Anda di halaman 1dari 30

NAMA : DIKA ANAEY KASWARI

NIM : A0C019032

KELAS : A D3 AKUNTANSI

TUGAS BAB 7

1. Jelaskan pengertian produk bersama dan biaya bersama.


Jawab :
 Produk Bersama yaitu beberapa macam produk dihasilkan bersama-sama dengan
BBB, BTKL dan fasilitas sama. Dimana ketiga biaya tersebut tidak bisa ditelusuri
langsung ke produk. Biaya yang diserap oleh produk bersama disebut sebagai
biaya bersama (Joint Cost) yang terdiri dari BBB, BTKL dan BOP.
 Biaya Bersama yaitu biaya pada titik ini timbul sampai dengan titik pemisahan
produk, dimana pada titik ini tiap produk secara individual dapat
diidentifikasikan.
2. Sebutkan dan jelaskan 3 karakteristik utama dari produk bersama.
Jawab :
Karakteristik Produk Bersama
1) Pemrosesan produk bersama menghasilkan produk bersama lainnya pada waktu
yang bersamaan. Proses produksi untuk satu jenis produk secara otomatis diikuti
dengandihasilkannya satu atau lebih jenis produk yang lain.
2) Pemrosesan produk bersama selalu terjadi titik pisah, yaitu pada saat setiap
produksecara individual dapat diidentifikasi dengan jelas, yaitu dapat
diketahuinya produkutama dan produk sampingan.. Pada titik pisah, setiap produk
dapat dijual langsungatau diproses lebih lanjut.
3) Pemrosesan produk bersama menghasilkan produk tertentu dengan nilai jual
yanglebih tinggi dari produk lainnya. Nilai jual produk merupakan kriteria
untukmembedakan produk utama dengan produk sampingan. Perlakuan suatu
jenis sebagai produk sampingan tidak berlaku secara permanen.
3. Sebutkan dan jelaskan 4 metode alokasi biaya bersama.
Jawab :
Metode alokasi :
1) Metode Jual Relatif
Metode ini banyak digunakan untuk mengalokasikan biaya bersama kepada
produk bersama. Dasar pemikiran metode ini adalah bahwa harga jual suatu
produk merupakan perwujudan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam mngolah
produk tersebut.
2) Metode Satuan Fisik/Kuantitatif unit.
Metode ini mencoba menentukan harga pokok produk bersama sesuai dengan
manfaat yang ditentukan oleh masing-masing produk akhir. Dalam metode ini
biaya bersama dialokasikan kepada produk atas dasar koefisien fisik yang
dinyatakan dalam satuan berat, volume atau ukuran lain. Dengan demikian maka
produk bersama yang dihasilkan harus dapat diukur dengan satuan ukuran yang
sama.
3) Mettode biaya perunit
Metode ini hanya dapat digunakan bila produk bersama yang dihasilkan diukur
dalam satuan yang sama. Pada umumnya metode ini digunakan oleh perusahaan
yang menghasilkan beberapa macam produk yang sama dari satu proses bersama
tetapi mutunya berlainan.
4) Metode rata-rata tertimbang
Dalam metode ini, kuantitas produksi dikalikan dengan angka penimbang dan
hasil kalinya baru pakai sebagai dasar alokasi. Penentuan angka penimbang untuk
tiap-tiap produk didasarkan pada jumlah bahan yang dipakai, sulitnya pembuatan
produk , waktu yang dikomsumsi dan pembedaan jenis tenaga kerja yang dipakai
untuk jenis produk yang dihasilkan. Jika yang dipakai sebagai angka penimbang
adalah harga jual produk maka metode alokasinya disebut metode nilai jual
relative.
4. Jelaskan bagaimana manfaat informasi alokasi biaya bersama dalam keputusan
manajemen.
Jawab :
Tujuanalokasi biaya bersama adalah untuk penghitungan laba agar supaya dapat
diketahui berapa kontribusi masing-masing produk bersama terhadap seluruh laba
yangdiperoleh perusahaan. Harga pokok tiap-tiap produkbersama yang didapat dari
proses alokasi tidak bermanfaatbagi manajemen dalam pengambilan keputusan,
bahkanseringkali menyesatkan.
5. Jelaskan pengertian produk utama dan produk sampingan.
Jawab :
Produk utama atau main product dianggap sebagai produk yang merupakan tujuan utama
perusahaan beroperasi. Main product berkuantitas dan berharga jual lebih tinggi dari
produk sampingan atau by product.
Produk sampingan adalah sebuah produk yang terbuat dari proses pembuatan produk
utama.
6. Jelaskan bagaimana alokasi biaya bersama ke produk utama dan produk sampingan.
Jawab :
PT Sari Tedo memproduksi susu bubuk bayi (kaleng 1 kg), mentega (kaleng ½ kg), dan
makanan bayi (kaleng 2 kg). BOP sesungguhnya dibebankan pada setiap produk
berdasarkan berat produk yang dihasilkan. Data Produksi dan penjualan bulan Januari
1982 sbb :
a. Proses produksi : susu bubuk (tgl 1-12), mentega (tgl 13-25), makanan bayi (tgl
26-31). Produk yang dihasilkan dan dijual sbb :

Jenis Produk Jumlah Produk Jumlah Harga Jual Per


Penjualan Kaleng
Susu Bubuk 70.000 kaleng 60.000 kaleng Rp 100.000
Mentega 100.000 kaleng 80.000 kaleng Rp 60.000
Makanan Bayi 30.000 kaleng 25.000 kaleng Rp 120.000
Produk dalam proses akhir bulan : makanan bayi 50.000 kg (ekuivalen 25.000 kaleng), tk
penyelesaian bahan 90%, konversi 70% .
b. Biaya bulan Januari 1982 sbb :

Jenis By BB By TKL
Produk
Susu Bubuk Rp 700.000.000 Rp 525.000.000
Mentega 800.000.000 400.000.000
Makanan 750.000.000 400.000.000
Bayi
Jumlah Rp 2.250.000.000 Rp 1.325.000.000

BOP Bersama = Rp 1.600.000.000


Biaya pemasaran = Rp 350.000.000
Biaya Adm dan umum = Rp 550.000.000
Diminta :
(1) Alokasi BOP Bersama
(2) Menyusun Laporan HP Produksi
(3) Menyusun Jurnal
(4) Menyusun Laporan L/R Januari 198

Jawab :

(1). Alokasi BOP Bersama.

