Ebook Sahabat Trader Indonesia
Ebook Sahabat Trader Indonesia
INTRODUCTIONS
Sahabat Trade Indonesia (STI) adalah grup edukasi yang didirikan secara mandiri
tanpa berafiliasi pada broker mana pun. Tujuannya ialah sebagai sarana belajar para
trader dan juga sebagai wadah silaturahmi. Grup STI memiliki hubungan erat
kaitannya dengan edukasi prabayar yang bernama “Sahabat Trader”, dimana grup
ini difungsikan untuk merangkul para trader yang berada di seluruh wilayah
Indonesia, walau pun kami tidak menutup tradar lain yang diluar Indonesia untuk
ikut bergabung pada edukasi ini. Tujuan dari dirikan grup ini dimana harapan
kedepannya trader mampu secara mandiri untuk melakukan trading dan tidak
tergantung pada orang lain seperti mengikuti trebar (treding bareng), membeli
sinyal, serta investasi materi pada salah satu trader atau Bandar. Kami harap trader
mampu secara mandiri dalam menganalisa, memenej keuangannya dengan baik,
serta mapan secara psikologi yang pada gilirannya nanti akan membentuk ia sebagai
trader yang propesional.
TEKNIS PELATIHAN:
1. Saya akan menyampaikan 1 materi dengan jadwal pelajaran yang sudah saya
bagikan, dan teknis perpoin beserta contohnya melalui Whatsapp (WA).
2. Sebelum sahabat memahami apa yang telah saya sampaikan, maka saya tidak
akan melanjutkan terlebih dahulu ke poin berkutnya.
3. Sahabat akan saya pinta membuat sample saat belajar nanti untuk meniru
teknik analisa yang sudah saya berikan.
4. Diksusi Tanya jawab.
MATERI PEMBELAJARAN
Analisis Teknikal:
1. SnR (Suport dan Resistance)
2. Trend (Mencari Trend dan Jenis Trend)
3. Cara Analisa Saat Brekout
4. Analisa 3 Time Frame di Grafik Chart
5. Chart Patterns Reversal (Jenis-Jenis Pola dan Cara Menganalisanya)
6. Mengenal Karakter Chart di Olymp Trade
7. RnR (Reversal dan Retracement)
8. SnD (Supply dan Demand)
9. Indikator RSI, Macd, Stochastic, Parabolic SAR dan SMA
Analisis Fundamental:
1. Teknis Sebelum Open Posisi Saat Rilis Berita
2. Mensinergikan Analisa Teknikal Dengan Fundamental Saat Bertrading
Aspek Pendukung:
1. Money Management (MM)
2. Pisikologi Trading
Level-level ini digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau
berbalik arah.
Garis Support bisa dibentuk dengan cara menarik garis trendline dari titik terendah
1 ke tititk terendah yang sudah terjadi.
Seberapa pentingkah kita memahami SnR? Menurut saya jelas sangat penting, sebab
SnR merupakan salah satu dasar trading yang paling pokok yang wajib dipelajari.
Misal, kita sering loss di detik trakhir; biasanya jika tidak OP sesuai trend, itu
lantaran OP-nya tidak di tempatnya (SnR). Atau kita sudah tahu trend, namun saat
OP tetap loss, padahal trendnya sudah benar. Sudah di pastikan kita pasti telah
mengabaikan SnR saat melakukan OP baik secara sadar atau pun tidak.
Contoh sederhananya begini, kita telah menganalisa dan telah tahu trend
pergerakannya kemana, sebut saja kita telah mengidentifikasi bahwa apa yang
tergambar di Chart ialah trend turun, lalu kita OP turun. Namun sayangnya kita OP
di titik support, pasti kemungkinannya ada dua; jika tidak profit, kita akan loss di
detik trakhir.
Perlunya memahami trend adalah bagaimana agar kita tidak mudah terjebak di
badai loss beruntun, terutama bagi trader yang menggunakan Money Management
Martingale (konpensasi kekalahan). Karena perlu digaris bawahi, money
management seperti ini sangat banyak diminati disamping untuk menyetabilkan
keutungan, juga adalah MM yang efektif bagi trader-trader pemula. Tetapi
disamping keutungannya, MM seperti ini akan menghancurkan keuanganmu dalam
waktu sekejap pada beberapa level tertentu. Tapi kamu jangan riskan, selagi kita
Untuk mengenali sebuah trend naik, maka gunakan garis Trendline untuk
mengetahui sebuah trend. Penggunaannya ialah misal membuat garis uptrend (trend
naik), hubungkan minimal dua titik harga lembah yang saling berdekatan.
Trend mendatar biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti telah terjadi
trend panjang dan akan melakukan pembalikan arah, atau sebaliknya ingin
melanjutkan trendnya kembali. Secara teori trend datar juga bisa dikatakan
seimbangnya OP antara SELL dan BUY yang dilakukan oleh trader-trader besar.
Untuk hal ini, trader tidak disarankan untuk melakukan OP di trend mendatar
seperti ini. Namun trend mendatar ini bisa dianalisa dengan menggunakan
horizontal line yang telah disediakan di platform Olymp Trade, dan bisa
dimanfaatkan untuk melakukan OP setelah terjadinya breakout. Berikut ini contoh
untuk OP di breakout, baik OP naik maupun turun setelah berakhirnya sidewayss.
Pola chaos adalah pola yang sulit kita pahami. Pergerakannya tidak pasti. Kadang
naik kadang trun. Tetapi tidak sama dengan sidewayss. Jika sidewayss jelas SnR nya
hampir tak terlihat. Jika chaos justru terlihat namun trendnya tidak jelas. Untuk
mudahnya, bila kamu melihat pola yang tidak kamu pahami maka kamu jangan
Misalnya, trader beranggapan bahwa ketika harga saham breakout dari resisten yang
tertembus maka itu adalah saatnya buy karena setelah breakout, harga saham
menurut trader akan naik.
Ternyata, ketika harga saham breakout pola malah naik, setelah itu langsung
koreksi, sehingga trader yang sudah terlanjur beli akan loss karena langsung turun.
Atau kejadian lainnya, trader berpikir bahwa harga saham akan koreksi setelah
jatuh dari support tertentu, ternyata setelah harga saham jatuh dari support
tertentu, harga saham langsung rebound, dan trader sudah sell.
Dan kenyataannya, analisis saham menggunakan analisis breakout ini juga sering
mengecoh trader, meskipun kamu sudah menggunakan tetek-bengek analisis
macam-macam termasuk melibatkan analisa lain. Jadi, saya akui bahwa analisis
breakout ini memang tidak mudah dilakukan, karena cara menentukan level
breakout itu sangat variatif.
Maka dari itu, saran saya kalau kamu mau menggunakan analisis breakout untuk
keputusan beli dan jual, ada baiknya kamu melihat grafik dengan time frame yang
agak panjang,
Intinya, saham yang memiliki support dan resisten kuat dan sering tersentuh,
pengujiannya akan lebih akurat ketimbang support-resisten yang hanya tersentuh
sekali-dua kali saja. Cara melihat support-resisten yang sering tersentuh, salah
satunya adalah dengan melihat time frame yang lebih panjang.
Tentunya, anda masih bisa mencoba berbagai macam analisis teknikal. Analisis
teknikal "breakout" ini bukanlah satu-satunya analisis teknikal walaupun sering
digunakan oleh kebanyakan trader.
Grafik dalam trading menggambarkan pergerakan harga suatu pasangan mata uang
di pasar mata uang, apakah pergerakannya naik, turun, atau statis. Namun, pada
prakteknya, pengamatan kita terhadap pergerakan harga akan dipengaruhi pula
oleh Time Frame.
Oleh karenanya, sebelum melakukan analisa atas pergerakan harga, kita harus
memahami dulu soal Time Frame dalam bertrading. Sebab ini penting, agar tidak
terjadi miss komunikasi saat kita menganalisa chart dan pada akhirnya kita
mengambil keputusan untuk melakukan OP yang salah.
Time Frame dalam grafik trading adalah kurun waktu tertentu yang ditentukan
sebagai masa pengamatan pergerakan harga. Pada kurun waktu yang berbeda,
kondisi harga yang ditampilkan bisa diterjemahkan secara berbeda. Secara awam
umpamanya, pasangan mata uang EUR/USD melemah pada tempo 1 jam terakhir,
tetapi menguat dalam 1 hari terakhir. Semua ini akan nampak pada grafik, bila kita
merubah Time Frame yang terlampir. Menurut istilah praktisnya, grafik terbentuk
dari data pergerakan harga yang dikumpulkan dalam kurun waktu (Time Frame)
tertentu. Oleh karenanya, jika Time Frame diubah, maka data pergerakan harganya
bisa berganti. Sebagai contoh, perhatikan perbandingan pergerakan harga pada
EUR/USD di Time Frame 10 menit, 1 jam dan 1 hari di platform Olymp Trade.
Setelah itu mungkin akan timbul sebuah pertanyaan di benakmu, bila ia harus naik,
maka akan seberapa jauh ia naik, dan bila ia turun maka akan sejauh mana ia turun?
Adakah pertanyaan seperti itu?
Mari kita bahas tentang naik dan turun berdasarkan hambatan. agar kita tahu, bila
ia naik, akan sejauh mana, dan bila ia harus turun akan sejauh mana pergerakannya.
