SYIRIK DALAM ISLAM
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Pendidikan Agama Islam
Dosen Pengampu: H. Imam Abdai,
Disusun oleh:
Ulfa Lailatul Fadhila (18010004)
Nurfadlunnisah (18010011)
Hamtar Wahyu S (18010012)
PRODI D3 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
AKADEMI ANALIS KESEHATAN MALANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada tiga sebab fundamental munculnya perilaku syirik, yaitu al-jahlu
(kebodohan), dhai’ful iiman (lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-
buta). Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum
datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana
yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu,
orang-orang cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa
dipastikan kecenderungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah
masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa? Sebab mereka
bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi
berbagai persoalan yang mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai narasumber
yang sangat mereka agungkan.
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dhai’ful iimaan (lemahnya iman).
Seorang yang imannya lemah cenderung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah
tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu
untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka
tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon
kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta
pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun untuk
suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.
Taqliid sebab yang ketiga. Al-Qur’an selalu menggambarkan bahwa orang-orang
yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena
mengikuti jejak nenek moyang mereka. Allah berfirman,“Dan apabila mereka melakukan
perbuatan keji, mereka berkata, ‘Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang
demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya
Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.’ Mengapa kamu mengada-
adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-A’raf: 28).
B. Rumusan Masalah
1) Apa pengertian syirik dalam Islam?
2) Apa saja macam-macam syirik?
3) Apa akibat perbuatan syirik?
4) Apa hikmah menghindari perbuatan syirik?
C. Tujuan
1) Mengetahui pengertian syirik
2) Mengetahui macam-macam syirik
3) Mengetahui akibat perbuatan syirik
4) Mengetahui hikmah menghindari perbuatan syirik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Syirik
Syirik dari segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah perbuatan
yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang melakukan syirik
disebut musyrik. Seorang musyrik melakukan suatu perbuatan terhadap makhluk
(manusia maupun benda) yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah
seperti menuhankan sesuatu selain Allah dengan menyembahnya, meminta pertolongan
kepadanya, menaatinya, atau melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan
kecuali hanya kepada Allah SWT.
Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni semua dosa yang
dilakukan hambanya, kecuali dosa besar seperti syirik. Firman Allah SWT:
ك لِ َم ْن يَ َشا ُء ۚ َو َم ْن يُ ْش ِر ْك بِاهَّلل ِ فَقَ ِد َ ِون ٰ َذل َ إِ َّن هَّللا َ اَل يَ ْغفِ ُر أَ ْن يُ ْش َر
َ ك بِ ِه َويَ ْغفِ ُر َما ُد
ا ْفتَ َر ٰى إِ ْث ًما َع ِظي ًما
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa
yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-
Nisaa’: 48)
B. Macam-macam Syirik
Dilihat dari sifat dan tingkat sanksinya, syirik dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Syirik Akbar (Syirik Besar)
Syirik akbar merupakan syirik yang tidak akan mendapat ampunan Allah. Syirik
akbar dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu Zahirun Jali (tampak nyata), yakni
perbuatan kepada tuhan-tuhan selain Allah atau baik tuhan yang berbentuk
berhala, binatang, bulan, matahari, batu, gunung, pohon besar, sapi, ular, manusia
dan sebagainya. Demikian pula menyembah makhluk-makhluk ghaib seperti
setan, jin dan malaikat.
Yang kedua yaitu syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi) seperti meminta
pertolongan kepada orang yang telah meninggal. Setiap orang yang menaati
makhluk lain serta mengikuti selain dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah
dan Rasul-Nya
b. Syirik Asghar (Syirik Kecil)
Syirik asghar termasuk perbuatan dosa besar, akan tetapi masih ada peluang
diampuni Allah jika pelakunya segera bertobat. Seorang pelaku syirik asghar
dikhawatirkan akan meninggal dunia dalam keadaan kufur jika ia tidak segera
bertaubat.
