Askep Komga
Askep Komga
OLEH :
LENA OCTAVIANA
NIM 19.901.2329
B11
A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga Tn” A”
Pengkajian dalam keluarga perlu dilakukan untuk mendapatkan data-data
yang akurat. Adapun data-data yang akurat mengenai karakteristik dan
permasalahan dalam keluarga memudahkan untuk memberikan asuhan
keperawatan yang sistematis dan koperensif dengan menerapkan teori-teori
keperawatan yang telah diajarkan sesuai tahap perkembangan keluarga .
Sebelum melakukan pengkajian yang paling utama harus ditanamkan
adalah bina hubungan saling percaya antara perwat dan keluarga.karena jika
sudah terbina salaing percaya asuhan keperawatan akan dapat dilakukan
dengan baik.sesuasi dengan tujuan yang telah ditetapkan. Teknik pengkajian
dapat dilakukan dengan wawancara, diskusi, obsevasi serta melakuan
pemeriksaan fisik ke keluarga bapak A.
Latar belakang penemuan kasus yaitu dengan temuan aktif yang
bersumber dari informasi yang didapat dari anggota keluarga Tn. A yaitu Ny.
N mengatakan anggota keluarga sedang menderita penyakit hipertensi. Pada
saat mahasiswa melakukan survey awal, Ny. N mengatakan mengeluh sakit
kepala di bagian belakang dan memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang
lalu. Sehingga mahasiswa menjadikan keluarga Tn. A sebagai keluarga
binaan.
Berdasarkan data tersebut mahasiswa ingin menggali lebih dalam lagi
tentang kesehatan keluarga Tn “A”agar dapat diberikan intervensi lebih lanjut.
B. Proses Keperawatan
1. Diagnosis keperawatan keluarga : -
2. Tujuan umum : Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan
mahasiswa dan keluarga saling mengenal dan berhasil membina
hubungan saling percaya.
3. Tujuan khusus : Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan
petugas:
a. Membina hubungan saling percaya dengan keluarga Tn.A
b. Mengklarifikasi informasi tentang adanya informasi keluarga
yang memiliki hipertensi.
c. Melakukan pengkajian terhadap data umum meliputi, identitas
KK, komposisi anggota keluarga, genogram, tipe keluarga, suku
bangsa, agama, status sosial ekonomi dan aktifitas keluarga.
d. Melakukan kontrak pertemuan kedua dengan keluarga Tn.A
D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria struktur
a. Laporan pendahuluan sudah disiapkan
b. Instrumen pengkajian sudah disiapkan
c. Lokasi rumah sudah diketahui
2. Kriteria proses
a. Selama wawancara keluarga aktif menjawab pertanyaan
b. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Kontrak telah diingatkan oleh petugas dan keluarga
3. Kriteria hasil
a. 90% Keluarga mau menerima kunjungan dari petugas
b. 90% Keluarga kooperatif menjawab pertanyaan petugas
c. Kontrak pertemuan selanjutnya dapat disepakati bersama keluarga
Mahasiswa,
Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “A” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “N”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 13 AGUSTUS 2020
A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga
Pada pertemuan sebelumnya mahasiswa dan keluarga sudah
melakukan pengenalan dan membina hubungan saling percaya. Tn.A
mengatakan tinggal serumah dengan istri sedangkan anak tinggal bersama
kakek dan nenek di Jembrana. Keluarga Tn.A termasuk keluarga
Nucllear Family (Inti) yaitu keluarga yang terdiri dari istri, dan anak di
dalam KK . Selain itu pertemuan sebelumnya ditemukan masalah yaitu
keluarga Tn. A khususnya Ny. N menderita hipertensi dan mengeluh
sering sakit kepala bagian belakang dan lemas.
Berdasarkan data pengkajian dan pemeriksaan fisik, didapatkan adanya
riwayat hipertensi pada keluarga Tn. K khususnya Ny. N sejak 1 tahun
yang lalu, didapatkan hasil tekanan darah 140/90 mmHg. Ny. N
mengatakan memiliki penyakit keturunan hipertensi dari ibu Ny.N, Ny.N
mengatakan tidak rutin minum obat hipertensi . Keluarga Ny. N
mengatakan sudah mengetahui tentang makanan yang boleh dan tidak
untuk dikonsumsi tetapi tidak tahu komplementer hipertensi. Fokus
kegiatan hari ini adalah memberikan penyuluhan tentang penyakit
hipertensi pada keluarga Tn. A.
B. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan : -
b. Tujuan umum
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan mahasiswa dapat
menentukan diagnosa, skoring/prioritas diagnosis dan intervensi
keperawatan keluarga bersama dengan keluarga Tn. A
c. Tujuan khusus
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan petugas:
1) Membina hubungan saling percaya dengan keluarga Tn. A
2) Menentukan diagnosa keperawatan keluarga
3) Melakukan pengkajian mengenai skoring/prioritas diagnosis
keperawatan keluarga.
4) Menentukan intervensi keperawatan keluarga
5) Menentukan kontrak waktu untuk kunjungan berikutnya.
D. Kriteria Evaluasi
1) Kriteria Struktur
a. Laporan pendahuluan.
b. Instrument dan alat pengkajian sudah disiapkan.
c. Lokasi rumah klien sudah diketahui.
d. Kontrak waktu sudah disepakati.
2) Kriteria Proses
a. Selama wawancara keluarga aktif menjawab pertanyaan.
b. Keluarga bersedia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
c. Kontrak waktu untuk kunjungan selanjutnya telah diingatkan oleh
petugas dan keluarga.
3) Kriteria Hasil
a. Keluarga mau menerima kunjungan petugas.
b. Keluarga mampu membina hubungan saling percaya dengan petugas.
c. Diagnosa keperawatan keluarga sudah ditentukan
d. Keluarga mampu menentukan skoring/prioritas diagnosis keperawatan
keluarga.
e. Intervensi keperawatan keluarga sudah ditentukan
f. Kontrak pertemuan selanjutnya dapat disepakati bersama keluarga
.
Mahasiswa,
Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “K” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “R”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 14 AGUSTUS 2020
A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga
Pada pertemuan sebelumnya mahasiswa dan keluarga sudah
melakukan pengenalan dan membina hubungan saling percaya. Tn.A
mengatakan tinggal serumah dengan istri sedangkan anak tinggal bersama
kakek dan nenek di Jembrana.. Keluarga Tn. A termasuk keluarga
Nucllear Family (Inti) yaitu keluarga yang terdiri dari istri, dan anak di
dalam KK. Selain itu pertemuan sebelumnya ditemukan masalah yaitu
keluarga Tn. A khususnya Ny. N menderita hipertensi dan mengeluh
sering sakit kepala bagian belakang.
Berdasarkan data pengkajian dan pemeriksaan fisik, didapatkan adanya
riwayat hipertensi pada keluarga Tn. A khususnya Ny. N sejak 1 tahun
yang lalu, didapatkan hasil tekanan darah 140/100 mmHg. Ny. N
mengatakan tidak rutin minum obat hipertensi. Keluarga Tn. A
mengatakan sudah mengetahui tentang makanan yang boleh dan tidak
untuk dikonsumsi tetapi tidak tahu komplementer hipertensi. Fokus
kegiatan hari ini adalah memberikan penyuluhan tentang penyakit
hipertensi pada keluarga Tn. A.
B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
b. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
c. Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif pada keluarga
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pertemuan selama 45 menit diharapkan mahasiswa
mampu melakukan perencanaan asuhan keperawatan keluarga pada
keluarga Tn. A khususnya Ny. N
3. Tujuan Khusus
a. Mendiskusikan dengan keluarga tentang penyakit hipertensi
meliputi pengertian, tanda dan gejala, komplikasi dari hipertensi.
b. Mendiskusikan tentang pola hidup serta pantangan – pantangan
yang bisa dilakukan bagi penderita hipertensi
c. Mendiskusikan dengan keluarga tentang pentingnya melakukan
pemeriksaan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.
Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “A” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “N”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TGL 18 AGUSTUS 2020
A. Latar Belakang
1. Karakteristik keluarga
Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa sudah melakukan
penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipertensi dengan keluarga Tn.A
serta mendiskusikan tentang cara pencegahan dan perawatan Ny. N. Setelah
dilakukan penyuluhan keluarga Tn. N tampak mengerti dan memahami cara
perawatan penyakit hipertensi. Fokus kegiatan kali ini adalah melakukan
demonstrasi mengenai pengobatan komplementer hipertensi.
2. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
a. Mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga Tn. A mengenai tujuan
dilakukannya demonstrasi pengobatan komplementer hipertensi.
b. Mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga Tn. A mengenai manfaat
demonstrasi pengobatan komplementer hipertensi.
c. Masalah keperawatan keluarga
1) Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
2) Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
3) Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif
B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa keperawatan keluarga
a. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
b. Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
c. Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif
2. Tujuan umum
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan pengetahuan keluarga Tn.
A meningkat dalam merawat keluarga dengan hipertensi dirumah.
3. Tujuan khusus
a. Keluarga Tn. A dapat mengerti dan memahami tujuan pengobatan
komplementer hipertensi.
b. Keluarga Tn. A dapat mengerti dan memahami manfaat pengobatan
komplementer hipertensi.
c. Keluarga Tn. A dapat mengerti cara pembuatan obat komplementer
untuk penyakit hipertensi.
d. Keluarga Tn. A bersedia untuk menerapkan pengobatan komplementer
hipertensi yang di demonstrasikan.
D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria struktur
a. Laporan pendahuluan telah disiapkan
b. Alat dan bahan demonstrasi telah disiapkan
2. Kriteria proses
a. Selama kegiatan keluarga aktif dan mahasiswa melakukan komunikasi
dua arah.
b. Keluarga mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
c. Kontrak telah diingatkan oleh mahasiswa dan keluarga.
3. Kriteria hasil
a. Dari 100% anggota keluarga yang hadir, sekitar 80% anggota keluarga
mampu memahami pengobatan komplementer untuk penyakit hipertensi.
Mahasiswa,
Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
YAYASAN SAMODRA ILMU CENDEKIA
STIKES WIRA MEDIKA BALI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kecak no. 9A Gatot Subroto Timur Denpasar-Bali 80239
A. PENGKAJIAN
I. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bpk.A Pendidikan : Diploma
Umur : 32 tahun Pekerjaan : Karyawan swasta
Agama : Islam Alamat : Br. Tag Tag Tengah
Suku : Bali
2. Komposisi Keluarga
No. Nama L/P Umur Hub. Dgn KK Pendidikan Pekerjaan
(th)
2 Ny.N P 32 Istri Diploma Karyawan
Swasta
3 Anak G L 7 Anak SD Pelajar
3. Genogram
Genogram
32 th
32 th
Hiperten
si (TN. A)
(Ny. N)
7 th
(A.n G )
Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
= Tinggal serumah
X = Meninggal
= Yang sakit
4. Tipe Keluarga
a. Jenis tipe keluarga : Tipe keluarga Tn. A Nucllear family keluarga
yang terdiri dari istri, dan 1 orang anak didalam KK
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : Tidak ada masalah yang
terjadi dalam keluarga Tn. A yang keluarganya termasuk dalam jenis
tipe keluarga Nucllear family. Keluarga Tn.A tetap bertanggung
jawab dalam perawatan seluruh anggota keluarganya
5. Suku Bangsa
a. Asal suku bangsa: merupakan keluarga yang bersuku Jawa dan bangsa
Indonesia. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia.
Tidak ada kebiasaan keluarga yang dipengaruhi oleh suku yang dapat
mempengaruhi kesehatannya.