Pertama kita harus tahu hambatan tentang pola naik, agar kita bisa mengukur
sejauh mana ia naik.
Untuk mengetahui seberapa jauh ia naik, misalkan contoh di TF 1 hari, maka kamu
akan melihat, saya menggaris resitance dengan 3 warna; merah di resistance 1,
orange di resistance 2 dan hijau di resistance 3. Jika pergerakan harga yang
mengarah ke atas untuk menembus resistance no 1 warna merah, namun gagal
tertembus, maka kemungkinana ia akan turun, tetapi bila resistance warna merah
tertembus, maka ia akan naik. Setelah naik ia akan terhalang lagi oleh resistance
no 2 berwarna kuning saat ingin melanjutkan naik, bila ia tidak berhasil menembus
resitance warna kuning, maka ia akan turun kembali ke resistance warna merah.
Tetapi bila tertembus, ia akan melanjutkan trend naiknya menuju resistance warna
hijau. Begitupun seterusnya.
Ada gambaran ya, ketika ia naik akan sejauh mana dan bila ia turun akan kemana.
Resistance akan menjadi support saat pola baru menembusnya. Lihat resistance
yang saya panahi. Ia adalah titik tertinggi, lantaran ada pola yang menembusnya,
maka ia akan menjadi titik penyanggah saat ia turun. Saat pola baru turun ia akan
terhalang oleh resitance yang telah menjadi support.
Jarak turun
Untuk mengetahui seberapa jauh sebuah pola
pergerakan itu turun, misalkan contoh
gamabar TF 1 hari di atas, maka kamu akan
melihat, garis resitance dengan 4 warna; hijau
di resistance 1, orange di resistance 2, merah
di resistance 3 dan ungu di resistance ke 4.
terlihat resistance no 1 warna hijau
tertembus, maka kemungkinana ia akan terus
turun, menuju resistence no 2 berwarna
orange, bila resistance warna orange
tertembus, maka ia akan terus turun menuju
resistance no 3 berwarna merah. Begitupun
seterusnya.
Untuk titik OP, cara analisanya tidaklah jauh berbeda dengan cara analisa ketika ia
naik, hanya saja kita tinggal membalikkan analisanya.
Teknik ini bukanlah acuan dasar analisa, banyak hal lain untuk dijadikan
pertimbangan. Akurasi teknik ini, tidaklah terlalu ampuh, dan rentan terjebak oleh
pembalikan sementara. Maka dibutuhkan pengalaman dan keyakinan bila ingin
melakukan OP dengan teknik seperti ini.
Kita berpatokan pada resistance di sampingnya, biasanya dia kalau naik akan
tertahan oleh resistance sesudahnya, jika tertembus dia akan lanjut naik, dan jika
tidak dia akan kembali turun. Pun sebaliknya, saat ia turun, ia akan menembus
support sebelumnya, jika berhasil ia akan turun sampai menemukan support yang
lain yang berada di bawahnya. Jika tidak tertembus ia akan melakukan pembalikan
arah dan percobaan naik kembali.
Setiap trader dapat bertrading menggunakan satu Time Frame ataupun lebih dari
itu. Time Frame rendah biasanya dianggap mengandung terlalu banyak fluktuasi
yang mengganggu, sedangkan Time Frame lebih tinggi dianggap menggambarkan
trend harga secara keseluruhan dengan lebih baik. Upaya memilih Time Frame
dalam trading pun mempertimbangkan faktor-faktor lain salah satunya tergantung
berapa lama kita melakuan OP. Seperti 1 menit atau di atas 5 menit seperti di asset
Crypto.
Setelah memilih Time Frame, lalu apalagi yang perlu dilakukan? Dalam trading,
memilih Time Frame hanyalah "intro" alias langkah paling awal menjelang analisa
teknikal. Untuk selanjutnya, kamu perlu mengenali mana Support dan Resistance
pada pergerakan harga tiap pasangan mata uang serta didukung dasar analisa
lainnya.
Ini sebenarnya sama dengan teknik analisa untuk OP di TF 1 hari. Dalam video saya,
saya sering OP di TF 1 hari, nah inilah dasar analisanya.
Teknikal 3 TF gak panjang, sebab saya hanya mengulas teknik analisa yang sering
saya pakai, barang kali ada ganjalan, silahkan kita diskusikan.
Sebab dalam bentuk chart akan ada banyak jenis chart, yang saya bagikan ialah hasil
analisa saya salama kurang lebih 3 tahun. Saya tidak akan memberikan pola asli di
OT agar kamu bisa memahami dan mencari, ini ditujukan bahwa bentuk kemandirian
dan fokus kamu saat belajar. Untuk pola dasar dari Chart Pattern Reversal ini dapat
dilihat sebagai berikut:
Double TOP
Dari gambar diatas dapat kita saksikan bersama bahwa Pola Grafis Double TOP
benar-benar terealisasi menjadi reversal/pembalikan trend turun sesuai dengan
teori aturan Pola-nya. Perlu diingat bahwa titik harga yang menjadi tumpuan
pantulan dari Pola Double TOP itu tidak selalu harus persis di satu titik harga yang
sama, tetapi bisa juga di dua titik harga berbeda yang jaraknya relatif berdekatan
seperti pada contoh gambar diatas.
Head & Shoulder menandakan reversal Bearish (turun) sedangkan Inverted Head &
Shoulder menandakan reversal Bullish (naik). Aturan open posisi untuk BUY ataupun
SELL dalam pola ini adalah jika pergerakan harga sudah membentuk pola dan terjadi
breakout menembus neckline, persis seperti pada gambar diatas.
Contoh pada pembahasan diatas adalah pola Head & Shoulder/Head & Shoulder yang
IDEAL, dalam artian pundak (shoulder) kanan dan kiri cenderung sejajar
(horizontal). Sebenarnya masih ada lagi pola Head & Shoulder/Head & shoulder yang
NON-IDEAL, yaitu yang “pundaknya miring” alias tidak sejajar horizontal, melainkan
cenderung diagonal seperti trendline. Supaya kamu tidak bingung, maka untuk
sementara ini kita hanya fokus ke Pola Head & Shoulder/Head & Shoulder yang IDEAL
saja, sedangkan pola yag NON-IDEAL akan kita ulas dilain waktu.
Idealnya Pola Wedge ini memiliki 7 wave koreksi (7 kali pantulan) di dalam wedge-
nya sebelum akhirnya breakout, namun tak jarang sebelum terbentuk sempurna 7
wave, harga keburu breakout duluan, ini disebut pola Wedge Non-Ideal dan bisa
terjadi akibat dampak dari News High Impact atau dampak dari rilis berita. Pola
Falling Wedge dan Rising Wedge ini memiliki frekuensi kemunculan di market yang
cukup tinggi dan memiliki keunikan tersendiri karena seringnya muncul disebuah
trend.
Catatan: Ketiga titik lembah atau puncak tidak harus berada pada level yang sama
persis (sejajar), namun perbedaannya juga tidak boleh terlalu signifikan. Dengan
kata lain, jika dilihat sekilas, ketiga titik lembah tersebut terlihat selevel. Demikian
juga pada pola Double Top dan Double Bottom, level puncak dan lembahnya tidak
harus sama persis. Dalam menganalisa, caranya sama yaitu terjadinya breakout
sebagai syarat untuk melakukan Open Posisi.
Kalau kamu perhatikan dengan seksama, terlihat bahwa titik (3) pola ini lebih tinggi
daripada titik (1) dan (5). Pada pola Triple Top, ketiga titik ini cenderung selevel.
Titik puncak yang lebih tinggi itulah yang menjadi head-nya, sementara titik (1) dan
(5) adalah titik shoulders-nya. Pola head and shoulders ini menjadi pola Reversal
Bearish jika muncul di ujung sebuah uptrend. Konfirmasinya adalah ketika garis
neckline sudah tembus (titik ke-6). Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga
cenderung akan bergerak turun sejauh jarak dari puncak head ke neckline. Pada
gambar di atas, direpresentasikan dengan panah merah. Pullback juga sering (ingat:
tidak selalu) terjadi kembali ke area neckline sebelum harga kembali bergerak turun
untuk mencapai target pergerakan harga. Pola ini dikatakan fail jika pullback
terjadi hingga tembus ke atas neckline. Kebalikan dari pola head and shoulders
adalah pola inverse head and shoulders. Pola ini merupakan pola reversal bullish
yang biasanya muncul di ujung sebuah downtrend. Konfirmasinya sama persis
dengan head and shoulders. Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga
cenderung akan bergerak naik sejauh jarak dari puncak head ke neckline. Gambar
di bawah ini akan membantu kamu untuk menjelaskan pola inverse head and
shoulders:
Rectangle terkadang disebut sebagai trading range atau area kongesti. Apa pun
namanya, pola ini merepresentasikan periode konsolidasi pada sebuah trend, dan
biasanya dilanjutkan dengan pergerakan yang searah dengan trend sebelumnya.
Sebuah rectangle minimal harus memiliki empat reversal. Pada contoh gambar di
atas, kamu bisa melihat contoh rectangle yang memiliki enam reversal. Konfirmasi
bullish rectangle adalah pecahnya garis resistance atau upper line, sedangkan
konfirmasi bearish rectangle adalah tembusnya garis support atau lower line
(breakout).