PT Sari Tedo

Alokasi Biaya Overhead Pabrik

Januari 1982
Berat per Jumlah Berat Produk
Jumlah Produk
Jenis Produk Kaleng Alokasi BOP
Ekuivalen (Kaleng)
(kg) Kg %
Susu Bubuk 70.000 1 70.000 33 528.000
Mentega 100.000 ½ 50.000 23 368.000
Makanan 30.000+(25.000x70% 2 95.000 44 704.000
Bayi )
215.000 100 1.600.000
Tariff Pembebanan per kg = Rp 1.600.000 / 215.00 = Rp 7.441,86 per kg

(2). Laporan HP Produksi

Biaya Yang Dibebankan


Jenis Produk Jumlah Produksi ekuivalen HP per
kaleng
Susu Bubuk :
Bahan Baku 700.000.000 70.000 10,000
TKL 525.000.000 70.000 7,500
BOP 528.000.000 70.000 7,543
Jumlah 1.753.000.000 25,043
Mentega :
Bahan Baku 800.000.000 100.000 8,000
TKL 400.000.000 100.000 4,000
BOP 368.000.000 100.000 3,680
Jumlah 1.568.000.000 15,680
Makanan Bayi :
Bahan Baku 750.000.000 30.000+(25.000x90%) = 14,286
52.500
TKL 400.000.000 30.000+(25.000x70%) = 8,421
47.500
BOP 704.000.000 30.000+(25.000x70%) = 14,821
47.500
Jumlah 1.854.000.000 37,528
Jumlah By. 5.175.000.000 78,251
Dibebankan
TUGAS BAB 9

SOAL LATIHAN

1. Jelaskan pengertian bahan dan biaya bahan

2. Gambarkan dan jelaskan prosedur perolehan bahan

3. Gambarkan dan jelaskan prosedur penggunaan bahan

4. Tentukan unsur biaya yang diperhitungkan dalam HP bahan baku yang di Impor

5. Jelaskan 6 metode penetapan harga pokok bahan

6. Gambarkan bagaimana pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dengan metode
biaya standar dalam rekening

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sisa bahan (scrap materials), produk rusak (spoiled
goods) dan produk cacat (defective goods)

Jawaban

1. Bahan merupakan unsur dasar yang diubah menjadi barang jadi(melalui pemakaian buruh
dan BOP)dalam proses produksi.
Biaya bahan dapat berbentuk langsung dan tidak langsung.
Bahan baku adalah bahan yang dapat diidentifikasikan dengan produksi suatu barang
jadi,yang dapat dengan mudah dilacak keproduk tersebut.dan merupakan biaya bahan
utama.

PENJUAL
SURAT DEPARTEMAN
PERMINTAAN AKUNTANSI untuk
 Mengembalikan copy
BARANG nomor perkiraan
tanda terima
 Mengirimkan bahan
 Mengirimkan faktur
DEPARTEMAN PEMBELIAN

 penjual
 dept.akuntansi
DEPT.AKUNTANSI
 dept.penerimaan
menggunakan:
 besar bahan
 pegawai buku Faktur pesanan
 copy arsip pembelian,laporan
penerimaan dan
pemeriksaan untuk
persetujuan faktur
pembayaran
disetujui dan bukti
DEPT.PENERIMAAN pembayaran
mengeluarkan laporan disiapkan
penerimaan kepada:

 Dept pembelian
 Arsip sendiri
 Copy kepada

BENDAHARA/MG
KEUANGAN

DEPT.PEMERIKSAAN Untuk pembayaran


mendistribusikan kepada:

 Arsip sendiri
 Dept.auntansi
 Dept.bahan

PEGAWAI BUKU
BESAR BAHAN

Membukukan
DEPT.BAHAN jumlah & nilai
uang bahan pada
Pegewai gudang
kartu(buku
menyimpan bahan dalam
besar)bahan
alokasi yang tepat
4.dalam perdagangan luar negeri,harga barang yang disetujui bersama antara pembeli dan
penjual akan mempengaruhi biaya-biaya yang akan menjadi tanggungan pembeli.bahan baku
dapat diimpor dengan syarat harga free alongside(FAS),free on board (FOB),cost and
freight(C&F) ATAU cost insurance and freight (C.I&F).pada harga C&F pembeli menanggung
biaya asuransi laun dan penjual menanggung biaya angkutan lautnya.pada harga C.I&F pembeli
hanya menanggung biaya untuk mengeluarkan bahan baku dari pelabuhan digudang pembeli.

Harga FOB Rp. xxx

Angkutan laut (ocean freight) Rp. xxx

Harga C & F Rp. xxx

Biaya asuransi (marine insurance) Rp. xxx

Harga C.I&F Rp. xxx

Biaya-biaya bank Rp. xxx

Biaya masuk dan biaya pabean lainnya Rp. xxx

Pajak penjualan impor Rp. xxx

Biaya gudang Rp. xxx

Biaya expedisi muatan kapal laut (EMKL) Rp. xxx

Biaya transport local Rp. xxx

Harga pokok bahan baku Rp. Xxx

5.6 metode penetapan biaya bahan baku

a. Metode identifikasi khusus (specific identification method)