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : keluarga mengatakan
tidak memiliki budaya yang mengkhusus dan berhubungan dengan
kesehatan
a. Denah Rumah :
7
5
4
3
2
1
Keterangan :
1 : pintu masuk rumah
2 : ruang tamu
3 : wc
4 : kamar
5 : dapur
6 : kamar
V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
a. Cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih sayang : dengan saling
memperhatikan satu sama lain.
b. Perasaan saling memiliki : respon keluarga sangat bangga bila ada
anggota keluarga yang berhasil dan keluarga sangat sedih bila anggota
keluarga ada yang sakit/ meninggal
c. Dukungan terhadap anggota keluarga : keluarga selalu saling mendukung
apapun kegiatan positif yang dilakukan anggota keluarga
d. Kehangatan : keluarga cukup perhatian dalam membina rumah tangga
dan menjaga kondisi kesehatannya
e. Saling menghargai : keluarga saling mengerti, menghargai satu sama
lainnya
2. Fungsi Sosialisasi
a. Kerukunan hidup dalam keluarga : keluarga hidup rukun bersama
anggota lainnya
b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga selalu mengajarkan
dan menanamkanperilaku sosial yang baik yaitu perlunya berhubungan
baik berinteraksi dalam keluarga maupun masyarakat
c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan :
pengambil keputusan biasanya dilakukan oleh Tn.A dengan didukung
oleh semua anggota keluarganya
d. Kegiatan keluarga di waktu senggang : keluarga biasnaya mengobrol dan
menonton TV
e. Partisipasi dalam kegiatan sosial : keluarga cukup aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat
sekitar.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
1. Ny.N mengatakan dirinya sering mengeluhkan sakit kepala bagian belakang.
Ny.N khususnya mengatakan sejak 1 tahun yang lalu sudah merasakan
pusing dan sakit kepala bagian belakang kemudian langsung memeriksakan
kesehatannya ke Dokter praktek swasta. Sejak 1 tahun yang lalu Ny.N
diketahui menderita tensi tinggi saat mengeluh badan terasa lemas dan sakit
kepala bagian belakang kemudian Ny.N diberi obat anti hipertensi. Ny.N
mengatakan tidak rutin minum obat anti hipertensi. Ny.N hanya meminum
obat jika sudah merasa sakit kepala. Keluarga Tn.A mengatakan mengetahui
beberapa jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pada pasien
yang memiliki penyakit hipertensi, namun keluarga Tn.A tidak
membedakan makanannya dengan anggota keluarga lain, sehingga tidak ada
pengurangan garam pada makanan Ny.A
Keluarga Tn.A juga bertanya tentang akibat dari penyakit hipertensi dan
penanganannya. Pada saat pengkajian Ny.N mengalami nyeri pada kepala
bagian belakang dan lemas.
a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah kesehatan
keluarga :
Menurut keluarga, sakit yang dialami Ny.N ini tidak terlalu dirasakan,
hanya pada saat Ny.N merasa sakit kepala yang tidak tertahankan saja
keluarga mengunjungi pelayanan kesehatan. Anggota keluarga
mengatakan bahwa tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari
tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol serta cara merawat anggota
keluarga yang sakit. Keluarga juga mengatakan tidak mengetahui tanda-
tanda apabila terjadi peningkatan pada tekanan darah. Keluarga Tn.A
mengatakan tidak mengetahui pengobatan komplementer selain mendapat
obat dari dokter.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan :
Keluarga mengatakan Ny.N saat merasa pusing dan sakit pada kepala di
ajak ke Dokter praktek swasta bila obat habis. Dan bila ada anggota