Perbedaan yang saya maksud disini adalah dalam masalah menyederhanakan bentuk
polanya, bukan bentuk pergerakan yang memang tidak ada yang bisa merubah
karena hal ini adalah pergerakan real yang bergerak secara bersama dan dalam
cakupan global. Secara sederhana, saya membagi dua ciri khas pola yang ada dalam
platform Olymp Trade yang pernah saya analisa, semoga ini bisa membantumu
dalam memahami chart di OT:
a. Pola Berulang
Khas pola OT pada waktu-waktu tertentu selalu membentuk pola berulang, baik di
trend naik maupun turun. Hanya saja ukurannyalah yang membedakan. Pola
Pola model seperti ini, biasanya sering muncul di TF 10 menit. Jika kita analisa,
maka kita akan melihat sebuah pola yang memiliki kemiripan. Hanya saja ukurannya
yang membedakannya, jadi ini bisa kita baca juga sebagai adanya trend. Baik naik
(Bullish) atau turun (Bearish).
Jika menemukan pola demikian, langkah yang harus kita ambil adalah lihat kaki
Support dan ukuran polanya, atau melihat Resitance, bila pola kaki Support ke 1
lebih tinggi dari pola Support ke-2 itu menandakan trend turun, atau pun sebaliknya.
Untuk seberapa jauh sebuah trend itu berlangsung, silahkan gunakan karakter 3 TF
yang sebelumnya pernah kita pelajari.
Langkah analisa, tetap gunkan teknik SnR yang pernah kita pelajari di awal.
Nah untuk mengetahuinya, agar kita tidak ketinggalan momen, perhatikan pola yang
saya tandai ini.
Ini pola yang memiliki hambantan naiknya sedikit, maka turunnya juga dihambat
dengan hambatan yang sedikit pula.
Oke, kalau begitu mari kita bahas satu persatu apa itu Retracement dan apa itu
Reversal sehingga kita pun tahu perbedaannya. Sebab bila kita tidak bisa
membedakan RnR, maka kita akan mudah tertipu saat menganalisa, seperti apakah
ini pembalikan trend sementara (retracement) lalu kembali ke trend besarnya lagi,
atau ini benar-benar pembalikan arah trend (reversal, baik trend naik menjadi trend
turun, atau trend turun berubah menjadi trend naik.
Banyak trader terjebak di situasi seperti ini, maka kiranya, dirasa penting untuk
mempelajari RnR tersebut.
Lantas apa yang akan kita lakukan bila ada retracement seperti ini?
Tentu kita bisa melakukan open posisi sesuai trend besarnya, bila melihat chart di
atas saat retracement muncul, kita bisa open naik dengan syarat garis trendline
tidak tertembus, dan tetap berpatokan ilmu SnR yang kita pernah pelajari di awal,
dengan rumus support ke 1 harus lebih rendah daripada support ke 2 saat OP naik,
atau di trend turun kita bisa melakukan OP sell dengan rumus SnR, dengan patokan
resistance ke-1 lebih tinggi dari resistance ke-2.
Silahkan pahami retracement, dan jika belum paham, silahkan bertanya saat
edukasi.
Reversal
Reversal adalah pergerakan harga yang berlawanan dengan arah trend sebelumnya,
misalnya saja trend utamanya adalah uptrend, maka ketika terjadi reversal dan
melakukan breakout menjadi downtrend (trend turun) maka terbentuklah yang kita
Terus apa yang harus kita lakukan ketika menemui kondisi seperti ini, yang jelas
kita harus ingat dengan yang namanya potensi loss, dan tujuan utama kita yaitu
mendapatkan profit.
Maka lakukanlah langkah analisa seperti ini, kamu bisa perhatikan sinyal reversal
yang saya tandai dengan kotak warna biru, setelah membentuk seperti itu, maka
terjadi turun yang cukup kuat sehingga ia menerobos support yang kita tandai
dengan garis trend line. Maka, kita bisa melakukan OP saat trendline tertembus atau
saat terjadi breakout dengan OP turun. Namun untuk lebih aman, saat terjadi
breakout tunggu terlebih dahulu ia naik sedikit baru OP turun, hanya saja resikonya
kita tidak tahu apakah ia akan naik terlebih dahulu atau langsung turun. Ini adalah
pilihan, mana yang akan nanti kamu yakini.
Mari kita sederhanakan SnD ini, anggap saja perdagangan mata uang ini tidak jauh
beda dengan perdagangan di pasar yang sering kita lihat dan dengar, misal harga
daging akan melonjak naik karena berkurangnya pasokan dari peternak. Atau karena
mendekati hari-hari besar permintaan melonjak, jadi jangan heran kalau harga akan
melonjak bila supply barang tidak berbanding lurus dengan permintaan. Hal ini
hampir sama saja dengan perdagangan mata uang, hanya beda skala dan mediumnya
saja. Karenanya mindset yang paling awal dimiliki oleh seorang trader, adalah
mindset pedagang yang berdagang dalam arena adanya permintaan dan penawaran.
Support (demand) adalah level harga dimana lebih banyak buyer yang bersedia
membeli dibanding seller pada level harga tertentu.
Resistance (supply) adalah dimana lebih banyak tersedia supply dibanding buyer
yang bersedia membeli supply tersebut pada level harga tertentu. Coba perhatikan
chart di bawah ini untuk indentifikasi apa yang dimaksud dengan Demand:
Strategi analisa:
1. SnD bisa teridentifikasi pada TF (minimal H1).
2. Saat candle membuat high (A) pada chart sejajar dengan chart disampingnya,
pindah ke intra-day time frame (10 menit) untuk mencari peluang Sell/Short
Entry turun.
3. Pada TF kecil ini cari up candle terakhir yang disusul oleh Down Candle (gambar
bawah).
4. Entry dilakukan pada Down Candle kedua, dan tidak perlu menunggu close-nya.
Rule untuk trading di SnD ini, trader sebaiknya memiliki pola aturan dalam
mengambil keputusan trading. Karena biasanya faktor emosi dapat mempengaruhi
analisa dan keputusan saat trading.
Tidak percaya? coba kamu gunakan tick chart atau time frame lebih kecil di 1 menit,
sangat intens bukan? terasa bagaimana adrenalin anda dipacu karena pergerakan
yang fluktuatif. Kegagalan mengkontrol emosi berujung pada kegagalan trader
karena saat proses analisa selesai, dia akan ragu untuk melakukan eksekusi (open
posisi).
Pada umumnya RSI digunakan untuk mencari sinyal buy dan sell, seperti halnya
indikator yang lain. Sinyal sell dicari ketika RSI sudah memasuki area overbought,
sebaliknya sinyal buy dicari ketika RSI sudah memasuki area oversold.
Konfirmasi sinyal sell adalah ketika RSI turun dari area overbought dan berada di
bawah 70, sedangkan konfirmasi buy adalah ketika RSI naik dari area oversold dan
berada di atas 30. Simak contoh chart yang saya tandai ini:
Aturan untuk buy:
RSI harus berada di area oversold (di bawah 30).
Tunggu sampai RSI lepas dari area oversold (naik ke atas 30).
Sebagai penguat, pastikan ada upaya naik ketika RSI lepas dari area oversold.
Tunggu sampai benar-benar terlihat pola chart kembali naik.
Lalu Entry naik (buy)
Perlu diketahui bahwa RSI tidak seagresif Stochastic. RSI termasuk indikator yang
jarang memunculkan sinyal buy atau sell, khususnya di TF 1 jam chart garis. Oleh
sebab itu RSI mungkin tidak cocok bagi trader yang agresif, yaitu trader yang ingin
melakukan transaksi sebanyak dan sesering mungkin. Namun karena RSI jarang
memunculkan sinyal, biasanya kemunculan sinyal diikuti oleh pergerakan yang
MACD merupakan salah satu indikator teknikal yang bisa membantu kita untuk
mengidentifikasi perubahan arah. Selain itu, MACD bisa memberikan informasi
apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak.
Dari namanya mungkin kamu sudah bisa menebak bahwa dasar yang digunakan MACD
adalah Moving Average. Benar sekali. Tapi kita tidak akan membahas dasar teori
dan perhitungannya. Dalam kesempatan ini kita akan membahas cara membaca
MACD untuk menemukan peluang, karena itulah tujuan kita mempelajari analisis
teknikal.
MACD standar yang merupakan bawaan dari platform Olymp Trade memiliki
komponen-komponen sebagai berikut:
Zero Line
Histogram, yang berupa garis-garis vertikal
MACD Signal Line, yang biasanya ditampilkan sebagai garis merah putus-putus.
Histogram merupakan indikator apakah tren yang terjadi cukup kuat atau tidak. Jika
histogram semakin panjang, itu artinya momentum bertambah besar (tren turun
bertambah kuat). Tetapi jika histogram semakin pendek, itu merupakan indikasi
bahwa momentumnya semakin berkurang. Hal tersebut biasanya akan diikuti oleh
koreksi.
MACD juga bisa dimanfaatkan untuk mencari entry signal. Caranya adalah dengan
memperhatikan histogram dan MACD signal line. Ketika MACD signal line
“melepaskan diri” dari histogram, itulah yang menjadi sinyalnya.
