0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
297 tayangan19 halaman

Konsep Syirik dalam Islam

Makalah ini membahas tentang konsep syirik dalam Islam. Secara umum dijelaskan bahwa syirik adalah mempersekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya, dan dibedakan menjadi syirik akbar dan syirik asghar beserta contoh-contohnya. [/ringkasan]"
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
297 tayangan19 halaman

Konsep Syirik dalam Islam

Makalah ini membahas tentang konsep syirik dalam Islam. Secara umum dijelaskan bahwa syirik adalah mempersekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya, dan dibedakan menjadi syirik akbar dan syirik asghar beserta contoh-contohnya. [/ringkasan]"
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP SYIRIK

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah


Akidah Islam

Dosen Pengampu:
Nasrudin Abdul Matin, M.Sos

Oleh:
Amin Jamiludin
Yusuf Maulana
Insan Septiana

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM TASIKMALAYA (IAIT)
TAHUN 2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
Rahmat, Taufiq, serta HidayahNya sehingga penyusunan makalah ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bapak Nasrudin Abdul
Matin, M.Sos sebagai dosen pengampu mata kuliah Akidah Islam yang telah
membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga apa
yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Ciamis, Maret 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan ..........................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................2
2.1 Pengertian Syirik ..........................................................................................2
2.2 Tingkatan Syirik dan Macam-macamnya ....................................................2
2.3 Bahaya Syirik ...............................................................................................5
2.4 Bentuk – bentuk syirik .................................................................................7
BAB III PENUTUP ..............................................................................................14
3.1 Kesimpulan ................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kehidupan setiap manusia tidak akan lepas dari unsur sosial yang
mempengaruhi pola pikir dan cara pandangnya. Dalam hal ini berkaitan erat
dengan unsur warisan kebudayaan yang berhubungan dengan suatu tradisi
yang masih dipercayai oleh masyarakat. Tradisi dalam sekelompok
masyarakat merupakan sesuatu yang sudah mendarah daging dari keturunan –
keturunan sebelumnya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu sebuah tradisi
bisa menjadi malapetaka apabila menyimpang dari ajaran agama, terutama
agama islam.
Perbuatan itu adalah menuhankan sesuatu selain Allah dengan
menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya, menaatinya, atau
melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan, kecuali hanya kepada
Allah SWT. Salah satu contohnya adalah sebuah tradisi yang mempercayai
atau menganggap sebuah benda mempunyai kekuatan. Tradisi ini merupakan
suatu tindakan syirik atau menyekutukan Allah. Dalam makalah ini akan
menyampaikan tentang pengertian, jenis dan dampak syirik.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian syirik?
2. Apa saja tingkatan dan macam – macam syirik?
3. Apa bahaya syirik?
4. Apa sajakah bentuk-bentuk syirik?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari syirik
2. Untuk mengetahui apa saja tingkatan dan macam – macam syirik
3. Untuk mengetahui bahaya syirik
4. Untuk mengetahui apa saja bentuk bentuk syirik

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Syirik


Syirik dari segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah
perbuatan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang
yang melakukan syirik disebut musyrik. Seorang musyrik melakukan suatu
perbuatan terhadap makhluk (manusia maupun benda) yang seharusnya
perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah seperti menuhankan sesuatu selain
Allah dengan menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya, menaatinya,
atau melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan kecuali hanya
kepada Allah SWT. Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni
semua dosa yang di lakukan oleh hambanya, kecuali dosa besar seperti syirik.
Firman Allah SWT:Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni
dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisaa’ 48)

2.2 Tingkatan dan Macam-macam syirik


Dilihat dari sifat dan tingkat sanksinya, syirik dapat dibagi menjadi
dua yaitu:
1. Syirik Akbar (Syirik Besar)
Syirik akbar merupakan syirik yang tidak akan mendapat ampunan
Allah. Syirik akbar dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu Zahirun
Jali (tampak nyata), yakni perbuatan kepada tuhan-tuhan selain Allah atau
baik tuhan yang berbentuk berhala, binatang, bulan, matahari, batu,
gunung, pohon besar, sapi, ular, manusia dan sebagainya. Demikian pula
menyembah makhluk-makhluk ghaib seperti setan, jin dan malaikat. Yang
kedua yaitu syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi) seperti meminta
pertolongan kepada orang yang telah meninggal. Setiap orang yang
menaati makhluk lain serta mengikuti selain dari apa yang telah