Metode ini merupakan metode yang paling teliti dalam penentuan harga pokok bahan
baku yang dipakai,namun sering tidak praktis karena kesulitan dalam
penyimpanan.metode ini sangat efektif dipakai apabila bahan yang dibeli bukan
merupakan barang standar melainkan untuk memenuhi pesanan tertentu.perusahaan yang
memakai metode HP pesanan seringkali memakai metode ini untuk bahan baku yang
tidak disediakan dalam persediaan gudang(hanya secara incidental dibeli untuk
memenuhi spesifikasi pemesan)dan memakai metode penentuan HP yang lain untuk
bahan baku yang biaya dipakai dalam proses
b. Metode FIFO(first in first out method)
Metode FIFO menentukan biaya bahan baku dengan anggapan bahwa HP persetuan
bahan baku yang pertama masuk dalam gudang digunakan untuk menentukan harga
bahan baku yang pertama kali dipakai.anggapan lain,aliran biaya tidak harus sesuai
dengan aliran fisik bahan baku dalam produksi.
c. Metode LIFO(last in first out method)
Metode lifo beranggapan bahwa harga pokok bahan persatuan bahan baku yang terakhir
masuk dalam oersediaan gudang ,dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku
yang pertama kali dipakai dalam produksi.
d. Metode rata-rata bergerak (moving average method)
Dalam metode ini bahan baku dihitung harga pokok rata-ratanya dengan cara membagi
total harga pokok dengan jumlah satuannya.metode ini disebut pila metode rata-rata
tertimbang,karena dalam menghitung harga pokok rata-rata bahan baku,menggunakan
kuantitas bahan baku sebagai angka penimbangnya.setiap terjadi pembelian yang harga
pokok persatuannya berbeda dengan harga pokok rata-rata persediaan,harus dilakukan
perhitungan harga pokok persatuan yang baru.bahan baku yang dipakai dalam proses
persatuan yang baru.bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung harga
pokoknya dengan mengalikan jumlah satuan bahan yang dipakai dengan harga pokok
rata-rata persatuan bahan baku yang ada digudang.
e. Metode biaya standar
Dalam metode ini,bahan baku yang dibeli dicatat dalam kartu persediaan sebesar harga
standar.harga standar merupakan harga yang diperkirakan untuk tahun anggaran
tertentu.pada aat dipakai,bahan baku dibebankan kepada produk pada harga standar
tersebut.
Untuk pembelian bahan,perbedaan antara biaya sesungguhnya dan biaya standar dicatat
dalam suatu perkiraan “selisih harga”perkiraan ini memungkinkan ,manajeman
mengamati sejauh mana perbedaan biaya bahan yang sebenarnya menyimpang dari
standar yang telah direncanakan.
f. Metode rata-rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan
Dalam metode ini,pada tiap akhir bulan dilakukan penghitungan harga pokok rata-rata
persatuan tiap jenis persediaan bahan baku.harga pokok tersebut kemudian digunakan
untuk menghitung harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi pada bulan
berikutnya.
6. Pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dengan metode biaya standar tampak sbb:

persediaan barang dalam


proses

Utang dagang selisih harga bahan baku BBB

Xxx xxx xxx xxx xxx xxx


xxx

Kuantitas yang dibeli x kuantitas yang kuantitas yang dipakai

Harga faktur dibeli x harga standar x harga standar

7.

a. sisa bahan
adalah bahan yang mengalami kerusakan didalam proses produksi sebelum menjadi
bagian dari produk jadi.jika harga jual sisa bahan rendah,biasanya tidak dilakukan
pencatatan jumlah dan harganya sampai saat penjualannnya.tetapi jika harga jualnya
tinggi,perlu dicatat jumlah dan harganya dalam kartu persediaan pada saat sisa bahan
diserahkan oleh bagian produksi kebagian gudang.
b. Produk rusak
Adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telat ditetapkan yang secara
ekonomis tidak dapat diperbaiki menjadi produk yang baik.
1. jika produk rusak terjadi karena sulitnya pengerjaan pesanan tertentu,maka HP
produk rusak dibebankan sebagai tambahan HP produk yang baik dalam pesanan
yang bersangkutan .jika produk rusak masih bisa dijual,maka hasil penjualannya
diperlakukan sebagai pengurang biaya produksi pesanan yang bersangkutan.
2. Jika produk rusak merupakan hal yang normal terjadi dalam proses pengolahan
produk,maka kerugian yang timbul dibebankan kepada produksi secara
keseluruhan dalam tariff BOP .jika terjadi produk rusak,maka kerugian yang
sesungguhnya terjadi didebitkan dalam rekening BOP sesungguhnya.
c. Produk cacat
Adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telat ditentukan tetapi
dengan mengeluarkan biaya pengerjaan kembali untuk memperbaikinya,produk
tersebut secara ekonomis dapat disempurnakan lagi menjadi produk jadi yang baik.

Kasus materi 9
PT ANJANI.
Kasus 1

a) Jurnal untuk mencatat harga pokok bahan baku yang dibeli:

Persediaan bahan baku Rp. 82.000.000


Utang dagang Rp.82.000.000

Biaya angkutan Rp.16.400.000

Kas Rp.16.400.000

b) Perhitung harga pokok per kg tiap jenis bahan baku tersebut berdasarkan
perbandingan kuantitas

Berat Alokasi by
Harga
Jenis Angkut Harga
% Pokok
Bahan kg (2)xRp.16.400.00 faktur
(1):2.500 Persediaaan
Baku 0
(1) (2) (3) (4) (5)
A 500 20,00 3.280.000 30.000 3.310.000
B 600 24,00 3.936.000 40.000 3.976.000
C 650 26,00 4.264.000 20.000 4.284.000
D 700 28,00 4.592.000 40.000 4.992.000
TOTAL 2.500 107,00 130.000 16.562.000

c) Harga pokok perkg tiap jenis bahan baku tersebut berdasrkan perbandingan harga
belinya menurut faktur pembelian

Jenis Pembagian biaya angkut Harga pokok


Bahan Bahan baku Kg HP/kg
Baku Harga faktur % (1)+(2)
(1)xRp.0,20
(1) (2) (3)
A 30.000 60,00 30.060
B 40.000 80,00 40.080
C 20.000 40,00 20.040
D 40.000 80,00 40.080
TOTAL

