0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
537 tayangan18 halaman

Tujuan Strategi Program TV

Dokumen tersebut membahas karakteristik program televisi dan strategi penayangannya. Program televisi harus mempertimbangkan empat hal yaitu produk, harga, tempat, dan promosi agar disukai penonton. Ada lima strategi penayangan untuk menarik dan mempertahankan penonton yakni head to head, program tandingan, bloking program, pendahuluan kuat, dan strategi buaian.

Diunggah oleh

Rayn Production
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
537 tayangan18 halaman

Tujuan Strategi Program TV

Dokumen tersebut membahas karakteristik program televisi dan strategi penayangannya. Program televisi harus mempertimbangkan empat hal yaitu produk, harga, tempat, dan promosi agar disukai penonton. Ada lima strategi penayangan untuk menarik dan mempertahankan penonton yakni head to head, program tandingan, bloking program, pendahuluan kuat, dan strategi buaian.

Diunggah oleh

Rayn Production
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Oleh :

Agus Gunawan, SE., M.I.Kom

UNIVERSITAS INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA


(UNIBI)
2018
KARAKTERISTIK PROGRAM TELEVISI

Karakteristik suatu program televisi selalu mempertimbangkan agar program


acara tersebut itu digemari atau dapat diterima oleh audience. Berikut ini empat
hal yang terkait dalam kerkteristik suatu program televisi :

a. Product, artinya materi program yang dipilih haruslah yang bagus dan
diharapkan akan disukai audience yang dituju.
b. Price, artinya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli
program sekaligus menentukan tarif bagi pemasang iklan yang berminat
memasang iklan pada program bersangkutan.
c. Place, artinya kapan waktu siaran yang tepat program itu. Pemilihan waktu
siar yang tepat bagi suatu program akan sangat membantu keberhasilan
program bersangkutan.
d. Promotion, artinya bagaimana memperkenalkan dan kemudian menjual acara
itu sehingga dapat mendatangkan iklan dan sponsor
Terdapat sejumlah hal yang harus diputuskan dalam perencanaan program yang
mencakup:

1. Keputusan mengenai Target Audien : Diarahkan untuk dapat memilih (seleksi)


dan menjadwalkan penayangan suatu program yang dapat menarik sebanyak
mungkin penonton dari jumlah audien yang ada (tersedia) pada waktu tertentu.

2. Keputusan mengenai Target Pendapatan : Penetapan target pendapatan yang


dapat diterima dari penayangan suatu program.
TUJUAN PROGRAM

a. Mendapatkan sebanyak mungkin audien.

b. Target audien tertentu (program demografis: dikhususkan pada kalangan audien tertentu)

c. Prestise (pengakuan dari pihak lain)

d. Penghargaan (memenangkan suatu penghargaan atas karya/ program yang diproduksi)

e. Kepetingan Publik (memenuhi kepentingan/ kebutuhan public ditempat stasiun itu berada)
Format acara adalah presentasi suatu program siaran; misalnya: format talkshow,
format reportase, variety show, musik, sinetron drama, acara komedi, klips video, dan
seterusnya.

Pola acara adalah susunan mata acara yang memuat penggolongan, jenis, hari, waktu,
dan lamanya serta frekuensi siaran setiap mata acara dalam suatu periode tertentu
sebagai panduan dalam penyelenggaraan siaran.

Acara siaran adalah program siaran, jadwal, rencana siaran dari hari ke hari dan dari
jam ke jam.

Format acara Televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara
televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi
dalam berbagai kriteria yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara
tersebut.
Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam menyiapkan program siaran televisi :

1. Pola siaran
2. Arahan pola siaran
3. Perubahan pola acara
4. Bahan program
5. Sistem penempatan program siaran
STRATEGI PROGRAM

Strategi program yang ditinjau dari dari aspek manajemen atau sering juga disebut
dengan manajemen strategis (management strategic) program siaran yang terdiri dari :

1. Perencanaan program
2. Produksi dan pembelian program
3. Eksekusi program
4. Pengawasan dan evaluasi program
Perencanaan program

Perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka


pendek, menengah, dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran
untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya. Pada stasiun televisi,
perencanaan program diarahkan pada produksi program yaitu program apa yang
akan diproduksi, pemilihan program yang akan dibeli (akuisisi), dan penjadwalan
program untuk menarik sebanyak mungkin audien yang tersedia pada waktu
tertentu.

