METODE PELAKSANAAN
Kegiatan : Pembangunan Tembok Penyengker, Tempat Parkir dan
Penataan Halaman SMPN 2 Petang
Pekerjaan : Pembangunan Tembok Penyengker, Tempat Parkir dan
Penataan Halaman SMPN 2 Petang
PEKERJAAN PERSIAPAN
Sosialisasi Kegiatan
Sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan Pra Meeting
Kontruksi dengan melibatkan unsur Desa adat, tokoh masyarakat ,Kepala desa dan
tokoh tokoh adat setempat, pembahasan akan di pimpin oleh PPK dengan Konsultan
menjelaskan tentang tujuan proyek dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan
kegiatan.
Papan Nama Proyek
Sebagai pertanda bahwa pada lokasi dimaksud ada kegiatan / pembangunan maka
harus memasang papan Nama Kegiatan dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran
yang telah ditentukan dalam bestek.
Direksi keet
Kantor lapangan disesuaikan dengan tempat dan kondisi dilapangan di tambah dengan
bedeng tenaga kerja dan apabila ada mobilisasi tenaga diupayakan tidak menggagu
ketertiban lingkungan dan secara kontinou dilaporkan kepada pihak desa
apabila tenaga yang dipekerjakan menetap di tempat kegiatan.
Kebutuhan alat dan peralatan kerja
Peralatan kerja yang diperlukan adalah Molen ,sekop, cangkul adukan beton, gerinda,
alat pabrikasi besi dan perlengkapan lainya disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan
dan disimpan di gudang penyimpanan sementara.
Beberapa gambar untuk alat dan peralatan kerja :
Gambar : Skop
Gambar : Molen
Gambar : Cangkul
Mobilisasi Peralatan dan Material
Mobiolisasi alat dan bahan disesuaikan dengan kondisi areal kriatan dan lingkungan
tempat pekerjaan dilaksanakan dengan berkordinasi dengan aparat dan pihak desa
adat agar tidak menimbulkan kemacetan dan menggangu aktivitas sekolah.
Contoh- Contoh Material
Material yang akan dipergunakan pada kegiatan ini terlebih dahulu di setujui oleh
direksi dan disesuaikan dengan keinginan dari pihak sekolah SMPN 4 Abiansemal
agar ada sinkronisasi dengan pihak pemakai (pihak sekolah SMPN 4 Abiansemal )
bahan styll Bali dan bahan lainya.
Pengukuran
Penentuan lokasi di kordinasikan kepada pihak sekolah SMPN 4 Abiansemal dan
direksi agar sesuai dengan perencanaan dan tempat mengenai ukuran dan sudut
siku- siku, menggunakan waterpas dan tetap dijaga dengan ketelitian yang
sebaik – baiknya dengan menggunakan alat waterpas / pesawat theodolith
Pengukuran berupa uitzet, dan pemasangan bowplank, patok-patok dilaksanakan
bersama atas persetujuan direksi
Berikut gambar untuk pekerjaan pengukuran beserta alat yang digunakan :
Gambar : Pengukuran menggunakan
Theodolith
Fasilitas Penunjang lainya
Beberapa fasilitas lainya yang diperlukan pada saat pelaksanaan meliputi ,
persediaan air dalam tangki , penyimpanan sementara dalam bak, terpal, pompa air,
mesin disel generator apabila PLN mati, terpal dan perlengkapan yang bersifat urgensi
dan optional.
Pembersihan Lokasi
Sebelum pekerjaan tersebut dimulai kita wajib mengadakan pembersihan lokasi / site
yaitu Pembersihan semak – semak / rumput – rumput, humus– humus dan kotoran –
kotoran lain yang mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Rambu Rambu Pengaman
Rambu rambu pengaman dipasang sebelum pekerjaan dimulai untuk mengihdari
kemacetan pada areal kegiatan dipasang police lain atau pagar pengaman untuk
menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan kenyamanan lalulintas
Berikut beberapa gambar untuk rambu pengaman :
Penempatan Bahan
Bahan yang akan didatangkan dipastikan berada pada areal kegiatan aman serta tidak
menimbulkan kemacetan lalulintas
Pemilihan Dan Pengujian Material
Sebelum bahan didatangkan akan di test terlebih dahulu di lab agar bahan yang
dipergunakan sesuai dengan spsfikasi atau mutu yang dipersyaratkan seperti test lab
kanstein sebelum diadakan pemasangan
PEKERJAAN TEMBOK PENYENGKER, TEMPAT PARKIR DAN PENATAAN
HALAMAN
Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pekerjaan Pengukuran dilakukan setelah pekerjaan pembersihan lokasi. Penentuan
ukuran dan sudut siku-siku menggunakan waterpas dan tetap dijaga dengan ketelitian
yang sebaik – baiknya dengan menggunakan alat waterpas / pesawat theodolith
Pengukuran berupa uitzet, dan pemasangan bowplank, patok - patok dilaksanakan
bersama atas persetujuan direksi lapangan, bouwplank dan patok - patok tersebut diberi
arna / tanda yang jelas.