Sinyal buy adalah ketika MACD signal line lepas dari histogram di bawah zero line,
sedangkan sinyal sell adalah ketika MACD signal line lepas dari histogram di atas
zero line.
Sinyal indikator ini diambil dari posisi area MACD terhadap garis 0. Jika area MACD
berada di atas garis 0 (di zona positif), maka dapat dijadikan sebagai konfirmasi
uptrend. Sebaliknya, downtrend dapat terkonfirmasi jika MACD berada di zona
negatif (di bawah garis 0). Lebar area MACD bisa digunakan sebagai penanda
kekuatan tren. Semakin lebar area MACD, atau semakin jauh bar-bar MACD dari garis
Market dikatakan overbought bila nilai stochastick diatas 80, dan dikatakan oversold
jika market bernilai dibawah 20.
Pada kondisi overbought, kita bisa bersiap-siap mengambil posisi open buy, karena
market akan balik arah turun. Dan pada kondisi oversold kita bisa bersiap-siap untuk
mengambil posisi open sell, karena market akan balik arah naik.
Sedangkan untuk open Sell adalah ketika stochastic bernilai diatas 80 dan garis
signal memotong garis utama dari bawah, sehingga selanjutnya garis signal akan
berada diatas garis utama.
Indikator Parabolic SAR dibentuk dari titik-titik yang berada di bagian atas atau
bawah harga. Simpelnya, dalam suatu kenaikan, maka titik SAR ini akan muncul di
bagian bawah harga, sedangkan saat penurunan, maka titik SAR akan berada di
bagian atas harga. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, telah banyak pula
cara menggunakan Parabolic SAR lain yang bermunculan ke pasar. Cara ini juga
beragam dari bagaimana SAR itu sendiri bisa digunakan, serta seperti apa perpaduan
SAR dengan indikator lain untuk menghasilkan sinyal trading yang lebih kuat dan
akurat.
OP buy (naik)
Tunggu sampai dot parabolic SAR
terbentuk di bawah candle.
OP dengan minimal terdapat tiga
parabolic SAR di bawah chart
pembalikan arah
Jangan lupa perhatikan trend dan SnR
5. SMA
Rata-rata pergerakan sederhana (SMA) adalah salah satu indikator yang paling
populer dan paling sederhana.
SMA rata-rata data harga dan membantu menunjukkan tren. Secara visual, SMA
berupa garis. Indikator ini dapat diandalkan untuk melacak grafik, dan
menghaluskan fluktuasi harga. Indikator ini menunjukkan ke mana nilai aset
bergerak.
Ubah periode SMA untuk menaikkan jumlah sinyal atau menurunkan akurasinya.
Semakin besar periodenya, semakin lambat indikatornya. Ini memberikan sinyal
yang lebih akurat namun lebih sedikit. Semakin kecil periodenya, semakin cepat
indikatornya. Ini memberikan banyak sinyal tetapi kurang akurat.Perpotongan
indikator dengan grafik harga dan perpotongan beberapa SMA dengan periode yang
berbeda memberikan sinyal untuk membuka perdagangan.
Setel garis “lambat” pertama ke periode 13, dan pilih warna misalanya kuning.
Lalu setel SMA cepat periode 5 dengan warna sesuai selera misalnya merah. Setel
SMA dengan periode 60 untuk mengetahui trend besarnya.
OP Turun (Sell)
OP turun (sell) saat SMA merah periode
5 bersilang dari atas ke bawah
menyilang SMA periode 13 berwarna
kuning.
Demikianlah beberapa indikator standar yang patut kamu coba dalam menambah
wawasan analisamu, namun perlu digaris bawahi, bahwa indikator bukanlah alat
utama dalam analisa, sebelumnya perlu kita mengetahui trend, tititk SnR dan hal
lain. Indikator hanyalah alat bantu didalam upaya kita untuk optimalisasi sebelum
melakukan open posisi. Tingkat akurasinya tentu bagaimana kemampuan trader
dalam menganalisa chart secara keseluruhan, jadi bila bertanya berapa persen ke
akuratannya, maka saya akan menjawab relatif tergantung sejauh mana
kemampuan kamu dalam menganalisa chart.
Di dalam bertrading Mata Uang ini (Valas) terdapat beberapa teknik trading yang
populer, seperti Hedging/locking, Scalping, Elliot Wave, Averaging, Martingale,
Trading Balance, Carry Trade, Technical Analysis, Fundamental Analysis dan
sebagainya.
Saya tidak membahas satu persatu teknik trading tersebut, tetapi saya hanya
membahas suatu teknik trading yang telah saya fahami dan terbukti berhasil dengan
baik, teknik itu adalah suatu Teknik Fundamental Analysis dengan memanfaatkan
pembacaan suatu Berita di Kalender Ekonomi.
Saya suka dengan teknik fundamental ini, mengingat sebagian besar pergerakan di
pasar trading adalah digerakkan oleh pengaruh Berita, dan bukan oleh suatu analisa
teknikal. Kamu boleh mengamati efek dari suatu berita terhadap pergerakan di
pasar untuk dasar entry dengan durasi panjang trading di atas 30 menit.
Sebelum menerapkan cara ini, maka kamu harus mempunyai dasar yang kuat dahulu
di dalam analisa trading, pelajari panduan-panduan dasar fundamental dahulu dan
rumus perhitungannya. Setelah itu ikuti urutan langkah yang cukup mudah dibawah
ini dengan seksama, yaitu:
Lihat tanggal hari ini dari masing-masing kalender ekonomi tersebut, dan
cocokkan. (Jam Waktunya juga, dan jangan sampai salah! default jam mereka
adalah jam Waktu New York di Amerika Serikat, yang dimana berbeda sekitar
11-12 jam lebih lambat dari jam WIB atau GMT+7 di Indonesia). Jika kamu salah
membaca jam, maka hal ini bisa berakibat fatal, karena jadwal jam trading
kamu bisa salah semua pembacaannya. Untuk mencocokkan dengan jam
Indonesia WIB bisa diperbandingkan dahulu timernya dengan jam kalender
ekonomi yang bisa kamu download di playstore ataupun dengan konversi jam di
timeanddate.com, atau menggunakan aplikasi android seperti word clock,
seperti gambar di bawah ini contohnya perbandingan antara jam Jakarta
(Indonesia dengan New york (AS):
Lihat di berita yang ingin kamu trade-kan mata uangnya, Contoh: berita UK
(United Kingdom) adalah untuk mata uang GBP (GBP/USD), ataupun berita
Amerika/US untuk semua pair yang berhubungan dengan USD (GBP/USD,
EUR/USD, USD/JPY, USD/CHF, dll).
Pilih berita yang High Impact saja (berita yang akan mempengaruhi pergerakan
chart saat rilis berita) , yang digambar dengan keapala banteng berwarna Merah
atau yang bertanda seru tiga kali, sesuai dengan mata uang yang ingin kamu
trade-kan tersebut. PERHATIAN! minimum di dua web atau dengan dua aplikasi
berita tersebut harus conform High Impact semua (warna merah atau tanda seru
3 kali), karena kalau tidak, maka jangan trade di jam berita tersebut. Missal
kan contoh bisa lihat gambar ini:
Sebelum menerapkan teknik ini, saya menyarankan kamu untuk HARUS Berlatih
dahulu di demo account hingga benar-benar mahir sebelum terjun ke real account.
Karena efek berita kalau tidak terbiasa dapat mengakibatkan Shock, mengingat
pergerakannya yang seringkali sangat cepat dan tidak terduga. Selain itu
pengalaman kamu juga turut menentukan.
Kamu juga boleh untuk masuk bertahap untuk mengantisipasi pergerakan yang semu
tersebut, bila ternyata pergerakan di market bertolak belakang dengan hasil
beritanya, karena seringkali nanti market pasti akan berbalik mengikuti hasil
beritanya di ujung-ujungnya.
Penerapan teknik trading berita dengan kalender ekonomi ini memiliki tingkat
akurasi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 70% hingga 80% profitable. Dan teknik ini
tidak setiap hari terdapat momentum untuk trade, dan juga tidak terlalu menyita
waktu kamu, serta cukup mudah untuk diterapkan. (INGAT, bahwa tidak ada teknik
yang 100% profitable! bahkan sejago apapun kamu).
Dan penggunaan teknik berita ini tidak membuat kamu terbeban sampai berhari-
hari, karena teknik ini biasanya akan langsung Done di hari itu juga atau besoknya.
Catatan: untuk OP dari resistance manjadi support maka kita OP naik di support
yang saya tandai dengan garis hijau tebal
Catatan: untuk OP support menjadi resistance, maka kita OP turun di resistance
yang saya tandai garis kuning tebal
2. Semakin sering harga bergerak (naik) dan menguji suatu resistance tetapi tidak
berhasil menembusnya, berarti semakin kuat kecenderungan harga akan
swing/berayun pada area support dan resistance. Jika kita sederhanakan ini
seperti pola zigzag atau seperti saat kamu membanting sebuah bola ke lantai,
maka akan membentuk sebuah pola zig-zag berayun.