Contoh-contoh perbuatan syirik asghar antara lain:
a) Memakai azimat
Memakai azimat termasuk perbuatan syirik karena mengandung unsur
meminta atau mengharapkan sesuatu kepada kekuatan lain selain Allah.
b) Mantera
Mantera yaitu mengucapkan kata-kata atau gumam-gumam yang
dilakukan oleh orang jahiliyah dengan keyakinan, bahwa kata-kata atau
gumam-gumam itu dapat menolak kejahatan atau bala dengan bantuan jin.
c) Sihir
Sihir termasuk perbuatan syirik karena perbuatan tersebut dapat menipu
atau mengelabui orang dengan bantuan jin atau setan.
d) Peramalan
Yang dimaksud peramalan ialah menentukan dan memberitahukan tentang
hal-hal yang ghaib pada masa-masa yang akan datang baik itu
dilakukannya dengan ilmu perbintangan, dengan membaca garis-garis
tangan, dengan bantuan jin dan sebagainya.
e) Dukun dan tenung
Dukun ialah orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib
pada masa datang, atau memberitahukan apa yang tersirat dalam naluri
manusia. Adapun tukang tenung adalah nama lain dari peramal atau
dukun, atau orang-orang yang mengaku bahwa dirinya dapat mengetahui
dan melakukan hal-hal yang ghaib, baik dengan bantuan jin atau setan,
ataupun dengan membaca garis tangan.
f) Bernazar kepada selain Allah
Dalam masyarakat masih dijumpai seseorang bernazar kepada selain
Allah. Misalnya seseorang bernazar, “Jika aku sembuh dari penyakit aku
akan mengadakan sesajian ke makam wali”. Perbuatan seperti itu adalah
perbuatan yang sesat. Riya
g) Riya adalah beramal bukan karena Allah, melainkan karena ingin dipuji
atau dilihat orang. Riya termasuk syirik, sebagaimana sabda Rasulullah
SAW yang artinya: “Sesuatu yang amat aku takuti yang akan menimpa
kamu ialah syirik kecil. Nabi ditanya tentang hal ini, maka beliau
menjawab, ialah Riya”. (HR. Ahmad).[6]
C. Menurut klasifikasi umum
a. Syirku Al-‘Ilmi. Inilah syirik yang umumnya terjadi pada ilmuan. Mereka
mengagungkan ilmu sebagai maha segalanya. Mereka tidak mempercayai
pengetahuan yang diwahyukan Allah. Sebagai contoh mereka mengatakan bahwa
manusia berasal dari kera.
b. Syirku At-Tasarruf. Syirik jenis ini pada prinsipnya disadari atau tidak oleh
pelakunya, menentang bahwa Allah Maha Kuasa dan segala kendali atas
penghidupan manusia berada di tangan-Nya. Mereka percaya adanya “perantara”
itu mempunyai kekuasaan. Contohnya adalah kepercayaan bahwa Nabi Isa anak
Tuhan, percaya pada dukun, tukang sihir atau sejenisnya.
c. Syirku Al- Ibadah. Inilah syirik yang menuhankan pikiran, ide-ide atau fantasi.
Mereka hanya percaya pada fakta-fakta konkrit yang berasal dari pengalaman
lahiriyah. Misalnya seorang atheis memuja ide pengingkaran terhadap berbagai
bentuk kegiatan.
d. Syirku Al-‘Addah. Ini adalah kepercayaan terhadap tahayul. Sebagai contoh
percaya bahwa angka 13 itu adalah angka sial sehingga tidak mau menggunakan
angka tersebut, menghubungkan kucing hitam dengan kejahatan, dan sebagainya.
D. Akibat Perbuatan Syirik
a. Sulit menerima kebenaran.
