Anda di halaman 1dari 27

TUGAS AKHIR (Konversi Energi ) – RM1542

ANALISA PERPINDAHAN PANAS PENGARUH


TUBES PLUGGING TERHADAP
PERFORMANSI HEAT EXCHANGER
PROPANE DESUPERHEATER 4E-1 A/B

(STUDI KASUS DI PT BADAK NGL BONTANG)

WIDITAMA PRABANU
NRP 2104 100 022

Dosen Pembimbing
DR.Eng Prabowo, M.Eng

JURUSAN TEKNIK MESIN


Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2009
FINAL PROJECT (Energy Conversion) – RM1542

HEAT TRANSFER ANALYIS ABOUT TUBES


PLUGGING EFFECT FOR PERFORMANCES
OF HEAT EXCHANGER PROPANE
DESUPERHEATER 4E-1 A/B

(CASE STUDY AT PT BADAK NGL BONTANG)

WIDITAMA PRABANU
NRP 2104 100 022

Supervisor
DR.Eng Prabowo, M.Eng

MECHANICAL ENGINEERING
Faculty of Industrial Technology
Sepuluh Nopember Institute of Technology
Surabaya
2009
ANALISA PERPINDAHAN PANAS
PENGARUH TUBES PLUGGING TERHADAP
PERFORMANSI HEAT EXCHANGER
PROPANE DESUPERHEATER 4E-1 A/B
(STUDI KASUS DI PT BADAK NGL BONTANG)

TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuji Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
pada
Bidang Studi Konversi Energi
Program Studi S-1 Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Oleh :
WIDITAMA PRABANU
NRP. 2104.100.022

Disetujui oleh Tim Penguji Tugas Akhir :


1. DR.Eng.Prabowo, M.Eng ……. (Pembimbing)
NIP. 131 902 444
2. Ir.Budi Utomo KW, ME. ...………. (Penguji)
NIP. 130 936 833
3. Wawan Aries Widodo, ST, MT ………… (Penguji)
NIP. 132 169 251
4. Ary Bachtiar KP, ST, MT, Ph.D ………… (Penguji)
NIP. 132 169 250

SURABAYA
AGUSTUS, 2009
ANALISA PERPINDAHAN PANAS PENGARUH
TUBES PLUGGING TERHADAP PERFOMANSI
HEAT EXCHANGER PROPANE DESUPERHEATER
4E-1 A/B
(STUDI KASUS DI PT BADAK NGL BONTANG)

Oleh : Widitama Prabanu


NRP : 2104.100.022
Bidang Studi : Konversi Energi
Pembimbing : Dr.Eng Prabowo, M.Eng

ABSTRAK

Heat exchanger (HE) merupakan peralatan yang


menerapkan hukum-hukum termodinamika dan
perpindahan panas dalam aplikasi di dunia industri. Di
PT Badak NGL Bontang, salah satu aplikasinya adalah
sebagai Propane Desuperheater, dengan menggunakan
fluida pendingin air laut. Kelemahan air laut adalah sifat
korosif yang dapat menyebabkan kebocoran tube. Untuk
mengatasi dampak akibat kebocoran tube, solusi yang
langsung diterapkan adalah dengan membuntu
(plugging) tube yang bocor. Tujuan penelitian ini adalah
untuk melakukan re-desain peralatan heat exchanger
propane desuperheater 4E-1 dengan menggganti jenis
baffle yang digunakan yaitu dengan menggunakan baffle
tipe single segmental, serta untuk analisa pengaruh
pemasangan plug pada tube terhadap performansi heat
exchanger.

