0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
465 tayangan48 halaman

22 Structure Parts and Shapes

Dokumen tersebut membahas tentang struktur baja sebagai bahan struktural bangunan. Ia menjelaskan bentuk dan bagian-bagian umum struktur baja seperti kolom tunggal, balok tunggal, portal, gewel, rangka batang baja, gording, dan sambungan-sambungannya. Struktur utama seperti portal dan gewel sering digunakan untuk bangunan tinggi atau gudang, sedangkan rangka batang baja umumnya untuk atap dan jembatan

Diunggah oleh

Ucog
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
465 tayangan48 halaman

22 Structure Parts and Shapes

Dokumen tersebut membahas tentang struktur baja sebagai bahan struktural bangunan. Ia menjelaskan bentuk dan bagian-bagian umum struktur baja seperti kolom tunggal, balok tunggal, portal, gewel, rangka batang baja, gording, dan sambungan-sambungannya. Struktur utama seperti portal dan gewel sering digunakan untuk bangunan tinggi atau gudang, sedangkan rangka batang baja umumnya untuk atap dan jembatan

Diunggah oleh

Ucog
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

PEMAHAMAN BAJA SEBAGAI


BAHAN STRUKTURAL

Bentuk dan Bagian Umum Struktur Baja; Bentuk


dan Bagian-Bagian Umum Sambungan pada
Struktur Baja.

2.2
1

Perkenalan Baja sebagai Bahan Struktur Bangunan


Bentuk dan Bagian Umum Struktur Baja

Struktur Utama vs Struktur Pendukung/Penyokong


2

1
Bentuk dan Bagian Umum Struktur Baja
Struktur Utama vs Struktur Pendukung/Penyokong

STRUKTUR UTAMA → Bagian dari keseluruhan rangka bangunan


baja yang memikul beban bangunan dan yang mentransfer beban
bangunan ke fondasi.

STRUKTUR PENDUKUNG → Bagian dari keseluruhan rangka


bangunan baja yang mentransfer beban bangunan ke STRUKTUR
UTAMA, dan yang berfungsi MENJAGA KESTABILAN Struktur Utama

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


Kolom Tunggal

Elemen: WF 300 x 200 x 8 x12

Sambungan: TAPAK (KAKI KOLOM)

Biasanya dipakai sebagai struktur tiang sederhana. Tiang listrik


adalah contoh struktur kolom tunggal.
4

2
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
Balok Tunggal
Elemen: WF 300 x 200 x 8 x12

Sambungan: UJUNG BALOK

Umumnya dipakai sebagai


jembatan penyeberangan pipa
liquid atau gas, seperti tampak
pada foto, atau sebagai struktur
crane

Jembatan Pipa Air, di tepi jalan El Tari-2 KUPANG; 2008

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


PORTAL (Frame)

3
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
PORTAL (Frame)

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


PORTAL (Frame)

Portal Baja (Steel Frame) adalah struktur baja yang lazim


dimanfaatkan.

Umumnya struktur untuk bangunan


tingkat tinggi (High Rise Building) dan
Pencakar Langit (Skycrapers) adalah
portal baja

4
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
PORTAL (Frame) Balok

Sambungan: BALOK-KOLOM

Kolom:

Sambungan: TAPAK

Bagian – Bagian Utama 9

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


PORTAL (Frame)

SAMBUNGAN MENERUS

Bagian – Bagian Utama 10

5
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
PORTAL (Frame); Varian:

A Two Bay - One Storey Frame A Two Bay - Two Storey Frame
11

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


GEWEL (Gable Frame)

12

6
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
GEWEL atau GEBEL (Gable Frame)
Struktur bentuk ini paling sering dipakai sebagai struktur bangunan baja.

Gebel adalah struktur favorit untuk bangunan dengan daerah naung yang luas
dan bebas tanpa obstraksi kolom seperti: bangunan gudang tempat
penyimpanan bahan, bangunan pabrik, hanggar pesawat terbang, tempat
ibadah dll.