Metode fifo
Tgl keterangan pembelian pemakaian sisa
Kuant Harga Jumlah Kuant Harga/ Jumlah Kuant Harga/ Jumlah
kg /kg Rp Rp.000 Rp kg Rp.000 kg Kg Rp Rp.000
1- Saldo awal - - - - - - 700 20.000 14.000.000
apr 600 24.000 7.200.000
5- Pemakaian - - - 600 20.000 12.000.000 100 20.000 2.000.000
apr 600 24.000 7.200.000
i
10- Pembelian 1.500 23.000 34.500.000 - - - 100 20.000 2.000.000
apr 600 24.000 7.200.000
1.500 23.000 34.500.000
15- Pembelian 1.000 25.000 25.000.000 - - - 100 20.000 2.000.000
apr 600 24.000 7.200.000
1.500 23.000 34.500.000
1.000 25.000 25.000.000
20- Pemakaian - - - 100 20.000 2.000.000 - - -
Ap 600 24.000 7.200.000 - - -
r 500 23.000 11.500.000 1.000 23.000 23.000.000
1.000 25.000 25.000.000
Jumlah 2.500 - 59.500.000 - - - - - -
Pembelian
Jumlah pemakaian - - - 1.800 - 32.700.000 - - -
Saldo akhir - - - - - - 2.000 - 48.000.000

Metode lifo
Tgl ket pembelian pemakaian sisa
Kuan Harg Jumla Kuan Harga Jumla Kuan Harga Jum
t a h t / h t / lah
kg /kg Rp.00 Rp kg Rp.00 kg Kg Rp Rp.
Rp 0 0 000
1- Saldo
apr awal
5- Pemakaian
apr
i
10- Pembelian
apr
15- Pembelian
apr
20- Pemakaian
Ap
r
Jumlah
Pembelian
Jumlah
pemakaian
Saldo akhir
Metode rata-rata bergerak

Tgl ket pembelian pemakaian sisa


Kuan Harg Jumlah Kuan Harga Jumlah Kuan Harga Jumla
t a Rp.00 t / Rp.00 t / h
kg /kg 0 Rp kg 0 kg Kg Rp Rp.00
Rp 0
1- Saldo
apr awal
5- Pemakaia
apr n
i
10- Pembelian
apr
15- Pembelian
apr
20- Pemakaia
Ap n
r
Jumlah
Pembelian
Jumlah
pemakaian
Saldo akhir

TUGAS BAB 10

1. Jelaskan pengertian tenaga kerja dan biaya tenaga kerja

2. Sebutkan dan jelaskan 4 penggolongan biaya tenaga kerja

3. Apa fungsi departemen pencatatan waktu

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaji dan upah, insentif, dan premi lembur

5. Jelaskan 4 tahap akuntansi yang berkaitan dengan biaya tenaga kerja

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan setup time dan waktu menganggur
JAWABAN

1. Tenaga kerja adalah usaha fisik atau mental yang dipakai untuk memproduksi suatu
produk.
Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja
manusia tersebut.

2. 4 penggolongan biaya tenaga kerja


a. Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan
Penggolongan ini bertujuan untuk membedakan biaya tenaga kerja yang merupakan
unsur HP produk dari biaya tenaga kerja .nonpabrik yang bukan merupakan unsur HP
produksi.HP,melainkan merupakan unsur biaya usaha.
Beberapa contoh biaya tenaga kerja yang termasuk golongan ini:
1. Biaya tenaga kerja produksi:gaji karyawan pabrik,biaya kesejahteraan
karyawan,upah lembur karyawan pabrik,upah mandor pabrik,dan gaji manajer
pabrik.
2. Biaya tenaga kerja pemasaran:upah karyawan pemasaran,biaya kesehteraan
karyawan pemsaran,biaya komisi pramuniaga,gaji manajer pemasaran.
3. Biaya tenaga kerja administrasi dan umum:gaji karyawan bagian akuntansi,gaji
karyawan bagian personalia,gaji karyawan bagian secretariat,dan biaya
kesejahteraan karyawan bagian akuntansi,personalia dan secretariat.

b. Penggolongan menurut kegiatan depertemen-depertemen dalam perusahaan .


Biaya tenaga kerja digolongkan sesuai dengam dapertemen atau bagian yang dibentuk
dalam perusahaan tersebut.Tujuannya untuk memudahkan pengendalian terhadapt
biaya tenaga kerja yang terjadi dalam setiap dapertemn.Kepala dapertemen
bertanggungnjawab atas pelaksanaan kerjakaryawan dan biaya tenaga kerja yang
terjadidalam dapertemennya. Contoh biaya tenaga kerja yang termasuk golongan mini
:
1. Biaya depertemen produksi : biaya tenaga kerja yang dibebankan dalam kegiatan
produksi seperti biaya tenaga kerja bagian pemotongan, biaya tenaga kerja bagian
perakitan, biaya tenaga kerja bagian perampungan.
2. Biaya tenaga kerja departemen non produksi : biaya tenaga kerja yang dibebankan
selain kegiatan produksi seperti biaya tenaga kerja bagian akuntansi, biaya tenaga
kerja bagian personalia,biaya tenaga kerja bagian secretariat,dan sebagiannya
c. Golongan menurut jenis pekerjaannya.
Biaya tenaga kerja digolongkan menurut sifat/jenis pekerjaannya.Contoh : upah
operator,upah mandor, upah penyelia, dan sebagiannya.
Penggolongan semacam ini dilakukan sebagai dasar penetapan diffresiasi upah
standar kerja.
d. Penggolongan menurut hubungannya dengan produk.
Tenaga kerja dibagi menjadi : tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
Tenaga kerja langsung adalah semua karyawan yang ikut serta memproduksi produk
jadi,yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk dan upah merupakan
bagian yang terbesar dalam memproduksi produk. Upah tenaga kerja langsung
diperlakukan sebagai biaya tenaga kerja langsung dan diperhitungkan langsung
sebagai unsur biaya produksi.
Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang jasanya tidak secara langsung
dapat diusut pada produk.Upah tenaga kerja tidak langsung disebut biaya tenaga kerja
tidak langsung dibebankan pada produk secara tidak langsung melalui tariff BOP
yang ditentukan dimuka.
3. fungsi departemen pencatatan waktu
fungsi pokok : menjamin ketelitian pencatatan jam kerja setiap karyawan sebagai
dasar penentuan biaya TK, meliputi :
a. pengawasan kartu presensi karyawan
b. pengawasan kartu jam kerja karyawan
c. menyambangi (patrol) kerja dipabrik
d. mencocokkan kartu presensi dengan kartu jam karyawan
e. membuat laporan ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan.