2. BREKOUT FALSE
Perlu disadari bahwa, tidak tertutup kemungkinan harga akan berbalik arah, atau
terjadi breakout yang gagal atau breakout palsu, istilah untuk kejadian ini adalah
False Breakout. False breakout pada resistance terjadi apabila harga mampu
menembus titik tertinggi atau resistance, namun tidak mampu mempertahankannya
dan kembali turun masuk di bawah harga support. False Breakout support terjadi
apabila harga mampu menembus titik terendah atau support namun tidak mampu
mempertahankannya dan naik kembali di atas harga resistance.
False Breakout dalam tiap time frame bisa jadi berbeda – beda pengertiannya, oleh
sebab itu selain trading plan dan money management yang baik, pemahaman
berbagai teknik sangat diperlukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan kondisi
market, hal ini diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya loss yang
lebih besar. Secara sederhana, saya akan bagikan contoh pola-pola breakout palsu,
baik di candle maupun chart garis:
Misalnya, trader beranggapan bahwa ketika harga saham breakout dari resisten yang
tertembus maka itu adalah saatnya buy karena setelah breakout, harga saham
menurut trader akan naik.
Ternyata, ketika harga saham breakout pola salah, setelah itu langsung koreksi,
sehingga trader yang sudah terlanjur beli akan loss karena langsung turun.
Atau kejadian lainnya, trader berpikir bahwa harga saham akan koreksi setelah
jatuh dari support tertentu, ternyata setelah harga saham jatuh dari support
tertentu, harga saham langsung rebound, dan trader sudah sell.
Ketika breakout, misalnya trend naik ke turun, terjadi reversal yang naik jadi turun,
maka untuk amannya saat breakout kebawah kamu jangan dulu OP, tunggu dulu
sinyal naik, nah ketika sinyal naik kalau breakout beneran sinyal akan turun lagi,
maka OP lah turun, tapi jika kenyataannya malah lanjut naik ke atas, ini disebut
Breakout False.
Untuk menganalisa Brekout False, dan sudah jelas breakout ini false, antisipasi
dengan teknik SnR, lihat kakinya saat mencoba turun, gunakan rumus SnR trend
naik, dimna support sebelumnya harus lebih rendah dari support baru di trend naik
jika sudah jelas, maka OP naik.
Maka dari itu, saran saya kalau kamu mau menggunakan analisis breakout untuk
keputusan beli dan jual, ada baiknya kamu melihat grafik dengan time frame yang
agak panjang, dan tidak disarankan OP sampai kamu benar-benar yakin bahwa itu
telah breakout dengan melihat jarak tembusnya yang terus menjauh.
Tapi kalau masih sering tertipu dengan analisis breakout, atau masih ragu-ragu, ada
baiknya kamu tidak mencoba analisis ini, karena kemungkinan analisis tersebut
kurang cocok untukmu. Atau bisa jadi kamu yang salah dalam menentukan titik garis
trendnya.
Tentunya, kamu masih bisa mencoba berbagai macam analisis teknikal. Analisis
teknikal "breakout" ini bukanlah satu-satunya analisis teknikal walaupun sering
digunakan oleh kebanyakan trader.
Brekout Turun
3. ANALISA 3 TF
ASPEK PENDUKUNG
Mengetahui kapan saat yang tepat untuk masuk (entry) market, kapan harus exit,
hanya sebagian keahlian yang perlu dimiliki oleh seorang trader. Trading System
tanpa Money Management sama dengan bohong atau bisa disebut sebagai spekulasi
dan judi. Jika Money Management kita bagus dan kita disiplin mematuhinya, maka
peluang kita untuk keluar sebagai pemenang akan jauh lebih besar.
Money Management penting untuk mengontrol kondisi finansial agar tetap "survive"
pada waktu mendapat ancaman dan mampu meraih kesuksesan saat mendapat
peluang. Money Management mutlak diterapkan dalam setiap transaksi karena
dapat dijadikan sebagai faktor penentu. Tanpa money management, mungkin kita
akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka
panjang. Bila kita memiliki Money Management yang baik, walaupun kita Loss 4-6
kali berturut-turut, kita masih tetap bisa eksis dan dapat membalaskan kembali
kekalahan tersebut hanya dengan 2 atau 3 kemenangan. Sekali lagi, Money
Management tidak hanya akan melindungi kita, tetapi juga akan memberi profit
mantap dalam jangka panjang. Berikut ini Money Management yang bisa dijadikan
dasar dalam menjalankan trading yang saya prnah gunakan;
a. Martingale/Kompensasi Kekalahan
Adapun pada martingale, jumlah yang dipergunakan dilipatgandakan tiap kali
mengalami kerugian. Singkatnya, tiap kali mengalami loss dalam jarak tertentu, si
trader akan kembali membuka posisi yang sama namun melipat gandakan besaran
nominal OP-nya. Misalnya, ketika seorang trader membuka posisi Sell sebesar 1
b. All In Profit:
Ialah dengan menginvestasikan kembali hasil profit trading dan modal kamu, misal
kamu start OP di 2$ dengan presentase keuntungan 70%. Maka jumlah keseluruhan
modal beserta keuntungan yang 70% menjadi 3, 40$, lalu 3,40$ kamu investasikan
dan profit maka menjadi 5, 78$, dan kamu ivestasikan lagi 5, 78$ dan jika profit
maka akan menjadi 9, 83$ dan seterusnya. Untuk mempermudah lihat hasil trade
saya beberapa waktu lalu.
Keuntungan 80%;
Lev 1: 1$ = 1,80$.
Lev 2: 1,82$ = 3,24$.
Lev 3: 3,24$ = 5,83$.
Lev 4: 5,83$ = 10,49$.
Hari ke 3
Modal= 3,25
Disinilah keberuntungan dan kemampuanmu di pertaruhan. Sebab dengan modal
3,25$ kalian harus bisa all in profit sampai level minimal 4-5.
MM 1 kali OP
MM ini ialah dengan nominal yang tidak terukur, artinya OP dengan nominal sesuai
keinginannya. Misal OP pertama 5$, lalu OP ke 2 bisa 3$. Kita sering mengenal MM
ini dengan 1 tembakan 1 peluru.
2. Pisikologi Trading
a. Memahami Psikologi Trading
Sahabat Trader Perlu kita ketahui bersama bahwa psikologi merupakan suatu bidang
ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental seseorang. Sebuah
harapan, rasa takut, dan keserakahan merupakan sebagian contoh dari psikologi
dalam diri seseorang. Dalam dunia trading, psikologi trading memainkan peranan
yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan seorang trader. Chris Perruna
di dalam artikel catatan trader top dunia mengatakan bahwa "95% para trader yang
berkeinginan kuat gagal, karena mereka tidak dapat mengatasi emosi psikologi-nya
sendiri yang diterjemahkan kedalam kebiasaan trading yang buruk". Itulah mengapa
psikologi trader menjadi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seorang trader.
Tidak peduli seberapa canggih teknik analisa dan Money Management yang Kamu
gunakan, bila kamu tidak menguasai dirimu sendiri maka bangkrutlah yang pada
akhirnya kamu dapatkan.
Dalam pasar keuangan, juga dikenal istilah psikologi, yang kemudian disebut dengan
istilah psikologi pasar. Psikologi pasar adalah sebuah proses atau perubahan kondisi
pasar yang disebabkan oleh perilaku para trader (psikologi manusia). Faktor
fundamental seperti berita-berita ekonomi dan politik juga menjadi penyebab
munculnya reaksi pasar, yang tentunya hal tersebut bersumber dari psikologi para
pelaku pasar itu sendiri. Untuk itu pemahaman tentang psikologi manusia dan diri
sendiri menjadi penting, agar seorang trader dapat lebih cepat memahami kondisi
pasar dan bertindak pada saat yang tepat sebelum penyakit psikologi lebih dulu
menyerang seorang trader.
Kenyataannya banyak trader telah melupakan sesuatu hal yang sangat penting pada
keberhasilannya untuk memperoleh keuntungan dalam trading. Ialah
mengendalikan dirimu sendiri, bahwa sifat alamiahnya sebagai manusia seperti
serakah, pendendam dan selalu mengkambing hitamkan keadaan saat loss kerap kali
dibawa pada saat kamu sedang melakukan trading. Padahal bila kamu menyadari,
bahwa trading ialah pekerjaan yang memilki resiko sangat tinggi dibanding
pekerjaan lainnya. Seharusnya sebagai seorang trader, tetaplah berfikir jernih
bahwa pergerakan yang pluktuatif menegaskan bahwa setiap trader tidak mungkin
bisa profit setiap ia bertrading. Karena bila kita memaksakan untuk tetap untung
setiap sesi Open posisi baik perhari atau perminggu, sedang keadaan pasar yang
buruk, serta tidak didukung oleh diri trader yang tidak prima justru ini akan semakin
membuat trader itu semakin terpuruk.
Untuk itu berilah kesempatan diri Kamu untuk rilek, agar saat memulai trading
kembali Kamu dalam keadaan diri yang siap, baik secar mental maupun focus saat
menganalisa pasar.