2
disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, berarti telah terjerumus kedalam
lembah kemusyrikan. Firman Allah SWT Artinya: “…dan jika kamu
menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang
musyrik.” (QS. Al-An’am: 121).
2. Syirik Asghar (Syirik Kecil)
Syirik asghar termasuk perbuatan dosa besar, akan tetapi masih ada
peluang diampuni Allah jika pelakunya segera bertobat. Seorang pelaku
syirik asghar dikhawatirkan akan meninggal dunia dalam keadaan kufur
jika ia tidak segera bertaubat. Contoh-contoh perbuatan syirik asghar
antara lain:
a) Bersumpah dengan nama selain Allah
Sabda rasulullah SAW: َ َ‫ََكَرَ َشا ََغِ َ َِْ َ َك َغ َق ِ فّٰ ِل ِِرَي َِغ ََف‬
‫ل َْ َن َم‬
Artinya: “Dan barang siapa yang bersumpah dengan selain nama
Allah, maka dia telah kufur atau syirik”. (HR. Tirmidzi).
b) Memakai azimat
Memakai azimat termasuk perbuatan syirik karena mengandung unsur
meminta atau mengharapkan sesuatu kepada kekuatan lain selain
Allah.
Sabda rasulullah SAW: ‫َ َِش َي َشاََْكَرَِ َ َك َغ َق ََقَفَعَ َن َم‬
Artinya: “Barangsiapa menggantungkan azimat, maka dia telah
berbuat syirik”. (HR. Ahmad).
c) Mantera
Mantera yaitu mengucapkan kata-kata atau gumam-gumam yang
dilakukan oleh orang jahiliyah dengan keyakinan, bahwa kata-kata
atau gumam-gumam itu dapat menolak kejahatan atau bala dengan
bantuan jin.
Sabda rasulullah SAW: ‫َِْ َ َ ََّ َاَ ِك َغقَ ِ ِٕغ َٮقَ ََِّ َ َ َشْ ُّق َر ِ َِن‬
Artinya: ”Sesungguhnya mantera, azimat dan guna-guna itu adalah
perbuatan syirik”. (HR. Ibnu Hibban).
d) Sihir
Sihir termasuk perbuatan syirik karena perbuatan tersebut dapat
menipu atau mengelabui orang dengan bantuan jin atau setan. Dan

3
dalam sebuah hadits disebutkan artinya: “Barangsiapa yang membuat
suatu simpul kemudian dia meniupinya, maka sungguh ia telah
menyihir. Barangsiapa menyihir, sungguh ia telah berbuat
syirik”. (HR. Nasa’i).
e) Peramalan
Yang dimaksud peramalan ialah menentukan dan memberitahukan
tentang hal-hal yang ghaib pada masa-masa yang akan datang baik itu
dilakukannya dengan ilmu perbintangan, dengan membaca garis-garis
tangan, dengan bantuan jin dan sebagainya. Rasulullah SAW bersabda
artinya: “Barangsiapa yang mempelajari salah satu ilmu perbintangan,
maka ia telah mempelajari sihir”(HR. Abu Daud). Yang dimaksud
ilmu perbintangan dalam hadits ini bukanlah ilmu perbintangan yang
mempelajari tentang planet yang dalam ilmu pengetahuan disebut
astronomi.
f) Dukun dan tenung
Dukun ialah orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang
ghaib pada masa datang, atau memberitahukan apa yang tersirat dalam
naluri manusia. Adapun tukang tenung adalah nama lain dari peramal
atau dukun, atau orang-orang yang mengaku bahwa dirinya dapat
mengetahui dan melakukan hal-hal yang ghaib, baik dengan bantuan
jin atau setan, ataupun dengan membaca garis tangan. Dalam sebuah
hadits diterangkan artinya: “Dari Wailah bin Asqa’i ra berkata: aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa datang kepada
tukang tenung lalu menanyakan tentang sesuatu, maka terhalanglah
tobatnya selama empat puluh hari. Dan bila mempercayai perkataan
tukang tenung itu, maka kafirlah ia”. (HR. Thabrani).
g) Bernazar kepada selain Allah
Dalam masyarakat masih dijumpai seseorang bernazar kepada selain
Allah. Misalnya seseorang bernazar, “Jika aku sembuh dari penyakit
aku akan mengadakan sesajian ke makam wali”. Perbuatan seperti itu
adalah perbuatan yang sesat. Firman Allah SWT artinya: “Apa saja
yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan maka

