duduk di
samping sang Buddha di bawah pohon pengetahuan.

Lihatlah aku sekarang berhadapan dengan kcadaktahuan dan ketidakpercayaan.

Aku berada di Sinai ketika Tuhan memperlihatkan dirinya pada Musa. Di Yordania aku melihat kcajaiban
orang Nazareth. Di Madinah aku mendengar nasihat-nasihat Rasul Arab,

Lihatlah aku sekarang seorang tawanan yang penuh keraguan.

Airmata dan Senyuman

Keyakinan adalah pengetahuan di dalam hati, di luar jangkauan bukti.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Tuhan telah menempatkan di tiap jiwa seorang rasul untuk membimbing kita ke jalan yang tenang.
Namun banyak yang mencari hidup tanpanya, tak sadar rasul itu ada dalam diri mereka.

Ungkapan- Ungkapan Spiritual

Agama adalah ladang yang digarap dengan baik

Ditanami dan disirami dengan hasrat

Dari seseorang yang merindukan surga

Atau seseorang yang takut pada neraka dan api

Ya, tetapi untuk berpikir

Dan bangkit, mereka belumlah

Menyembah Tuhan, ataupun bertobat

Kecuali untuk memperoleh nasib yang lebih baik

Seakan-akan agama adalah sebuah tahap Jual beli dalam perdagangan sehari-hari Jika mereka
mengabaikannya, mereka akan kebilangan

Atau mereka yang gigih akan mendapat imbalannya.


Arak-arakan

Tuhan menciptakan kebenaran dengan banyak pintu untuk menyambut siapa saja yang mengetuknya.

Ungkapan- Ungkapan Spiritual

Tiada Tuhan selain Allah, tiada yang lainnya selain Alllah. Kalian bisa mengucapkan kata-kata ini dan
tetap menjadi Kristen, karena Tuhan Yang Mahabaik tahu tak ada perbedaan antara kata atau nama, dan
bila Tuhan menolak memberikan berkahnya pada mereka yang mengambil jalan berbeda menuju
keabadian, maka manusia tak perlu menyembahnya.

Bunga Rampai

Agama bermula ketika manusia melihat belas kasih matahari kepada benih-benih tanaman yang
ditebarkan di bumi.

Ungkapan-ungkapan Spiritual

Sering kali sebuah doktrin bagai kaca jendela. Kita dapat melihat kebenaran, namun kaca itu
memisahkan kita dari kebenaran.

Pasir dan Buih

Ilmu pengetahuan dan agama adalah dua hal yang sejalan, tetapi ilmu pengetahuan dan keyakinan
sungguh berbeda atau bertentangan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Sering Kristus hadir ke dunia, dan Dia menjelajah banyak tempat. Dan ia selalu hadir sebagai orang asing
atau orang gila.

Yesus Anak Manusia

Keraguan adalah pencarian bahwa keyakinan adalah saudara kembarnya.

YesusAnak Manusia

Keyakinan adalah sumber ketenangan dalam hati yang tak akan pernah tersentuh oleh pikiran.

Pasir dan Buih

Yang kudapati bukanlah kerajaan yang dijual oleh Yesus, bukan pula kerajaan dari Roma di mana Ia akan
membebaskan kita semua. Kerajaan-Nya tak lain adalah kerajaan hati.

Yesus Anak Manusia


Sekali tiap seratus tahun Yesus dari Nazareth menemui Yesus orang-orang Kristen di sebuah kebun di
antara perbukitan di Lebanon. Dan mereka bicara panjang lebar; dan tiap kali Yesus dari Nazareth akan
pergi, berkata Ia pada Yesus Kristen, ”Teman, aku khawatir kita tak akan pernah sepakat.”

Pasirdan Buib

Yesus

Manusia menganggap Yesus dari Nazareth sebagai orang malang yang penuh penderitaan dan
dipermalukan bersama mereka yang tak berdaya. Dan ia dikasihani karena manusia percaya Ia disalib
dengan teramat sakit.... Dan semua yang ditawarkan manusia padanya adalah tangisan, ratapan, dan
keluhan. Berabad-abad manusia memuja kelemahan pada diri Sang Juru Selamat.

Orang-orang dari Nazareth menolak mengacuhkan makna kekuatan yang sebenarnya.

Rahasia Hati

Yesus bukan seekor burung dengan sayap-sayapnya yang patah. Dia adalah amukan badai yang
menyatakan semua sayap yang cacat. Dia tidak gentar pada para penyiksa ataupun musuh-musuhnya.
Dia tidak menderita di hadapan para pembunuhnya. Dia bebas dan pemberani. Dihadapinya semua
orang lalim dan penindas. Dia melihat luka-luka yang menular lalu dipotongnya.... Dia membungkam
kejahatan dan menghancurkan kebohongan dan Dia mencekik pengkhianatan.

Rahasia Hati

Yesus tak pernah hidup dalam takut, atau mati dengan menderita atau mengeluh .... Ia hidup sebagai
pemimpin; Ia disalib sebagai pahlawan; Ia mati dengan heroisme yang menakutkan para pembunuh dan
para penganiaya dirinya.

Rahasia Hati

Yesus tidak hadir dari pusat lingkaran Cahaya untuk menghancurkan rumah-rumah dan membangun
biara di atas reruntuhannya. Ia tidak membujuk orang untuk menjadi seorang rahib atau pendeta, tetapi
Ia datang ke bumi membawa semangat baru dengan kekuatan meruntuhkan kekuasaan yang dibangun di
atas tulang dan tcngkorak manusia .... Ia datang untuk menghancurkan istana-istana megah yang
didirikan di atas kuburan mereka yano- lemah, dan menghancurkan pujaan-pujaan )yang berdiri di atas
tubuh orang-orang miskin. Yesus tidak dikirim untuk mengajarkan manusia membangun gereja-gereja
dan kuil-kuil megah di tengah-tengah gubuk-gubuk dingin dan malang.... Ia hadir untuk menjadikan hati
manusia sebuah kuil, dan jiwa sebagai altar, dan pikiran sebagai pendeta.

Inilah misi Yesus Nazareth, dan inilah mengapa Yesus disalib. Dan jika manusia bersikap bijak, Dia hari ini
akan dengan kekuatan menyanyikan lagu dan himne kemenangan.

Rahasia Hati
“Siapakah kamu?” aku bertanya, dengan takut, pelan. Dengan suara yang terdengar seperti gemuruh
samudra, Ia membentak dengan sengit, ”Akulah revolusi yang membangun apa yang telah
dihancurkan .... Akulah badai yang menumbangkan yang tumbuh bertahun-tahun .... Akulah yang datang
untuk menyebarkan perang di bumi dan bukan kedamaian, karena manusia puas dalam penderitaan!”,
Dan, dengan airmata yang mengalir deras di pipinya, ia berdiri, dan kabut cahaya menvelimuti dirinya,
dan ia merentangkan tangannya, dan aku melihat bebas kuku di telapak tangannya; aku bersimpuh di
hadapannya mengejang dan berteriak; ”Oh Yesus orang Nazareth!”.

Rahasia Hati

Kematian Kristus, begitupun hidupnya, membawa pengaruh hebat bagi para pengikutnya. Hari itu akan
datang saat kita harus berpikir tentang Api— Hidup yang membara dalam dirinya ....

Kristus mengubah pikiran manusia, karena itu mereka dapat menemukan jalan yang baru.

Nabi Tercinta

Dalam diri Yesus unsur badan dan mimpi-mimpi kita menyatu sesuai dalil. Semua yang tanpa batas
waktu dihadapan-Nya menjadi berbatas dalam dirinya.

Mereka berkata bahwa Dia dapat memulihkan penglihatan orang buta dan menyembuhkan orang
lumpuh, dan bahwa Dia mengeluarkan setan dari dalam diri orang gila.

Jika sekiranya kebutaan adalah pikiran yang gelap dan dapat diatasi dengan pikiran yang menyala. jika
sekiranya dahan yang layu adalah kemalasan yang dapat dilenyapkan dengan energi. Atau mungkin
setan, elemen kegelisahan hidup, diusir oleh malaikat perdamaian dan ketenteraman.

Mereka berkata Dia menghidupkan orang mati. jika kalian bisa memberitahuku apa itu kematian maka
aku akan memberitahumu apa itu hidup.

Di sebuah padang aku mengamati sebuah biji pohon ek, begitu tenang dan kelihatan tak berguna. Dan di
musim semi aku telah melihat biji itu tumbuh akar dan bertambah tinggi ke arah matahari, itulah awal
sebuah pohon ek.

Pasti kalian akan melihat ini sebuah keajaiban, keajaiban yang ditempa ribuan kali dalam rasa kantuk di
tiap musim gugur dan gairah musim semi.

Yesus Anak Manusia

Cinta

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta begitu membangkitkan semangat di mana
hukum manusia maupun fenomena alam tak mampu mengubah jalannya.

Sayap-Sayap Patah
Hapuslahair matamu, kekasihku, karena cinta yang telah membukakan mata kita dan menjadikan kita
pelayannya akan menghadiahkan berkat kesabaran dan kemampuan menahan nafsu. Usap air matamu
dan gembiralah, karena kita telah membuat perjanjian dengan cinta, dan dengan cinta itu kita akan
menghadapi siksaan kemiskinan dan pahitnya ketidakakuran dan serta sakitnya perpisahan.

Airmata dan Senyuman

Manusia tidak merasakan cinta kecuali setelah mengalami ketiadaan yang menyakitkan, dan kesabaran
yang pahit, dan gelapnya keputusasaan.

Airmata dan Senyuman

Saat cinta memberimu isyarat, ikutilah dia,

Meski jalan yang dilalui sulit dan curam.

Dan ketika sayap-sayapnya mendekapmu, menyerahlah padanya,

Walau pedang yang tersembunyi di antara ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan saat dia bicara padamu, percayalah padanya,

Meski suaranya dapat menghancurkan mimpi-mimpimu seperti angin utara menghempaskan sampah di
kebunmu,

Bahkan saat cinta memahkotaimu lalu menyalibmu.

Bahkan saat ia membawamu tumbuh, ia juga memangkasmu.

Bahkan saat ia mendaki ketinggianmu dan merengkuh cabang yang lemah dan gemetar di sinar
matahari,

Begitu pula ia turun ke akarmu dan mengguncang mercka dari cengkeraman tanah.

Seperti ikatan-ikatan jagung ia mengumpulkanmu ke dalam dirinya.

Ia mengupasmu untuk menelanjangimu. Ia menyaringmu untuk membebaskanmu dari sekam.

Ia menggilingmu hingga putih. Ia mengadonimu hingga menjadi liat. Dan dimasukkannya dirimu ke
dalam api sucinya, sehingga kau menjadi roti suci untuk pesta suci Tuhan.

Sang Nabi

Ia merasakan sentuhan lembut sayap-sayap halus yang menggerisik dalam hatinya yang membara, dan
cinta yang kuat kini menguasainya .... Cinta yang kekuatannya mampu memisahkan pikiran dari
keduniawian .... Cinta yang berbicara ketika mulut kehidupan dibungkam .... Cinta yang berdiri bagai
lentera biru yang memberi petunjuk arah, memandu dengan cahaya yang tak dapat dilihat.
Antara Malam dan Pagi

Hidup tanpa cinta bagai pohon tanpa bunga dan buah. Dan cinta tanpa keindahan bagai bunga tanpa
keharuman dan buah tanpa biji.... Hidup, Cinta, dan Keindahan adalah tiga dalam satu kesatuan, yang tak
bisa dipisahkan atau diubah.

Pikiran dan Meditasi

Sesungguhnya raga duniawi memiliki hasrat yang tak diketahui dan waktu memisahkan mereka untuk
maksud duniawi dan tinggallah alasan duniawi. Tetapi semua jiwa aman dalam tangan cinta. Hingga
maut datang dan membawa mereka pada Tuhan.

Airmata dan Senyuman

Katakan, demi Cinta, api apakah yang menyala dalam hatiku yang menghabiskan semua kekuatanku dan
mencairkan semua keinginanku?

Pikiran dan Meditasi

Salah jika berpikir bahwa cinta datang dari persahabatan yang lama dan perkenalan yang gigih. Cinta
adalah buah keterikatan spiritual. Bila ikatan itu tidak diciptakan saat ini, maka cinta tak akan ada dari
tahun ke tahun bahkan dari generasi ke generasi.

Sayap-Sayap Patah

Hanya cinta yang membuat seorang buta mengerti bukan hanya kecantikan atau kejelekan seseorang.

Sang Pelopor

Demi cinta saat cinta rindu pulang, menghabiskan ukuran waktu.

Taman Sang Nabi

Cinta adalah tuan rumah yang ramah bagi para tamunya meski untuk menuju rumahnya hanyalah
khayalan dan hinaan.

Yesus Anak Manusia

Cinta berlalu dari kami, dengan jubah kelembutan; tapi kami lari darinya dengan takut, atau bersembunyi
di kegelapan atau mengikutinya dan berbuat jahat atas namanya.

Suara Sang Guru

Cinta adalah misteri yang sulit.

Bagi mereka yang mencinta, cinta selamanya tak terungkapkan dengan kata-kata;

Namun bagi ang tak mencinta, cinta adalah lelucon yang tak berperasaan.
Yesus Anak Manusia

Bahkan orang yang paling bijaksana di antara kita menunduk karena beban cinta; namun sesungguhnya
cinta seringan angin sepoi-sepoi di Lebanon.

Suara Sang Guru

TiDak ada yang tahu seberapa dalam cinta hingga saat-saat berpisah.

Ungkapan - ungkapan Spiritual

Cinta adalah cahaya, ditulis oleh tangan cahaya, di atas hamparan cahaya.

Pasir dan Buib

Cinta, seperti kematian, mengubah semuanya.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Pandangan sekilas dari mata orang terkasih seperti roh yang bergerak di permukaan air, melahirkan surga
dan dunia, ketika Tuhan berbicara dan mengatakan: ”Biarkanlah.”

Suara Sang Guru

Apakah cinta ibu judas untuk anaknya tak sebesar cinta Maria untuk Yesus?

Pasir dan Buib

Saat cinta melimpah, cinta tak diungkapkan dengan kata-kata.

Yesus Anak Manusia

cinta, yang tangan agungnya Telah mengekang hasratku, Dan menambah rasa haus dan lapar Akan
martabat dan harga diri, Jangan biarkan kekuatan itu di sini dan tanpa henti

Makanlah roti itu atau minum anggur itu Yang menggoda diriku yang lemah. Biarkan aku kelaparan, Dan
biarkan hatiku kering dan kehausan, Dan biarkan aku mati dan binasa, Segera kurentangkan tangan
Untuk sebuah cangkir yang tak kautuangi, Atau sebuah mangkuk yang tak kauberkati.

Sang Pelopor

Perkawinan

Bersediakah kau menerima hati yang mencintai, Tapi tak pernah mengalah? Dan membara, tetapi Tak
pernah mencair? Akankah kau merasa nyaman Bersama jiwa yang bergetar saat Badai datang, namun
tak pernah menyerah? Bersediakah kau menerima seseorang sebagai teman Yang tak akan
memperbudak dan tak akan menjadi Budak?
Bersediakah kau memiliki aku tapi tidak untuk menguasai Aku, dengan mengambil tubuhku dan bukan
hatiku?

Rahasia Hati

Tubuh wanita itu bergetar seperti bunga lili yang diembuskan semilir angin fajar. Cahaya hatinya
terpancar di matanya, dan berjuang menyingkirkan rasa malu,

dan ia berkata kami berdua ada di antara tangan-tangan dan kekuatan tersembunyi, sebuah kekuatan
yang adil dan penuh kasih, semoga ia tetap bersama kami.

Jiwa-Jiwa Pemberontak

Cintailah satu sama lain, tapi jangan mengikat cinta itu:

Biarkan cinta seperti air laut yang mengalir di antara tepi pantai jiwamu ....

Bernyanyi dan menari bersama dan bergembiralah, namun biarkan kalian masing-masing sendiri,

Bahkan ketika dawai kecapi berdenting sendirian meski mereka mengalunkan musik yang sama.

Serahkan hatimu, tapi bukan dalam penjagaan satu sama lain.

Karena hanya tangan Kehidupan yang dapat mengetahui hatimu.

Dan berdiri bersama namun jangan terlalu dekat: Karena tiang-tiang kuil berdiri berjauhan,

Dan pohon ek dan cemara tidak tumbuh di bayangan masing-masing.

Sang Nabi

Perkawinan adalah bersatunya dua jiwa di mana jiwa yang ketiga akan terlahir di dunia. Perkawinan
adalah bersatunya dua jiw a dengan kekuatan cinta untuk menghapus keterpisahan. Perkawinan adalah
kesatuan yang lebih tinggi yang menggabungkan dua jiwa yang terpisah itu. Perkawinan adalah lingkaran
emas dalam sebuah rantai yang awalnya adalah pandangan mata, dan berakhir dalam keabadian.
Perkawinan adalah hujan suci yang jatuh dari langit yang bersih untuk menghasilkan buah dan
memberkahi ladany alam.

Ketika pandangan pertama dari mata kekasih seperti benih yang disemaikan dalam hati, dan ciuman
pertama di bibirnya seperti bunga di ranting pohon kehidupan, maka bersatunya dua kekasih ke dalam
perkawinan bagaikan buah pertama dari bunga pertama benih itu.

Suara Sang Guru

Pernikahan adalah mati atau hidup; tak ada tengah-tengah.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual
Apakah kau seorang suami yang menganggap kesalahan-kesalahan yang dilakukan sah, sementara
kesalahan istrimu dianggap tidak sah? Jika demikian, kau seperti halnya anjing liar yang hidup di gua-gua
dan menutupi diri mereka yang telanjang dengan bulu.

Atau apakah engkau seorang sahabat yang setia, dengan istri yang selalu berada di sampingnya, berbagi
tiap pemikiran, kegembiraan, dan kemenangan? Jika demikian, kau adalah seseorang yang kala fajar tiba
berjalan menuju teriknya keadilan, akal, dan kebijaksanaan.

Suara Sang Guru

Wanita dan Hak-Hak Wanita

Dari kepekaan hati wanita lahirlah kebahagiaan umat manusia, dan dalam perasaan jiwanya yang mulia
lahirlah perasaan jiwa mereka.

Jiwa-Jiwa Pemberontak,

Peradaban modern telah membuat wanita lebih bijak, tetapi juga menambah penderitaan karena
ketamakan pria. Wanita kemarin adalah istri yang bahagia, namun wanita kini adalah nyonya rumah yang
sengsara.

Sayap -Sayap Patah

Hukum yang buta dan tradisi korup telah menghukum wanita pelacur, namun lebih toleran pada pria.