i
Proses re-desain akan dilakukan dengan
pembuatan perangkat lunak dengan bahasa pemrogaman
Borland Deplhi 6, dimana input dari perangkat lunak
tersebut adalah temperatur inlet dan outlet masing-
masing fluida dingin dan panas, laju alir massa masing-
masing fluida dingin dan panas, serta persentase jumlah
tube yang di-plug. Formulasi dalam perangkat lunak
tersebut terdiri dari formulasi secara termodinamik
untuk menghitung energi panas yang dilepas/diterima
masing-masing fluida, menghitung beda temperatur
logaritmik, kemudian formulasi dengan metode
Delaware untuk menghitung koefisien perpindahan
panas dan pressure drop pada sisi shell dan formulasi
perpindahan panas pada aliran internal di dalam
silinder untuk perhitungan koefisien perpindahan panas
dan pressure drop pada sisi tube.
Output dari perangkat lunak tersebut antara
lain, dimensi tube, dimensi shell, serta performansi HE.
Setelah re-desain dilakukan, kemudian dilakukan
perhitungan performansi HE yang diwakili di antaranya
oleh effectiveness HE, koefisien perpindahan panas, dan
pressure drop untuk setiap penambahan persentase
pemasangan plug. Dari re-desain HE Propane
Desuperheater, didapatkan bahwa baffle spacing
optimum adalah sebesar 45% dari diameter shell dan
baffle cut optimum adalah sebesar 25% dari diameter
shell. Dari perhitungan performansi didapatkan pada
kondisi desain, nilai NTU = 0.781 dan ε =0.51.
Perhitungan pada kondisi plugging menunjukkan bahwa
pada jumlah tube yang di-plug sebesar 20% dari jumlah
tube total, pressure drop bertambah 50% lebih besar
dari pressure drop pada kondisi tanpa plug. Kemudian,
nilai Qact berkurang sebesar 10 % lebih kecil dari Qact

ii
pada kondisi tanpa plug, dan temperatur outlet fluida
panas (Tho)bertambah 3% dan temperatur outlet fluida
dingin (Tco) berkurang 1%, dibandingkan dengan kondisi
tanpa plug.

Kata Kunci : re-desain, single segmental baffle,


Delaware Method, performasi alat penukar panas,
persentase plugging.

iii
HEAT TRANSFER ANALYSIS ABOUT EFFECT
OF TUBES PLUGGING TO PERFORMANCES OF
HEAT EXCHANGER PROPANE
DESUPERHEATER 4E-1 A/B

(CASE STUDY AT PT BADAK NGL BONTANG)

By : Widitama Prabanu
Student Reg.No :2104.100.022
Majoring :Energy Conversion
Supervisor :Dr.Eng Prabowo, M.Eng

ABSTRACT

Heat exchanger is an equipment which


implements laws of thermodynamics and heat transfer in
its applications in any industrial fields. One of the HE’s
application at PT Badak NGL Bontang is as a propane
desuperheater, which use seawater as coolant water.
Seawater has a harm effect for a heat exchanger due to
its corrosive behaviour which may cause leakage on
tube’s surface. To overcome the impact , tube plugging
may applied to the leak tubes. Objectives of this research
are redesigning the heat exchanger by changing baffle
type and analyzing effects of tubes plugging to the
performances of the heat exchanger.
Redesign of the heat exchanger is done by
building a software with Borland Delphi 6 Programming
Language. Where inputs are inlet and outlet temperature
for each hot and cold fluid, mass flow rate for each hot
and cold fluid, and percentage of tubes being plugged.

iv
There are several formulations which used at the
software, such as thermodynamic formulation to
calculate heat balance between hot and cold fluid ;
Delaware method to calculate heat transfer coefficient
and pressure drop at shell side ; and then internal flow
heat transfer formulation to calculate heat transfer
coefficient and pressure drop at tube side.
Tube dimensions, shell dimensions, and heat
exchanger’s performance are the output of redesigning
HE After redesigning the heat exchanger, then the
performance of heat exchanger such as effectiveness,
heat transfer coefficient, and pressure drop, will be
calculated for each increment of plug percentage.
Optimum design of baffle spacing is 45% of shell
diameter and optimum design of baffle cut is 25% of shell
diameter. From performances calculation, design
condition has NTU = 0.781 and ε = 0.51. From tubes
plugging calculation, it is obvious that for 20% of tubes
plugging, pressure drop increases about 50% from no-
plug-condition. Qact decreases 10%, hot fluid outlet
temperature (Tho) increase 3% and cold fluid outlet
temperature (Tco) decrease 1%, refer to no-plug-
condition.

