Anda di halaman 1dari 19

PONDASI

Dosen Pembimbing :
Zulisih Maryani, S.S., M.A.

Disusun Oleh :
Rio Dwi Apriyansah
5160811323

PRODI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
YOGYAKRTA
TAHUN PENYUSUNAN 2016/2017
DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................................................................ iii


KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... iv
BAB I...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ........................................................................................................................ 1
1 . 2 R u m u s a n M a s a l a h ........................................................................................................ 2
1 . 3 T u j u a n ................................................................................................................................... 2
B a b I I .................................................................................................................................................. 3
P e m b a h a s a n .................................................................................................................................. 3
2 . 1 P e n g e r t i a n .......................................................................................................................... 3
A . P o n d a s i .............................................................................................................................. 3
2 . 2 F a k t o r Y a n g M e m p e n g a r u h i B e n t u k P o n d a s i ........................................... 6
B. Faktor Kemampuan Struktur Dalam Mengakomodasi Sistem
L a y a n a n G e d u n g ................................................................................................................. 7
2 . 3 M a c a m P o n d a s i ............................................................................................................. 9
C . J e n i s – j e n i s p o n d a s i .............................................................................................. 9
B A B I I I .............................................................................................................................................. 14
P E N U T U P ........................................................................................................................................ 14
3 . 1 K e s i m p u l a n . .................................................................................................................. 14
D A F T A R P U S T A K A .................................................................................................................. 15

ii
ABSTRAK

Pondasi adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk memikul beban


bangunan, meneruskan dan membaginya secara merata ke atas lapisan tanah. Dalam
pemilihan bentuk pondasi dan jenis pondasi yang memadahi, perlu diperhatikan
beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi tersebut. Hal ini disebabkan
tidak semua jenis pondasi dapat dilaksanankan di semua tempat.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pondasi seperti kondisi tanah
yang akan dipasang pondasi, factor lingkungan, waktu pekerjaan pondasi, biaya
pengerjaan pondasi, ketersediaan material pembuatan pondasi di daerah tersebut.
Daya dukung tanah juga sangat penting dalam pemilihan pondasi untuk mengetahui
jenis pondasi apakah yang akan dibuat sesuai kriteria daya dukung tanah di daerah
tersebut.

Kriteria daya dukung tanah dapat ditentukan melalui pengujian secara sedrhana.
Bila tanah keras terletak pada permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah permukaan
tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi dangkal. Bila tanah keras terletak pada
kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis
pondasinya adalah pondasi tiang minipile, pondasi sumuran. Bila tanah keras terletak
pada kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis
pondasinya adalah pondasi tiang pancang.

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha ESa atas
rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah “Pondasi Dangkal” yang merupakan salah satu tugas besar
Pondasi.
Dalam makalah ini saya membahas mengenai macam-macam Pondasi Dangkal
beserta karakteristik Pondasi Dangkal.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak sedikit masalah yang
dihadapi, namun berkat kerja keras serta bantuan dari berbagai pihak, semua masalah
tadi bisa teratasi dengan
baik. Oleh karena itu saya banyak mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalaj ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah
khasanah cakrawala pemikiran bagi para pembaca.

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Setiap bangunan sipil , seperti gedung, jembatan, jalan raya,


terowongan, dinding penahan, menara, tanggul, harus mempunyai
pondasi yang dapat mendukungnya.Pondasi harus diperhitungkan
untuk dapat menjamin kestabilan Bangunan terhadap berat
sendiri, beban - beban bangunan, gaya -gaya luar seperti: tekanan
angin,gempa bumi, dan lain -lain. Disamping itu, tidak boleh terj adi
penurunan melebihi batas yang diijinkan.

