0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan30 halaman

Bab 2

Dokumen tersebut merangkum sejarah singkat dan struktur organisasi SMK YP Fatahillah 2 Cilegon. Disebutkan bahwa sekolah tersebut didirikan pada tahun 1997 dan memperoleh akreditasi "A". Struktur organisasinya terdiri dari yayasan, kepala sekolah, wakil-wakil kepala bidang, guru, dan siswa.

Diunggah oleh

Savei
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan30 halaman

Bab 2

Dokumen tersebut merangkum sejarah singkat dan struktur organisasi SMK YP Fatahillah 2 Cilegon. Disebutkan bahwa sekolah tersebut didirikan pada tahun 1997 dan memperoleh akreditasi "A". Struktur organisasinya terdiri dari yayasan, kepala sekolah, wakil-wakil kepala bidang, guru, dan siswa.

Diunggah oleh

Savei
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM DAN DASAR TEORI

2.1. Gambaran Umum


2.1.1. Sejarah Singkat SMK YP Fatahillah 2 Cilegon
Pada awal pendiriannya pada tahun 1997 SMK YP Fatahillah 2 Cilegon
yang berkedudukan di Jalan. Letjend. R. Suprapto Km 3 Kubang Sepat Cilegon
telah memperoleh jenjang terakreditasi “A” yang membuktikan secara nyata baik
dari segi pengembangan gedung belajar, fasilitas belajar dan pengelolaan dengan
tenaga pendidik yang telah berpengalaman di bidangnya, sehingga menghasilkan
peserta didik yang mampu bersaing di dunia kerja.
Pengembangan wawasan Alumni terjalin dengan baik, yang diwujudkan
dengan berdirinya Forum Komunikasi Pelajar dan Alumni Fatahillah (FKPAF)
yang merupakan satu-sutunya di Kota Cilegon, sebagai wadah Ukhuwah
lslamiyah Pelajar Fatahillah, di samping itu pula FKPAF juga dijadikan pusat
infomasi dan bimbingan kerja dagi para lulusan yang tidak melanjutkan ke
perguruan tinggi.

2.1.2. Visi, Misi dan Tujuan SMK YP Fatahillah 2 Cilegon


a. Visi
Mewujudkan peserta didik yang beriman, terampil, mandiri, berkarakter dan
berwawasan global.

b. Misi
Untuk menjawab visi, untuk menentukan langkah-langkah strategis yang
dinyatakan dalam misi berikut :
1. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
mengikuti pendidikan di SMK YP Fatahillah 2 Cilegon.
2. Memberikan pelayanan secara maksimal kepada siswa dan masyarakat
dengan ramah, cermat dan tepat.

5
3. Meningkatkan kualitas KBM dalam mencapai kompetensi siswa
berstandar nasional.
4. Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan
Standar Pelayanan Minimal (SPM).
5. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana.
6. Membentuk insan berwawasan IMTAQ dan IPTEK (seimbang) yang
mampu menjawab dan mengikutí tantangan era głobal.
7. Memberikan pendidikan life skill (kecakapan hidup) kepada siswa sesuai
dengan potensi sekolah dan peluang lingkungan masyarakat.

c. Tujuan
Mewujudkan peserta didik yang beriman, terampil, mandiri, berkarakter dan
berwawasan global.
a. SMK YP Fatahillah 2 Cilegon mengembangkan konsep pembelajaran
sesuai dengan standar nasional yaitu berbasis kompetensi, dan menerapkan
budaya karakter bangsa serta kewirausahaan untuk semua mata pelajaran
pada semua jenjang kelas.
b. SMK YP Fatahillah 2 Cilegon mencapai standar proses pembelajaran yang
efektif dalam menentukan metode pembelajaran untuk semua mata
pelajaran pada semua jenjang kelas.
c. SMK YP Fatahillah 2 Cilegon mencapai standar ketuntasan kompetensi
kenaikan pada jenjang kelas
d. SMK YP Fatahillah 2 Cilegon memiliki kelengkapan sarana dan prasarana
pendidikan pada pembelajaran pendidikan terutama untuk laboratorium.
e. SMK YP Fatahillah 2 Cilegon mengefektifkan kegiatan ekstra kurikuler
dan pendidikan kecakapan hidup yang bekerjasama dengan dunia usaha
dan industri

6
2.1.3. Struktur SMK YP Fatahillah 2 Cilegon

Yayasan Pendidikan
Fatahillah

Ketua Komite Kepala Sekolah Dunia Industri dan Usaha

Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua


Kesiswaan Sarana Hubungan Industri Kurikulum

Pembina Osis

Kepala Program Kepala Program


Kepala Program Kepala Program
Teknik Komputer & Administrasi
Multimedia Akuntansi
Jaringan Perkantoran

