0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan52 halaman

Askep Komga

Laporan ini memberikan ringkasan kunjungan keperawatan keluarga ke-3 ke rumah keluarga Bapak A. Mahasiswa keperawatan melakukan pengkajian lanjutan terkait hipertensi Nyonya N dan memberikan penyuluhan tentang penyakit tersebut. Kunjungan ini berjalan dengan baik dan keluarga terlihat kooperatif."

Diunggah oleh

putuwidia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan52 halaman

Askep Komga

Laporan ini memberikan ringkasan kunjungan keperawatan keluarga ke-3 ke rumah keluarga Bapak A. Mahasiswa keperawatan melakukan pengkajian lanjutan terkait hipertensi Nyonya N dan memberikan penyuluhan tentang penyakit tersebut. Kunjungan ini berjalan dengan baik dan keluarga terlihat kooperatif."

Diunggah oleh

putuwidia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “A”KHUSUSNYA


PADA Ny “N” DENGAN HIPERTENSI
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 12 s/d 14 AGUSTUS 2020

OLEH :

LENA OCTAVIANA

NIM 19.901.2329

B11

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRAMEDIKA BALI
2020
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Bapak “A” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “N”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 12 AGUSTUS 2020

Laporan Pendahuluan Kunjungan ke-1


Tanggal : 12 Agustus 2020 Pukul 17.00 Wita

A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga Tn” A”
Pengkajian dalam keluarga perlu dilakukan untuk mendapatkan data-data
yang akurat. Adapun data-data yang akurat mengenai karakteristik dan
permasalahan dalam keluarga memudahkan untuk memberikan asuhan
keperawatan yang sistematis dan koperensif dengan menerapkan teori-teori
keperawatan yang telah diajarkan sesuai tahap perkembangan keluarga .
Sebelum melakukan pengkajian yang paling utama harus ditanamkan
adalah bina hubungan saling percaya antara perwat dan keluarga.karena jika
sudah terbina salaing percaya asuhan keperawatan akan dapat dilakukan
dengan baik.sesuasi dengan tujuan yang telah ditetapkan. Teknik pengkajian
dapat dilakukan dengan wawancara, diskusi, obsevasi serta melakuan
pemeriksaan fisik ke keluarga bapak A.
Latar belakang penemuan kasus yaitu dengan temuan aktif yang
bersumber dari informasi yang didapat dari anggota keluarga Tn. A yaitu Ny.
N mengatakan anggota keluarga sedang menderita penyakit hipertensi. Pada
saat mahasiswa melakukan survey awal, Ny. N mengatakan mengeluh sakit
kepala di bagian belakang dan memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang
lalu. Sehingga mahasiswa menjadikan keluarga Tn. A sebagai keluarga
binaan.
Berdasarkan data tersebut mahasiswa ingin menggali lebih dalam lagi
tentang kesehatan keluarga Tn “A”agar dapat diberikan intervensi lebih lanjut.

2. Data yang perlu dikaji lebih lanjut


a. Memperkenalkan diri, membina hubungan saling percaya dan
menyampaikan tujuan kunjungan pada keluarga.
b. Mengklarifikasi tentang adanya anggota keluarga yang sakit
c. Mengkaji tindakan yang dilakukan keluarga untuk mengatasi
permasalahan yang dialami Tn. A terkait dengan lima tugas
keluarga.
d. Menentukan kontrak waktu untuk kunjungan waktu berikutnya.

3. Masalah keperawatan keluarga Tn. A:

B. Proses Keperawatan
1. Diagnosis keperawatan keluarga : -
2. Tujuan umum : Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan
mahasiswa dan keluarga saling mengenal dan berhasil membina
hubungan saling percaya.
3. Tujuan khusus : Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan
petugas:
a. Membina hubungan saling percaya dengan keluarga Tn.A
b. Mengklarifikasi informasi tentang adanya informasi keluarga
yang memiliki hipertensi.
c. Melakukan pengkajian terhadap data umum meliputi, identitas
KK, komposisi anggota keluarga, genogram, tipe keluarga, suku
bangsa, agama, status sosial ekonomi dan aktifitas keluarga.
d. Melakukan kontrak pertemuan kedua dengan keluarga Tn.A

C. Implementasi Dan Tindakan Keperawatan


1. Metode
a. Wawancara
b. Tanya jawab
c. Diskusi

2. Media dan alat


a) Alat tulis
b) Stetoskop
c) Tensi meter
d) Lembar pengkajian
3. Waktu dan tempat
a. Waktu : Tanggal 12 Agustus 2020
b. Tempat : Di rumah keluarga Tn. A Br. Tag Tag Tengah
Desa paguyangan Denpasar Utara

D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria struktur
a. Laporan pendahuluan sudah disiapkan
b. Instrumen pengkajian sudah disiapkan
c. Lokasi rumah sudah diketahui
2. Kriteria proses
a. Selama wawancara keluarga aktif menjawab pertanyaan
b. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Kontrak telah diingatkan oleh petugas dan keluarga
3. Kriteria hasil
a. 90% Keluarga mau menerima kunjungan dari petugas
b. 90% Keluarga kooperatif menjawab pertanyaan petugas
c. Kontrak pertemuan selanjutnya dapat disepakati bersama keluarga

Mahasiswa,

Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “A” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “N”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 13 AGUSTUS 2020

Laporan Pendahuluan Kunjungan ke-2


Tanggal : 13 Agustus 2020 Pukul 17.30 Wita

A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga
Pada pertemuan sebelumnya mahasiswa dan keluarga sudah
melakukan pengenalan dan membina hubungan saling percaya. Tn.A
mengatakan tinggal serumah dengan istri sedangkan anak tinggal bersama
kakek dan nenek di Jembrana. Keluarga Tn.A termasuk keluarga
Nucllear Family (Inti) yaitu keluarga yang terdiri dari istri, dan anak di
dalam KK . Selain itu pertemuan sebelumnya ditemukan masalah yaitu
keluarga Tn. A khususnya Ny. N menderita hipertensi dan mengeluh
sering sakit kepala bagian belakang dan lemas.
Berdasarkan data pengkajian dan pemeriksaan fisik, didapatkan adanya
riwayat hipertensi pada keluarga Tn. K khususnya Ny. N sejak 1 tahun
yang lalu, didapatkan hasil tekanan darah 140/90 mmHg. Ny. N
mengatakan memiliki penyakit keturunan hipertensi dari ibu Ny.N, Ny.N
mengatakan tidak rutin minum obat hipertensi . Keluarga Ny. N
mengatakan sudah mengetahui tentang makanan yang boleh dan tidak
untuk dikonsumsi tetapi tidak tahu komplementer hipertensi. Fokus
kegiatan hari ini adalah memberikan penyuluhan tentang penyakit
hipertensi pada keluarga Tn. A.

2. Data yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut


a. Memperkenalkan diri dan membina hubungan saling percaya.
b. Menentukan diagnosa keperawatan keluarga
c. Melakukan pengkajian mengenai skoring/prioritas diagnosis
keperawatan keluarga.
d. Menentukan intervensi keperawatan keluarga
e. Menentukan kontrak waktu untuk kunjungan berikutnya.