Gebel untuk Bangunan Gereja


Gebel pada bangunan berdaerah naung yang luas
13

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


GEWEL atau GEBEL (Gable Frame)
Struktur bentuk ini paling sering dipakai sebagai struktur bangunan baja.

Gebel adalah struktur favorit untuk bangunan dengan daerah naung yang luas
dan bebas tanpa obstraksi kolom seperti: bangunan gudang tempat
penyimpanan bahan, bangunan pabrik, hanggar pesawat terbang, tempat
ibadah dll.

14

7
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
GEWEL (Gable Frame) SAMBUNGAN PUNCAK
Sambungan: RAFTER
RAFTER-
KOLOM

SAMBUNGAN
MENERUS
RAFTER
RAFTER

KOLOM KOLOM

Sambungan: TAPAK

Bagian – Bagian Utama 15

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


GEWEL (Gable Frame); Varian:

A Double Gable Frame

16

8
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
GEWEL (Gable Frame); Varian:

Konsol Konsol

A Gable-Frame with Overhanging

17

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


RANGKA BATANG BAJA (Truss)

18

9
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
RANGKA BATANG BAJA (Truss)
Rangka Batang Baja umumnya dipakai sebagai struktur rangka atap, struktur
utama jembatan dan struktur menara baja.

Struktur atap
berupa
Rangka
Batang Baja

19

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


RANGKA BATANG BAJA (Truss)
Rangka Batang Baja umumnya dipakai sebagai struktur rangka atap, struktur
utama jembatan dan struktur menara baja.

Rangka
Batang Baja
sebagai
struktur utama
jembatan baja

20

10
Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA
RANGKA BATANG BAJA (Truss)

Batang

SAMBUNGAN BUHUL (Joint)

Bagian-Bagian Utama
21

Bentuk dan Bagian Umum STRUKTUR UTAMA


RANGKA BATANG BAJA (Truss)
Rangka Batang Baja sering dipakai sebagia struktur rangka atap dan struktur
utama jembatan.

Sambungan Buhul

Jembatan Oesapa Besar, Kupang., 2008

22

11
STRUKTUR PENYOKONG
GORDING (Purlin) Gording

23

STRUKTUR PENYOKONG
GORDING (Purlin)

Gording

Rafter

24

12
STRUKTUR PENYOKONG
GORDING (Purlin)
FUNGSI:
• Sebagai PERLETAKAN bagi penutup atap
• Sebagai PENYOKONG (Bracing Structure) bagi Rafter.
• Mentransfer beban atap dari ATAP ke RAFTER

Ilustrasi gording berprofil Z pada rafter gabel

Di luar negeri profil Z lebih digemari untuk dipakai sebagai gording. Umumnya
di Indonesia untuk gording dipakai profil “Lip-Channel”.
25

STRUKTUR PENYOKONG
GORDING (Purlin)
Gording
Gording Penutup
Atap

Rafter

Gording dipasang berbaris pada rafter dengan jarak spasi


yang disesuaikan dengan kebutuhan oleh ukuran lembaran
penutup atap.

26

13
STRUKTUR PENYOKONG
GORDING (Purlin)

Detail Penyambungan

27

GORDING (Purlin)
Perilaku dalam Mentransfer Beban dari Penutup Atap

Gording pada rafter


28

14
GORDING (Purlin)
Perilaku dalam Mentransfer Beban dari Penutup Atap

Beban pada atap: air hujan, orang., dialirkan ke gording

29

GORDING (Purlin)
Perilaku dalam Mentransfer Beban dari Penutup Atap
Perhatikan
bahwa
karena
penampang
gording
berinklinasi
menurut
inklinasi
rafter, maka
penampang
gording
terbebani
baik pada
sumbu
inertial kuat
maupun
pada sumbu
inertial
lemah. Hal
ini terlihat
pada
ilustrasi
berikut
Beban dari penutup atap yang diterima setiap gording,
yang kemudian MENJADI BEBAN pada RAFTER
30

15
GORDING (Purlin)
Perilaku dalam Mentransfer Beban dari Penutup Atap
Perhatikan
bahwa rafter
menyokong
gording
terhadap
pembebanan
pada sumbu
kuat.
Terhadap
sumbu
lemah, di
samping
rafter, untuk
mencegah
lendutan
gording
berlebihan,
perlu
tambahan
penyokong.

