Anda di halaman 1dari 34

1

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Konsep Dasar Keluarga

1. Pengertian

Keluarga adalah kumpulan dua orang manusia atau lebih, yang

satu sama lain yang saling terikat secara emosional, serta bertempat

tinggal yang sama dalam satu daerah yang berdekatan (Friedman, 2010)

Keluarga adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia sebagai

satu kesatuan atau unit masyarakat yang terkecil dan biasanya, tapi tidak

selalu pada hubungan darah, ikatan perkawinan, atau ikatan lain, mereka

hidup bersama dalam satu rumah, dibawah asuhan seorang kepala

keluarga (Depkes,RI 2012).

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan

ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual

dan materil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan

yang selaras, serasi dan seimbang antara anggota keluarga dan

masyarakat serta ingkungannya (Sudiharto, 2012).

Dari kedua defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga

adalah :

a. Unit terkecil dari masyarakat

b. Terdiri atas dua orang atau lebih

c. Adanya ikatan pekawinan atau pertalian darah

8
2

d. Hidup dalam satu rumah tangga

e. Di bawah asuhan kepala keluarga

f. Berinteraksi diantara anggota keluarga

g. Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing- masing

h. Menciptakan dan mempertahankan kebudayaannya

Keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang

diberikan melalui praktik keperawatan dengan sasaran keluarga.

2. Tipe Keluarga

Menurut Abi (2012)

a. Tradisional nuclear (keluarga inti) adalah keluarga yang terdiri dari

ayah,ibu,dan anak

b. Ekstended family (keluarga besar) adalah keluarga inti di tambah

dengan sanak saudara, misalnya nenek,kakek dan sebagainya.

c. Reconstituted nuclear adalah pembentukan baru dari keluarga inti

memiliki perkawinan kembali suami atau istri, tinggal serumah

dengan anak baik dari perkawinan lama maupun perkawinan baru.

d. Nidle age adalah keluarga yang suami mencari uang , istri di rumah

atau keduanya, anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah atau

bekerja.

e. Dyadic nuclear adalah suami atau istri yang sudah beerumur dan

sudah di tinggalkan oleh anaknya.

f. Dual carrier adalah suami atau istri orang karir tanpa mempunyai

anak.
3

g. Single parent adalah satu orang tua akibat perceraian atau kematian

h. Commuter married suami istri keduanya orang karir dan tinggal

serumah dengan jarak tertentu dan berkumpul pada waktu tertentu.

i. Single adult adalah wanita atau pria tinggal sendiri tanpa ada

keinginan untuk kawin.

j. Tree generation adalah tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu

rumah.

k. Comunal adalah satu rumah tinggal dua atau lebih yang monogamy

dengan fasilitas bersama.

l. Group married adalah serumah tinggal orang tua dan keturunannya

yang merupakan satu kesatuan keluarga.

m. Unmerried parent child adalah ibu dan anak dimana perkawinan

tidak di kehendaki

n. Cohibing couple adalah dua atau satu pasangan tinggal serumah

tanpa perkawinan.

3. Struktur Keluarga

Menurut Abi (2012), struktur keluarga adalah

a. Patrilineal adalah keluarga yang sedarah yang terdiri dari sanak

saudara dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu di susun

melalui jalur ayah.


4

b. Matrilineal adalah keluarga yang sedarah yang terdiri dari sanak

saudara dalam beberapa generasi, diamana hubungan itu di susun

melalui jalur ibu.

c. Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga

sedarah ibu

d. Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga

sedarah suami.

e. Keluarga kawinan adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi

Pembina keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian

keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

4. Ciri-ciri struktur keluarga Menurut Suprajitno (2010)

a. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara

anggota keluarga.

b. Ada keterbatasan : setiap anggota keluarga memiliki kebebasan, tetapi

juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya

masing-masing

c. Ada perbedaaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai

peranan adan fungsinya masing-masing.

5. Struktur dan fungsi keluarga Menurut Suprajitno (2010)

Setiap anggota keluarga mempunyai struktur peran formal dan

informal. Misalnya, ayah mempunyai peran formal sebagai anggota


5

kepala keluarga dan pencari nafkah. Peran informal ayah sebagai

penuntun dan pelindung keluarga.

Menurut Friedman 2010 lima fungsi dasar keluarga adalah

sebagai berikut :

a. Fungsi afektif

Adalah fungsi internal keluarga untuk memenuhi kebutuhan

psikososial, saling mengasuh dan memberikan cinta kasih serta saling

menerima dan mendukung.

b. Fungsi sosialisasi

Adalah proses perkembangan dan perubahan individu keluarga,

tempat anggota keluarga berinteraksi social dan belajar berperan di

lingkungan sosial.

c. Fungsi reproduksi

Adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan keturunan dan

menambah sumber daya masyarakat.

d. Fungsi ekonomi

Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga,

seperti sandang, pangan, dan papan.

e. Fungsi perawatan keluarga

Adalah kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga

yang mengalami masalah kesehatan.