Namun jika kamu tetap memaksakan diri, padahal dirimu sudah mengalami
kerugian, dan membuat dirimu sudah mulai tidak terkendali, ini malah akan tidak
memberikan keuntungan, melainkan kamu akan tertekan, sehingga emosimu akan
berada di level kritis yang pada akhirnya akan menganggu analisamu sendiri dan
membuatmu akan mudah melanggar sitem trading yang Kamu buat sendiri. Inilah
yang tentu akan mengantarkanmu pada situasi terburuk, ialah habis modal. Saya
pernah membanting hp lantaran saya tidak bisa mengendalikan diri saya kerena loss
beruntun, padahal bila saya tetap tenang, dan mengambil keputusan untuk rehat
tentu saya tidak akan merasakan kerugian yang sangat banyak. Karena akibat
kecerobohan dan ketidak mampuan mengendalikan diri, saya harus kehilangan hp
yang lumayan mahal ditambah modal yang cukup besar. Untuk mengendalikan
emosi, saya hari ini dengan membatasi loss perhari dan profit perhari. Jika target
profit perhari saya tidak tercapai karen target loss sudah medahului, saya lebih baik
berhenti dan melanjutkan di waktu lain. Mempertahankan agar modal tidak
bangkrut adalah hal yang terpenting dibanding mengejar profit dengan meresiko
lenyapnya modal.
Rasa tegang saat melakukan trading dapat membuat seorang trader menjadi cepat
panik dan menyebabkan trader tersebut kehilangan rasa percaya diri terhadap
keputusan transaksi yang telah dibuatnya. Akibatnya trader tersebut akan
melakukan hal diluar dugaan seperti doble OP beruntun atau melakukan kompensasi
dengan nominal tidak terukur dan ter-manage. Jika hal tersebut terus dilakukannya,
maka bisa dipastikan cepat atau lambat trader tersebut akan kehilangan seluruh
modal trading yang dimilikinya. Mengatasi ketegangan saat trading, haruslah
dilakukan agar kamu tidak selalu melakukan kesalahan saat memprediksi
pergerakan harga. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mengatasi ketegangan
saat trading, salah satu caranya yang dapat kamu lakukan adalah dengan
mendengarkan music agar rilex. Musik adalah sesuatu yang bersentuhan langsung
dengan perasaan seseorang dan tentunya dapat mempengaruhi psikologi orang yang
mendengarkannya. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat menjadi lebih
tenang dan lebih santai. Cobalah untuk mendengarkan musik saat kamu melakukan
trading, pilihlah jenis musik yang Kamu sukai seperti instumental, love song atau
lagu-lagu sweet memory. Pastikan bahwa kamu telah merasa nyaman dan lebih
santai sebelum membuat keputusan transaksi tradingmu. Tetap sadarkan diri
dengan selalu berfikir, bahwa loss sangat melekat dalam trading, maka sudah
sepatutnya tidak di respons secara berlebihan, apa lagi dengan bersikap tidak logis.
Salah satu mengatasinya, cukup disiplin pada trading plan dan menejemen keungan
yang pernah kamu buat.
Lakukan juga hal-hal lain yang dapat mengatasi rasa tegang Kamu saat trading
seperti menelpon teman atau menelpon pacar, atau berjalan-jalan sejenak. Jangan
biarkan diri Kamu dikendalikan oleh perasaan tegang yang ada, lakukan sesuatu
yang dapat membuat dirimu menjadi santai, tetapi jangan sampai menghilangkan
fokusmu. Dengan mengatasi rasa tegang yang ada di dalam dirimu, maka kamu
dapat mengatasi segala kondisi pasar dengan baik.
Mengatasi ketegangan saat trading memang menjadi persoalan yang tidak mudah
bagi para trader yang terlalu berharap untuk mendapatkan keuntungan dengan
cepat. Banyak trader yang mengharapkan keuntungan saat membuka posisi
transaksi-nya, tetapi sedikit dari mereka yang tahu, bagaimana keuntungan itu bisa
diperoleh. Untuk itu, buatlah dirimu menjadi tenang dan santai saat melakukan
trading.
Trading memang merupakan sebuah bisnis yang memberikan harapan besar, dimana
para pelakunya bisa memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu yang relatif
singkat. Hal itulah yang membuat banyak orang tertarik untuk melakukannya.
Namun kenyataannya, banyak diantara mereka yang pada akhirnya justru
mengalami kerugian yang besar. Mereka datang hanya berbekal sebuah harapan,
tanpa mengetahui bahwa untuk mewujudkan harapan tersebut haruslah ditunjang
dengan kemampuan yang sangat maksimal, terutama kemampuan dalam
mengendalikan hawa nafsu diri sendiri.
Trading adalah sebuah bisnis yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tidak
seperti para pelaku bisnis lainnya, para trader bukanlah manusia biasa. Trader
adalah manusia-manusia super tangguh. Ketangguhannya telah dibuktikan dengan
kesanggupan mereka mengalahkan emosi-psikologi diri mereka sendiri, yang mana
hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Lalu bagaimana
denganmu, apakah kamu sanggup mengendalikan emosi psikologimu sendiri, dan
meraih kesuksesan dalam trading?
Sangat beralasan jika dikatakan bahwa Trader adalah "Manusia Setengah Dewa",
karena kemampuannya dalam mengatasi segala tekanan psikologi diri mereka,
dimana hal tersebut hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. - by.
TJ.
Trader Bukan Seorang Manusia Biasa. Hal itu bukan hanya sebuah ungkapan saja,
tapi merupakan sebuah kenyataan yang ada. Jika kamu tidak mampu mengendalikan
emosi psikologimu sendiri, sebaiknya kamu berpikir ulang untuk menempatkan
harapan pada trading. Namun jika kamu mampu mengendalikan emosi psikologimu
sendiri, maka kamu adalah seorang trader sejati. Sebetulnya dengan tulisan ini pun
kamu bisa belajar mengendalikan dirimu seniri, asalkan kamu bisa mengalahkan
dirimu dengan menerapkan saran-saran dalam tulisan ini secara konsiten dan
disiplin.
Mengharapkan sebuah keberuntungan merupakan sesuatu hal yang ada dalam diri
seorang penjudi, bukan dalam diri seorang trader. Trader adalah seorang pebisnis,
oleh karena itu setiap tindakan yang dilakukan harus ditujukan pada kepentingan
investasi jangka panjang. Berpikirlah sebagai seorang trader, bukan sebagai seorang
penjudi, dan jangan melakukan perjudian dalam dalam trading "Jalani aktifitas
tradingmu tanpa mengharapkan sebuah keberuntungan, namun lakukan yang
terbaik agar Kamu selalu diuntungkan".
Profit Dalam Trading kamu Bukan Merupakan Keberuntungan, profit yang telah kamu
dapatkan adalah hasil dari usaha yang telah kamu lakukan. Berusahalah agar trading
yang kamu lakukan mendapatkan keuntungan, walaupun itu hanya sebuah
keuntungan kecil. Percayalah bahwa sebenarnya kamu mampu untuk menjadikan
trading sebagai Ladang Uang kamu. Percayakan trading Kamu pada kemampuan
kamu sendiri.
Menyalahkan diri sendiri saat mengalami loss trading dapat menyebabkan seorang
trader kehilangan rasa percaya diri dan dapat menimbulkan rasa takut yang
berlebihan. Kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri ketika transaksi trading
yang Kamu lakukan mengalami loss. Tidak ada yang tahu kemana harga akan
bergerak dan sampai dimana harga tersebut akan bergerak. Segala bentuk analisa
yang dilakukan oleh seorang trader hanya untuk memprediksi pergerakan harga, dan
bukan untuk memastikan pergerakan harga yang ada.
Karena kamu tidak pernah tahu pasti perubahan-perubahan yang akan terjadi di
pasar. Yang terbaik yang harus Kamu lakukan adalah selalu melakukan evaluasi
terhadap trading yang Kamu lakukan dan menjadi seorang trader yang selalu
percaya diri. Jangan pernah meragukan kemampuan diri Kamu sendiri.
Mempelajari kesuksesan seorang trader merupakan salah satu cara belajar trading
yang baik, namun jika kamu tidak mampu menterjemahkan dan mengaplikasikan
apa yang telah kamu pelajari, maka hal itu hanya akan menciptakan sebuah angan-
angan saja. Ketika kamu membaca tentang kesuksesan seorang Mark Weinstein,
Paul Tudor Jones atau George Soros, tentu akan timbul keinginan dalam diri kamu
untuk menjadi seperti mereka. Namun keinginan itu hanya akan menjadi sebuah
angan-angan, jika tidak ditunjang oleh kemampuan kamu sendiri, baik dalam hal
analisa, pengendalian diri, kecukupan modal atau kemampuan mengelola modal itu
sendiri.
Untuk menjadi trader sukses, yang kamu butuhkan bukanlah modal yang besar,
tetapi pengalaman trading yang kamu miliki yang akan menjadikan diri kamu sukses
sebagai seorang trader. Mark Weinstein, George Soros dan trader sukses lainnya
adalah para trader yang sarat akan pengalaman. Pengalaman-pengalaman itu yang
telah mengantarkan mereka menjadi trader sukses. Mereka telah banyak belajar
dari pengalaman dan melakukan evaluasi trading yang mereka lakukan. Bagaimana
dengan kamu, apakah kamu telah memiliki pengalaman trading yang cukup, dan
telah banyak belajar dari pengalaman kamu ?