Jiwa-Jiwa Pemberontak

Laki-laki yang tidak memanfaatkan wanita atas kesalahan-kesalahan kecil mereka, tak akan pernah
menikmati kebaikan mereka.

Pasir dan Buih

Kata terindah di bibir manusia adalah kata ”Ibu” dan panggilan yang paling indah adalah sebutan
”Ibuku”. Sebuah kata yang penuh harapan dan cinta, manis, dan kata sayang yang muncul dari hati
sanubari.

Sayap-Sayap Patah

Kemudian dia menatapku, dan saat matanya menatapku, dan dia berkata: ”Kau punya banyak kekasih,
dan aku sendiri mencintaimu. Pria lain mencintai diri mereka sendiri bila di dekatmu. Aku mencintaimu
dalam dirimu. Pria-pria lain meliliat kecantikanmu akan pudar lebih cepat dari uinur mereka. Tapi aku
melihat kecantikanmu tak akan pudar, dan di hari-hari di musim gugur, kecantikan itu tidak takut
menatap dirinya di cermin, dan tidak perlu bersedih.

”Aku sendiri mencintai yang tersembunyi di dirimu.”

Yesus Anak Manusia


Wanita selamanya adalah rahim dan buaian, tak akan pernah sebagai kuburan,

Yesus Anak Manusia

Para pembaca yang budiman, pernahkah kalian berpikir bahwa wanita bagaikan bangsa yang ditindas
para pendeta dan penguasa? Percayakah kalian bahwa kegagalan cinta yang membawa wanita ke
kuburan sama halnya dengan keputusasaan yang meliputi semua manusia di dunia? Wanita bagi suatu
bangsa seperti cahaya pada lampu. Tidakkah cahaya meredup bila hanya ada sedikit minyak di dalam
lampu itu?

Sayap-Sayap Patah

Jika kamu ingin memahami wanita, perhatikan bibirnya saat ia tersenyum, namun bila ingin mempelajari
pria perhatikan putih matanya saat ia marah.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Hati wanita tak akan berubah seiring waktu atau musim; bahkan saat mati, ia takkan pernah binasa.

Sayap-Sayap Patah

Aku berutang untuk semua yang kusebut ”Aku” pada wanita, sejak aku bayi. Wanita membukakan
jendela mataku dan pintu jiwaku. jika bukan karena wanita—ibu, wanita kakak, elan wanita—teman, aku
pasti sudah lelap di antara mereka yang mencari ketenangan dunia dengan dengkuran mereka.

Potret Diri

Laki-laki yang mengasihani wanita berarti merendahkan wanita itu. Ia yang menyebut wanita sebagai
kejahatan dalam masyarakat berarti melakukan penindasan. Ia yang berpikir kebaikan wanita adalah
kebaikannya dan kejahatan wanita adalah kejahatan pula adalah orang yang tak tahu malu dan berpura-
pura. Namun ia yang menerima wanita seperti diciptakan Tuhan telah memberikan keadilan untuknya.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Para penyair dan penulis berusaha memahami realitas wanita, namun sampai saat ini mereka belum
memahami rahasia hati mereka, karena mereka memandang wanita dari selubung seksual dan tak
melihat apa pun, hanya sisi luar; mereka memandang dari sebuah kaca pembesar kebencian dan tak
mendapati apa pun selain kelemahan dan kepatuhan.

Sayap-Sayap Patah

Seorang wanita bisa menyelubungi wajahnya dengan senyuman.

Pasir dan Buih

Setiap laki-laki mencintai dua wanita; satu adalah hasil imajinasinya, dan yang lain belum terlahir.

Pasir dan Buih


Laki-laki memberikan kemuliaan dan reputasi, sementara wanita yang membayarnya.

Sayap-Sayap Patah

Lawan, Roh itu menghinggapi dan memberkatiku. Cinta yang besar telah menjadikan hatiku altar yang
murni. Wanita terbaiku—wanita yang dulu kuanggap mainan di tangan pria yang telah menarikku dari
kegelapan neraka dan membukakan gerbang Surga yang telah kumasuki.

Pikiran dan Meditasi

Perkawinan kini adalah sebuah penghinaan di mana pengelolaannya berada di tangan laki-laki dan orang
tua. Di banyak negara laki-laki menang sementara orang tua kalah. Wanita dilihat sebagai komoditas,
dibeli, dan dikirimkan dari rumah ke rumah. Kelamaan kecantikannya pudar dan ia menjadi seperti
perabot tua yang ditinggalkan di sudut yang gelap.

Sayap-Sayap Patah

Anak-anak

Anak-anakmu bukanlah anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan hidup.

Mereka datang melalui dirimu tapi tidak darimu Dan walau mereka bersamamu mereka bukanlah
milikmu.

Sang Nabi

Kita sering meninabobokan anak-anak hingga kita sendiri tertidur.

Pasir dan Buih

wanita perjalanan sering kali tidak aman bila anak-anak turut serta Anak-anak tidak memperhatikan kita;
seperti keadaan hari ini, mereka tidak mengindahkan kondisi kemarin.

Yesus Anak Manusia

L’agu yang dilantunkan dalam hati oleh sang ibu dinyanyikan oleh mulut anaknya.

Pasir dan Buih

Kecengengan anak-anak tak lepas dari dukungan orang tua. Dan ia yang tidak membuangnya akan tetap
menjadi budak kematian hingga ia mati.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

telantar adalah anak di mana ibu mengandungnya antara cinta dan keyakinan, dan melahirkan dirinya
antara takut dan gila akan kematian. Ia membendung anaknya dengan sisa-sisa hati yang masih ada dan
meninggalkannya di gerbang panti asuhan dan berlalu dengan beban berat di kepalanya dan untuk
melengkapi tragedinya, kamu dan aku mengejeknya: ”Sungguh memalukan, sungguh memalukan!”

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Pemahaman Diri

Dan di antara pengetahuan dan pemahamanmu ada sebuah jalan rahasia yang harus kautemukan
sebelum kau menyatu dengan manusia, dan karena itu menyatu dengan dirimu.

Taman Sang Nabi

Jiwaku berbicara kepadaku dan berkata, ”Lentera yang kaubawa itu bukan tnilikmu, dan lagu yang
kaunyanyikan itu tidak tercipta dalam hatiku, karena bahkan jika kau bercahaya, kau bukan cahaya itu,
dan bahkan jika kau adalah kecapi dengan dawai-dawai, kau bukanlah pemain kecapi.”

Pikiran dan Meditasi

Hanya sekali aku dibuat terdiam, saat seseorang bertanya, ”Siapa kamu?”

Pasir dan Buib

Jiwa adalah elemen alam yang baru—dan seperti elemen-elemen lainnya, jiwa memiliki sifat-sifat yang
melekat. Kesadaran, hasrat akan dirinya sendiri, kelaparan akan sesuatu di luar dirinya; semua ini, dan
banyak lagi, adalah sifat jiwa, bentuk tertinggi dari suatu zat.

Nabi Tercinta

Jiwaku, berapa lama kau akan terus meratapi

Kelemahanku yang tak bijaksana? Sampai kapan kau akan menangisi Sementara sia-sia aku mencegah
perkataan orang-orang

Untuk mengatakan mimpi-mimpimu?

Airmata dan Senyuman

Wahai saudaraku, kehidupan jiwamu diliputi kesepian dan kesunyian, dan jika bukan karena kesepian,
dan kesunyian itu, kau tak akan menjadi kau, dan aku tak akan menjadi aku. Seandainya bukan karena
kesepian dan kesunyian itu, aku pasti percaya pada suaramu yang terdengar lewat suaraku; atau melihat
wajahmu, saat aku berdiri di depan cermin.

Suara Sang Guru

Sering kali kita menyebut Hidup dengan sebutan-sebutan yang getir, saat diri kita sendiri pahit dan gelap.
Dan kita menganggapnya kosong dan merugikan, saat jiwa mengembara di kesunyian, dan hati terlalu
banyak pertimbangan.
Taman Sang Nabi

Pikiran menimbang dan melangkah namun jiwalah yang mencapai pusat kehidupan dan meraih
rahasianya, dan benih jiwa tak kenal mati.

Angin boleh berembus lalu berhenti, laut boleh bergelombang lalu merasa jenuh, namun hati kehidupan
tetap tenang dan tenteram, dan bintang tetap bersinar selamanya.

Yesus Anak Manusia

Di kedalaman jiwaku ada sebuah lagu tanpa kata. Lagu yang tinggal di butiran-butiran hati yang mengalir
tak seperti tinta di atas kertas.

Lagu yang meliputi perasaan dengan jubah sutra, Dan tak akan mengalir seperti embun di lidahku.

Airmata dan Senyuman

Hati

Hati manusia berteriak minta tolong; jiwa manusia memohon agar dibebaskan, tapi kami tak
mengacuhkan tangis mereka, karena kami tak mendengar maupun mengerti. Tapi orang yang mendengar
dan mengerti kami sebut gila, dan lari darinya.

Suara Sang Guru

Kalau Bimasakti tidak hadir dalam diriku, bagaimana aku bisa melihat atau mengetahuinya?

Pasir dan Buib

Aku menemukan rahasia laut dari meditasi dengan tetes embun.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Dan tak perlu kau ukur kedalaman pengetahuanmu dengan tongkat atau tali.

Karena diri adalah laut tanpa batas dan tak terukur.

Sang Nabi

Siapa yang tak melihat kerajaan surga di dunia ini, tak akan melihatnya di akhirat.

Jiwa-Jiwa Pemberontak

Aku tak pernah sepenuhnya setuju dengan sisi diriku yang lain. Kebenaran sepertinya berada di antara
kami.

Pasir dan Buih


Jika pahala adalah tujuan agama, jika pratriotisme adalah kepentingan diri, dan pendidikan dikejar untuk
kemajuan, maka aku lebih suka menjadi nonpenganut, nonpatriot dan orang bodoh yang rendah hati.
Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Ketahuilah bahwa kesejatianmu berharga, dan kau tak boleh binasa.

Suara Sang Guru

iltereka berkata bila seseorang memahami dirinya, ia memahami semua manusia. Tapi kukatakan
padamu, ketika seseorang mencintai orang lain, ia telah belajar sesuatu tentang dirinya. Ungkapan-
ungkapan Spiritual

Kau boleh menilai orang lain menurut pengetahuanmu akan dirimu. Katakan padaku sekarang, siapa di
antara kita yang bersalah dan siapa yang tak bersalah.

fusubku berkata padaku, ”Cintailah musuhmu.” Dan kuturuti dia dan kucintai diriku.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Aku adalah seorang musafir dan penunjuk arah, dan tiap hari aku menemukan satu tempat baru dalam
jiwaku.

Pasir dan Buih

Tiap hari dengarkan kata hatimu dan perbaiki kesalahan-kesalahanmu; jika kau gagal dalam tugas ini
berarti kau membohongi Pengetahuan dan Akal budi yang ada di dalam dirimu.

Suara Sang Guru

Sifat Mendua Manusia

Hanya kemudian kau akan tahu bahwa yang berkuasa dan tak berkuasa adalah orang yang berdiri di
Senjakala di antara malam saat dirinya kerdil dan siang saat dirinya bagai dewa.

Sang Nabi

Kemarin kupikir aku adalah sebuah fragmen (puing) yang bergetar tanpa irama dalam lingkaran hidup.

Sekarang baru aku tahu akulah lingkaran itu dan semua kehidupan di fragmen-fragmen itu bergerak
dalam diriku.

Pasir dan Buih

Untuk menilai dirimu dari hal-hal terkecil ialah dengan mengukur kekuatan samudra dari buihnya.

Untuk menilai dirimu dari kegagalan-kegagalanmu ialah dengan melempar kesalahan pada waktu untuk
ketidaksetiaan mereka.
Sang Nabi

Manusia terdiri atas dua; yang satu terjaga dari kegelapan, dan yang lain terlelap dalam terang.

Pasir dan Buih

Keabadian dan Reinkarnasi

Aku dulu, Dan aku kini.

Akankah aku sampai di ujung Waktu, Karena aku tanpa batas.

Telah kubelah angkasa yang tak terbatas, dan terbang ke dunia khayalan, dan mendekat pada lingkaran
cahaya di ketinggian.

Lihatlah aku tawanan Masa.

Airmata dan Senyuman

Selamanya aku berjalan di pantai ini, Di tengah pasir dan buih.

Ombak yang tinggi akan mengembus jejak langkahku,

Dan angin akan mengembuskan buih-buih itu.

Tapi laut dan pantai akan tetap selamanya.

Pasir dan Buih

Bagaikan tiang cahaya seorang manusia berdiri di antara reruntuhan kerajaan Babilonia, Nineveh,
Palmyra dan Pompeii, sambil berdiri dinyanyikannya lagu tentang keabadian:

Biarkan Bumi mengambil

Apa yang menjadi miliknya,

Karena aku, manusia, tak punya akhir.

Suara Sang Guru

suatu kali kugenggam kabut dalam tanganku. Lalu kubuka, dan kabut itu menjadi seekor cacing. Kututup
dan kubuka tanganku lagi, dan lihat ada seekor burung.

Dan lagi, kututup dan kubuka tanganku, ada seorang laki-laki berdiri dengan raut wajah yang sedih,
menengadah.

Dan lagi, kututup dan ketika kubuka tak ada apa-apa selain kabut.

Tapi kudengar alunan lagu yang sangat merdu.


Pasir dan Buih

Jangan lupa aku akan kembali padamu.

Sebentar lagi, dan kerinduanku akan membawa debu dan buih untuk tubuh yang lain.

Sebentar lagi, saat beristirahat di atas angin, dan wanita lain akan melahirkanku.

Sang Nabi

Kami adalah makhluk-makhluk yang mengibas, mengembara, dan penuh kerinduan beribu-ribu tahun
sebelum laut, angin, dan hutan memberi kami nama.

Pasir dan Buib

Pada dasarnya kematian itu tidak ada, Atau kuburan dijauhkan; Haruskah bulan April menghilang
”Hadiah kegembiraan” tidak pergi

Rasa takut akan kematian adalah angan-angan Tersembunyi di dada orang bijak; ia yang hidup di satu
Musim Semi Seperti orang yang hidup berabad-abad.

Berikan buluh itu dan nyanyikanlah! Lagu keabadian,

Dan yang tertinggal keluhan sang buluh Setelah kegembiraan dan penderitaan.

Arak-arakan

Dan Ia berkata pada dirinya:

Akankah saat perpisahan menjadi saat pertemuan?

Dan dapatkah kukatakan jika malamku sesungguhnya adalah fajarku?

Sang Nabi

Manusia adalah sungai cahaya yang mengalir dari bekas keabadian menuju keabadian.

Pasir dan Buih

O kabut, saudaraku, Kabut saudaraku, Aku bersamamu sekarang. Aku tak lagi sendiri. Dinding-dinding
runtuh, Dan rantai telah putus; Aku mendekat padamu, kabut, Dan bersama kita akan mengapung di
lautan hingga hari kedua kehidupan,

Saat fajar akan melahirkanmu, tetes-tetes embun

di kebun,

Dan aku bavi di buaian seorane wanita.


Taman Sang Nabi

Jika di kala senja kita bertemu sekali lagi, Kita akan bicara dan akan kaulantunkan lagu yang menyentuh.

Dan jika tangan kita mesti bertemu di mimpi lain Kita akan mendirikan menara lain di langit.

Sang Nabi

telah menyaksikan kekuatan Babilonia, Kejayaan Mesir, dan kebesaran Yunani. Pandangan mataku
berhenti bukan pada kecil atau buruk karya mereka.

Aku duduk bersama pemikir Endor dan pendeta-pendeta Assyria dan para peramal dari Palestina, tak
henti-hentinya kunyanyikan lagu kebenaran.

Telah kupelajari kebijaksanaan orang singgah di India, dan kupahami puisi yang mengalir di hati bangsa
Arab, dan kudengarkan musik dari Barat.

Tapi aku buta dan tidak melihat, telingaku tuli dan aku tidak mendengar.

Aku telah memikul beban kekerasan para penakluk yang tak pernah puas, dan merasakan penindasan
oleh para penguasa lalim, dan penjajahan dari mereka yang kuat.

Tapi aku kuat melawan saat-saat itu.

Semua telah kudengar dan kulihat, namun aku hanyalah anak kecil. Sejujurnya aku akan mendengar dan
melihat perbuatan kaum muda, tumbuh dewasa dan mencapai kesempurnaan lalu kembali pada Tuhan.

Airmata dan Senyuman

Dan kematian dunia bagi anak dunia adalah akhir, tetapi baginya yang begitu ringan, kematian adalah
awal kemenangan yang pasti miliknya.

Jika seseorang merengkuh fajar dalam mimpi Ia abadi! Haruskah ia terlelap Di malamnya yang panjang,
ia menghilang Di kedalaman lautan mimpi.

Karena ia yang hampir memeluk tanah Ketika terjaga akan merangkak hingga ujung. Dan kematian,
seperti laut, yang menantangnya Akan menyeberanginya. Kehendak itu akan lahir.

Arak-arakan

Hidup dan Mati

Datanglah sekarang, kematian, pada jiwaku yang rindu padamu.

Mendekatlah dan lepaskan belenggu persoalan, aku lelah karenanya. Datanglah kematian yang indah,
dan bawa aku pergi dari orang-orang yang menganggapku asing di tengah-tengah mereka karena aku
seperti malaikat yang berbicara dengan bahasa manusia, Cepat, karena orang-orang telah menolakku
dan melemparku di sudut kelalaian karena aku tidak mendambakan kekayaan seperti mereka, atau
mengambil keuntungan dari yang lebih lemah. Datanglah padaku, kematian yang indah, dan bawa aku,
karena mereka sejenisku tak memeriukanku lagi. Dekap aku ke dalam dadamu, yang penuh dengan cinta;
ciumlah bibirku; bibir yang tak merasakan ciuman ibu, ataupun menyentuh pipi saudaraku, atau
merasakan bibir kekasih. Cepat dan peluklah aku, kematian, kekasihku.

Airmata dan Senyuman

Hanya cinta dan kematian yang mengubah segalanva.

Pasir dan Buih

Malam berlalu dan kami hidup dalam ketidaksadaran, dan hari-hari menyambut dan memeluk kami.
Tetapi kami hidup dalam ketakutan akan siang dan malam.

Suara Sang Guru

Jangan kenakan baju hitam berkabung

Tapi bergembiralah bersamaku dalam pakaian putih.

Jangan bicara dengan kesedihan karena kepergianku

Tapi pejamkan matamu dan kau akan melihatku di antara kalian semua,

Sekarang dan selamanya

Baringkan aku di atas ranting-ranting dan daun

Baru Angkat aku di pundakmu

Lalu bawalah aku perlahan ke hutan belantara,

Airmata dan Senyuman

Cita berpijak di bumi, sementara gerbang hati Tuhan terbuka lebar. Kita menginjak-injak makanan
kehidupan, sementara kelaparan menggerogoti di hati kita. Seberapa baik Hidup pada Manusia; dan
seberapa jauh Manusia dipisahkan dari Hidup!