Pekerjaan Galian
Pekerjaan galian adalah pekerjaan bongkaran yang dilakukan kontraktor setelah
diadakan pengukuran dengan menggunakan alat bantu setelah mendapat persetujuan
dari Direksi
Cara Pelaksanaan
Galian yang dilaksanakan adalah pembongkaran pasangan baik itu pasangan
batu, beton ataupun yang ada diareal yang akan dilaksanakan
Sampah bongkaran harus diatur dan dibuang disekitar lokasi yang dijamin tidak
akan mengganggu kegiatan pekerjaan. Pengaturan dari semua hasil
bongkaran tersebut harus sesuai petunjuk Direksi
Gambar pekerjaan galian :
Administrasi Dan Dokumentasi
Sebelum kegiatan pembongkaran bangunan existing dikerjakan kontraktor wajib
membuat FOTO0% dan laporan wajib dibuat dan melaporkan setiap kegiatan yang
berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan, yaitu data Administrasi proyek berupa ;
1. Laporan Harian
2. Laporan Mingguan
3. Backup Data ,Shopp Drawing
4. Foto Dokumentasi Pekerjaan ( 0 %, 50 % dan 100 % )
5. Asbuilt Drawing.
PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
Pekerjaan Tanah
Sebelum memulai pekerjaan pasangan bouwplank, kita harus yakin bahwa semua
permukaan tanah, baik tanah datar maupun garis transis yang tercamtum dalam gambar
adalah benar.
Pekerjaan Urugan
Urugan Pasir Urugan Pasir digunakan untuk menguatkan lapisan tanah dibawah
pondasi, lantai .
Pemadatan pasir urug menggunakan handpress atau stamper dan dengan dan dengan
penyiraman secukupnya.
Gambar pekerjaan urugan :
Gambar : Urugan pasir yang dipadatkan
Urugan Kembali
Urugan Kembali dilakukan setelah mendapat persetujuan dari direksi.
Pemadatan lapis demi lapis dari tanah urugan kembali ini harus menggunakan stamper.
Tanah untuk urugan kembali ini adalah tanah yang bersih dari kotoran dan biji-bijian
yang dapat tumbuh dan mendapat persetujuan direksi
Gambar untuk urugan kembali menggunakan stamper
Pekerjaan Galian Tanah dan Urugan
Semua pekerjaan galian tanah pondasi dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja dan
tanah kelebihannya harus digunakan untuk urugan kembali atau untuk mengurug site
dan peilnya belum sesuai dengan yang ditentukan dalam gambar rencana.
Pekerjaan Urugan Pasir Dibawah Pondasi
Pasir yang sering dipakai pada kegiatan ini adalah pasir yang didatangkan
dari lokasi setempat. Mengurug dengan pasir untuk perbaikan dasar pondasi
tembok
PEKERJAAN PASANGAN PASANGAN BATU KALI DAN SENDERAN
Pasangan batu kosong dipasang dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja
kemudian diisi dengan pasir dan disiram dengan air sampai semua lubang penuh
dengan pasir.
Batu kali yang akan dipasang dengan adukan yang ditentukan dalam bestek/ gambar
kerja.
Batu belah terpasang padat dan diantara batu belah harus dilapisi oleh adukan tetapi
atas dari pondasi batu belah harus datar.
Untuk pondasi batu belah yang menumpu kolom beton bertulang harus dilengkapi
dengan stek-stek berdiameter sama dengan tulangan kolom yang akan ditumpunya.