Untuk saat ini, yang terbaik bagi kamu adalah Kenali Diri Sendiri Sebagai Seorang
Trader dan bukan orang lain. Kamu harus menyadari bahwa kamu bukanlah Mark
Weinstein, Paul Tudor Jones atau George Soros. Untuk itu, lakukan trading kamu
secara wajar dan kendalikan emosi kamu. Kamu adalah diri kamu sendiri dan jangan
pernah berangan-angan untuk menjadi orang lain.
Kesuksesan dalam menjalankan sebuah bisnis tidak akan datang dengan sendirinya
begitu saja. Perlu dilakukan berbagai upaya serta tindakan yang nyata agar bisa
meraih kesuksesan tersebut. Tujuan utama dalam melakukan sebuah bisnis adalah
mendapatkan keuntungan, namun bila tidak ditunjang dengan kemampuan
mengelola bisnis tersebut, maka keuntungan itu mustahil didapat. Lalu kemampuan
apa yang harus dimiliki oleh seorang trader agar bisa mendapatkan profit yang
besar?.
Kamu jangan berpikir untuk segera mendapatkan profit yang besar dari transaksi
trading yang kamu lakukan, tetapi berpikirlah agar profit yang kamu peroleh dapat
terus bertambah. Sangat berharap untuk segera mendapatkan profit yang besar,
akan dapat menggagalkan tujuan trading kamu. Cobalah untuk mengumpulkan
profit kamu sedikit demi sedikit, maka kamu tidak perlu berlari untuk mencapai
tujuan dari trading kamu. Setiap perubahan, bahkan untuk sesuatu yang lebih baik
sekalipun, selalu diikuti oleh kemunduran dan ketidaknyamanan. - by. Arnold
Bennet.
Berjuang mendapatkan profit dalam trading haruslah Kamu lakukan, tetapi jangan
berharap mendapatkan profit yang besar dalam waktu yang singkat, kumpulkan
profit yang kamu dapat dari yang kecil. Banyaknya uang yang kamu miliki tidak
membuat kamu menjadi kaya raya, tetapi akan membuat kesibukan kamu semakin
bertambah.
Selain grafik garis untuk menunjukan harga, para trader juga banyak yang
menggunakan Candlestick chart (grafik lilin). Jenis chart ini ditemukan pedagang
beras di Jepang pada abad 18. Candlestick umumnya digunakan untuk trading
jangka pendek. sehingga lebih cocok digunakan oleh trader. Kelebihan Candlestick
ini adalah mampu menampilkan psikologi pasar. Candlestick chart ini mampu
menampilkan harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan harga
terendah. Bentuk candlestick terlihat seperti sebuah bar dengan bentuk khusus
(lihat gambar di bawah ini). Ada dua warna yang digunakan, misalnya jika di Olymp
Trade kita akan melihat body candle berwarna Hijau dan merah. Candlestick
berwarna hijau menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan
(positif), sedangkan warna merah adalah sebaliknya (negatif).
Nyatanya ada banyak sekali bentuk dan pola candlestick. Secara umum candlestick
ini dapat di bagi 3 yaitu:
a. Pola Netral
b. Pola Kontinuitas
c. Pola Reversal
Mari kita bahas satu-satu dan kita kembangkan sehingga akan menambah wawasan
kita tentang candlestick ini.
B. Pola Kontinuitas
Candlestick yang membentuk pola kontinuitas artinya bila candlestick ini muncul,
bila trend yang terjadi diperkirakan akan terus berlanjut, diantara jenis candle
tersebut mari kita bahas satu persatu:
Marubozu
Bentuk candle ini terjadi bila ada body candle penuh tanpa shadow. Bentuk ini
mengindikasikan pasar yang sangat yakin (kuat). Biasanya trend akan terus berlanjut
baik bullish (naik) mau pun (bearish).
Setelah terjadi Three Green Crows Soldiers dan Three Red Soldiers kadang market
melakukan koreksi terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan trendnya. Hal ini tidak
perlu dikhawatirkan selagi koreksi ini tidak besar volumenya atau lama saat koreksi.
C. Pola Reversal
Candlestick yang membentuk pola reversal artinya adalah bila candlestick ini
muncul, trend yang terjadi akan berbalik. Berikut beberapa polanya, silahkan simak
dengan baik;
Doji
Doji adalah bentuk candle pola reversal yang paling sering dan paling gampang
ditemui, yaitu tipe candlestick di mana harga pembukaan sama atau hampir sama
dengan harga penutupan, sehingga hanya terlihat garis tipis di tengah shadow. Ada
beberapa bentuk Doji. Anda bisa melihatnya di gambar di samping dan gambar di
halaman berikutnya. Doji biasanya menunjukkan adanya pergantian trend, baik
bullish atau bearish. Jadi sahabat perlu waspada jika mendapati adanya candle Doji
ini.
Berikut ini adalah pola Real Hammer, Inverted Hammer, Hanging Man dan Shooting
Star yang saya ambil dari aplikasi Olymp Trade:
Pola ditunjukkan dengan candle pendek dan diikuti oleh candle yang lebih panjang
sehingga tingginya menutupi candle sebelumnya.
Pada Bullish Engulfing, candle Hijau menutupi candle merah, sedangkan pada
Bearish Engulfing terjadi sebaliknya candle merah yang menutupi candle hijau,
simak ilustrasi chart di bawah ini:
Pola Evening Star merupakan kebalikan dari pola Morning Star. Posisi harga penutup
di candle warna merah yang terletak di bawah. Sehingga pola ini menunjukan pola
reversal menuju Bearish, berikut pola realnya:
Sedangkan dilihat dari posisi candle yang berada di tengah, ada juga sebutan yang
lain yaitu Bullish Abandon Baby Bearish Abandon Baby. Keduanya juga merupakan
pola reversal yang kuat. Ciri khasnya ialah posisi candle di tengah berada jauh dari
kedua candle yang lain. Berikut sketsa polanya:
Sedangkan kebalikan dari pola piercing adalah dark cloud cover, yaitu pola bearish
reversal. Di pola ini, candle kedua di atas candle pertama.
Pola piercing
Ciri-ciri Piercing:
Candle pertama bearish dan candle kedua bullish.
Harga pembukaan pada candle ke-dua di bawah harga penutupan candle
pertama (gap down). Tapi harga penutupan melibihi 50% panjang candle
pertama.
Awalnya pasar pesimis (gap down) kemudian optimis dengan ditandai sinyal
bullish).
Pola Lainnya
Pola khusus candlestick yang perlu sahabat perhatikan adalah Gap atau sering
disebut juga sebagai Window. Gap terjadi bila harga membuat jarak (gap)
dibandingkan penutupan sebelumnya. Singkatnya harga melakukan lompat kodok.
Biasanya gap terjadi pada awal trading baru setelah pasar tutup. Misalnya sebuah
perusahaan dirumorkan mencatat kenaikan pendapatan signifikan, keesokan
harinya harga sahamnya langsung melompat karena investor mengantisipasinya. Bila
lompat naik disebut Gap Up, sedangkan bila turun disebut Gap Down.
Kesimpulan Candlestick
Setiap pola Candlestick memiliki karakter dan kekuatan memberikan sinyal yang
berbeda-beda. Misalnya pola Engulfing diyakini mampu memberikan indikasi sinyal
Reversal lebih besar daripada Harami. Sahabat harus memperhitungkan hal ini untuk
menentukan keputusan. Di bawah ini dicantumkan daftar pola candlestick dan
kekuatan sinyalnya beradasarkan pengamatan analisa teknikal.
A. INDIKATOR TREND
Indikator untuk mengetahui trend ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah
market saat ini uptrend atau downtrend. Indikator ini juga bisa digunakan untuk
mengetahui kekuatan trend. Walau tidak semua, biasanya indikator untuk
mengetahui trend grafiknya menempel pada chart. Berikut penjelasannya.
1. Bollinger bands
BoIlinger Bands merupakan indikator yang dibuat dari dua buah garis yang berada
pada standar deviasi tertentu dari garis tengah. Garis tengah ini merupakan moving
average. Sehingga Bollinger Bands memiliki tiga buah garis dan dua bands (atas dan
bawah).
Bollinger Bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Bollinger Bands
akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, sedangkan akan menyempit bila harga
bergerak relatif datar.
Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan Bollinger Bands:
Harga selalu berada di antara garis atas dan bawah. Jadi sahabat bisa trading
di antara range harga ini.
Biasanya harga bergerak dari band yang satu ke band yang Iain. Sahabat bisa
menggunakan garis di tengah sebagai patokan dalam melakukan Open Posisi.
Misalnya harga dari band bawah menembus garis tengah, sahabat bisa pasang
posisi beli. Bila sebaliknya harga dari band atas menembus garis tengah,
sahabat bisa pasang posisi jual.