Suara Sang Guru

Mungkin upacara pemakaman di antara manusia adalah pesta pernikahan bagi para malaikat.

Pasir dan Buih

Hidup adalah wanita yang mandi dengan airmata kekasihnya dan mengadakan perminyakan suci dengan
darah korban-korbannya.

Suara Sang Guru


Keringkan airmatamu kawan, Tegakkan kepalamu

Seperti bunga-bunga yang mengangkat mahkotanya saat fajar menjelang

Dan lihatlah pengantin Kematian berdiri seperti pilar cahaya

Di antara pembaringanku dan kehampaan.

Tahan napasmu sebentar dan dengarkan bersamaku kepakan sayap-sayapnya.

Airmata dan Senyuman

Hidup adalah sebuah pesona

Yang menggoda dengan kecantikannya

Tapi dia yang tahu muslihatnya

Akan lari dari pesonanya.

Suara Sang Guru

Aku akan mati sekarang, karena jiwaku telah sampai pada tujuannya. Akhirnya aku memperluas
pengetahuanku tentang dunia yang ada di luar protes atas kelahiranku. Inilah rencana kehidupan....
Inilah rahasia Keberadaan.

Rahasia Mati

Di sana, di dunia yang lain, kita akan melihat dan merasakan getaran-getaran perasaan dan gerak hati
kita. Kita akan memahami arti kebenaran dalam diri kita, yang kita persalahkan saat terdesak
keputusasaan.

Suara Sang Guru

Kita mati agar kita dapat memberikan kehidupan di atas kehidupan, bahkan seperti jari-jemari kita yang
memintal benang demi pakaian yang tidak pernah kita kenakan.

Yesus Anak Manusia

Kenyataan hidup adalah hidup itu sendiri, yang tak berawal di rahim, dan yang tidak berakhir di kubur.
Karena tahun-tahun terlampaui adalah sebuah momen hidup abadi, dan dunia serta isinya hanyalah
mimpi bila dibandingkan dengan kenyataan yaitu apa yang kita sebut teror kematian.

Suara Sang Guru

Kematian tidak lebih dekat pada mereka yang telah lanjut usia daripada yang baru terlahir; begitu juga
hidup.

Pasir dan buih


Waktu, hidup seperti pengantin malam, makin cepat berlalu, makin dekat sang fajar.

Suara Sang Guru

Suatu hari aku berkata pada seorang penyair, ”Kami tak akan tahu arti dirimu hingga kau mati.”

Dan dia menjawab, ”Ya, kematian selalu menyingkapnya. Dan jika kau sungguh-sungguh ingin tahu arti
diriku, aku punya lebih banyak di hati daripada di mulutku, dan lebih banyak lagi dalam hasratku
daripada dalam tanganku.”

Pasir dan Buih

Karena kita tidak mengerti arti Hidup maka kita takut Mati, dan rasa takut akan Kematian membuat kita
takut perselisihan dan perang. Mereka yang hidup ialah mereka yang mengerti untuk apa itu hidup,
mereka yang memahami makna kehidupan dalam kematian tidak mengajarkan tentang Perdamaian;
Mereka mengajarkan tentang Kehidupan.

Nabi Teranta

Apabila kau telah memecahkan misteri kehidupan kau akan menndukan kematian, karena kematian
adalah misteri lain dari kehidupan.

Kelahiran dan kematian adalah dua ungkapan keberanian yang mulia.

Pasir dan Buih

Seorang laki-laki tua suka kembali pada ingatan masa mudanya seperti orang asing yang rindu kembali ke
kampung halamannya. Ia senang menceritakan masa lalu seperti penyair yang mendeklamasikan sajak
terbaiknya. Ia begitu bersemangat di masa lalu karena waktu berlalu cepat, dan masa depan baginya
seperti cara untuk melupakan kematian.

Sayap-Sayap Patah

Engkau akan cukup bersahabat dengan musuhmu ketika kalian berdua mati.

Pasir dan Buih

Tidur

Kamu adalah kuilmu dan agamamu. Kapan pun kau masuk ke dalamnya bawalah semua milikmu.

Sang Nabi

Setelah mengatakan semua ini ia berpaling kepadanya, dan ia melihat pengemudi kapalnya berdiri di
depan kemudi dan menatap layar lalu memandang kejauhan.

Dan ia berkata:
Sabar, sabar, kapten kapalku.

Angin bertiup, dan layar-layar itu gelisah;

Bahkan kemudi memohon arah; Perlahan kaptenku menunggu keheninganku. Dan para pelautku, yang
lelah mendengar nyanyian laut, mereka juga mendengarku dengan sabar. Sekarang mereka tak akan
menunggu lama. Aku sudah siap.

Sungai ini telah sampai di laut, sekali lagi sang ibu telah mendekap anaknya di dadanya.

Sang Nabi

Ketika hidup tak menemukan seorang penyanyi untuk menyuarakan isi hatinya ia melahirkan seorang
filsuf untuk menyuarakan pikirannya.

Pasir dan Buih

Hak Asasi Manusia

Perikemanusiaan adalah roh kebenaran di dunia. Kebenaran berjalan di antara bangsa-bangsa yang
bicara tentang cinta dan mengarahkan cara hidup.

Airmata dan Senyuman

Namun telah kulihat mereka yang mendambakan hak istimewa memercayakan padamu penghinaan diri
yang lebih mudah untuk memperbudak saudara-saudaramu.

Mereka juga mengatakan cinta akan keberadaan menjadikan kewajiban untuk merampas hak-hak orang
lain.

Namun aku katakan jika perlindungan hak orang lain adalah tindakan manusia yang paling baik dan
mulia.

Dan jika keberadaanku menjadi kehancuran bagi orang lain, kukatakan, kematian lebih pantas bagiku.

Dan jika tak kudapati orang terhormat dan penuh kasih yang bersedia membunuhku, maka dengan
senang hati dengan tanganku sendiri akan kubawa diriku kepada keabadian sebelum waktunya. Airmata
dan Senyuman

Manusia yang bijak adalah manusia yang mencintai dan memuj a Tuhan. Kebaikan manusia terletak pada
pengetahuan dan perbuatannya, bukan pada warna kulit, keyakinan, ras, maupun keturunan. Untuk
kauingat, kawanku, anak seorang penggembala yang kaya ilmu pengetahuan jauh lebih berharga bagi
suatu bangsa daripada keturunan bangsawan, jika ia bodoh. Pengetahuan adalah penentu kemuliaan,
tak peduli siapa ayahmu atau apa rasmu.

Suara Sang Guru

Aku bangkit bila teringat tempat kelahiranku, dan aku kurus merindukan rumah di mana aku tumbuh.
Tetapi bila seorang musafir mencari sedikit makanan dan tempat berlindung di rumah itu dan para
penghuninya menolaknya, lalu kegembiraanku berubah menjadi kesedihan, dan kerinduan menjadi
penghiburku, dan aku akan berkata: ”Sebenarnya, rumah yang menolak makanan bagi yang
membutuhkan dan tempat tidur untuk mereka yang mencarinya adalah yang paling berhak atas
kehancuran dan keruntuhan.”

Airmata dan Senyuman

Perikemanusian yang suci adalah semangat kebenaran yang ada di muka bumi. Perikemanusiaan yang
berdiri di tengah-tengah keruntuhan telah membalut ketelanjangannya dengan pakaian compang-
camping, dan mengucurkan airmata di atas pipinya yang tirus, memanggil anak-anaknya dengan suara
ratapan dan tangis yang memenuhi udara.

Airmata dan Senyuman

Tumpahkan darahku dan tusuklah tubuhku, tapi jangan kausakiti dan hancurkan jiwaku. Ikatlah tangan
dan kakiku dengan tali dan masukkan aku ke dalam sel penjara yang gelap. Tapi kau tak akan
memenjarakan pikiranku, karena pikiran bebas seperti angin sepoi-sepoi yang berembus tak kenal waktu
dan batas.

Airmata dan Senyuman

Masyarakat manusia selama tujuh puluh abad telah mengalah pada hukum yang bobrok hingga tak
mampu memahami arti hukum yang lebih tinggi dan abadi.

Sayap-Sayap Patah

Jiwa menganggap kekuatan kebijaksanaan dan keadilan di atas kebodohan dan kelaliman. Namun jiwa
menolak kekuatan yang menempa pedang-pedang berujung tajam untuk menyebarluaskan kebodohan
dan ketidakadilan.

Airmata Dan Senyuman

Muatan yang sesungguhnya adalah kebijaksanaan yang mengiringi hukum yang adil dan lazim.

Airmata dan Senyuman

Aku merindukan negeriku untuk semua keindahannya; dan aku mencintai mereka yang menghuninya
meski menjemukan.

Tetapi apakah rakyatku mengangkat pedang, mengatakan tidak cinta lagi pada negerinya dan menyerang
negeri tetangga lalu menjarah harta bendanya dan membunuh para laki-laki dan rnenjadikan anak-anak
mereka yatim dan menjadikan mereka anda, dan menyirami tanahnya dengan darah anak-anaknnya dan
memberi makan binatang buas yang berkeliling mencari mangsa dengan daging para pemuda, aku akan
membenci negeriku dan rakyatnya.

Airmata dan Senyuman


Perdamaian

Kecintaan diri, saudaraku, hanya menumbuhkan perselisihan, dan perselisihan melahirkan pertengkaran,
dan pertengkaran melahirkan kekuatan dan kekuasaan, dan kesemuanya melahirkan perebutan
kekuasaan dan penindasan.

Airmata dan Senyuman

Dari dunia jauh di masa depan kulihat banyak orang rebah di pangkuan Alam, menghadap matahari yang
sedang terbit, menanti cahaya pagi—pagi Kebenaran.

Kulihat kota yang telah rata, tak ada yang tersisa di sana kecuali puing-puing yang seolah menceritakan
kegelapan sebelum terang Kulihat, dan tak kulihat kemiskinan atau apa pun yang lebih dari tercukupi.
Tetapi aku melihat persaudaraan dan persamaan.

Aku tidak menjumpai seorang tabib, karena tiap esok adalah penyembuh bagi dirinya sendiri dengan
ilmu dan pengalaman.

Tak kulihat pula pendeta, karena suara hati adalah Imam Tertinggi.

Tak satu pembela pun kutemui karena Dunia telah menjadi pengadilan yang mencatat perjanjian-
perjanjian hubungan baik dan persahabatan.

Airmata dan Senyuman

Reakciir apa yang akan dibawa raksasa-raksasa itu pada dunia di akhir peperangan mereka?

Apakah petani dapat kembali ke ladang mereka di mana kematian telah menanamkan tulang-tulang
mereka yang terbunuh?

Apakah penggembala akan menggembalakan ternaknya di padang yang telah ditebas dengan pedang?

Apakah domba akan minum dari mata air yang telah ternoda dengan darah?

Apakah pemuja akan berlutut di kuil yang kotor di mana para pemuja setan menari di atas altarnya?

Apakah penyair akan menciptakan sajak-sajaknya di bawah bintang-bintang yang tertutup asap senapan?

Apakah pemusik akan memainkan kecapinya di langit yang keheningannya telah terhempas oleh teror?
Apakah seorang ibu yang membuai anaknya, sambil memikirkan bahaya hari esok, masih bisa
meninabobokan bayinya?

Dapatkah sepasang kekasih bertemu dan saling berciuman di medan perang yang masih sengit dengan
asap bom?

Apakah Nisan akan kembali ke bumi dan membalut luka bumi dengan pakaiannya?

Pikiran dan Meditasi


Dapatkah aku menjadi pendamai jiwamu, aku akan mengubah perselisahan dan persaingan elemen-
elemen ke dalam kesatuan dan melodi. Tetapi bagaimana aku melakukannya, kecuali jika kau sendiri
adalah pendamai yang mencintai semua elemenmu?

Sang Nabi

Perselisihan adalah kekacauan yang mendambakan ketertiban.

Pasir dan Buih

Kewajiban macam apa yang telah memisahkan sepasang kekasih, dan menjadikan wanita-wanita janda,
dan anak-anak menjadi yatim?

Patriotisme apa yang menyulut peperangan dan menghancurkan kerajaan-kerajaan karena hal-hal
sepele? Dan sebab apa yang lebih sepele jika dibandingkan dengan satu nyawa? Tugas apakah yang
memanggil orang-orang desa yang miskin yang tidak dianggap apa-apa oleh mereka yang kuat dan oleh
anak-anak para bangsawan untuk mati demi kebanggaan para penindas? Jika kewajiban menghancurkan
perdamaian antarbangsa, dan patriotisme mengganggu ketenteraman hidup manusia, biarkan kita
berkata, ”Perdamaian ada bersama kewajiban dan patriotisme.”

Antara Malam dan Pagi

Akankah damai singgah di bumi sementara anak-anak penderitaan menghamba di ladang-ladang untuk
memberi makan yang kuat dan mengisi perut para penjajah? Akankah damai datang dan menyelamatkan
mereka dari cengkeraman kemiskinan?

Apakah damai itu? Apakah damai ada di mata bayi-bayi yang menyusu dari air susu yang telah kering dari
ibu mereka yang kelaparan di gubuk-gubuk yang dingin? Atau dalam gubuk-gubuk reot di mana orang-
orang yang lapar tidur di atas alas yang keras dan sangat mengharapkan secuil makanan yang biasa
diberikan para pendeta dan rahib untuk babi-babi mereka?

Rahasia Hati

Kau saudaraku. Lalu mengapa kau menentangku?

Mengapa kau datang ke negeriku berkeras merendahkanku untuk memuaskan mereka yang mencari
kemegahan dari kota-kotamu dan kesenangan dari kerja kerasmu?

Mengapa kau tinggalkan istrimu dan anakmu untuk mengejar kemadan hingga ke negeri yang jauh demi
mereka yang akan membeli kehormatan dengan darahmu dan kedudukan tinggi dengan kesedihan
ibumu? Suatu kemuliaankah hingga seseorang melawan saudaranya sendiri?

Mari kita hidupkan sosok lain dan menyanyikan puji-pujian Hanan.

Airmata dan Senyuman

Persatuan Dunia dan Masyarakat Global


Aku melihat diriku sendiri adalah orang asing di suatu negeri dan asing di antara sekelompok orang.
Padahal bumi adalah tanah airku dan manusia adalah rumpunku. Aku telah melihat manusia itu lemah
dan terbagi-bagi. Dan dunia ini sempit dan dengan kebodohan telah memecah dirinya dalam berbagai
kerajaan dan takhta.

Airmata dan Senyuman

Jauh dalam hatinya walau mereka tak memahaminya, bangsa-bangsa ini lapar dan haus akan ajaran
tertinggi yang melebihi dari apa yang ada di dunia. Mereka mendambakan kebebasan jiwa yang akan
mengajarkan manusia bersukacita dengan sesamanya di bawah terang matahari dan keajaiban hidup.
Karena inilah kebebasan yang dinantikan yang membawa manusia dekat kepada yang tak terlihat, yang
dapat ia temui tanpa rasa takut dan malu.

Suara Sang Guru

Tiap manusia adalah keturunan tiap raja dan tiap budak yang pernah ada.

Pasir dan Buib

Janganlah kita memilih-milih dan terkotak-kotak. Pemikiran seorang penyair dan ekor kalajengking,
keduanya berdiri penuh kemenangan di bumi yang sama.

Pasir dan Buib

Engkau adalah saudaraku dan kita adalah anak-anak dari satu roh yang suci.

Airmata dan Senyuman

Dia berasal dari semua suku bangsa dan tak lain.

Yesus Anak Manusia

Sesungguhnya kau tak berutang apa pun pada seseorang. Kau berutang pada semua orang.

Pasir dan Buih

Dan ketahuilah: Dalam cinta sejati kau tak dapat terbang melebihi harapan-harapan mereka ataupun
merendahkan dirimu lebih rendah daripada keputusasaan mereka.

Sang Nabi

Apabila kau mampu mengatasi kebanggaan akan ras dan negara, kau akan seperti dewa.

Pasir dan Buih

Aku mencintai negaraku dengan sedikit cintaku pada dunia, tanah airku.
Aku mencintai dunia dengan sepenuh hati, karena inilah padang rumput Manusia, semangat kebenaran
di muka bumi.

Airmata dan Senyuman

Ekologi Alam dan Lingkungan

Alam menyambut kita dengan tangan terbuka, dan menawarkan keindahannya, namun kita takut akan
keheningannya dan berlari ke kota-kota yang padat, di sana untuk berjubel seperti domba-domba yang
lari dari serigala buas.

Suara Sang Guru

Betapa cantiknya dirimu, Bumi, dan betapa indah! Betapa sempurnanya kepatuhanmu pada cahaya, dan
betapa mulia ketundukanmu pada matahari!

Betapa indahnya dirimu, bercadarkan bayang-bayang dan betapa memesonanya wajahmu, yang
tersembunyi dalam ketidakjelasan.

Betapa menyejukkan nyanyian fajarmu, dan sungguh parau puji-pujian malammu!

Betapa sempurnanya dirimu, Bumi, dan betapa megah!

Pikiran dan Meditasi

Pepohonan adalah puisi yang dituliskan bumi di langit. Kita menebangnya dan menjadikannya kertas di
mana kita menuliskan kehampaan.

Pasir dan Buih

,Dan aku mendengar sungai kecil itu meratap seperti seorang janda meratapi kematian anaknya dan aku
bertanya, ”Mengapa kau menangis, wahai sungai kecil?”

Dan sungai itu menjawab, ”Karena aku dipaksa pergi ke kota manusia mencaci dan menolakku meminum
airku, dan menjadikanku pemakan sampah mereka, mencemari kemurnianku, dan mengubah
keindahanku menjadi sampah.”

Lalu kudengar burung-burung terisak, dan aku bertanya, ”Mengapa kau menangis, wahai burung-burung
indahku?” Dan salah satu dari mereka mendekat, dan hinggap di ujung sebuah dahan dan berkata,
”Anak-anak Adam akan segera datang ke tempat ini dengan senapan-senapan mereka dan memerangi
kami, seolah-olah kami adalah musuh yang garang. Sekarang kami berpamitan satu sama lain, karena
kami tak tahu siapa di antara kami yang akan selamat dari kemarahan manusia. Kematian mengikuti ke
mana pun kami pergi.”

Sekarang matahari terbit di belakang puncak pegunungan, dan menyepuh puncak-puncak pohon dengan
pancaran sinarnya. Aku memandangi keindahan ini dan bertanya pada diri sendiri, ”Mengapa Manusia
harus menghancurkan apa yang telah dibangun oleh alam?”
Suara Sang Guru

Mereka yang telah menghabiskan sebagian besar keberadaan kita di kota-kota yang penuh sesak tidak
tahu banyak tentang kehidupan para penghuni desa dan dusun-dusun kecil yang tersembunyi di
Lebanon. Kita terbawa arus peradaban modern. Kita telah melupakan—-demikian kita menganggap diri
sofi hidup yang indah dan sederhana, kemurnian dan kebersihan spiritual. Jika kita mau menengok dan
melihat, kita akan melihatnya tersenyum di musim semi; tertidur bersama matahari musim panas,
memanen di musim gugur, dan beristirahat di musim dingin; seperti suasana hati ibu pertiwi. Kita lebih
kaya harta benda daripada orang-orang desa itu; tetapi jiwa mereka lebih mulia daripada kita. Kita
banyak menabur benih namun tak menuai apa pun. Tetapi mereka menanam mereka juga menuai. Kita
adalah budak nafsu; mereka anak-anak kesukacitaan. Kita meminum secangkir kehidupan, cairan yang
dipenuhi kepahitan, keputusasaan, ketakutan, dan kebosanan. Mereka meminum air kehidupan yang
murni.

Bidadari-bidadari Lembah

Dan aku tahu bumi seperti pengantin cantik yang tak membutuhkan perhiasan untuk menyempurnakan
kecantikannya karena ia telah puas dengan hijau ladangnya, dan pasir-pasir emas di pantainya, dan batu-
batu berharga di pegunungan-pegunungannya.

Suara Sang Guru

Dengan penuh kemarahan dan kemurkaan bumi keluar dari bumi; dan dengan angan dan megahnya
bumi berjalan di atas bumi.

Bumi dari bumi, membangun istana-istana dan mendirikan menara-menara dan kuil-kuil, Dan bumi
merangkaikan bumi, legenda-legenda, ajaran-ajaran, dan hukum.

Dan bumi berseru sampai ke bumi: ”Akulah kandungan dan kuburan, dan aku akan tetap menjadi
kandungan dan kuburan sampai planet-planet tak ada lagi dan matahari berubah menjadi abu.”

Pikiran dan Meditasi

Kebesaran Tuhan ditopang oleh keindahan yang kausaksikan ke mana pun kau buka matamu, keindahan
alam dalam semua bentuknya, keindahan yang merupakan awal kebahagiaan penggembala saat ia
berdiri di antara bukit-bukit dan petani di ladangnya, dan suku pengembara di antara gunung dan
dataran. Keindahan yang menjadi batu pijakan orang bijak menjadi singgasana kebenaran.

Airmata dan Senyuman

Bumi bernapas, kita hidup; bumi menghentikan napasnya, kita mati.

Cermin Jiwa

Semua yang ada di alam adalah ibu. Matahari adalah ibu bagi bumi dan memberinya makanan berupa
panas teriknya; matahari tak pernah meninggalkan alam semesta di malam hari sebelum ia menidurkan
bumi dengan lagu samudra dan himne burung-burung serta aliran sungai-sungai kecil. Dan bumi ini
adalah ibu bagi pepohonan dan bunga. Bumi menghasilkan, memelihara, dan menyaraknya. Pohon dan
bunga menjadi ibu bagi buah dan biji-bijian. Dan sang ibu, dasar dari semua keberadaan, adalah roh yang
abadi, penuh keindahan dan cinta.

Sayap-Sayap Patah

Bukankah kau hidup di semerbak keharuman bumi, dan seperti udara, tanaman ditopang oleh cahaya
mentari.

Namun karena kau harus membunuh untuk bertahan, dan merampas yang baru terlahir dari air susu
ibunya untuk memuaskan dahagamu, maka biarkan itu sebagai sebuah pemujaan.

Dan biarkan papanmu berdiri sebagai altar di mana hutan yang mumi dan tak berdosa dikorbankan
untuk yang lebih murni dan lebih tak berdosa dalam diri manusia.

Sang Nabi

Berkatalah sebatang pohon kepada seorang manusia, ”Akarku berada jauh di dalam tanah yang merah,
dan aku akan memberimu buahku.”

Dan orang itu berkata pada pohon, ”Betapa kita sama, akarku juga berada jauh di dalam tanah yang
merah. Dan tanah yang merah itu memberimu kekuatan untuk melimpahkan buahmu padaku, dan tanah
yang merah mengajarkanku untuk menerima semua pemberianmu dengan rasa syukur.”

Sang Pengembara

Dalam pengembaraanku suatu hari di sebuah pulau aku melihat monster berkepala manusia dan
berkuku besi yang melahap bumi dan meminum lautan dengan tak henti-hentinya. Dan untuk sementara
waktu aku mengamatinya. Lalu kudekati ia dan berkata, ”Tak pernahkah kau merasa cukup; apakah rasa
laparmu tak pernah terpuaskan dan dahagamu tak pernah terpuaskan?”

Dan ia menjawab, ”Ya, aku puas, tidak, aku lelah makan dan minum; Namun aku takut bila esok tak ada
lagi bumi untuk kusantap dan lautan untuk kuminum.”

Sang Pelopor

Siapa kau, Bumi, dan apa yang kaulakukan?

Kau adalah ”Aku”, Bumi. Kau adalah ”Aku”, Bumi. jika bukan karena adaku, Kau tak akan ada.

Pikiran dan Meditasi

Akankah datang hari di mana guru manusia adalah alam, dan perikemanusiaan adalah bukunya dan
hidup adalah sekolahnya. Akankah hari itu ada?
Kita tak mengerti, namun kita bisa merasakan dorongan yang menggerakkan kita pada suatu
perkembangan spiritual, dan perkembangan itu berupa pemahaman tentang keindahan semua ciptaan
melalui perbuatan baik dan penebaran kebahagiaan melalui kecintaan pada keindahan itu.

Bidadari-Bidadari Lembah

Persatuan Makhluk

Rohku mengajarkanku dan menunjukkan padaku bahwa aku tak lebih besar dari seorang kerdil atau tak
sebesar raksasa.

Sebelum rohku berkhotbah padaku, aku memandang manusia sebagai dua sisi: sisi yang satu lemah,
yang aku kasihani, dan sisi yang satu lagi kuat, yang aku ikuti atau kulawan.

Tapi sekarang aku mengerti bahwa aku juga tercipta dari unsur-unsur yang sama. Sumberku adalah asal
usul mereka, kata hatiku juga kata hati mereka, pendirianku adalah pendirian mereka, dan perziarahanku
adalah perziarahan mereka pula.

Jika mereka berbuat dosa, aku pun seorang pendosa. Jika mereka berhasil, aku pun bangga atas
keberhasilan mereka. Jika mereka bangkit, aku bangkit bersama mereka. Jika mereka malas, aku pun
berbagi rasa malas itu.

Pikiran dan Meditasi

Dan ketika satu daun kian menguning dengan sepengetahuan seluruh pohon, begini pula yang berbuat
salah tak dapat melakukan kesalahan tanpa hasrat yang tersembunyi dari kalian semua.

Sang Nabi

Semua yang ada di dunia ada dalam dirimu, dan semua yang ada dalam dirimu ada di dunia. Kau berada
dalam sentuhan tanpa batas dengan sekitarmu, dan jarak tidak cukup memisahkanmu dari mereka.
Semua dari yang terendah hingga tertinggi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, ada dalam dirimu
sebagai hal yang sederajat. Dalam satu atom terdapat semua unsur bumi. Setetes air mengandung
semua rahasia laut. Dalam satu gerakan pikiran terdapat semua gerakan dari semua asal usul
keberadaan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Maafkan aku, Kekasihku, telah bicara padamu melalui orang kedua. Kau adalah separuh diriku, yang
telah kudadakan sejak kita muncul dari tangan suci Tuhan. Maafkan aku, Kekasihku!

Suara Sang Guru

Saat kau membunuh seekor binatang katakan padanya dalam hatimu, ”Dengan kekuatan yang sama yang
membunuhmu, aku juga terbunuh, dan aku pun akan dimakan.

Karena hukum yang mengirimmu ke tanganku akan mengirimku ke tangan yang lebih kuat.
Darahmu dan darahku bukanlah apa-apa melainkan darah orang lemah yang menjadi makanan pohon
surga.”

Sang Nabi

Baju terindahmu adalah yang ditenun orang lain;

Makanan terlezatmu ialah yang kaumakan di meja orang lain;

Tempat tidur yang ternyaman ialah pembaringan yang ada di rumah orang lain,

Sekarang katakan padaku, bagaimana kau memisahkan dirimu dari orang lain?

Pasir dan Buih

Suara hidup dalam diriku tak mampu menjangkau telinga kehidupan dalam dirimu; tetapi marilah kita
bicara agar kita tak merasa kesepian.

Pasir dan Buih

Sebuah usaha untuk berkomunikasi dengannmu tentang suatu yang tidak dapat dibicarakan denganmu
oleh siapa pun selain ia yang berbagi semua yang ad a pada dirimu. Karenanya, jika aku telah mengerti
rahasia dirimu yang tak kaukenali, maka aku adalah salah satu dari mereka yang telah dikaruniai bakat
oleh kehidupan dan diizinkan berdiri di hadapan Singgasana Putih; tetapi jika aku telah mengerti apa
yang ganjil bagiku dan di dalam diriku sendirian, maka biarkan api membakar surat ini.

Surat-Surat Cinta

Cinta dapat berubah seiring waktu, namun waktu tak akan mengubah kita.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Bahwasannya ia akan menemukan akar dari setiap kebaikan dan keburukan, yang bermanfaat dan yang
sia-sia, semua terjalin dalam hari yang tenang.

Sang Nabi

Dalam satu jiwa terkandung harapan-harapan dan perasaan-perasaan semua umat manusia.

Suara Sang Guru

Apakah bukan tangan Tuhan yang mend ekatkan jiwa kita sebelum dilahirkan dan menjadikan kita
tawanan satu sama lain siang dan malam? Hidup manusia tidak dimulai di rahim dan tak pernah berakhir
di kuburan; dan cakrawala ini yang penuh dengan sinar bulan dan bintang, tidak ditinggalkan oleh roh
dan intuisi jiwa.

Sayap-Sayap Patah
Dan tak ada manusia yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kembali impian-impiannya, untuk
saling bertukar kesan, atau untuk mengalihkan rahasia dari satu tempat ke tempat lainnya. Dapatkah
yang lemah dan kecil dalam diri kita memengaruhi yang kuat dan hebat dari diri kita? Mampukah diri
baru yang begitu duniawi menyebabkan perubahan dan pergeseran pembawaan diri, yang bersifat
surgawi? Karena pancaran Sinar Biru itu kekal, berpindah namun tidak untuk dipindahkan, mendiktekan
namun tidak dapat didikte.

Surat-Surat Cinta

Dan saat kau meremukkan sebuah apel dengan gigimu, katakan padanya dalam hatimu,

”Bijimu akan hidup dalam tubuhku, Dan kuncup esokmu akan mekar di hatiku, Dan keharumanmu akan
menjadi napasku, Dan bersama kita akan bersukacita sepanjang waktu.”

Sang Nabi

Emosi yang kita takuti dan yang menggetarkan saat ia memasuki hati kita adalah hukum alam yang
menuntun bulan mengitari bumi dan matahari mengitari Tuhan.

Sayap-Sayap Patah

Kebenaran

Ia yang mau mendengarkan kebenaran tidak lebih buruk dari orang yang mengatakan kebenaran.

Pasir dan Buih

Cahaya sejati adalah cahaya yang memancar dari diri seseorang. Cahaya yang menyingkap rahasia-
rahasia jiwa dan membiarkannya hidup dalam sukacita, bernyanyi atas nama jiwa. Kebenaran seperti
bintang-bintang, yang tak terlihat kecuali di kegelapan malam. Kebenaran seperti semua keindahan yang
ada: tak menunjukkan keindahannya kecuali pada mereka yang telah merasakan belaan dusta.
Kebenaran ialah perasaan tersembunyi yang mengajarkan kita untuk bergembira dan melantunkan
pujian bagi semua manusia yang her sukacita.

Jiwa Pemberontak

Kebenaran yang memerlukan bukti hanyalah kebenaran yang setengah-setengah.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Diperlukan dua hal untuk mengetahui kebenaran: mengatakannya dan memahaminya.

Pasir dan Buih

Aku tak pernah meragukan kebenaran yang membutuhkan penjelasan kecuali jika aku harus
menguraikan penjelasan itu.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual.
Kebenaran selalu harus diketahui, kadang-kadang harus diucapkan.

Pasir dan Buih

Kebenaran adalah kehendak dan maksud Tuhan yang ada dalam diri manusia.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Keebenaran memanggil kita, melalui tawa anak yang tak berdosa, atau ciuman kekasih tercinta; namun
kita menutup pintu kasih sayang di wajahnya dan memperlakukannya bak seorang musuh.

Suara Sang Guru

Kebenaran bersumber dari inspirasi; analisis dan pendebatan hanya menjauhkan orang dari Kebenaran.
Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Ia yang akan mencari kebenaran dan mengungkapnya pada umat manusia akan menanggung derita lebih
dahulu.

Suara Sang Guru

Keyakinan mencerna kebenaran lebih cepat dari pengalaman.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Membesar-besarkan adalah kebenaran yang telah kehilangan wataknya.

Pasir dan Buih

Aku akan ikut ke mana Dunia takdir dan misiku untuk kebenaran akan membawaku.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Kebenaran tertinggi yang melebihi semesta tidak disampaikan dari satu makhluk kepada makhluk lainnya
dengan perkataan manusia. Kebenaran memilih diam untuk menyampaikan maknanya pada jiwa-jiwa
yang penuh kasih.

Suara Sang Guru

Aku tak punya musuh, oh Tuhan; tetapi bila aku harus memiliki musuh

Biarlah kekuatannya menyamaiku, Kebenaran itu sendiri yang jadi pemenangnya.

Pasir dan Buih

Jangan katakan, ”Aku telah menemukan kebenaran itu,” tapi lebih baik, ”Aku telah menemukan sebuah
kebenaran.”

Sang Nabi
Kebebasan

Hidup tanpa Kebebasan bagai tubuh tanpa jiwa, dan Kebebasan tanpa Pikiran seperti roh yang
kebingungan

Hidup, Kebebasan, dan Pikiran adalah tiga dalam satu kesatuan, senantiasa abadi dan tak pernah mati.
Pikiran dan Meditasi

Kau bebas di terik mentari siang, dan bebas di gemerlap bintang-bintang malam;

Dan kau bebas tatkala tiada matahari tiada bulan dan tiada bintang.

Kau bahkan bebas saat kaututup matamu dari semua itu.

Tetapi kau adalah hamba bagi dirinya yang kaucintai karena aku mencintainya.

Dan menjadi hamba bagi dirinya yang mencintaimu karena dia mencintaimu.

Pasir dan Buih

Kami terduduk di atas bebatuan tinggi dan memandang kaki langit di kejauhan. Ia menunjuk ke awan
yang keemasan, dan membuatku tersadar akan nyanyian burung-burung sebelum mereka berhenti
karena malam. Berterima kasihlah kepada Tuhan atas hadiah kebebasan dan kedamaian.

Suara Sang Guru

Dalam diri yang penuh beban ini tinggallah diriku yang lebih bebas; dan padanya mimpi-mimpiku
bertanding di senjakala dan hasratku berperang di antara gemertak tulang-tulang.

Aku masih terlalu muda dan terlalu menyakitkan untuk menjadi diriku yang lebih bebas.

Dan bagaimana aku akan menjadi bebas jika aku membunuh diriku yang susah, ataukah aku bebas
karena semua manusia akhirnya akan bebas?

Bagaimana daun-daunku akan terbang dan bernyanyi di embusan angin bila akarku tak lapuk di
kegelapan?

Bagaimana dang dalam diriku akan membubung tinggi ke arah matahari jika anak-anakku tak bisa
terbang meninggalkan sarang mereka yang kubangun dengan paruhku sendiri?

Sang Pelopor

Kebebasan mengajak kita menuju mejanya di mana kita bisa menikmati hidangannya yang lezat dan
anggurnya; namun saat kita duduk, kita makan dengan rakusnya dan sekenyang-kenyangnya.

Suara Sang Guru


Mereka berkata padaku: Jika kau melihat seorang budak sedang tertidur, jangan bangunkan ia, biarkan ia
menumpahkan kebebasan.

Kukatakan pada mereka: Jika kau melihat seorang budak sedang tertidur, bangunkan ia dan jelaskan
padanya arti kebebasan.

Cermin jiwa

Kebebasan seseorang yang membuai tentangnya adalah sebuah perbudakan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Kita semua adalah tawanan, beberapa dari kita berada dalam sel-sel yang berjendela namun beberapa di
antaranya tidak.

Pasir dan Buih

Kami menginginkan kemerdekaan berbicara dan kemerdekaan pers, walau kami tak punya sesuatu untuk
dikatakan dan hal berharga untuk diterbitkan.

Ungkapan-ungkapan Spiritual

Tuhan telah memberimu roh dengan sayap-sayapnya agar bisa terbang di cakrawala cinta dan
kebebasan. Tidakkah menyedihkan bila kemudian kaupotong sayapmu sendiri dan menyiksa jiwamu lalu
merangkak seperti seekor serangga di atas tanah?

Suara Sang Guru

Dan kau hanya akan terbebas ketika hasrat mengejar Kebebasan menjadi kekangan bagimu, dan ketika
kau berhenti bicara tentang kebebasan sebagai suatu tujuan dan penyelesaian.

Kau benar-benar akan bebas di saat hari-harimu tiada hampa akan kasih sayang dan malam-malammu
tiada keinginan dan dukacita.

Namun ketika semua itu melingkupi dirimu dan kau pun berdiri di atasnya, telanjang dan tak terikat.

Sang Nabi

Manusia bebas atau merdeka yang sesungguhnya ialah dia yang mampu menanggung beban rantai
perbudakan dengan sabar.

Pasir dan Buih

Lupa adalah suatu bentuk kebebasan.

Pasir dan Buih

Kebaikan dan Kejahatan


Dia yang dapat menemukan apa yang menjadi pemisah antara baik dan jahat ialah yang dapat
menyentuh pakaian Tuhan.

Pasir dan Buih

Dewa Kebaikan dan Dewa Kejahatan bertemu di puncak gunung itu.

Dewa Kebaikan berkata: ”Selamat siang, Saudaraku.”

Dewa Kejahatan tak menyahut Dan Dewa Kebaikan berkata, ”Rupanya kau sedang tak bisa bercanda hari
ini.”