3. Masalah Keperawatan Keluarga : -

B. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan : -
b. Tujuan umum
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan mahasiswa dapat
menentukan diagnosa, skoring/prioritas diagnosis dan intervensi
keperawatan keluarga bersama dengan keluarga Tn. A
c. Tujuan khusus
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan petugas:
1) Membina hubungan saling percaya dengan keluarga Tn. A
2) Menentukan diagnosa keperawatan keluarga
3) Melakukan pengkajian mengenai skoring/prioritas diagnosis
keperawatan keluarga.
4) Menentukan intervensi keperawatan keluarga
5) Menentukan kontrak waktu untuk kunjungan berikutnya.

C. Implementasi Tindakan Keperawatan


a. Metode : Wawancara, Tanya jawab
b. Media dan Alat : Lembar asuhan keperawatan, alat tulis
c. Waktu dan Tempat : 13 Agustus 2020 Pukul 17.30 WITA di rumah
keluarga Tn. A di Banjar Tag Tag Tengah Desa
Paguyangan Denpasar Utara

D. Kriteria Evaluasi
1) Kriteria Struktur
a. Laporan pendahuluan.
b. Instrument dan alat pengkajian sudah disiapkan.
c. Lokasi rumah klien sudah diketahui.
d. Kontrak waktu sudah disepakati.
2) Kriteria Proses
a. Selama wawancara keluarga aktif menjawab pertanyaan.
b. Keluarga bersedia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
c. Kontrak waktu untuk kunjungan selanjutnya telah diingatkan oleh
petugas dan keluarga.
3) Kriteria Hasil
a. Keluarga mau menerima kunjungan petugas.
b. Keluarga mampu membina hubungan saling percaya dengan petugas.
c. Diagnosa keperawatan keluarga sudah ditentukan
d. Keluarga mampu menentukan skoring/prioritas diagnosis keperawatan
keluarga.
e. Intervensi keperawatan keluarga sudah ditentukan
f. Kontrak pertemuan selanjutnya dapat disepakati bersama keluarga
.

Mahasiswa,

Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “K” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “R”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TANGGAL 14 AGUSTUS 2020

Laporan Pendahuluan Kunjungan ke-3


Tanggal : 14 Agustus 2020 Pukul 16.30 Wita

A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga
Pada pertemuan sebelumnya mahasiswa dan keluarga sudah
melakukan pengenalan dan membina hubungan saling percaya. Tn.A
mengatakan tinggal serumah dengan istri sedangkan anak tinggal bersama
kakek dan nenek di Jembrana.. Keluarga Tn. A termasuk keluarga
Nucllear Family (Inti) yaitu keluarga yang terdiri dari istri, dan anak di
dalam KK. Selain itu pertemuan sebelumnya ditemukan masalah yaitu
keluarga Tn. A khususnya Ny. N menderita hipertensi dan mengeluh
sering sakit kepala bagian belakang.
Berdasarkan data pengkajian dan pemeriksaan fisik, didapatkan adanya
riwayat hipertensi pada keluarga Tn. A khususnya Ny. N sejak 1 tahun
yang lalu, didapatkan hasil tekanan darah 140/100 mmHg. Ny. N
mengatakan tidak rutin minum obat hipertensi. Keluarga Tn. A
mengatakan sudah mengetahui tentang makanan yang boleh dan tidak
untuk dikonsumsi tetapi tidak tahu komplementer hipertensi. Fokus
kegiatan hari ini adalah memberikan penyuluhan tentang penyakit
hipertensi pada keluarga Tn. A.

2. Data yang Dikaji


a. Mendiskusikan dengan keluarga mengenai penyebab dan tanda
gejala dari hipertensi terkait dengan 5 tugas inti.
b. Mendiskusikan tentang pola hidup yang harus dilakukan bagi
penderita hipertensi.
c. Mendiskusikan dengan kelurga tentang fungsi dan manfaat dari
komunikasi 2 arah dalam keluarga dan pemanfaatan fasilitas
kesehatan
d. Kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya.

3. Masalah Keperawatan Keluarga


a. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
b. Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
c. Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif pada

B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
b. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
c. Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif pada keluarga
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pertemuan selama 45 menit diharapkan mahasiswa
mampu melakukan perencanaan asuhan keperawatan keluarga pada
keluarga Tn. A khususnya Ny. N
3. Tujuan Khusus
a. Mendiskusikan dengan keluarga tentang penyakit hipertensi
meliputi pengertian, tanda dan gejala, komplikasi dari hipertensi.
b. Mendiskusikan tentang pola hidup serta pantangan – pantangan
yang bisa dilakukan bagi penderita hipertensi
c. Mendiskusikan dengan keluarga tentang pentingnya melakukan
pemeriksaan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

C. Implementasi Tindakan Keperawatan


1. Metode
a. Wawancara
b. Tanya jawab
c. Penyuluhan
2. Alat dan media
a. Alat tulis
b. Format pengkajian
3. Waktu dan Tempat : 14 Agustus 2020 Pukul 16 .30 WITA di rumah
keluarga Tn. A di Banjar Tag Tag Tengah Desa Paguyangan Denpasar
Utara
D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria Struktur
a. Laporan pendahuluan telah dibuat dan telah disetorkan
b. Alat dan media telah disiapkan
2. Kriteria Proses
a. Selama kegiatan , keluarga aktif mendengarkan dan menjawab setiap
pertanyaan.
b. Keluarga aktif dalam berdiskusi tentang pola hidup serta pantangan –
pantangan bagi penderita hipertensi.
c. Keluarga aktif dan kooperatif berdiskusi tentang penyakit hipertensi.
d. Keluarga mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
e. Kontrak telah diingatkan oleh petugas dan keluarga
3. Kriteria Hasil
a. 75 % keluarga mampu menyebutkan pengertian, tanda dan gejala
dari hipertensi
b. 100 % keluarga aktif dan mengenal mahasiswa
c. 80 % keluarga mampu menyebutkan kembli tentang pola hidup dari
hipertensi
Mahasiswa,

Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “A” DENGAN
HIPERTENSI KHUSUSNYA Ny “N”
DI BANJAR TAG TAG TENGAH DESA PAGUYANGAN
DENPASAR UTARA
TGL 18 AGUSTUS 2020

Laporan Pendahuluan Kunjungan ke-4


Tanggal : 18 Agustus 2020, Pkl. 15.00 wita

A. Latar Belakang
1. Karakteristik keluarga
Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa sudah melakukan
penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipertensi dengan keluarga Tn.A
serta mendiskusikan tentang cara pencegahan dan perawatan Ny. N. Setelah
dilakukan penyuluhan keluarga Tn. N tampak mengerti dan memahami cara
perawatan penyakit hipertensi. Fokus kegiatan kali ini adalah melakukan
demonstrasi mengenai pengobatan komplementer hipertensi.
2. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
a. Mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga Tn. A mengenai tujuan
dilakukannya demonstrasi pengobatan komplementer hipertensi.
b. Mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga Tn. A mengenai manfaat
demonstrasi pengobatan komplementer hipertensi.
c. Masalah keperawatan keluarga
1) Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
2) Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
3) Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif

B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa keperawatan keluarga
a. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
b. Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
c. Pemeliharaan Kesehatan tidak efektif
2. Tujuan umum
Setelah pertemuan selama 45 menit, diharapkan pengetahuan keluarga Tn.
A meningkat dalam merawat keluarga dengan hipertensi dirumah.
3. Tujuan khusus
a. Keluarga Tn. A dapat mengerti dan memahami tujuan pengobatan
komplementer hipertensi.
b. Keluarga Tn. A dapat mengerti dan memahami manfaat pengobatan
komplementer hipertensi.
c. Keluarga Tn. A dapat mengerti cara pembuatan obat komplementer
untuk penyakit hipertensi.
d. Keluarga Tn. A bersedia untuk menerapkan pengobatan komplementer
hipertensi yang di demonstrasikan.