3. EMA
Indikator Exponential Moving Average (EMA) digunakan untuk memperbaiki
tampilan simple moving average (SMA) yang lagging atau cenderung bereaksi
lambat. EMA dihitung dengan memberi bobot lebih pada harga akhir sehingga akan
bereaksi lebih cepat. Indikator ini bisa bekerja dengan baik pada semua time frame
dan sering digunakan oleh para trader harian
Semakin pendek periode yang digunakan akan semakin cepat EMA bereaksi terhadap
perubahan harga. Salah satu strategi yang sederhana tetapi populer adalah
penggunaan EMA periode 200 pada time frame 1 jam (1-hour). Dengan strategi ini,
trader akan membuka posisi sesuai arah trend, dengan metode buy the dip atau sell
the rally. Kunci strategi ini adalah menentukan arah trend dengan indikator EMA
200. Mengapa periode 200, bukan yang lain semisal EMA 100, EMA 50 atau EMA 20?
Karena EMA 200 sangat populer dan digunakan oleh banyak trader. Menentukan
trend dengan EMA 200 sangat mudah. Ketika berada di bawah kurva indikator EMA
200, maka diasumsikan harga sedang bergerak downtrend, dan ketika berada di atas
Dalam dunia trading ada banyak sekali Jenis Indikator teknikal yang dapat
digunakan, antara lain adalah Indikator Bull power dan Bear Power. Apakah
indikator Bull power dan indikator Bear power tersebut serta apa fungsi dan
manfaatnya untuk trading.
3. DeMarker
DeMarker (DeM) adalah indikator yang diciptakan oleh Tom Demark. Indikator ini
berguna untuk mengetahui apakah harga sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
DeMarker memiliki nilai dari 0 sampai 1. Jika indikator menunjukkan angka di atas
0.7, harga mungkin sudah mencapai puncak dan berikutnya harga akan turun.
Sebaliknya jika indikator m.enunjukkan nilai di bawah 0.3, harga mungkin sudah
mencapai dasarnya, dan berpeluang menuju ke atas. Berikut contoh pola
indikatornya.
Open Buy
Lacak grafik indikator Ichimoku Cloud
dengan garis Tenkan Sen dan Kijun
Sen. Garis Tenkan Sen berada di
bawah garis Kijun Sen (warna
kuning), menunggu garis Tenkan Sen
untuk menyeberang dan melintasi
garis Kijun Sen (warna merah) dari
bawah ke atas.
Open Sell
Garis Tenkan Sen berada di atas garis
Kijun Sen, bergerak ke bawah dan
melintasi garis Kijun Sen dari atas ke
bawah. Setelah garis Tenkan Sen
memotong jalan Kijun Sen ke bawah,
harganya akan turun. Untuk
mengindari kemungkinan siyal fals,
maka sahabat di sarankan Buka satu
transaksi penurunan atau naik dalam
jangka waktu di atas 5 menit.
6. Awesome Oscillator
Awesome Oscillator (AO) adalah indikator yang cukup komplit. Dalam arti dapat
digunakan untuk mengidentifikasi trend, dan dapat pula digunakan untuk
memberikan sinyal beli atau jual. Tampilan indikator ini mirip dengan Acceleration
Deceleration (AC), yaitu berupa bar chart dengan warna merah - hijau. Hanya saja
penggunaannya sedikit berbeda.
Pada prinsipnya cara menggunakan Awesome Oscillator sangat mudah. Hanya beli
saat warna bar hijau, dan hanya jual jika warna bar merah.
7. Williams %R
Williams' Percent Range (Williams %R) adalah suatu indikator yang berfungsi untuk
menunjuklan apakah suatu harga sudah overbought atau oversold. Bila nilai
indikator menunjukkan nilai antara 80 sampai 100 berarti pasar sudah oversold. Bila
indikator bernilai antara 0 sampai 20 menunjukkan pasar sudah overbought.
Catatan: Bila Sahabat melihat tanda minus di platform, hiraukan tanda ini. Tanda
minus ini hanya berperan untuk membalik grafik WR sehingga memudahkan untuk
dibaca.
C. INDIKATOR PROFITUNITY
Indikator profitunity ini adalah system trading yang diciptakan oleh Bill William,
untuk jelasnya mari kita bahas satu persatu.
1. Alligator
Alligator adalah salah satu dari sistem trading ciptaan Bill William. Pada prinsipnya
Alligator adalah kombinasi dari penggunaan garis Moving Average (MA). Ada tiga
garis MA yang digunakan, yaitu:
Garis Biru (Jaw). Garis ini dibuat dari 13-period Smoothed Moving Average.
Garis Merah (Teeth). Garis ini dibuat dari 8-period Smoothed Moving Average.
Garis Hijau (Lips). Garis ini dibuat dari 5-period Smoothed Moving Average.
Penggunaan Alligator sangat mudah. Bayangkan saja moncong buaya (alligator). Bila
mulut buaya membuka ke atas berarti waktunya untuk membeli. Bila mulut buaya
membuka ke bawah berarti waktunya untuk menjual. Semakin besar mulut buaya
terbuka, berarti trend akan semakin kuat. Misalnya jika mulut buaya membuka lebar
ke atas, berarti harga akan melejit tinggi. Tidak selamanya mulut buaya akan
2. Gator
Gator bisa membantu untuk memvisualisasikan perubahan yang terjadi pada trend.
Gator sangat bermanfaat bila digunakan bersama dengan Alligator. Kita dapat
mengetahui kapan buaya tidur, bangun, makan, dan kenyang sampai kemudian tidur
lagi. Di. bawah ini adalah cara untuk membaca Gator. Berlaku untuk trend naik atau
turun:
Buaya bangun. Ditandai bar dengan ukuran yang masih pendek. Warna biasanya
acak, bisa hijau atau merah baik di bar atas dan bawah. Sahabat bisa membuka
posisi di sini bila menunjukkan persilangan.
Buaya mulai makan. Ditandai dengan bar yang makan panjang. Warnanya
dominan hijau pada kedua bar atas dan bawah. Sahabat bisa membuka posisi
Buy di sini bila gator menunjukkan persilangan.
Buaya kenyang. Salah satu bar atas atau bawah menjadi merah dan mengecil.
Pertimnbangkan untuk Open sell disini.
Sebagai contoh dari indikator tersebut, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini:
Indikator ini juga dapat digunakan sebagai sinyal trend reversal. Ketika garis ADX
bergerak diatas +D dan –D yang kemudian bergerak kebawah, maka ini sering
dijadikan sinyal perubahan trend. Contoh dimana terdapat signal perubahan dalam
trend pada ADX.
Ketika garis +D menembus kebawah garis –D, maka mengindikasikan penjual lebih
kuat dari pembeli, maka ini menjadi peluang untuk melakukan Open sell.
3. Zig Zag
Zig Zag berguna untuk menampilkan perubahan drastis yang terjadi pada pergerakan
harga. Biasanya Zig Zag digunakan untuk mengetahui pembalikan harga (reversal).
Pada titik-titik yang dianggap sebagai reversal, saling dihubungkan sehingga
didapatkan grafik yang bergerak naik turun (zig-zag). Namun sahabat harus waspada
di dalam menggunakan indikator ini, karena indicator ini mudah berubah sesuai
perubahan harga. Karena sensitivitas ini, sahabat diharapkan tidak menggunakan
Zig Zag sebagai sistem trading. Namun sahabat dapat menggunakan Zig Zag hanya
sebagai alat bantu dalam menghitung Elliot Wave. Untuk memperdalam teori Elliot
Wave nanti akan kita bahas di lain waktu
Jika garis Zig Zag hilang saat turun, dan terlihat candle mulai naik, kita bisa OP buy,
kemungkinannya mungkin candle akan kembali turun, sebab dia hanya koreksi
sebelum pola melanjutkan trend besarnya yang turun, tetapi selama koreksi selagi
kita mengambil keputusan dengan cepat, ini akan cukup untuk Open posisi 1 menit.
Dan bisa jadi pula terputusnya garis Zig- Zag sebagai tanda akan adanya pembalikan
arah trend dari turun ke naik. Yang jeals kita tidak bisa memastikannya, tetapi kita
bisa memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan Open posisi.
Open posisi sell sama dengan Open posisi buy, yaitu saat garis Zig-Zag terputus, dan
mulai terjadi penurunan di chart, maka kita bisa mengambil keputusan untuk sell.
Strategi trading Forex Intraday sederhana dapat dirancang sebagai berikut, dengan
menggunakan ROC sebagai osilator yang memberikan indikasi kondisi jenuh beli atau
oversold.
Jika garis ROC di bawah -0.07 kita bisa melakukan Open posisi buy karena sudah
terjeadi kejenuhan harga turun dan pola ada kemungkinan untuk naik, dan jika
keadaanya sebaliknya garis ROC di atas 0.7 maka kita bisa Open posisi sell.
Demikianlah 17 indikator yang pernah saya pelajari, mudah-mudahan sedkit
membantu sahabat semua dalam menganalisa chart. Selain memahami indicator,
perlu kiranya sahabat memperhatikan aspek lain, seperti trend, SnR dan lain
sebagainya. Disarankan untuk lebih menambah keyakinanan, sahabat bisa
kombinasikan beberapa indicator dengan maksimal 3. Terlalu banyak pun tidak
disarankan karena akan membuat kebingunan trader itu sendiri.
Mudah-mudahan dengan disusunnya ebook ini, akan sedikit membantu para trader
dalam mengulang materi edukasi. Akhir kata, semoga ebook sederhana ini, bisa
bermanfaat dan berguna bagi para trader yang mengikuti edukasi Sahabat Trader
Indonesia. Kritik serta saran yg membangun tentunya kami harapkan demi kemajuan
dan perkembangan edukasi ini kedepan.
Salam Hormat
Usep Ruyani