4
sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim
tidak ada seorang penolongpun baginya”. (QS. Al-Baqarah: 270).
h) Riya
Riya adalah beramal bukan karena Allah, melainkan karena ingin
dipuji atau dilihat orang. Riya termasuk syirik, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW artinya: “Sesuatu yang amat aku takuti yang akan
menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi ditanya tentang hal ini, maka
beliau menjawab, ialah Riya”. (HR. Ahmad).

2.3 Bahaya Syirik


1. Syirik Ashghar (tidak mengeluarkan dari agama).
a. Merusak amal yang tercampur dengan syirik ashghar.
Dari Abu Hurairah radiallahu anhu marfu (yang terjemahannya):
Allah berfirman: “Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari kalian, barang
siapa yang melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku
padanya selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya”.
(Riwayat Muslim, kitab az-Zuhud 2985, 46).
b. Terkena ancaman dari dalil-dalil tentang syirik, karena salaf
menggunakan setiap dalil yang berkenaan dengan syirik akbar untuk
syirik ashghar. (Lihat al-Madkhal, hal 124).
c. Termasuk dosa besar yang terbesar.
2. Syirik Akbar
a. Kezhaliman terbesar.
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya syirik itu
kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13).
b. Menghancurkan seluruh amal.
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya jika
engkau berbuat syirik, niscaya hapuslah amalmu, dan benar-benar
engkau termasuk orang yang rugi”. (QS. Az-Zumar: 65).
c. Jika meninggal dalam keadaan syirik, maka tidak akan diampuni
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

5
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya, Allah tidak
akan mengampuni jika disekutukan, dan Dia akan mengampuni selain
itu (syirik) bagi siapa yang (Dia) kehendaki. (QS. An-Nisa: 48, 116).
d. Pelakunya diharamkan masuk surga.
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya barang
siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah
baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang
zhalim itu seorang penolong pun”. (QS. Al-Maidah: 72).
e. Kekal di dalam neraka.
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya orang
kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke
neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah
seburuk-buruk makhluk”. (QS. Al-Bayyinah: 6).
f. Syirik adalah dosa paling besar.
Firman Allah Ta’ala (yang terjemahannya): “Sesungguhnya Allah
tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan
Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu. Bagi siapa yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya”. (QS. An-Nisa: 116).
g. Perkara pertama yang diharamkan oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang terjemahannya):
“Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar
hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan)
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menu-
runkan hujjah untuk itu dan (meng-haram-kan) mengada-adakan
terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Araaf: 33).
h. Dosa pertama yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lihat Quran surah Al-Anaam: 151.
Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu
oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu
dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan

6
janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan,
Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan
janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang
nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan
dengan sesuatu (sebab) yang benar” Demikian itu yang diperintahkan
kepadamu supaya kamu memahami(nya).
( Qs. Al-Anam )
i. Pelakunya adalah orang-orang najis (kotor) akidahnya.
Allah Ta’ala berfirman (yang terjemahannya): “Hai orang-orang yang
beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis”. (QS. At-
Taubah: 28).