C. Implementasi Tindakan Keperawatan


1. Metode
Demonstrasi
2. Media, alat dan bahan
a. 150 gram wortel
b. Parutan/blender
c. 100 cc air mineral
d. 1 sdm madu
e. Gelas
f. Sendok
g. Penyaringan
3. Waktu dan tempat
a. Waktu : 18 Agustus 2020, pukul 15.00 wita
b. Tempat : di rumah keluarga Tn. A yaitu Banjar Tag Tag Tengah Desa
Paguyangan Denpasar Utara

D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria struktur
a. Laporan pendahuluan telah disiapkan
b. Alat dan bahan demonstrasi telah disiapkan
2. Kriteria proses
a. Selama kegiatan keluarga aktif dan mahasiswa melakukan komunikasi
dua arah.
b. Keluarga mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
c. Kontrak telah diingatkan oleh mahasiswa dan keluarga.
3. Kriteria hasil
a. Dari 100% anggota keluarga yang hadir, sekitar 80% anggota keluarga
mampu memahami pengobatan komplementer untuk penyakit hipertensi.

Mahasiswa,

Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329
YAYASAN SAMODRA ILMU CENDEKIA
STIKES WIRA MEDIKA BALI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kecak no. 9A Gatot Subroto Timur Denpasar-Bali 80239

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “K” DENGAN


HIPERTENSI KHUSUSNYA PADA Ny “S” BANJAR TAMAN BEDULU
BLAHBATUH GIANYAR
TANGGAL 12 s/d 14 Agustus 2020

A. PENGKAJIAN
I. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bpk.A Pendidikan : Diploma
Umur : 32 tahun Pekerjaan : Karyawan swasta
Agama : Islam Alamat : Br. Tag Tag Tengah
Suku : Bali

2. Komposisi Keluarga
No. Nama L/P Umur Hub. Dgn KK Pendidikan Pekerjaan
(th)
2 Ny.N P 32 Istri Diploma Karyawan
Swasta
3 Anak G L 7 Anak SD Pelajar

3. Genogram
Genogram
32 th
32 th
Hiperten
si (TN. A)
(Ny. N)

7 th

(A.n G )

Keterangan :

= Laki-laki

= Perempuan

= Tinggal serumah
X = Meninggal
= Yang sakit

4. Tipe Keluarga
a. Jenis tipe keluarga : Tipe keluarga Tn. A Nucllear family keluarga
yang terdiri dari istri, dan 1 orang anak didalam KK
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : Tidak ada masalah yang
terjadi dalam keluarga Tn. A yang keluarganya termasuk dalam jenis
tipe keluarga Nucllear family. Keluarga Tn.A tetap bertanggung
jawab dalam perawatan seluruh anggota keluarganya

5. Suku Bangsa
a. Asal suku bangsa: merupakan keluarga yang bersuku Jawa dan bangsa
Indonesia. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia.
Tidak ada kebiasaan keluarga yang dipengaruhi oleh suku yang dapat
mempengaruhi kesehatannya.
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : keluarga mengatakan
tidak memiliki budaya yang mengkhusus dan berhubungan dengan
kesehatan

6. Agama dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Kesehatan


Keluarga Tn.A dan anaknya beragama islam sedangkan istri beragama
Hindu, keluarganya percaya bahwa dengan rajin sembahyang dan
melakukan beberapa ritual keagamaan lainnya maka akan mempengaruhi
kesehatan seluruh anggota keluarganya.

7. Status Sosial Ekonomi Keluarga


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah: Penghasilan keluarga Tn.A
diperoleh dari Tn.A yang bekerja sebagai pegawai swasta dan istrinya
Ny. N sebagai pegawai swasta dan IRT.
b. Penghasilan : kurang lebih penghasilan yang didapat sekitar 3 juta /bulan
menurut keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga
c. Upaya lain : Keluarga rutin mengeluarkan uang untuk pembelanjaan
kebutuhan keluarga selama satu bulan, keperluan anak, pembayaran
listrik dll.
d. Harta benda yang dimiliki (rumah,perabot, transportasi, dll)
e. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: kebutuhan bulanan keluarga,
kebutuhan anak, pembayaran listrik dan air
f. Tabungan khusus kesehatan : keluarga mengatakan mempunyai jaminan
kesehatan yaitu BPJS

8. Aktifitas Rekreasi Keluarga


Keluarga sering melakukan rekreasi bersama-sama. Rekreasi yang biasanya
setiap libur pergi ke tempat rekreasi seperti pantai, tempat makan
Hiburan tiap hari adalah menonton TV bersama pada malam hari sebelum
tidur.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini :
Tahap perkembangan keluarga Tn. A saat ini termasuk keluarga pada tahap
keempat keluarga dengan anak usia sekolah (families with children) Tahap
ini dimulai pada saat anak yang tertua memasuki sekolah pada usia 6 tahun
dan berakhir pada usia 12 tahun. Pada fase ini keluarga mencapai jumlah
anggota keluarga maksimal, sehngga keluarga sangat sibuk. Tugas
perkembangan keluarga pada tahap ini yaitu keluarga Tn. A selalu
membantu atau menfasilitasi anak untuk selalu bersosialisasi ke tetangga,
sekolah ataupun lingkungan sekitarnya, Tn. A selalu berusaha menjaga
hubungan dengan keluarga agar tetap harmonis dan selalu mengutamakan
komunikasi dalam segala kegiatan agar terhindar dari perdebatan ataupun
permusuhan dan Tn.A yang sebagai kepala keluarga selalu memenuhi
kebutuhan ataupun keperluan dalam keluarganya.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi dan


kendalanya:
Tahap keluarga yang belum terlampaui tidak ada

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti :


a. Riwayat terbentuknya keluarga inti :
Tn.A dan Ny .N menikah atas dasar cinta, tanpa paksaan dari pihak lain.
Mereka menikah dengan perbedaan agama namun dan direstui oleh
keluarga dari kedua belah pihak. Tn. A dan Ny. N mengatakan bahwa ia
merasa bahagia dengan perkawinannya selama ini.
b. Riwayat kesehatan keluarga inti :
Seluruh anggota keluarga Tn. A sebelumnya tidak pernah mengalami
sakit yang serius. Biasanya mereka hanya menderita batuk, pilek ataupun
demam yang biasanya berobat ke dokter praktek swasta dekat rumah
mereka, saat dilakukan pengkajian kondisi kesehatan Ny.N sedang
mengalami penyakit hipertensi. Ny.N mengatakan mempunyai riwayat
penyakit Hipertensi yaitu dari keluarganya (Ibunya).
c. Riwayat Kesehatan Masing-masing Keluarga :
No Nama Umur BB/TB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan
. kesehatan kesehatan yg telah
dilakukan
1 Tn.A 32 th 75kg/ Sehat Lengkap Tidak ada -
170 cm
2 Ny.N 35 th 55kg/ Sehat Lengkap Hipertensi -
158
Cm
3 Anak G 7 th 23 kg/ Sehat Lengkap Tidak ada -
122 cm

d. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan


Keluarga Tn.K memiliki jaminan kesehatan BPJS. Ny.N mengatakan jika
merasa sakit kepala, Ny.N melakukan kontrol ke dokter praktek swasta.