4. A. gaji dan upah


Ada berbagai cara perhitungan upah karyawan dalam perusahaan.salah satu cara
adalah dengan menggalikan tariff upah dengan jam kerja karyawan.dalam
perusahaan yang menggunakan metode HP pesanan,dokumen untuk
mengumpulkan jam kerja karyawan adalah kartu jam dan kartu tugas
pegawai.sedangkan dalam metode HP proses tidak diperlukan,karena tenaga kerja
melakukan pekerjaan yang sama dengan dalam daparteman tertentu dari hari
kehari,sehingga distribusi biaya tenaga kerja tidak diperlukan.
B.insentif
Perusahaan memberikan insentif kepada karyawan agar dapat meningkatkan
produktifitas kerjanya.insentif dapat dirasakan atas suatu kerja hasil yang
diproduksi atau kombinasi dianatara keduanya.
a. Sistem premi bonus berdasarkan jam kerja :
(1) Sistem Halsey,
Rumus : G = T (JS + ½ JH)
G = Jumlah gaji dan upah, T = tarif upah per jam
JS = jam sesungguhnya, JH = jam dihemat (JSt – JS)
JSt = jam standar
Misal standar waktu kerja untuk pekerjaan No.8211 adalah
10 bh produk = 24 jam, tarif upah = Rp 500 per jam
Jika seorang karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dg jam
sesungguhnya 20 jam, maka upahnya :
G = 500 (20 + ½ (24-20) = Rp 11.000
Jadi rata-rata upah per jam = 11.000 / 20 = Rp 550 > tarif standar = Rp 500
Jika karyawan tsb bekerja sesuai jam standar, maka Upah = 24 x 500 =
Rp12.000 atau 12.000/10 = Rp 1.200 per buah, sdg menurut sistem Halsey
: 11.000/10 = 1.100 per buah
(2) Sistem Rowan,
Rumus : G = (1 + JH / JSt) (JS x T)
Berdasarkan contoh sebelumnya :
G = (1 + 4 / 24) (20 x 500) = 1,1667 x 10.000 = Rp 11.667
Rata-rata per jam yang diterima = Rp 11.667 / 20 = Rp 583,35
By TK per unit = Rp11.667 / 10 = Rp 1.166,7
Perbandingan Sistem Halsey dan Rowan :
a) Jika jam hemat kurang dari 50% dr JS : upah sistem Rowan > Halsey
b) Jika jam hemat = 50% dr JS : upah sistem Rowan = Halsey
c) Jika jam hemat lebih dari 50% dr JS : upah sistem Rowan < Halsey
d) Bagi karyawa lebih menguntungkan sistem Rowan (karena
menghemat waktu lebih dari 50% sulit), tapi bagi perush lebih
menguntungkan sistem Halsey
(3) Premi Sistem Bart,
Tidak ada jaminan upah minimum, bonus diberikan sesuai tk produktivitas
Rumus G = ( JSt x JS) T
Berdasarkan contoh sebelumnya :
G = ( 24 x 20) 500 = 21,909 x 500 = Rp 10.954,5
Upah per jam = Rp 10.954,5 / 20 jam = Rp 547,725
Upah per unit = Rp 10.954,5 / 10 = Rp 1.095,45
(4) Sistem Efisiensi Emerson Memberikan jaminan upah minimum 2/3 atau
66,67% dr upah pada jam standar. Bonus atas efisiensi menggunakan rumus:
Persentase efisiensi = JSt / JS x 100%
G = JS x T (100% + % Bonus)

SOAL KASUS

1. Jurnal pendistribusian By gaji dan upah Berdasarkan atas dasar rekapitulasi daftar gaji dan
upah :
Barang dalam proses – Biaya tenaga kerja Rp787.500
Biaya overhead pabrik Rp62.500
Gaji dan upah Rp850.000
2. Jurnal Pembayaran gaji dan upah minggu kedua berdasarkan bukti kas keluar
Gaji dan upah Rp850.000
Utang PPh karyawan Rp127.500
Utang gaji dan upah Rp722.500
3. Jurnal Pembayaran gaji dan upah minggu kepada Oscar dan Rani berdasarkan daftar gaji
dan upah yg ditandatangani karyawan:
Utang gaji dan upah Rp722.500
Kas Rp722.500
4. Jurnal penyetoran PPh karyawan ke Kas Negara:
Utang PPh karyawan Rp127.500
Kas Rp127.500

Soal 2 :

1. Jika digunakan rencana insentif, dengan setiap pekerja menerima 80% dari waktu yang dihemat
setiap hari, dan catatan-catatan menunjukkan :
Hari Unit Jam

Senin 160 8

Selasa 170 8

Rabu 175 8

Upah per unit = Rp15.000/20 = Rp750/unit

Hari Unit Perhitungan Jumlah

Senin 160 160 × Rp750 = Rp120.000 Rp120.000

Selasa 170 (160 × Rp750) + (10 × Rp750 × 80%) Rp126.000

Rabu 175 (160 × Rp750) + (15 × Rp750 × 80%) Rp129.000

2. Jika digunakan rencana bonus 100%,dan produksi mencapai 840 unit dalam 40 jam seminggu.
Standar unit = 40 jam × 20 unit = 800 unit
Penghasilan = (800 × Rp750) + (840-800) × 100% × Rp750= Rp630.000
3. Jika digunakan suatu rencana insentif, dengan kenaikan tarif upah 5% untuk setiap jam selama
sehari dicapai kuota produksi, sedangkan catatan menunjukkan :
Hari Unit Jam

Senin 160 8

Selasa 168 8

Rabu 175 8

Upah per unit = Rp15.000/20 = Rp750

Hari Unit Perhitungan Jumlah

Senin 160 8 jam × Rp15.000 = Rp120.000 Rp120.000

Selasa 168 (8 jam × Rp15.000) + (8/20 × Rp15.750) Rp126.300

Rabu 175 (8 jam × Rp15.000) + (15/20 × Rp15.750) Rp131.812,5

BAB 11
1. Jelaskan pengertian biaya overhead pabrik
Jawab :
Biaya overhead pabrik merupakan biaya yang tidak bisa dikaitkan langsung
dengan produksi suatu produk maupun jasa. Biaya overhead merupakan jenis
pengeluaran yang pada semua jenis perusahaan.

