0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan14 halaman

Excel: Fungsi Keuangan Praktis

Fungsi keuangan dalam Excel membantu menghitung nilai masa kini, masa depan, angsuran tetap, jumlah periode, dan suku bunga untuk pinjaman dan investasi. Fungsi-fungsi tersebut meliputi FV, PV, PMT, NPer, dan Rate.

Diunggah oleh

Ahmad Furo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan14 halaman

Excel: Fungsi Keuangan Praktis

Fungsi keuangan dalam Excel membantu menghitung nilai masa kini, masa depan, angsuran tetap, jumlah periode, dan suku bunga untuk pinjaman dan investasi. Fungsi-fungsi tersebut meliputi FV, PV, PMT, NPer, dan Rate.

Diunggah oleh

Ahmad Furo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FUNGSI FINANCE DALAM MICROSOFT EXCEL

FV Future Value merupakan nilai asset/investasi dimasa mendatang.


PV Present Value adalah nilai asset/investasi saat ini.
PMT Periodic Payment for an Annuity merupakan cara pembayaran
dengan angsuran tetap (Annuity) setiap periodenya.
NPer Jumlah total periode pembayaran.
Rate Suku bunga
Per Periode pembayaran ke- 1,2,3...dst
Type Cara pembayaran.
Ada 2 macam type:
·         0 apabila dibayar akhir periode.
·         1 apabila dibayar awal periode.

       I.            FV (Future Value)


Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai investasi pada masa yang
akan datang.  Formula:
=FV(Rate; NPer; -PMT; [PV]; [Type])
Keterangan:
1.      Rate   : suku bunga per periode
2.      NPer  : jumlah periode
3.      –PMT: nilai angsuran tetap (annuitas). Anda buat negatif, agar hasil akhir
formula bernilai positif.
4.      Nilai [PV] dan [Type] bersifat opsional artinya bisa anda abaikan jika tidak
diperlukan/ tidak didefinisikan.
Contoh Soal
Yami mendepositkan uangnya di bank setiap  tahun sebesar Rp 2.000.000
dengan bunga sebesar 10% pertahun. Berapa total uang Yami setelah 5 tahun?
Untuk lebih jelas, kita simulasikan dalam tabel dibawah ini: 
    

I. 

Gambar diatas adalah cara pengisian rumus pada kolom. (Ingat, tekan F4


agar alamat sel absolut). Penjelasan:
a.       Saldo Awal        = jumlah tabungan di awal periode.
b.      Bunga                 = Saldo awal (B10) * Bunga (C1).
c.       Anuitas/Setoran = Rp 2.000.000 (C3)
d.      Saldo Akhir     = Saldo Awal (B10) + Bunga (C10)  + Anuitas (D10)
e.    Saldo Awal periode ke 2 sama dengan Saldo Akhir periode 1 (E10)
Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini. Sistem penulisan Rupiah menggunakan mode Accounting.

Saldo Akhir pada periode ke 5 sama dengan nilai FV. (Lihat gambar)

II.    II.            PV (Present Value)


    

Digunakan untuk mengitung nilai investasi/asset saat ini. Formula:


=PV(Rate; NPer; PMT; -[FV]; [Type])
            Keterangan:
1.      Rate    : besarnya bunga setiap periode.
2.      NPer   : jumlah periode
3.   PMT   : nilai angsuran tetap/annuitas anda buat negatif, agar hasil akhir formula
bernilai positif.
4.    Nilai -[FV] dan [Type] bersifat opsional artinya bisa anda abaikan jika tidak
diperlukan (tidak terdefinisikan).
Contoh
        Yami mendepositkan uangnya di bank setiap  tahun sebesar Rp 2.000.000,
dengan bunga sebesar 10% pertahun. Setelah 5 tahun, ia berharap uangnya
menjadi Rp 15.000.000. Berapa saldo awal yang harus ada di rekeningnya?
Simulasi dalam table PV (

Pada soal diatas, nilai PMT positif dan nilai FV (Future Value) anda buat
negatif agar hasilnya positif. (Lihat gambar diatas)
Penjelasan:
a.       Saldo Awal         = Rp 2.000.000 diambil dari nilai PV (K6)
b.      Bunga                  = Saldo awal (J10) * Bunga (K1)
c.       Annuitas/Setoran = Rp 2.000.000 (K3)
d.      Saldo Akhir         = Saldo Awal (J10) + Bunga (K10) + Anuitas (L10)
e.       Saldo Awal periode ke 2 sama dengan saldo akhir periode 1 (M10)

Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini         
Ketika nilai PV diletakan pada saldo awal periode tahun 1 maka, Saldo Akhir
pada periode ke 5 nilainya akan sama dengan FV (Future Value) sebesar Rp
15.000.000  (Lihat gambar diatas)

