Anda di halaman 1dari 5

Nama : Uchi Wina Pratama

NPM : 17412065
Kelas : AKT 17 Bx
Tugas Teori Akuntansi Pertemuan 10 – Teori Aset Tetap
Soal :
1. Jelaskan hal apa saja yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan untuk setiap
kelompok aset?

2. Jelaskan teori yang berhubungan dengan aset tetap!

3. Jelaskan alasan suatu unit dikatakan materialitas dan bisa dikatakan sebagai aset tetap!

Jawaban :

1.

a.      Penyajian
Penyajian aset tetap dalam lembar muka neraca adalah sebagai berikut:

Aset

      Aset Tetap

            Tanah                                                  xxx

            Peralatan dan Mesin                            xxx

            Gedung dan Bangunan                                   xxx

            Jalan, Irigasi dan Jaringan                   xxx

            Aset Tetap Lainnya                             xxx    

            Konstruksi dalam Pengerjaan             xxx

            Akumulasi
Penyusutan                                   (xxx)                                                                          

Total Aset Tetap                                       xxx                                                     

 Ekuitas Dana
      Ekuitas Dana Investasi                            

            Diinvestasikan dalam Aset Tetap        xxx

                        Total Ekuitas Dana Investasi              xxx

Akumulasi Penyusutan disajikan dalam angka negatif untuk mengurangi total nilai aset
tetap. Jumlah total aset tetap harus sama dengan nilai akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap. 

b.      Pengungkapan
Selain disajikan pada lembar muka neraca, aset tetap juga harus diungkapkan dalam
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Pengungkapan ini sangat penting sebagai penjelasan
tentang hal-hal penting yang tercantum dalam neraca. Tujuan pengungkapan ini adalah untuk
meminimalisasi kesalahan persepsi bagi pembaca laporan keuangan.

Dalam CaLK harus diungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sbb:

 Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat;


 Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
penambahan, pelepasan, akumulasi penyusutan dan perubahan nilai jika ada, dan mutasi
aset tetap lainnya.
 Informasi penyusutan meliputi: nilai penyusutan, metode penyusutan yang digunakan,
masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan, serta nilai tercatat bruto dan
akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.

Selain itu, dalam CaLK juga harus diungkapkan:

 Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap


 Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap
 Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi
 Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap

Jika aset tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali, hal-hal berikut harus diungkapkan:

 Dasar peraturan untuk menilai kembali aset tetap


 Tanggal efektif penilaian kembali
 Jika ada, nama penilai independen
 Hakikat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti
 Nilai tercatat setiap jenis aset tetap
c.      Lampiran
Nilai aset tetap yang ada dalam neraca merupakan gabungan dari seluruh aset tetap yang
dimiliki atau dikuasai oleh suatu pemerintah. Apabila pembaca laporan keuangan ingin
mengetahui rincian aset tetap tersebut, maka laporan keuangan perlu lampiran tentang Daftar
Aset yang terdiri dari nomor kode aset tetap, nama aset tetap, kuantitas aset tetap, dan nilai
aset tetap.

2. Teori Aset Tetap :

Pengertian aset tetap menurut Martani (2012:271) adalah “aset berwujud, yaitu memupunyai
bentuk fisik (seperti tanah, bangunan), berbeda dengan paten atau merek dagang yang tidak
mempunyai bentuk fisik (merupakan aset tak berwujud)”.
Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah Aset yang bersifat jangka
panjang atau secara relatif memiliki sifar permanen serta dapat digunakan dalam jangka
panjang. Aset ini merupakan aset berwujud karena memiliki bentuk fisik. Aset ini dimiliki
dan digunakan oleh perusahaan dan tidak dijual sebagai bagian dari kegiatan operasi normal.

Pengertian aset tetap menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK 16 (2009:16.1) adalah:

 Aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
atau jasa, untuk tujuan administratif; dan
 Diharapkan selama dari satu periode.

Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian aset tetap
adalah aset berwujud yang bersifat jangka panjang yang digunakan untuk aktivitas operasi
perusahaan bukan untuk dijual.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK (2009:16.6) aset tetap harus memenuhi
kriteria yaitu:

a) Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan


datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan;
dan
b) Biaya perolehan aktiva diukur secara andal.

Menurut Rudianto (2012:256), agar dapat dikelompokkan sebagai aset tetap, suatu aset harus
memiliki kriteria tertentu, yaitu:
a) Berwujud, ini berarti aset tersebut berupa barang yang memiliki wujud fisik, bukan
sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik seperti goodwill, hak paten, dan sebagainya.
b) Umurnya lebih dari satu tahun, aset ini harus digunakan dalam operasi lebih dari satu
tahun atau satu periode akuntansi.
c) Digunakan dalam operasi perusahaan, barang tersebut harus dapat digunakan dalam
operasi normal perusahaan, yaitu dipakai untuk menghasilkan pendapatan
bagi organisasi.
d) Tidak diperjualbelikan, suatu aset yang dimiliki perusahaan dan umurnya lebih dari
satu tahun, tetapi dibeli perusahaan dengan maksud untuk dijual lagi, tidak dapat
dikategorikan sebagai aset tetap dan harus dimasukkan ke dalam kelompok
persediaan.
e) Material, barang milik perusahaan yang berumur lebih dari satu tahun dan digunakan
dalam operasi perusahaan tetapi nilai atau harga per unitnya atau harga totalnya relatif
tidak terlalu besar dibanding total aset perusahaan, tidak perlu dimasukkan sebagai
aset tetap.
f) Dimiliki perusahaan, aset berwujud yang bernilai tinggi yang digunakan dalam
operasi dan berumur lebih dari satu tahun, tetapi disewa perusahaan dari pihak lain,
tidak boleh dikelompokkan sebagai aset tetap.

3. Alasan suatu unit dikatakan materialitas dan bisa dikatakan sebagai aset tetap :

Materialitas adalah besarnya suatu kelalaian atau salah saji, dalam laporan keuangan, yang
membuat pengguna laporan terpengaruh oleh informasi yang dihilangkan, atau membuat
keputusan berbeda jika informasi yang benar diketahui.
Materialitas, sebagai sebuah kriteria, mengandung aspek kuantitatif sekaligus kualitatif, dan
suatu transaksi bisa dianggap tidak material jika kedua aspek ini sudah dipertimbangkan dan
memang benar-benar tidak material atau tidak relevan.

Meskipun penilaian materialitas, aslinya, memang berdasarkan uji kuantitatif (dengan


persentase), keadaan yang melingkupi suatu transaksi atau item dalam laporan keuangan bisa
mempengaruhi penentuan apakah transaksi/item tersebut dinilai material atau tidak
material. Misalnya:
Suatu transaksi, jika dicatat, dapat mengubah kondisi “laba” menjadi “rugi” atau mengubah
rasio terhadap utang dari tidak-patuh mejadi patuh (atau sebalinya), dianggap material—
meskipun secara kuantitatif tergolong tidak material.

Faktor berikutnya yang mempengaruhi material/tidak material adalah “aktivitas rutin atau
khusus”. Suatu transaksi mungkin dianggap tidak material ketika itu menyangkut operasional
rutin sehari-hari, tetapi manjadi material ketika jenis transaksi yang sama timbul dari aktivitas
khusus untuk maksud tertentu. Misalnya: transaksi yang mengakibatkan manajemen bisa
mencapai target (atau bonus) mungkin dianggap material meskipun secara kuantitatif tidak
material.
Faktor lainnya adalah “tingkat persisi estimasi” yang digunakan. Misalnya:
Estimasi “utang” biasanya bisa diestimasi dengan lebih persis dibandingkan potensi rugi atas
kewajiban penarikan suatu aset, sehingga suatu salah-saji yang ketika berhubungan dengan
utang dianggap material mungkin tidak material ketika berkaitan dengan kewajiban penarikan
aset.