Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ines Epti Noniasari

NIM : 5160811043

Kelas : D

Mata Kuliah : Bahan Perkerasan

CAMPURAN ASPAL DINGIN

Pekerjaan ini meliputi penyediaan, penghamparan dan pemadatan


campuran bitumendingin untuk pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jalan,
termasuk : penambahan danpekerjaan-pekerjaan kecil, perbaikan bentuk
permukaan, pelebaran tepi untuk jalandengan volume lalu lintas rendah dan
sedang, dan pelapisan kembali jalan denganvolume lalu lintas rendah.Campuran
dirancang agar sesuai dihampar dan dipadatkan secara dingin setelahdisimpan
untuk suatu jangka waktu tertentu. Kelas C adalah campuran bergradasi
semipadat dengan menggunakan aspal cair (cut-back). Campuran kelas E adalah
bergradasiterbuka dan sesuai untuk digunakan dengan aspal emulsi.Untuk setiap
kelas tersedia dua amplop gradasi. Gradasi yang lebih halus (C/10 danE/10)
harus digunakan juka tersedia agregat yang memenuhi syarat,
karenapengerjaannya lebih mudah dan tidak mudah tersegregasi.

A. BAHAN
1) Agregat – Umum
Agregat tidak boleh digunakan sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Bahan harusdisimpan sesuai dengan ketentuan
2) Agregat Kasar Untuk Campuran Dingin
a. Agregat kasar harus terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah. Agregat
kasaryang kotor dan berdebu, yang mempunyai partikel lolos ayakan
No.200 (0,075mm) lebih besar dari 1 % tidak boleh digunakan.b)
b. Agregat kasar harus terdiri atas bahan yang bersih, keras, awet dan bebas
darikotoran dan bahan-bahan lain yang tidak diinginkan dan harus
memenuhiketentuan
3) Agregat Halus Untuk Campuran Dingina)
a. Agregat halus, dari setiap sumber, harus terdiri dari pasir atau batu
pecahhalus atau kombinasi keduanya.
b. Agregat halus harus terdiri atas butiran yang bersih, keras dan bebas
darigumpalan atau bola lempung, atau bahan lain yang tidak diinginkan.
Batu pecah halus yang dihasilkan dari pemecahan batu harus memenuhi
ketentuan
4) Bahan Pengisi (Filler) Untuk Campuran Dingin
5) Bahan Aspal Untuk Campuran Dingina)

a. Bahan aspal boleh aspal cair atau aspal emulsi yang memenuhi ketentuan
yang disyaratkan.

B. CAMPURAN
1) KomposisiCampuran harus memenuhi resep yang diberikan dalam Tabel
6.5.3.

2) Aspal Residu dan Kadar Aspal Efektif Kadar aspal residu didefinisikan
sebagai kadar aspal yang masih sisa setelahpenguapan semua air dan pelunak
dari campuran. Kadar aspal efektif didefinisikansebagai kadar aspal residu
dikurangi dengan kadar aspal yang terserap oleh agregat.
3) Pemilihan Rumusan Campuran KerjaUntuk pekerjaan minor Kadar Aspal
Residu Campuran menurut Resep dapat diambiluntuk memperoleh campuran
dengan kelecakan (workability), penyelimutan butiranagregat dan bahan aspal
sisa yang cocok.Untuk pekerjaan berskala besar termasuk perbaikan bentuk
dan pelapisan kembalidengan luas yang melebihi 100 m.
4) Persetujuan Rumusan Campuran KerjaPenyedia Jasa harus menyerahkan
usulan Rumus Campuran Rancangan yang lengkapdan detil kepada Direksi
Pekerjaan untuk persetujuannya, termasuk jenis dan sumberbahan aspal,
sumber dan gradasi agregat, proporsi Rumus Campuran Rancangan danhasil
percobaan penghamparan campuran bilamana dilakukan.
5) Percobaan PenghamparanSebelum memulai pekerjaan percobaan, campuran
dengan usulan rumus campuranrancangan harus dibuat, dihampar dan
dipadatkan dengan menggunakan cara danbahan yang diusulkan untuk
pekerjaan tersebut.