2.4 Bentuk – Bentuk Syirik


1. Syirik Kontemporer
Saat ini syirik telah bermetamorfosa dengan sangat sempurna perubahan
wujudnya dimana orang yang tidak mempunyai pemikiran untuk berfikir
dari perspekif lain akan sulit sekali membedakannya. Syirik kontemporer
ini menyebabkan manusia tidak bisa mengelak dan terpaksa mengikutinya.
Hal ini terjadi karena semuanya telah menjadi sistem yang telah terbukti
sekali kebobrokanya. Syirik ini sangat banyak sekali jumlah turunanya
bukan hanya dari sihir dan perdukunan tetapi siyirik kontemporer brupa
demokrasi, kapitalis, sosialis dan budaya sekularisme.banyak orang yang
mengaku jika tuhan mereka adalah Allah hanya ada dimasjid ketika
mereka sholat dengan khusyu didalamnya.namun setelah keluar mereka
melakukan hal-hal yang dilarang Allah.
Macam-macam syirik kontemporer Syirik kontemporer terbagi menjadi 2
macam, yaitu :
 Syirik besar
Syirik besar ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan
menjadikanya kekal di neraka, jika ia meninggal dan belum bertaubat
daripadanya.

7
 Syirik kecil
Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam,
tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada
syirik besar.
2. Syirik dalam bidang seni dan budaya
a) Bidang seni
Seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari kehidupan sehari-
hari dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan
manusia. Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa seni
merupakan ciptaan manusia yang menghasilkan karya, karya yang
memiliki keindahan / estetis karya yang mengandung makna simbolik.
Karena bernyanyi dan bermain musik adalah bagian dari seni, maka
kita akan meninjau lebih dahulu definisi seni, sebagai proses
pendahuluan untuk memahami fakta (fahmul waqi’) yang menjadi
objek penerapan hukum. Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan
bahwa seni adalah penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa
manusia, yang dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke
dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (seni suara),
indera pendengar (seni vokal), atau dilahirkan dengan perantaraan
gerak (seni tari, drama) (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam
Pandangan Islam. Adapun seni musik (instrumental art) adalah seni
yang berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari
alat-alat musik tersebut Kemudian muncullah beberapa pendapat dari
para Ulama tentang Seni itu sendiri. Ada ulama yang mengharamkan
dan ada juga Ulama yang menghalalkan perihal seni ini. Adapun
alesan mengapa para Ulama mengharamkan seni ,salah satunya yaitu
nyanyian yang disertai dengan kemaksiatan atau kemunkaran, baik
berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi’il), atau sarana (asy-yâ’),
misalnya disertai khamr, zina, penampakan aurat, ikhtilath (campur
baur pria–wanita), atau syairnya yang bertentangan dengan syara’,
misalnya mengajak pacaran, mendukung pergaulan bebas,
mempropagandakan sekularisme, liberalisme, nasionalisme, dan

8
sebagainya. Nyanyian halal didasarkan pada dalil-dalil yang
menghalalkan, yaitu nyanyian yang kriterianya adalah bersih dari
unsure kemaksiatan atau kemunkaran. Jadi Syirik dibidang Seni yaitu
perbuatan manusia yang timbul dari kehidupan sehari-hari yang tidak
bertentangan dengan Syari’at Islam. Demikian materi Seni dalam
Perspektif / Pandangan Islam, dimana Seni dapat dihalalkan dan
diharamkan sesuai situasi dan Kondisi nya. Seni juga dapat menjadi
media penyampaian dakwah, seperti Wayang yang digunakan oleh
para Wali Songo di Indonesia untuk berdakwah.
b) Bidang Budaya
Aktifitas-aktifitas seperti mengunjungi para wali, mempersembahkan
hadiah dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan
keuntungan atau kesusahan, mengunjungi kuburan mereka, mengusap-
usap kuburan tersebut dan memohon keberkahan kepada kuburan
tersebut. Seakan-akan Allah Ta’ala sama dengan penguasa dunia yang
dapat didekati dari para tokoh mereka, dan orang-orang dekatnya.
Bahkan manusia telah melakukan syirik apabila mereka mempercayai
bahwa pohon kurma, pepohonan lain, sandal atau juru kunci makam,
dapat diambil berkahnya, dengan tujuan agar mereka dapat
memperoleh keuntungan. Pencemaran terhadap ajaran Islam yang
murni bermula di masa pemerintahan Islam Abbasiyah di
Baghdad. Kemajuan ilmu pengetahuan di zaman itu telah menyeret
kaum Muslimin untuk ikut pula memasyarakatkan filsafat Yunani dan
Romawi. Selain itu, pengaruh mistik platonik dari budaya Rusia ikut
menimbulkan pengaruh negatif pada ajaran Islam. Puncaknya adalah
berbagai macam kebatilan dan takhayul yang dipraktikkan kaum
Hindu mulai diikuti orang-orang Islam. Wilayah Arab, sebagai tempat
kelahiran Islam pun tidak luput dari pengaruh buruk tersebut, sehingga
harus dilukakan pembersihan terhadap anasir-anasir asing yang
merusak kemurnian Islam.

