Anda di halaman 1dari 16

Rumah Sakit Katolik

Santo Antonius Ampenan PROSEDUR PEMERIKSAAN CLAVICULA

No Dokumen No Pengesahan Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
SPO
Dr. Antonius Darmono
Pengertian Pemeriksaan clavicula adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah clavicula
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan clavicula
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi Axial Supine:


 Pasien supine diatas meja pemeriksaan
 Kedua bahu diganjal dengan spon, diatur sama tinggi dan kepala diberi
bantal yang agak tinggi. Kedua lengan lurus kebawah disamping tubuh
 Kaset diletakan pada tepi posterior superior bahu yang difoto, bidang kaset
membentuk sudut 70° terhadap meja pemeriksaan
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: 60° infero superior
 CP: ujung proximal clavicula
 FFD: : 90 cm
 KV: 56-60 Kv
 Mas: 5-8
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria: tampak gambaran os clavicula bebas overlap dengan tulang iga

Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)


 Rawat Inap
 Poli
 IGD
Rumah Sakit Katolik
Santo Antonius Ampenan PROSEDUR PEMERIKSAAN SHOULDER JOINT

No Dokumentasi No Pengesahan : Halaman :

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
SPO
Dr. Antonius Darmono
Pengertian Pemeriksaan shoulder joint adalah pemotretan dengan sinar-X untuk
mendiagnosa adanya kelainan pada daerah shoulder joint
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan shoulder joint
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien supine diatas meja pemeriksaan
 Shoulder joint diatur true AP dengan lengan atas, lengan bawah dan lengan
lurus kesamping tubuh dan supine terhadap meja pemeriksaan. Shoulder
joint diatur diatas pertengahan kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: coracoid process
 FFD: : 90 cm
 KV: 54-58 Kv
 mAs: 4-8
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria: tampak gambaran AP shoulder joint terjadi overlap antara
kavitis gleonoidalis dan caput humeri

Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)


 Rawat Inap
 Poli
 IGD
Rumah Sakit Katolik
Santo Antonius Ampenan PROSEDUR TETAP PEMERIKSAAN OS SCAPULA

No Dokumen No Pengesahan Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan

SPO
Dr. Antonius Darmono
Pengertian Pemeriksaan scapula adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah scapula
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan scapula
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP, Pasien Oblique AP:


 Pasien supine, kemudian diatur oblique anteroposterior 30° dengan tepi
dorsal bahu yang difoto dekat dengan kaset
 Lengan atas dan lengan bawah dari tepi yang difoto lurus disamping tubuh
dan diatur supine terhadap meja pemeriksaan
 Bahu yang tidak difoto diganjal dengan sandbag, tubuh tetap dalam posisi
oblique AP 30° sehingga memungkinkan scapula yang difoto horizontal
 Bahu yang difoto diatur diatas pertengahan kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: caput humerus
 FFD: : 90 cm
 KV: 56-62 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria: tampak gambaran AP os scapula dengan margo medialis,
inferior angle dan margo lateralis bawah overlap dengan rongga thorax
Posisi Oblique (Metode Swimming)
 Pasien diatur prone diatas meja pemeriksaan, diatur true AP
 Lengan atas daerah yang difoto extensi dan lengan bawahnya flexi dengan
bagian plantar. Manus diletakkan anterosuperior kepala
 Lengan pada daerah yang tidak difoto lurus disamping tubuh
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: caput humerus
 FFD: : 90 cm
 KV: 60-70 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria: tampak gambaran oblique os scapula
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD
Rumah Sakit Katolik PROSEDUR TETAP
Santo Antonius Ampenan PEMERIKSAAN FEMUR

No Dokumentasi No Pengesahan : Halaman :

Tanggal Terbit Ditetapkan


SPO

Dr. Antonius Darmono


Pengertian Pemeriksaan femur adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah tungkai atas
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan os femur
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien supine dengan kedua paha lurus
 Knee joint diatur true AP dengan mengatur condylus lateral dan medialnya
berjarak sama terhadap kaset. Kaset memanjang dibawah femur
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada peretengahan os femur
 FFD: : 90 cm
 KV: 52-56 Kv
 mAs: 5-8
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Posisi Lateral :
 Pasien tidur miring dengan tepi yang akan difoto dekat dengan meja
pemeriksaan
 Tungkai yang difoto lututnya flexi sedikit, femur diatur true lateral dengan
tepi lateralnya menempel pada kaset
 Tungkai yang tidak difoto diarahkan kedepan, genu flexi dan tungkai
bawahnya kearah caudal. Kaset diletakan horizontal dengan posisi
memanjang dibawah femur
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada peretengahan os femur
 FFD: : 90 cm
 KV: 52-56 Kv
 mAs: 5-8
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Posisi Lateral dengan Sinar Horizontal:
(dilakukan pada pasien yang kurang kooperatif / tidak dapat miring)
 Pasien supine
 Tungkai yang difoto lurus dan tungkai yang lain diangkat sehingga femur
vertikal dan crurisnya horizontal lalu diaganjal dengan alat pengganjal
 Kaset diletakkan vertikal pada tepi lateral femur yang difoto dan diatur
memanjang femur
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada peretengahan os femur
 FFD: : 90 cm
 KV: 52-56 Kv
 mAs: 5-8
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD

Rumah Sakit Katolik


Santo Antonius Ampenan PROSEDUR TETAP
PEMERIKSAAN ARTICULATIO GENU

No Dokumen No Pengesahan Halaman


Tanggal Terbit Ditetapkan

SPO
Dr. Antonius Darmono
Pengertian Pemeriksaan articulatio genu adalah pemotretan dengan sinar-X untuk
mendiagnosa adanya kelainan pada daerah sendi lutut
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan articulatio genu
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien berdiri, kedua kaki lurus
 Genu yang di foto diatur true AP. Genu diletakkan di belakang bucky
stand
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pertengahan condylus medialis, dibawah apex patella
 FFD: 90 cm
 KV: 48-55 Kv
 mAs: 4-7
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria : tampak gambaran AP articulatio genu

Posisi Lateral :
 Pasien tidur miring, tungkai yang difoto dekat bucky stand dan diatur
lurus.tungkai yang lain, genu flexi diletakkan menyilang didepan tungkai
yang difoto lalu duganjal
 Genu yang difoto flexi, untuk memudahkan pengaturan true lateral,
dengan tepi lateralisnya menempel pada pertengahan kaset, kaset
horisontal diatas meja pemeriksaan
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada condylus medialis
 FFD: : 90 cm
 KV: : 48-55 Kv
 mAs: 4-7
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria : tampak gambaran lateral articulatio genu, dengan os patella
bebas dari super posisi
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD

Rumah Sakit Katolik


Santo Antonius Ampenan PROSEDUR TETAP PEMERIKSAAN PATELLA

No Dokumen No Pengesahan Halaman


Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur

SPO
Dr. Antonius Darmono
Pengertian Pemeriksaan patella adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah patella
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan patella
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien supine diatas meja pemeriksaan, kedua kaki lurus
 Genu yang di foto diatur true AP. Genu diletakkan di tengah kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: diantara condylus medialis, pada os patella
 FFD: 120 cm
 KV: 55-60 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria : tampak gambaran AP patella mengalami superposisi dengan
bagian distal femur
Posisi Lateral Sinar Horisontal:
 Pasien supine diatas meja pemeriksaan, kedua kaki lurus. Kaset vertikal
pada tepi medial dari lutut yang difoto
 Posisi lutut diatur extensio dan true AP terhadap kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: horisontal latero medial tegak lurus film
 CP: pada condylus lateralis os femur
 FFD: : 90 cm
 KV: : 55-60 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria : tampak gambaran lateral patella, articulatio genu extensi
Posisi Infero Superior (Skyline), dengan 2 cara:
1. Skyline (Pasien Sitting):
 Pasien duduk diatas meja pemeriksaan
 Posisi lutut flexio 90°, telapak kaki menempel pada meja pemeriksaan.
Kedua lutut merapat, kaset diletakkan diatas ujung distal tungkai atas.
Kaset tersebut dengan ukuran yang dapat meliput kedua sendi lutut
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: 15° caudalli terhadap tungkai bawah (inferosuperior)
 CP: diantara kedua sendi lutut
 FFD: : 90 cm
 KV: : 50-60 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Kriteria : tampak gambaran superoinferior kedua patella
2. Skyline (Pasien Prone)
 Pasien prone diatas meja pemeriksaan
 Tungkai atas horisontal, tungkai bawah vertical, kedua sendi lutut flexio
90°. Kedua lutut merapat dan kaset horisontal dibawah kedua sendi lutut
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: 45° terhadap tungkai bawah (superoinferior)
 CP: diantara kedua sendi lutut
 FFD: : 90 cm
 KV: : 50-60 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Kriteria : tampak gambaran inferosuperior kedua patella

Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)


 Rawat Inap
 Poli
 IGD

Rumah Sakit Katolik


Santo Antonius Ampenan
PROSEDUR TETAP PEMERIKSAAN CRURIS

No Dokumen No Pengesahan Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Dr. Antonius Darmono
SPO
Pengertian Pemeriksaan cruris adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah tulang-tulang tungkai bawah
Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan cruris
Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien
 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto
2. Penatalaksanaan : Posisi AP:
 Pasien supine diatas meja pemeriksaan
 Kedua tungkai lurus dan kaki yang akan difoto true AP
 Letakkan kaset dibawah cruris, usahakan kedua sendi tercakup
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada pertengahan cruris
 FFD: 90 cm
 KV: 44-50 Kv
 mA: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Posisi Lateral :
 Pasien tidur miring, tungkai yang difoto ditekuk kemudian diarahkan
kedepan tubuh pasien
 Tungkai yang akan difoto true lateral dengan sisi lateral tungkai menempel
pada kaset yang diletakkan dibawahnya
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada pertengahan cruris
 FFD: 90 cm
 KV: 44-50 Kv
 mAs: 4-6
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD
Rumah Sakit Katolik
Santo Antonius Ampenan PROSEDUR TETAP
PEMERIKSAAN ANKLE JOINT

No Dokumen No Pengesahan Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan


SPO direktur
dr. Antonius Darmono
1. Pengertian Pemeriksaan ankle joint adalah pemotretan dengan sinar-X untuk
mendiagnosa adanya kelainan pada daerah pergelangan kaki
2. Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan ankle joint
3. Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
4. Prosedur

1. Pemeriksaan Fisik :  Periksa keadaan umum pasien


 Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan
 Ankle yang difoto diletakkan diatas kaset
 Telapak kaki vertikal dengan tumit menempel pada kaset
 Ankle joint diatur true AP, dengan malleolus medialis dan lateralis
berjarak sama dengan kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada pertengahan kedua malleoli, pada tepi anterior ankle joint
 FFD: 90 cm
 KV: 48-55 Kv
 mAs : 3,2-5
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria : tampak gambaran ujung distal os tibia dan fibula, os talus, celah
sendi antara os tibia, os talus dan fibulla
Posisi Lateral :
 Pasien diatur semi prone, dengan tepi yang akan difoto dekat dengan meja
pemeriksaan, diatur lurus
 Tungkai yang lain genu fleksio, tungkai bawahnya diarahkan ke belakang
penderita
 Ankle joint diatur true lateral dengan malleolus lateralisnya menempel
pada pertengahan kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada malleolus medialis
 FFD: 90 cm
 KV: 44-50 Kv
 mAs: 3,2-5
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Posisi Oblique AP:
 Pasien diatur pada posisi supine atau duduk dengan ankle yang difoto
diletakkan diatas kaset
 Dari posisi AP, kemudian tungkai endorotasi 45° sehingga telapak kaki
condong kearah medial
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada malleolus medialis
 FFD: 90 cm
 KV: 44-50 Kv
 mAs: 3,2-5
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
 Kriteria: tampak gambaran oblique ankle joint
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD

Rumah Sakit Katolik


Santo Antonius Ampenan PROSEDUR TETAP
PEMERIKSAAN PEDIS

No Dokumen No Revisi Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur

SPO
Dr. Antonius Darmono
1. Pengertian Pemeriksaan pedis adalah pemotretan dengan sinar-X untuk mendiagnosa
adanya kelainan pada daerah telapak kaki
2. Tujuan  Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemotretan pedis
3. Kebijakan  Posisi pasien, kondisi pemotretan dan proses pencucian film sangat
menentukan hasil radiograf yang diinginkan
4 Prosedur
 Periksa keadaan umum pasien
1. Pemeriksaan Fisik :  Tanggalkan benda-benda radioopaque pada daerah yang akan difoto

2. Penatalaksanaan : Posisi AP:


 Pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan
 Kaki diatur agar dapat menapak pada kaset
 Atur letak pedis pada pertengahan kaset
 Tungkai yang difoto diatur adar tidak condong ke medial maupun lateral,
sedangkan tungkai yang tidak difoto pada posisi lurus
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada basis metatarsal III
 FFD: 90 cm
 KV: 44-54 Kv
 mAs: 3,2-4
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)

Posisi Oblique AP:


 Pasien diatur pada posisi supine atau duduk
 Genu dari tungkai yang difoto fleksi, telapak kaki deletakkan pada
pertengahan kaset
 Posisi kaki diatur dengan memposisikan tungkai condong ke medial,
sehingga tepi lateral telapak kaki terangkat dan membentuk sudut 30°
terhadap kaset
 Atur penyinaran dan faktor eksposi:
 CR: tegak lurus film
 CP: pada basis metatarsal III
 FFD: 90 cm
 KV : 44-50 Kv
 mAs: 3,2-4
 Pasang merker R/L pada kaset film
 Dilakukan eksposi (pasien tidak boleh bergerak)
Unit Terkait  Rawat Jalan (Rujukan)
 Rawat Inap
 Poli
 IGD
Rumah Sakit Katolik
Santo Antonius Ampenan PROSEDUR PEMERIKSAAN

No Dokumentasi No Pengesahan Halaman

Tanggal Terbit Ditetapkan


SPO Direktur

Dr. Antonius Darmono


Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur
1. Pemeriksaan Fisik :

2. Penatalaksanaan :
Unit Terkait

Anda mungkin juga menyukai