BP/BK Kepala Tata Usaha

Bendahara 1 Bendahara 2

Administrasi Sekolah Staf Kurikulum


Wali Kelas

Staf Data Pokok


Staf Hubungan Industri
Pendidikan

Guru SMK YP
Fatahillah 2 Cilegon
Pustakawan/
Maintenance
Pustakawati

Siswa Keberishan

Gambar 2.1. Struktur Organisasi SMK YP Fatahillah 2 Cilegon

2.1.4. Uraian Tugas Pokok

7
A. Yayasan Pendidikan Fatahillah
1. Memberikan nasihat, arahan dan pertimbangan kepada pengurus dan
pelaksana lembaga, diminta maupun tidak diminta.
2. Memberikan pembelaan kepada semua anggota kepengurusan
lembaga.
3. Mempertimbangkan, memberikan saran dan arahan dalam
mengangkat dan memberhentikan anggota kepengurusan.
4. Meminta laporan pertanggungjawaban kepada pengurus lembaga.
5. Memberi penjelasan kepada masyarakat terkait program dan kebijakan
lembaga.
6. Sebagai pengambil kebijakan tertinggi ketika lembaga mengalami
masalah yang dianggap darurat.

B. Ketua Komite
1. Pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan
pendidikan di satuan pendidikan.
2. Pendukung baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga
dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
3. Pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas
penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
4. Mediator antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan.

C. Kepala Sekolah
1. Menyusun program kerja sekolah.
2. Mengawasi proses belajar mengajar, pelaksanaan dan penilaian
terhadap proses dan hasil belajar serta Bimbingan dan Konseling (BK).
3. Sebagai pembina kesiswaan.
4. Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi para guru serta tenaga
kependidikan lainnya.
5. Penyelenggaraan administrasi sekolah yaitu meliputi administrasi
ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.

8
6. Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar dan atau
masayarakat.

D. Wakil Ketua Kesiswaan


1. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuker.
2. Perngadaan pengarahan dan pembina kegiatan OSIS.
3. Inventarisasi absensi dan pelanggaran – pelanggaran.
4. Pembina sekaligus pelaksana kegiatan 5-K.
5. Penilaian terhadap semua siswa yang mewakili sekolah terhadap
kegiatan diluar sekolah.
6. Perencanaan kegiatan setelah siswa lulus

E. Wakil Ketua Sarana


1. Mencatat semua alat / barang yang masuk.
2. Mencatat alat laboratorium yang telah masuk.
3. Mencatat alat peraga olahraga.
4. Pengadaan sarana dan prasarana olahraga.
5. Penyusunan aturan anggaran sekolah.

F. Wakil Ketua Hubungan Industri


1. Merencanakan program kerja hubungan industri/masyarakat.
2. Membuat sasaran Mutu Bersama Ketua Program Keahlian
merencanakan program kerja hubungan industri setiap program
keahlian   dalam pelaksanaan pendidikan sistem ganda.
3. Mengkoordinasikan dengan para ketua program keahlian tentang
program kerja hubungan industri/dunia usaha dan masyarakat serta
pelaksanaannya
4. Mempromosikan sekolah dan mengkoordinasikan penelusuran tamatan
5. Mengelola informasi sekolah baik ke pihak eksternal maupun internal
sekolah menggunakan berbagai media komunikasi

9
6. Merencanakan program-program Praktek Kerja Lapangan, penyesuaian
kurikulum serta mengkoordinir pelaksanaanya bersama Wakasek
Bidang Akademik
7. Mengkoordinir pelaksanaan uji kompetensi/uji profesi, bersama
Wakasek Bidang Akademik
8. Mengawasi pelaksaan program PKL bersama Wakasek Bidang
Akademik
9. Mengelola keuangan PKL bersama bendahara sekolah
10. Mengkoordinir pelaksanaan dan pelaporan kegiatan Bursa Kerja
Khusus sekolah
11. Menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan Komite Sekolah
12. Mengkoordinir kegiatan penerimaan kunjungan tamu sekolah
13. Mewakili Kepala Sekolah dalam hal hubungan dengan dunia
usaha/industri, instansi terkait maupun masyarakat luar sekolah

G. Wakil Ketua Kurikulum


1. Menyusun program pengajaran (Program Tahunan dan Semester)
2. Menyusun Kalender Pendidikan
3. Menyusun SK pembagian tugas mengajar guru dan tugas tambahan
lainnya
4. Menyusun jadwal pelajaran
5. Menyusun Program dan jadwal Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah /
Nasional
6. Menyusun kriteria dan persyaratan siswa untuk naik kelas/tidak serta
lulus/tidak siswa yang mengikuti ujian
7. Menyusun jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (Raport) dan
penerimaan STTB/Ijasah dan STK
8. Menyediakan silabus seluruh mata pelajaran dan contoh format RPP
9. Menyediakan agenda kelas, agenda piket, surat izin masuk/keluar,
agenda guru (yang berisi: jadwal pelajaran, kontrak belajar dengan
siswa, absensi siswa, catatan pertemuan, materi guru dan daftar nilai)