Agar Kegagalan fungsi pondasi dapat dihindari, maka pondasi


Bangunan harus diletakkan pada lapisan tanah yang cukup keras,
padat, dan kuat mendukung beban bangunan tanpa menimbulkan
penurunan yang berlebihan.
Pondasi terdiri dari :
- Pondasi dangkal ( shallow foundation )
- Pondasi dalam ( deep foundation )

Pondasi dangkal digunakan bila letak tanah kerasnya


berada dekat dengan permukaan tanah, yang kedalaman pondasi
kurang atau sama dengan lebar pondasi ( D ≤ B ).

Pondasi dangkal terdiri dari : Pondasi telapak, cakar ayam,


sarang laba-laba, gasing, grid, dan lain -lain. Suatu jenis pondasi
mempunyai karakteristik penggunaan tertentu. oleh karena itu,
dalam mendisain pondasi perlu dibua t alternatif yang kemudian
dipilih alternatif yang terbaik berdasarkan kriteria secara
teknis,kemudahan pelaksanaan, ekonomis, dan dampak
lingkungan.

1
Agar dapat hasil yang baik maka perlu mempunyai
pengetahuan tentang permasalahan pondasi.Pada dasarnya
permasalahan pondasi ada 2 yaitu :
- umum : stabilitas ( daya dukung , geser, dan guling ), perbaikan
tanah, kelongsoran lereng, dan pengaruh air bersih.
khusus : getaran, daerah lendutan tambang ( minyak, air, dsb),
ledakan gempa bumi, dll

1.2 Rumusan Masalah

Pengertian pondasi
Faktor yang mempengaruhi bentuk pondasi
Macam-macam pondasi

1.3 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan kita mengatahui:

Pondasi bangunan adalah kontruksi yang paling terpenting


pada suatubangunan. Karena pondasi berfungsi sebagai”penahan
seluruh beban(hidup dan mati ) yang berada di atasnya dan gaya
– gaya dari luar.”Pondasi merupakan bagian dari struktur yang
berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung
dibawahnya

2
Bab II

Pembahasan

2.1 Pengertian
A. Pondasi
Pondasi bangunan adalah kontruksi yang paling terpenting
pada suatubangunan. Karena pondasi berfungsi sebagai ”Penahan
seluruh beban(hidup dan mati ) yang berada di at asnya dan gaya
– gaya dari luar”. Pondasi merupakan bagian dari struktur yang
berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung
dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang
disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana
harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini
adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut.

Pada pondasi tidak boleh terjadi penurunan pondasi


setempat ataupun penurunan pondasi merata melebihi dari batas
– batas tertentu, yaitu:

Jenis bangunan Penurunan maksimum

1) Bangunan umum 2.54 Cm

2) Bangunan pabrik 3.81 Cm

3) Gudang 5.08 Cm

4) Pondasi mesin 0.05 Cm

3
Banyak faktor dalam pemilihan jenis pondasi, antara lain beban
yang direncanakan bekerja, jenis lapisan tanah dan faktor non
teknis seperti biaya konstruksi, dan waktu konstruksi. Jenis
pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur
terhadap semua gaya yang bekerja. Selain itu, tanah
pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya dukung yang
cukup untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi
keruntuhan. Dalam kasus tertentu, apabila sudah tidak
memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal, maka
digunakan pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai
adalah pondasi tiang pancang.

Menurut Bowles (1984), pondasi tiang pancang banyak


digunakan pada struktur gedung tinggi yang mendapat beban
lateral dan aksial. Pondasi jenis ini juga banyak digunakan pada
struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil).
Daya dukung tiang pancang yang diperoleh dari skin friction dapat
diaplikasikan untuk menahan gaya uplift yang terjadi. Faktor erosi
pada sungai juga menjadi pertimbangan penggunaan tiang
pancang pada jembatan.

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang


berfungsi untuk menempatkanbangunan dan meneruskan beban
yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi
yangcukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential
settlement pada sistem strukturnya.Untuk memilih tipe pondasi
yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok
untuk berbagai keadaa n di lapangan dan apakah pondasi itu
memungkinkan untuk diselesaikan secaraekonomis sesuai dengan
jadwal kerjanya.

