Volume 5 No.

2 Tahun 2006

PENENTUAN LOKASI OPTIMAL PENGGUNAAN KAPASITOR DAYA PADA GARDU HUBUNG JANTHO

Suriadi, Syahrizal dan Ronny Chandra
Jurusan Teknik Elekro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

ABSTRAK Energi listrik disalurkan oleh pusat pembangkit yang dialirkan ke beban akan menimbulkan losses, yaitu rugi daya, rugi energi dan drop tegangan mulai dari pembangkit, transmisi dan distribusi. Pemakaian kapasitor daya pada jaringan sudah terbukti dapat mengurangi drop tegangan namun dalam menentukan lokasi optimal juga merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu kelistrikan dan efesiensi. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu percobaan mengurangi drop tegangan dengan menempatkan kapasitor daya pada penyulang - penyulang yang terdapat pada gardu hubung Jantho pada jarak – jarak tertentu. Dari hasil perhitungan telah didapatkan bahwa lokasi optimal penggunaan kapasitor daya dalam memperbaiki drop tegangan dengan spesifikasi kapasitor yang sebesar 1600 kVAR adalah diletakkan pada beban di masing - masing penyulang tersebut. Kata Kunci: Drop tegangan, Lokasi optimal

bagi sistem dan juga bagi pelanggan listrik. Dalam keadaan ini penting adanya perbaikan drop tegangan pada saluran distribusi, karena tegangan yang tidak stabil dapat merusak peralatan listrik konsumen dan juga rugi– rugi daya pada sistem. Penggunaan kapasitor daya sudah terbukti dapat mengurangi drop tegangan namun mengetahui titik optimal dalam pemasangan kapasitor daya merupakan hal yang penting dalam meningkatkan efesiensi karena lebih efektif dalam mengurangi drop tegangan.

2. KAPASITOR DAYA 2.1. Pengertian Dasar Kapasitor Daya Kapasitor daya merupakan suatu peralatan yang amat sederhana yaitu suatu peralatan yang terdiri dari dua pelat metal yang dipisahkan oleh dielektrik (bahan isolasi). Adapun bagian dari kapasitor daya yaitu kertas, foil dan cairan yang telah diimpregnasi, tidak ada bagian yang bergerak akan tetapi terdapat gaya yang bekerja sebagai fungsi dari medan listrik. Sistem penghantar biasanya terbuat dari aluminium murni atau semprotan logam. Sistem dielektriknya dapat dibuat dari kertas atau plastik dengan cairan perekat [1].

1.

PENDAHULUAN

Suatu saluran transmisi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik bertegangan tinggi ke pusatpusat beban dalam jumlah besar, sedangkan saluran distribusi berfungsi membagikan tenaga listrik tersebut kepada pihak pemakai melalui saluran tegangan rendah [6]. Perkembangan sistem kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penyaluran energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisisensi adalah meminimalkan drop tegangan pada jaringan. Jatuh tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada : jaringan tegangan menengah (JTM), transformator distribusi, jaringan tegangan rendah (JTR) dan saluran rumah. Setiap perusahaan yang bergerak dibidang kelistrikan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan baik dalam menyalurkan energi listrik kepada pelanggan. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan tersebut adalah dengan menyediakan tingkat tegangan yang stabil bagi konsumen. Pada GH Jantho terdapat 4 buah bus, yaitu Bus Tanoh Abee, Bus Jantho, Bus Sare dan Bus Lamteba, dimana masing – masing dari bus ini mempunyai drop tegangan yang melampaui 10%, tentu hal ini tidak baik Jurnal Rekayasa Elektrika

