Anda di halaman 1dari 2

Nama : Muhammad Gathan Agathon Savero

Kelas : XI IPA Unggulan

Absen : 19

Mengatisipasi Merebaknya Covid-19 di Mataram


Di kediaman Dokter Nathan, Vido dan Wiya datang bertamu. Mereka berdua ingin
bertanya tentang bagaimana sih langkah-langkah dasar dalam menghadapi Covid-19.

Dr. Nathan : “Mari masuk, tidak usah malu-malu. Anggap saja rumah sendiri.”

Vido & Wiya : “Baik pak,”

Dr. Nathan : “Silahkan duduk. Biar kita lebih santai ngobrolnya, kalian mau minum apa?”

Vido : “Air putih aja pak, yang sehat dan menyehatkan.”

Wiya : “Wiya ikut Vido aja pak, hehe.”

Dr. Nathan : “Oke kalau begitu. Biar mengefektifkan waktu, bapak jelasin langsung ya cara
mengantisipasi Covid-19 ini. Sebernarnya caranya sederhana. Kalian harus cuci
tangan sesering mungkin, tentu dengan sabun dan air yang mengalir.”

Vido : “Apa ada alternatif lain selain sabun, pak?”

Dr. Nathan : “Ada, kita bisa menggunakan alkohol dan handsanitizer. Pertanyaannya sekarang?
Mengapa harus sesering mungkin?”

Wiya : “Supaya kita bisa mengantisipasi kemungkinan adanya virus di tangan kan, pak.”

Dr. Nathan : “Benar, lalu jangan terlalu sering untuk menyentuh tiga bagian pada wajah, yaitu
mata, hidung dan mulut. Karena tiga bagian ini bisa menjadi jalur masuknya virus
corona.”

Vido : “Lalu pak, vido pernah dengar istilah social distancing, itu apa ya?”

Dr. Nathan : “Social distancing itu menjauhi keramaian atau menjaga jarak setidaknya 1 meter.
Hal ini untuk menghindari cairan yang dikeluarkan oleh penderita virus dari
batuknya.”

Wiya : “Oh jadi begitu.”


Dr. Nathan : “Iya anak-anak. Juga jangan lupa untuk tetap terinformasi oleh layanan kesehatan
yang terpercaya, agar kalian tidak tertipu oleh maraknya berita hoaks tentang
Covid-19.”

Vido : “Siap pak! Terima kasih banyak telah membagi ilmu dan informasi, sungguh
bermanfaat.”

WIya : “Terima kasih, pak.”

Dr. Nathan : “Sama-sama, jika ada pertanyaan lain, nanti chat bapak via whatsapp saja ya,
kurangi dulu keluar rumahnya, karena di rumah aja itu lebih baik, oke?”

Vido & Wiya : “Oke, pak!”