2. Sebutkan dan jelaskan penggolongan biaya overhead pabrik


Jawab :

PENGGOLONGAN BIAYA OVERHEAD PABRIK MENURUT SIFATNYA


1. Biaya Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian dari produk jadi atau bahan
yang meskipun menjadi bagian dari produk jadi, tetapi nilainya relatif kecil apabila
dibandingkan dengan harga pokok produk yang dihasilkan. Dalam perusahaan
percetakan, misalnya yang termasuk dalam bahan penolong, antara lain bahan perekat,
tinta koreksi, minyak pelumas
mesin cetak dan pita mesin ketik. Bahan penolong dalam perusahaan kertas adalah
soda, kaporit, tapioka, bahan warna, tylose, tawas, arpus, kaoline, dan bahan-bahan
kimia yang lain.
2. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan
Biaya reparasi dan pemeliharaan berupa biaya suku cadang (spareparts) dan biaya
bahan habis pakai (factory suplies) atau persediaan yang lain serta pembelian jasa dari
pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan emplasemen,
perumahan bangunan pabrik, mesin-mesin dan ekuipmen, kendaraan, perkakas
laboratorium dan aktiva tetap lain yang digunakan untuk keperluan pabrik.
3. Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung
Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat
diperhitungkan secara langsung kepada produk atau pesanan tertentu. Biaya tenaga
kerja tak langsung terdiri dari upah, tunjangan dan biaya kesejahteraan yang
dikeluarkan untuk tenaga kerja tak langsung tersebut. Tenaga kerja tak langsung terdiri
dari:
a.    Karyawan yang bekerja dalam departemen-departemen pembangkit departemen
pembantu, seperti tenaga listrik, uap, bengkel dan departemen gudang;
b.    Karyawan tertentu yang bekerja dalam departemen produksi, seperti kepala
departemen produksi, karyawan administrasi pabrik, dan mandor.
4. Beban Biaya yang Timbul sebagai Akibat Penilaian terhadap Aktiva Tetap
Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain: adalah biaya-biaya
depresiasi emplasemen pabrik, bangunan pabrik, mesin dan ekuipmen, perkakas
laboratorium, alat kerj a dan akti va tetap lain yang digunakan di pabrik.
5. Beban Biaya Timbul sebagai Akibat Berlalunya Waktu
Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini, antara lain biaya-biaya asuransi gedung
dan emplasemen, asuransi mesin dan ekuipmen, asuransi kendaraan, asuransi
kecelakaan karyawan dan biaya amortisasi kerugian trial-run.
6. Biaya Overhead Pabrik Lain yang secara Langsung Memerlukan Pengeluaran Uang
Tunai
Biaya overhead pabrik yang termasuk dalam kelompok ini, antara lainbiaya reparasi
yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN.

3. Jelaskan mengapa dalam perusahaan yang menggunakan metode HP pesanan, BOP


dibebankan kepada pesanan atau produk atas dasar tariff yang ditentukan dimuka
Jawab :

4. Jelaskan langkah-langkah dalam penentuan tariff BOP


Jawab :
1. Menyusun Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Dalam melakukan penyusunan anggaran BOP harus diperhatikan tingkat produksi atau
kapasitas yang dipakai sebagai dasar penaksiran jumlah anggaran BOP. Kapasitas
tersebut adalah sebagai berikut.
 Kapasitas Teoritis (Kapasitas Ideal) adalah kapasitas maksimal yang bisa
dihasilkan oleh suatu departemen atau pabrik dalam kondisi yang sempurna
tanpa adanya hambatan baik itu dari internal atau dari eksternal perusahaan.
 Kapasitas Praktis (Kapasitas Realistis) adalah kapasitas yang bisa dicapai oleh
departemen setelah diperhitungkan adanya berbagai hambatan yang tidak bisa
dihindarkan dari internal perusahaan. Misalnya seperti kerusakan, kehabisan
bensin, dan lain sebagainya.
 Kapasitas Normal (Kapasitas Jangka Panjang) adalah kapasitas yang bisa dicapai
oleh departemen atau pabrik setelah dikurangi dengan berbagai hambatan yang
terjadi pada internal perusahaan untuk jangka panjang.
 Kapasitas Jangka Pendek, adalah kapasitas sesungguhnya yang diharapkan. Oleh
karena itu, kapasitas jangka pendek adalah kapasitas yang diprediksi-kan bisa
dicapai oleh departemen pada tahun yang akan datang selama 1 tahun.
2. Menentukan Dasar Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Pada Produk
Sebagaimana sudah diuraikan sebelumnya bahwa langka awal dalam penentuan tariff
BOP adalah menyusun anggaran BOP. Sedangkan dasar penyusunan anggaran BOP
adalah kapasitas normal atau kapasitas sesungguhnya yang diharapkan.
Maka dasar yang dipakai untuk pembebanan BOP pada produksi adalah satuan
produksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, jam tenaga kerja langsung, dan
jam mesin.
3. Menghitung Tarif Biaya Overhead Pabrik
Dalam menghitung tariff BOP yang sudah ditetapkan atau ditentukan, tariff BOP bisa
dihitung sesuai dengan dasar pembebanan masing-masing, yaitu sebagai berikut.
 Atas dasar satuan produk
Untuk dapat menentukan tarif BOP atas dasar satuan produk maka bisa dihitung dengan
cara membagi taksiran biaya overhead pabrik dengan jumlah satuan yang dihasilkan dan
hasilnya adalah tarif BOP per unit produksi.
 Atas dasar biaya bahan baku
Untuk dapat menentukan tariff BOP atas dasar biaya bahan baku bisa dihitung dengan
cara membagi taksiran BOP dengan taksiran biaya bahan baku yang dinyatakan dengan
persentase. Dan hasilnya adalah tariff BOP dalam % dari biaya bahan baku.
 Atas dasar biaya tenaga kerja langsung
Jika tarif BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung maka tariff tersebut dihitung
dengan cara membagi taksiran biaya overhead pabrik dengan taksiran biaya tenaga
kerja langsung.
 Atas dasar jam tenaga kerja langsung
Jika tariff BOP ini didasarkan pada jam tenaga kerja langsung, maka tariff tersebut bisa
dihitung dengan cara membagi taksiran BOP dengan taksiran jam kerja langsung. Untuk
dapat menghitung tariff BOP berdasarkan jam tenaga kerja.
 Atas dasar jam mesin
Jika tariff BOP didasarkan pada jam mesin, maka tariff BOP bisa dihitung dengan
membagi taksiran BOP dengan taksiran jam mesin.