9
3. Syirik dalam Bidang Politik dan Pemerintahan
a) Bidang Politik
Kita mungkin sering menjumpai dikalangan dai-dai harokah orang-
orang yang mengatakan : Sesungguhnya tauhid itu adalah tauhid
hakimiyah yaitu mewujudkan syariat Islam dalam hudud (hukum-
hukum yang berkaitan dengan potong tangan bagi pencuri, rajam bagi
pezina muhshon dan sebagainya), muamalah, perjanjian dan lain-lain.
Syariat dan politik menurut mereka bagaikan dua sisi mata uang.
Syirik menurut mereka adalah syirik politik. Tidak diragukan lagi, ini
merupakan penyelewengan akan makna tauhid yang diperintahkan
Allah kepada hamba-hambaNya, serta penyelewengan akan makna
syirik yang Allah telah melarang mereka darinya. Maka inilah
sebagian dari penjelasan yang merupakan bentuk pelurusan akan apa
yang mereka (para dai harokah) ucapkan diatas.
 Sesungguhnya metode dakwah itu tetap dan tidak boleh berubah.
Dakwah itu adalah ibadah dan ibadah kapan pun juga haruslah
berdasarkan syariat Allah dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta Sunnah Khulafa Rasyidin
Radhiyallahu ‘anhum
 Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengkisahkan kepada kita
sebagian kisah-kisah para Rasul –sholawatullahi ‘alaihi wa
salaamuhu ‘alaihin- dari Nuh hingga Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam. Tidak ada sedikitpun perubahan dalam pondasi
dakwah mereka meski pun adanya perbedaan tempat, waktu dan
peradaban. Tidak pula terjadi perubahan pada memulai dakwah
mereka (yaitu dakwah kepada tauhid ibadah)
 Sesungguhnya semua Nabi dan Rasul memulai dakwah mereka
dengan seruan agar manusia mengesakan Allah dalam beribadah
dan meniadakan (segala bentuk kesyirikan). Dan ini makna kalimat
Laa ilaaha illallahu (Tiada yang berhak disembah dengan benar
kecuali Allah).