Gambar pekerjaan pasangan batu kali :
PEKERJAAN BETON K 250
Beton merupakan salah satu material yang terbuat dari campuran yang homogen antara
semen, air dan aggregat.Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan
yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah. Sifat dan karakteristik beton: •
mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah;
• beton tidak dapat dipergunakan pada elemen konstruksi yang memikul momen
lengkung atau tarikan; • beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik, sehingga akan
terjadi retak yang makin – lama makin besar; • proses kimia pengikatan semen dengan
air menghasilkan panas dan dikenal dengan proses hidrasi; • air berfungsi juga sebagai
pelumas untuk mengurangi gesekan antar butiran sehingga beton dapat dipadatkan
dengan mudah; • kelebihan air dari jumlah yang dibutuhkan akan menyebabkan butiran
semen berjarak semakin jauh sehingga kekuatan beton akan berkurang; • dengan
perkiraan komposisi (mix desain) dibuat rekayasa untuk memeriksa dan mengetahui
perbandingan campuran agar dihasilkan kekuatan beton yang tinggi.
Selama proses pengerasan campuran beton, kelembaban beton harus dipertahankan
untuk mendapatkan hasil yang direncanakan; • setelah 28 hari, beton akan mencapai
kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja
padanya; • untuk menjaga keretakan yang lebih lanjut pada suatu penampang balok,
maka dipasang tulangan baja pada daerah yang tertarik; • pada beton bertulang
memanfaatkan sifat beton yang kuat dalam menerima gaya tekan serta tulangan baja
yang kuat menerima gaya tarik; • dari segi biaya, beton menawarkan kemampuan tinggi
dan harga yang relative rendah; • beton hampir tidak memerlukan perawatan dan masa
konstruksinya mencapai 50 tahun serta elemen konstruksinya yang mempunyai
kekakuan tinggi serta aman terhadap bahaya kebakaran; • salah satu kekurangan yang
besar adalah berat sendiri konstruksi; dan • kelemahan lainnya adalah perubahan volume
sebagai fungsi waktu berupa susut dan rangkak.
Beton dibedakan dalam 2 kelompok besar yaitu:
1. Beton keras sifat-sifat beton keras yang penting adalah kakuatan karakteristik,
kekuatan tekan, tegangan dan regangan, susut dan rangkak, reaksi terhadap temperatur,
keawetan dan kekedapan terhadap air . Dari semua sifat tersebut yang terpenting adalah
kekuatan tekan beton karena merupakan gambaran dari mutu beton yang ada kaitannya
dengan strukturt beton. Berbagai test uji kekuatan dilakukan pada beton keras ini antara
lain: • uji kekuatan tekan (compression test); • uji kekuatan tarik belah (spillting tensile
test); • uji kekuatan lentur; • uji lekatan antara beton dan tulangan; dan • uji modulus
elastisitas dan lain sebagainya.
2. Beton segar ada 2 hal yang harus dipenuhi ketika membuat beton: • sifat-sifat
yang harus dipenuhi dalam jangka waktu lama oleh beton yang mengeras, seperti
kekuatan, keawetan, dan kestabilan volume; dan • sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam
jangka waktu pendek ketika beton dalam kondisi plastis (workability) atau kemudahan
pengerjaan tanpa adanya bleeding dan segregation.