Pengelola stasiun televisi menargetkan suatu audien umum dan berupaya untuk
memberikan respons atas kesukaan/ preferensi dari orang-orang yang tengah
menonton.

Bagian program stasiun televisi harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam


merencanakan program yang akan disiarkannya. Terdapat beberapa hal yang harus
dipertimbangkan sebelum bagian program memutuskan untuk memproduksi,
melakukan akuisisi dan kemudian melakukan skeduling terhadap suatu program,
yaitu : persaingan, ketersediaan audien.
Produksi dan Pembelian Program

Manajer program bertanggung jawab melaksanakan rencana program yang sudah ditetapkan dengan
cara memproduksi sendiri program atau mendapatkannya dari sumber lain / akuisisi (membeli).

Kata kunci untuk memproduksi atau membuat program adalah ide atau gagasan yang juga sebagai titik
awal sebuah produksi program. Ditinjau dari siapa yang memproduksi program, maka program dapat
dibagi menjadi dua, yakni:

 Program yang dibuat sendiri (in house production)


Biasanya adalah program berita (news programme), program yang terkait dengan informasi, dan
program yang menggunakan studio.

 Program yang dibuat pihak lain, utamanya jenis program hiburan.


Khusus untuk produksi program hiburan, pelaksanaan produksi ini dijalankan oleh departemen produksi
yang dibantu oleh berbagai personnel, yakni produser, penulis skrip, sutradara, asisten sutradara, dan
director of photography.
Eksekusi Program

Eksekusi program mencakup kegiatan menayangkan program sesuai dengan


rencana yang sudah ditetapkan. Manajer program melakukan koordinasi
dengan bagian traffic dalam menentukan jadwal penayangan dan berkonsultasi
dengan manajer promosi dalam mempersiapkan promo bagi program
bersangkutan.
Menurut Head-Sterling (1982), menyatakan bahwa stasiun televisi memiliki sejumlah strategi dalam upaya menarik audien masuk
ke stasiun sendiri (inflow) dan menahan audien yang sudah ada untuk tidak pindah saluran atau mencegah tidak terjadi aliran
audien keluar (outflow), yaitu :

1) Head to Head
Dalam hal ini, stasiun televisi mencoba menarik audien yang tengah menonton program televisi saingan untuk pindah ke stasiun
sendiri denganmenyajikan program yang sama dengan televisi saingan itu.
2) Program Tandingan
Strategi untuk merebut audien yang berada di stasiun saingan untuk pindah ke stasiun sendiri dengan cara menjadwalkan suatu
program yang memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi kebutuhannya.
3) Bloking Program
Strategi bloking program adalah sama dengan konsep flow through Nielsen dimana audien dipertahankan untuk tidak pindah
saluran dengan menyajikan acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu.
4) Pendahuluan Kuat
Strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin audien dengan menyajikan program yang kuat pada permulaan segmen waktu
siaran.
5) Strategi Buaian
Startegi untuk membangun audien pada satu acara baru atau meningkatkan jumlah audien atas suatu program yang mulai
mengalami penurunan popularitas. Caranya adalah dengan menempatkan acara bersangkutan di tengah-tengah di antara 2
program unggulan.
6) Penghalangan (stunting)
Strategi untuk merebut perhatian audien dengan cara melakukan perubahan jadwal program secara cepat.
Pengawasan dan Evaluasi Program

Proses pengawasan dan evaluasi menentukan seberapa jauh suatu rencana dan
tujuan sudah dapat dicapai atau diwujudkan oleh stasiun penyiaran, departemen,
dan karyawan. Kegiatan evaluasi secara periodik terhadap masing-masing individu
dan departemen memungkinkan manajer umum untuk membandingkan kinerja
sebenarnya dengan kinerja yang direncanakan.