Keywords : redesign, single segmental baffle, Delaware


Method, heat exchanger performance, percentage of
plugging.

v
KATA PENGANTAR

Pujian dan syukur penulis naikkan di hadapan Tuhan


Yang Maha Kuasa atas segala kemurahan dan penyertaan-
NYA selama proses berlangsung sehingga Tugas Akhir ini
dapat diselesaikan dan penulis memperoleh banyak manfaat
dari proses yang telah dijalani. Kiranya segala sesuatu yang
penulis lakukan dan kerjakan adalah bagi kemuliaan Tuhan
dan seturut rancangan-NYA yang terbaik.
Dalam proses pengerjaan Tugas Akhir ini, perkenankan
penulis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi
semua pihak yang telah mendukung dan memberikan
semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir
ini :
1. Bapak DR.Eng.Prabowo, M.Eng, sebagai dosen
pembimbing, yang telah memberikan banyak nasehat,
arahan ,kritikan, dan masukan bagi penulis.
2. Kedua orangtuaku, Bapak/Ibu Bambang Nugroho, atas
segala dukungan dalam segala hal, atas segala doa dan
“cambukan” agar Tugas Akhir ini dapat segera diselesaikan
untuk memasuki tahap kehidupan yang selanjutnya. Serta
adik-adikku, Webi dan Trini ,dan keluarga besar atas segala
doa dan dukungan kalian.
3. Yang terkasih, Sdri. Made Ayu Isabelle Sardjana, atas
kesabaran dan dukungan dalam banyak hal. Terima kasih
atas kepercayaan, kasih, dan ketulusan yang telah
diberikan, serta keluarga Bapak Dr.drh I Komang Wiarsa
Sardjana, DEA atas dukungannya.
4. Rekan-rekan Lab.Perpan, atas kebersamaan dan keceriaan
yang kita jalani walaupun sedang suntuk : Ucup Kohar,
Agus PamPam, Faree, Niko, Retno’, Arin, Billy, Rai,
Fahmi, Validita, Mas Imron, Mas Giri, Mas Maman, Mas

vii
Kontab, Torar, Huda, Durajad, dan lainnya. Tetaplah setia
“memancal becak”.
5. Rekan seperjuanganku : Satria, Rusli, Zhie, dan Dian.
Sukses buat kalian semua.
6. Bapak-bapak penguji sidang : Bpk. Ir Budi Utomo KW,
ME ; Bpk. Ary Bachtiar KP, ST, MT, Ph.D ; Bpk Wawan
Aries Widodo, ST, MT, atas segala masukan untuk
penyempurnaan Tugas Akhir ini.
7. Para Engineer di PT Badak NGL Bontang : Bpk. Ahmad
Farouk Riza, Bpk Ranto Manullang, Bpk Ronggo AW,
Bpk Parmudji, Kak Grace Intan, atas bantuan dan
informasi yang telah diberikan sejak Kerja Praktek pada
tahun 2007 hingga pengambilan data pada tahun 2008.
Serta Bu Yanti dan Bpk Finny Langitan di Training Section
HRD yang telah memfasilitasi penulis.
8. Sehabatku : Niluh Gede Sri, dan rekan-rekan angkatan M-
47, baik yang telah lulus maupun yang belum lulus. Terima
kasih atas kebersamaan dengan kalian sejak Poros Mesin
2004 hingga detik ini.
9. Bpk. Pdt. Wahyu Pramudya atas segala nasihat bagi
penulis, sehingga dalam proses Tugas Akhir ini penulis
dapat melihat karya Allah yang luar biasa dalam
pembentukan karakter, serta rekan-rekan di GKI Ngagel
dan GKI Jemursari atas dukungan dan doanya.

Atas segala kekurangan penulis mengucapkan permohonan


maaf yang diiringi oleh komitmen untuk senantiasa belajar
dari kesalahan serta mengembangkan diri di masa mendatang.
Tuhan memberkati kita semua.
Surabaya, Agustus 2009

