0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan12 halaman

Community Organization or Comunity Development (COCD)

Paragraf pertama memberikan pengertian tentang community development sebagai perencanaan, pengorganisasian, atau proyek dan pengembangan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Paragraf kedua menjelaskan pengertian pengorganisasian masyarakat sebagai proses menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi. Bab ini berisi tinjauan pustaka tentang pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, termasuk pen

Diunggah oleh

Nadya Dwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan12 halaman

Community Organization or Comunity Development (COCD)

Paragraf pertama memberikan pengertian tentang community development sebagai perencanaan, pengorganisasian, atau proyek dan pengembangan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Paragraf kedua menjelaskan pengertian pengorganisasian masyarakat sebagai proses menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi. Bab ini berisi tinjauan pustaka tentang pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, termasuk pen

Diunggah oleh

Nadya Dwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat (PPM) atau
community organization or comunity development (COCD) merupakan
perencanaan, pengorganisasian, atau proyek dan atau pengembangan
berbagai aktivitas pembuatan program atau proyek kemasyarakatan
yang tujuan utamanya meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan
sosial masyarakat. Sebagai suatu kegiatan kolektif.
Menurut Arthur Dunham (1958) Community Organization
adalah suatu proses untuk memelihara keseimbangan antara kebutuhan-
kebutuhan sosial dengan sumber-sumber kesejahteraan sosial dari suatu
masyarakat tertentu atau suatu bidang kegiatan tertentu. Pengertian
pengorganisasian berasal dari kata Organizing yang mempunyai arti
menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi
sehingga mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan
lainnya.
Konsep pemberdayaan dapat dimaknai secara sederhana sebagai
proses pemberian kekuatan atau dorongan sehingga membentuk
interaksi transformatif kepada masyarakat, antara lain: adanya
dukungan, pemberdayaan, kekuatan ide baru, dan kekuatan mandiri
untuk membentuk pengetahuan baru (Hitchcock, Scubert, & Thomas,
1999).
B. Rumusan Masalah
2. Apa yang dimaksud dengan Community Development ?
3. Apa yang dimaksud dengan Pengorganisasian Masyarakat?
4. Bagaimana tahapan pengorganisasian masyarakat?
5. Upaya Pengembangan Masyarakat dalam Intervensi Keperawatan
Komunitas?

1
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui tentang pemberdayaan dan pengorganisasian
masyarakat.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui tentang community development.
b. Untuk mengetahui tentang pengorganisasian masyarakat.
c. Untuk mengetahui tentang upaya pengembangan masyarakat
dalam intervensi keperawatan komunitas.

2
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat


1. Community Development
a) Pengertian
Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat (PPM)
atau community organization or comunity development
(COCD) merupakan perencanaan, pengorganisasian, atau
proyek dan atau pengembangan berbagai aktivitas pembuatan
program atau proyek kemasyarakatan yang tujuan utamanya
meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan sosial masyarakat.
Sebagai suatu kegiatan kolektif, PPM melibatkan beberapa
aktor, seperti pekerja sosial, masyarakat setempat, lembaga
donor, serta instansi terkait yang saling bekerja sama mulai dari
perancangan, pelaksanaan, sampai evaluasi terhadap program
atau proyek tersebut.
Tujuan utama dalam pengembangan masyarakat, yaitu
pengembangan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku
masyarakat dan mengorganisir masyarakat. Kemampuan
masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali
seperti kemampuan untuk berusaha, mencari informasi, bertani
dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang
sedang dihadapi oleh individu/ masyarakat.
Pengembangan masyarakat adalah proses penguatan
masyarakat secara aktif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip
keadilan sosial, partisipasi dan kerjasama yang setara.
Pengembangan masyarakat mengekspresikan nilai-nilai
keadilan, kesetaraan, akuntabilitas, kesempatan, pilihan,
partisipasi, kerjasama, dan proses belajar keberlanjutan.

3
Menurut Arthur Dunham (1958) Community
Organization adalah suatu proses untuk memelihara
keseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan sosial dengan
sumber-sumber kesejahteraan sosial dari suatu masyarakat
tertentu atau suatu bidang kegiatan tertentu.
Community Work adalah suatu proses membantu
masyarakat untuk memperbaiki masyarakatnya melalui kegiatan
yang dilakukan secara bersama-sama (Alan Twevetrees, 1993).
Masyarakat dalam konteks pengembangan dan
pengorganisasian, diartikan sebagai sebuah ‘tempat bersama’
yakni sebuah wilayah geografi yang sama (Mayo, 1998),
misalnya RT, RW, kampung di pedesaan, perumahan di
perkotaan.
Menurut Murray G. Ross, PPM adalah suatu proses
ketika suatu masyarakat berusaha menentukan kebutuhan-
kebutuhan atau tujuan-tujuannya, mengatur atau menyusun,
mengembangkan kepercayaan dan hasrat untuk memenuhinya,
menentukan sumber-sumber (dari dalam ataupun dari luar
masyarakat), mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya ini, dan dalam
pelaksanaan keseluruhannya, memperluas dan mengembangkan
sikap-sikap dan praktik-praktik kooperatif dan kolaboratif di
dalam masyarakat.

b) Karakteristik Pengembangan Masyarakat


Program pengembangan masyarakat (community
development) memiliki tiga karakter utama yaitu:
1) Berbasis masyarakat (community based)
2) Berbasis sumber daya setempat (local resource based)
3) Berkelanjutan (sustainable).

4
c) Langkah-Langkah Pengembangan Masyarakat
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
1) Melakukan identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang
baru maupun yang lama di masyarakat.
2) Identifikasi potensi masyarakat dan sumberdaya yang
dimiliki.
3) Merumuskan tindakan untuk memenuhi kebutuhan atau
memecahkan permasalahan.

2. Pengorganisasian Masyarakat
a. Pengertian
Pengertian pengorganisasian berasal dari kata Organizing
yang mempunyai arti menciptakan suatu struktur dengan bagian-
bagian yang terintegrasi sehingga mempunyai hubungan yang
saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Adapun beberapa
definisi dari pengorganisasian yang diungkapkan oleh para ahli
manajemen, antara lain sebagai berikut:

1) Pengorganisasian adalah aktivitas menyusun dan membentuk


hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga
terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan.
2) Menurut George R. Terry, pengorganisasian sebagai kegiatan
mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan
antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang tertentu
serta tanggungjawab masing-masing yang bertanggung jawab
untuk setiap komponen dan menyediakan lingkungan kerja
yang sesuai dan tepat.
3) Menurut Siagian berpendapat bahwa pengorganisasian
merupakan keseluruhan proses pengelompokkan orang-orang,
alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang

5
sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat
digerakkan sebagai suatukesatuan dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditentukan. Dari pengertian di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa pengorganisasian adalah suatu
kegiatan untuk mengelompokkan orang-orang dengan tugas
dan fungsinya masing-masing yang kesemuanya saling
berhubungan dan saling mempengaruhi.
Pengorganisasian rakyat atau yang lebih dikenal dengan
pengorganisasian masyarakat itu sendiri mengandung makna yang
lebih luas dari kedua akar katanya. Istilah rakyat tidak hanya
sekedar mengacu pada perkauman (community) yang khas dalam
konteks yang lebih luas, juga pada masyarakat (society) pada
umumnya. Pengorganisasian lebih dimaknai sebagai suatu
kerangka menyeluruh dalam rangka memecahkan masalah
ketidakadilan sekaligus membangun tatanan yang lebih adil.
Menurut Ross Murray, pengertian pengorganisasian
masyarakat adalah suatu proses dimana masyarakat dapat
mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dan menentukan prioritas
dari kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan mengembangkan
keyakinan untuk berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang
sesuai dengan skala prioritas berdasarkan atas sumber-sumber
yang ada dalam masyarakat sendiri maupun yang berasal dari luar
dengan usaha secara gotong royong.