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya :


Ny. N mengatakan memiliki penyakit keturunan dari orang tuanya yaitu
hipertensi
III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karateristik Rumah :
a. Luas rumah : Luas rumah yang dihuni Tn A seluas ± 6are
b. Tipe rumah : tipe rumah Tn A bergaya minimalis
c. Kepemilikan :rumah yang ditempati keluarga Tn.A kepemilikannya
permanen.
d. Jumlah dan rasio kamar/ ruangan : dalam rumah terdapat 2 kamar tidur, 1
kamar mandi, 1 dapur
e. Ventilasi/ jendela : sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan dan jendela
depan dan samping rumah
f. Pemanfaatan ruangan : keluarga sudah memanfaatkan ruangan
sesuai. Kamar tidur untuk tidur, dapur untuk memasak dan makan,
halaman untuk menanam tanaman obat dan bunga. Tanaman obat yang
ada yaitu daun salam, lidah buaya, kayu manis.
g. Septic tank : letak septic tank dibawah wc, keluarga tidak memiliki
sumur
h. Sumber air minum : sumber air minum untuk keperluan sehari-hari
dalam rumah tangga menggunakan air mineral
i. Kamar mandi/ WC : kondisi kamar mandi cukup bersih, keluarga
memiliki 1 buah kamar mandi yang didalamnya juga berisi closet duduk.
j. Sampah : tempat sampah dirumah menggunakan keranjang diisi plastik
yang terbuka dan kemudian di angkut oleh petugas sampah atau
kadangkala juga sampah-sampah dedaunan di bakar.
k. Kebersihan lingkungan : kondisi lingkungan keluarga cukup bersih,
rumah juga cukup bersih

a. Denah Rumah :
7
5
4

3
2

1
Keterangan :
1 : pintu masuk rumah
2 : ruang tamu
3 : wc
4 : kamar
5 : dapur
6 : kamar

2. Karateristik Tetangga dan Komunitas RW (kepedulian tetangga dengan


keluarga):
Keluarga Tn.A tinggal dilingkungan yang penduduknya bersuku bali, rata-
rata bekerja sebagai buruh, pegawai swasta, petani, PNS. Lingkungan
tetangga cukup akrab dan saling menolong apabila ada yang mengalami
kesulitan.
3. Mobilitas Geografis Keluarga (lama tinggal, jalur transportasi) :
Keluarga Tn.A sudah lama tinggal dirumah ini, rumah Tn.A berjarak ±100
meter dari jalan raya. Jenis kendaraan yang dipakai biasanya sepeda motor.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat(keakrifan
keluarga dalam masyarakat : arisan PKK, dll)
Tn.A dan istrinya selalu berpartisipasi apabila ada kegiatan di balai banjar
maupun di pura.
5. Sistem Pendukung Keluarga(terutama masalah keuangan)
Bila keluarga Tn.A ada masalah, biasanya keluarga selalu
mendiskusikannya secara musyawarah bersama.

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola/cara Komunikasi Keluarga : interaksi dalam keluarga paling sering
dilakukan malam hari, pola komunikasi keluarga terbuka antara keluarga
apabila terdapat masalah keluarga biasanya mendiskusikannya bersama-
sama
2. Struktur Kekuatan Keluarga : keluarga saling mendukung satu sama lain,
respon keluarga bila ada anggota keluarganya yang bermasalah selalu
mencari jalan keluarnya bersama-sama
3. Struktur Peran (peran masing-masing anggota keluarga)
a. Tn. A sebagai kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah untuk
keluarga sebagai karyawan swasta (pegawai kantor).
b. Ny.N sebagai istri Tn.A dirumah sebagai seorang ibu, berperan untuk
menjaga anak dan ibu S juga bekerja sebagai karyawan swasta (pegawai
kantor).
c. An. G sebagai anak dari Tn.A belum bekerja dan masih sebagai pelajar

4. Nilai dan Norma Keluarga


Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga seperti
sembahyang setiap hari. Bila akan keluar rumah dan terlambat datang harus
memberi tahu dulu kepada anggota keluarga.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
a. Cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih sayang : dengan saling
memperhatikan satu sama lain.
b. Perasaan saling memiliki : respon keluarga sangat bangga bila ada
anggota keluarga yang berhasil dan keluarga sangat sedih bila anggota
keluarga ada yang sakit/ meninggal
c. Dukungan terhadap anggota keluarga : keluarga selalu saling mendukung
apapun kegiatan positif yang dilakukan anggota keluarga
d. Kehangatan : keluarga cukup perhatian dalam membina rumah tangga
dan menjaga kondisi kesehatannya
e. Saling menghargai : keluarga saling mengerti, menghargai satu sama
lainnya
2. Fungsi Sosialisasi
a. Kerukunan hidup dalam keluarga : keluarga hidup rukun bersama
anggota lainnya
b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga selalu mengajarkan
dan menanamkanperilaku sosial yang baik yaitu perlunya berhubungan
baik berinteraksi dalam keluarga maupun masyarakat
c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan :
pengambil keputusan biasanya dilakukan oleh Tn.A dengan didukung
oleh semua anggota keluarganya
d. Kegiatan keluarga di waktu senggang : keluarga biasnaya mengobrol dan
menonton TV
e. Partisipasi dalam kegiatan sosial : keluarga cukup aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat
sekitar.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
1. Ny.N mengatakan dirinya sering mengeluhkan sakit kepala bagian belakang.
Ny.N khususnya mengatakan sejak 1 tahun yang lalu sudah merasakan
pusing dan sakit kepala bagian belakang kemudian langsung memeriksakan
kesehatannya ke Dokter praktek swasta. Sejak 1 tahun yang lalu Ny.N
diketahui menderita tensi tinggi saat mengeluh badan terasa lemas dan sakit
kepala bagian belakang kemudian Ny.N diberi obat anti hipertensi. Ny.N
mengatakan tidak rutin minum obat anti hipertensi. Ny.N hanya meminum
obat jika sudah merasa sakit kepala. Keluarga Tn.A mengatakan mengetahui
beberapa jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pada pasien
yang memiliki penyakit hipertensi, namun keluarga Tn.A tidak
membedakan makanannya dengan anggota keluarga lain, sehingga tidak ada
pengurangan garam pada makanan Ny.A
Keluarga Tn.A juga bertanya tentang akibat dari penyakit hipertensi dan
penanganannya. Pada saat pengkajian Ny.N mengalami nyeri pada kepala
bagian belakang dan lemas.
a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah kesehatan
keluarga :
Menurut keluarga, sakit yang dialami Ny.N ini tidak terlalu dirasakan,
hanya pada saat Ny.N merasa sakit kepala yang tidak tertahankan saja
keluarga mengunjungi pelayanan kesehatan. Anggota keluarga
mengatakan bahwa tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari
tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol serta cara merawat anggota
keluarga yang sakit. Keluarga juga mengatakan tidak mengetahui tanda-
tanda apabila terjadi peningkatan pada tekanan darah. Keluarga Tn.A
mengatakan tidak mengetahui pengobatan komplementer selain mendapat
obat dari dokter.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan :
Keluarga mengatakan Ny.N saat merasa pusing dan sakit pada kepala di
ajak ke Dokter praktek swasta bila obat habis. Dan bila ada anggota
keluarganya menderita penyakit seperti batuk, pilek, ataupun demam
keluarga biasanya berobat ke Dokter praktek swasta dan ke Rumah Sakit
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga mengatakan sudah mengerti cara merawat anggota keluarganya yang
menderita hipertensi mengenai makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh
dikonsumsi. Bila Ny.N sakit kepala yang tidak tertahankan keluarga segera
mengajak Ny.N berobat ke Dokter praktek swasta dan memperoleh obat sakit
kepala.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat :
Keluarga Tn.A mengatakan istrinya Ny.N yang biasanya membersihkan
dan membereskan rumah setiap hari
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat :
Selama ini keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan hanya pada saat
ada keluhan dan untuk penyakit hipertensi yang diderita Ny.N