III.            PMT (Periodic Payment for an Annuity)


Digunakan untuk pembayaran angsuran secara Anuitas (Angsuran tetap setiap
periode) pembayaranya. Formulanya:
=PMT(Rate; NPer; -PV; [FV]; [Type])
Keterangan:
1.      Rate   : besarnya bunga setiap periode
2.      NPer  : jumlah periode
3.      –PV   : nilai Present Value, anda buat negatif agar hasil akhir formula
memiliki nilai positif.
4.      Nilai [FV] dan [Type] bersifat opsional artinya bisa anda abaikan jika tidak
diperlukan.
Contoh Soal:

Yami membeli sebuah HP Samsung seharga Rp 5.000.000 secara kredit dengan


bunga 10% pertahun. Dicicil selama 3 tahun. Yami membayar angsuran secara
tetap, berapa besar angsuranya?  Tabel simulasi:
  II

Gambar diatas adalah cara pengisian rumus pada kolom.     


Penjelasan:
a.       Saldo Awal         =  Rp 5.000.000 (Q1)
b.      Anuitas                = Rp 2.010.574 (Q6)
c.       Bunga                  = Saldo Awal (P10) * Bunga per periode (Q2)
d.      Angsuran Pokok = Anuitas (R8) – Bunga (Q10)
e.       Saldo Akhir         = Saldo Awal (P10) – Angsuran Pokok (R10)
f.       Saldo Awal periode ke 2 sama dengan Saldo Akhir periode 1 (S10)
Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini:        
            
Dari gambar diatas dapat ditarik kesimpulan:
Anuitas = bunga + angsuran pokok.

Formula PMT adalah untuk mencari nilai angsuran tetap (anuitas). Dalam
pengembanganya angsuran tetap (Anuitas) terbagi menjadi dua yaitu:
·         Bunga Angsuran/Interest Payment (IPMT)
=IPMT(Rate; Per; NPer; -PV; [FV]; [Type])
IPMT : Bunga pada Periode ke-n

·         Angsuran Pokok/Principal Payment (PPMT)


=PPMT(Rate; Per; NPer; -PV; [FV]; [Type])
PPMT : Angsuran Periode ke-n
           
IPMT dan PPMT memiliki Formula yang sama denga hasil akhir yang
berbeda. Penjelasan:
1.      Rate   : besarnya bunga tiap periode
2.      Per     : Periode ke-n (Periode yang ingin dicari nilainya)
3.      NPer  : jumlah periode
4.      –PV   : nilai Present Value, anda buat negatif agar hasil akhir formula
memiliki nilai positif.
5.      Nilai [FV] dan [Type] bersifat opsional artinya bisa anda abaikan jika tidak
diperlukan.

Contoh:

Yami membeli sebuah HP Samsung seharga Rp 5.000.000 secara kredit dengan


bunga 10% pertahun. Dicicil selama 3 tahun. Yami membayar angsuran secara
tetap. Berapa besar bunga dan angsuran pokok pada periode ke 2.  Tabel
simulasi:

Tabel diatas memiliki 2 jawaban:


1.      PPMT (Angsuran pokok periode ke 2)
2.      IPMT (Bunga periode ke 2)
Gambar diatas adalah cara pengisian rumus pada kolom. (Ingat, tekan F4
agar alamat sel absolut). 
Penjelasan:
a.       Saldo Awal         = Rp 5.000.000 (X1)
b.      Anuitas                = Bunga (X6) + Angsuran pokok (Y7)
c.       Bunga                  = Saldo Awal (W11) * Bunga per periode (X2)
d.      Angsuran Pokok = Anuitas (Y9) – Bunga (X11)
e.       Saldo Akhir         = Saldo Awal (W11) – Angsuran pokok (Y11)
f.       Saldo Awal periode ke 2 sama dengan saldo Akhir periode 1 (Z11)

Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini            

 IV.            NPer (Jumlah Periode)


Adalah jumlah periode dari suatu pinjaman/investasi terhadap nilai suatu asset.
Formula:
=NPer(Rate; -PMT; Pv; [FV]; [Type])
Keterangan:
1.      Rate    : besarnya bunga tiap periode
2.      –PMT  : nilai angsuran tetap/annuitas anda buat negatif, agar hasil akhir
formula bernilai positif.
3.      PV      : nilai Present Value.
4.    Nilai [FV] dan [Type] bersifat opsional artinya bisa anda abaikan jika tidak
diperlukan.

Contoh:
Yami membeli sebuah HP Samsung seharga Rp 5.000.000 secara kredit dengan
bunga 10% pertahun. Yami membayar angsuran secara tetap sebesar Rp
1.577.354  Berapa tahun cicilan HP lunas?  Tabel simulasi:

Penjelasan tabel simulasi diatas:


a.       Saldo Awal         = 5000000 (AF1)
b.      Anuitas                = 1577354 (AF3)
c.       Bunga                  = Saldo Awal (AE10) * Bunga per periode (AF2)
d.      Angsuran Pokok = Anuitas (AG8) – AF(10)
e.       Saldo Akhir         = Saldo Awal (AE10) – Angsuran pokok (AG10)
f.       Saldo Awal periode ke 2 sama dengan Saldo Akhir periode 1 (AH10)
Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini         

Pada periode 4, saldo akhir Rp 0 ( Kredit HP lunas)

V.            RATE (SUKU BUNGA)


Untuk menentukan besarnya nilai bunga pinjaman/ investasi yang dihitung
secara berkala dalam periode tertentu. Formula:
=Rate(NPer; -PMT; PV; [FV]; [Type]; [Guess])
Keterangan:
1.    NPer    : jumlah periode
2.    –PMT  : nilai angsuran tetap/annuitas anda buat negatif.
3.    PV       : nilai Present Value.
4.    [FV] dan [Type] bersifat opsional
5.    Guess merupakan nilai terkaan, berkisar antara 0 sampai 1.
Apabila nilai Guess dihilangkan maka diasumsikan nilainya 10%.
           
Contoh:

            Yami membeli sebuah HP Samsung seharga Rp 5.000.000 secara kredit


dengan jangka waktu 3 tahun. Yami membayar angsuran secara tetap  sebesar
Rp 2.000.000.  Berapa besar suku bunganya? Tabel simulasi:
V.   
    

Penjelasan dari tabel simulasi diatas:


a. Saldo Awal         = 5.000.000 (AN1)
b. Anuitas                = 2.000.000 (AN3)
c. Bunga                  = Saldo Awal (AM10) * Besarnya Bunga (AN6)
d. Angsuran Pokok = Anuitas (AO8) – Bunga (AN10)
e.  Saldo Akhir        = Saldo Awal (AM10) – Angsuran Pokok (AO10)
f.   Saldo awal periode ke 2 sama dengan Saldo akhir periode 1 (AP10)

Setelah selesai, anda drag kebawah. Maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini               
        
   
 Kalau anda perhatikan rumus fungsi keuangan diatas: Future Value, Present
Value,  PMT, NPer, dan Rate sebenarnya memiliki prinsip dasar rumus yang
sama, tergantung nilai apa yang anda cari. Ciri utama dari fungsi keuangan
diatas adalah adanya angsuran tetap (anuitas) tiap periodenya
pembayaranya.
            
Untuk lebih memahami paparan diatas, penulis berikan beberapa contoh soal,
dengan harapan anda bisa lebih memahami beberapa fungsi keuangan yang
sederhana dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
LATIHAN SOAL
BUAT    TABEL    KEUANGAN
1.  Ahmad merencanakan pada tahun ke 5 memiliki uang sejumlah 200 juta dengan
cara menabung 25 juta per tahun, pada suatu bank yang menawarkan suku
bunga konstan sebesar 5,5% pertahun. Berapa jumlah uang yang harus ia
ditabung pada awal tahun  untuk mencapai jumlah yang diinginkan tersebut?
      

2. Pinjaman saat ini Rp 25.000.000 dengan bunga 4% pertahun. Diangsur dengan


sistem anuitas perbulan selama 3 tahun. Berapa Angsuran tetap yang harus
dibayarkan perbulannya? Berapa bunga dan angsuran pokok yang dibayar pada
periode bulan ke -20?
  

3. Suzana meminjam uang sejumlah Rp 50 juta yang diangsur sebanyak 40 bulan.


Jika nilai setiap angsuran adalah 1,5 juta perbulan, berapa tingkat suku bunga
yang berlaku? Berapa jumlah total uang yang digunakan untuk melunasi
pinjaman?

4. Pinjaman awal sebesar Rp 25 juta, dengan angsuran tetap Rp 960 ribu perbulan.
Suku bunga yang diberlakukan 15% pertahun.  Berapa bulan waktu yang
digunakan untuk melunasi pinjamanya? Berapa uang yang tersisa pada akhir
periode pelunasan?

5. Seseorang saat ini mendepositokan uang sebesar 50 juta dengan tingkat suku
bunga sebesar 7,5% per tahun. Selanjutnya setiap awal tahun ia menambahkan
depositonya sebesar 2,5 juta maka berapa jumlah uang akan diterima pada akhir
tahun ke 5 saat ia mencairkan deposito tersebut?

Anda mungkin juga menyukai