b. Pendekatan dalam Pengorganisasian Masyarakat


Pendekatan dalam pengorganisasian masyarakat diklasifikasikan
sebagai berikut :
1) Spesific content objective approach – Seseorang atau
badan/lembaga yang telah merasakan adanya kepentingan
bagi masyarakat dapat mengajukan suatu program untuk
memenuhi kebutuhan yang dirasakan.

6
2) General content objective approach – Tujuan pendekatan
ini adalah untuk mengkoordinir berbagai usaha dalam wadah
tertentu.
3) Proses objective approach – Penggunaannya agar timbul
prakarsa dari masyarakat, timbul kerjasama dari anggota
masyarakat untuk akhirnya masyarakat sendiri
mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kapasitas
mereka dalam melakukan usaha mengatasi masalah.

c. Tahapan Pengorganisasian Masyarakat


Tahapan Pengorganisasian Masyarakat Tahapan pengorganisasian
diuraikan sebagai berikut (Fahmi, 2013)
1) Memulai pendekatan. Mulai mendekati suatu kelompok
selalu memerlukan apa yang selama ini dikenal sebagai
sebagai “pintu masuk” (entry point) atau “kunci” yang
menentukan untuk mulai membangun hubungan dengan
msyarakat setempat.
2) Investigasi sosial (riset partisipatoris) merupakan kegiatan
riset (penelitian) untuk mencari dan menggali akar persoalan
secara sistematis dengan cara partisipatoris. Organizer
terlibat dalam kehidupan komunitas langsung dari dan
bersama-sama komunitas, menemukan beberapa masalah
yang kemudian bersama anggota komunitas melakukan
upaya klasifikasi untuk menentukan masalah apa yang
paling kuat dan mendesak untuk diangkat.
3) Memfasilitasi proses, merupakn salah satu fungsi paling
pokok dari seorang pengorganisir. Memfasilitasi ini dalam
artian memfasilitasi proses-proses pelatihan atau pertemuan
saja.
4) Merancang strategi. Merancang dan merumuskan strategi
dalam pengorganisasian masyarakat benar-benar diarahkan

7
untuk melakukan dan mencapai perubahan sosial yang lebih
besar dan lebih luas di tengah masyarakat.
5) Mengerahkan aksi (tindakan). Mengorganisir aksi bersama
komunitas untuk melakukan suatu aksi (tindakan) yang
memungkinkan keterlibatan (partisipasi) masyarakat
sebenar-benarnya dalam penyelesaian masalah mereka
sendiri.
6) Menata organisasi dan keberlangsungnya. Mengorganisir
masyarakat juga berarti membangun dan mengembangkan
satu organisasi yang didirikan, dikelola dan dikendalikan
oleh masyarakat setempat sendiri.
7) Membangun sistem pendukung. Secara garis besar, berbagai
jenis peran dan taraf kemampuan yang biasanya dibutuhkan
sebagai sistem pendukung dari luar dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
a) Menyediakan berbagai bahan-bahan dan media kreatif
untuk pendidikan dan pelatihan, kampanye, lobbi, aksi-
aksi langsung dan sebagainya.
b) Pengembangan kemampuan organisasi rakya itu sendiri
untuk merancang dan menyelenggarakan proses-proses
pendidikan dan pelatihan warga atau anggota mereka.
c) Penelitian dan kajian, terutama dalam rangka penyediaan
informasi sebagai kebijakan dan perkembangan di
tingkat nasioanal dan internasional, mengenai masalah
atau issu utama yang diperjuangkan oleh rakyat
setempat.

8
3. Upaya Pengembangan Masyarakat dalam Intervensi
Keperawatan Komunitas
Konsep pemberdayaan dapat dimaknai secara sederhana
sebagai proses pemberian kekuatan atau dorongan sehingga
membentuk interaksi transformatif kepada masyarakat, antara lain:
adanya dukungan, pemberdayaan, kekuatan ide baru, dan kekuatan
mandiri untuk membentuk pengetahuan baru (Hitchcock, Scubert, &
Thomas, 1999). Pemberdayaan, kemitraan dan partisipasi memiliki
inter-relasi yang kuat dan mendasar. Perawat spesialis komunitas
ketika menjalin suatu kemitraan dengan masyarakat maka dirinya
juga harus memberikan dorongan kepada masyarakat. Kemitraan
yang dijalin memiliki prinsip “bekerja bersama” dengan masyarakat
bukan “bekerja untuk” masyarakat, oleh karena itu perawat spesialis
komunitas perlu memberikan dorongan atau pemberdayaan kepada
masyarakat agar muncul partisipasi aktif masyarakat (Yoo et. al,
2004). Membangun kesehatan masyarakat tidak terlepas dari upaya-
upaya untuk meningkatkan kapasitas, kepemimpinan dan partisipasi
masyarakat (Nies & McEwan, 2001).
Kemandirian agregat dalam PKP berkembang melalui proses
pemberdayaan. Tahapan pemberdayaan yang dapat dilalui oleh
agregat (Sulistiyani, 2004), yaitu:
a. Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku menuju perilaku
sadar dan peduli sehingga merasa membutuhkan kemampuan
dalam mengelola secara mandiri. Dalam tahap ini, perawat
komunitas berusaha mengkondisikan lingkungan yang kondusif
bagi efektifitas proses pemberdayaan agregat .
b. Tahap transformasi kemampuan berupa pengetahuan dan
ketrampilan dalam pengelolaan secara mandiri agar dapat
mengambil peran aktif dalam lingkungannya. Pada tahap ini
agregat memerlukan pendampingan perawat komunitas.

9
c. Tahap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sehingga
terbentuk inisiatif dan kemampuan inovatif untuk mengantarkan
pada kemandirian mengelola. Pada tahap ini dapat melakukan apa
yang diajarkan secara mandiri.

10
BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan
PPM adalah suatu proses ketika suatu masyarakat berusaha
menentukan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuannya, mengatur
atau menyusun, mengembangkan kepercayaan dan hasrat untuk
memenuhinya, menentukan sumber-sumber (dari dalam ataupun dari
luar masyarakat), mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya ini, dan dalam
pelaksanaan keseluruhannya, memperluas dan mengembangkan sikap-
sikap dan praktik-praktik kooperatif dan kolaboratif di dalam
masyarakat.
Pengorganisasian rakyat atau yang lebih dikenal dengan
pengorganisasian masyarakat itu sendiri mengandung makna yang
lebih luas dari kedua akar katanya. pengorganisasian masyarakat
adalah suatu proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan dan menentukan prioritas dari kebutuhan-
kebutuhan tersebut, dan mengembangkan keyakinan untuk berusaha
memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan skala prioritas
berdasarkan atas sumber-sumber yang ada dalam masyarakat sendiri
maupun yang berasal dari luar dengan usaha secara gotong royong.

11
DAFTAR PUSTAKA

Achjar,komang ayu henny .2011.Asuhan keperawatan komunitas teori dan


praktik .Jakarta:EGC
Anderson dan McFarlane .2000 .Buku ajar kepeawatan komunitas .Jakarta:EGC
http://www.indonesian-publichealth.com/pengorganisasian-dan-pengembangan-
masyarakat/
Mubarak,wahid iqbal dan nurul chayatin. 2009 . Ilmu kesehatan masyarakat:teori
dan aplikasi.Jakarta :Salemba medika
Stanhope dan Lancaster.2000.Keperawatan komunitas .Jakarta:EGC

12

Anda mungkin juga menyukai