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor jangka pendek dan jangka panjang : stresor jangka pendek dan
jangka panjang bersumber dari keuangan seperti biaya untuk kebutuhan
sehari-hari. Tetapi kondisi ini tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-
hari
b. Respon keluarga terhadap stressor : upaya Ny.N mengatasi stresnya
adalah menonton tv atau pulang kampung untuk menginap di rumah
bersama orang tua dan anaknya,
c. Strategi koping : dalam menghadapi masalah biasanya keluarga
berdiskusi dengan saudara-saudaranya. Biasanya keluarga merasa
nyaman setelah berkomunikasi dengan anggota keluarganya yang lain
d. Strategi adaptasi fungsional : dari hasil pengkajian, tidak didapatkan
cara-cara maladaptive dalam mengatasi masalah.

VII. PEMERIKSAAN FISIK


Hari/tanggal : Rabu, 12 Agustus 2020 Jam : 17.00 wita
Pemeriksaan Nama Anggota Keluarga

Tn. A Ny. N Anak G

1 2 3
Tensi 110/80 140/90 mmHg 100/70 mmHg
mmHg
Nadi 88x/mnt 82x/mnt 88x/mnt
Suhu C 36,5 36,7 36,6
Respirasi 20x/mnt 20x/mnt 20 x/mnt
BB/TB 75 kg/ 170 55 kg/158Cm 23 kg/122 cm
cm
Kepala Bentuk Bentuk normal, Bentuk normal,
normal, rambut lurus, rambut lurus, tidak
rambut tidak ada luka, ada luka, nyeri
lurus, nyeri tekan (-) tekan (-)
rambut
terdapat
uban, tidak
ada luka,
nyeri tekan
(-)
Mata, telinga, Normal, Normal, reflek Normal, reflek
hidung, reflek pupil pupil +/+, pupil +/+,
tenggorokan, +/+, kebersihan mulut kebersihan mulut
mulut kebersihan cukup, cukup, tenggorokan
mulut tenggorokan normal
cukup, normal
tenggoro-
kan normal
Leher Pembesaran Pembesaran vena Pembesaran vena
vena jugularis (-), jugularis (-),
jugularis (-), pembesaran pembesaran
pembesaran kelenjar tiroid (-) kelenjar tiroid (-)
kelenjar
tiroid (-)
Thorax Simetris, Simetris, bunyi Simetris, bunyi
bunyi jantung normal jantung normal
jantung S1/S2 tunggal, S1/S2 tunggal,
normal suara nafas suara nafas
S1/S2 vesikuler, vesikuler,
tunggal, wheezing/ronchi wheezing/ronchi
suara nafas tidak ada tidak ada
vesikuler,
wheezing/ro
nchi tidak
ada
Abdomen Simetris, Simetris, Simetris,
pembesaran pembesaran pembesaran hepar,
hepar, hepar, ginjal, ginjal, limpa (-),
ginjal, limpa limpa (-), benjolan (-), nyeri
(-), benjolan benjolan (-), nyeri tekan (-), bising
(-), nyeri tekan (-), bising usus (+)
tekan (-), usus (+)
bising usus
(+)
Ekstremitas Tidak ada Tidak ada Tidak ada kelainan
atas bawah kelainan kelainan pergerakan ROM
dan persendian pergerakan pergerakan ROM aktif
ROM aktif aktif Kekuatan otot 5
Kekuatan Kekuatan otot 5
otot 5
Sistem Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Genetalia
Lainnya

Sasaran terutama pada yang mempunyai masalah kesehatan (sakit) dengan metode
Head to

VIII. HARAPAN KELUARGA


a. Terhadap masalah kesehatan : keluarga berharap penyakit hipertensi
Ny.N bisa dikontrol agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada : keluarga berharap petugas
pelayanan kesehatan dapat menanggulangi masalah kesehatan yang
terjadi pada Ny.R dan membimbing keluarga dalam meningkatkan
kesehatan.

Denpasar, 12 Agustus 2020

Lena Octaviana
NIM. 19.901.2329

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Analisa Data

Data (sign - symptom) Diagnosa Keperawatan


Data Subyektif Manajemen Kesehatan Keluarga
1. Keluarga Tn.A tidak membedakan makanannya dengan Tidak Efektif
anggota keluarga lain, sehingga tidak ada pengurangan
garam pada makanan Ny.N
2. Ny. N mengatakan sudah pernah diberitahu tentang
makanan yang boleh dan tidak dikonsumsi tetapi Ny.N
terkadang tidak menjalankannya dan lupa
3. Ny. N mengatakan tidak rutin mengonsumsi obat anti
hipertensi
4. Ny. N mengatakan jarang mengontrol tekanan darah ke
pelayanan kesehatan
5. Ny. N mengatakan saat sakit kepala belakang baru
beristirahan, bila sakit tidak tertahankan Ny.N
memeriksakan ke pelayanan kesehatan tanpa melakukan
kontrol