10
10. Penyusunan program KBM dan analisis mata pelajaran
11. Menyediakan dan memeriksa daftar hadir guru
12. Memeriksa program satuan pembelajaran guru
13. Mengatasi hambatan terhadap KBM
14. Mengatur penyediaan kelengkapan sarana guru dalam KBM (kapur
tulis, spidol dan isi tintanya, penghapus papan tulis, daftar absensi
siswa, daftar nilai siswa, dsb.)
15. Mengkoordinasikan pelaksanaan KBM dan laporan pelaksanaan KBM
16.  Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran
17. Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran secara berkala

H. Pembina Osis
1. Menyusun program kerja pembina Osis
2. Mengarahkan dan membimbing pengurus Osis dalam menjalankan
kegiatan-kegiatan yang diadakan Osis di lingkungan sekolah maupun di
luar lingkungan sekolah.
3. Menghadiri kegiatan rapat Pengurus Osis maupun Perwakilan Kelas
4. Membantu menangani siswa bermasalah bersama guru bimbingan dan
konseling
5. Mengevaluasi pelaksanaan program Osis
6. Memberikan laporan kepada sekolah secara periodik tentang
pelaksanaan kegiatan Osis.

I. Kepala Program Jurusan


1. Menyusun program kerja
2. Mengkoordinir tugas guru dalam pembelajaran
3. Mengkoordinir pengembangan bahan ajar
4. Memetakan kebutuhan sumber daya untuk pembelajaran
5. Memetakan dunia industri yang relevan
6. Melaksanakan program praktik kerja industry
7. Melaksanakan uji kompetensi

11
8. Menginventarisasi fasilitas pembelajaran program keahlian
9. Melaporkan ketercapaian program kerja

J. BP/BK
1. Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
2. Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-
masalah yang dihadapi anak didik tentang kesulitan belajar
3. Membgerikan layanan dan bimbingan kepada anak didik agar lebih
berprestasi dalam kegiatan belajar
4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada anak didik dalam
memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan
pekerjaan yang sesuai
5. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
6. Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling
7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan
konseling
9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling

K. Tata Usaha
1. Penyusunan program kerja tata usaha sekolah
2. Pengelolaan dan pengarsipan surat-surat masuk dan keluar
3. Pengurusan dan pelaksanaan administrasi sekolah
4. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah
5. Penyusunan administrasi sekolah meliputi kurikulum, kesiswaan dan
ketenagaan
6. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah secara keseluruhan
7. Penyusunan tugas staf Tata Usaha dan tenaga teknis lainnya
8. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 9 K
9. Penyusunan laporan pelaksanaan secara berkala

12
L. Wali kelas
1. Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan
2. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
3. Membantu pengembangan keterampilan dan kecerdasan anak didik
4. Membina karakter, budi pekerti dan kepribadian anak didik

M. Guru
1. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan, dan ujian.
4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
6. Mengisi daftar nilai anak didik
7. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan),
kepada guru lain dalam proses pembelajaran
8. Membuat alat pelajaran/alat peraga
9. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
10. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
11. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
12. Mengadakan pengembangan program pembelajaran
13. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar anak didik
14. Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran
15. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

N. Pustakawan/ Pustakawati
1. Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika
2. Pelayanan perpustakaan
3. Perencanaan pengembangan perpustakaan
4. Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/media
elektronika
5. Inventarisasi dan pengadministrasian

13
6. Penyimpanan buku/bahan pustaka, dan media elektronika
7. Menyusun tata tertib perpustakaan
8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala

2.1.5. Identitas Sekolah


Nama Sekolah : SMK YP Fatahillah 2 Cilegon
Alamat Sekolah : Jalan Letjen R Suprapto KM 3 Kubang Sepat
Desa/Kelurahan : Citangkil
Kecamatan : Citangkil
Kabupaten/Kota : Cilegon
E-mail : smk_ypf2@yahoo.co.id
Telp : (0254) 375472
Akreditasi :A
Tahun Didirikan : 1996
Tahun Beroperasi : 1996
Status : Swasta
Luas Tanah : 1300 m2

2.2. Tinjauan Pustaka


Administrasi keuangan akan lebih efektif dan efisien jika dibuatkan sebuah
aplikasi yang tepat. Aplikasi administrasi keuangan mampu memberikan
pelayanan dan informasi maupun pengolahan data yang tepat dan tepat.