4
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe
pondasi:

1. Keadaan tanah pondasi


2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
3. Keadaan daerah sekitar lokasi
4. W aktu dan biaya pekerjaan
5. Kokoh, kaku dan kuat

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik


yang bervariasi, berbagaiparameter yang mempengaruhi
karakteristik tanah antara lain pengar uh muka air
tanahmengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda
dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.Jenis
tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing -masing
memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda -beda.

Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan


harusdisesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi
tempat akan dibangunnya bangunantersebut.Suatu pondasi harus
direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan
denganbenar akan ad a bagian yang mengalami penurunan yang
lebih besar dari bagian sekitarnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu


pondasi, yakni :

1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak


longsor akibat pengaruh luar.

2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.

3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

5
2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk Pondasi

Desain merupakan perhitungan setelah dilakukan analisis


struktur. Lingkup desain pada struktur beton konvensional meliputi
pemilihan dimensi elemen dan perhitungan tulangan yang
diperlukan agar penampang elemen mempunyai kekuatan yang
cukup untuk memikul beban -beban pada kondisi kerja (service
load) dan kondisi batas (ultimate load ). Struktur dirancang dengan
konsep kolom kuat balok lemah ( strong coulomn weak beam),
dimana sendi plastis direncanakan terjadi di balok untuk
meratakan energi gempa yang masuk. Pemilihan sistem struktur
atas (upper structure ) mempunyai hubungan yang erat dengan
sistem fungsional gedung.

Desain struktural akan mempengaruhi desain gedung secara


keseluruhan. Dalam proses desain struktur perlu kiranya dicari
kedekatan antara sistem struktur dengan masalah -masalah seperti
arsitektural, efisiensi, serviceability, kemudahan pelaksanaan dan
juga biaya yang diperlukan. Adapun faktor -faktor yang
menentukan dalam pemilihan sistem struktur adalah sebagai
berikut :

 Aspek arsitektural

Aspek ini dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan jiwa


manusia akan sesuatu yang indah. Bentuk -bentuk struktur yang
direncanakan sudah semestinya mengacu pada pemenuhan
kebutuhan yang dimaksud.

 Aspek fungsional

Perencanaan struktur yang baik sangat memperhatikan fungsi


daripada bangunan tersebut. Dalam kaitannya dengan penggunaan
ruang, aspek fungsional sangat mempengaruhi besarnya dimensi
bangunan yang direncanakan.

6
 Aspek kekuatan dan stabilitas struktur

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan struktur dalam


menerima bebanbeban yang bekerja baik beban vertikal maupun
beban lateral yang disebabkan oleh gempa serta kestabilan
struktur dalam kedua arah tersebut.

 Aspek ekonomi dan kemudahan pelaksanaan

Biasanya pada suatu gedung dapat digunakan beberapa


macam sistem struktur. Oleh sebab itu faktor ekonomi dan
kemudahan pelaksanaan pengerjaan merupakan faktor yang
mempengaruhi sistem struktur yang akan dipilih.

B. Faktor Kemampuan Struktur Dalam Mengakomodasi Sistem


Layanan Gedung

Pemilihan sistem struktur juga harus mempertimbangkan


kemampuan struktur dalam mengakomodasikan sistem pelayanan
yang ada, yakni menyangkut pekerjaan mechanical dan electrical.
Sedangkan pemilihan jenis struktur bawah (sub-structure) yaitu
pondasi, menurut Suyono (1984) harus mempertimbangkan hal -hal
sebagai berikut :

 Keadaan tanah pondasi

Keadaan tanah pondasi kaitann ya adalah dalam pemilihan


tipe pondasi yang sesuai. Hal tersebut meliputi jenis tanah, daya
dukung tanah, kedalaman lapisan tanah keras dan sebagainya.