Penulis

viii
DAFTAR ISI

Hal
ABSTRAK ………………………………………………... i
KATA PENGANTAR ……………………………………. vii
DAFTAR ISI …………………………………………...... ix
DAFTAR GAMBAR ……………………………………. xiii
DAFTAR TABEL ………………………………………. xix
DAFTAR SIMBOL ……………………………………… xxi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Proses Pengolahan Gas Alam Cair ……………... 1
1.2 Latar Belakang …………………………………. 5
1.3 Perumusan Masalah …………………………….. 10
1.4 Batasan Masalah ………………………………... 11
1.5 Tujuan Penelitian ……………………………….. 12
1.6 Manfaat Penelitian ……………………………… 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Penelitian Terdahulu ……………………………. 15
2.1.1 Pemrogaman Terdahulu …………………... 15
2.1.2 Analisa Tube Plugging …………………. 18
2.2 Dasar Teori Perpindahan Panas ………………… 20
2.2.1 Overall Heat Transfer Coefficient ………… 20

ix
2.2.2 Metode Log Mean Temperature Difference 23
2.2.3 Metode Number of Tranfer Unit ………… 25
2.3 Re-Desain Shell and Tube Heat Exchanger …… 27
2.3.1 Parameter Geometri Shell and Tube Heat
Exchanger ………………………………. 27
2.3.2 Koefisien Perpindahan Panas dan Pressure
Drop pada Sisi Shell ……………………… 34
2.3.2.1 Tipe Aliran di Sisi Shell …………. 34
2.3.2.2 Koefisien Perpindahan Panas pada
Sisi Shell …………………………............ 38
2.3.2.3 Penurunan Tekanan pada Sisi Shell 47
2.3.3 Koefisien Perpindahan Panas dan Pressure
Drop pada Sisi Tube …………………….. 49
2.3.3.1 Koefisien Perpindahan Panas pada
Sisi Tube ………………………… 49
2.3.3.2 Penurunan Tekanan pada Sisi Tube 51

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Struktur Pengerjaan Tugas Akhir ………………. 55
3.2 Diagram Alir Penelitian ………………………… 56
3.3 Diagram Alir Pemrogaman ……………………... 57
3.4 Diagram Alir Perhitungan Performansi Untuk
Kondisi Tersumbat …………………………… 59
3.5 Contoh Front Page Program …………………… 62

x
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Re-Desain Heat Exchanger Propane
Desuperheater ……………………………… 63
4.1.1 Asumsi-Asumsi …………………………… 63
4.1.2 Pemrogaman Heat Exchanger Design ……. 63
4.1.3 Perhitungan ∆T LMTD dan Balans Energi 68
4.1.4 Menentukan Dimensi Tube dan Material
Tube …………………………..…………. 71
4.1.5 Perhitungan Koefisien Konveksi dan
Pressure Drop …………………………… 95
4.1.6 Iterasi Overall Heat Transfer Coefficient … 107
4.1.7 Hasil Iterasi Re-Desain …………………… 108
4.2 Analisa Performansi …………………………… 116
4.2.1 Analisa Performansi Untuk Setiap
Perubahan Laju Alir Massa …………….. 116
4.2.2 Analisa Performansi pada Kondisi Sumbat
Terpasang ………………………………… 124
a. Pengaruh Terhadap Pressure Drop ……. 125
b. Pengaruh Terhadap Heat Transfer ……. 127
c. Pengaruh Terhadap Temperatur Outlet ... 131

xi
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ……………………………..………. 139
5.2 Saran-Saran …………………………….……….. 142

DAFTAR PUSTAKA …………………………………….. 143

LAMPIRAN
Lampiran 1 TEMA Sheet Propane Desuperheater
4E-1 Train G ………………………… 145
Lampiran 2 Gambar Konstruksi existing
Propane Desuperheater 4E-1 …… 146

Lampiran 3 LMTD Correction Factor untuk 1 Shell


Pass and Even Number of Tube Passes 148
Hasil Perhitungan NTU-ε untuk Cr = 0.233 …….. 149
Hasil Perhitungan NTU-ε untuk Cr = 0.50 ……… 151
Hasil Perhitungan NTU-ε untuk Cr = 0.75 ……… 153
Hasil Perhitungan NTU-ε untuk Cr = 1.0 ……… 155

xii
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1.1 Proses Pengolahan Gas Alam Cair …………... 2
Gambar 1.2 Proses Refrigerasi Propane pada Plant 4 ……. 4
Gambar 1.3 Aliran di Dalam Propane Desuperheater 4E-1 6
Gambar 1.4 Sumbat yang Digunakan Untuk Menyumbat
Tube yang Bocor …………………………… 9
Gambar 2.1Halaman Awal Perangkat Lunak yang
Dikembangkan oleh K.C Leong dan K.C Toh 16
Gambar 2.2 Perangkat Lunak yang Dikembangkan Oleh
Dimas Edward Abraham (2004) ……………. 17
Gambar 2.3 Grafik Hasil Penelitian Irfan Saif Hussaini ….. 19
Gambar 2.4 Rangkaian Tahanan Termal pada Tube untuk
Persamaan 2.1 ……………………………….. 22
Gambar 2.5 Tube Pitch untuk Masing-Masing Susunan
Tube …………………………………………. 28
Gambar 2.6 Dimensi Shell dan Tube Bundle ……………... 29
Gambar 2.7 Ilustrasi Efek Baffle Cut Terhadap Aliran di
Sisi Shell ……………………………………. 31
Gambar 2.8 Baffle Spacing dan Baffle Cut ……………….. 33
Gambar 2.9 Tipe-Tipe Aliran di Sisi Shell ……………….. 34
Gambar 2.10 Aliran yang Melalui Celah di Antara Baffle
Hole dan Tube …………………………..….. 35
Gambar 2.11 Aliran Bypass di Area di Antara Tube Bundle

xiii
dan Dinding Dalam Shell (Aliran C) …….….. 36
Gambar 2.12 Ilustrasi Aliran Tipe E………………………. 37
Gambar 2.13 Jenis-Jenis Konfigurasi Tube ………………. 39
Gambar 2.14 Celah Antara Dinding Dalam Shell dan Baffle 42
Gambar 2.15 Celah Antara Dinding Luar Tube dan Lubang
Baffle ………………………………………… 43
Gambar 2.16 Pembagian Daerah pada Sisi Shell ………… 48
Gambar 2.17 Penurunan Tekanan yang Terjadi di Sisi Tube 52
Gambar 3.1 Diagram Alir Garis Besar Penelitian ………… 56
Gambar 3.2 Diagram Alir Pemrogaman untuk Re-Desain .. 59
Gambar 3.3 Diagram Alir Perhitungan Performansi Untuk
Kondisi Tersumbat ………………………… 61
Gambar 3.4 Front Page dari Program yang Akan
Digunakan untuk Re-Desain ………………… 62
Gambar 4.1 Diagram Alir Input Data dan Perhitungan
LMTD ……………………………..………… 65
Gambar 4.2 Input Data Proses Pada Program HED ………. 66
Gambar 4.3 Data Properti Fluida pada Program HED ……. 66
Gambar 4.4 Pilihan Posisi Nozzle pada Program HED …… 67
Gambar 4.5 Pilihan Jumlah Laluan dan Jumlah Shell/Unit 68
Gambar 4.6 Hubungan T= f (% Length of HE) pada
Program HED ………………………………. 69
Gambar 4.7 Diagram Alir Perhitungan Heat Capacity,
Heat Transfer Area, dan Jumlah Tube………. 70

xiv
Gambar 4.8 Hasil Perhitungan ∆T LMTD dan Energi
Balans pada Program HED ………………….. 71
Gambar 4.9 Input Data Tube pada Program HED ………... 72
Gambar 4.10 Diagram Alir Perhitungan Diameter Shell …. 73
Gambar 4.11 Diagram Alir Perhitungan Panjang Shell dan
Diameter Nozzle …………………………… 75
Gambar 4.12 Aliran Melalui Nozzle ……………………… 76
Gambar 4.13 Diagram Alir Perhitungan Panjang Tube
Efektif dan Jumlah Baffle……………….…… 78
Gambar 4.14 Perhitungan Fraksi Aliran di Sisi Shell pada
Program HED …………………..………….. 80
Gambar 4.15 Besarnya Pressure Drop Untuk Setiap
Penambahan Baffle Cut …………….….……. 85
Gambar 4.16 Besarnya Overall Heat Transfer Coefficient
untuk Setiap Penambahan Baffle Cut ……… 85
Gambar 4.17 Besarnya Pressure Drop untuk Setiap
Penambahan Baffle Spacing ………………… 86
Gambar 4.18 Besarnya Overall Heat Transfer Coefficient
untuk Setiap Penambahan Baffle Spacing …. 87
Gambar 4.19 Menu Input Nilai Baffle Spacing dan Baffle
Cut pada Program HED …………………….. 87
Gambar 4.20 Diagram Alir Perhitungan Sudut Baffle Cut 88
Gambar 4.21 Diagram Alir Perhitungan Luas Aliran dan
Luas Area Window ………………………… 89