14
Sebelumnya sudah ada beberapa penulis yang membahas seputar administrasi
keuangan:
Indrawan Ari Purnomo (2015) mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Surakarta dengan judul penelitiannya adalah “Sistem Administrasi Keuangan
Sekolah Dengan Menggunakan Java”. Tujuan penelitian ini supaya lebih efektif
dan efisien dalam pengelolaan administrasi keuangan.
Sunardi (2013) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan
judul “Sistem Informasi Pembukuan Administrasi dan Keuangan Pada Organisasi
Foshrema”. Tujuan untuk mengatasi permasalahan pengolahan data administrasi
dan keuangan di Organisasi Foshrema dengan merancang suatu sistem informasi
pembukuan administrasi menggunakan metode pengembangan sistem SDLC
(System Development Life Cycle).
Eka Dewi Susanti (2017) mahasiswa Sekolah Tinggi Informatika Dan
Komputer Indonesia Malang dengan judul penelitian “Sistem informasi
administrasi keuangan sekolah berbasis web di SMK YP 17 Selorejo - Blitar”.
Tujuan dari penelitian untuk mempermudah dan mempercepat kinerja pengguna
sistem untuk dapat mengelola data dengan menginput, menyimpan dan mencetak
data sesuai kebutuhannya.
Meme Susilowati dkk (2016) mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta
dengan judul penelitian “Sistem Informasi Administrasi Keuangan Online
Pendorong Smart City di Indonesia” Tujuan dari penelitian untuk
mengimplementasikan desain system informasi administrasi keuangan akademik
online menggunakan pemrograman berorientasi objek sebagai pendorong smart
city di Indonesia
Dewi Anggun Kumalasari (2014) mahasiswa Sekolah Tinggi Elektronika
dan Komputer Semarang dengan judul penelitian “Perancangan Sistem Informasi
Administrasi Keuangan Sekolah Berbasis Multiuser Pada Madrasah Tsanawiyahal
Uswah Bergas” Tujuan dari penelitian ini untuk untuk merancang dan
membangun sistem informasi pembayaran sekolah supaya lebih dinamis dan
penyimpanan data serta mengoptimalkan keamanan data, sehingga menghasilkan
sistem informasi administrasi pembayaran sekolah yang tertata baik dan

15
membantu petugas keuangan dalam proses pengolahan data keuangan
pembayaran sekolah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem dapat
membantu dan mempermudah administasi keuangan secara lebih cepat dan
akurat. Dan pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan keterbukaan informasi
yang lebih akurat.

2.3. Dasar Teori


2.3.1. Definisi Sistem
Menurut Romney dan Steinbart (2015:3) Sistem adalah suatu rangkaian
yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan dan saling
berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dimana sistem biasanya terbagi
dalam sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.
Sedangkan menurut Muhamad Muslidin dan Oktafianto (2016:2) Sistem
adalah sekumpulan komponen atau jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berkaitan dan saling bekerja sama membentuk suatu jaringan kerja untuk
mencapai sasaran atau tujuan tertentu.

2.3.2. Karakteristik Sistem


Menurut Jeperson Hutahaean (2014:3) Supaya Sistem itu dikatakan sistem
yang baik haruslah memiliki karakteristik yaitu :
a. Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang
saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa
subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

b. Batasan Sistem (boundary)


Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya.
Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai

16
suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope)
dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem (environment)
Lingkungan Luar Sistem adalah diluar batasan sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat
menguntungkan yang harus tetap di jaga dan yang merugikan yang
harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan menggangu
kelangsungan hidup dari sistem.
d. Penghubung sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu
subsistem dengan subsistem lainya. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke
subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi
masukkan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.
e. Masukan Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang
dapat berupa perawatan (Maintenance Input), dan masukkan sinyal
(Signal Input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar
sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk
didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem komputer program adalah
maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah
menjadi informasi.
f. Keluaran sistem (Output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna sisa pembuangan.
Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa
pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g. Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah
masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan

17
baku menjadi bahan jadi, system akuntansi akan mengolah data menjadi
laporan-laporan keuangan.
h. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran
(objective). Sasaran dari sistem sangant menentukan input yang
dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.3.3. Definisi Informasi


Menurut Muhamad Muslihudin dan Oktafianto (2016:9) mengatakan
bahwa, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk
membuat keputusan.