 Batasan-batasan akibat struktur di atasnya

Keadaan struktur atas akan sangat mempengaruhi pemilihan


tipe pondasi. Hal ini meliputi kondisi beban (besar beban, arah
beban dan penyebaran beban) dan sifat dinamis bangunan di
atasnya (statis tertentu atau tak tentu, kekakuannya, dll.)

7
 Batasan-batasan keadaan lingkungan di sekitarnya

Yang termasuk dalam batasan ini adalah kondisi lokasi


proyek, dimana perlu diingat bahwa pekerjaan pondasi tidak boleh
mengganggu ataupun membahayakan bangunan dan lingkungan
yang telah ada di sekitarnya.

 Biaya dan w aktu pelaksanaan pekerjaan

Sebuah proyek pembangunan akan sangat mem perhatikan


aspek waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan, karena hal ini
sangat erat hubungannya dengan tujuan pencapaian kondisi yang
ekonomis dalam pembangunan.

Banyak faktor dalam pemilihan jenis pondasi, antara lain


beban yang direncanakan bekerja, jenis lapisan tanah dan faktor
non teknis seperti biaya konstruksi, dan waktu konstruksi. Jenis
pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur
terhadap semua gaya yang bekerja. Selain itu, tanah
pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya duk ung yang
cukup untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi
keruntuhan. Dalam kasus tertentu, apabila sudah tidak
memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal, maka
digunakan pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai
adalah pondasi tian g pancang.

Menurut Bowles (1984), pondasi tiang pancang banyak


digunakan pada struktur gedung tinggi yang mendapat beban
lateral dan aksial. Pondasi jenis ini juga banyak digunakan pada
struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil).
Daya dukung tiang pancang yang diperoleh dari skin friction dapat
diaplikasikan untuk menahan gaya uplift yang terjadi.

8
2.3 Macam Pondasi

C. Jenis – jenis pondasi

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan keadaan


tanah disekitar bangunan, sedangkan kedalaman pondasi
ditentukan oleh letak tanah padat yang mendukung pondasi. Jika
terletak pada tanah miring lebih dari 10%, maka pondasi
bangunan tersebut harus dibuat r ata atau dibentuk tangga dengan
bagian bawah dan atas rata.

Jenis pondasi dibagi menjadi 2, yaitu :

- Pondasi dangkal

- Pondasi dalam

Pondasi dangkal adalah pondasi yang digunakan pada


kedalaman 0.8 – 1 meter, karena daya dukung tanah telah
mencukupi. Pondasi dangkal juga sering disebut pondasi
langsung/ stahl. Pondasi langsung dipakai pada kondisi tanah baik
, yaitu dengan kekerasan tanah atau sigma tanah = 2 Kg / Cm2 ,
dengan kedalaman tanah keras lebih kurang = 1,50 Cm, kondisi
air tanah cukup dalam.

Bahan material yang dipergunakan untuk pondasi jenis ini


biasanya dipakai : batu kali, batu gunung, atau beton tumbuk,
sedangkan bahan pengikatnya digunakan semen dan pasir sebagai
bahan pengisi. Pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat
trapesium dengan lebar bagian atas paling sedikit 25 cm, karena
bila disamakan dengan lebar dinding dikhawatirkan dalam
pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat
mempengaruhi kedudukan dinding pada pondasi sehingga dapat
dikatakan pondasi tidak sesuai lag i dengan fungsinya. Sedangkan
untuk lebar bagian bawah trapesium tergantung perhitungan dari
beban di atasnya, tetapi pada umumnya dapat dibuat sekitar 70 –
80cm.