6

6. Peran Keluarga

Menurut Zaidin (2010)

a. Peran ayah

1) Sebagai suami

2) Sebagai bapak

3) Mencari nafkah

4) Pendidik

5) Pelindung

6) Pemberi rasa aman

7) Anggota masyarakat

b. Peran ibu

1) Sebagai istri

2) Sebagai ibu

3) Pengurus rumah tangga

4) Pengasuh

5) Pendidik

6) Anggota masyarakat

7) Mencari nafkah

c. Peran anak

Melaksanakan peran psikososial sesuai tumbuh kembang


7

7. Peran Perawat Keluarga

Menurut Sudiharto (2012)

Peran perawat keluarga adalah sebagai berikut :

a. Sebagai pendidik

Perawat bertangung jawab memberikan pendidikan kesehatan

kepada keluarga , terutama untuk memandirikan keluarga dalam

merawat anggota keluarga yang memeiliki masalah kesehatan .

b. Sebagai koordinator pelaksana pelayanan keperawatan

Perawat bertanggung jawab memberikan pelayanan keperawatan

yang komprehensif . pelayanan keperawatan yang berkesinambungan

diberikan untuk menghindari kesenjangan antara keluarga dan unit

pelayanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit)

c. Sebagai pelaksana pelayanan perawatan

Pelayanan keperawatan dapat diberikan kepada keluarga melalui

kontak pertama dengan anggota keluarga yang sakit yang memiliki

masalah kesehatan .

d. Sebagai supervisor pelayanan keperawatan

Perawat melakukan supervisi ataupun pembinaan terhadap

keluarga melalui kunjungan rumah secara teratur , baik terhadap

keluarga berisiko tinggi maupun yang tidak . Kunjungan rumah

tersebut dapat direncanakan terlebih dahulu atau secara mendadak .


8

e. Sebagai pembela (Advokat)

Perawat berperan sebagai advokat keluarga untuk melindungi hak-

hak keluarga sebagai klien . Perawat diharapkan mampu mengetahui

harapan serta memodifikasi sistem pada perawtan yang diberikan

untuk memenuhi hak dan kebutuhan keluarga .

f. Sebagai fasilitator

Perawat dapat menjadi tempat bertanya individu, keluarga, dan

masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan dan keperawatan

yang mereka hadapi sehari hari serta dapat membantu memberikan

jalan keluar dalam mengatasi masalah .

g. Sebagai peneliti

Perawat keluarga melatih keluarga untuk dapat masalah masalah

kesehatan yang dialami oleh anggota keluarga . Masalah kesehatan

yang muncul didalam keluarga biasanya terjadi menurut siklus atau

budaya yang dipraktikan keluarga.

8. Tugas pokok keluarga

Menurut Padila (2012)

a. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggota keluarga

b. Memelihara sumber daya yang ada

c. Pembagian tugas sesuai kedudukan masing masing

d. Sosialisasi antar keluarga

e. Pengaturan jumlah anggota keluarga


9

f. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga

g. Penempatan anggota keluarga ke dalam masyarakat

h. Membangkitkan dorongan dan semangat anggota keluarga

9. Tahap-tahap perkembangan keluarga menurut (Sudiharto,2012)

Setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya secara

unik,namun secara umum seluruh keluarga mengikuti pola yang sama.

Adapun tahap-tahap perkembangan keluarga yaitu :

a. Pasangan baru ( beginning family )

Keluarga di mulai dari saat masing-masing individu laki-laki dan

perempuan membentuk keluarga baru melalui perkawinan yang sah

dan meninggalkan keluarga masing-masing.

Tugas-tugasnya :

1) Membina hubungan intim yang memuaskan

2) Menetapkan tujuan bersama

3) Membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan kelompok

social.

4) Merencanakan KB

5) Menyesuaikan diri dengan kehamilan dan mempersiapkan diri

menjadi orang tua.

b. Keluarga kelahiran anak pertama (child bearing)

keluarga yang menantikan kelahiran di mulai dari kehamilan sampai

kelahiran anak pertama berusia 30 bulan.


10

Tugas-tugas perkembangannya :

1) Persiapan menjadi orang tua

2) Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi,

hubungan seksual dan kegiatan.

3) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.

c. Keluarga dengan anak pra sekolah (families with preschool)

Tahap ini di mulai dari saat kelahiran anak berusia 2,5 tahun dan

berakhir saat anak berusia 5 tahun. Tugas- tugas perkembangannya :

1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga, seperti tempat

tinggal,privasi dan rasa aman.

2) Membantu anak untuk bersosialisasi

3) Beradaptasi dengan anak baru lahir, sementara kebutuhan anak

yang lain juga di penuhi.

4) Mempertahankan hubungan yang sehat di dalam maupun di luar

keluarga maupun masyarakat.

5) Pembagian waktu untuk individu, pasangan,dan anak.

6) Pembagian tanggung jawab anggota keluarga.

7) Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak.

d. Keluarga dengan anak usia sekolah (families with school children)

Tahap ini dimulai pada anak yang tertuanya memasuki sekolah pada

usia 6 tahun dan berakhir pada usia 12 tahun

Tugas- tugas perkembangannya :

1) Mensosialisasikan anak termasuk meningkatkan prestasi


11

2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan

3) Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga

e. Keluarga dengan anak remaja (families with teenagers)

Tahap ini di mulai pada anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya

berakhir sampai pada usia 19-20 tahun.

Tugas- tugas perkembangannya :

1) Menyeimbangka kebebasan dengan dengan tanggung jawab

2) Memfokuskan kembali hubungan perkawinan

3) Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak

f. Keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan ( launcing center

families)

Tahap ini di mulai saat anak pertama meninggalkan rumah dan

berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah.

Tugas- tugas perkembangannya :

1) Memperluas siklus keluarga inti menjadi keluarga besar

2) Mempertahankan keintiman pasangan

3) Membantu orang tua memasuki masa tua

4) Membantu anak untuk mandiri di masyarakat

g. Keluarga dengan usia pertengahan (middle age families)

Tahap ini di mulai pada saat anak terakhir meninggalkan rumah dan

berakhir saat pension atau salah satu pasangan meninggal.

Tugas-tugas perkembangannya :

1) Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan


12

2) Mempertahankan hubungan yang memuaskan antara lansia dan

anak

3) Memperkokoh hubungan perkawinan

h. Keluarga dengan usia lanjut

Tahap ini perkembangan keluarga ini adalah di mulai pada saat salah

satu pasangan pensiun, berlanjut salah satu pasangan meninggal

sampai keduanya meninggal.

Tugas-tugas perkembangnnya :

1) Mempertahankan aturan hidup yang memuaskan

2) Menyesuaikan terhadap penurunan

3) Mempertahankan hubungan perkawinan

4) Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan

5) Menerima kematian pasangan.

B. Konsep Dasar Keluarga dengan Tahap Perkembangan Anak Usia

Sekolah ( families with children)

Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia 6 tahun dan

berakhir pada usia 12 tahun. Pada fase ini umumnya keluarga mencapai

jumlah anggota keluarga maksimal, sehingga keluarga sangat sibuk. Selain

aktivitas di sekolah, masing-masing anak memliki akitivitas dan minat

sendiri. Demikian pula orang tua yang mempunyai aktivitas sendiri yang

berbeda dengan anak. Untuk itu keluarga perlu bekerja sama untuk mencapai

tugas perkembangan. (Abi Muhlisin 2012 )


13

Tugas orang tua pada masa ini adalah mempelajari untuk berdaptasi

dengan perpisahan anak atau yang lebih sederhana, melepaskan anak.

Hubungan dengan sebaya dan akitivitas di luar rumah semakin memainkan

peranan yang lebih besar dalam kehidupan anak usia sekolah. Masa ini diisi

dengan aktivitas keluarga, tetapi juga terdapat kekuatan yang secara bertahap

mendorong anak untuk berpisah dari keluarga sebagai persiapan masa untuk

remaja. Orang tua yang memiliki hobi di luar hobi anak-anaknya akan jauh

lebih mudah membuat perpisahan secara bertahap. Namun dalam kasus ketika

peran ibu merupakansatu-satunya peran inti dan penting dalam kehidupan

wanita, proses perpisahan ini dapat sangat menyakitkan.(Friedman,2010)

Selama tahap ini, orang tua merasa adanya tekanan kuat dari komunitas

luar yaitu melalui sistem sekolah dan asosiasi di luar keluarga lainnya untuk

menyesuaikan diri dengan standar komunitas untuk anak. Hal ini cenderung

memengaruhi keluarga kelas menengah untuk lebih menekankan pada nilai

pencapaian dan produktivitas yang tradisional, dan menyebabkan keluarga

keluarga kelas pekerja dan banyak keluarga miskin merasa terasing karena

konflik dengan nilai sekolah dan atau komunitas.(Friedman,2010)

Bekerja dengan keluarga dengan peran sebagai konselor dan pendidik

dalam bidang kesehatan, selain itu untuk memulai rujukan yang layak untuk

skrining lanjutan, membutuhkan energy yang sangat banyak dari seorang

perawat sekolah. Ia juga bertindak sebagai narasumber bagi guru sekolah ,

memungkinkan guru mampu menangani kebutuhan- kebutuhan kesehatan

individu atau yang telah lazim dari siswa-siswa secara efektif. Fungsi perawat
14

kesehatan disini di samping fungsi rujukan, mengajar, dan memberikan

konseling kepada orang tua mengenai kondisi tersebut akan membantu

keluarga melakukan koping sehingga pengaruh yang merugikan dari cacat

tersebut pada keluarga dapat di minimalkan (Friedman,2010)

Salah satu tugas orang tua yang sangat penting dalam

mensosialisasikan anak pada saat ini meliputi meningkatkan prestasi anak di

sekolah. Tugas keluarga yang signifikan lainnya adalah memperthankan

hubungan perkawinan yang bahagia. Sekali lagi di laporkan bahwa

kebahagiaan perkawinan selama tahap ini menurun. Dua buah penelitian yang

besar menguatkan observasi ini. Meningkatkan komunikasi yang terbuka dan

mendukung hubungan suami istri merupakan hal yang vital dalam bekerja

dengan keluarga dalam anak usia sekolah. (Friedman,2010)

Masalah kesehatan tahap ini keluarga anak usia sekolah adalah :

1. Orang tua akan mulai berpisah dengan anak karena anak sudah mulai

memlki banyak teman sebaya, hati-hati dengan pengaruh lingkungan anak

2. Orang tua mengalami banyak tekanan dari luar, misalnya dari sekolah dan

komunikasi

3. Kecacatan atau kelemahan anak tampak pada periode ini melalui

pengamatan perawat sekolah dan guru. Mereka dapat mendeteksi

gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan bicara, kesulitan

belajar, gangguan tingkah laku dan lain-lain.(Zaidin, 2010)


15

C. KARIES GIGI

1. Pengertian

Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu

proses demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan

gigi oleh asam organis yang berasal dari makanan yang mengandung

gula. Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai

di rongga mulut bersama-sama dengan penyakit periodontal,

sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut

(Rudloph, dkk, 2012).

Mekanisme terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya

plak di permukaan gigi. Sukrosa (gula) dari sisa makanan dan

bakteri berproses menempel pada waktu tertentu berubah menjadi

asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis. Hal ini

menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies

gigi. Penurunan pH yang berulang-ulang dalam waktu tertentu

akan mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi yang rentan dan

proses karies pun dimulai dari permukaan gigi (pits, fissur dan

daerah interproksimal) meluas ke arah pulpa (Behrman, dkk., 2010).

Karies gigi adalah lesi gigi destruktif, progresif, yang jika

tidak diobati akhirnya mengakibatkan destruksi total gigi yang terkena.

Ini merupakan penyakit multifaktorial dengan 4 faktor utama yang

saling mempengaruhi: hospes (terutama ludah dan gigi), mikroflora,

subtrat atau diet, dan waktu. Demineralisa si yang memulai

pembentukan karies disebabkan oleh sekresi asam oleh bakteri yang


16

mengkolonisasi gigi yang rentan dan fermentasi diet karbonhidrat

(Rudloph, dkk, 2012).

Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronik yang saling

mempengaruhi individu pada segala usia; karies gigi merupakan

masalah oral yang utama pada anak dan remaja (Wong, dkk., 2008).

Perkembangan karies gigi tergantung dari hubungan yang kritis antara

permukaan gigi, diet karbonhidrat, dan bekteri mulut yang spesifik

(Behrman, dkk., 2010).

Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa karies gigi adalah

kerusakan pada gigi yang diawali dengan adanya plak dipermukaan gigi

dari sisa makanan dan bakteri yang menyebabkan perubahan warna dan

pembentukan lobang pada gigi serta rasa nyeri (Rudloph,dkk 2012).

2. Etiologi Terjadinnya Karies Gigi

Menurut Mansyoer (2009), faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya

karies, yaitu

a. Bakteri

Tiga bakteri yang sering mengakibatkan

karies,yaitu:

1) Streptococcus

Bakteri Streptococcus gram positif ini adalah penyebab utama

karies dan jumlah terbayak dalam mulut. Salah satu spesiesnya

yaitu Streptococcus mutans, lebih asidurik dibandingkan yang

lain, dapat menurunkan pH medium hingga 4,3. Streptococcus


17

mutans terutama terdapat pada populasi yang banyak

mengkonsumsi sukrosa

2) Actinomyces

Semua spesies Actinomyces memfermentasikan glukosa,

terutama membentuk asam laktat, asetat, suksinat, dan asam

format. Actinomyces viscosus dan Actinomyces naeslundi mampu

membentuk karies akar, fisur dan merusak periodotionium.

3) Lactobacillus

Genus bakteri gram-positif, anaerobik fakultatif atau

mikroaerofilik. Genus bakteri ini membentuk sebagian besar

dari kelompok bakteri asam laktat, dinamakan demikian karena

kebanyakan anggotanya dapat mengubah laktosa dan gula

lainnya menjadi asam laktat (Anonim, 2011). Populasinya

dipengaruhi kebiasaan makan. Tempat yang paling disukai

adalah lesi dentin yang dalam, lactobacillus hanya dianggap

faktor pembantu proses karies.

b. Makanan yang mengadung Karbohidrat

Karbohidrat yang sangat merusak adalah sukrosa (gula), yang akan

diubah oleh kuman menjadi glukosa dan fruktosa. Selanjutnya

karbohidrat tersebut akan mengalami fermentasi sehingga timbul

asam laktat, maka asam inilah yang bertanggung jawab atas proses

dekalisifikasi.
18

c. Kerentanan permukaan gigi, meliputi:

1) Morfologi, dimana daerah gigi yang mudah terjadi plak

sangat mungkin terjadinya karies.

2) Lengkungan gigi, meliputi jumlah dan isi saliva (ludah,

derajat keasaman, kekentalan, dan kemampuan buffer yang

berpengaruh pada terjadinya karies. Ludah melindungi jaringan

dalam rongga mulut dengan cara pelindungan sebagai berikut :

d. Faktor Waktu

Saliva mampu mereminalisasi selama proses karies sehingga bila

saliva berada dalam lingkungan gigi, maka karies tidak akan

menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau mingu, melainkan

dalam bulan atau tahun.

e. Faktor Kebersihan gigi

3. Tanda dan gejala karies gigi

Menurut Fajriani (2014)

a. Adanya bercak putih

b. Adanya warna hitam digigi

c. Warna gigi yang kuning dan ber plak

d. Gigi kadang berlubung

4. Akibat lanjut karies gigi

Menurut Anggayanti (2013)

a. Gigi terasa nyeri

b. Demam
19

c. Gigi membusuk

d. Gusi bengkak dan berlobang

5. Penatalaksanaan perawatan gigi

(Wong, dkk, 2008) :

a. Menggosok gigi dua kali sehari

1) alat

a) Air bersih

b) Sikat gigi yang lembut

c) Pasta gigi

2) Cara kerja

a) Berkubur-kubur

b) Sikat gigi depan dan samping dari atas kebawah

c) Sikat permukaan gigi yang menghadap ke langit-langit atau

lidah

d) Sikat permukaaan gigi geraham

e) Kumur-kumur dengan air bersih

b. Kumur-kumur setelah makan

c. Hindari makanan manis permen coklat

d. Hindari makan dingin seperti es

e. Pemeriksaan Gigi Secara Teratur

Idealnya anak harus mengunjungi dokter gigi (atau

pedodontis, seorang dokter gigi anak) segera setelah gigi pertama

muncul dan tidak lebih dari usia dua setengah tahun, ketika
20

pertumbuhan gigi primer telah selesai. Kunjungan pertama ke dokter

gigi tidak boleh menjadi pengalaman trumaik. Karena todler bereaksi

negative terhadap pengalaman yang baru dan berpotensi menakutkan,

kunjungan awal dapat dipusatkan pertemuan dengan dokter gigi,

melihat peralatan, dan duduk di kursi. Apabila anak bisa bekerja

sama, dokter gigi hanya perlu melihat gigi tetapi menahan

pemeriksaan menyeluruh untuk dilakukan pada kunjungan

berikutnya. Meniru model, yaitu anak mengobservasi prosedur yang

dilakukan pada orang tua atau sibling yang dapat bekerja sama,

dapat juga efektif.

f. Diet Rendah Kariogen

Diet sangat kritis dalam perkembangan gigi yang baik karena

proses karies terutama pada gula yang dapat mengalami fermentasi,

terutama sukrosa. Gula meja yang telah dimurnikan, madu, gula

tetes/sirup, sirup jagung, dan buah kering seperti kismis sangat bersifat

kariogenik. Idealnya, makanan seperti itu harus dihilangkan. Namun,

karena itu sulit dipraktikan, beberapa saran dapat membantu. Pertam,

frekuensi konsumsi gula lebih penting dari jumlah total yang

dikonsumsi. Maksudnya adalah mengurangi lamanya gula didalam

mulut. Kedua, bentuk gula juga penting. Makanan semakin bersifat

kariogenik jika makanan tersebut lengket atau keras, karena lebih lama

tinggal didalam mulut dan juga membaca lebel makanan dan minuman

sangat penting dalam mengurangi suber sukrosa.