2.3.4. Kualitas Informasi


Pernyataan yang dikemukakan oleh Tata Sutabri (2016:36) Kualitas suatu
informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu akurat (accurate), tepat waktu
(timeliness) dan relevan (relevance), penjelasan tentang kualitas informasi
tersebut akan di paparkan di bawah ini :
a. Akurat (Accuracy)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi
sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan
(noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut
b. Tepat waktunya (Timeliness)
Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat,
informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena
informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila
pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi
organisasi.
c. Relevan (Relevance)

18
Relevansi informasi untuk orang satu dengan yang lain berbeda,
informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.3.5. Definisi Sistem Informasi


Sedangkan menurut I Putu Agus Swastika dan I Gusti Lanang .A
(2016:3) Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen
dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan
dan pengaliran informasi.

2.3.6. Definisi Administarsi


Administrasi adalah suatu kegiatan penyusunan dan pencatatan data dan
informasi dengan tujuan untuk menyediakan keterangan informasi serta
memudahkan memperolehnya kembali saat dibutuhkan (Suranto & Joko
Pramono, 2017:6)

2.3.7. Definisin Keuangan


Keuangan merupakan suatu ilmu pengetahuan dalam pengelolaan uang.
Keuangan berhubungan dengan proses perpindahan uang antar individu, institusi
ataupun bisnis (Suranto & Joko Pramono, 2017:7)

2.3.8. Definisi Administrasi Keuangan


Administrasi Keuangan adalah proses penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran uang melalui kegiatan penataan dan pembukuan keuangan dengan
ketentuan yang berlaku (Suranto & Joko Pramono, 2017:7)

2.3.9. Definisi Aplikasi

19
Menurut Syahrial Chan (2017:4) Aplikasi adalah koleksi window dan
objek-objek yang menyediakan fungsi untuk aktivitas user, seperti pemasukan
data, proses dan pelaporan. Aplikasi dapat berisi:
a. Suatu antarmuka: Menu, window dan kontrol window dimana user
berinteraksi langsung dengan aplikasi.
b. Proses logika aplikasi: kejadian (event) dan fungsi skrip yang dibuat sebagai
logika aplikasi, validasi, dan proses lainnya.
Menurut Yuniar Supardi (2015:4) aplikasi adalah satu unit perangkat
lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan aplikasi adalah sebuah perangkat
lunak yang menyediakan fungsi untuk melayani kebutuhan aktivitas user seperti
input, proses dan output.

2.3.10. Hyper Text Mark-up (HTML)


HTML atau Hyper Text Mark-up Language merupakan kode-kode atau
instruksi yang digunakan untuk membuat halaman web. Dengan demikian, setiap
halaman pada website terdiri atas sebuah file HTML (htm). Untuk menampilkan
file HTML anda membutuhkan sebuah Browser. (Yuni Sugiarti, 2012:6)
Menurut Taryana dan Koesheryatin (2014:29) HTML adalah bahasa yang
digunakan untuk menulis halaman web. HTML merupakan pengembangan dari
standar pemformatan dokumen teks, yaitu Standart Generalized Markup
Language (SGML). HTML pada dasarnya merupakan dokumen ASCII atau teks
biasa, yang dirancang untuk tidak tergantung pada suatu sistem operasi tertentu.
Dari uraian diatas HTML adalah bahasa atau instruksi yang digunakan
dalam pembuatan atau penulisan halaman web.

2.3.11. Basis Data


Menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:43) Sistem basis data adalah sistem
terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah
atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Sistem informasi

20
tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan basis data apapun bentuknya, entah
berupa file teks ataupun Database Management System (DBMS).
Kebutuhan basis data dalam sistem informasi meliputi:
a. Memasukkan, menyimpan dan mengambil data
b. Membuat laporan berdasarkan data yang telah disimpan
Menurut Jeperson (2014:51) basis data merupakan kumpulan dari data
yang saling berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Penulis menyimpulkan dari uraian diatas basis data merupakan kumpulan
data yang terkomputerisasi yang saling terhubung satu dengan yang lainnya
dengan tujuan untuk memelihara data atau informasi yang sudah diolah.

2.3.12. Database Management System (DBMS)


Database Management System (DBMS) atau Sistem Manajemen Basis
Data menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:44) adalah suatu sistem aplikasi yang
digunakan untuk menyimpan, mengola dan menampilkan data. Suatu sistem
aplikasi DBMS jika memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut:
a. Menyediakan fasilitas untuk mengelola akses data
b. Mampu menangani integritas data
c. Mampu menangani akses data
d. Mampu menangani backup data
Menurut Robi Yanto (2016:16) Database management system (DBMS)
adalah merupakan paket program (software) yang dibuat agar memudahkan dan
mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan, dan pengambilan
informasi terhadap data base.
Penyimpanan data dalam DBMS akan mempunyai banyak manfaat dan
kelebihan seperti:
a. Performance
Jika data yang dikelola cukup besar dan basis data disimpan dalam flat file
performance yang didapatkan akan sangat jauh berbeda. Di samping unjuk