9
 Pondasi batu kali

Pondasi batu kali sering kita temukan pada bangunan –


bangunan rumah tinggal. Pondasi ini digunakan, karena selain
kuat juga masih termasuk murah. Bentuknya yang trapesium
dengan ukuran tinggi 60 – 80 Cm, lebar pondasi bawah 60 – 80
Cm dan lebar pondasi atas 25 – 30 Cm. Alternatif bahan lain
sebagai pengganti pondasi batu kali adalah bongkaran bekas
pondasi tiang pancang atau beton bongkaran jalan. Bekas
bongkaran tersebut cukup kuat digunakan untuk pondasi, sebab
mutu beton yang digunakan ialah K -250 s/d K-300. Permukaannya
yang tajam dan kasar mampu mengikat adukukan semen dan
pasir. Bila dibandingkan dengan pondasi batu bata, misalnya,
tentu bongkaran bekas beton jauh lebih kuat. Ukurannya rata –
rata 30 x 30 Cm.

Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu


besarnya kurang lebih 25 cm, ini dengan tujuan agar tukang batu
mudah mengatur dalam pemasangannya, di samping kalau
mengangkat batu tukangnya tidak merasa berat, sehingga bentuk
pasangan menjadi rapi dan kokoh. Pada dasar konstruksi pondasi
batu kali diawali dengan lapisan pasir setebal 5 -10 cm guna
meratakan tanah dasar, kemudian dipasang batu dengan
kedudukan berdiri (pasangan batu kosong) dan rongga -rongganya
diisi pasir secara penuh sehingga kedudu kannya menjadi kokoh
dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. Susunan batu
kosong yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai
pengaliran (drainase) untuk mengeringkan air tanah yang terdapat
disekitar pondasi.

10
 Pondasi batu bata

Pada awalnya pondasi batu bata merupakan pondasi yang


diaplikasikan untuk menopang berat beban pada
bangunan.Namun, pada saat ini pondasi rollag bata telah lama
ditinggalkan.Selain mahal, pemasangannya pun membutuhkan
waktu yang lama serta tidak me miliki kekuatan yang bisa
diandalkan. Akan tetapi, pondasi ini tetap digunakan untuk
menahan beban ringan, misalnya pada teras.

 Pondasi sumuran/ Pier foundation/ Caisson

Pondasi sumuran atau cyclop beton menggunakan beton


berdiameter 60 – 80cm dengan kedalaman 1 – 2 meter.Di
dalamnya dicor beton yang kemudian dicampur dengan batu kali
dan sedikit pembesian dibagian atasnya.Pondasi ini kurang
populer sebab banyak kekurangannya, di antaranya boros adukan
beton dan untuk ukuran sloof haruslah besar.Hal tersebut
membuat pondasi ini kurang diminati. Pondasi sumuran dipakai
untuk tanah yang labil, dengan sigma lebih kecil dari 1,50 kg/cm2.
Seperti bekas tanah timbunan sampah, lokasi tanah yang
berlumpur.

 Pondasi Telapak

Adalah pondasi yang berdiri sendiri dalam men dukung kolom.


Pondasi footplat dipergunakan pada kondisis tanah dengan sigma
antara : 1,5 -2,00 kg/cm2. Pondasi foot plat ini biasanya dipakai
untuk bangunan gedung 2 – 4 lantai, dengan kondisi tanah yang
baik dan stabil. Bahan dari pondasi ini dari beton b ertulang. Untuk
menetukan dimensi dari pondasi ini dengan perhitungan
konstruksi beton bertulang.

11
 Pondasi Rakit/ Raft Foundation

Adalah plat beton besar yang digunakan untuk mengantar


permukaan dari satu atau lebih kolom di dalam beberapa garis/
beberapa jalur dengan tanah. Digunakan di tanah lunak atau
susunan jarak kolomnya sangat dekat di semua arahnya, bila
memakai telapak, sisinya berhimpit satu sama lain.