Komponen beban pada penampang gording

31

GORDING (Purlin)
Sag Rod
Untuk
Sag Rod menambah
sokongan bagi
gording pada
sumbu lemah,
diaplikasikan
SAG ROD. Sag
Rod dipasang
dari gording
ke gording.

Sag Rod pada Gording

32

16
GORDING (Purlin)
Sag Rod Gording Sag Rod

Untuk
menambah
sokongan bagi
gording pada
sumbu lemah,
diaplikasikan
SAG ROD. Sag
Rod dipasang
dari gording
ke gording.

Umumnya
Sag Rod
dibuat dari
profil batang
bundar mis:
ø 10 mm.

Rafter
Roof supporting structure of a steel structure near Lalamentik 55, Kupang (2011)

Sag Rod pada Gording

33

GORDING (Purlin)
Sag Rod

Sag Rod dibuat dari


profil batang bundar
yang dibuat berulir
dan bermur pada
kedua ujung untuk
penyetelan

Sag Rod

34

17
GORDING (Purlin)
Sag Rod

Detail Sambungan Sag Rod


ke Gording.
Sag rod biasanya dari ø 8
mm, ø 10 mm, atau ø 12
mm.

Sag Rod ø 8
mm

Mur untuk pengaturan


(penyetelan) sag rod

35

STRUKTUR PENYOKONG
GIRT (Girt) Girt

Girt
36

18
STRUKTUR PENYOKONG
GIRT (Girt) GIRT pada dinding memanjang
Gording

GIRT pada dinding melintang


37

STRUKTUR PENYOKONG
GIRT (Girt)
FUNGSI:
• Sebagai perletakan bagi dan struktur pendukung untuk DINDING
• Sebagai Struktur Pengaku (Bracing) bagi RAFTER (Struktur Utama)

Ilustrasi pemasangan girt berprofil Z pada kolom gabel

Yang tampak pada gambar kanan GIRT berprofil Z. Umumnya di


Indonesia, untuk girt dipakai profil I, WF, C, ‘Lip Channel’ dll.
38

19
STRUKTUR PENYOKONG
GIRT (Girt)

Girt Vertikal

Girt Horizontal

39

STRUKTUR PENYOKONG
IKATAN ANGIN (Cross Rod)
FUNGSI:
• Memperkaku gabel – gabel pada bidang rafter.

Cross Rod

Cross Rod

IKATAN ANGIN dipasang


pada bidang atap,
disambung bersilang
dari rafter suatu gabel
ke rafter gabel di
sebelahnya

Ikatan Angin → batang bundar tunggal atau ganda, triple dsb, mis: ø 16 mm, 2
ø 16 mm, 4 ø 10 mm dsb.
40

20
IKATAN ANGIN (Cross
(Cross Rod)
JARUM KERAS (Tightener) Jarum Keras

Rafter

Ikatan angin dapat


distel dengan
menggunakan JARUM
KERAS, yang dipasang
pada salah satu atau
kedua ujungnya

Struktur Atap Aula pada Rumah Jabatan Gubernur NTT.,


Kupang., 2006

Jarum Keras pada ujung tempat Ikatan Angin disambung ke rafter gabel

41

IKATAN ANGIN (Cross


(Cross Rod)
JARUM KERAS (Tightener) Rafter

Struktur Atap Aula pada Rumah Jabatan Gubernur NTT.,


Kupang., 2006

Contoh sambungan JARUM KERAS ke Rafter dari suatu gabel

42

21
IKATAN ANGIN (Cross
(Cross Rod)
JARUM KERAS (Tightener)
Perhatikan bahwa
jarum keras dibuat
dengan uliran pada
batangnya sehingga
ikatan angin dapat
dipertegang atau
dibuat longgar,
dengan cara memutar
jarum keras!

Struktur Atap Aula pada Rumah Jabatan Gubernur NTT.,


Kupang., 2006

Bangun suatu JARUM KERAS

43

STRUKTUR PENYOKONG
IKATAN ANGIN (Cross Rod)

Cross Rod

Cross Rod

Contoh: IKATAN
ANGIN pada bidang
dinding

Ikatan Angin juga dapat di dari kolom suatu gebel ke kolom gebel di
sebelahnya (dipasang pada bidang dinding memanjang), untuk memperkaku
struktur pada arah memanjang bangunan.
44

22
GORDING (Purlin)
Sag Rod Gording Cross Rod

Rafter
Roof supporting structure of a steel structure near Lalamentik 55, Kupang (2011)

Cross Rod pada Struktur Atap Bangunan Baja

45

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Jenis Sambungan pada Struktur Baja:

1. SAMBUNGAN TAPAK (Footing); disebut juga SAMBUNGAN


PELAT KAKI atau SAMBUNGAN KAKI KOLOM.
2. Sambungan BALOK – KOLOM (Beam to Column connection)
3. Sambungan RAFTER – KOLOM (Rafter to Column connection)
4. SAMBUNGAN MENERUS (Continous Connection)
5. SAMBUNGAN PUNCAK GEBEL (Apex Connection)

46

23
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
SAMBUNGAN TAPAK atau Sambungan Kaki Kolom atau
Sambungan Dasar Kolom (Column Base Connection)

47

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


SAMBUNGAN TAPAK

Ilustrasi: SAMBUNGAN TAPAK

48

24
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
SAMBUNGAN TAPAK

49

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


SAMBUNGAN TAPAK

50

25
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
SAMBUNGAN TAPAK

51

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


SAMBUNGAN TAPAK

52

26
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
SAMBUNGAN TAPAK

Stiffener
Ganda pada
salah satu
sisi kolom

A column base at the road side in Mϋnich near M//Wasser (?), Germany - 2007

Contoh: SAMBUNGAN TAPAK dari suatu kolom


Perhatikanlah bahwa sambungan ini menggunakan stiffener ganda di
sebelah menyebelah kolom untuk memperkaku sambungan dan
menambah daerah untuk las penyambung kolom ke pelat tapak. 53

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


SAMBUNGAN TAPAK

Pelat Kaki

A column-base connection, under constriction at a steel structure in Fatululi-Kupang (2011)

Contoh: SAMBUNGAN TAPAK dari suatu kolom


sedangkan Sambungan Tapak ini tidak ber-stiffener

54

27
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
SAMBUNGAN TAPAK

Ilustrasi: SAMBUNGAN TAPAK


Concrete Base pada sambungan tapak tidak mesti kolom. Pada kasus bangunan beton
berstruktur atap baja, base dapat saja adalah dari bagian struktur beton. Pada ilustrasi di atas
perhatikannlah bahwa concrete base untuk sambungan tapak ini adalah puncak kolom beton 55

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan BALOK – KOLOM (Beam to Column Connection)

56

28
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan BALOK – KOLOM

Jenis Sambungan pada Struktur Baja:

1. Sambungan Balok – Kolom menggunakan PELAT UJUNG


(End Plate).

2. Sambungan Balok – Kolom menggunakan SIKU (Angle).

57

SAMBUNGAN BALOK - KOLOM


Menggunakan Pelat Ujung (End Plate)

End Plate
dilas ke ujung
balok berprofil
I

58

29
SAMBUNGAN BALOK - KOLOM
Menggunakan Pelat Ujung (End Plate)

59

SAMBUNGAN BALOK - KOLOM


Menggunakan Pelat Ujung (End Plate) Stiffener

Jika dibutuhkan lebih banyak


daerah untuk memasang baut,
Pengaku (stiffener) dapat pula
dapat digunakan Pelat Ujung yang
ditambahkan untuk memperkaku
panjangnya melampaui sayap balok
sambungan

60

30
SAMBUNGAN BALOK - KOLOM
Menggunakan Pelat Ujung; varian: dengan HAUNCH

61

SAMBUNGAN BALOK - KOLOM


Menggunakan Pelat Ujung; varian: dengan HAUNCH Rib Plate

End Plate

Haunch

A beam to column connection of a steel structure near Jl. Lalamentik 55 , Fatululi - Kupang (2011)

62

31
SAMBUNGAN BALOK - KOLOM
Menggunakan Pelat Ujung; varian: dengan HAUNCH

HAUNCH:
• Memperkaku sambungan
• Menambah kapasitas sambungan untuk memikul momen
• Memberikan daerah lebih luas untuk penggunaan lebih banyak baut
• Memberikan daerah untuk aplikasi las yang lebih panjang
• Dua yang disebut belakangan, menambak kapasitas momen
sambungan

63

SAMBUNGAN BALOK - KOLOM


Menggunakan Pelat Siku Cleat Angle

Kolom dan Balok disambung


menggunakan media profil siku
(angle)

1. Cleat Angle: siku disambung ke


badan balok
2. Seat Angle: siku disambung ke
sayap balok. Balok ‘duduk’ pada
siku → ‘seat’ angle.

Seat Angle

64

32
SAMBUNGAN BALOK – KOLOM menggunakan pelat siku
Cleat Angle

Ilustrasi: Sambungan Balok – Kolom menggunakan Cleat Angle


65

SAMBUNGAN BALOK – KOLOM menggunakan pelat siku


Sambungan Cleat Angle

66

33
SAMBUNGAN BALOK – KOLOM menggunakan pelat siku
Sambungan Cleat Angle

Transversal Beam

Stringer

Cleat Angle

Struktur Pendukung Lantai Jembatan Fatumtasa, TTU., s1993 - 1994

Contoh: SAMBUNGAN Stringer – Transversal Beam


pada struktur lantai jembatan menggunakan CLEAT ANGLE

67

SAMBUNGAN BALOK – KOLOM menggunakan pelat siku


Sambungan Seat Angle

68

34
SAMBUNGAN BALOK – KOLOM menggunakan pelat siku
Sambungan Seat Angle

Seat Angle

Struktur Pendukung Lantai Jembatan Oesapa Besar – Kupang., 2008

Contoh: SAMBUNGAN menggunakan Ilustrasi SEAT ANGLE pada


SEAT ANGLE sambungan balok - kolom

Pada pelaksanaan, hampir selalu seat angle


dipakai BERSAMA-SAMA cleat angle
69

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan RAFTER – KOLOM (Rafter to Column Connection)

70

35
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan RAFTER - KOLOM

Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang 2006

Sebenarnya adalah varian sambungan balok – kolom dengan end-plate


yang diterapkan pada gabel
71

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan RAFTER - KOLOM

72

36
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan RAFTER – KOLOM

Rib Plate

End Plate

Haunch

Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang 2006

Bagian – Bagian suatu Sambungan Rafter - Kolom

73

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan RAFTER – KOLOM; dengan rafter KONSOL

Gambar Rencana struktur atap aula rumah jabatan gubernur


NTT., Kupang - s2005

74

37
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan RAFTER – KOLOM; dengan rafter KONSOL
Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang 2006

End Plate rafter


End Plate
rafter konsol

Sayap kolom

Sayap kolom

Sambungan Rafter –
Kolom menunjukkan
detail penyambungan. Pangkal
Perhatikan bagaimana konsol dengan
end plate disambung haunch
baut ke sayap kolom!

75

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan MENERUS (Continous Connection)

76

38
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan MENERUS

Perhatikan bagaimana
ujung dua profil
disambung
menggunakan plat
badan dan plat sayap!

Ilustrasi: Sambungan Menerus (Continous Connection)


77

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan MENERUS

78

39
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan MENERUS

79

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan MENERUS
Pelat Sayap Luar bagian atas

Pelat Sayap Dalam bagain atas

Pelat Sayap Dalam bagian


bawah

Pelat Sayap Luar bagian bawah

Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang 2006

80

40
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan MENERUS

Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang 2006

Barisan baut terpasang pada pelat sambung sayap bagian bawah


dari suatu SAMBUNGAN MENERUS
81

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan PUNCAK GEBEL (Gable Apex Connection)