21
kerja lebih baik, pengguna DBMS akan menyebabkan efisiensi dalam hal
media penyimpanan dan penggunaan memori.
b. Integritas
Integritas data akan lebih terjamin dengan adanya DBMS, seperti masalah
redundancy yang sering terjadi dalam data flat file. Redundancy adalah
kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah basis
data yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
c. Independesi
Perubahan struktur basis data memungkinkan terjadi tanpa harus mengubah
aplikasi. Sehingga pembuatan antarmuka kedalam data akan lebih mudah
dengan adanya DBMS.
d. Sentralisasi
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan basis data. Kemudahan
melakukan bagi pemakai dengan menggunkan DBMS dan juga konsistensi
data yang diakses secara bersama-sama akan dapat lebih terjamin daripada
data disimpan dalam bentuk flat file.
e. Security
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan
pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS memberikan keluwesan
untuk memberikan hak akses kepada pengguna dari pada keamanan dalam
sistem operasi.

2.3.13. PHP
PHP adalah bahasa scripting server dan merupakan tool yang powerful
untuk membuat webpage yang dinamis dan interaktif. PHP banyak digunakan dan
merupakan alternative untuk menggantikan bahasa pemrograman lain, seperti
ASP dari Microsoft. (Tim EMS, 2016:1)
Menurut Supono dan Virdiandry (2016:3) PHP adalah suatu bahasa
pemrograman yang digunakan untuk menerjemahkan baris kode program menjadi
kode mesin yang dapat dimengerti oleh komputer yang bersifat server-side yang
dapat ditambahkan kedalam HTML.

22
Penulis menyimpulkan PHP adalah bahasa pemrograman untuk
menerjemahkan baris kode program menjadi kode mesin untuk membuat website
yang kita buat dinamis dan interaktif yang dapat dimengerti oleh komputer.

2.3.14. Cascading Style Sheet (CSS)


Menurut Jubilee Enterprise (2016:93) Cascading style sheet (CSS) adalah
kumpulan kode untuk mendefinisikan desain dari bahasa markup atau kumpulan
kode untuk mendesain atau mempercantik tampilan halaman website.
Menurut Koesheryatin dan Taryana (2014:101) CSS adalah suatu bahasa
stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu website, baik tata
letaknya, jenis huruf, warna, dan semua yang berhubungan dengan tampilan. Pada
umumnya CSS digunakan untuk menformat halaman web yang ditulis dengan
HTML atau XHTML.
Dari uraian diatas CSS adalah bahasa stylesheet untuk mendefinisikan
desain yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu website mulai dari tata
letak, jenis huruf dan lainnya yang berhubungan dengan tampilan website.

2.3.15. Framework
Menurut Awan Pribadi Basuki (2016:6) framework adalah sebuah
arsitektur yang terbuka yang dibuat berdasarkan pada standar pengembangan
perangkat lunak yang diterima secara umum

2.3.16. Laravel
Menurut Awan Pribadi Basuki (2016:7) Laravel adalah framework PHP yang
sangat populer saat ini, sejak dibuat pada tahun 2011, laravel mendapatkan
sambutan yang sangat baik, sehingga banyak developer yang semula
menggunakan framework lain pindah menggunakan laravel, dikarenakan laravel
memiliki banyak fitur modern yang sangat membantu dalam proses pembuatan
dan pengembangan web.

23
2.3.17. Bagan Alir (Flowchart)
Menurut Fauzi (2017:113) mendefinisikan Bagan alir ( flowchart ) adalah
teknis analisis yang dipergunakan untuk mendeskripsikan beberapa aspek dari
sistem informasi secara jelas, ringkas dan logis. Sedangkan menurut Sitorus
(2015:14) flowchart merupakan langkah-langkah penyelesaian masalah yang
dituliskan dalam simbol-simbol tertentu. Dari uraian diatas dapat disimpulkan
flowchart merupakan sebuah diagram yang berisi langkah-langkah suatu proses
yang dituliskan dalam simbol-simbol tertentu.
Tujuan dari flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan
penyelesaian masalah secara sederhana , terurai, rapi dan jelas menggunakan
simbol-simbol standar. (Sitorus, 2015:14)

Tabel 2.1. Simbol-simbol Flowchart


Simbol Nama Keterangan

Simbol untuk menunjukan jalannya


Connection Line
arus suatu proses

Simbol untuk menggambarkan awal


Terminator
dan akhir dari proses

Simbol yang menunjukan


Manual Symbol pengolahan yang tidak dilakukan
oleh computer
Simbol pemilihan proses
berdasarkan kondisi yang ada yang
Decission Symbol
akan menghasilkan beberapa
kemungkinan
Simbol yang menyatakan inputan
yang berasal dari dokumen dalam
Document Symbol
bentuk kertas atau output dicetak
dikertas