xv
Gambar 4.22 Luasan Aliran Melintang di Sisi Shell ……… 90
Gambar 4.23 Diagram Alir Perhitungan Luasan Clearance
Bundle-to-Shell Area …………………..….. 92
Gambar 4.24 Diagram Alir Perhitungan Clearance Area,
Kecepatan di Sisi Shell, dan Reynolds
Number di Sisi Shell ………………………… 94
Gambar 4.25 Diagram Alir Perhitungan Faktor Koreksi …. 96
Gambar 4.26 Diagram Alir Perhitungan Koefisien
Konveksi dan Pressure Drop di Sisi Shell ….. 102
Gambar 4.27 Resistansi Termal pada Aliran di Sisi Tube 104
Gambar 4.28 Diagram Alir Perhitungan Koefisien
Konveksi dan Pressure Drop di Sisi
Tube……………………………………..…… 105
Gambar 4.29 Diagram Alir Perhitungan U ……………….. 109
Gambar 4.30 Hasil Iterasi Re-Desain Heat Exchanger pada
Program HED ……………….……………… 110
Gambar 4.31 Hasil Perhitungan Dimensi Heat Exchanger
pada Program HED …………………..…….. 112
Gambar 4.32 TEMA Sheet Hasil Re-Desain pada Program
HED ………………………………..………. 114
Gambar 4.33 Luasan Aliran pada Celah di Antara Tube dan
Baffle Hole …………………….……………. 115
Gambar 4.34 Luasan Baffle-to-Shell Area ………………... 115
Gambar 4.35 Hubungan NTU-ε Untuk Heat Exchanger

xvi
Hasil Re-Desain ………………………..…… 117
Gambar 4.36 Rasio Perubahan Chot, U, dan ∆TH untuk Cr
= 0.233 ……………………………….…….. 118
Gambar 4.37 Hubungan Qactual dan Perubahan Laju Alir
Massa ……………………….…….………… 120
Gambar 4.38 Pengaruh Laju Alir Massa Temperatur Outlet
Fluida Panas ………………………….……… 121
Gambar 4.39 Pengaruh Laju Alir Massa Terhadap ∆T
Fluida Panas …………………….…………… 122
Gambar 4.40 Pengaruh Perubahan Laju Alir Massa Fluida
Panas Terhadap Temperatur Outlet Fluida
Dingin ………………………………………. 123
Gambar 4.41 Pengaruh Laju Alir Massa Terhadap ∆T
Fluida Dingin ……………………………….. 123
Gambar 4.42 Fasilitas Perhitungan Pengaruh
Penyumbatan Pada Program HED …………. 125
Gambar 4.43 Pengaruh Penyumbatan Terhadap Pressure
Drop ……………………………………………… 126
Gambar 4.44 Pengaruh Penyumbatan Terhadap
Performansi HE ………………….………… 128
Gambar 4.45 Pengaruh Penyumbatan Terhadap Qactual … 129
Gambar 4.46 Pengaruh Penyumbatan Terhadap Heat
Transfer Ratio ……………………………… 130
Gambar 4.47 Rasio (Q/∆P) Sebagai Fungsi Persentase

xvii
Penyumbatan ………………………………. 131
Gambar 4.48 Pengaruh Tube Penyumbatan Terhadap
Temperatur Outlet Fluida Panas …………….. 133
Gambar 4.49 Pengaruh Penyumbatan Terhadap Rasio
Temperatur Outlet Fluida Panas …………….. 134
Gambar 4.50 Pengaruh Penyumbatan Terhadap
Temperatur Outlet Fluida Dingin ………… 135
Gambar 4.51 Pengaruh Penyumbatan Terhadap Rasio
Temperatur Outlet Fluida Dingin …………… 136
Gambar 4.52 Pemetaan Tube Bundle dan Lokasi
Pemasangan Sumbat (hasil inspeksi tanggal
17 April 2000) ……………………………… 137
Gambar 4.53 Pemetaan Tube Bundle dan Lokasi
Pemasangan Sumbat (hasil inspeksi April
2006) ……………………………………….. 138

