PERENCANAAN ACARA
TELEVISI
FANNY FIRMANSYAH, S.AG, M.SI
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
PERENCANAAN ACARA TELEVISI
Sebuah acara bertitik tolak dari munculnya sebuah ide, sebuah cetusan
perasaan karena adanya sesuatu yang merangsang. Ada juga pendapat yang
menyatakan bahwa ide merupakan :
• Suatu konsep pemikiran yang mempunyai kerangka dan tujuan;
• Khayalan atau keinginan yang timbul dari kata hati;
• Pemikiran yang dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan.
HOW TO GET IDEA?
1. Melakukan pengamatan terhadap kata-kata. Membuat ide yang pertama kali muncul adalah judul ide itu sendiri.
Judul mewakili merk, yang semakin sederhana semakin mudah diingat dan semakin mudah dijabarkan. Penggunaan
kata-kata yang tepat akan memudahkan ide diingat khalayak. Ambil contoh “Opera Van Java”, “Ala Chef”, “Wisata
Kuliner”.
2. Menggabungkan 2 (dua) kata atau lebih sehingga menghasilkan makna baru. Ini rumus utak-atik atas ide beberapa
kata unik yang dikumpulkan. Ketika kata-kata tersebut digabungkan akan ditemukan makna baru yang sekaligus
menarik, misalnya “Swara Liyan”, “Sentilan Sentilun”.
3. Ide adalah karakter. Banyak yang menemukan judul berdasarkan nama karakter, misalnya “Bajaj Bajuri”, “Si Doel
Anak Sekolahan”, “Mata Najwa”.
4. Ide adalah nama tempat. Nama-nama tempat yang asli atau hanya imajinasi bisa menjadi judul yang menarik,
misalnya “Beverly Hills 90210”, “21st Jump Street”, “Sesame Street”.
HOW TO GET IDEA?
5. Mencari inspirasi dari media massa lain seperti surat kabar, radio, majalah, internet, atau
perpustakaan. Media adalah sumber inspirasi dan ide yang sangat membantu untuk
mendapatkan berbagai macam ide.
6. Mengubah cara pandang. Andaikata menemukan sebuah situasi atau suatu hal yang menarik
dalam jangkauan pandangan tertentu, cobalah mengubah cara melihatnya. Dengan mengubah
posisi, jarak, waktu, dan sudut penglihatan, maka akan dihasilkan berbagai macam visualisasi
yang berbeda. Dengan visualisasi yang berbeda akan menghasilkan ide yang juga beragam.
Ambil contoh, seorang lajang sekarang bisa mencari jodoh lewat tayangan televisi “Take Me
Out” ataupun “Take Him Out”.
ELEMEN PEMBANTU ACARA TELEVISI
1. Kostum atau pakaian pengisi acara (Wardrobe) yang dibuat menarik untuk
menunjang jalannya acara;
2. Latar (Background) sangat membantu memperkuat acara. Penonton tidak bisa
disuguhi tata panggung dan latar yang statis. Oleh karenanya set-set yang atraktif dan
imajinatif perlu dibuat;
3. Properti (Property) yaitu elemen tambahan yang berupa hiasan, alat bantu, dan
benda-benda lain yang bertujuan membantu menghiasi set atau panggung sekaligus
menjadi alat bantu untuk mempermudah produksi.
PERENCANAAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
• Televisi dilahirkan sebagai media massa yang bergerak pada ranah hiburan. Sejalan
perkembangan dan perubahan zaman, dunia televisi juga berkembang dan berubah. Melalui
layar kaca masyarakat tidak hanya disuguhi beragam acara hiburan, namun juga informasi dan
olahraga.
• Secara garis besar produk acara televisi dapat dibagi dua, yaitu acara karya artistik yang
bersifat non-faktual dan acara berita yang bersifat faktual.
• Prinsip acara karya artistik/non-faktual/non-berita adalah lebih menitikberatkan pada hal yang
bersifat artistik (motivasi, tujuan yang berkaitan dengan pemenuhan keindahan/estetika serta
etika sesuai dengan tuntutan skenario/naskah cerita). Ruang lingkupnya bersifat hiburan atau
entertainment seperti drama, sinetron, FTV, acara musik, reality show, dan sebagainya yang
kini banyak diproduksi oleh PH.
PERENCANAAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
Tahapan penayangan acara televisi sangatlah panjang, namun pada dasarnya terdiri atas :
1. Perancangan Program
2. Pra Produksi
3. Produksi
4. Pasca Produksi
5. Tahap Penyiaran
6. Siaran
7. Evaluasi
PERENCANAAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
Pada tahapan Pra Produksi dilakukan kegiatan perencanaan atau sebagai tahap
persiapan awal. Pada tahapan Rehearsal dan Set Up dilakukan kegiatan setting
peralatan, pembuatan dekorasi/properti dan pendukung lainnya, latihan camera
work, blocking pemain, serta general rehearsal. Tahapan Produksi adalah
pelaksanaan shooting di lapangan. Sedangkan tahapan Pasca Produksi yang
merupakan penyelesaian produksi diisi kegiatan editing, dubbing, pemberian
ilustrasi/musik latar, mixing, titling, preview dan revisi.
TAHAPAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
1. PERANCANGAN PROGRAM (DEVELOPMENT )
• Pencarian ide (Idea)
• Penentuan sasaran (Audience/Channel target)
• Pengembangan (Development/Treatment)
• Penentuan tokoh/karakter (Develop characters)
• Pengembangan adegan (Develop scenes)
• Pengembangan treatment (Develop script outline or treatment)
• Diproduksi sendiri atau membeli produk jadi (In-house Production or Production company)
• Penulisan naskah lengkap (Write full script)
• Perencanaan kebutuhan kerabat kerja/kru produksi (Commissioning)
TAHAPAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
2. PRA-PRODUKSI
• Pemilihan pemeran (Casting)
• Perencanaan set (Set design)
• Perencanaan pencahayaan (Lighting design)
• Penentuan kerabat kerja/kru produksi (Recruit production crew)
• Pemilihan lokasi (Choose locations)
• Pengadaan/pembelian properti (Buy props)
• Persiapan kostum dan tata rias (Costumes & Make Up)
• Naskah jadi (Final script)
TAHAPAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
3. PRODUKSI
• Latihan diluar lokasi (Off-site rehearsal)
• Pengambilan gambar lokasi (Location filming)
• Latihan studio (Studio rehearsal)
• Rekaman studio (Studio recording)
TAHAPAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
4. PASCA PRODUKSI
• Penyuntingan gambar (Editing pictures)
• Penyuntingan suara (Editing sound)
• Penambahan grafis (Adding graphics)
• Pengisian suara dan pengecekan akhir (Dubbing & Grading)
• Hasil akhir (Final cut)
TAHAPAN PRODUKSI ACARA TELEVISI
5. PENYIARAN
• Promosi (On air promotion & press)
• Pemasaran (Marketing)
• Penayangan (Transmission)
• Evaluasi & Monitoring
PERANCANGAN PROGRAM & PRA
PRODUKSI
Pada tahapan ini aktifitas dimulai dengan mengumpulkan ide baik internal maupun eksternal sampai
menjadi sebuah desain program untuk mengisi atau sebagai masukan pada Pola Dasar yang memuat judul,
kriteria serta format program. Tujuannya untuk mendapatkan sebuah desain program yang tentu saja yang
menarik serta memenuhi kebutuhan khalayak/penonton. Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini yaitu :
• Mengumpulkan Ide;
• Merancang Program;
• Mempelajari & Mengembangkan Ide untuk Rancangan Program;
• Mengkaji Program;
• Menganalisis & Menilai Rancangan Program, yang nantinya disetujui atau mungkin ditolak menjadi
Desain Program.
Dari tahapan ini akan diperoleh : Jenis Program, Ide Program, Desain Program, serta Persetujuan.
PERANCANGAN PROGRAM & PRA
PRODUKSI
Setelah ide sudah dapat dan target audience sudah jelas berikutnya treatment acara sudah bisa mulai
digarap. Secara detil sebetulnya ini merupakan salah satu tahap dalam membangun sebuah naskah.
Treatment berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan properti. Langkah
penulisan sebuah program acara televisi biasanya terdiri dari :
1. Merumuskan Ide
2. Riset
3. Penulisan Outline
4. Penulisan Sinopsis
5. Penulisan Treatment
6. Penulisan Naskah Draft
7. Review Naskah dan Naskah akhir/ Final Correction
NASKAH ACARA TELEVISI
Naskah dalam acara televisi tidak boleh diabaikan karena merupakan acuan
dalam kegiatan Produksi. Naskah merupakan tulisan pengembangan dari
Sinopsis dan Treatment serta merupakan alur isi cerita dari awal hingga akhir,
lalu diterjemahkan kedalam bahasa gambar-suara, ditulis sudah sangat rinci
dan sistematis/kronologis. Naskah juga menjadi alur cerita sebagai petunjuk
bagi kru untuk menginterpretasikan kedalam bahasa gambar dan suara.
NASKAH ACARA TELEVISI
1. Full Script
Dalam skrip ini terdiri atas :
• Preliminary script/draft/outline script.
• Rehearsal script. Skrip ini digunakan untuk persiapan di studio ketika mulai latihan. Dalam skrip atau
naskah ini sudah tercantum secara detail tentang setting, karakter, dialog, dan adegan.
• Camera script. Sebuah skrip yang sudah mengalami revisi, yang terdiri atas kamera dan audio, cue,
transisi, perubahan set.
Full script bukanlah harga mati karena bisa saja di lapangan akan ada perubahan-perubahan yang
mungkin tidak terlalu signifikan. Dalam acara tertentu full script menjadi keharusan. Biasanya full
script ini akan diperlukan dalam acara berita, drama, spot program/iklan maupun sitkom.
NASKAH ACARA TELEVISI
2. Semi Script
Untuk acara-acara tertentu seperti, dialog, variety show, kuis, biasanya hanya
menggunakan outline scripts. Dalam outline ini hanya mencakup apa yang harus
dilakukan oleh talent/pengisi acara, fasilitas yang digunakan, serta visual.
3. Un Script
Digunakan untuk berita dan dibuat setelah melihat gambar yang ada. Skrip ini
untuk menjelaskan atau menguatkan informasi gambar, memakai narasi dengan
menggunakan gaya bahasa serta disinkronkan.
SET STUDIO TELEVISI
Membangun sebuah set di studio bisa saja dilakukan berbarengan dengan proses pra produksi
lainnya, dan sebagai acuan bisa melihat time schedule yang sudah dibuat oleh Produser. Art Director
sebagai kepala di Bagian Artistik dibantu oleh kru yang terdiri atas Pembangun Set (Set Builder),
Properti (Props Master), Tukang Cat (Painter). Setting acara televisi memiliki beragam panggung/set
yang harus memiliki dan memperhatikan :
1. Set Artistik, set sangat bergantung dari jenis dan tujuan acara;
2. Mekanisme panggung (Staging Mechanic);
3. Desain harus cocok dengan kebutuhan shot serta harus memperhatikan dimana letak kamera,
lighting, serta sound system;
4. Karakteristik kamera video yang akan berpengaruh pada tone serta warna.
TAHAP PENYIARAN TAYANGAN
• Merupakan tahapan menyiarkan program yang sudah dibuat yaitu program yang
siap siar sesuai dengan pola acara terpadu serta pola acara lokal. Tujuannya untuk
menyiarkan program televisi yang sudah siap siar/on air. Dalam tahapan penyiaran
hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan antara lain :
• Format bahan layak siar;
• Kualitas teknis bahan layak siar;
• Kualitas program bahan layak siar.
TAHAP PENYIARAN TAYANGAN
Untuk memenuhi bahan layak siar diperlukan penyimpanan khusus materi siaran yang
berbentuk perpustakaan/library bahan siar yang akan :
• Menerima, menyimpan, dan menyerahkan bahan siaran;
• Menerima, menyimpan, dan menyerahkan bahan layak siar berikut dengan data
pendukung;
• Menyiapkan pita bahan siaran yang baru/blank tape sesuai format yang ditetapkan.
TAHAP PENYIARAN TAYANGAN
Tahap Penyiaran sendiri terdiri atas :
• Penilaian Bahan Siaran;
• Penyiaran;
• Penonton;
• Evaluasi & Monitoring.
TAHAP PENYIARAN TAYANGAN
Bisa dikatakan penyiaran merupakan kegiatan menyiarkan bahan layak siar, terdiri atas:
• Mengumpulkan database program;
• Menyusun urutan acara/rundown;
• Mengesahkan rundown;
• Mendistribusikan rundown;
• Menyiapkan bahan siaran;
• Otomasi data program (check display logger data);
• Menyelenggarakan siaran;
• Relokasi bahan siaran.
MONITORING DAN EVALUASI TAYANGAN
Merupakan kegiatan mengamati dan menilai penyiaran sebagai internal control
terhadap kegiatan penyiaran dengan tanggung jawab sebagai berikut :
• Mengamati jalannya penyiaran;
• Menilai mutu penyiaran;
• Mengevaluasi masukan yang diterima dan meneruskan kepada setiap fungsi
terkait.