”Ya,” kata Dewa Kejahatan, ”sebab akhir-akhir ini aku sering kali dikelirukan sebagai dirimu dipanggil
dengan namamu, dan diperlakukan seolah-olah aku ini dirimu, dan ini sungguh tak menyenangkan
bagiku.”

Lalu Dewa kebaikan berkata, ”Aku pun telah dikelirukan sebagai dirimu dan dipanggil dengan namamu.”
Dewa kejahatan kemudian berjalan menjauh dan mengutuk kebodohan manusia.

Orang Gila

Lihatlah matahari terbit dari kegelapan.

Airmata dan Senyuman

Kejahatan adalah makhluk yang tak layak, lamban mematuhi hukum keselarasan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Andai kata semua yang mereka katakan tentang kebaikan dan kejahatan itu benar, maka hidupku adalah
sebuah perjalanan kejahatan yang panjang.

Pasir dan Buih

Kelicikan sesungguhnya adalah kekuatan yang menandingi kebaikan dengan segala kekuatan dan
pengaruhnya.

Surat-Surat Cinta

Apabila kau harus memilih antara dua kejahatan, biarkan pilihanmu jatuh pada kejahatan yang nyata
daripada yang tersembunyi, walaupun yang nyata tampak lebih besar.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Kebajikan dalam diri manusia harus mengalir bebas,

Karena kejahatan tinggal di dunia lain yang kelam; Sementara itu, waktu dengan jari jemarinya
memindahkan pion sebentar, kemudian memotong langkah Kuda dan Ksatria.
Arak-arakan

Setiap naga melahirkan seseorang St. George yang akan membantainya.

Pasir Dan Buih

Dia yang tak melihat malaikat maupun iblis dalam keindahan serta kedengkian hidup akan tersisih dan
jiwanya bukan hampa akan kasih sayang.

Sayap-Sayap Pedal

Akal dan Nafsu

Saat akal berbicara padamu, dengarkan apa yang dikatakannya dan kau akan terselamatkan. Pergunakan
dengan baik-baik ucapannya, dan kau akan menjadi orang yang punya bekal. Karena Tuhan telah
memberimu tiada pedoman yang lebih baik selain Akal, tak ada yang lebih kuat melainkan Akal.
Manakala Akal berbicara pada batin, kau akan sanggup melawan hawa nafsu. Karena Akal adalah
pendeta yang bijaksana, penuntun yang setia dan penasihat yang bijak. Akal adalah sinar di kegelapan,
seperti kemarahan adalah kegelapan di tengah-tengah cahaya. Bersikaplah bijak—biarkan Akal, bukan
gerak hati sebagai penuntunmu.

Suara Sang Guru

Akal ialah apa yang kita lihat dan alami dengan jiwa; namun dunia sekeliling kita, kita sadari dengan
pemahaman dan Akal. Dan pemahaman itu membawa banyak suka maupun duka.

Suara Sang Guru

budi dan nafsu adalah kemudi dan layar jiwamu yang mengembara di lautan.

Seandainya baik layar maupun kemudimu patah, kau dapat terombang-ambing dan hanyut, atau terpaku
di tengah samudra.

Karena Akal, yang mengendalikan, adalah kekuatan yang mengikat; dan nafsu, bila tak dikendalikan,
menjadi api yang membakar dan menghancurkan.

Karenanya, biarkan jiwamu mengagungkan akalmu di atas nafsumu, dan jiwamu bernyanyi:

Dan biarkan akal mengendalikan nafsumu, biarkan hasrat itu menjalani masa kebangkitan, seperti
burung phoenix yang bangkit di atas abunya.

Sang Nabi

Awasi dan waspadai dirimu seakan-akan kau adalah musuhmu; karena kau tak bisa menguasai dirimu
sendiri kecuali kau belajar mengendalikan nafsumu dan mematuhi suara hati nuranimu.

Suara Sang Guru


Dimanakah bisa kutemukan orang yang dikuasai oleh akal dan bukan kebiasaan dan keinginan?

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Jangan terburu-buru tetapi jangan lamban kala kesempatan datang memberi isyarat. Maka kau akan
terhindar dari kesalahan-kesalahan fatal.

Suara Sang Guru

pikiran tidak seperti barang yang dijual di pasar, semakin banyak, makin tak berharga. Nilai akal makin
besar seiring keadaan yang makin melimpah. Namun andaikata ia di jual di pasar, hanya orang bijaklah
yang mengerti nilai sejatinya.

Suara Sang Guru

Derita dan Kesenangan

Bagaimana hatiku akan terbuka bila tidak menghancurkannya.

Pasir dan Buih

Kesenangan adalah lagu kebebasan, Namun bukan kebebasan. Kesenangan adalah mekarnya hasrat-
hasratmu, Namun bukan buahnya. Kesenangan adalah ungkapan terdalam menuju yang tinggi

Namun bukan yang dalam ataupun tinggi Kesenangan adalah sangkar yang membawa sayap Nmnun
tidak mencakup ruang. Ya, sesungguhnya, kesenangan adalah nyanyian kebebasan.

Dan aku ingin kau menyanyikannya dengan sepenuh hati;

Dan aku tak ingin kau kehilangan semangat saat menyanyikannya.

Sang Nabi

Rasa sakit yang mengiringi cinta, khayalan, dan tanggung jawab juga memberikan kegembiraan.
Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Mereka berkata burung bulbul itu menusuk dadanya dengan sepucuk duri saat ia melantunkan sebuah
lagu cinta.

Begitu pula kita semua. Bagaimana lagi kita harus bernyanyi?

Pasir dan Buih

Semalam kutemukan sebuah kesenangan baru dan ketika pertama kali aku mencobanya, seorang
malaikat dan iblis menghambur ke rumahku. Mereka bertemu di depan pintu dan saling
mempertengkarkan kesenangan yang baru saja diciptakan; satu berteriak, ”Itu dosa!”—yang lain,
berteriak ”Itu kebaikan!”
Orang Gila

Aneh, hasrat untuk kesenangan-kesenangan tertentu menjadi bagian deritaku.

Pasir dan Buih

Berkatalah satu tiram pada tiram di dekatnya, ”Aku memikul beban sakit yang teramat sangat dalam
diriku. Berat dan terus-menerus, aku sangat menderita.”

Dan tiram lainnya menanggapi dengan angkuh, ”Segala puji bagi surga dan samudra, aku tak punya
beban apa pun dalam diriku. Aku baik-baik saja, utuh, luar dalam.”

Sebentar kemudian melintas seekor kepiting dan mendengar kedua tiram itu, lalu ia berkata pada tiram
yang kuat dan utuh, ”Ya, kau kuat dan utuh, tetapi beban yang ditanggung tetanggamu itu ialah mutiara
yang sangat indah.”

Sang Pengembara

Seribu tahun yang lalu tetanggaku berkata, ”Aku membenci hidup, karena hidup tak lebih hanyalah
penderitaan.”

Dan kemarin aku melintasi sebuah pemakaman dan melihat kehidupan menarik di atas kuburannya.

Pasir dan Buih

Jika bukan karena malapetaka, kerja keras dan perjuangan tak akan pernah ada, dan hidup menjadi
dingin, tandus dan membosankan.

Potret Diri

Tugas-tugas kejam tanpa imbalan akan ada bersama kita, memperlihatkan kemegahannya, dan
menjadikan kebanggaan; sementara penderitaan seperti seuntai kalung kemenangan pertanda
kehormatan.

Suara Sang Guru

Sebutir mutiara bagaikan kuil yang dibangun dengan susah payah dari butiran-butiran pasir.

Keinginan apa yang membentuk raga kita dan dari unsur apa?

Pasir dan Buih

Sebagian besar deritamu adalah pilihan diri.

Ramuan pahit diberikan oleh tabib dalam dirimu untuk menyembuhkan dirimu yang sakit.

Karena itu percayalah pada sang tabib, dan minumlah ramuannya dengan keheningan dan ketenangan.
Karena tangannya, walau berat dan keras telah dituntun oleh tangan halus yang tak terlihat, dan cangkir
yang dibawanya, walau membakar bibirmu, telah dibuat dengan tanah liat yang telah dibasahi
penciptanya dengan airmata suci-Nya.

Sang Nabi

Kejahatan dan Hukuman

Sesungguhnya tak ada kejahatan yang dilakukan satu laki-laki atau seorang perempuan. Semua kejahatan
dilakukan semua orang.

Yesus Anak Manusia

Hentikan semua pertunjukan terlarang ini, Karena nuraniku adalah pengadilan Yang akan
mengendalikanku dengan pantas. Pengadilan yang akan menyelamatkanku dari hukuman bila aku tak
bersalah.

Dan tak memberiku kemurahan hati ketika aku memang bersalah.

Airmata dan Senyuman

Ketika ada sesuatu dosa, di antara kita melakukannya mengikuti jejak nenek moyang; dan beberapa dari
kita melakukannya dengan mengesampingkan anak-anak kita.

Pasir dan Buih

Ketika jiwamu mengembara bersama angin, kau, sendiri dan lengah, melakukan kesalahan pada orang
lain dan pada dirimu sendiri.

Dan untuk kesalahan yang kaubuat itu haruslah kau mengetuk dan menunggu sesaat tanpa diacuhkan di
gerbang keberuntungan

Sering kali kudengar kau berbicara tentang seseorang yang melakukan kesalahan seolah-olah ia bukan
salah satu dari kamu, melainkan orang asing dan pembuat onar di duniamu.

Namun kukatakan bahkan ketika yang suci dan berbudi tak mampu bangkit dari bagian tertinggi dalam
diri kamu, sehingga yang licik dan lemah tidak bisa jatuh lebih rendah dari sisi dirimu yang rendah

Seperti sebuah arak-arakan kau berjalan bersama menuju dirimu.

Kau adalah jalan dan musafirnya. Dan bila salah satu darimu jatuh, dia teperdaya oleh mereka di
belakangnya, sebuah peringataan akan batu sandungan.

Dan ia teperdaya oleh mereka di depannya, yang meski memiliki langkah yang lebih cepat dan pasti, tak
menyingkirkan batu sandungan itu.

Sang Nabi
Ia yang memaafkanmu atas dosa yang tak pernah kaulakukan memaafkan dirinya atas kejahatannya
sendiri .

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Kejahatan adalah nama lain dari kebutuhan atau bagian dari suatu penyakit.

Pasir dan Buih

Hukum

Semua yang ada di dunia hidup dengan hukum alamnya, dan dengan hukum itu terbentanglah semarak
dan kegembiraan akan kebebasan. Akan tetapi, manusia sendiri terlarang dari kebahagiaan ini, karena ia
membuat hukum-hukum keduniawian yang menyatu dengan semangat kebencian, dan dalam raga dan
jiwanya mengalir penilaian-penilaian tajam, dalam cinta dan kerinduannya berdiri tembok penjara yang
gelap dan di hati dan pikirannya tergali kubur yang dalam.

Jiwa-Jiwa Pemberontak

Hanya orang idiot dan genius yang melanggar hukum manusia; dan mereka paling dekat ke hati Tuhan.

Pasir dan Buih

Bahkan hukum kehidupan mematuhi hukum kehidupan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Keadilan di bumi akan membuat Jin berteriak karena penyalahgunaan kata-kata,

Dan begitu pula jasad mati yang menyaksikannya, Mereka menertawakan keadilan di dunia ini.

Ya, kematian dan penjara kita bagikan Pada pelanggar hukum, Sementara kehormatan dan kekayaan kita
limpahkan pada para perampok besar.

Mencuri sekuntum bunga kita sebut jahat, Merampas ladang adalah sikap ksatria; Siapa yang
membunuh harus mati, Siapa yang membunuh jiwa atau semangat tetap bebas.

Arak-arakan

,Aku tidak menyukai hukum buatan manusia dan aku benci akan tradisi-tradisi yang ditinggalkan nenek
moyang. Kebencian ini merupakan buah rasa cintaku pada kebaikan yang Suci dan spiritual yang
semestinya menjadi sumber dari undang-undang di muka bumi, karena kebaikan adalah bayangan Tuhan
dalam wujud manusia.

Potret Diri
Kau merasa gembira saat menetapkan hukum. Namun kau lebih gembira ketika melanggarnya. Seperti
anak-anak bermain di pantai membuat menara pasir dengan susah payah, dan kemudian
menghancurkannya diiringi canda tawa.

Tetapi sementara kau mendirikan menara-menara pasir, laut membawa lebih banyak pasir ke pantai.

Dan ketika kau menghancurkannya, laut tertawa bersamamu.

Sesungguhnya laut selalu tertawa bersama yang tak berdosa.

Sang Nabi

Ada empat hal yang harus dilenyapkan seorang penguasa dari kerajaannya: Kemurkaan, Keserakahan,
Kebohongan, dan Kekerasan.

Suara Sang Guru

Pikiran kitalah yang menyerah pada hukum manusia, namun jiwa kita tak akan pernah.

Pasir dan Buih

Pekerjaan

Dan ketika kau bekerja dengan penuh cinta, kau telah mengikat dirimu pada dirimu sendiri, pada yang
lain, juga pada Tuhan.

Sang Nabi

Kau bekerja agar dapat mengikuti perkembangan dunia dan jiwanya.

Karena dengan berpangku tangan berarti menjadikanmu orang asing setiap saat, menyisihkanmu dari
iring-iringan kehidupan yang berbaris penuh keagungan dan menunduk bangga kepada Yang Mahakuasa.

Sang Nabi

Sedikit ilmu yang diamalkan jauh lebih berguna daripada banyak ilmu namun tak dijalankan.

Suara Sang Guru

Pekerjaan adalah cinta yang menampakkan diri.

Sang Nabi

Ujian tak mengenal istirahat kecuali saat sedang berkarya. Ia mencintai pekerjaan yang disebutnya Cinta
yang menampakkan

Suara Sang Guru

Ambisi merupakan semacam pekerjaan.


Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Memberi

Kemurahan hati bukan berarti memberikan apa yang lebih kubutuhkan daripada yang kau butuhkan,
tetapi memberikan aku apa yang jauh lebih kaubutuhkan.

Pasir dan Buih

Kekuatan tertabur di lubuk hatiku dan aku memetik hasil panen dan kukumpulkan bulir-bulir jagung
kemudian membagikannya pada mereka yang lapar.

Jiwa menumbuhkan kembali tanaman anggur ini dan kuperas bualanya untuk kuberikan sebagai
minuman bagi mereka yang dahaga.

Surga mengisi lampu ini dengan minyak kemudian aku nyalakan dan kuletakkan di jendela rumahku
untuk menerangi mereka yang melintas di malam hari,

Kulakukan semua ini karena aku hidup berkat mereka, dan seandainya siang melindungiku dan malam
menahanku dari perbuatan jahat, aku akan mencari kematian: karena kematian seperti seorang nabi
yang diusir bangsanya sendiri atau seorang penyair yang terasing di tanah kelahirannya.

Airmata dan Senyuman

Orang yang menerima tak menyadari, akan tetapi Si pemberi harus selalu memperingatkan dirinya
bahwa ia memberi atas dasar cinta kasih persaudaraan, bantuan persahabatan dan bukan kebanggaan.

Pasir dan Buih

Suatu ketika hiduplah seorang laki-laki yang mempunyai sekotak jarum. Suatu hari ibunda Yesus datang
padanya dan berkata: ”Kawan, pakaian anakku terkoyak dan aku harus menambalnya sebelum ia
berangkat ke kuil. Maukah kau memberiku sebatang jarum?”

Dan dia tidak memberi ibu itu sebatang jarum, melainkan sebuah tulisan pelajaran tentang Memberi dan
menerima untuk diberikan pada putranya sebelum ia pergi ke kuil.

Orang Gila

Betapa jahatnya aku, ketika hidup memberiku emas aku hanya memberimu perak, dan aku menganggap
diriku dermawan.

Pasir dan Buih

Dan sekarang biarkan aku bicara tentang hal lain,

suatu hari ketika dia dan aku berjalan sendirian di sebuah padang, kami berdua lapar, dan kami sampai
pada sebatang pohon apel liar. Hanya ada dua apel menggantung di dahan.
Dan dipegangnya batang pohon itu dengan tangannya lalu diguncangnya, dan jatuhlah dua buah apel

Dia memungut keduanya dan memberikan satu untukku. Satu apel lagi digenggamnya.

Karena rasa lapar, kumakan apel itu dan kuhabiskan dengan cepat.

Lalu kupandangi Dia dan aku melihat Dia masih menggenggam buah apel itu di tangannya.

Dan Dia memberikannya padaku sambil berkata: ”Makanlah ini juga.”

Dan kuambil apel itu, dan tanpa rasa malu aku memakannya. Dan sambil kami berjalan aku memandangi
wajahnya

Dia telah memberiku dua apel. Aku tahu ia lapar bahkan sewaktu aku lapar.

Namun kini aku tahu, bahwa dengan memberiku apelnya Dia telah merasa kenyang.

Yesus Anak Manusia

Kau akan merasa lebih baik saat berusaha memberikan apa yang kaumiliki.

Sang Nabi

Kau tak bisa terus-menerus memuaskan nafsu makanmu. Setengah bagian roti ini milik orang lain, dan
kau harus menyisakan sedikit kalau-kalau ada tamu yang datang.

Pasir dan Buib

Mereka memberi karenanya mereka hidup, sebab yang tidak mau memberi adalah binasa.

Sang Nabi

Kemurahan hati adalah memberikan lebih dari yang kau bisa dan kebanggaan adalah mengambil sedikit
dari yang kaubutuhkan.

Pasir dan Buih

Pengajaran dan Pendidikan

Aku belajar tentang diam dari yang banyak bicara, tentang toleransi dari mereka yang tidak toleran, dan
tentang kebaikan dari yang kejam; tapi aneh, aku tak berterima kasih kepada guru-guru ini.

Pasir dan Buib

Belajar menyebut benih-benih ilmu, namun tak memberimu benih itu sendiri.

Cermin Jiwa
Pendidikan tak menaburkan benih-benih ke dalam dirimu, tetapi menumbuhkan benih-benih yang ada di
dirimu.

Ungkapan-ungkapan Spiritual

Seorang guru yang berjalan di bayangan kuil itu, di antara para pengikutnya, tidak mengajarkan
kebijaksanaannya, melainkan keyakinan dan cinta kasihnya.

Sang Nabi

Apakah kau seorang guru yang berdiri di atas punggung sejarah, yang terilhami oleh kejayaan masa lalu,
berkhotbah ke seluruh umat manusia dan bertindak sambil mengajar? Bila memang demikian, maka kau
adalah penyembuh bagi umat manusia yang sakit dan balsem bagi hati yang terluka.

Suara Sang Guru

Pengetahuan adalah cahaya, memperkaya hangatnya kehidupan, dan semua dapat mengambil bagian
mereka yang mencarinya.