5. Jelaskan 5 dasar pembebanan BOP kepada produk


Jawab :
Membebankan biaya overhead pabrik kepada produk, di antaranya:
 Atas dasar satuan produk
Untuk dapat menentukan tarif BOP atas dasar satuan produk maka bisa dihitung dengan
cara membagi taksiran biaya overhead pabrik dengan jumlah satuan yang dihasilkan dan
hasilnya adalah tarif BOP per unit produksi.
 Atas dasar biaya bahan baku
Untuk dapat menentukan tariff BOP atas dasar biaya bahan baku bisa dihitung dengan
cara membagi taksiran BOP dengan taksiran biaya bahan baku yang dinyatakan dengan
persentase. Dan hasilnya adalah tariff BOP dalam % dari biaya bahan baku.
 Atas dasar biaya tenaga kerja langsung
Jika tarif BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung maka tariff tersebut dihitung
dengan cara membagi taksiran biaya overhead pabrik dengan taksiran biaya tenaga
kerja langsung.
 Atas dasar jam tenaga kerja langsung
Jika tariff BOP ini didasarkan pada jam tenaga kerja langsung, maka tariff tersebut bisa
dihitung dengan cara membagi taksiran BOP dengan taksiran jam kerja langsung. Untuk
dapat menghitung tariff BOP berdasarkan jam tenaga kerja.
 Atas dasar jam mesin
Jika tariff BOP didasarkan pada jam mesin, maka tariff BOP bisa dihitung dengan
membagi taksiran BOP dengan taksiran jam mesin.

6. Jelaskan langkah-langkah dalam penentuan tariff BOP per departemen


Jawab :
Tahap Penyusunan Anggaran 1:
Penaksiran biaya overhead langsung departemen atas dasar kapasitas yang
direncanakan untuk tahun anggaran.
Dalam menyusun anggaran BOP dibagi manjadi 2 golongan, yaitu:
 Biaya langsung departemen departemen adalah jenis biaya overhead pabrik
yang terjadi atau dapat langsung dibebankan pada departemen tertentu.
 Biaya tidak langsung departemen
Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen adalah jenis BOP yang
manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen.
Tahap Penyusunan Anggaran 2:
Penaksiran BOP tidak langsung departemen.
Setelah biaya overhead langsung ditaksir untuk setiap departemen, langkah berikutnya
adalah menaksir biaya overhead tidak langsung departemen yang akan dikeluarkan
dalam tahun anggaran.
Biaya tidak langsung departemen ini kemudian didistribusikan kepada departemen-
departemen yang menikmati manfaatnya atas distribusi tertentu berikut ini:

Tahap Penyusunan Anggaran 3:


Distribusi biaya overhead tidak langsung departemen ke departemen-
departemen yang menikmati manfaatnya.
Dalam rangka penentuan tarif, biaya-biaya overhead tidak langsung departemen harus
didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaatnya atas salah
satu dasar distribusi tersebut di atas.

Tahap Penyusunan Anggaran 4:


Menjumlah BOP per departemen baik BOP langsung maupun tidak langsung
untuk mendapatkan anggaran BOP per departemen, baik departemen produksi maupun
departemen pembantu.
Setelah selesai dilakukan distribusi biaya overhead tidak langsung departemen ke
departemen-departemen yang menikmati manfaatnya.
Langkah selanjutnya dalam penyusunanan anggaran BOP per departemen adalah
menjumlah taksiran biaya overhead langsung dan tidak langsung dalam tiap-tiap
departemen.
Biaya overhead pabrik per departemen ini kemudian dipisahkan menurut perilakunya
dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan ke dalam BOP tetap dan biaya
overhead variabel.

7. Jelaskan 2 metode alokasi BOP departemen jasa ke departemen produksi


Jawab :
 Metode alokasi langsung (direct alocation method)
        Dalam metode ini, BOP departemen jasa dialokasikan ke tiap-tiap departemen
produksi yang menikmatinya. Metode alokasi langsung digunakan apabila jasa yang
dihasilkan oleh departemen jasa hanya dinikmati/dimanfaatkan oleh departemen
produksi, dan tidak ada departemen jasa lain yang memakai jasa tersebut (Departemen
Jasa tidak memakai jasanya).
 Metode Alokasi Bertahap (Step Method)
        Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen jasa tidak hanya
dinikmati oleh departemen produksi saja, melainkan digunakan pula oleh departemen
jasa yang lain. Sebagai contoh bagian jasa terdiri dari bagian pembangkit tenaga listrik
dan bagian reparasi. Bagian pembangkit tenaga listrik menggunakan sebagian jasa yang
disediakan oleh bagian reparasi untuk memperbaiki mesin-mesin diesel. Sebaliknya
bagian reparasi menggunakan pula sebagian jasa yang disediakan oleh bagian
pembangkit listrik untuk menggerakkan peralatan reparasi.
BAB 12