Data Obyektif
1. Saat pengkajian keluarga Tn.A kooperatif dalam menjawab
pertanyaan
 Tn.K : 110/70
 An. G : 100/70 mmHg
 Ny. N : 140/100 mmHg
Data Subjektif Resiko Perfusi Serebral Tidak
1. Ny.N mengatakan punya riwayat hipertensi dan jarang Efektif
kontrol ke Dokter maupun ke Rumah Sakit
2. Ny. N mengatakan sering merasakan nyeri pada kepala
bagian belakang, ᴄepat lemas, leher terasa tegang, mata terasa
kabur dan segera hilang setelah mendapat obat dari Dokter.
Data Objektif :

a. TD : 140/100 mmHg
b. Nadi : 88 x/menit
c. Suhu : 36,70C
d. Klien tampak sedikit lemas
Data Subjektif Pemeliharaan Kesehatan Tidak
1. Keluarga Tn. A Mengatakan Ny. N tidak mau mengikuti Efektif
anjuran untuk minum obat hipertensi yang disarankan oleh
Dokter.
2. Ny.N mengatakan mengetahui penyebab hipertensi, namun
susah untuk berhenti megkonsumsi kopi dan makanan yang
mengandung banyak garam seperti kripik, ikan asin dan
telor asin
3. Ny. N mengatakan minum kopi 2 kali sehari pada pagi hari
dan siang hari
Data Objektif
1. TD : 140/100 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 36,7oC
2. Saat pengkajian keluarga Ny. N tampak tidak mengikuti
prosedur yang telah disarankan oleh dokter.
3. Saat pengkajian Ny. N tampak masih mengkonsumsi kopi dan
kripik

SKORING/ PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


Diagnosa Keperawatan
Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga Tn.A dengan
hipertensi
Diagnosa 1

Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran


Sifat masalah Keluarga Tn. A mengatakan belum tau apa
a. Aktual 3 1 penyebab dan penanganan hipertensi
2
b. Resiko 1
c. Potensial

Kemungkinan masalah Keluarga Tn.A mengatakan belum tau


untuk diubah penanganan untuk hipertensi dan menurut
a. Mudah 2 2 keluargaTn.A hipertensi dapat ditangani tapi tidak
b. Sebagian 1 dengan mudah.
c. Tidak dapat 0

Potensial masalah Keluarga Tn.A mengatakan potensial Hipertensi


untuk dicegah 3 untuk di cegah itu cukup karena dari awal dan
a. Tinggi 2 1 keluarga Tn.K tidak tahu cara mengatasi
b. Cukup 1 hipertensi.
c. Rendah

Menonjolnya masalah Keluarga menganggap masalah ketidaktahuan


a. Segera diatasi 2 tentang Hipertensi dan cara mengontrol hipertensi
b. Tidak segera 1 1 merupakan masalah yang harus segera diatasi,
diatasi 0 agar keluarga tahu tata cara merawat dan bisa
merawat anggota keluarga yang menderita
c. Tidak dirasakan
hipertensi.
adanya masalah
TOTAL
3

Diagnosa 2

Diagnosa Keperawatan
Resiko perfusi serebral tidak efektif

Kriteria Nilai Bob Skoring Pembenaran


ot
Sifat masalah Ny.N mengatakan sudah mengalami nyeri di
a. Aktual 3 1 leher dari kurang lebih 1 tahun yang lalu, dan di
b. Resiko 2 dokter Ny.N di beritahu bahwa ia mengalami
c. Potensial 1 tekanan darah tinggi
Kemungkinan masalah Menurut Ny.N masalah nyeri leher dan tekanan
untuk diubah darah tinggi yang Ny.N miliki tidak dapat di
a. Mudah 2 2 ubah karena Ny.N sendiri tidak tahu
b. Sebagian 1 penanganan yang tepat untuk menghilangkan
c. Tidak dapat 0 nyeri di lehernya dan mengontrol tekanan darah
tingginya.
Potensial masalah Menurut Ny.N kemungkinan nyeri yang
untuk dicegah 3 dirasakan kurang lebih 1 tahun dan hipertensi,
a. Tinggi 2 1 untuk dicegah kemungkinannya rendah karena
b. Cukup 1 nyerinya selalu muncul setelah bangun tidur,
c. Rendah setelah 5 menit nyerinya pun hilang, dan Ny. N
mengatakan tidak tahu penanganan yang tepat
untuk menghilangkan nyeri maupun mengontrol
tekanan darahnya
Menonjolnya masalah Ny. N mengatakan hipertensi harus segera di
a. Masalah berat, tangani agar tidak bertambah parah
harus segera 2 1
ditangani
b. Ada masalah,
1
tetapi tidak perlu
segera diatangani
a. Masalah tidak 0
dirasakan
TOTAL

Diagnosa 3

Diagnosa Keperawatan
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif.
Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran
Sifat masalah Ny.N mengatakan tidak tahu tanda-tanda
a. Aktual 3 1 terjadinya hipertensi. Dan Ny. N mengatakan
b. Resiko 2 pernah dibilang mengalami tekanan darah tinggi
c. Potensial 1 oleh dokter.

Kemungkinan masalah Ny.R mengatakan belum tau penanganan untuk


untuk diubah hipertensi dan menurut Ny. N hipertensi mungkin
a. Mudah 2 2 dapat di tangani tetapi tidak dengan mudah.
b. Sebagian 1
c. Tidak dapat 0

Potensial masalah Ny.N mengatakan belum tau cara untuk


untuk dicegah 3 mencegah hipertensi dan penanganannya, jadi
a. Tinggi 2 1 kalau di berikan informasi mengenai pencegahan
b. Cukup 1 dan penanganan hipertensi mungkin hipertensi
c. Rendah dapat dicegah tapi kemungkinannya rendah
karena Ny.N tidak tahu cara pencegahannya
Menonjolnya masalah Ny.N mengatakan hipertensi dan nyeri dilherenya
c. Masalah berat, 2 harus segera di tangani agar tidak bertambah
harus segera 1 1 parah
ditangani 0
d. Ada masalah,
tetapi tidak perlu
segera diatangani
e. Masalah tidak
dirasakan
TOTAL
3
C. PERENCANAAN

Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.A khususnya Ny.N dengan Hipertensi

Data Diagnonis NOC NIC


Keperawatan
Diagnosis Hasil Intervensi
Data Subyektif
1. Ny. N mengatakan Manajemen 1. Keluarga mampu mengenal masalah 1. Keluarga mampu Mengenal masalah:
sudah pernah diberitahu kesehatan keluarga Perilaku patuh: Pengobatan yang Beri pendidikan kesehatan
tentang makanan yang tidak efektif disarankan a. Bina hubungan baik saling percaya
boleh dan tidak - Memperoleh obat yang di b. Tentukan pengetahuan kesehatan
dikonsumsi tetapi Ny. butuhkan (1) dan gaya hidup perilaku saat ini
N terkadang tidak - Minum obat sesuai dosis(1) c. Berikan informasi tentang perawatan
menjalankannya dan - Mengkonsumsi semua obat penyakit dan perilaku yang
Ny.N lupa sesuai interval yang ditentukan mendukung kesehatan
2. Keluarga Tn.A tidak d. Kaji tingkat pengetahuan pasien
membedakan terkait dengan proses penyakit
makanannya dengan spesifik
anggota keluarga lain, e. Review pengetahuan pasien
sehingga tidak ada mengenai kondisinya
pengurangan garam f. Jelaskan proses penyakit, sesuai
pada makanan Ny.N kebutuhan
2. Ny.N mengatakan
jarang diajak kontrol 2. Mengambil Keputusan : 2. Mengambil keputusan
ke Dokter maupun ke Partisipasi dalam keputusan Dukungan pengambilan keputusan
puskesmas untuk keperawatan kesehatan a. Bantu pasien untuk mengklarifikasi
mengambil obat - Menggunakan teknik nilai dan harapan yayng membantu
Data Obyektif penyelesaian masalah untuk membuat pilihan
1. Saat pengkajian mencapai outcome yang b. Bantu pasien mengidentifikasi
keluarga Tn. A sangat diinginkan (1-3) keuntungan dan kerugiannya
kooperatif dalam
menjawab pertanyaan
a) Tn.A : 110/80 3. Memodifikasi lingkungan 3. Memodifikasi lingkungan
mmHg a. Pengendalian factor risiko Identifikasi factor risiko
b) An. G : 100/70 b. Lingkungan rumah yang aman a. Identifikasi sumberagensi untuk
mmHg menurunkan risiko
c) Ny. N : 140/100 b. Identifikasi strategi koping yayng
mmHg digunakan
c. Diskusikan dan rencanakan aktifitas
pegurangan risiko untuk merokok
kembali
4. Memanfaatkan fasilitas kesehatan 4. Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Perilaku mencari pelayanan a. Konseling
kesehatan : Mendapat bantuan dari b. Bangun hubungan terapiutik
professional kesehatan (2-4) c. Tetapkan tujuan konseling
- Mencari bantuan bila d. Bantu pasien untuk mengidentifikasi
diperlukan (2-4) masalah
- Melakukan perilaku
kesehatan atas inisiatif
sendiri (2-4)