keluarganya menderita penyakit seperti batuk, pilek, ataupun demam
keluarga biasanya berobat ke Dokter praktek swasta dan ke Rumah Sakit
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga mengatakan sudah mengerti cara merawat anggota keluarganya yang
menderita hipertensi mengenai makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh
dikonsumsi. Bila Ny.N sakit kepala yang tidak tertahankan keluarga segera
mengajak Ny.N berobat ke Dokter praktek swasta dan memperoleh obat sakit
kepala.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat :
Keluarga Tn.A mengatakan istrinya Ny.N yang biasanya membersihkan
dan membereskan rumah setiap hari
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat :
Selama ini keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan hanya pada saat
ada keluhan dan untuk penyakit hipertensi yang diderita Ny.N
1 2 3
Tensi 110/80 140/90 mmHg 100/70 mmHg
mmHg
Nadi 88x/mnt 82x/mnt 88x/mnt
Suhu C 36,5 36,7 36,6
Respirasi 20x/mnt 20x/mnt 20 x/mnt
BB/TB 75 kg/ 170 55 kg/158Cm 23 kg/122 cm
cm
Kepala Bentuk Bentuk normal, Bentuk normal,
normal, rambut lurus, rambut lurus, tidak
rambut tidak ada luka, ada luka, nyeri
lurus, nyeri tekan (-) tekan (-)
rambut
terdapat
uban, tidak
ada luka,
nyeri tekan
(-)
Mata, telinga, Normal, Normal, reflek Normal, reflek
hidung, reflek pupil pupil +/+, pupil +/+,
tenggorokan, +/+, kebersihan mulut kebersihan mulut
mulut kebersihan cukup, cukup, tenggorokan
mulut tenggorokan normal
cukup, normal
tenggoro-
kan normal
Leher Pembesaran Pembesaran vena Pembesaran vena
vena jugularis (-), jugularis (-),
jugularis (-), pembesaran pembesaran
pembesaran kelenjar tiroid (-) kelenjar tiroid (-)
kelenjar
tiroid (-)
Thorax Simetris, Simetris, bunyi Simetris, bunyi
bunyi jantung normal jantung normal
jantung S1/S2 tunggal, S1/S2 tunggal,
normal suara nafas suara nafas
S1/S2 vesikuler, vesikuler,
tunggal, wheezing/ronchi wheezing/ronchi
suara nafas tidak ada tidak ada
vesikuler,
wheezing/ro
nchi tidak
ada
Abdomen Simetris, Simetris, Simetris,
pembesaran pembesaran pembesaran hepar,
hepar, hepar, ginjal, ginjal, limpa (-),
ginjal, limpa limpa (-), benjolan (-), nyeri
(-), benjolan benjolan (-), nyeri tekan (-), bising
(-), nyeri tekan (-), bising usus (+)
tekan (-), usus (+)
bising usus
(+)
Ekstremitas Tidak ada Tidak ada Tidak ada kelainan
atas bawah kelainan kelainan pergerakan ROM
dan persendian pergerakan pergerakan ROM aktif
ROM aktif aktif Kekuatan otot 5
Kekuatan Kekuatan otot 5
otot 5
Sistem Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Genetalia
Lainnya
Sasaran terutama pada yang mempunyai masalah kesehatan (sakit) dengan metode
Head to
Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
Data Obyektif
1. Saat pengkajian keluarga Tn.A kooperatif dalam menjawab
pertanyaan
Tn.K : 110/70
An. G : 100/70 mmHg
Ny. N : 140/100 mmHg
Data Subjektif Resiko Perfusi Serebral Tidak
1. Ny.N mengatakan punya riwayat hipertensi dan jarang Efektif
kontrol ke Dokter maupun ke Rumah Sakit
2. Ny. N mengatakan sering merasakan nyeri pada kepala
bagian belakang, ᴄepat lemas, leher terasa tegang, mata terasa
kabur dan segera hilang setelah mendapat obat dari Dokter.
Data Objektif :
a. TD : 140/100 mmHg
b. Nadi : 88 x/menit
c. Suhu : 36,70C
d. Klien tampak sedikit lemas
Data Subjektif Pemeliharaan Kesehatan Tidak
1. Keluarga Tn. A Mengatakan Ny. N tidak mau mengikuti Efektif
anjuran untuk minum obat hipertensi yang disarankan oleh
Dokter.
