0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
313 tayangan3 halaman

Data KAK Dan PAK

Dokumen tersebut membahas tentang data statistik kasus kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia antara tahun 2011-2014, serta program-program yang dapat dilakukan jika menjadi pengurus ketenagakerjaan. Provinsi dengan kasus KAK dan PAK tertinggi bervariasi setiap tahunnya, dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sebagai penyumbang terbesar. Program yang dapat dilaks

Diunggah oleh

Nur Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
313 tayangan3 halaman

Data KAK Dan PAK

Dokumen tersebut membahas tentang data statistik kasus kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia antara tahun 2011-2014, serta program-program yang dapat dilakukan jika menjadi pengurus ketenagakerjaan. Provinsi dengan kasus KAK dan PAK tertinggi bervariasi setiap tahunnya, dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sebagai penyumbang terbesar. Program yang dapat dilaks

Diunggah oleh

Nur Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Ihsan Munajat (0450461902002)

Mata kuliah : PAK


1. mencari data KAK dan PAK prospisnsi jawa barat , timur , tengah bandingkan lalu evaluasi ?
2. jikalau kita menjadi ketenagakerjaan mau bikin program apa ?
3. mewajibkan program apa ?

Jawaban :
1. Data stasitik KAK dan PAK di Indonesia 2011 -2014
Jumlah kasus kecelakaan akibat kerja tahun 2011-2014 yang paling tinggi pada 2013 yaitu 35.917
kasus kecelakaan kerja (Tahun 2011 = 9.891; Tahun 2012 = 21.735; Tahun 2014 = 24.910).
Provinsi dengan jumlah kasus kecelakaan akibat kerja tertinggi pada tahun 2011 adalah Provinsi
Banten, Kalimantan Tengah dan Jawa Timur; Tahun 2012 adalah Provinsi Jambi, Maluku dan
Sulawesi Tengah; Tahun 2013 adalah Provinsi Aceh, Sulawesi Utara dan Jambi; tahun 2014 adalah
Provinsi Sulawesi Selatan, Riau dan Bali.
Untuk jumlah kasus penyakit akibat kerja tahun 2011-2014 terjadi penurunan (tahun 2011 = 57.929;
tahun 2012 = 60.322; tahun 2013 = 97.144; tahun 2014 = 40.696).
Provinsi dengan jumlah kasus penyakit akibat kerja tertinggi pada tahun 2011 adalah Provinsi Jawa
Tengah, Sulawesi Utara dan Jawa Timur; tahun 2012 adalah Provinsi Sumatera Utara, Sumatera
Selatan dan Jawa Barat; tahun 2013 adalah Provinsi Banten, Gorontalo dan Jambi; tahun 2014 adalah
Provinsi Bali, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan seperti tampak gambar di bawah ini.
Evaluasi : dari data statistic di atas dilihat jawa barat , jawa timur dan jawa tengah masih
penyumbang KAK dan PAK terbanyak dan perlu di lakukan evaluasi dan perbaikan di bidang K3 ,
dan pemerintah perlu menerepkan program-program unfulan untuk pencegahanya

2. Jikalau saya menjadi seorang ketenagakerjaaan kesehatan pemerintah , saya akan lebih mengevaluasi
program yang sudah ada , dan memperjelas praturan –praturan

 Memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja,
termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya
dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.
 Iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yang dibayarkan (bagi peserta penerima upah), tergantung
pada tingkat risiko lingkungan kerja, yang besarannya dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali,
3. Dan untuk program kerja saya belum bisa menentukan nya , tetapi saya setuju pada aturan yang
sudah di keluarkan pemerintah seperti mengeluarkan Kartu bpjs dan langkah untuk mengurangi
tingkat kecelakaan kerja :
 Pertama, Menaker perlu memperbaiki regulasi K3 sehingga memastikan level of complaint dari
perusahaan meningkat.
 Kedua, perlu melakukan pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum K3 sehingga
pelanggaran tidak terjadi berulang.
 Terakhir, Menaker serta jajarannya perlu melakukan sosialisasi dan kampanye budaya K3 di
semu

Pada tahun 2001, jumlah kecelakaan kerja yang tercatat oleb BPJS Ketenagakerjaan berjumlah
104.714. Jumlah tersebut sempat berkurang hingga di bawah angka 100.000 pada tahun 2004-2011.
Angka kecelakaan kerja melonjak lagi pada tahun 2012. Pada era Presiden Jokowi, angka kecelakaan
kerja tidak pernah turun lagi kecuali pada tahun 2016. Angka kecelakaan kerja yang ada pun seperti
selaras dengan angka kematian akibat kecelakaan kerja. Detail angka kecelakaan kerja dan kasus
kematian akibat kecelakaan kerja berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan dapat dilihat pada tabel
dan grafik berikut:

Anda mungkin juga menyukai