Pekerjaan pengecoran beton pekerjaan beton dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku (sni03 – 2847 tahun 2002) dengan jenis beton yang akan
dilaksanakan sesuai dengan rencana anggaran dan biaya (rab).Persyaratan uji : • trial test
dan mix design, merupakan uji awal sebelum pengecoran dilaksanakan, untuk
mengetahui takaran sesuai dengan mutu beton yang disyaratkan dan dipakai sebagai
acuan untuk pelaksanaan pekerjaan selanjutnya, khususnya untuk pelaksanaan beton
struktur. • actual random test, merupakan uji acak selama pelaksanaan pengecoran
berlangsung untuk mengetahui mutu beton pada bagian struktur tertentu. • slump cone
test, merupakan uji acak untuk mengetahui mutu adukan beton dalam hal ini jumlah
volume airnya, untuk menjaga konsistensi perbandingan air, semen sehingga didapat
mutu beton seperti yang disyaratkan. • tes tekan beton, pada saat pelaksanaan
pengecoran pondasi, balok, plat dan kolom harus dibuatkan silinder dengan ukuran dan
jumlah disesuaikan dengan ketentuan yang dimuat dalam (sni03 – 2847 tahun 2002), dan
dilakukan pengetesan di laboratorium konstruksi beton.Pelaksanaan pekerjaan beton •
pekerjaan pengecoran harus dilaksanakan sekaligus dan harus dihindarkan penghentian
pengecoran, kecuali bila sudah diperhitungkan pada tempat-tempat yang aman. • untuk
mendapatkan campuran beton yang baik dan merata harus memakai mesin pengaduk
beton (untuk pembuatan beton praktis campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr) dan memakai ready
mix (untuk pembuatan beton struktur dengan mutu beton fc’ 29 mpa). • segera setelah
beton dituangkan kedalam bekesting, adukan harus dipadatkan dengan concrete vibrator
• selama waktu pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan yang terlalu cepat
dan melindunginya dengan menggenangi air diatas permukaan terus menerus selama
paling tidak 10 (sepuluh) hari setelah pengecoran plat lantai, sedangkan untuk kolom
struktur harus dilindungi dengan membungkus dengan karung goni yang dibasahi. •
pembongkaran bekesting tidak boleh dilakukan sebelum waktu pengerasan dipenuhi dan
pembongkarannya dilakukan dengan hati-hati dan tidak merusak beton yang sudah
mengeras • apabila konstruksi beton bertulang langsung terletak diatas tanah, maka
sebelumnya harus dibuat lantai kerja yang rata dengan campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr
dengan ketebalan minimum 5 cm.
PEKERJAAN BETON SLOOF
Pekerjaan slof dilakukan setelah pasangan pondasi bored file semua dikerjakan dengan
pemasangan pembesian dan begesting terlebih dahulu sebelum dicor.
PEKERJAAN BETON KOLOM
Pekerjaan pengecoran kolom dilakukan setelah dipasang begesting dan pembesian
kolom dilakukan dengan system cor Ready Mixatau manual cor dengan Mutu beton
sesuaidengan Spek
PEKERJAAN BEKESTING
1. Pengertian bekisting
Bekisting ialah acuan suatu konstruksi sementara yang di dalamnya atau di
atasnya dapat di stel baja tulangan dan sebagai wadah dari adukan beton yang
dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita dikehendaki.
2. Syarat bekisting
a. Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting seperti balok kayu tidak
patah ketika menerima beban yang bekerja.
b. Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami
perubahan bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur sia-
sia.
c. Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak
runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja.
d. Ekonomis
e. Kokoh dan kuat
f. Mudah dipasang dan dibongkar
g. Tidak bocor memenuhi persyaratan permukaan
h. Mampu menahan gaya horizontal
Faktor Penggunaan Metode Bekisting
A. Kondisi struktur yang akan dikerjakanHal ini menjadi pertimbangan utama
sebab sistem perkuatan bekisting menjadi komponen utama keberhasilan untuk
menghasilkan kualitas dimensi struktur seperti yang direncanakan dalam bestek.
Metode bekisting yang diterapkan pada bangunan dengan dimensi struktur besar
tentu tidak akan efisien bila diterapkan pada dimensi struktur kecil.
B. Luasan bangunan yang akan dipakaiPekerjaan bekisting merupakan pekerjaan
yang materialnya bersifat pakai ulang (memiliki siklus perpindahan material).
Oleh karena itu, luas bangunan ini menjadi salah satu pertimbangan utama untuk
penentuan berapa kali siklus pemakaian material bekisting. Hal ini juga akan
berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pengajuan harga satuan pekerjaan.
C. Ketersediaan material dan alatFaktor lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah
kemudahan atau kesulitan untuk memperoleh material atau alat bantu dari
sistem bekisting yang akan diterapkan.
D. Work – TimeWaktu yang diperlukaan dalam membuat dan memasang bekisting.
Harga Bahan dan Upah Kerja
PEKERJAAN BETON PENGRESEK
Pekerjaan styll bali semua menggunakan pengresek dengan mutu dan kwalitas sesuai
dengan spek dan gambar rencana. Mutu beton yang disyaratkan adalah K100
PEKERJAAN PLESTERAN
Permukaan pasangan batu kali yang akan diplester dibuat kepala untuk menghasilkan
permukaan yang rata, Pada pondasi tembok penyengker dan candi barulah pekerjaan
plesteran dapat dilaksanakan.beton pengunci dipasang pada pemasangan paving.