2. Ny.N mengatakan mengetahui penyebab hipertensi, namun
susah untuk berhenti megkonsumsi kopi dan makanan yang
mengandung banyak garam seperti kripik, ikan asin dan
telor asin
3. Ny. N mengatakan minum kopi 2 kali sehari pada pagi hari
dan siang hari
Data Objektif
1. TD : 140/100 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 36,7oC
2. Saat pengkajian keluarga Ny. N tampak tidak mengikuti
prosedur yang telah disarankan oleh dokter.
3. Saat pengkajian Ny. N tampak masih mengkonsumsi kopi dan
kripik
Diagnosa 2
Diagnosa Keperawatan
Resiko perfusi serebral tidak efektif
Diagnosa 3
Diagnosa Keperawatan
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif.
Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran
Sifat masalah Ny.N mengatakan tidak tahu tanda-tanda
a. Aktual 3 1 terjadinya hipertensi. Dan Ny. N mengatakan
b. Resiko 2 pernah dibilang mengalami tekanan darah tinggi
c. Potensial 1 oleh dokter.
Jumat 14 3
Agustus a. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima
2020 informasi
b. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan
dan menurunkan motivasi hidup bersih dan sehat
c. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan
d. Memberikan kesempatan untuk bertanya
e. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi
kesehatan
f. mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
E. Evaluasi
Rabu 12 Agustus 1 DS :
2020 1. Tn.A mengatakan namanya Tn.A
2. An.G mengatakan namanya An.G
3. Ny.N mengatakan namanya Ny.N
a) Ny.N mengatakan dirinya sering
mengeluhkan sakit kepala bagian
belakang, lemas, kadang-kadang mata
rabun dan leher terasa tegang bila
kambuh Ny.N mengatakan punya
penyakit tensi tinggi dari 1 tahun yang
lalu
b) Sejak 1 tahun yang lalu Ny.N
diketahui menderita tensi tinggi saat
mengeluh sakit kepala bagian
belakang, mata rabun, dan leher terasa
tegang, kemudian Ny.N di berobat ke
puskesmas
4. Keluarga Tn.A mengatakan mengetahui
beberapa jenis makanan yang boleh dan
tidak boleh dikonsumsi pada pasien yang
memiliki penyakit hipertensi, namun Ny.N
tetap memakan makan tersebut
5. Keluarga Tn.A mengatakan kurang paham
akibat dari penyakit hipertensi dan
penanganannya.
O:
a) Keluarga Tn.A terlihat ramah dan
kooperatif
b) Tn.A : 110/80 mmHg
c) An. G : 100/70 mmHg
d) Ny. N : 140/100 mmHg
A:
- BHSP tercapai
- Pemeriksaan fisik dan pengkajian terhadap
pengetahuan keluarga tercapai
P:
Lanjutkan intervensi dengan melakukan kontrak
waktu selanjutnya (pertemuan 2)
Kamis, 13 2 S:
Agustus 2020 Ny.N mengatakan sering merasa nyeri pada kepala
bagian belakang skala nyeri 3, leher terasa tegang
dan mata rabun
O:
Ny.N tampak lemas
TD : 170/100 mmHg
RR : 20 x/mnt
Suhu : 35,9oC
Nadi : 88x/mnt
A:
Masalah belum teratasi
P:
Lanjutkan intervensi dengan melakukan kontrak
waktu selanjutnya (pertemuan 3)
Jumat, 14 3 S:
Agustus 2020 - NY.n mengatakan siap dan mampu menerima
informasi tentang hipertensi yang diberikan
oleh petugas kesehatan
- Ny.N mengatakan mengetahui tentang faktor
resiko yang dapat mempengaruhi hipertensi
O:
a. Keluarga tampak kooperatif
b. Ny.N tampak mengerti dengan pendidikan
kesehatan yang diberikan
A:
Masalah tecapai
P:
Pertahankan pengetahuan keluarga tentang
hipertensi dan pertahankan kebiasaan prilaku hidup
sehat
Osteoartritis