21

g. Pembersihan mulut (higiene mulut)

Tujuan hygiene mulut adalah membunuh bakteri dan

membersihkan plak, deposit bakteri lunak yang melekat pada gigi

dan menyebabkan karies gigi (pembusukan gigi atau gigi berlubang)

dan penyakit periodontal (gusi). Metode paling efektif untuk

pembersihan mulut adalah menyikat gigi dan membersihkankan gigi

dengan menggunakan benang gigi. Beberapa teknik menyikat gigi

muncul, meskipun tidak ada kesempakatan universal mengenai

metode yang baik. Salah satu metode yang paling cocok untuk

membersihkan gigi primer adalah metode mengosok. Ujung bulu

sikat diletakan dengan kuat pada sudut 45 derajat pada gigi dan gusi

dan gerakan ke depan dan ke belakang dengan gerakan memutar

(vibrasi). Selain menyikat gigi membersihkan mulut bisa

menggunakan obat kumur salah satunya menggunakan teh

Teh diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis),

yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim felonase yang ada

dalam pucuk daun teh segar, dengan cara pemanasan sehingga

oksidasi terhadap katekin (zat antioksidan) dapat dicegah. Katekin

yang terkandung didalam teh (terutama epi-katekin, epi-katekin

galat, epigallo-katekin galat dan gallo-katekin), dipercaya

mampu mengurangi nyeri pada gigi dengan dua mekanisme, yaitu:


22

membunuh bakteri penyebab seperti Streptococcus mutans, dan

menghambat aktivitas enzim glikosiltransferase dari bakteri sehingga

dapat menurunkan nyeri.

6. Modifikasi lingkungan

Menurut Ngastiyah (2011)

a. Menemani anak gosok gigi

b. Memasang poster-poster di dinding rumah bahaya tidak

menggosok gigi, seperti gambar gigi berlubang, gisi bengkak

c. Menyediakan sikat gigi yang anak sukai

d. Membeli pasta yang memiliki rasa yang disukai anak-anak

ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS

A. PENGKAJIAN

Menurut Friedmen (2010),

I. Data Umum

1. Data demografi

Menurut Friedmen (2010), data umum yang perlu dikaji meliputi

kepala keluarga, dan komponen keluarga, umur, jenis kelamin,

hubungan dengan kepala keluarga, pendidikan, pekerjaan

2. Genogram

Genogram ditentukan oleh garis keturunan keluarga dan dibuat dari

tiga generasi keluarga dan dibedakan oleh beberapa simbol


23

: Laki laki

: Perempuan

: Menikah

: Laki – Laki meninggal

__ _ _ : Tinggal serumah

: Perempuan meninggal

: Cerai

3. Tipe keluarga

Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala /

masalahyang terjadi dengan tipe keluarga tersebut

4. Suku Bangsa

Mengkaji asal usul suku bangsa keluarga tersebut srta

mengidentifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan

kesehatan

5. Agama

Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang

dapat mempengaruhi kesehatan

6. Status Sosial Ekonomi Keluarga


24

Biasanya status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan

baik dari KK maupun anggota keluarga lainnya dan kebutuhan

kebutuhan yang dikeluarkan keluarga

7. Aktifitas Rekreasi Keluarga

Biasanya rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga

pergi bersama sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu

namun dengan menonton tv dan mendengarkan radio juga

merupakan aktifitas rekreasi

II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

1. Tahap perkembangan keluarga

Tahap perkembangan keluarga saat ini ditentukan dengan anak tertua

dari keluarga.

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Menjelaskan mengenai tugas perkembangan keluarga yang belum

terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan

keluarga tersebut belum terpenuhi

3. Riwayat keluarga inti

Biasanya menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga

inti , yang meliputi riwayat penyakit keturunan , riwayat masing

masing anggota keluarga perhatian terhadap pencegahan penyakit


25

(status imunisasi) sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan

keluarga serta pengalamn-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan

4. Riwayat keluarga sebelumnya

Biasanya mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak

suami dan istri

III. Pengkajian lingkungan

1. Karakteristik rumah

Karakteristik rumah didefinisikan dengan melihat luas, tipe rumah,

jumlah ruangan, jendela, peletakan perabotan rumah tangga, jenis

septi tank dengan sumber air, jenis air minum yang digunakan serta

denah rumah.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas

setempat, yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan /

kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang

mempengaruhi kesehatan.