 Pondasi plat beton lajur

Adalah pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan


kolom berjarak dekat dengan telapak, sisinya berhimpit satu sama
lain. Pondasi plat beton lajur sangat kuat, sebab seluruhnya
terdiri dari beton bertulang dan harganya lebih murah
dibandingkan dengan pondasi batu kali. Ukuran lebar pondasi
lajur ini sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali, yaitu 70
Cm. Sebab fungsi pondasi plat beton lajur adalah pengganti
pondasi batu kali.

 Pondasi Merata (Slab Foundation)

Pondasi merata dipergunakan pada kondisi tanah sangat


lembek (lunak). Juga diperguna kan untuk pondasi lantai bawah
tanah/bassment suatu bangunan gedung.

 Pondasi bor mini / Strauss pile

Pondasi bor mini atau strauss pile ini digunakan pada


kondisi tanah yang buruk, seperti bekas empang atau rawa yang
lapisan tanah kerasnya berada jauh dari permukaan tanah.
Pondasi ini bisa digunakan untuk rumah tinggal sederhana atau
bangunan dua lantai.Kedalamannya 2 – 5 meter. Ukuran diameter
pondasi mulai dari 20, 30 dan 40 Cm. Pengerjaannya dengan
mesin bor atau secara manual. Diatas pondasi bor mini ad a blok
beton (pilecap).Pile cap ini merupakan

media untuk mengikat kolom dengan sloof.

12
 Pondasi Sarang Laba -Laba

Memiliki teknologi pembangunan yang dirancang terdiri dari


plat tipis yang diperkaku dengan rib -rib tipis dan tinggi yang
saling berhubungan membentuk segitiga -segitiga yang diisi
dengan perbaikan tanah sehingga menjadi satu kesatuan komposit
konstruksi beton bertulang dan tanah.

 Pondasi Umpak

Pondasi ini diletakan diatas tanah yang telah padat atau


keras. Sistim dan jenis pondasi ini sampai sekarang terkadang
masih digunakan, tetapi ditopang oleh pondasi batu kali yang
berada di dalam tanah dan sloof sebagai pengikat struktur, serta
angkur yang masuk kedalam as umpak kayu atau umpak batu dari
bagian bawah umpaknya atau tiangnya. Po ndasi ini membentuk
rigitifitas struktur yang dilunakkan, sehingga sistim membuat
bangunan dapat menyelaraskan goyangan goyangan yang terjadi
pada permukaan tanah, sehingga bangunan tidak akan patah pada
tiang-tiangnya jika terjadi gempa.

13
B AB I I I

PENUTUP

3.1 Kesimpulan.

Yang Yang dimaksud dengan pondasi adalah bangunan yang


dapat menahan berbagai macam beban, baik horizontal maupun
vertikal dalam kondisi stabil. Adapun tujuannya yaitu untuk
menahan beban-beban yang terjadi sehingga menghasilkan
kestabilan konstruksi.

Dari paparan atau penjelasan diatas, untuk membuat da


memasang pondasi suatu bangunan pada tanah yang akan
didirikan bangunan harus diadakanpengukuran sesuai dengan
pondasi yang akan dipasang. Kemudian diasakan penggalian
tanah sedalam dan selebar ukuran pondasi yang telah ditentukan.
Setelah galian tanah selesai, dipasang kayu dan papan untuk
menentuka tinggi rendahnya pondasi dan besar kecilnya pondasi.
Barulah pemasangan pondasi dap at dilaksanakan.

14
D AF T A R P U S T AK A

Ariestadi, Dian, 2008, Teknik Struktur Bangunan Jilid 2 untuk


SMK, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional, h. 258 – 266.

Ir.Respati.sri,1995.”PONDASI”,Penerbit Pusat Pengembangan


Program Studi Teknik Sipil, Bandung.
http://id.shvoong.com/exact -sciences/engineering/1883778 -
pondasi/#ixzz1ffW82RhG

http://id.shvoong.com/exact -sciences/engineering/1883778 -
pondasi/#ixzz1LrW rRnVc

http://mustari-teknikcivil.blogspot.com/2010/01/makalah -
pondasi.html

15