24
Simbol yang menyatakan inputan
Multi Document berasal dari dokumen dalam bentuk
Symbol kertas atau output dicetak dikertas
(lebih dari satu dokumen)
Simbol yang menunjukan bahwa
Off-Line Storage data didalam simbol ini akan
Symbol disimpan secara manual (berupa
arsip)
Simbol untuk keluar/masuk
Off-Line Connector
prosedur atau proses dalam
Symbol
lembar/halaman lain
Simbol untuk keluar/masuk
Connector Symbol prosedur atau proses dalam
lembar/halaman yang sama
Simbol yang menunjukkan
Processing Symbol pengolahan yang dilakukan oleh
computer
Simbol yang menyatakan proses
Input-Output Symbol input dan output tanpa tergantung
dengan jenis peralatannya

2.3.18. Unifed Modeling Language (UML)


Unifed Modeling Language (UML) adalah standar bahasa yang banyak
digunakan didunia industry untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis
dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi
objek. (Rosa dan Shalahuddin, 2014:133).

A. Diagram UML (Unifed Modeling Language)


1. Use Case Diagram
Use Case Diagram merupakan permodelan untuk kelakukan
(behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan

25
sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang
akan dibuat. Berikut simbol-simbol yang ada pada diagram use case:

Tabel 2.2. Simbol-simbol Use Case


Simbol Nama Deskripsi
Fungsionalitas yang
disediakan sistem sebagai
unit-unit yang saling
Use Case
bertukar pesan antar unit
dan actor

Orang, proses atau sistem


lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi
Actor yang akan dibuat diluar
sistem informasi yang akan
dibuat

Komunikasi antara aktor


dan use case atau use case
Association memiliki interaksi dengan
aktor

Relasi use case tambahan


ke sebuah use case yang
<<extend>>
ditambahkan dapat berdiri
sendiri walau tanpa use
Extend
case tambahan

Generalization Hubungan generalisasi dan

26
spesialisasi ( umum –
khusus ) antara dua buah
use case dimana fungsi
yang satu adalah fungsi
yang lebih umum dari
lainnya

Relasi use case dimana use


case yang ditambahkan
<<include >>

memerlukan use case ini


Include / Uses untuk menjalankan fungsi-
<<uses >>
nya atau sebagai syarat
dijalankan use case ini

2. Activity Diagram
Activity Diagram atau Diagram aktivitas menggambarkan workflow
(aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu
yang ada pada perangkat lunak.

Tabel 2.3. Simbol-simbol Activity Diagram


Simbol Nama Deskripsi
Status awal aktivitas
Status awal sistem, sebuah diagram
aktivitas memiliki sebuah
status awal.
Aktivitas yang dilakukan
Aktivitas sistem, aktivitas biasanya
diawali dengan kata kerja.

Asosiasi percabangan
dimana jika ada pilihan

27
Percabangan / decision aktivitas lebih dari satu

Status akhir yang


dilakukan sistem, sebuah
Status akhir diagram aktivitas memiliki
sebuah status akhir

3. Sequence Diagram
Diagram sequence menggambarkan kelakuan objek pada use case
dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan
dan diterima antar objek.

Tabel 2.4. Simbol-simbol Sequence Diagram


Simbol Nama Deskripsi
Entitas eksternal diluar sistem
yang berinteraksi dengan
Aktor sistem, dapat berupa orang,
proses atau sistem lain.

Class yang berhubungan


Boundary Class langsung dengan aktor

Class yang berhubungan


langsung dengan pemrosesan,
komputasi, penghitungan dan
Control Class
sebagainya

Class yang berhubungan


dengan data (flat file or
Entity Class
database)

28
Komunikasi antar objek yang
memuat informasi tentang
Message
aktivitas yang terjadi.

Objek entity, antar muka yang


saling berinteraksi
Life line

4. Class Diagram
Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian
kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Class diagram
dibuat agar pembuat program atau programmer membuat kelas-kelas
sesuai rancangan didalam diagram kelas antara dokumentasi perancangan
dan perangkat lunak sikron.