3. Mobilitas geografis keluarga

Biasanya ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Biasanya menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga

untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh

mana keluarga interaksi dengan masyarakat

5. Sistem pendukung keluarga


26

Mengenai sistem pendukung keluarga jumlah anggota keluarga yang

sehat , fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang

kesehatan.

IV. Struktur keluarga

1. Pola komunikasi keluarga

Mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga

(terbuka/tertutup)

2. Struktur kekuatan keluarga

Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi

orang lain untuk merubah perilaku

3. Struktur peran

Menjelaskan peran masing masing anggota keluarga baik secara

formal maupun non formal

4. Nilai/ norma keluarga

Mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga yang

berhubungan dengan kesehatan

V. Fungsi Keluarga

1. Fungsi Afektif

Biasanya keluarga harus saling menghargai satu dengan yang lainnya

agar tidak menimbulkan suatu permasalahan maupun stressor

tertentu bagi anggota keluarga itu sendiri


27

2. Fungsi Sosialisasi

Keluarga memberikan kebebasan bagi anggota keluarga dalam

bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bila keluarga tidak

memeberikan kebebasan pada anggotanya, maka akan

mengakibatkan anggota keluarga menjadi sepi. Keadaan ini

mengancam status emosi menjadi labil dan mudah stress.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan

Biasanya fungsi mengembangkan dan melatih anak untuk

berkehidupan social sebelum meninggalkan rumah untuk

berhubungan dengan orang lain diluar rumah. Kesanggupan keluarga

melakukan pemenuhan tugas keluarga yaitu :

a. Kemampuan mengenal masalah kesehatan

b. Pengambilan keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat

c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit

d. Kemampuan keluarga menciptakan lingkungan yang dapat

meningkatkan kesehatan

e. Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan

4. Fungsi Reproduksi

Biasanya mengenai berapa jumlah anak, bagaimana keluarga

merencanakan jumlah anggota keluarga, metode apa yang digunakan

dalam mengendalikan jumlah anggota keluarga


28

5. Fungsi ekonomi

Biasanya mengenai sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan

sandang, pangan dan papan, dan sejauh mana keluarga

memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam upaya

peningkatan kesehatan keluarga

VI. Stress Dan Koping Keluarga

1. Stressor jangka panjang dan pendek

Biasanya yaitu bagaimana cara keluarga mengahadapi stressor yang

dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu 6

bulan dan jangka panjang yaitu yang memerlukan waktu

penyelesaian lebih dari 6 bulan

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor

Biasanya bagaimana keluarga berespon terhadap situasi atau stressor

3. Strategi koping

Biasanya mengenai bagaimana strategi koping apa yang digunakan

keluarga bila menghadapi permasalahan

4. Strategi adaptasi disfungsional

Biasanya mengenai adaptasi disfungsional yang diguanakan keluarga

bila menghadapi permasalahan

VII. Pemeriksaan Fisik


29

Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode

yang digunakan pada pemeriksaan ini tidak berbeda dengan

pemeriksaan fisik di klinik.

VIII. Harapan Keluarga

Biasanya keluarga berharap dapat menyelesaikan masalah yang ada

pada anak usia sekolah dengan baik.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Menurut Friedmen (2010)

Diagnosis keperawatan adalah keputusan klinis, mengenai

individu, keluarga atau masyarakat yang diperoleh melalui suatu proses

pengumpulan data dan analisis cermat, memberikan dasar untuk

menetapkan tindakan-tindakan dimana perawat bertanggung jawab

melaksanakannya.

Diagnosis keperawatan keluarga dianalisis dari hasil pengkajian

terhadap masalah dalam tahap perkembangan keluarga, lingkungan

keluarga, struktur keluarga dan koping keluarga dimana perawat memiliki

kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan bersama-sama

dengan keluarga.

Setelah kita mengetahui masalah kesehatan prioritas yang dihadapi

keluarga (klien), kita memilih masalah yang dapat dapat diatasi dengan

asuhan keperawatan dan kemudian menetapkan diagnose keperawatannya.


30

Penetapan diagnosa keluarga selalu mempertimbangkan factor

resiko, factor potensial terjadinya penyakit, dan kemampuan keluarga

dalam menghadapi masalah kesehatannya. Formula perumusan diagnose

keperawatan adalah problem, etilogi, simtom (P,E,S)

Diagnosa yang mungkin muncul:

1. Nyeri Akut pada anak usia sekolah berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah yang dialami

anak sekolah dengan karies gigi

2. Resiko infeksi pada anak usia sekolah berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah yang dialami

anak sekolah dengan karies gigi.

3. Gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan ketidakmampuan

keluarga mengenal masalah kebutuhan Tumbuh Kembang pada anak

usia sekolah

4. Gangguan pola tingkah laku pada anak usia sekolah berhubungan

dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal tingkah laku pada

anak.

Tipologi diagnosis keperawatan :

Menurut Friedman (2010)

1. Diagnosis Aktual

Didapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan

kesehatan dimana masalah kesehatan yang dialami keluarga

memerlukan bantuan untuk segera ditangani dengan cepat.


31

Faktor dapat dikelompokkan kedalam 4 kategori :

a. Patofisiologi (biologi atau psikologi)

b. Tindakan yang berhubungan

c. Situasional (lingkungan, personal)

d. Maturasional

Secara umum faktor yang berhubungan dari diagnosis

keperawatan keluarga mengacu kepada lima tugas keluarga yaitu,

mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat, merawat

anggota keluarga, memelihara lingkungan dan memanfaatkan

fasilitas pelayanan kesehatan.

2. Diagnosis Potensial (kedaan sejahtera atau “welness”)

Keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga

kesehatan keluarga dapat ditingkatkan. Diagnosis keperawatan

sejahtera tidak mencakup faktor-faktor yang berhubungan.

Skoring :

Proses skoringnya dilakukan untuk setiap diagnosis keperawatan :

1. Tentukan skornya sesuai dengan kriteria yang dibuat perawat

2. Selanjutnya skor dibagi dengan skor tertinggi dan dikalikan

dengan bobot

Skore x bobot

Angka tertinggi
32

3. Jumlah skor untuk semua kriteria (skor maksimum sama dengan

jumlah bobot )

SKORING

No Kriteria Skor Bobot Pembenaran


1 Sifat masalah :
Argumen
a. Tidak/kurang sehat terhadap
3 1
b. Ancaman kesehatan penentuan
2
c. Keadaan skala
1
sejahtera/potensial
2 Kemungkinan masalah dapat
diubah :
2 2
a. Dengan mudah 1
b. Hanya sebagian 0
c. Tidak dapat diubah
3 Potensial masalah untuk
dicegah :
a. Tinggi 3 1
b. Cukup 2
c. Rendah 1
4 Menonjolnya masalah :
a. Masalah berat,harus
segera ditangani 2
b. Ada masalah, tetapi
1
tidak perlu segera 1
ditangani
c. Masalah tidak 0
dirasakan
C. PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

Menurut Friedman (2010)

Setelah diagnosa keperawatan diterapkan, langkah berikutnya

adalah perumusan rencana asuhan keperawatan. Rencana asuhan

keperawatan merupakan kesimpulan tindakan yang ditentukan oleh


33

perawat untuk dilaksanakan dalam menyelesaikan maslah kesehatan dan

diagnose keperawatan yang telah diterapkan.

Rencana keperawatan yang baik harus memenuhi beberapa syarat

berikut :

a. Rencana asuhan keperawatan harus berdasarkan pada masalah yang

telah disusun dengan jelas dan benar.

b. Rencana tersebut harus realistis, dan dapat dilaksanakan (ada sarana,

metodelogi, dan sumber manusianya)

c. Rencana harus sesuai dengan falsafah dan tujuan serta kebijaksanaan

pemerintahan dan institusi layanan kesehatan tersebut.

d. Rencana asuhan keperawatan dibuat dengan keluarga karena sebagai

objekbdan subjek pelayanan. Keikutsertaan keluarga terutama dalam

menentukan kebutuhan kesehatan dan masalah kesehatan, menentukan

prioritas, memilih tindakan yang tepat, mengimplementasikan,

mengevaluasi hasil tindakan.

e. Rencana asuhan keperawatan difokuskan pada tindakan yang dapat

mencegah masalah atau meringankan masalah yang sedang dihadapi.

D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Menurut Friedman (2010)

Pada tahap ini dilakukan perencanaan keperawatan yang telah

ditentukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan klien secara optimal,


34

pelaksanaan adalah suatu perwujudn dari rencana keperawatan yang telah

disusun pada tahap rencana.

E. EVALUASI

Menurut Friedman (2010)

Pada tahap ini evaluasi merupakan langkah akhir dalam proses

keperawatan. Evaluasi adalah kegiatan disengaja dan terus menerus

melibatkan klien, perawat dan anggota tim kesehatan lainnya. Tujuannya

untuk menilai apakah tujuan dalam rencana keperawatan tercapai atau

tidak untuk melakukan pengkajian ulang