10
b) Bidang Pemerintahan
Belakangan berkembang kelompok yang memperkenalkan konsep
syirik dalam pemerintahan. Istilah mereka, syirkul qushur. Disebut
syirik karena dianggap bertentangan dengan konsep tauhid. Dalam
pandangan mereka, tauhid juga harus diimplementasikan dalam urusan
pemerintahan. Tauhid menurut mereka berarti hanya mengakui Allah
sebagai pencipta (rububiyah), memurnikan ibadah hanya kepada Allah
(uluhiyah), dan hanya Allah yang berhak membuat aturan (hakimiyah).
Ketika hak membuat peraturan hanya milik Allah, tidak boleh ada
makhluk yang membuat peraturan di luar peraturan-Nya. Membuat
peraturan di luar peraturan Allah berarti menempatkan manusia pada
posisi Allah. Hal ini sama dengan mengakui Tuhan selain Allah.
4. Syirik dalam Bidang Ekonomi
Syirik dalam Bidang Ekonomi dapat terjadi karena adanya hawa nafsu
manusia yang tidak ada batasan kepuasan atas apa yang di miliki dan apa
yang telah Allah SWT berikan kepadanya. Syirik dengan sendirinya akan
muncul dan mempengaruhi cara berfikir manusia tentu saja di bantu olah
syaitan, karena sesungguhnya syaitan menyukai hal-hal yang di benci oleh
Allah SWT.
Contoh syirik didalam bidang ekonomi atau dengan kata lain mengubah
nasib ekonomi seseorang, dapat dimisalkan dengan cara menggunakan
anak panah dimana ada tiga buah anak panah yang masing-masing
memiliki maksud dan tujuan untuk mnegundi tujuan, pilihan dan yang
akan di lakukan. Kemudian anak panah tersebut di lepaskan dimana salah
satu anak panah tersebut nenacap tepat pada sasaran dengan tujuan yang
terdapat di gagang anak panah tersebut, itulah yang menjadi landasan
bertindak, bergerak dan menjalani apa yang terdapat di dalamnya.
Contoh lainnya didalam dunia perekonomian banyak sekali orang-orang
yang mencurangi untuk mendapatkan keuntungan lebih dimana tindakan
tersebut sangat jelas merugikan orang lain. Tindakan seperti itu merupakan
salah satu perbuatan syirik dimana mereka tidak memiliki keyakinan akan
kuasa Allas SWT dan tidak mengikuti Al-qur’an, dimana segala sesuatu

11
di ajarkan dan berfungsi sebagai manual instruction ( Instruksi manual )
atau pegangan hidup agar manusia dapat terhindar dari segala suatu yang
Alloh benci. Contoh lain yang dapat di lihat seperti berjudi, togel, dan hal
negative lain yang sifatnya mempertaruhkan akan nasib dirinya.
5. Syirik dalam Bentuk Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan juga dapat menimbulkan perbuatan syirik yaitu dengan
menyekutukan Allah dengan tidak mempercayai adanya firman – firman
Allah yang telah di jelaskan dalam Al-Qur’an secara terperinci dan tetap
mempercayai atau mengagungkan suatu pengetahuan penemuan –
penemuan sendiri atau dari ilmuan. Syirik dalam bidang pengetahuan juga
bisa disebut dengan “syirku Al-‘Ilmi” Inilah syirik yang umumnya terjadi
pada ilmuan. Mereka mengagungkan ilmu sebagai maha segalanya.
Mereka tidak mempercayai pengetahuan yang diwahyukan Allah.
Sebagai contoh Darwin mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, hal
seperti inilah yang menyebabkan syirik karena tidak mempercayai firman
Allah bahwa asal mula manisia di dunia adalah adam yang langsung
diciptakan oleh Allah dan hawa yang diciptakan dari tulang rusuk adam
seperti yang dijelaskan berikut:
Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam) di dalam Al Qur’an dijelaskan
bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian
dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah
sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi
hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya : “Yang
membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah“. (QS. As Sajdah (32) : 7)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah
liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk“. (QS. Al
Hijr (15) : 26)
Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan
manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah
Hadits Rasulullah saw bersabda : “Sesunguhnya manusia itu berasal dari
Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah“. (HR. Bukhari) Proses