1. Jelaskan pengertian biaya standar


Jawab :
Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang
seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai
kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efi-siensi dan faktor-faktor lain
tertentu

2. Jelaskan 5 manfaat biaya standar


Jawab :
1. Perencanaan dan penyusunan anggaran 
2. Pengambilan keputusan tentang harga jual produk, strategi pengembangan produk
dan lain sebagainya. 
3. Pengendalian biaya 
4.Menilai hasil pelaksanaan 
5. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghematan biaya 

3. Jelaskan berbagai jenis standar yang dapat dipertimbangkan penggunaannya oleh


perusahaan
Jawab :
Berbagai jenis standar dapat dipertimbangkan penggunaannya oleh perusahaan.
Menurut Mulyadi (2000: 423) dalam buku Akuntansi Biaya, standar dapat digolongkan
atas dasar tingkat ketaatan dan kelonggaran sebagai berikut:
1. Standar Teoritis Standar teoritis disebut juga dengan standar ideal, yaitu suatu
standar yang ketat yang dalam pelaksanaannya sulit untuk dicapai, sebab banyak faktor
non teknis yang mempengaruhi kegiatan produksi. Asumsi yang mendasari standar
teoritis ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat
dicapai oleh pelaksana. Kebaikan standar teoritis adalah bahwa standar tersebut dapat
digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. Tetapi pelaksanaan yang sempurna
yang dapat dicapai oleh orang atau mesin 13 jarang dapat dicapai sehingga standar ini
sering menimbulkan frustasi. Standar teoritis ini sekarang sudah jarang digunakan.
2. Standar Biaya Waktu yang Lalu Biaya standar yang ditentukan dengan menghitung
rata-rata biaya yang telah lampau cenderung merupakan standar yang longgar sifatnya.
Rata-rata biaya waktu yang lalu dapat mengandung biayabiaya yang tidak efisien, yang
seharusnya tidak boleh dimasukan sebagai unsur biaya standar. Tapi jenis standar ini
kadang-kadang berguna pada saat permulaan perusahaan menerapkan sistem biaya
standar dan terhadap jenis biaya standar ini secara berangsur-angsur kemudian diganti
dengan biaya yang benar-benar menunjukkan efisiensi.
3. Standar Normal Standar normal didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan
datang dibawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal. Kenyataannya
standar normal didasarkan pada rata-rata biaya di masa yang lalu, yang disesuaikan
dengan taksiran keadaan biaya di masa yang akan datang. Standar normal bermanfaat
bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka panjang dan pengambilan
keputusan yang bersifat jangka panjang. Standar normal tidak begitu bermanfaat dari
sudut pengukuran pelaksanaan tindakan dan pengambilan keputusan jangka pendek.
4. Pelaksanaan Terbaik yang Dapat Dicapai Standar ini didasarkan pada tingkat yang
dapat dicapai dengan memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat
dihindari terjadinya. Standar ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang baik
untuk menilai pelaksanaan.
4. Jelaskan cara menentukan standar biaya bahan baku
Jawab :
1. Penyelidikan teknis
2. Analisis catatan masa lalu dalam bentuk:
- Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama
dalam periode tertentu di masa lalu.
- Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang
paling baik dan yang paling buruk di masa lalu.
- Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang
paling baik.

5. Jelaskan cara menentukan standar biaya tenaga kerja


Jawab :
Dalam menentukan biaya standar bahan baku untuk mengolah satu unit produk
tertentu terdapat dua faktor : 
a. Standar tarif upah langsung yaitu tarif upah yang seharusnya terjadi di dalam
pengolahan per unit produk tertentu 
b. Standar jam kerja yaitu jam kerja yang seharusnya dipakai dalam pengolahan satu
satuan produk 

6. Jelaskan cara menentukan standar biaya overhead pabrik


Jawab :
Dalam menentukan biaya overhead pabrik standar untuk mengolah satu unit produk
tertentu terdapat dua faktor : 
a. Standar tarif overhead pabrik yaitu tarif overhead pabrik yang dibebankan per unit
produk tertentu. Tarif overhead pabrik standar terdiri atas 
tarif overhead pabrik tetap 
tarif overhead pabrik variabel 

Penentuan tarif overhead pabrik bisa dihitung dengan rumus : 


Tarif overhead pabrik standar = Total biaya overhead pabrik standar yang dianggarkan :
kapasitas normal (atas jam kerja tenaga kerja langsung) 
Tarif overhead pabrik tetap standar = biaya overhead pabrik tetap standar yang
dianggarkan : kapasitas normal (atas jam kerja tenaga kerja langsung) 
Tarif overhead pabrik variabel standar = biaya overhead pabrik variabel standar yang
dianggarkan : kapasitas normal (atas jam kerja tenaga kerja langsung) 

b. Standar jam kerja yaitu jam kerja yang dibutuhkan untuk mengolah satu satuan
produk. Jam kerja standar berbeda dengan jam kerja normal. Kalau jam kerja normal
merupakan norma yang menjadi acuan produksi dalam satu periode tertentu. Kalau 
jam kerja standar adalah jam kerja yang seharusnya dialami untuk tiap output yang
diproduksi. 

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan anggaran fleksibel


Jawab :
Anggaran fleksibel adalah anggaran yang menyesuaikan atau menyesuaikan dengan
perubahan volume atau aktivitas. Anggaran fleksibel lebih canggih dan bermanfaat
daripada anggaran statis. (Jumlah anggaran statis tidak berubah. Jumlahnya tidak
berubah dari jumlah yang ditetapkan pada saat anggaran statis disiapkan dan disetujui.)
Untuk biaya yang bervariasi dengan volume atau aktivitas, anggaran fleksibel akan
fleksibel karena anggaran akan mencakup tingkat variabel per unit kegiatan alih-alih
satu jumlah total tetap.