Tabel 2.5. Simbol-simbol Class Diagram


Simbol Nama Deskripsi
Kelas pada struktur sistem
nama_kelas
+atribut
+operasi()
Kelas

Relasi antar kelas dengan


makna umum, asosiasi
Asosiasi /
biasanya juga disertai dengan
Association
multiplicity

Asosiasi berarah / Relasi antarkelas dengan

29
makna kelas yang satu
digunakan oleh kelas yang
Directed
lain, asosiasi biasanya juga
association
dengan multiplicity

Relasi antar kelas dengan


makna generalisasi-spesialisasi
Generalisasi
(umum khusus)

5. Component Diagram
Dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan diantara
kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Diagram komponen fokus
pada komponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem.
Komponen dasar yang biasanya ada dalam suatu sistem adalah sebagai
berikut:
a. Komponen user interface yang menangani tampilan.
b. Komponen bussines processing yang menangani fungsi – fungsi proses
bisnis.
c. Komponen data yang menangani manipulasi data.
d. Komponen security yang menangani keamanan sistem.
Berikut adalah simbol – simbol yang ada pada diagram komponen:

Tabel 2.6. Simbol-simbol Component Diagram


Simbol Deskripsi
Package Sebuah bungkusan dari satu atau lebih
komponen
Package

30
Komponen Komponen sistem

nama_komponen

Dependency Kebergantungan antar komponen,


arah panah mengarah pada komponen
yang dipakai

Antarmuka / interface Sebagai antarmuka komponen agar


tidak mengakses langsung komponen

nama_interface

Link Relasi antar komponen

6. Deploypment Diagram
Menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi.
Diagram ini juga dapat digunakan untuk memodelkan hal – hal berikut:
a. Sistem tambahan yang menggambarkan rancangan device, node dan
hardware.
b. Sistem client/server
c. Sistem terdistribusi murni
d. Rekayasa ulang aplikasi
Berikut ini simbol – simbol yang ada pada diagram deployment:

Tabel 2.7. Simbol-simbol Deployment Diagram


Simbol Deskripsi
Package Sebuah bungkusan dari satu atau lebih

31
node
Package

Node mengacu pada perangkat keras,


perangkat lunak yang tidak dibuat
nama_node
sendiri

Dependency Kebergantungan antar komponen,


arah panah mengarah pada node yang
dipakai

Link Relasi antar node

7. Collaboration Diagram
Menggambarkan interaksi antar objek atau bagian dalam bentuk urutan
pengiriman pesan. Diagram ini merepresentasikan informasi yang
diperoleh dari diagram kelas, diagram sekuen dan diagram Use Case untuk
mendeskripsikan gabungan antara struktur statis dan tingkah laku dinamis
dari suatu sistem. Berikut ini simbol – simbol yang ada pada diagram
kolaborasi:
Tabel 2.8. Simbol-simbol Collaboration Diagram
Simbol Deskripsi
Objek Objek yang melakukan interaksi pesan

nama_objek : nama_kelas

Link Relasi antar objek yang


menghubungkan objek satu dengan
lainnya atau dengan dirinya sendiri

32
Stimulus Arah pesan yang terjadi, jika pada
suatu link ada dua arah pesan yang
berbeda maka arah juga digambarkan
dua arah pada dua sisi

2.3.19. Model Waterfall


Menurut Rosa & Shalahuddin (2018), model waterfall merupakan model
pengembangan perangkat lunak yang paling sederhana. Model ini hanya cocok
digunakan apabila spesifikasi perangkat lunak yang dikembangkan tidak
berubahubah. Dalam model waterfall terdapat beberapa tahap pengembangan
perangkat lunak yaitu analisis, desain, implementasi (pengodean), pengujian, dan
pendukung (support). Gambar berikut ini menunjukkan ilustrasi dari model
waterfall.

Analisis Desain Pengkodean Pengujian


Kebutuhan

Gambar 2.2. Ilustrasi Model Waterfall


(Sumber: Rosa & Shalahuddin, 2018)
a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan proses untuk mengumpulkan
kebutuhan pengguna menjadi spesifikasi perangkat lunak yang akan
dikembangkan.
b. Desain
Desain merupakan proses untuk menerjemahkan kebutuhan dan spesifikasi
perangkat lunak dari analisis kebutuhan ke dalam bentuk desain yang bisa
diimplementasikan melalui tahap pengodean program.
c. Pembuatan Kode Program
Pembuatan kode program dilakukan untuk menghasilkan sebuah perangkat
lunak berbasis komputer. Pembuatan kode program berdasarkan desain.

33
d. Pengujian
Pengujian dilakukan untuk mengurangi adanya kesalahan dan memastikan
fungsi-fungsi yang ada berjalan sesuai dengan keinginan.
e. Pendukung
Pada tahap pendukung atau sering disebut pemeliharaan ini, dilakukan
apabila ada perubahan yang terjadi pada perangkat lunak.
Model waterfall sudah menjadi dasar dari berbagai model pengembangan lain
dalam melakukan perbaikan model pengembangan perangkat lunak (Rosa &
Shalahuddin, 2018).

34

Anda mungkin juga menyukai