Rahasia Hati

Pengetahuan adalah satu-satunya harta yang tak dapat dirampas oleh penguasa yang lalim. Hanya
kematian yang mampu menyurutkan cahaya pengetahuan yang ada dalam dirimu. Harta yang
sesungguhnya dari suatu bangsa tak terletak pada emas atau perak melainkan ilmu, kebijaksanaan, dan
kejujuran putra-putranya.

Suara Sang Guru

Dalam pendidikan, kehidupan akal pikiran manusia diawali setahap demi setahap dari percobaan-
percobaan ilmiah lalu menjadi teori-teori intelektual, kemudian perasaan spiritual, dan kemudian
berakhir pada Tuhan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual.

Perkataan

Engkau percaya pada apa yang kaudengar. Percayalah pada apa yang tak terucap, karena kebungkaman
manusia lebih dekat pada kebenaran daripada kata-kata.

Yesus Anak Mannusia

Aku tak dapat berbicara, jadi aku diam, satu-satunya bahasa hati.

Sayap-Sayap Patah

Aku bicara, wahai saudara-saudaraku yang tak mengacuhkanku.

Aku benar-benar bicara.


Namun yang kalian dengar hanyalah kata-kata kalian sendiri.

Dewa-Dewa Burnt

Pijar kemanusiaan ada dalam hati yang tenang, bukan pada pikiran yang ribut/tak henti bicara.

Pasir dan Buih

Katakan apa saja yang kauinginkan tentangku dan hari esok akan mengadilimu, dan kata-katamu akan
menjadi saksi di hadapan pengadilan dan menjadi kesaksian di hadapan keadilan.

Airmata dan Senyuman

Kenyataan dalam diri seseorang tidak terletak pada apa yang ditampakkannya padamu, tetapi pada apa
yang tak bisa diungkapkannya padamu.

Oleh karena itu, jika kau ingin memahaminya, de ngarkan bukan pada apa yang dikatakannya melainkan
apa yang tak dikatakannya.

Pasir dan Buih

Kami berdua terdiam, masing-masing menunggu salah satu berbicara, akan tetapi bicara bukan satu-
satunya cara memahami, antara dua jiwa. Bicara bukan sekadar kata-kata yang meluncur dari bibir dan
lidah yang menyarukan cinta hati.

Ada sesuatu yang lebih besar dan lebih murni dari apa yang diucapkan oleh mulut. Keheningan
menerangi jiwa kita, membisikkan ke hati kita dan menyatukan mereka. Keheningan memisahkan kita
dari diri kita, membuat kita mengarungi cakrawala jiwa, dan membawa kita lebih dekat ke Surga;
keheningan membuat kita merasa bahwa raga hanyalah penjara dan dunia ini hanyalah tempat
pengasingan.

Sayap-Sayap Patah

Orang yang paling banyak bicara adalah orang yang paling sedikit kepandaiannya dan hampir tak ada
perbedaan antara seorang orator dan juru lelang.

Pasir dan Buih

,Aku sucikan mulutku dengan api suci ketika bicara tentang cinta.

Namun ketika kubuka mulutku aku tak mampu berkata apa-apa.

Sebelum aku tahu apa itu cinta, aku telah terbiasa menyanyikan lagu-lagu cinta.

Namun ketika aku belajar mengetahuinya, kata-kata dalam mulutku sia-sia belaka, hanya napas.

Dan lagu di dadaku jatuh dalam keheningan yang mendalam.


Puisi Prosa

Kau harus bangkit melebihi kata-katamu, namun jalanmu harus meninggalkan irama dan keharuman;
irama bagi para pecinta dan semua yang dicinta, dan keharuman untuk mereka yang akan tinggal di
taman itu.

Taman Sang Nabi

Katakanlah kebenaran yang indah dengan sedikit kata-kata, tapi jangan pernah ungkapkan kebenaran
yang tak pantas dengan kata-kata apa pun.

Taman Sang Nabi

Setengah dari apa yang kukatakan tak bermakna; namun kukatakan sedemikian rupa sehingga
setengahnya lagi sampai kepadamu.

Pasir dan Buih

Ia yang menyembunyikan maksud di belakang kata-kata pujian yang muluk-muluk seperti wanita yang
menyembunyikan wajah buruknya di balik kiasan.

Ungkapan-ungkapan Spiritual

Kata-kata tak kenal batas waktu. Kau harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan pengetahuan
akan keabadian mereka.

Pasir dan Buih

Orang yang tidak sependapat atau setuju justru lebih banyak dibicarakan daripada orang yang
sependapat.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Hanya orang bisu yang iri pada orang yang cerewet.

Pasir dan Buih

gang sesungguhnya dalam diri kita adalah diam; yang dipelajari adalah banyak bicara.

Pasir dan Buih

Waktu dan Ruang

Kita mengukur waktu berdasarkan gerakan matahari; dan mereka mengukur waktu dengan mesin kecil
dalam saku mereka.

Sekarang katakanlah padaku, bagaimana kita bisa bertemu di tempat yang sama dan waktu yang sama?

Pasir dan Buih


Sungguh aneh Waktu, dan betapa aneh kita! Waktu telah benar-benar berubah, dan oh ..., waktu telah
mengubah kita juga. Waktu berjalan satu langkah ke depan membuka tutup wajahnya, menggelisahkan
kita dan kemudian membesarkan hati kita.

Kemarin kita mengeluh tentang waktu dan menggigil karena terornya. Namun hari ini kita belajar untuk
mencintainya dan memujanya, karena kini kita memahami tujuan, sifat alam, rahasia-rahasia, dan
misteri-misterinya.

Pikiran dan Meditasi

Sering kali kita meminjam dari hari-hari esok untuk membayar utang-utang kita di hari-hari kemarin.

Pasir dan Buih

Waktu menasihatiku agar tak membatasi ruang dengan berkata, ”Di sini, sana, dan sebelah sana.”
Sebelum jiwaku menasihatiku, aku merasa ke mana pun aku berjalan, begitu jauh dari ruang lain.

Sekarang aku sadar di mana pun aku ada banyak ruang dan jarak yang kutempuh mencakup semua jarak.

Pikiran dan Meditasi

Jiwaku menasihati dan mengingatkanku agar menghargai waktu dengan pepatah ini:

’Ada kemarin dan akan ada hari esok.” Sampai saat ini aku menganggap masa lalu sebagai masa yang
telah hilang dan terlupakan.

Dan masa depan kuanggap sebagai era yang mungkin tidak bisa kucapai;

Namun kini aku telah belajar: Bahwa dalam waktu yang singkat, dengan semua yang tepat waktu akan
tercapai dan menjadi kenyataan.

Puisi-Puisi Prosa

Setelah keadaan kacau balau muncullah bumi, dan kami anak-anak permulaan memandang satu sama
lain dalam cahaya yang tanpa gairah, kami membisikkan ketenangan, suara gemetar yang mempercepat
aliran udara dan laut.

Kemudian kami berjalan, saling bergandengan tangan, di atas bumi yang masih muda, dan dari gema
langkah-langkah malas kami terlahirlah waktu, kekuatan keempat yang menjejakkan kakinya di atas
bekas jejak langkah kami membayangi pikiran dan keinginan kami, dan melihatnya hanya dengan mata
kita.

Dewa-Dewa Bumi

Keindahan

Keindahan yang luar biasa membuatku terpesona, tapi keindahan yang lebih hebat membebaskanku
bahkan dari dirinya.
Pasir dan Buih

Setelah keheningan dalam mimpi-mimpi indah, aku bertanya tentangnya: ”Makhluk apakah keindahan
ini? Orang begitu berbeda menafsirkannya hingga mereka menentang satu sama lain tatkala
mengungkapkan sanjungan maupun cinta akan keindahan itu?”

Dan ia menjawab: ”Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Ia adalah apa yang kaulihat dan
mendorongmu untuk memberi daripada menerima. Ia adalah sesuatu yang kaurasakan saat
mengulurkan tangan dari kedalaman hatimu lalu menjabatnya. Ia adalah sesuatu yang menggoda dirimu
dan karunia bagi jiwamu. Ia adalah penghubung antara suka dan duka. Ia adalah semua yang kaurasakan
tersembunyi dan kau tahu ia tak dapat diketahui dan yang kaudengar hanya keheningan. Keindahan
adalah kekuatan yang bermula dari kekuatan suci dari yang suci, dari penciptaan dan akhirmu di suatu
tempat di luar jangkauan penglihatanmu.”

Airmata dan Senyuman

Jiwaku mengajarkanku untuk merasakan keindahan tersembunyi dari kulit, bentuk, maupun warnanya. Ia
menyuruhku bermeditasi tentang apa yang dikatakan buruk hingga pesona dan pancaran sejatinya
muncul.

Pikiran dan Meditasi

Keindahan memiliki bahasanya sendiri, lebih mulia dari suara yang keluar dari mulut manusia. Bahasa
yang tak mengenal batas waktu, lazim bagi semua orang, tenang seperti danau yang menarik anak
sungai di kedalamannya dan membuat mereka hening.

Hanya jiwa kita yang bisa memahami keindahan, atau hidup dan tumbuh bersamanya. Keindahan adalah
teka-teki, kita tak dapat menguraikannya dengan kata-kata. Keindahan adalah sebuah sensasi yang tak
dapat dilihat dengan mata, baik dari yang mengamati maupun yang diamati. Keindahan sejati adalah
sinar yang terpancar dari kesucian jiwa yang suci, dan menerangi raga, seperti hidup yang berasal dari
kedalaman bumi dan memberikan warna dan semerbak keharuman pada sekuntum bunga. Keindahan
sejad terletak pada keselarasan spiritual yang dinamakan cinta yang mungkin ada antara pria dan wanita.

Sayap-Sayap Patah

A pakah bukan ia yang tak pernah ingin kau perjuangkan, yang hatimya tak pernah ingin kaumasuki, yang
kauanggap buruk rupa?

Taman Sang Nabi

Apakah kau terganggu oleh berbagai keyakinan yang diakui umat Manusia? Apakah kau tersesat dalam
keyakinan yang saling bertentangan? Apakah kau berpikir jika perbedaan keyakinan tak terlalu berat
dibandingkan beban keparuhan, dan hak perbedaan pendapat lebih aman daripada persetujuan tanpa
syarat?
Jika itu masalahnya, jadikan Keindahan agamamu, dan sembah dia seperti Tuhanmu; karena ia dapat
dilihat, karya Tuhan yang nyata dan sempurna. Singkirkan mereka yang telah mempermainkan
Ketuhanan seolah-olah hanya kepura-puraan saja, menyatukan keserakahan dan kcangkuhan; namun
sebaliknya percayalah pada keindahan yang luar biasa yang merupakan permulaan pemujaanmu pada
kehidupan dan sumber rasa laparmu akan kebahagiaan.

Suara Sang Guru

Keindahan bersinar lebih terang di hati yang merindukannya daripada dalam pandangan mata yang
melihatnya.

Pasir dan Buih

Rupa berubah menurut emosi, dan kita melihat keajaiban dan kecantikan dalam diri mereka, sementara
keajaiban dan keindahan itu sebenarnya ada dalam diri kita.

Sayap-Sayap Patah

Keindahan bukanlah lukisan yang dapat kaulihat atau lagu yang dapat kaudengar,

Akan tetapi, ia adalah lukisan yang kaulihat meski kaupejamkan matamu dan ia adalah lagu yang
kaudengar meski kaututup telingamu.

Ia bukan getah dalam kerutan kulit kayu atau sayap yang melekat dalam sebuah cakar,

Akan tetapi, ia adalah taman yang selamanya berbunga, dan segerombolan malaikat yang selamanya
terbang.

Sang Nabi

Bukan agama maupun ilmu pengetahuan yang melebihi keindahan.

Pasir dan Buih

Jangan sebut apa pun buruk, kawan, kecuali rasa takut jiwa akan ingatan-ingatannya sendiri.

Taman Sang Nabi

Ikutilah keindahan bahkan bila ia membawamu ke ambang tebing yang curam; walau ia bersayap
sementara kau tidak, walau ia akan melintasi tebing itu, ikuti dia, karena tanpa keindahan tak akan ada
apa pun.

Taman Sang Nabi

Kecantikan menampakkan dirinya saat ia duduk di singgasana kemuliaan; tetapi kita mendekatinya atas
nama nafsu, merenggut mahkota kesuciannya dan menodai pakaiannya dengan perbuatan jahat kita.
Suara Sang Guru
Cinta selamanya jauh dari keindahan, akan tetapi keindahan selamanya akan dikejar oleh cinta.

Yesus Anak Manusia

Seni

Seni bangsa Mesir adalah ilmu gaib. Seni bangsa Chaldea adalah hitung-menghitung. Seni bangsa Yunani
adalah perbandingan. Seni bangsa Romawi adalah gema. Seni bangsa Cina adalah etiket. Seni bangsa
Hindu adalah pertimbangan kebaikan dan kejahatan.

Seni bangsa Yahudi adalah kepekaan mereka tentang kematian.

Seni bangsa Arab adalah mengenang masa lalu dan membesar-besarkan.

Seni bangsa Persia adalah sifat dan tak mudah puas.

Seni bangsa Prancis adalah kecerdikan. Seni bangsa Inggris adalah analisis dan kebenaran diri. Seni
bangsa Spanyol adalah fanatisme.

Seni bangsa Italia adalah keindahan. Seni bangsaJerman adalah ambisi. Seni bangsa Rusia adalah
kesedihan.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Seni dimulai ketika manusia memuliakan matahari dengan nyanyian puji syukur.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Dan bila datang penyanyi dan penari serta peniup seruling—belikan juga mereka hadiah.

Karena mereka adalah pengumpul buah dan kemenyan, dan apa yang mereka bawa, walau hanya hiasan
mimpi, adalah pakaian dan makanan bagi jiwamu.

Sang Nabi

Aku harus menjadi pengkhianat bagi karya seniku, seandainya aku meminjam penglihatan pengasuhku.
Wajah adalah cermin mengagumkan yang memantulkan bagian jiwa yang terdalam; tugas seniman
adalah melihat dan melukiskannya; jika tidak, ia tidak pantas disebut seniman.

Sebuah Biografi

Seni adalah selangkah dari alam kepada yang tak Terbatas.

Pasir dan Buih

Beberapa orang mengira bahasa seni hanya sekadar meniru alam. Akan tetapi, alam terlalu luas dan tak
jelas untuk ditiru. Tak seorang seniman pun mampu menghasilkan ciptaan dan keajaiban yang melebihi
alam. Lagipula apa untungnya meniru alam apabila ia begitu terbuka dan mudah dinikmati semua yang
melihat dan mendengarnya? Tugas seni adalah memahami alam dan mengungkapkan maknanya pada
mereka yang tak bisa memahaminya.

Seni mengungkapkan jiwa sebatang pohon, bukan menghasilkan lukisan pohon yang sama. Seni
mengungkapkan suara hati samudra, bukan untuk melukiskan ombak berbuih atau air laut yang biru.
Tujuan seni adalah mengungkapkan yang tidak lazim dari yang lazim.

Sebuah Biografi

Seni adalah langkah dari apa yang diketahui menuju yang tak diketahui.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Aku merasa bahwa seni—yang merupakan ungkapan apa yang mengalir, bergerak, dan menjadi inti
cocok dan dapat disesuaikan dengan bakatmu bukan pada pendirian—yang merupakan ungkapan apa
yang mengalir, bergerak, dan menjadi inti dalam masyarakat.

Surat-Surat Cinta

Sebuah karya seni adalah kabut yang diukir menjadi patung.

Pasir dan Buih

Aku sangat menyukai benda-benda antik. Di sudut-sudut sanggar ini ada beberapa benda langka dan
herharga dari zaman dahulu seperti patung-patung dan batu-batu tulis dari Mesir, Yunani, dan Roma;
gelas-gelas Phoenisia, tembikar Persia; buku-buku kuno dan lukisan-lukisan Prancis maupun Italia, serta
alat-alat musik yang terus berbicara dalam keheningan mereka. Namun suatu hari aku harus
mendapatkan sebuah patung batu hitam dari Chaldea. Karena aku memiliki ketertarikan khusus pada
semua yang berbau Chaldea; Mitos-mitos Chaldea, puisi-puisi mereka, doa-doa, ilmu ukur, bahkan
hitungan umur barang peninggalan yang tepat dapat dilihat dari karya seni dan keahlian mereka,
semuanya membangkitkan ingatan misterius dalam diriku, membawaku pada hari-hari yang telah berlalu
dan membiarkanku melihat masa lalu melalui jendela masa depan. Aku menyukai benda-benda antik,
dan aku tertarik karena mereka adalah buah pikiran manusia yang berjejer dalam sebuah iring-iringan
langkah kaki keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang—pemikiran abadi yang terjun ke dasar
laut untuk kembali bangkit menuju Bima Sakti.

Surat-Surat Cinta

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi bijaksana tatkala ia terlalu bangga mencucurkan airmata, terlalu serius untuk
tertawa, dan terlalu percaya diri untuk memandang selain dirinya.

Pasir dan Buih

Tiap kejahatan mempunyai penangkalnya, kecuali kebodohan.


Suara Sang Guru

Merasa muda adalah mimpi indah; namun keindahannya diperbudak oleh buku-buku yang
membosankan dan kenyataan yang menyedihkan.

Akankah datang suatu hari di mana orang-orang bijak mampu menyatukan impian-impian masa muda
dan semangat belajar betapapun celaan menjadikan hati saling bertentangan.

Bidadari-Bidadari Lembah

Dan kulihat manusia datang kepada kebijaksanaan agar dibebaskan, namun kebijaksanaan tak
mendengarkan tangisnya, karena manusia telah menyalahkannya saat ia berbicara kepadanya di jalanan
kota.

Suara Sang Guru

Dengarkan kata-kata bijak yang diucapkan oleh orang-orang bijak dan terapkanlah dalam kehidupanmu.
Hidupkan mereka tapi jangan membuat pertunjukan atas mereka, karena ia yang mengulang apa yang
tak dipahaminya tidak lebih baik dari orang bodoh yang dibebani dengan banyak buku.

Suara Sang Guru

Suka dan Duka

Suatu hari di bulan Mei, Suka dan Duka bertemu di tepi sebuah danau. Mereka menyapa satu sama
kemudian duduk di dekat air yang tenang dan bercakap-cakap.

Suka berbicara tentang keindahan yang ada di bumi, tentang keajaiban hidup di hutan dan di antara
perbukitan, dan tentang nyanyian-nyanyian yang terdengar saat fajar dan senja menjelang.

Dan Duka pun bicara, ia sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Suka, karena Duka mengerti keajaiban
waktu dan keindahan. Dan Duka sangat fasih saat membicarakan bulan Mei di ladang-ladang perbukitan.