Menurut Peter Pringle, dalam hal pengawasan program, manajer program harus
melakukan hal-hal sebagai berikut :

(1) mempersiapkan standar program stasiun penyiaran,


(2) mengawasi seluruh isi program agar sesuai dengan standar dan aturan
perundangan yang berlaku,
(3) memelihara catatan program yang disiarkan,
(4) mengarahkan dan mengawasi kegiatan staf departemen program,
(5) memastikan kepatuhan stasiun terhadap kontrak yang sudah dibuat,
(6) memastikan bahwa biaya program tidak melebihi jumlah yang sudah
dianggarkan.
Di Indonesia, ketentuan butir 1 dan 3 tersebut sudah diatur dalam Pedoman
Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang disusun oleh Komisi
Penyiaran Indonesia (KPI) melalui keputusan No. 9 Tahun 2004 dan harus dipatuhi
oleh setiap stasiun penyiaran.

Pedoman Perilaku Penyiaran merupakan panduan tentang batasan-batasan


mengenai apa yang diperbolehkan dan/atau tidak diperbolehkan berlangsung
dalam proses pembuatan (produksi) program siaran, sedangkan Standar Program
Siaran merupakan panduan tentang batasan apa yang diperbolehkan dan/atau
yang tidak diperbolehkan ditayangkan dalam program siaran.

P3SPS membuat sejumlah aturan main yang harus dipatuhi pengelola program
penyiaran ketika memproduksi jenis program tertentu yang mencakup program
faktual (informasi), kuis, perbincangan, mistik, asing, dan program pemilu.
STRATEGI PENAYANGAN

Head –Sterling (1982) menyatakan bahwa stasiun televise memiliki sejumlah strategi
dalam upaya menarik audien masuk ke stasiun sendiri dan menahan audien yang
sudah ada untuk tidak pindah saluran atau mencegah tidak terjadi aliran audien
keluar, yaitu:

1. Head to Head
2. Program Tandingan
3. Bloking Program
4. Pendahuluan Kuat
5. Strategi Buaian
6. Penghalangan
7. Strategi Lainnya
1. Head to Head
Suatu program yang menarik audien yang sama sebagaimana audien yang
dimiliki satu atau beberapa stasiun televise saingan. Dalam hal ini, stasiun televise
mencoba menarik audien yang tengah menonton program televise saingan untuk
pindah ke stasiun televise sendiri dengan menyajikan program yang sama dengan
stasiun saingan.

2. Program Tandingan
Adalah strategi untuk merebut audien yang berada di stasiun saingan untuk
pindah ke stasiun sendiri dengan cara menjadwalkan suatu program yang
memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi
kebutuhannya.
3. Bloking Program
Adalah dimana audien dipertahankan untuk tidak pindah saluran dengan
menyajikan acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu. Misalnya menyajikan
program sinetron atau drama komedi sepanjang malam.

4. Pendahuluan Kuat
Strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin audien dengan menyajikan
program yang kuat pada permulaan segmen waktu siaran, misalnya menyajikan
program berita local atau kriminalitas yang kuat pada awal waktu siaran day time
(sekitar jam 10.00 atau 11.00) sebagai pengantar menuju program berita
nasional.
5. Strategi Buaian
Ini strategi untuk membangun audien pada suatu acara baru atau meningkatkan
jumlah audien atas suatu program yang mulai mengalami penurunan popularitas.
Caranya adalah dengan menempatkan acara bersangkutan di tengah-tengah
diantara dua program unggulan.

6. Penghalangan
Dengan cara melakukan perubahan jadwal program secara cepat. Misalnya,
menyajikan suatu seri film baru yang memiliki durasi waktu yang panjang.

7. Strategi Lainnya
Adalah dengan tetap mempertahankan program-program yang berhasil pada
posisinya yang sekarang. Stasiun televise yang akan menayangkan program
unggulan sebaiknya memilih waktu siaran pada saat tersedia banyak audien
misalnya pada saat prime time.

Anda mungkin juga menyukai