xviii
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 1.1 Hasil Inspection Report pada Propane
Desuperheater 4E-1 Train G ............................ 7
Tabel 2.1 Perbandingan Pemrogaman Sebelumnya dengan
Pemrogaman yang akan dikembangkan ………... 18
Tabel 2.2 Nilai U pada Beberapa Aplikasi Alat Penukar
Panas …………………………………………… 21
Tabel 2.3 Nilai Fouling Factor pada Beberapa Aplikasi
Alat Penukar Panas …………………………..... 23
Tabel 2.4 Ukuran Maksimum Tube yang Tidak Disangga
Oleh Baffle Berdasarkan standar TEMA ………. 32
Tabel 2.5 Kecepatan Maksimum Yang Direkomendasikan
Untuk Desain Aliran di Dalam Tube …………… 50
Tabel 3.1 Struktur Pengerjaan Penelitian Tugas Akhir …… 55
Tabel 4.1 Efek Variasi Baffle Cut pada Baffle Spacing
Konstan 45% ……………………….……… 80
Tabel 4.2 Efek Variasi Baffle Cut pada Baffle Spacing
Konstan 50% ……………………...….……… 81
Tabel 4.3 Efek Variasi Baffle Cut pada Baffle Spacing
Konstan 55% ………………………..……….. 81
Tabel 4.4 Efek Variasi Baffle Spacing pada Baffle Cut
Konstan 20% ………………….…………… 82
Tabel 4.5 Efek Variasi Baffle Spacing pada Baffle Cut

xix
Konstan 25% ……………………….……… 83
Tabel 4.6 Efek Variasi Baffle Spacing pada Baffle Cut
Konstan 30% ……………………………….. 84
Tabel 4.7 Perhitungan Luasan Area Window ………………. 91
Tabel 4.8 Faktor Koreksi Terhadap Koefisien Perpindahan
Panas di Sisi Shell ………………………….. 97
Tabel 4.9 Faktor Koreksi Terhadap Pressure Drop di Sisi
Shell ……………………………………….… 98
Tabel 4.10 Pressure Drop di Sisi Shell …………………… 103
Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Koefisien Konveksi di Sisi
Tube ………………………………………… 106
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Pressure Drop di Sisi Tube .. 107
Tabel 4.13 Hasil Iterasi Program …………………………. 111

xx
DAFTAR SIMBOL
A : luasan perpindahan panas, m²
Ab : luasan bypass di antara shell dan tube bundle, m²
Anozzle : luas penampang nozzle, m²
As : luasan melintang aliran sisi shell di antara 2
baffle, m²
Asb : luasan celah di antara shell dan baffle, m²
At : luas penampang total tube, m²
Atb : luasan celah di antara dinding luar tube dan
lubang baffle, m²
Aw : luas netto area window, m²
Awg : luas total area window, m²
Awt : luas tube di area window, m²
B : baffle spacing, % of Ds
Bc : baffle cut, % of Ds
C1 : tube layout constant
Cc : kapasitas panas fluida dingin, kJ/kg.hr
Ch : kapasitas panas fluida panas, kJ/kg.hr
Cmin : kapasitas panas minimal, kJ/kg.hr
Cp,s : spesific heat fluida di sisi shell, kJ/kg.K
cp,h : spesific heat fluida panas, kJ/kg.K
Dctl : centerline tube limit diameter, m
Dnoz : diameter nozzle, m²
Dotl : outer tube limit diameter, m

xxi
Ds : Diameter shell, m
Dti : diameter dalam tube, mm
Dto : Diameter luar tube, mm
F : LMTD correction factor, nondimensional
f : friction factor di sisi tube
Fc : fraksi jumlah tube yang berada di area interior
fs : faktor gesekan aliran di sisi shell
Fsbp : Rasio bypass area terhadap luasan crossflow
Fw : fraksi jumlah tube yang berada di area window
g : percepatan gravitasi, 9.8 m/s²
hl,v : head kecepatan, kg/cm²
hshell : koefisien perpindahan panas di sisi shell, W/m²K
hshell,i : koefisien perpindahan panas ideal di sisi shell,
W/m²K
htube : koefisien konveksi di sisi tube, W/m²K
Jb : faktor koreksi akibat adanya aliran bypass pada
tube bundle
Jc : faktor koreksi yang besarnya bergantung pada
besarnya diameter shell, baffle cut dan baffle
spacing
Jr : faktor koreksi akibat adanya peningkatan
temperatur yang terjadi pada Bilangan Reynold
(Re) yang rendah (<100)
ji : Colburn j-factor

xxii
Jl : koreksi akibat adanya efek dari kebocoran pada
baffle
Js : faktor koreksi akibat adanya nosel pada bagian
inlet dan outlet
ktubewall : konduktivitas thermal dinding tube, W/m.K
kc : konduktivitas thermal fluida dingin, W/m.K
kh : konduktivitas thermal fluida panas, W/m.K
Lbb : celah antara tube bundle dan dinding shell, mm
Lbc : central baffle spacing, m
Lbi : inlet baffle spacing, m
Lbo : outlet baffle spacing, m
Leff,b : panjang baffle efektif, m
Lp : Lebar tube partition pass, mm
Lsb : clearance antara dinding shell dan baffle
Ltb : celah antara dinding luar tube dan lubang baffle,
mm
Ltube : panjang tube, m
Mc : laju alir massa fluida dingin, kg/hr
Mh : laju alir massa fluida panas, kg/hr
Nb : jumlah baffle
Np : jumlah laluan tube
NT : jumlah tube
Ntcc : Jumlah lajur tube efektif di area window
Ntcw : Jumlah lajur tube efektif di area interior

xxiii
NTU : number of transfer unit, nondimensional
Ntw : jumlah tube di area window
NuDtube : Nusselt number aliran di sisi tube
PP : tube pitch longitudinal terhadap aliran, mm
Prc : Prandtl number di sisi tube
Prh : Prandtl number di sisi shell.
PT : tube pitch, mm
Qc : perpindahan panas menuju fluida dingin, kW
Qh : perpindahan panas dari fluida panas, kW
Qmax : perpindahan panas maksimum heat exchanger,
kW
Rb : faktor koreksi terhadap besarnya pressure drop
akibat adanya aliran bypass pada tube bundle
Res : Reynolds number di sisi shell
Ret : Reynolds number di sisi tube
Rftube : fouling factor di sisi tube, W/m²K
Rl : faktor koreksi terhadap besarnya pressure drop
akibat efek kebocoran pada baffle
Rs : faktor koreksi terhadap pressure drop akibat
perbedaan baffle spacing di area inlet dan outlet
sisi shell
U : overall heat transfer coefficient, W/m²K
vh : kecepatan aliran fluida panas. m/s
vs : kecepatan aliran melintang di sisi shell, m/s

xxiv
vtube : kecepatan aliran di sisi tube, untuk 1 tube, m/s
∆P bi : Penurunan tekanan pada tube bank ideal pada
bagian interior di antara dua baffle
∆P c : Penurunan tekanan di bagian interior , kg/cm²
∆P e : Penurunan tekanan pada area shell entrance dan
exit , kg/cm²
∆P f : major losses di sisi tube, kg/m²
∆P m : minor losses di sisi tube, kg/m²
∆P shell : Penurunan tekanan total di sisi shell , kg/cm²
∆P tube : pressure drop total di sisi tube, kg/m²
∆P w : Penurunan tekanan pada bagian window, kg/cm²
∆P wi : Penurunan tekanan tube bank ideal pada bagian
window, kg/cm²
∆Th : perbedaan temperatur fluida panas, ºC
∆Tlm : beda temperatur logaritmik, ºC
ε : efektivitas heat exchanger, %
θctl : upper centriangle of bafflecut, rad
θds : centriangle of bafflecut, rad
µc : viskositas fluida dingin, kg/m.s
µh : viskositas fluida panas, kg/m.s
ρc : massa jenis fluida dingin, kg/m³
ρh : massa jenis fluida panas, kg/m³

xxv