2.2. Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif) membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif. Berarti dalam menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW) saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan 5

b. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi : 1. Jadi untuk harga Cos Ø < 0. Namun dalam kenyataannya harga Cos Ø yang ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. c. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. 2. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Feeder kecil b. Pada bus pusat pengontrol 2. Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Cos Ø = pf = P (kW) / S (kVA) P (kW) = S (kVA) . Pemeriksaan isolator Jurnal Rekayasa Elektrika 6 . Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil [2]. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. • Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat 2.Volume 5 No. Segi tiga daya Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau Cos Ø. Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sebagai berikut : a. Kemudian karena kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang.8. Perawatan Kapasitor Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Proses Kerja Kapasitor Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Terpusat kapasitor ditempatkan pada: a.2 Tahun 2006 menghasilkan daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN [2].3. Pada rangkaian cabang c. Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi. Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa kapasitor. Berarti kondisi terbaik yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga Cos Ø = 1 dan ini disebut juga dengan Cos Ø yang terbaik. Sedang untuk memperkecil sudut Ø itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR). Sisi primer dan sekunder transformator b. Langsung pada beban 2. Cos Ø (1) (2) Seperti kita ketahui bahwa harga Cos Ø adalah mulai dari 0 s/d 1. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya reaktif ke beban. Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor : Rugi daya aktif = I2 R Watt Rugi daya reaktif = I2 x VAR Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor : Rugi daya aktif = (I2 – Ic2) R Watt Rugi daya reaktif = (I2 – Ic2) x VAR (3) (4) (5) (6) P (kw) Ø S (k va) Q (kvar) Gambar 1. Pemeriksaan kebocoran 2. Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR. Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan. Cara terbatas kapasitor ditempatkan a. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Keuntungan lain mengecilnya daya reaktif adalah : • Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem. Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor 3.8 berarti pf dikatakan jelek. Pemasangan Kapasitor Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya ada dua cara : 1.5. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron.4. Untuk memperbesar harga Cos Ø (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah memperkecil sudut Ø sehingga menjadi Ø1 berarti Ø >Ø1. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan.

1 merupakan selisih antara tegangan ujung kirim dan tegangan ujung terima. Struktur Jaringan Tegangan Menengah Struktur jaringan secara umum ada 3 bentuk yaitu [1] : 1. Instalasi rumah Sesuai dengan definisi.2. 3. Saluran Jarak Pendek Untuk saluran udara yang kapasitansinya dapat diabaikan disebut saluran pendek yang secara umum diterapkan pada sistem yang tegangannya sampai 66 kV dan panjangnya mencapai 50 miles ( 80. Sistem tiga fasa – 3 kawat [1] Vk Vt Beban Untuk sistem tiga fasa seimbang dengan beban (a) Vk IXL 0 IR S= d δV 3V j I . S 3V j maka arus jala-jala nya adalah : I = Jatuh tegangan dapat ditulis : a Vt IRcosφ t b IR f dV ∆V c g e IXLsinφ t I I (∆V )% ≅ Atau : S (R cosϕ + X L sinϕ ) x100% (8) Vj2 SxL ( r cos ϕ + x sin ϕ ) x100 % (9) V j2 (b) a) b) Gambar 2. Jadi ∆V pada persamaan 4. Saluran distribusi jarak pendek [1] Rangkaian ekivalen Diagram fasor ( ∆V )% ≅ Dimana : S = daya semu. Penyulang tegangan menengah b. Radial Jaringan radial adalah bentuk jaringan yang paling sederhana yang menghubungkan bebanbeban ketitik sumber dengan biaya yang relatif murah tapi mempunyai keandalannya relatif rendah.Volume 5 No.6.5 km) dimana rangkaian ekivalennya terdiri dari tahanan dan reaktansi yang terhubung seri seperti pada Gambar 2: R XL I P+jQ Dalam menghitung jatuh tegangan pada sistem tiga fasa – 3 kawat. Pemilihan struktur jaringan tegangan menengah (JTM) tergantung pada kualitas pelayanan yang diinginkan. lingkaran (loop) Pada jaringan ini tingkat keandalannya relative lebih baik dan dimungkinkan alternatif pemasokan dari gardu – gardu distribusi. Jatuh Tegangan Pada Sistem Tiga Fasa 3. Sambungan rumah e.2 Tahun 2006 Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada : a.1. di mana kelangsungan penyaluran dan kualitas pelayanan sangat diutamakan. ