Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN HARIAN OPERASI

OPERASI APPENDICTOMY DENGAN KLIEN APPENDICITIS DI RUANG


INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD SOEWONDO KENDAL

Nama Praktikan : RIO AJI PRAYOGA Ruang : IBS


NIM : P1337420117081 Tanggal : 23 Januari 2020

NAMA PASIEN / KODE : Ny. S


UMUR : 43 thn
NO.REG : xxxxxx
RUANG : Kenanga
DIAGNOSA MEDIS : Appendicitis
TINDAKAN : Laparotomy
KAMAR OPERASI :1
OPERATOR : dr. Kusno
PEMBIMBING : Perawat
KOMANDAN KAMAR : Perawat
PERAN : Observer & Sirculating Nurse
LAPORAN OPERASI :

NO LANGKAH OPERASI ALAT/OBAT/BHP


1 PERSIAPAN PASIEN 1. Lembar Form check list
1. Menanyakan nama pasien dan tempat 2. Lembar Informed Consent
tanggal lahir dan mencocokkannya dengan 3. TTV Monitor
nama dan tanggal lahir yang tertera di 4. Pulse Oximeter
gelang pasien.
2. Persiapan darah
3. Puasa selama 8 jam
4. Melepas aksesoris
5. Mengecek apakah terpasang kateter atau
tidak
6. Mengkaji riwayat penyakit kronik
7. Pasien sudah mandi kramas dan oral higine
8. Pasien sudah di beri informed consent
2 CUCI TANGAN /SCRUB Peralatan :
1. Menyalakan air dengan menggunakan lutut a. Cairan/sabun anti mikroba
atau control dengan kaki dan sesuaikan air b. Sikat steril (terdiri dari
untuk suhu yang nyaman. Membasahi tangan spon dan sikat kuku)
dan lengan bawah secara bebas, c. Air mengalir
mempertahankankan tangan atas berada d. Handuk steril
setinggi siku selama seluruh prosedur.
2. Menuangkan sejumlah sabun (2 sampai 5 ml)
ke tangan dan menggosok tangan serta lengan
sampai dengan 5 cm di atas siku.
3. Membersihkan kuku di bawah air mengalir
dengan tongkat oranye atau pengikir.
Membuang pengikir setelah selesai digunakan.
Membasahi sikat dan menggunakan sabun
antimikrobial.
4. Menyikat ujung jari, tangan, dan lengan.
Menyikat kuku tangan sebanyak 15 kali
gerakan. Dengan gerakan sirkular, menyikat
telapak tangan dan permukaan anterior jari 10
kali gerakan. Menyikat sisi ibu jari 10 kali
gerakan dan bagian posterior ibu jari 10
gerakan. Menyikat samping dan belakang tiap
jari 10 kali gerakan tiap area, kemudian sikat
punggung tangan sebanyak 10 kali gerakan.
Seluruh penyikatan harus selesai sedikitnya 2
sampai 3 menit.
5. Kemudian bilas sikat secara seksama. Dengan
tepat mengingat, bagi lengan dalam tiga
bagian. Kemudian mulai menyikat setiap
permukaan lengan bawah lebih bawah dengan
gerakan sirkular selama 10 kali gerakan;
menyikat bagian tengah dan atas lengan bawah
dengan cara yang sama setelah selesai
menyikat buang sikat yang telah dipakai.
Dengan tangan fleksi, mencuci keseluruhan
dari ujung jari sampai siku satu kali gerakan,
biarkan air mengalir pada siku. Mengulangi
tahap 4-5sampai 10 untuk lengan yang lain.
6. Mempertahankan lengan tetap fleksi, buang
sikat kedua dan mematikan air dengan pedal
kaki. Kemudian mengeringkan dengan handuk
steril untuk satu tangan secara seksama,
menggerakan dari jari ke siku dan
mengeringkan dengan gerakan melingkar.
Mengulangi metode pengeringan untuk tangan
yang lain dengan menggunakan area handuk
yang lain atau handuk steril baru.
Mempertahankan tangan lebih tinggi dari siku
dan jauh dari tubuh anda. Perawat memasuki
ruang operasi dan melindungi tangan dari
kontak dengan objek apa pun.
3 Timbang Terima Pasien: Pulse oksimetri
1. Saat pasien check in/masuk ruang operasi, Bedside monitor
perawat ruagan melakukan timbang terima Catatan medis pasien
dengan perawat IBS. Serah terima pasien pra
operasi dilakukan di ruang pra induksi.
2. Perawat ruangan menyerahkan pasien
disertai berita acara serah terima yang
ditanda tangani oleh perawat ruangan dan
perawat IBS dan ditulis dalam buku register
kamar operasi.
3. Perawat IBS memeriksa kelengkapan
preoperasi yang meliputi :
a. Mengecek gelang identitas, IC bedah, IC
anestesi, gigi palsu, soft lens, lipstik, kutek,
rose, eyes shadow, assesoris, oral hygiene,
mandi keramas, persiapan kulit, lavement,
mulai puasa pukul, infus, DC, NGT, WSD,
drainage, bidai, colar fiksasi
b. Mengecek penyakit kronis seperti DM, TB
Paru, hipertensi, hepatitis B-C-A,
HIV/AIDS, BB, catatan alergi, antibiotik
profilaksis, catatan khusus bila ada
c. Tanda-tanda vital pasien baik sebelum
ditransfer maupun setelah ditransfer ke
ruang IBS
d. Berita acara, kelengkapan identitas, catatan
medik pasien, surat izin tindakan dan
kelengkapan penunjang lainnya seperti
obat-obatan dan persediaan darah.
4. Perawat ruangan dan perawat ruang IBS
tanda tangan setelah mengecek kolom
persiapan preoperasi, dimana kotak pertama
diisi oleh perawat ruangan dan kotak kedua
diisi oleh perawat IBS.
5. Kejadian khusus dan pengobatan selama
operasi berlangsung dicatat dalam berita
acara oleh asisten operasi/omloop.
4 SIGN IN Surgical safety checklist
JAM : 10.00 WIB Bedside monitor
1.Pasien telah dikonfirmasi meliputi:
a. Identitas dan gelang pasien
b. Lokasi operasi
c. Prosedur
d. Persetujuan operasi
2. Lokasi operasi sudah diberi tanda
3. Mesin dan obat anestesi di cek lengkap
4. Pulse oximetri terpasang dan berfungsi
5. Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat
6. Sudah tersedia peralatan/bantuan apabila ada
kesulitan bernafas/resiko aspirasi
7. Terdapat akses sentral dan rencana terapi
cairan

5 PROSES INDUKSI a. Spuit


Induksi dilakukan dengan GA melalui IV b. Propofol 2 mg

6 POSISI PASIEN Posisi Supinasi

7 PASANG ACESORIES OPERASI a. Meja operasi dan alas


b. Mesin suction
c. Lampu operasi
d. Mesin diatermi
e. Standar infus
f. Bedside Monitor
g. Oksigen
h. Opa & Ventilator
8 PREPARASI/DESINFEKSI a. Alkohol
Desinfeksi menggunakan alkohol dan betadin b. Betadine

9 DRAPPING Duk sedang 3


Dengan menggunakan 3 duk operasi sedang, Perlak 1
untuk

1. Menutupi bagian boo sampai perut, secara


horizontal
2. Menutupi bagian perut sampai lutut, secara
horizontal
3. Menutupi bagian lutut sampai punggung
kaki, secara horizontal
10 TIME OUT Lembar surgical safety
Dilakukan sebelum insisi di hadiri minimal oleh checklist
dokter operator,perawat asisten,instrumen dan
circulating nurse, ahli anastesi
a. Semua anggota tim telah menyebutkan
nama dan peran masing-masing
b. Perkenalan sesuai peran masing-masing
c. Pastikan nama pasien,nama prosedur, dan di
mana insisi akan dilakukan
d. Antibiotik profilaksi yang telah di berikan
dalam 60 menit di ruangan
e. Tidak ada hal kritis atau langkah yang tak
terduga yang harus di lakukan oleh operator
f. Estimasi lama waktu yang di lakukan yaitu
1 jam
g. Tidak ada kehilangan darah
h. Hal yang perlu di perhatikan tim anastesi
yaitu airway, hemodinamik
i. Sterilisasi sudah di perhatikan oleh tim
keperawatan
j. Tidak ada masalah atau hal khusus
mengenai peralatan
11 PROSES INSISI 1. Bisturi No. 10
a. Dilakukan insisi dengan arah oblik melalui 2. Side No.1, T vio 2/0
titik Mc Burney tegak lurus antara SIAS dan 3. Betadine
umbilikus. 4. Kassa steril
b. Cari appendik kemudian jepit menggunakan 5. Hypavix
b-cock 6. ESU (Elektro Surgical Unit)
c. Jahit pangkal appendik 7. Suction pump
d. Potong, beri betadine pada luka
e. Jahitmulaidariperitonium,fasia, lemak, kulit
12 SIGN OUT Surgical sefety checklist
Label spesimen
a. Konfirmasi secara verbal tentang prosedur
tindakan
b. Memastikan kelengkapana alat setelah
operasi, hitung instrument, jarum dan kasa
c. Pemberian label ke spesimen
Minimal terdapat asal jaringan, nama
pasien, tanggal lahir dan nomer RM
d. Tidak ada permasalahan peralatan yang
perlu di sikapi
e. Menejemen post operasi dan pemulihan
sebelum pasien di pindahkan dari kamar
operasi ke RR
13 TUTUP LUKA LAPIS DEMI LAPIS a. Atraumatic needle
Jahit luka pada bagian insisi. Tutup luka dengan b. Sufratul
sufratul beri kasa tutup dengan hepavik c. Hepavik
Jahit mulai dari peritonium, fasia, lemak, kulit d. Kasa

14 CEK LIST INSTRUMEN - Skapel kecil (1)


- Skapel besar (1)
- Klem lurus kecil (5)
- Pinset sirurgis panjang (1)
- Pinset sirurgis pendek (1)
- Pinset anatomis panjang (1)
- Pinset anatomis pendek (1)
- Duk klem (6)
- Ovarium klem (3)
- B-cock (1)
- Back hak (2)
- Elis klem (1)
- Kocker (2)
- Klem bengkok besar (5)
- Klem bengkok sedang (5)
- Nalfoolder besar (1)
- Gunting Jaringan (2)
- Gunting benang (1)
- Nalfoolder kecil (1)
- Langen back hak (2)
- Spatel kecil (1)
- Yanker (1)
- Bengkok (1)
- Com (1)
- Set jarum (1)

TANDA TANGAN TANDA TANGAN CI / TANDA TANGAN


PEMBIMBING AKADEMIK PEMBIMBING KLINIK MAHASISWA