Anda di halaman 1dari 5

KELUARGA

A. Pengertian Keluarga
1. Burges dkk. (1963)
Membuat definisi keluarga yang berorientasi pada tradisi dimana :
a. Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan,
darah dan ikatan adopsi;
b. Para anggota sebuah keluarga biasanya hidup bersama sama dalam satu rumah
tangga, ataupun jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap menganggap
rumah tangga mereka tersebut sebagai rumah mereka;
c. Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam peran-
peran sosial keluarga seperti suami-istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan
perempuan, saudara dan saudari;
d. Keluarga bersama-sama menggunakan kultur yang sama, yaitu kultur yang
diambil dari masyarakat dengan beberapa ciri unik tersendiri.
2. WHO (1969)
Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan
melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.
3. Duvall (1976)
Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan,
adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang
umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap
anggotanya.
4. Bailon dan Maglaya (1978)
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga
karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling
berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing, dan
menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
5. Logan’s (1979)
Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan dari beberapa komponen
yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
6. Raisner (1980)
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang
masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu,
adik, kakak dan nenek.
7. Gillis (1983)
Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut
yang dimiliki, tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing
mempunyai sebagaimana individu miliki.
8. Duvall(1986)
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan
adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari setiap
anggota keluarga.
9. Depkes RI (1988)
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga
dan beberapa orang yang terkumpul di suatu tempat di bawah satu atap dan dalam
keadaan saling ketergantungan.
10. Johnson’s (1992)
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah
yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang
tinggal dalam satu atap, mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban
antara satu orang dengan lainnya.
11. Spradley dan Allender (1996)
Satu atau lebih individu yang tinggal bersama sehingga mempunyai ikatan
emosional dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.
12. Leininger
Keluarga adalah suatu sistem sosial yang etrdiri dari individu-individu yang
bergabung dan berinteraksi secara teratur antara satu dengan yang lain yang
diwujudkan dengan adanya saling ketergantungan dan berhubungan untuk
mencapai tujuan bersama.
13. Friedman (1998)
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena ikatan tertentu
untuk saling membagi pengalaman dan melakukan pendekatan emosional serta
mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga.
14. BKKBN (1999)
Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan
perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dam materiil
yang layak, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, serasi dan
seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.
15. Ali (2010)
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah,
perkawinan, dan adopsi dlam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan
lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah :


 Unit terkecil masyarakat
 Terdiri atas dua orang atau lebih
 Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah atau adopsi
 Hidup dalam satu rumah tangga atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan
satu sama lain
 Di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga
 Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
 Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
 Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan dan meningkatkan
perkembangan fisik, psikologis dan sosial para nggotanya

B. Sifat Keluarga
Lima sifat keluarga :
1. Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu sistem
2. Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsisten terhadap perlindungan,
makanan dan sosialisasi anggotanya
3. Dalam keluarga ada komitmen saling melengkapi antar anggota keluarga
4. Setiap anggota dapat atau tidak dapat saling berhubungan dan dapat atau tidak
dapat tinggal satu atap
5. Keluarga bisa memiliki anak ataupun tidak

C. Struktur Keluarga
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam diantaranya adalah:
1. Patrilineal: adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak sudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah
2. Matrilineal: adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak sudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah
3. Matrilokal: adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah
istri
4. Patrilokal: adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah
suami
5. Keluarga kawinan: adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan
keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan dengan suami atau istri

D. Ciri-ciri Struktur Keluarga – Anderson Carter


1. Terorganisasi: saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga
2. Ada keterbatasan: setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga
mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing
3. Ada perbedaan dan kekhususan: setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan
fungsinya masing-masing

E. Tujuan Dasar Keluarga


Tujuan dasar pembentukan keluarga adalah:
1. Keluarga merupakan unit dasar yang memiliki pengaruh kuat terhadap
perkembangan individu
2. Keluarga sebagai perantara bagi kebutuhan dan harapan anggota keluarga dengan
kebutuhan dan tuntutan masyarakat
3. Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarga
dengan menstabilkan kebutuhan kasih sayang, sosio ekonomi dan kebutuhan
seksual
4. Keluarga memiliki pengaruh yang penting terhadap pembentukan identitas
seorang individu dan perasaan harga diri

F. Tipe Keluarga
Menurut Sudiharto (2007), beberapa bentuk keluarga adalah sebagai berikut:
1. Keluarga Inti (nuclear family), adalah keluarga yang dibentuk karena ikatan
perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri, dan anak- anak baik
karena kelahiran (natural) maupun adopsi.
2. Keluarga asal (family of origin), merupakan suatu unit keluarga tempat asal seseorang
dilahirkan.
3. Keluarga Besar (extended family), keluarga inti ditambah keluarga yang lain (karena
hubungan darah), misalnya kakek, nenek, bibi, paman, sepupu termasuk keluarga
modern, seperti orang tua tunggal, keluarga tanpa anak, serta keluarga pasangan
sejenis (guy/lesbian families).
4. Keluarga Berantai, keluarga yang terbentuk karena perceraian dan/atau kematian
pasangan yang dicintai dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan suatu keluarga inti.
5. Keluarga duda atau janda (single family), keluarga yang terjadi karena perceraian
dan/atau kematian pasangan yang dicintai.
6. Keluarga komposit (composite family), keluarga dari perkawinan poligami dan hidup
bersama.
7. Keluarga kohabitasis (cohabitation), dua orang menjadi satu keluarga tanpa
pernikahan, bisa memiliki anak atau tidak. Di Indonesia bentuk keluarga ini tidak
lazim dan bertebtangan budaya timur. Namun, lambat laun, keluarga kohabitasi ini
mulai dapat diterima.
8. Keluarga inses (incest family), seiring dengan masuknya nilai-nilai global dan
pengaruh informasi yang sangat dahsyat, dijumpai bentuk keluarga yang tidak lazim,
misalnya anak perempuan menikah dengan ayah kandungnya, ibu menikah dengan
anak kandung laki-laki, paman menikah dengan keponakannya, kakak menikah
dengan adik dari satu ayah dan satu ibu, dan ayah menikah dengan anak perempuan
tirinya. Walaupun tidak lazim dan melanggar nilai-nilai budaya, jumlah keluarga inses
semakin hari semakin besar. Halini dapat kita cermati melalui pemberitaan dari
berbagai media cetak dan elektronik.
9. Keluarga tradisional dan nontradisional, dibedakan berdasarkan ikatan perkawinan.
Keluarga tradisional diikat oleh perkawinan, sedangkan keluarga nontradisional tidak
diikat oleh perkawinan. Contoh keluarga tradisional adalah ayah-ibu dan anak hasil
dari perkawinan atau adopsi. Contoh keluarga nontradisional adalah sekelompok
orang tinggal di sebuah asrama

G. Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga


1. Patriakal: yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak
ayah
2. Matriakal: yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak
ibu
3. Equalitarian: yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu