Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN PADA AKSEPTOR KB DAN KONSELING KB

Disusun oleh :

Kelompok 10

Nama : Nim
Fitriani : 191302029
Nunung : 1913020

Roslina : 1913020

PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR

MAKASSAR
2019

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang


Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya yang
sangat besar sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Asuhan Pada
Akseptor KB dan Konseling KB” tepat pada waktunya.

Rasa terima kasih juga kami ucapkan kepada Dosen Pembimbing


yang atelah memberikan banyak bimbingan serta masukan yang
bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih
juga kami ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah
memberikan kontribusinya baik secara langsung maupun tidak langsung
sehingga makalah ini bisa selesai tepat pada waktu yang ditentukan.

Meskipun kami sudah mengumpulkan banyak referensi untuk


menunjang penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah
yang kami susun ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan.
Untuk itu kami mengaharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Makassar, 5 Desember 2019

Penyusun

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1
B. Rumusan 2
C. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN 3

A. Apa Pengertian kontrasepsi berencana 3


B. Jenis-jenis Kontrasepsi 3
C. Konseling Dan Infomed Consent Metode Kontrasepsi Pada
Calon Klien 6

BAB III PENUTUP 8

A. Kesimpulan 8
B. Saran 8

DAFTAR PUSTAKA 9

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia menghaddapi masalah yang sagat besar dengan jumlah
dan kualitas sumber daya manusia dengan angka kelahiran yang
sangat tinggi. Dalam rangka mengangkat derajat kehidupan bangsa,
telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan
keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang.
Apabila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan
ddengan pembangunan ekonomi, dikhawatirkan hasil pembangunan
tidak akan brarti. (manuaba 2009)
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bagwa angka
kelahiran di indonesia memerlukan adanya penekanan untuk
mengurangi jumlah atau perkembangan penduduk yang semakin
meningkat. Diterapkan dengan adanya kontrasepsi maka dapat
menekan atau mengurangi angka kelahiran di indonesia.
Keluarga sebagai unit terkecil kahidupan bangssa diharapkan
menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).
Yang beriorentasi pada ‘catur warga’ a tau Zero populations growth
(pertumbuhan seimbang). Grakan keluarga berencana nasional
indonesia telah berumur panjang sejak 1970 dan masyarakat dunia
menganggap indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran dengan
bermakna. Masyarakat dapat menerima hampir semua metode teknis
keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah.
(Manuaba.2009)
Kontrasepsi merupakan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya
kehamilan. Terdapat berbagai macam jenis kontrasepsi diantaranya
yaitu kontrasepsi tanpa menggunakan alat/obat, kontrasepsi secara
mekanis, alat kontrasepsi dengan obat-obatan spermatiida,
kontrasepsi hormonal, alat kontrasepsi bawah kulit, dan alat

5
kontrasepsi dalam rahim. Ada juga alat kontrasepsi yang sifatnya
permanen yaitu MOW dan MOP (Prawirohardjo,2007)
Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Kesehatan Republik Indonesia
(PERMENKES-RI) Nomor 87 Tahun 2014 tentang perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana,
dan sistem informasi keluarga, program keluarga berencana (KB)
merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kematian ibu
khususnya ibu dengan kondisi 4T terlalu muda melahirkan (di bawah
usia 20 tahun), terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak
melahirkan, dan terlalu tua melahirkan (di atas 35 tahun). Selain itu,
program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar
dapat timbul rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih
baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.
Visi keluarga Berencana Nasional adalah keluarga Berkualitas.
Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat,
maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan,
bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Misinya sangat menekankan pentingnya upaya
menghormati hakhak reproduksi, sebagai upaya integral dalam
meningkatkan kualitas keluarga.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kontrasepsi berencana
2. Apa jenis-jenis kontrasepsi
3. Apa saja konseling dan infomed consent metode kontrasepsi pada
calon klien
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kontrasepsi berencana
2. Untuk mengetahui jenis-jenis kontrasepsi
3. Untuk mengetahui konseling dan infomed consent metode
kontrasepsi pada calon klien

6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Apa Pengertian kontrasepsi berencana
Arti kontrasepsi  adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk
untuk mencegah  terjadinya  kehamilan sehingga berpengaruh besar
terhadap fertilitas (angka kelahiran).
B. Jenis-jenis Kontrasepsi
a. Metode Sederhana
1) Metode pantang berkala
Prinsip pantang berkala ialah tidak melakukan persetubuhan pada
masa subur istri, untuk menentukan masa subur istri dipakai 3
patokan yaitu:
a) Ovulasi terjadi 14 kurang 2 hari sebelum haid yang akan datang.
b) Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah
ejakulasi.
c) Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.
Jadi jika kontrasepsi ingin dicegah, koitus harus dihindari
sekurangkurangnya selama 3 hari (72 jam) yaitu 48 jam sebelum
ovulasi dan 24 jam sesudah ovulasi terjadi .
2) Metode suhu basal
Menjelang ovulasi suhu basal tubuh akan turun dan kurang lebih 24
jam setelah ovulasi suhu basal akan naik lagi sampai lebih
tinggi dari pada suhu sebelum ovulasi. Suhu basal dapat
meningkat sebesar 0,2-0,5˚C ketika ovulasi
3) Metode lendir serviks
Metode lendir serviks dilakukan dengan wanita mengamati lendir
serviksnya setiap hari. Lendir serviks terlihat lengket dan jika
direntangkan di antara kedua jari akan putus menandakan
lendir tidak subur, saat lendir serviks meningkat menjadi jernih

7
dan melar, apabila dipegang di antara dua jari, lendir dapat
diregangkan dengan mudah tanpa terputus, lendir ini
digambarkan terlihat seperti putih telur mentah disebut lendir
subur).
4) Metode coitus interuptus
Alat kelamin pria (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga
sperma tidak masuk ke dalam vagina dan kehamilan dapat
dicegah.
5) Metode Amenorhea laktasi (MAL)
Metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air
Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI
saja tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya
6) Kondom
Jenis kontrasepsi menggunakan alat untuk mencegah kehamilan dan
infeksi penyakit kelamin dengan cara menghentikan sperma
untuk masuk kedalam vagina.
b. Metode modern
1) Hormonal Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat
kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya ovulasi
dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan
progesteron. Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal
3 macam kontrasepsi hormonal yaitu :
kontrasepsi Oral (Pil), suntikan, dan kontrasepsi implant
a) Pil KB
Pil kontrasepsi dapat berupa pil kombinasi (berisi hormon estrogen dan
progesteron) ataupu juga hanya berisi progesteron saja. Pil
kontrasepsi bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi dan
mencegah terjadinya penebalan dinding rahim.
(1) Pil kombinasi Menekan ovulasi, mencegah implantasi, lendir
serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma,
pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan

8
sendirinya akan terganggu pula. Jenis-jenis pil kombinasi
antara lain; monofasik, bifasik, trifasik
(2) Pil progestin Adalah pil yang mengandung progesteron dan
disiapkan untuk ibu yang menyusui .
b) Suntik
(1) Suntik kombinasi Jenis suntik kombinasi adalah 25 mg Depo
Medroksi progesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang
diberikan injeksi I.M (intramuskular). sebulan sekali, dan 50 mg
noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol valerat yang diberikan
injeksi I.M.(intramuskular) sebulan sekali
(2) Suntik progestin
Tersedia 2 jenis kontrasepsi yang mengandung progestin yaitu Depo
Medroksi progesteron Asetat (DMPA), mengandung 150 mg
DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik I.M
dan Depo noretisteron Enanta (/Depo noristeran), yang
mengandung 200 mg noretindron Enantan, diberikan setiap 2
bulan dengan cara suntik I.M.
c) Implant/susuk
(1) Norplant terdiri dari 6 batang silastik lembut berrongga dengan
panjang 3,4 cm, diameter 2,4 mm, berisi 36 mg levonogo
dengan lama kerja tig tahun.
(2) Jadena dan indoplant, terdiri dari dua batang silastik lembut
berongga dengan panjang 4,3 cm ber diameter 2,5 mm, berisi
75 mg levonogestrel dengan lama kerja 3 tahun.
(3) Implano, terdiri dari satu batang silastik lembut dengan
berongga dengan panjang kira-kira 4,0 cm diameter 2 mm,
berisi 68 mg ketodesogestrel dengan lama kerja 3 tahun
2) Mekanis
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
dimasukkan didalam rahim untuk menghambat kemampuan
sperma untuk masuk ke tuba falopi.

9
c. Metode mantap
1) Tubektomi Adalah prosedur bedah sukarela untuk
menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan
secara permanen dengan mengoklusi tuba fallopi mengikat
dan memotong atau memasang cincin sehingga sperma tidak
dapat bertemu dengan ovum.
2) Vasektomi Adalah prosedur klinik untuk menghentikan
kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan okulasi
vans deference sehingga alat transportasi sperma terhambat
dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
C. Konseling Dan Infomed Consent Metode Kontrasepsi Pada Calon
Klien
Konseling merupakan aspek yang penting dalam Keluarga
Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR). Dengan melakukan
konseling petugas kesehatan membantu klien dalam memilih dan
memutuskan jenis kontrasepsi yang digunakan sesuai dengan
pilihannya.
Cara suportif untuk memberikan dukungan kepada klien:
a) Bicaralah dengan suara yang menunjukkan perhatian dan minat
untuk membantu dan menunjukkan sikap bersahabat.
b) Ajukan satu pertanyaan setiap saat dan tunggulah jawaban
c) Gunakan bentuk pertanyaan terbuka, yang memungkinkan klien
untuk menjawab dalam bentuk cerita, misalnya tentang keadaan
keluarganya, kesulitan hidup, pekerjaan, dan sebagainya yang
mungkin menjadi dasar keinginannya untuk melaksanakan KB
atau memilih cara KB.
d) Hindari menggunakan bentuk pertanyaan tertutup yang hanya
mungkin dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Perhatikan pula bahwa
anda mengajukan pertanyaan yang tidak mengarahkan, tetapi
mendorong agar klien mau dan merasa bebas untuk bercerita

10
lebih lanjut, misalnya kalimat sebagai berikut. “Apa yang bisa saya
bantu?” “Apa yang anda ketahui mengenai....”
e) Pakailah kata-kata seperti “Lalu?”, “Dan?”, “Oooo”. Komentar kecil
ini biasanya mampu mendorong untuk terus bercerita lebih lanjut.
f) Jangan mengajukan pertanyaan bernada memojokkan seperti
“mengapa begitu?”, “kok begitu?”. Meskipun seringkali anda
bermaksud mengetahui alasannya, nada demikian dapat
menimbulkan salah pengertian, misalnya ia merasa disalahkan.
g) Cari bentuk pertanyaan lain apabila ternyata klien tidak begitu
mengerti maksud pertanyaan anda

11
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Masalah yang dihadapi indonesia adalah masih tingginya laju
pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan
struktur umur penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah
mempersulit usuha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan
rakyat. Program keluarga berencana memiliki makna yang sangat
strategis, komprehensif dan fundamental dalam mewujudkan manusia
Indonesia yang sehat dan sejahtera. Selain itu, program KB juga
bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul
rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam
mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Visi keluarga
Berencana Nasional adalah keluarga Berkualitas. Keluarga yang
berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri,
memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung
jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
B. SARAN
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih
terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan
memperbaiki mkalah tersebut dengan berpedoman pada banyak
sumber srta kritik yang membangun dari para pembaca

12
DAFTAR PUSTAKA

Abu Bakar, Sukawati. Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Berencana.


PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta. 2014

Ayu, dkk. Ilmu kebidanan penyakit kandungan dan kb. Edisi 2: jakarta:
EGC.2014.

Afandi, Biran. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Edisi 3:


Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2013.

Bari. Abdul, Saifuddin, 2006, Buku Pedoman Praktis Pelayanan


Kontrasepsi, Jakartaa : Bina Pustaka.

Hartanto, Hanafi. 2004.Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.Jakarta:


Pustaka Sinar Harapan
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan,Penyakit Kandungan
dan Keluarga Berencana  untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Suratun dkk. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan
Kontrasepsi.Jakarta: Trans Info Media.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2012.SemaranDinkes Prov. Jawa
Tengah.)

13