Data Diagnonis NOC NIC


Keperawatan
Diagnosis Hasil Intervensi
Data Subjektif Resiko Perfusi 1. Menjelaskan tentang pengertian - Kaji pengetahuan keluarga tentang
a. Ny.N mengatakan Serebral Tidak hipertensi yaitu peningkatan hipertensi
punya penyakit Efektif tekanan darah lebih dari 130/90 - Diskusikan dengan keluarga
hipertensi dari 2 mmHg tentangpengertian
tahun yang lalu dan - Anjurkan pada keluarga untuk
jarang kontrol ke mengulang kembali pengertian
pelayanan kesehatan tentang hipertensi
b. Ny.N mengatakan
sering merasakan - Kaji pengetahuan keluarga tentang
2. Menjelaskan tanda dan gejala dari
nyeri pada kepala tanda dan gejala hipertensi
hipertensi yaitu Sakit kepala
bagian belakang, - Berikan kesempatan pada keluarga
tengkuk/belakang leher, sulit
leher terasa tegang untuk bertanya
tidur&gelisah, dada berdebar-debar,
bila kambuh, ᴄepat
mudah marah, mudah lelah, sesak
merasa lemas, mata
nafas, pingsan, berkeringat, mata
kata buram dan
terasa berat /penglihatan kabur
segera hilang
- Kaji bagaimana pendapat keluarga
setelah mendapat
3. Menyebutkan 3dan 5 tentang penyebab dari hipertensi
obat dari Dokter.
Penyebab hipertensi: - Diskusikan dengan keluarga
a) Gaya hidup kurang baik tentang penyebab hipertensi
Data Objektif : b) Kurang olah raga - Berikan kesempatan pada keluarga
TD : 140/100 mmHg c) Kegemukan untuk bertanya
RR : 20 x/mnt d) Stres/banyak pikiran
Suhu : 36,7oC e) Faktor keturunan
Nadi : 88x/mnt - Diskusikan dengan keluarga
Klien tampak lemas 4. Menjelaskan tentang masalah yang tentang masalah yang terjadi akibat
terjadi akibat hipertensi yaitu risiko hipertensi
terjadinya gangguan perfusi - Berikan kesempatan pada keluarga
jaringan otak, cidera, intoleransi untuk bertanya
aktifitas, gangguan pola tidur, - Anjurkan pada keluarga untuk
gangguan persepsi sensori, mengulangi apa yang telah
gangguan komunikasi diketahui tentang masalah yang
terjadi akibat hipertensi

- Motivasi keluarga agar dapat


5. Keputusan keluarga untuk mengambil keputusan untuk
mencegah masalah yang terjadi mencegah hiperglikemi
akibat hipertensi

- Diskusikan dengan keluarga


6. Mengidentifikasi tindakan yang
tindakan yang dapat dilakukan
dapat dilakukan untuk mencegah
masalah akibat hipertensi dengan untuk mencegah masalah akibat
diit/makan makanan yang rendah hipertensi
garam, menjaga berat badan tetap - Berikan kesempatan pada keluarga
normal, menghentikan perilaku untuk bertanya
yang tidak sehat, olah raga secara - Anjurkan pada keluarga
teratur dan gunakan jamu mengidentifikasi kembali tindakan
tradisional yang aman. yang dapat dilakukan untuk
mencegah masalah akibat
hipertensi

7. Mengidentifikasi teknik untuk - Diskusikan dengan keluarga


mengatasi ketegangan yaitu dengan tentang teknik yang dapat
teknik relaksasi (nafas dalam, digunakan untguk mengurangi
distraksi) ketegangan
- Berikan kesempatan pada keluarga
untuk bertanya
- Demonstrasikan pada keluarga
tentang teknik relaksasi nafas
dalam
8. Mempraktekkan teknik nafas - Anjurkan pada keluarga untuk
dalam untuk mengurangi mendemonstrasikan teknik nafas
ketegangan dalam
- Berikan penghargaan pada keluarga
apabila dapat melakukan dengan
benar

- Diskusikan dengan keluarga


tentang mekanisme koping yang
9. Menjelaskan tentang mekanisme
efektif
koping yang efektif
- Berikan kesempatan pada keluarga
untuk bertanya
- Anjurkan pada keluarga untuk
mengulang kembali hasil diskusi
tentang mekanisme koping.

- Diskusikan dengan keluarga cara


untuk memelihara lingkungan yang
10. Cara memelihara lingkungan yang
kondusif untuk penderita hipertensi
kondusif untuk melakukan aktifitas
bagi penderita hipertensi

11. Keluarga melakukan modifikasi - Motivasi keluarga untuk


lingkungan yaitu membuat lantai memodifikasi lingkungan yang
rumah dan kamar mandi tidak licin, aman untuk aktifitas penderita
menyediakan penerangan yang hipertensi
cukup untuk tiap ruangan, penataan
perabot rumah tangga, dan
lingkungan yang tenang untuk
komunikasi