82

41
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan PUNCAK GEBEL

Tanpa Haunch Dengan Haunch

Ilustrasi SAMBUNGAN PUNCAK GEBEL

83

Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN


Sambungan PUNCAK GEBEL

Gambar Rinci: suatu SAMBUNGAN PUNCAK GEBEL


menunjukkan bagian-bagian utama sambungan
84

42
Bentuk dan Bagian Umum SAMBUNGAN
Sambungan PUNCAK GEBEL
Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang - 2006

Tampang Pelat Rusuk (Rib


sambung baut Plate)

Pelat Rusuk (Rib


Plate)
Haunch

Sebuah varian SAMBUNGAN PUNCAK GEBEL pada “gebel terpancung”


rangka atap aula rumah jabatan gubernur NTT
85

Varian Sambungan Puncak Gabel:


SAMBUNGAN BINTANG yaitu Sambungan Puncak Gabel
yang menggunakan Core atau disebut juga ‘Apolo’
Struktur Atap Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang - 2006

Sebuah SAMBUNGAN BINTANG yang menyambung rafter beberapa gabel


pada struktur rangka atau aula rumah jabatan gubernur NTT.
Perhatikan bahwa core digunakan sebagai mediator sambungan! 86

43
Varian Sambungan Puncak Gabel:
SAMBUNGAN BINTANG
Dari gambar rencana struktur atap rumah jabatan
gubernur NTT, 2005

87

Varian Sambungan Puncak Gabel:


SAMBUNGAN BINTANG

Dari gambar rencana struktur atap rumah jabatan


gubernur NTT, 2005

88

44
Varian Sambungan Puncak Gabel:
SAMBUNGAN BINTANG

End Plate salah


satu rafter

Core atau disebut juga ‘Apolo’

Close up sambungan bintang menunjukkan Core atau Apolo.


Perhatiakan bahwa setiap rafter memiliki end plate sendiri
yang disambung dengan baut ke core!
89

STRUKTUR UTAMA:
STRUKTUR BIDANG vs STRUKTUR RUANG

Contoh: Struktur Utama yaitu gabel pada model di atas hanya menempati SATU
BIDANG, yang dalam bangunan ini adalah bidang melintang. Struktur yang
menempati bidang memanjang hanyalah struktur penyokong, bukan struktur utama.
Maka gabel pada bangunan ini adalah STRUKTUR BIDANG
90

45
STRUKTUR UTAMA:
STRUKTUR BIDANG vs STRUKTUR RUANG

Ada bangunan berstruktur baja, yang struktur utamanya menempati LEBIH DARIPADA
SATU BIDANG. Struktur utama seperti ini adalah STRUKTUR RUANG. Struktur pada
gambar di atas adalah STRUKTUR RUANG, struktur utamanya berada pada bidang
melintang maupun memanjang

91

Jenis Umum STRUKTUR RUANG (Space Structure)


Rangka Ruang (Space Frame)

Suatu RANGKA
RUANG (Space
Frame)

92

46
Jenis Umum STRUKTUR RUANG (Space Structure)
Girder Ruang (Space Girders)

Struktur
pendukung lantai
bangunan ini
adalah suatu
GIRDER RUANG
(Space Girder)

93

Jenis Umum STRUKTUR RUANG (Space Structure)


Rangka Batang Ruang (Space Truss)

Struktur Rangka Atap GOR Oepoi – Kupang., 2008

Contoh RANGKA BATANG RUANG


94

47
Rangka Batang Ruang (Space
(Space Truss)
Sambungan Bola (Ball Joint)
Ball Joint

Struktur Rangka Atap GOR Oepoi – Kupang., 2008

Ball Joint pada rangka batang ruang struktur Suatu Rangka Batang Ruang dengan
atap GOR Oepoi Kupang. Ball Joint.

Contoh SAMBUNGAN BOLA (Ball Joint)


95

PENGHARGAAN

Kecuali yang diindikasikan sumbernya, semua foto pada dokumen ini


diperoleh penulis dari Yahoo Image Search. Penulis menyampaikan
penghargaan kepada para kontributor Yahoo Image Search yang gambar dan
fotonya telah digunakan penulis dalam dokumen ini.

96

48

Anda mungkin juga menyukai