C. KETENTUAN PERALATAN PELAKSANAAN


1) Alat PencampurBaik alat pencampur mekanis buatan untuk campuran dingin
atau pengaduk betonmolen berkapasitas tidak kurang dari 200 liter dapat
dipergunakan. Alat pencampurharus mampu menghasilakn campuran yang
homogen, penyelimutan aspal yangmerata pada seluruh agregat
2) Alat Pengangkutan
3) Alat Penghampar dan Pembentuk
a. Pekerjaan MinorMetode manual umumnya dapat digunakan. Perkakas
tangan seperti alatperata, sekop, timbris dan sapu harus disediakan.
b. Pelapisan Ulang (Resurfacing)Ketentuan dalam Pasal 6.3.4.(17) harus
berlaku.
4) Alat Pemadat
a. Pekerjaan MinorPemadat yang dibuat khusus, pemadat dorong yang
mudah dipindahkan atautimbris getar dapat digunakan. Timbris manual yang
disediakan harus mempu-nyai luas permukaan tidak kurang dari 15 x 15 cm
dan beratnya tidak kurangdari 4 kilogram.
b. Pelapisan Kembali (Resurfacing)Ketentuan dalam Pasal 6.3.4.(18) harus
berlaku, kecuali alat pemadat rodakaret tidak perlu disediakan.
D. PEMBUATAN CAMPURAN
1) Penyiapan
a. Penyiapan Agregat
i) Campuran Dingin dengan Aspal CairAgregat yang digunakan untuk
campuran dingin dengan aspal cair harussekering mungkin dan tidak boleh
mempunyai air pada permukaan.Kadar air campuran tidak boleh
melampaui 2 % dari berat total campuran.
ii) Campuran Bitumen EmulsiAgregat harus sekedar basah saja untuk
menjamin penyelimutan padaseluruh agregat.
b. Penyiapan CampuranProporsi penakaran harus diukur dalam berat atau
volume, menggunakantakaran yang benar-benar proporsional. Pengadukan
harus dilanjutkan hinggaseluruh agregat terselimuti dengan merata.
Bilamana digunkan aspal emulsi,maka pengadukan harus dilanjutkan
hingga aspal emulsi berubah warna daricoklat menjadi hitam (initial
break ).

E. PEMERAMAN DAN PENYIMPANAN CAMPURAN


1) PemeramanCampuran yang menggunakan bitumen emulsi sebagai
pengikat dapat langsungdigunakan setelah dibuat.Campuran yang
menggunakan aspal sebagai sebagai pengikat harus diperam dalam jangka
waktu yang cukup (minimum 3 hari) sebelum digunakan, sebagaimana
yangdiperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Penyimpanan
a. Penyimpanan CurahTempat penyimpanan harus kuat, berdranaise baik
dan bebas dari tanaman.Tinggi penyimpanan tidak kurang dari 1,5 meter
dan tidak lebih dari 2,5meter. Semua penyimpanan harus dilindungi dari
sinar matahari langsung danhujan. Campuran dingin harus disimpan
bangsal yang kedap air. Campurandingin yang menjadi kering dan terlalu
kaku tidak boleh digunakan.
b. Penyimpanan Dalam KantongPenyimpangan dalam kantong akan
memperkecil pencemaran atau segregasicampuran dingin dan
memperkecil campuran yang terbuang. Campuran dingindapat disimpan
untuk jangka waktu lama di dalam kantong yang ditutup rapat.Kantong
harus terbuat dari anyaman polypropylene atau kertas sak
berlapis(kantong semen), bagian dalamnya dilapisi plastik atau timah
yang kedapudara dan air. Kantong harus ditutup sedemikian hingga
kedap udara.Pengantongan campuran dingin harus terlindung dari hujan
dan sinar mataharilangsung. Kantong tidak boleh disusun lebih tinggi
dari 2,5 meter.

F. PENGHAMPARAN CAMPURAN
1) PenyiapanSegera sebelum penghamparan campuran aspal, permukaan lama
harus dibersihkandari semua bahan yang lepas atau menggangu. Lapis
perekat harus disemprotkansesuai Pasal 6.1.2.(2) (kecuali untuk pekerjaan
minor setiap metode yang disetujuioleh Direksi Pekerjaan dapat digunakan
untuk pemakaian lapis perekat), menyelimutiseluruh permukaan yang akan
dihampar campuran dingin dengan merata. Tepi-tepilapisan beraspal lama
juga harus mendapat semprotan aspal.
2) Penghamparan dan Pemadatan
a. Pekerjaan Minor
Penghamparan dapat dilakukan dengan cara manual. Bahan harus dibawa
dandihampar dengan hati-hati untuk mencegah segregrasi. Lokasi yang
kurangdari 1 m dapat dipadatkan menggunakan timbris tangan
b. Pelapisan Ulang (Resurfacing)
3) Penaburan (Blinding)
a. Campuran Kelas C
Sedikit penaburan dengan batu kapur pecah
( crushed limestone), batu pecahhalus atau pasir kasar harus dilakukan di
atas semua permukaan yang akansegera dipadatkan. Taburan ini akan
tertanam oleh alat pemadat atau timbris.Bahan taburan yang terdorong ke
tepi jalan dapat disapu kembali selamabeberapa hari sedemikian hingga
lalu lintas yang melintasinya diharapkandapat menanam bahan taburan
tersebut ke dalam aspal dan memperkakucampuran aspal.
b. Campuran Kelas E
Campuran dingin dengan aspal emulsi harus ditunggu sampai matang
( fullybreaking) sebelum penaburan sedikit agregat. Selanjutnya batu
pecah halusatau pasir kasar harus ditebar di atas seluruh permukaan.
Jumlah yang ditebarharus cukup untuk mengisi seluruh rongga
permukaan. Taburan ini akantertanam oleh alat pemadat atau timbris.
Bahan taburan yang terdorong ke tepi jalan dapat disapu kembali selama
beberapa hari sedemikian hingga lalu lintasyang melintasinya diharapkan
dapat menanam bahan taburan tersebut kedalam aspal dan memperkaku
campuran aspal.