12. Fasilitas yang dapat digunakan - Diskusikan bersama keluarga


adalah Puskesmas untuk kontrol tentang fasilitas yang dapat
tekanan darah dan pemberian dimanfaatkan untuk penderita
pengobatan hipertensi
Data Subjektif Pemeliharaan 1 Keluarga dapat menyebutkan - Kaji pengetahuan keluarga tentang
1. Keluarga Tn.A Kesehatan tidak pengertian hipertensi dengan hipertensi
Mengatakan Ny.N efektif menggunakan bahasa sendiri: - Diskusi dengan keluarga tentang
tidak mau mengikuti suatu keadaan dimana terjadi pengertian hipertensi
anjuran untuk minum peningkatan tekanan darah di - Tanyakan kembali apa yang telah
obat hipertensi yang atas normal yaitu sistole lebih dijelaskan dan beri kesempatan
disarankan oleh dari 140/90 pada keluarga untuk bertanya jika
Dokter. ada yang belum jelas
2. Ny.N mengatakan - Berikan pujian atas kemampuan
mengetahui penyebab keluarga menjelaskan
hipertensi, namun
susah untuk berhenti 2 Keluarga dapat menyebutkan 3 - Diskusikan bersama keluarga
megkonsumsi kopi dari 7 penyebab dari hipertensi tentang penyebab hipertensi
dan makanan yang yaitu : keturunan, usia, setres, - Tanya kembali apa yang telah
mengandung banyak merokok, alkohol, obesitas, dijelaskan dan berikan kesempatan
garam konsumsi garam dan lemak pada keluarga untuk bertanya jika
3. Ny.N mengatakan yang berlebihan ada yang belum jelas
minum kopi 2 kali
sehari pada pagi dan 3 Keluarga dapat menyebutkan 4 - Kaji pengetahuan keluarga
siang hari dari tanda dan gejala penyakit mengenal tanda dan gejala
Data Objektif hipertensi yaitu: sakit kepala, hipertensi
1. TTV leher terasa tegang, pusing,
- Diskusi bersama keluarga tentang
TD : 140/100 susah tidur, gelisah, mual,
dan tanda gejala penyakit hipertensi
mmHg lemah, dan lelah, penglihatan
- Tanyakan kembali apa yang
RR : 20 x/mnt akabur dan hilang keseimbngan
dijelaskan dan diberi kesempatan
Suhu : 36,7oC
pada keluarga untuk bertanya jika
Nadi : 88x/mnt belum ada yang jelas
2. Saat pengkajian - Berika pujian atas kemampuan
Ny.N tampak tidak keluarga menjelaskan dengan benar
mengikuti prosedur
yang telah - Anjurkan kepada keluarga untuk
disarankan oleh 4 Keluarga mampu mengambil dapat mengambil keputusan dengan
tenaga kesehatan keputusan untuk merawat segera membawa keluarga berobat
3. Saat pengkajian Ny. keluarga dalam mengatasi dengan fasiltas pelayanan kesehtan
N tampak masih masalah penyakit hipertensi terdekat
mengkonsumsi kopi dengan membawa keluarga - Bimbing dan motivasi keluarga
dan kripik berobat ke fasilitas pelayan untuk mengambil keputusan yang
kesehtn terdekat tepat

- Kaji pengetahuan keluarga


5 Keluarga dapat menyebutkan 2 mengenai akibat hipertensi
dari 4 akaibat dari penyakit - Diskusikan bersama keluarga
hipertensi yaitu : stroke, gagal tentang akibat hipertensi
ginjal, gagal jantung,
gangguang penglihata - Kaji pengetahuan keluar mengenai
6 Keluar dapat menyebutka 3 dari cara merawat anggota keluarga
5 cara merawat anggota yang mendeita hipertensi
keluarga yang menderira - Diskusikan bersama keluar tentang
penyakit hipertensi yaitu: cara merawat anggota keluarga
minum obat teratur,jaga yang menderita hipertensi
lingkungan agar tenang , kontrol
tekan darah secara teratur,
kurangi makan makanan yang
yang asin dan berlemak
D.PELAKSANAAN

Hari/Tgl No Diagnosa Implementasi Paraf


Rabu, 12 1
Agustus 1. Memperkenalkan diri, membina hubungan saling percaya,
2020 dan menyampaikan tujuan kunjungan kepada keluarga
serta mengkaji masalah kesehatan keluarga
2. Mengidentifikasi respon emosional terhadap kondisi saat
ini
3. Memfasilitasi pengungkapan perasaan antara pasien dan
keluarga atau atar anggota keluarga
4. Memfasilitasi pengambilan dan keputusan dalam
merencanakan keperawatan jangka panjang
5. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap anggota keluarga
khususnya keluarga yang sakit
6. Mengkaji pengetahuan pasien terkait hipertensi

Kamis 13 2 a. Mengidentifikasi monitor tanda /gejala TIK ( tekanan


Agustus darah meningkat, tekanan nadi melebar, bradicardial,
2020 pola nafas ireguler, kesadaran menurun
b. Meminimalkan stimulus dengan menyediakan
lingkungan yang tenang
c. Mengkolaborasi pemberian sedasi dan anati
konsfulsan

Jumat 14 3
Agustus a. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima
2020 informasi
b. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan
dan menurunkan motivasi hidup bersih dan sehat
c. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan
d. Memberikan kesempatan untuk bertanya
e. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi
kesehatan
f. mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

E. Evaluasi

haHari/tanggal DDiagnosa EEvaluasi PParaf

Rabu 12 Agustus 1 DS :
2020 1. Tn.A mengatakan namanya Tn.A
2. An.G mengatakan namanya An.G
3. Ny.N mengatakan namanya Ny.N
a) Ny.N mengatakan dirinya sering
mengeluhkan sakit kepala bagian
belakang, lemas, kadang-kadang mata
rabun dan leher terasa tegang bila
kambuh Ny.N mengatakan punya
penyakit tensi tinggi dari 1 tahun yang
lalu
b) Sejak 1 tahun yang lalu Ny.N
diketahui menderita tensi tinggi saat
mengeluh sakit kepala bagian
belakang, mata rabun, dan leher terasa
tegang, kemudian Ny.N di berobat ke
puskesmas
4. Keluarga Tn.A mengatakan mengetahui
beberapa jenis makanan yang boleh dan
tidak boleh dikonsumsi pada pasien yang
memiliki penyakit hipertensi, namun Ny.N
tetap memakan makan tersebut
5. Keluarga Tn.A mengatakan kurang paham
akibat dari penyakit hipertensi dan
penanganannya.

O:
a) Keluarga Tn.A terlihat ramah dan
kooperatif
b) Tn.A : 110/80 mmHg
c) An. G : 100/70 mmHg
d) Ny. N : 140/100 mmHg
A:
- BHSP tercapai
- Pemeriksaan fisik dan pengkajian terhadap
pengetahuan keluarga tercapai
P:
Lanjutkan intervensi dengan melakukan kontrak
waktu selanjutnya (pertemuan 2)
Kamis, 13 2 S:
Agustus 2020 Ny.N mengatakan sering merasa nyeri pada kepala
bagian belakang skala nyeri 3, leher terasa tegang
dan mata rabun

O:
Ny.N tampak lemas

TD : 170/100 mmHg
RR : 20 x/mnt
Suhu : 35,9oC
Nadi : 88x/mnt
A:
Masalah belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi dengan melakukan kontrak
waktu selanjutnya (pertemuan 3)

Jumat, 14 3 S:
Agustus 2020 - NY.n mengatakan siap dan mampu menerima
informasi tentang hipertensi yang diberikan
oleh petugas kesehatan
- Ny.N mengatakan mengetahui tentang faktor
resiko yang dapat mempengaruhi hipertensi

O:
a. Keluarga tampak kooperatif
b. Ny.N tampak mengerti dengan pendidikan
kesehatan yang diberikan

A:
Masalah tecapai
P:
Pertahankan pengetahuan keluarga tentang
hipertensi dan pertahankan kebiasaan prilaku hidup
sehat
Osteoartritis

Anda mungkin juga menyukai