12
Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa) Pada dasarnya segala sesuatu yang
diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-
pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak
menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini
dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya : “Maha Suci Tuhan
yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang
ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam
surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu : “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada
Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari
padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah
memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak…”
(QS. An Nisaa’: 1) Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim dijelaskan : “Maka sesungguhnya perempuan itu
diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim). Bukan hanya
pengemuka tentang manusia berasal dari kera yang mendapat dosa besar
dan syirik tapi semua orang yang mempercayai pengetahuan tentang
manusia yang berasal dari kera juga ikut mendapatkan dosa besar dan
syirik. Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik
kepadaNya, jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Syirik, dalam konteks bahasa, berarti mempersekutukan, sementara
dalam konteks agama Islam, syirik adalah perbuatan yang mempersekutukan
Allah dengan sesuatu yang lain. Dalam Islam, syirik merupakan dosa besar
yang tidak akan diampuni oleh Allah. Syirik dapat dibagi menjadi dua
tingkatan, yaitu syirik akbar (syirik besar) dan syirik asghar (syirik kecil).
Syirik akbar adalah perbuatan yang mengeluarkan pelakunya dari agama
Islam, sedangkan syirik asghar masih dapat diampuni jika pelakunya segera
bertaubat.
Bentuk-bentuk syirik yang sering terjadi antara lain:
1. Syirik Kontemporer: Syirik yang terjadi dalam kehidupan kontemporer,
seperti menyekutukan Allah dengan keyakinan atau ideologi tertentu
seperti demokrasi, kapitalisme, dan sosialisme.
2. Syirik dalam Bidang Seni dan Budaya: Contohnya adalah pengagungan
terhadap seni atau budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti
mempercayai bahwa karya seni tertentu memiliki kekuatan magis atau
keberkahan.
3. Syirik dalam Bidang Politik dan Pemerintahan: Terjadi ketika pemerintah
atau pemimpin meletakkan hukum mereka di atas hukum Allah, atau
ketika seseorang menganggap bahwa keputusan politik harus dilandaskan
pada prinsip-prinsip yang bertentangan dengan ajaran Islam.
4. Syirik dalam Bidang Ekonomi: Misalnya, melakukan perjudian atau
mencurangi dalam bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang tidak halal.
5. Syirik dalam Bentuk Ilmu Pengetahuan: Terjadi ketika seseorang
mempercayai pengetahuan atau teori yang bertentangan dengan ajaran
Islam, seperti teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia berasal dari
kera.

14
Syirik memiliki berbagai bahaya, termasuk merusak amal yang
dilakukan, menghancurkan seluruh amal kebaikan, dan jika meninggal dalam
keadaan syirik, seseorang tidak akan diampuni oleh Allah. Oleh karena itu,
penting untuk menjauhi segala bentuk syirik dan memperbanyak ibadah
kepada Allah semata.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/33347051/Makalah_kemuhammadiyahan
Abdullah, Syaikh. 2006. “Syirik Politik?”, https://almanhaj.or.id/1907-syirik-
politik.html diakses pada 25 Oktober 2019.
Ardiansyah. 2012. Aqidah Islam. Makalah. Dikutip dari
https://ardhi21.blogspot.com/2012/10/makalah-aqidah-islam_260.html . 18
Oktober 2019.
Busthomi, Iqbal. 2015. “Syirik Kontemporer”,
https://beeteach.wordpress.com/2015/10/15/syirik-kontemporer/ diakses
pada 25 Oktober 2019.
Huda, M. Khoirul. 2018. “Adakah Syirik Pemerintahan?”,
https://islami.co/adakah-syirik-pemerintahan/ diakses pada 25 Oktober
2019.
Ilhamsyah, Taupik. 2019. Syirik Kontemporer. Makalah. Dikutip dari
https://alqomartasikmalaya.wordpress.com/2019/03/20/syirik-
kontemporer-syirik-bidang-seni-budaya-syirik-bidang-politik-
pemerintahan/ . 25 Oktober 2019.
Ilyas, Yunahar. 2017. “Aqidah Muhammadiyah itu Wahabi”,
https://www.konsultasisyariah.in/2017/04/yunahar-ilyas-akidah-
muhammadiyah-itu-wahabi.html diakses pada 17 Oktober 2019.
Prasetya, Inmas, Aziz.2015. “Study Islam: Syirik Dalam Bidang Ilmu
Pengetahuan”, https://blog.uad.ac.id/aziz1300001150/2015/01/14/study-
islam-syirik-dalam-bidang-ilmu-pengetahuan/ diakses pada 25 Oktober
2019.
Idris, Mardjoko. 2017. Islam Interdisipliner. Yogyakarta: Badan Diskusi
Mahasiswa Fakultas Tehnik UAD.

16

Anda mungkin juga menyukai