Sebelum pelaksanaan plesteran dan siaran dimulai, semua permukaan supaya
dibersihkan terlebih dahulu dari bekas- bekas kotoran spesi kemudian disiram air
sampai jenuh.
Pekerjaan plesteran 1 Pc : 5 Ps dipasang pada kaki tembok yang akan diplester dan
permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan Acian Pc dilaksanakan setelah plesteran selesai dan permukaan dibersihkan
dari kotoran kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
PEKERJAAN STYLE BALI
Pemasangan bahan-bahan pasangan pepalihan bata style bali dan pasangan BATU
TULUNG AGUNG dengan pepalihan bali sesuai gambar rencana sebelum dipasang
bahan harus dibersihkan terlebih dahulu dari debu yang menempel agar tidak
mengurangi daya rekat setelah dipasang.
Bahan-bahan pasangan pepalihan batu tulung agung bali dan pasangan bata tersebut
direkat dengan campuran semen, sehingga pemasanganya lebih kuat dan tidak mudah
lepas. Semua bahan pasangan pepalihan batu tulung agung , pemasangannya harus
disesuaikan dengan gambar rencananya
Adapun pasangan style bali menggunakan batu tulung agung pada kegiatan ini
meliputi :
1. Pekerjaan tembok penyengker
Pepalihan paduraksa dan pengawak menggunakan bata press tulikup dengan
tinggi dan motif sesuai gambar rencana.
2. Pekerjaan tempat parkir
Pepalihan candi bentar utama menggunakan bata press tulikup dengan tinggi
dan motif sesuai gambar rencana.
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Lingkup Kerja
Menyiapkan seluruh buruh, material, peralatan dan pengangkutan juga instalasi dan test yang
mustidilakukan untuk kelengkapan dan pengoperasian system kelistrikan secara lengkap sesuai
persyaratan dari gambar atau Spesifikasi.
a. Layanan kelistrikan secara lengkap termasuk system penyambungan ke PLN.
b. System kabel listrik (Power wiring system ) dan system grounding nya.
c. Lampu penerangan dan panel board, distribution board, unit sekering saklar, termasuk
juga fixturelampu, stop kontak, conduit, junction box. Dll.
d. Harus disediakan pembungkus kabel (conduit) dalam dinding bata, pasangan batu,
batako,dll. Gunapenginstalasian yang semestinya sesuai dengan persyaratan di gambar
dan spesifikasi.
e. Sediakan juga penginstalasian kabel listrik lainnya yang dibutuhkan untuk perkakas
mesin, alatelektronik secara lengkap sesuai dengan yang ada di gambar atau sesuai
spesifikasi.
f. Apabila pekerjaan kelistrikan berhubungan dengan pekerjaan penyedia lain atau maka
berkoordinasi guna mendapatkan informasi yang diperlukan, gambar kelistrikan,
dimensi dan lain sebagainya yang diperlukan untuk pekerjaan ini.
PEKERJAAN PENATAAN HALAMAN
Pekerjaan pasangan Paving 20x20.6 dipasang sesuai dengan gambar rencana pada
pekerjaan tiang bendera. Pekerjaan taman dengan rumput dan tanaman kelompok perdu
penempatan sesuai petunjuk direksi .
PEKERJAAN PEMBERSIHAN AKHIR
Pada saat semua Item pekerjaan selesai dikerjakan harus dilakukan pembersihan
akhir lokasi proyek. Pembersihan meliputi pemindahan material bekas pekerjaan,
pengecekan pekerjaan akhir, pengecekan mutu bangunan dan kelengkapan Item-item
pekerjaan sesuai dengan daftar kerja yang terdapat di dalam RAB.
MASA PEMELIHARAAN
Dalam masa pemeliharaan kita masih mempunyai kewajiban untuk mengadakan
perbaikan – perbaikan dan penyempurnaan – penyempurnaan terhadap kekurangan atau
kerusakan yang terjadi selama dalam masa pemeliharaan dengan jangka wktu yang
telah ditentukan 730 (tujuh ratus tiga puluh hari kalender) sampai diadakannya serah
terima kedua pekerjaan selesai.
Demikian metode pelaksanaan pekerjaan ini kami buat secara garis besarnya untuk
dapat dipergunakan dengan semestinya.
Badung, 9 Juni 2017
CV. Karya Mandiri Teknik
I Ketut Wiranata, ST
Direktur