1.
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan yang
dapat menyebabkan kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan
sampai kepada yang paling berat.
Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat :
a. Adanya korban yang cedera atau meninggal dunia
b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia
c. terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera
maupun kerusakan peralatan
d. terjadinya kerugian fisik dan non fisik yang dialami pekerja
e. semua jawaban benar
2. Kecelakaan di tempat kerja dipengaruhi oleh perilaku pekerja dan kondisi
lingkungan kerja yang tidak aman.
Kejadian kecelakaan yang disebabkan perbuatan tidak aman dari pekerja
merupakan :
a. Sebab dasar
b. Sebab sekunder
c. Sebab tidak langsung
d. Sebab langsung
e. Sebab antara
3. Seorangahli K3 melakukan kegiatan Sistem Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Tempat Kerja untuk mengendalikan resiko yang ada.
Upaya pengendalian resiko dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
a. Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian
b. Monitoring, Identifikasi, Evaluasi dan pengendalian
c. Identifikasi, Monitoring, dan pengendalian
d. Identifikasi, Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian
a. Identifikasi, Evaluasi, Pengendalian dan Monitoring
4. Seorang ahli K3 bekerjasama dengan teknisi dan tenaga operator melakukan
aktifitas mengamati tahapan proses kerja peralatan dan menganalisa kemungkinan
factor penyebab kecelakaan untuk dijadikan sebagai pedoman prosedur kerja.
Aktifitas diatas disebut….
a. Job Safety Analisis
b. AnalisaKecelakaan
c. Safety Audit
d. Safety Observation
e. Fault tree analysis
5. Sebuah perusahaan mewajibkan seluruh pekerjanya untuk melaksanakan
pemeriksaan kesehatan sebelum, pada saat dan setelah bekerja serta
melaksanakan pemeriksaan khusus.
Perusahaan tersebut telah menerapkan Peraturan Perundangan mengenai
kesehatan kerja yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja yaitu :
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 8
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal18
c. UU No.1 Tahun 1970 pasal 12
d. UU No.1 Tahun 1970 pasal 9 ayat 1
e. UU No.1 Tahun 1970 pasal 9ayat 2
6. Perencanaan peralatan atau mesin yang tidak disesuaikan dengan manusianya
dapat menimbulkan kelelahan yang mengakibatkan kecelakaan dan penurunan
produktivitas.
Penyesuaianpekerjaandenganperalatandisebut ……
a. Ilmu Mekanika
b. Ilmu Dinamika
c. Ilmu Ergonomi
d. Ilmu fisiologi terapan
e. Ilmu Fatigue
7. Pengendalian Bahaya di tempat kerja harus dilakukan secara hierarki dimulai dari
mengeliminasi sumber bahaya sampai melakukan upaya proteksi pada pekerja
Alternatif terakhir yang bias dilakukan dalam mengendalikan bahaya polusi udara di
ruangan yaitu ….
a. Mengganti bahan tersebut dengan yang lebih aman
b. Memasang ventilasi
c. menggunakan local Exhaustener
d. menghilangkan sumber polusi dalam ruangan
e. menggunakan alat respirator
8. Sebuah perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 500 orang, jumlah jam kerja
yang telah dicapai 1,150,000 juta jam kerja orang. Dalam 1 tahun terjadi 46 kali
kecelakaan kerja.
Berapa frekuensi ratenya
a. 46 x 1,000,000 / 1,150,000
b. 46 x 1,150,000/ 1.000.000
c. 500 x 1,000,000 / 1,150,000
d. 500/46 x 1,000,000
e. 500/46 x 1,150,000
9. Sebuah perusahaan telah bekerja 360,000 jam kerja orang, selama setahun telah
terjadi 5 kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan 160 hari kerja hilang pada
perusahaan tersebut.
Tentukanbesar severity ratenya.
a. (160 x 360.000) / 1.000.000
b. ( 5 x 360.000) / 1.000.000
c. (160 x 1,000,000) / 360,000
d. ( 5 x 1,000,000) / 360,000
e. 160/5 x 1.000.000
10. Setiap perusahaan yang telah melaksanakan Sistem Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (SMK3) wajib memiliki Ahli K3 di tempat kerja.
Dasar hokum penunjukan Ahli Keselamatan danKesehaanKerja yaitu :
a. Permen No.02/Men/1992
b. Permen No.02/Men/1970
c. Permen No.01/Men/1988
d. Permen No.04/Men/1987
e. Permen No.01/Men/1970