Suka dan duka bicara panjang lebar dan mereka sependapat tentang semua hal yang mereka ketahui.

Sekarang di sisi lain danau itu melintas dua orang pemburu. Dan ketika melihat dari seberang salah satu
di antara mereka berkata ”Aku ingin tahu siapa dua orang itu?” dan yang lainnya berkata, ”kau bilang
dua? Aku hanya melihat satu.”

Pemburu pertama berkata, ”Tetapi ada dua.” Dan pemburu kedua menjawab, ”Hanya satu yang dapat
kulihat dan bayangan di air pun hanya satu.”

”Tidak, ada dua,” kata pemburu pertama, ”dan bayangan di air yang tenang ada dua orang.”

Namun orang kedua berkata lagi, ”Hanya satu yang benar-benar kulihat.” Dan lagi-lagi yang lainnya
berkata, ”Tapi aku jelas melihat dua.”
Dan bahkan sampai hari ini seorang pemburu berkata bahwa pemburu lainnya melihat dua orang;
sementara yang lainnya berkata, ”Temanku ini mungkin agak buta.”

Sang Pengembara

Dan Tuhan para Dewa memisahkan roh dan Dirinya dan menciptakan keindahan di dalamnya.

Ia memberinya semilir angin sepoi-sepoi saat pagi menjelang dan keharuman bunga-bunga di padang
rumput dan kelembutan sinar bulan.

Kemudian ia memberinya secangkir kegembiraan sambil berkata,

”Sebaiknya kau tak meminumnya kembali kau lupa akan masa lalu dan tidak memedulikan Masa Depan.”

Dan ia memberinya secangkir kesedihan sambil berkata, ”Kau sebaiknya minum dan memahami arti
kegembiraan.”

Airmata dan Senyuman

Beberapa di antara kalian berkata, ”Kegembiraan lebih baik dari kesedihan,” dan yang lainnya berkata,
”Tidak, kesedihan lebih baik.”

Namun kuberitahukan padamu, mereka tak terpisahkan.

Bersama mereka datang, dan ketika satu di antaranya duduk sendirian di atas bangkumu, ingatlah bahwa
yang lain tertidur di atas pembaringanmu.

Sang Nabi

Jiwa yang sedih itu merasa tenteram saat disatukan dengan jiwa lain yang sama. Hati yang disatukan oleh
kesedihan tak akan terpisahkan oleh semarak kebahagiaan. Cinta yang telah tersapu airmata akan
selamanya murni dan indah.

Sayap-Sayap Patah

Karena ia yang belum melihat Kesedihan tak akan pernah melihat Kegembiraan.

Suara Sang Guru

Ketika baik sukamu maupun dukamu makin besar, maka dunia menjadi kecil.

Pasir dan Buih

aku tahu bahwa kesedihan dan kemiskinan menyucikan hati manusia: meski pikiran-pikiran kita yang
lemah tak melihat apa pun yang berharga di alam semesta ini kecuali kemudahan dan kebahagiaan.
Pikiran dan Meditasi

terpahit dalam kesedihan kita hari ini adalah ingatan akan kegembiraan hari kemarin.
Pasir dan Buih

Kita semua adalah makhluk yang sedih dan sedikit ragu. Dan ketika seorang berkata kepada kita: ”Mari
kita bersukacita dengan para dewa,” kita tak mengindahkan suaranya.

Yesus Anak Manusia

Penderitaan meringankan perasaan, dan kegembiraan menyembuhkan hati yang terluka. Seandainya
penderitaan dan kemiskinan dihapuskan, maka jiwa manusia akan seperti kertas kosong tanpa goresan
atau tulisan apa pun kecuali tanda-tanda ketamakan dan mementingkan diri sendiri.

Suara Sang Guru

Aku tak akan menukar kepedihan hatiku dengan kegembiraan yang banyak. Dan aku tak hendak
menjadikan airmata kesedihan yang mengalir dari setiap bagian tubuhku berubah sebagai tawa. Aku
ingin hidup tetap sebagai airmata dan senyuman.

Airmata dan Senyuman

Kita telah memilih suka maupun duka jauh sebelum kita mengalaminya.

Pasir dan Buih

Kegembiraanmu adalah kesedihanmu yang terbuka kedoknya.

Sang Nabi

Penderitaanku telah mengajarkanku untuk memahami penderitaan sesamaku; penganiayaan dan


pengasingan tak menyurutkan pandanganku.

Suara Sang Guru

Dia adalah orang yang selalu gembira; dan di sepanjang jalan kegembiraan itulah ia bertemu dengan
kesedihan semua manusia.

Yesus Anak Manusia

Jika kau dapat melihat, wahai kawanku yang bersedih, bahwa kemalangan yang telah mengalahkan
sesungguhnya adalah kekuatan yang menerangi hatimu dan membangkitkan jiwamu dari cemoohan
kepada takhta penghormatan, kau akan senang atau puas dengan andilmu dan kau akan menganggapnya
harta pusaka yang mengajarkanmu dan menjadikanmu bijaksana.

Suara Sang Guru

Persahabatan

Persahabatan adalah tanggung jawab yang indah, tak akan pernah menjadi sebuah kesempatan.
Pasir dan Buih

Apabila kau tidak bisa memahami sahabatmu dalam semua keadaan, kau tak akan pernah bisa
memahaminya.

Pasir Dan Buih

Sahabatmu adalah kebutuhan-kebutuhanmu yang terjawab.

Dia adalah ladang yang kautaburi dengan cinta dan menuainya dengan rasa syukur.

Dan dia adalah makanan dan tempat duduk di muka perapian.

Karena kau datang padanya dengan rasa laparmu, dan kau mencarinya untuk sebuah kedamaian.

Sang Nabi

Sahabatku, kebiasaanmu bukanlah kawanku, tapi bagaimana aku akan membuatmu mengerti? Jalanku
bukan jalanmu, namun bersama itu kita berjalan, saling bergandeng tangan.

Orang Gila

Dan biarlah tak ada tujuan persahabatan melainkan memperdalam jiwa karena cinta yang menyingkap
misterinya sendiri bukanlah cinta melainkan jala yang dilemparkan: dan hanya yang tak berguna yang
tertangkap.

Sang Nabi

Bersahabat dengan orang bodoh sama bodohnya dengan berdebat dengan seorang pemabuk.

Suara Sang Guru

Makan dan Minum

Pohon dihatiku telah penuh dengan buah-buahan. Kemarilah kalian, jiwa-jiwa yang lapar, pungutlah,
makanlah dan kenyangkan dirimu. Jiwaku penuh dengan anggur tua yang melimpah. Kemarilah kalian,
hati yang dahaga, minumlah dan lepaskan dahagamu.

Suara Sang Guru

Suatu ketika seorang laki-laki duduk di perapianku dan memakan kue dan meminum anggurku,
kemudian berlalu sambil tertawa padaku.

Lalu ia datang lagi untuk mengambil makanan dan anggur, dan aku menolaknya mentah-mentah;

Dan malaikat pun mentertawakanku.

Pasir dan Buib


Kau meminum anggur hingga mabuk; dan aku meminum apa yang bisa menenangkan diriku dari anggur
yang lain.

Pasir dan Buih

Suatu ketika hiduplah seorang laki-laki kaya yang pantas bangga pada gudang bawah tanahnya dan
anggur yang disimpan di dalamnya. Dan di sana ada satu kendi anggur yang sangat tua dan disimpannya
untuk beberapa kesempatan yang hanya diketahuinya sendiri.

Suatu hari gubernur wilayah datang berkunjung, ia menyambutnya dan berkata, ”Kendi itu tak akan
kubuka hanya untuk seorang gubernur.”

Dan seorang uskup mendatanginya, namun ia berkata pada dirinya sendiri, ”Tidak, aku tidak akan
membuka kendi itu. Dia tak akan tahu nilainya, dan aromanya pun tak akan pernah tercium olehnya.”

Pangeran kerajaan datang dan makan malam dengannya, tetapi ia berpikir, ”Anggur itu terlalu mewah
untuk seorang pangeran.”

Dan bahkan di hari pernikahan kemenakannya, ia berkata pada dirinya sendiri, ”Tidak, bukan untuk
tamu-tamu ini kendi itu dikeluarkan.”

Dan tahun demi tahun berlalu, ia meninggal, seorang laki-laki tua, dan ia dikubur seperti layaknya benih
tanaman atau biji pohon ek.

Dan di hari ia dikuburkan, kendi kuno itu dikeluarkan bersama kendi-kendi anggur lainnya, dan diminum
bersama oleh para petani di sekitar tempat tinggalnya. Tak seorang pun tahu betapa anggur itu sangat
tua.

Bagi mereka semua, yang dituangkan ke dalam cangkir hanyalah anggur semata.

Sang Pengembara

Dan di musim gugur, saat kau memetik anggur dari kebunmu untuk kemudian diperas, katakan dalam
hatimu, ”Aku juga kebun anggur, dan buahku akan dipetik lalu diperas.”

Dan layaknya anggur baru aku akan disimpan dalam bejana.

Dan di musim dingin, saat kau membukanya, biarkan dalam hatimu sebuah lagu untuk cangkirnya;

Dan biarkan dalam lagu itu sebuah ingatan tentang hari-hari di musim gugur, tentang kebun anggur dan
tentang mesin pemerasnya.

Sang Nabi

Ketika cangkirku telah kosong, aku menerima keadaan ini, namun ketika cangkir itu setengah penuh, aku
benci akan keadaan setengah-setengah ini.

Pasir dan Buih


Rumah Tempat Tinggal

Dalam khayalmu dirikanlah sebuah punjung di hutan belantara sebelum kaudirikan rumah di dalam
dinding-dinding kota.

Sang Nabi

Dan katakan padaku, orang-orang Orphalese, apa yang kau punya di rumah-rumah ini? Dan apakah
terjaga oleh pintu-pintu yang terkunci?

Adakah kedamaian, dorongan tenang yang memperlihatkan kekuatanmu?

Adakah ingatan, lengkungan-lengkungan bercahaya yang terbentang di puncak beliakmu?

Adakah keindahan, yang menuntun hati dari benda-benda yang terbuat dari kayu dan batu kepada
gunung yang suci?

Katakanlah, adakah semua itu dalam rumahmu? Atau hanya kesenangan yang kaumiliki, dan nafsu untuk
bersenang-senang, sesuatu yang menyelinap ke dalam rumah sebagai tamu, lalu sebagai tuan rumah,
dan kemudian menjadi pemiliknya.

Sang Nabi

Dalam kekhawatiran nenek moyangmu mengumpulkan kalian terlalu dekat saling berhimpitan. Dan
kekhawatiran itu berlangsung lama. Lebih lama hingga dinding-dinding kota memisahkan hatimu dari
ladangmu.

Sang Nabi

Tetapi wahai anak-anak ruang, kalian resah dalam istirahat kalian, kalian tak boleh terperangkap atau
menjadi lemah.

Rumah kalian bukan sawh melainkan tiang kapal. Juga bukan selaput kemilau yang menutupi luka,
melainkan kelopak mata yang melindungi mata.

Kalian tak boleh melipat sayap saat melewati pintu, atau menundukkan kepala agar tak membentur
langit-langit, atau takut bernapas kalau-kalau dinding menjadi retak dan runtuh.

Kalian tak boleh tinggal di pusara yang dibuat oleh kematian bagi mereka yang masih hidup.

Dan walau indah dan megah, rumah kalian tak boleh menyimpan rahasia atau menyembunyikan
keinginan-keinginanmu.

Karena yang tak terbatas dalam dirimu berdiam di langit luas, yang berpintu kabut pagi, berjendelakan
nyanyian-nyanyian dan keheningan malam.

Sang Nabi
Tidakkah rumah mimpimu? Dan bermimpi, meninggalkan kota menuju belantara atau puncak bukit?

Sang Nabi

Jika bukan untuk para tamu, semua rumah adalah kuburan.

Pasir dan Buih

Jual Beli

Dan sebelum kautinggalkan pasar, lihatlah tak seorang pun pergi dengan tangan hampa.

Karena jiwa bumi tak akan tidur dengan damai hingga kebutuhan kalian terpenuhi.

Sang Nabi

Apakah kau seorang pedagang, yang mengambil untung dari kebutuhan-kebutuhan orang lain, yang
menarik barang-barang untuk kemudian menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi? Bila benar,
maka kau adalah seorang penjahat; dan tidak penting apakah rumahmu sebuah istana atau penjara.

Ataukah kau orang jujur, yang memberikan kesempatan kepada petani dan penenun untuk bertukar
hasil, yang menjadi perantara antara pembeli dan penjual, dengan caranya yang jujur menguntungkan
dirinya maupun orang lain?

Jika benar, maka kau adalah orang berbudi; dan amat penting apakah kau disanjung atau dikutuk?

Suara Sang Guru

Apa yang harus kukatakan tentang dia yang meminjam uang dariku untuk membeli pedang yang akan
digunakan untuk menyerangku.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Mereka menganggapku gila karena aku tak akan menjual hari-hariku untuk sebatang emas;

Dan kuanggap mereka gila karena mereka berpikir hari-hariku bisa dibeli.

Pasir dan Buih

Jika dirimu tidak mengajarkanmu nilai suatu barang, dan tidak membebaskanmu dari perbudakan, kau
tak akan pernah mendekati singgasana Kcbenaran. Suara Sang Guru

Sungguh kasihan manusia yang mengubah impiannya menjadi emas dan perak.

Pasir dan Buih

Ketika di pasar kalian para nelayan dan petani maupun petani anggur bertemu dengan para penenun,
pembuat tembikar, dan pengumpul rempah-rempah.
Kemudian memohon rob penguasa bumi untuk datang ke tengah-tengah kalian dan mensucikan
timbangan dan hitungan yang menimbang nilai terhadap nilai.

Dan tiada derita, orang yang dengan tangan kosong turut serta dalam jual beli kalian, mereka yang akan
menjual kata-kata pada para pekerja.

Pada orang-orang semacam ini harus kau katakan, ”Datanglah bersamaku ke ladang, atau pergi dengan
saudara-saudaraku ke pantai dan tebarkan jalamu;

Karena darat dan laut memberimu banyak limpahan bahkan pada kami pula.”

Sang Nabi

Hal-Hal Lain

Tampaklah pakaian yang aku kenakan—pakaian yang dirajut dengan hati-hati yang melindungi dari
pandanganmu yang penuh tanda tanya dan melindungimu dari kelalaianku.

Orang Gila

Doa adalah nyanyian hati yang membuka jalannya menuju takhta bahkan saat berada dalam ratapan
ribuan jiwa.

Ungkapan-Ungkapan Spiritual

Kau berdoa saat dalam kesusahan dan membutuhkan; apakah kau akan berdoa saat dalam kegembiraan
dan kekayaan yang melimpah?

Sang Nabi

Ingatlah, satu orang yang jujur menjadi penderitaan yang lebih besar bagi iblis daripada jutaan pengikut
yang buta.

Suara Sang Guru

Kau adalah saudaraku dan aku mencintaimu dan cinta adalah penjelmaan keadilan yang tertinggi.
Airmata Dan Senyuman

Akhirnya aku mengerti makna cerita sipir dan memahami rahasia protesnya terhadap masyarakat yang
menyiksa seorang pemberontak sebelum tahu apa penyebab pemberontakannya.

Jiwa-Jiwa Pemberontak

Jangan mengharap nasihat baik dari seorang penguasa yang lalim, atau penjahat, atau orang yang
congkak, atau seorang pembelot. Sengsaralah ia yang bersekongkol dengan penjahat yang datang
meminta nasihat. Karena setuju dengan penjahat adalah perbuatan keji, dan mendengarkan apa yang
salah adalah pengkhianatan.
Suara Sang Guru

manakah keadilan kedaulatan saat ia membunuh si pembunuh dan memenjarakan perampok dan
kemudian terjatuh di tempat tetangganya dan membunuh serta merampas ribuan lainnya?

Airmata dan Senyuman

Suatu hari si Cantik dan si Buruk Rupa bertemu di tepi laut. Dan mereka berkata satu sama lain, ”Ayo kita
mandi di laut.”

Kemudian mereka meninggalkan pakaian dan berenang di air. Dan setelah beberapa lama si Buruk Rupa
kembali ke darat dan menutup badannya dengan pakaian si Cantik dan kemudian pergi.

Dan si Cantik pun keluar dari laut dan tak menemukan pakaiannya, dan sangat malu bertelanjang, lalu ia
pun mengambil baju si Buruk Rupa dan mengenakannya, lalu pergi.

Dan sampai saat ini pun laki-laki dan perempuan sering salah mengcnali satu sama lain.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang pernah melihat wajah si Cantik, mereka mengenalinya apa pun
pakaiannya. Beberapa orang tahu wajah si Buruk, dan pakaian tersebut tak mampu menyembunyikan
dirinya.

Sang Pengembara

Biarkan ia yang membersihkan tangan kotornya dengan pakaianmu, mengambil pakaian itu. Ia mungkin
akan memerlukannya lagi; sementara jelas kau tidak perlu.

Pasir dan Buih

Pakaianmu menyembunyikan kecantikanmu, namun mereka tak menyembunyikan yang tidak cantik.

Dan meski dengan pakaian kau mencari kebebasan pribadi, kau bisa saja menemukan pakaian kuda dan
rantai.

Apakah kau dapat menemui matahari dan angin dengan kulitmu dan sedikit pakaian.

Karena napas kehidupan ada dalam sinar matahari dan tangan kehidupan adalah angin.

Sang Nabi

hari yang lain kulihat seorang laki-laki kaya bendiri di pintu kuil, mengulurkan tangannya, yang penuh
dengan batu-batu berharga, pada semua orang yang melintas, dan memanggilnya sambil berkata:
”Kasihanilah aku. Ambillah permata-permata ini. Karena mereka telah membuat jiwaku sakit dan
menjadikan keras hatiku. Kasihanilah aku, ambil mereka, dan jadikan aku utuh kembali.”

Suara Sang Guru

Tidakkah roh-roh yang berdiam di udara yang murni iri akan rasa sakit yang dimiliki manusia.
Pasir dan Buih

Sahabatku yang malang, kemiskinan menyembunyikan kemuliaan jiwa sementara kekayaan menyingkap
tabir kejahatan. Kesedihan melunakkan perasaan dan kegembiraan menyembuhkan hati yang luka. Andai
penderitaan dan kemiskinan tidak ada, maka jiwa manusia akan seperti kertas kosong tanpa tulisan apa
pun kecuali tanda-tanda ketamakan dan mementingkan diri sendiri.

Suara Sang Guru

Hidupmu, sahabatku, adalah sebuah pulau terpisah dari pulau-pulau dan daerah-daerah lainnya. Tak
peduli berapa banyak kapal meninggalkan pantaimu, tak peduli berapa banyak armada laut yang
menyentuh pantaimu, kau tetaplah pulau terpencil, menanggung rasa sakit karena kesendirian yang tiba-
tiba dan merindukan kebahagiaan. Kau tak dikenal di antara teman-temanmu dan terpencil dari simpati
dan pengertian.

Suara Sang Guru

Jiwa seorang filsuf ada dalam kepalanya; jiwa seorang penyair ada dalam hatinya; jiwa seorang penyanyi
tetap hidup di tenggorokannya, tetapi jiwa seorang penyanyi ada di seluruh tubuhnya.

Sang Pengembara

Kita tidak mampu ataupun bersedia menyentuh sisi-sisi altar kecuali dengan tangan-tangan yang telah
disucikan dengan api. Dan bila kita mencintai sesuatu kita menganggap cinta sebagai tujuan dan bukan
sebagai cara untuk sampai di ujung yang lain; Dan bila kita menunjukkan penghormatan dan kepatuhan
pada Yang Mahamulia, karena kita menganggap kepatuhan sebagai peninggian derajat dan
penghormatan sebagai balas jasa. Jika kita menginginkan sesuatu, kita menganggapnya seperti
menantikan pemberian atau hadiah. Kita juga mengerti hal-hal kecil justru paling tepat dan berharga
dinantikan serta dikehendaki. Sesungguhnya kita berdukau dan aku—tidak dapat berdiri di teriknya
matahari dan berkata, ”Kita harus menghindarkan diri dari siksaan karena kita dapat berjalan terus
tanpanya.” Kita tidak bisa berjalan terus tanpa apa yang mengaliri jiwa kita dengan adonan suci, atau kita
tidak dapat berjalan tanpa kafilah yang menuntun kita ke kota Tuhan; sesungguhnya kita tidak dapat
berbuat apa-apa tanpa sesuatu yang membawa kita mendekat pada diri yang lebih tinggi dan
memperlihatkan pada kita kekuatan, misteri, dan keajaiban yang ada dalam jiwa kita. Lagi pula kita
mampu menemukan kebahagiaan intelektual dalam penjelmaan jiwa yang sederhana karena dalam
sekuntum bunga kita temukan kemuliaan dan keindahan musim semi, dalam tatapan mata bayi yang
sedang Menyusu ibunya, kita temukan semua harapan dan cita-cita umat manusia.

Surat-Surat Cinta

Kita tak dapat mendengar nyanyian angin ataupun melihat diri kita yang lebih hebat berjalan dalam
kabut.

Yesus Anak Manusia


Tetanggamu adalah dirimu yang lain yang tinggal di belakang suattu dinding. Untuk memahaminya,
semua dinding harus diruntuhkan.

Yesus Anak manusia

Kau adalah penggalan dirimu yang tinggi besar, mulut yang mencari makanan, dan tangan buta yang
memegang cangkir untuk mulut yang haus.

Pasir dan Buih

Kawanku, jangan seperti dia yang duduk di muka perapian dan memandangi api hingga padam,
kemudian meniup abunya yang mati namun sia-sia. Jangan menyerah atau putus asa karena apa yang
telah berlalu, karena meratapi apa yang tak akan kembali adalah kelemahan moral manusia yang
terburuk.

Suara Sang Guru

Sungguh kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tak dibuatnya sendiri, memakan makanan yang
tak dihasilkannya, dan meminum anggur yang mengalir bukan dari alat pemeras anggur mereka sendiri.

Sungguh kasihan bangsa yang menyoraki penggerak bak seorang pahlawan, dan yang menganggap
kemegahan penakluk sebagai hal yang luar biasa. Sungguh kasihan bangsa yang tak meninggikan
suaranya kecuali saat berjalan di pemakaman, menyombongkan diri di tengah-tengah reruntuhannya,
dan tak akan memberontak kecuali jika lehernya terancam di antara pedang dan papan pemancungan.

Sungguh kasihan bangsa yang menyambut pemimpin baru dengan tiupan trompet, dan mengucapkan
salam perpisahan dengan teriakan-teriakan, dan menyambut pemimpin baru dengan tiupan trompet
lagi.

Sungguh kasihan bangsa yang guru-gurunya bodoh dan mereka yang kuat masih dalam buaian.

Sungguh kasihan bangsa yang terpecah belah, di mana setiap pecahan menganggap dirinya satu bangsa.
Taman Sang Nabi

Ia sama sekali tak mengutuk pembohong ataupun pencuri ataupun pembunuh, tetapi ia benar-benar
mengutuk orang munafik yang mengenakan topeng di wajahnya dan memasangkan sarung di tangannya.

Yesus Anak Manusza

Babilonia tak terpuruk ke dalam sampah karena para pelacurnya; Babilonia telah menjadi abu sehingga
mata parang-mata parang munafik tak akan lama menilanati terangnya hari.

Yesus Anak Manusia

Sebuah Berkah

Semoga diberkati ketenangan jiwa.


Semoga diberkati mereka yang tak terbelenggu oleh hak milik, karena mereka akan bebas.

Semoga diberkati mereka yang ingat akan penderitaan mereka, dan dalam penderitaan itu telah
menunggu kebahagiaan.

Semoga diberkati mereka yang lapar akan kebenaran dan keindahan, karena rasa lapar itu akan
membawa makanan, dan rasa dahaga membawa air yang dingin.

Semoga diberkati mereka yang baik hati, karena mereka akan terhibur oleh kebaikan mereka sendiri.

Semoga diberkati kemurnian hati, karena mereka menyatu dengan Tuhan.

Semoga diberkati yang bermurah hati karena kemurahan hati ada dalam bagiannya.

Semoga diberkati para pencinta perdamaian, karena semangat mereka selalu menang, dan mereka akan
menjadikan tanah pekuburan orang-orang miskin sebuah taman.

Semoga diberkati mereka yang diburu, karena langkah kaki mereka harus tepat dan mereka seharusnya
punya sayap.

Yesus Anak Manusia

Kronologi Hidup Kahlil Gibran

1883 Gibran

Khalil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari di dekat hutan Cedar Suci di tepi Wadi Qadisha (Lembah Suci)
di kota Besharri, Lebanon. Ibunya Kamileh, anak seorang pendeta bernama Istiphan Rahmeh, adalah
seorang janda saat dinikahi oleh Khalil Gibran,

Nama panjang Gibran dalam bahasa Arab adalah Gibran Khalil Gibran, nama tengahnya berasal dari
nama sang ayah. Sudah menjadi kebiasaan di Arab untuk memakai nama ayah di belakang nama depan
seseorang. Ia selalu mencantumkan nama lengkapnya dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab,
namun ia membuang nama depannya untuk tulisan-tulisan berbahasa Inggris. Ia melakukannya dan
mengubah ejaan ”Khalil” menjadi ”Kahlil”, atas anjuran guru bahasa Inggrisnya saat sekolah di Boston
antara tahun 1895 dan 1897.

ayah sang penyair. Suami pertama Kamileh bernama Hanna Abd-es-Salaam Rahmeh, dan darinya mereka
dikaruniai anak bernama Boutros, yang berumur 6 tahun saat Gibran lahir. 1885 Miriana, adik
perempuan Gibran lahir. 1887 Sultanah adik perempuan Gibran berikutnya lahir. 1895 Kahlil,
kakaknya Boutros, ibunya, beserta kedua adiknya berimigrasi ke Amerika Serikat, menetap di Boston’s
Chinatown, sementara ayahnya tetap di Lebanon. 1896 Gibran kembali ke Lebanon, di mana ia mulai
belajar secara intensif di sekolah Al-Hikmah. Ia mempelajari berbagai mata pelajaran di luar apa yang
dijabarkan dalam kurikulum, dan menenggelamkan dirinya dalam kesusastraan Arab, baik kuno maupun
modern. Ia juga akrab dengan pergerakan sastra kontemporer di dunia Arab. 1899 Selama liburan
musim panas di Besharri, Gibran jatuh cinta pada seorang gadis muda yang cantik meski ada banyak
teka-teki tentang sifat hubungan dan identitas wanita muda itu; jelas bahwa Gibran mengalami cinta
pertama yang mengecewakan. Di musim gugur ia kembali ke Boston, sebelumnya ke Paris dulu, dan
beberapa tahun kemudian terungkaplah kisah menyedihkan itu dalam Sayap-Sayap Patah. 1902
Gibran kembali ke Lebanon sekali lagi, dan kali ini sebagai pemandu dan penerjemah untuk sebuah
keluarga Amerika, namun ia terpaksa buru-buru kembali ke Boston setelah mendengar kematian
adiknya, Sultanah, dan berita tentang ibunya yang sedang sakit serius. 1903 Bulan Maret kakaknya
Boutros meninggal dan ibunya wafat, meninggalkan Gibran dan Miriana di Boston. Ibu, kakak, dan
adiknya, ketiganya meninggal karena penyakit tuberkulosis. 1904 Sejak saat ini Gibran mulai tertarik
untuk menjadi seorang seniman. Fred Holland Day, seorang fotografer kenamaan, adalah orang pertama
yang mendukungnya, memberinya kesempatan untuk memamerkan lukisan-lukisan maupun gambar-
gambar Sang Penyair pada bulan Januari. Pada bulan Februari pameran keduanya digelar di Cambridge
School, sebuah lembaga pendidikan swasta yang dimiliki dan dijalankan oleh Mary Haskell, yang juga
sahabat dekat Gibran, pelindung sekaligus penyandang dana. Di Cambridge School ini ia juga bertemu
wanita muda yang cantik dan impulsif, Emilie Michel dari Prancis, yang oleh banyak temannya dikenal
dengan nama Micheline, dan banyak yang bilang Gibran jatuh cinta padanya. 1905 Gibran
mempublikasikan al-Musigah (Musik), buku pertamanya dalam bahasa Arab. 1906 Gibran
menerbitkan sebuah kecaman terhadap gereja dan negara dalam alMurqj (Bidadari-BidadariLembah),
dan ia menuai reputasi sebagai seorang pemberontak dan revolusioner, namun reputasi itu berangsur-
angsur mereda setelah diterbitkan karya-karya mistikal berikutnya. 1908 Selain mempersiapkan
publikasi di al-Alvah al-Mutamarridah (Jiwa-jiwa Pemberontak), Pada saat yang sama Gibran juga
menyelesaikan Falsafah al-Din wa’l-Tadayyun (Filosofi Agama dan Keagamaan), yang tak pernah
diterbitkan. Atas kebaikan Mary Haskell yang bertekat membantu Gibran memenuhi ambisinya menjadi
seniman dan pemikir besar, Gibran berangkat ke Paris, singgah di London untuk belajar seni di Academic
Julien dan di Ecoles des Beaux-Arts. Selama masa tinggalnya di Paris, ia banyak berhubungan dengan
kesusastraan Eropa dan membaca karya-karya penulis kontemporer dari Inggris maupun Prancis. Ia juga
sangat tertarik dengan karya William Blake yang begitu memengaruhi pemikiran dan karya seninya;
Untuk waktu yang tidak lama ia juga banyak dipengaruhi karya Friedrich Nietzsche Thus Spake
Zarathustra; namun pengaruh Nietzsche ini tak seperti Blake, tak bertahan lama. 1909 Gibran
melanjutkan studinya di Paris, di mana ia berjumpa lagi dengan teman lamanya di alHikmah, Yusuf al-
Huwayik, juga mahasiswa jurusan seni, kedua laki-laki ini akhirnya bersahabat karib dan bersama-sama
mencoba menjajaki tren lukisan modern. Akan tetapi, mereka tidak terlalu bersimpati dengan aliran
Kubisme, yang mereka gambarkan sebagai ”revolusi gila”, mereka justru meneguhkan kesetiaan pada
tradisi klasik. Mereka juga bertemu pematung Auguste Rodin, dan meski hanya sesaat, Rodin
memberikan pengaruh yang kuat terhadap karya seni Gibran. Gurunya di Paris sebenarnya adalah Maitre
Lawrence yang bagi Gibran karya-karyanya begitu mendidik sehingga akhirnya ia pergi meninggalkannya
dan bekerja sendiri. Ayah Gibran wafat di Lebanon. 1910 Gibran, Amcen Rihani, dan Yusuf al-Huwayik
bertemu di London dan menyusun banyak rencana untuk membangkitkan kembali budaya dunia Arab. Di
antara rencana-rencana itu salah satunya adalah mendirikan gedung opera di Beirut, dengan ciri yang
menonjol dari kubah sebagai simbolisasi rekonsiliasi antara Kristen dan Islam. Setelah sekembalinya ke
Boston pada bulan Oktober, ia melamar Mary Haskell yang sepuluh tahun lebih tua darinya, namun ia
ditolak. 1911 Di masa ketegangan politik yang muncul akibat pembebasan wilayah Arab dari
kekuasaan Ohoman, Gibran membentuk `al-Halqa7-D hahabiRah (Lingkaran Emas), salah satu dari sekian
kelompok semi-politik masyarakat Arab yang banyak bermunculan di Syria, Lebanon, Konstantinopel,
Paris, dan New York. Tetapi Lingkaran Emas tidak populer di kalangan imigran Arab dan bubar setelah
mengadakan pertemuan pertama. Gibran mulai mencari mata pencaharian baru melalui lukisan diri
(gambar/potret). 1912 Gibran pindah dari Boston ke New York, ia menyewa sebuah studio di 51 West
Tenth Street, antara Fifth dan Sixth Avenue, ”The Hermitage (pertapaan)”, begitu Gibran menamai
studionya yang juga sebagai tempat tinggal hingga akhir hayatnya. Ia menerbitkan al-Ajnihah 7-
Mutakassirah (Sayap-Sayap Patah), sebuah autobiografi yang ditulisnya sejak 1903. Pada bulan April ia
bertemu `Abdul-Baha” dan melukisnya. Pertemuan ini meninggalkan kesan yang amat mendalam
tentang pemikiran-pemikiran Gibran yang tetap bertahan sepanjang hidupnya. Hubungan cinta dan
kesusastraan mulai terjalin antara Gibran dan May Ziadah, seorang penulis berkebangsaan Lebanon yang
tinggal di Mesir. Walau mereka saling kenal hanya melalui surat-menyurat, yang berjalan selama lebih
dari dua puluh tahun, mereka mencapai kedekatan dan harmoni saling pengertian yang hanya terputus
karena kematian Gibran. 1914 Gibran mengumpulkan sejumlah puisi prosanya yang pernah muncul di
berbagai majalah sejak 1904 dan diterbitkan dengan judul Dam’ah waThtisamah (Airmata dan
Senyuman). Pada bulan Desember pameran lukisan dan gambar di Montrass Galleries, New York. 1917
Dua pameran karya-karya Gibran lainnya diadakan; Satu di Knoedler Galleries, New York; lainnya di Doll
and Richards Galleries, Boston. 1918 Gibran menerbitkan The Madman (OrangGila), buku pertama
yang ditulis dalam bahasa Inggris. 1919 Gibran menerbitkan Twenty Drawings (Dua Puluh Lukisan),
sebuah kumpulan lukisan-lukisannya dengan pengantar oleh Alice Raphael. Juga al-Mawakib (The
Procession—Arak-arakan), sajak filosofi dengan ilustrasi oleh Gibran sendiri dan berisi beberapa gambar
terbaiknya. 1920 Di samping menerbitkan al-Awasif (The Ternpests—Prahara) kumpulan cerita pendek
dan puisi prosa yang pernah dimuat di berbagai jurnal antara tahun 1912 dan 1918, dan buku berbahasa
Inggrisnya yang kedua, The Forerunner (SangPelopor), Gibran menjadi pemimpin komunitas sastra al-
Rabita `I-Palarnigab (Arrabitab), yang memberikan pengaruh kuat pada para penyair imigran Arab
(Shu’ara ’IMahjar) dan generasi penulis Arab selanjutnya. 1921 Gibran menerbitkan sebuah drama
”tematis” Irani D hat al-Imad ofLoA, Pillars— lram, Kota Tiang-Tiang Megah), ditulis dalam bahasa Arab
dan berbentuk percakapan tentang kebatinan. Kesehatannya mulai memburuk. 1922 Pada bulan
Januari, pameran karya-karyanya diadakan di Boston, kali ini di Women’s City Club (Gedung Wanita).
1923 Gibran menerbitkan al-BadayiVal-Tarayif (Peribahasa-Peribahasa Indah dan Kuno) di mana ia
menyertakan sketsa-sketsa miliknya (dibuat berdasarkan imajinasi saat ia berumur tujuh belas tahun),
berupa sketsa filsuf-filsuf dan penyair Arab seperti Ibn Sina (Avicenra), AlGhazzali, al-Khansa, Ibn al-Farid,
Abu Nuwas, Ibn al Muqafa’, dll. Gibran menerbitkan Sang Nabi, karyanya yang paling sukses. 1926
Gibran menerbitkan Pasir danBuih, sebuah buku aforisme, beberapa bagian ditulis dalam bahasa Arab
kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. 1928 Gibran menerbitkan Yesus Anak Manusia,
tulisannya yang paling panjang. 1931 Dua minggu sebelum kematiannya, ia menerbitkan Dewa-Dewa
Bumi (The Earth Gods). Gibran wafat pada hari jumat, 10 April, di rumah sakit St. Vincen’s Hospital, New
York, setelah menderita sakit yang cukup lama, berdasarkan autopsi ia mengalami sirosis hati dan
tuberkulosis di salah satu paru-parunya. Tubuhnya terbaring di ruang persemayaman selama dua hari
dan ribuan pengagumnya berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Kemudian jenazahnya
dibawa ke Boston, di mana sebuah kebaktian diadakan di gereja Lady of The Cedars. Jenazahnya lalu
dimasukkan ke dalam sebuah ruangan besi, menunggu untuk dikembalikan ke Lebanon, dan tiba di
pelabuhan Beirut pada tanggal 21 Agustus. Setelah melalui sebuah upacara yang megah dan unik dalam
sejarah Lebanon, jenazah dibawa ke Besharri, ke tempat peristirahatan terakhirnya di kapel tua Biara
Mar Sarkis. Tak jauh dari Mar Sarkis berdiri museum Gibran yang dibangun oleh warga Besharri dengan
dukungan dan bantuan dari pemerintah Lebanon. Saat kematiannya, Gibran meninggalkan dua karyanya
yang diterbitkan sepeninggalnya: Sang Pengembara, yang muncul tahun 1932; dan Taman Sang Nabi
yang belum selesai ditulis, yang diselesaikan dan diterbitkan pada tahun 1933 oleh Barbara Young,
seorang penyair wanita Amerika yang mengaku sebagai teman dekat Gibran selama 7 tahun terakhir
masa hidupnya.