Hati orang-orang syirik tertutup untuk menerima kebenaran baik yang datangnya
dari Allah dan Rasul-Nya. Menurut Ibnu Jarir, ketertutupan hati orang syirik itu
lantaran dari sifat kesombongan dan penentangannya terhadap kebenaran yang
disampaikan kepadanya. Orang-orang syirik yang mendustakan ayat-ayat Allah
dideri peringatan atau tudak sama saja bagi mereka, karena hati mereka buta.
b. Munculnya perasaan bimbang dan ragu.
Menurut pendapat Ibnu Abbas, penyakit hati orang syirik adalah perasaan
bimbang dan ragu (syak), kegoncangan batin seperti inilah yang menjadikan
mereka merasa gelisah. Hatinya tidak pernah tenang, merasa tidak puas dengan
harta, jabatan yang mereka miliki. Hanya akan memperoleh kesenangan
sementara. Kesenangan hidup di dunia yang diperoleh orang-orang musyrik
sifatnya sementara, di akhirat kelah akan mendapatkan siksa yang pedih.
Meskipun ketika hidup di dunia mereka dalam keadaan miskin dan sengsara,
lebih-lebih jika mereka kaya, bagi mereka hal itu tetap merupakan keuntungan
dan kesenangan karena mereka mengikuti hawa nafsunya.
c. Amalan dan harta yang yang dinafkahkan sia-sia. Amalan yang dinafkahkan
orang-orang musyrik adalah sia-sia (tidak diberi pahala oleh Allah), apa yang
dimilikinya tidak akan dapat digunakan untuk menebus siksa di akhirat kelak,
sebagaimana firman Allah SWT yang arinya “Perumpaan harta yang mereka
infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa
sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri
sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka
yang menzalimi diri sendiri.” (QS. Ali Imran: 117).
d. Orang musyrik dinilai sebagai makhluk terburuk. Allah menilai orang-orang
musyrik dengan penilaian yang sangat rendah. Orang-orang musyrik itu seperti
binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah dan sesat daripada binatang.
Menjadi musuh Allah.
E. Hikmah Menghindari Perbuatan Syirik
Seseorang yang dapat membebaskan dirinya dari perbuatan syirik memiliki
pengaruh dalam kehidupan manusia secara nyata, antara lain:
a. Mengangkat manusia ke derajat paling tinggi dan mulia.
b. Mengalirkan rasa kesederhanaan dan kesahajaan.
c. Membuat manusia menjadi suci dan benar
d. Memunculkan kepercayaan yang teguh dalam segala hal, tidak mempunyai
hubungan khusus dengan siapapun atau apapun yang menyebabkan rusaknya
iman.
e. Tidak mudah putua asa dengan keadaan yang dihadapi.
f. Menumbuhkan keberanian dalam diri manusia. Dalam hubungan ini ada dua hal
yang membuat manusia menjadi pengecut, yaitu takut mati, dan pemikiran yang
menyatakan bahwa ada orang lain selain Allah yang dapat mencabut nyawanya.
g. Mengembangkan sikap cinta damai dan keadilan, menghalau rasa cemburu,
dengki, dan iri hati.
h. Menjadi taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Syirik yaitu kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu
atau juga mempercayai hal-hal selain Allah Swt. Orang yang mempercayai hal tersebut
dinamakan Musyrik. Sedangkan orang musyrik itu adalah orang yang mempersekutukan.
Pengertian Musyrik menurut istilah yaitu orang yang menyembah dan mengakui adanya
Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah, baik Zat, Sifat, ataupun
perbuatan-Nya. Sikap syirik dapat merusak, bahkan dapat menggugurkan aqidah Islam.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai gerak hati, ucapan, dan perbuatan
kita terbawa kedalam kemusyrikan. Sebab ada syirik kecil dan syirik besar. Syirik kecil
dapat berubah menjadi syirik besar.
DAFTAR PUSTAKA
https://lathifashofi.wordpress.com/2011/05/10/makalah-syirik/
https://tafsirweb.com/1580-surat-an-nisa-ayat-48.html