Anda di halaman 1dari 2

PENGGUNAAN SPLIT SEBAGAI MATERIAL STEMMING UNTUK

MENINGKATKAN TARGET RECOVERY 90 % DARI HASIL


PELEDAKAN OVERBURDEN DI LOKASI LOW WALL
PADA PT. SAPTAINDRA SEJATI JOBSITE ADMO
TANJUNG TABALONG KALIMANTAN SELATAN

SARI

Daerah penelitian yang berada di Tanjung, Kabupaten Tabalong,


Propinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki
potensi batubara yang sangat besar, dengan kalori 5000 – 7000 Kcal/kg baik
digunakan untuk sumber energi pembangkit tenaga listrik dan industri lainnya
untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Dalam penambangan
batubara, salah satu kegiatan awal yang dilakukan adalah pengupasan tanah
penutup. Untuk menunjang kelancaran proses tersebut, PT. Saptaindra Sejati
menggunakan teknologi pemboran dan peledakan (driling and blasting). Dalam
upaya mendapatkan hasil peledakan yang optimal, recovery merupakan aspek
yang perlu diperhatikan agar efisiensi hasil peledakan dapat diketahui.
Saat ini, perusahaan ingin meningkatkan target recovery peledakan
overburden minimal sebesar 90 %. Untuk meningkatkan recovery, awalnya
perusahaan mencoba mengubah geometri peledakan, hasilnya di lokasi high
wall recovery dapat tercapai, namun di lokasi low wall recovery hanya 75 –
85%. Untuk meningkatkan recovery di low wall, perusahaan mencoba
mengganti material stemming yang digunakan yaitu dari batu split.
Stemming adalah lubang ledak bagian atas yang tidak diisi bahan
peledak, tetapi biasanya oleh abu hasil pemboran atau material berukuran
kerikil dan dipadatkan di atas bahan peledak. Secara teoritis bahan stemming
dari batu krikil atau batuan hasil crushing dengan ukuran kecil jauh lebih baik
dari pada cutting pemboran, karena keterikatannya yang baik, keterkungkungan
bahan peledak lebih optimal sehingga tidak ada hilang energi ke permukaan
(stemming injection). Dari hasil peledakan yang telah dilakukan, menggunakan
Material stemming dari cutting pemboran rata-rata recovery hanya 86,82 %
dengan rata-rata ukuran fragmentasi kumulatif ≤ 60 cm sebesar 21,14 % untuk
peledakan dengan jenis material sandstone dan 77,69 % dengan rata-rata
fragmentasi kumulatif ≤ 60 cm sebesar 34,58 % untuk jenis material sandy clay.
Sedangkan menggunakan batu split, recovery yang didapatkan sebesar 98,21
% dengan rata-rata ukuran fragmentasi kumulatif ≤ 60 cm sebesar 34,56 % dan
94,4 % dengan rata-rata fragmentasi kumulatif ≤ 60 cm sebesar 47,98 % untuk
jenis material sandy clay. Dapat diketahui penggunaan batu split lebih baik dari
pada cutting pemboran karena target recovery dapat tercapai dan ukuran
fragmentasi lebih dapat diperkecil.

i
USING SPLIT MATERIAL FOR STEMMING TO IMPROVE
OVERBURDEN BLASTING RECOVERY TARGET 90%
ON LOW WALL LOCATION
PT. SAPTAINDRA SEJATI JOBSITE ADMO
TANJUNG TABALONG SOUTH KALIMANTAN

ABSTRACT

The study area is located in Tanjung, Kabupaten Tabalong, South


Kalimantan Province, one of coal potential areas, having calories of 5000 - 7000
Kcal/kg, and it is suitable for power generation energy source or other
industries, both in domestic and foreign country. In coal mining, one of
important thing is overburden stripping. To support for this smooth processes,
PT. Saptaindra Sejati using drilling and blasting technology. Based on
optimizing of blasting activities, recovery is an aspect that should be noted that
the efficiency can be known.
Currently, the company wants to improve overburden blasting recovery
minimum 90%. Initially they tried to change of blast holes geometry, and
recovery resulting in high wall location could reached >90%, but not in the low
wall (75-85%). Then in the next phase, to improve the low wall blasting
recovery, will used split stone for stemming material.
Stemming is part of the blast hole that unfilled explosives, usually use
cutting or the ash-sized material and compacted gravel. Theoretically, if
stemming material using gravels or smaller crushed rock much better than
cutting material. It’s cause good bonding, optimally confined so that less energy
lost to the surface (stemming injection). Results of blasting experiment that has
been done, stemming material using cutting of drilled hole have recovery
86.82% in average and the cumulative fragmentation that size ≤ 60 cm is
21.14% average for sandstone overburden blasted and 77.69% with a mean
average cumulative fragmentation sized of ≤ 60 cm by 34.58% for sandy clay
overburden material. Otherwise, using stone split as a stemming material for
sandstone OB blast, the recovery has reached 98.21%, when average
cumulative fragmentation size of ≤ 60 cm is 34.56% and 94.4% for OB material
sandy clay with average cumulative fragmentation of ≤ 60 cm exceed to
47.98%. It is that mean, using split stone for stemming material is better than
cutting of drilling hole.

ii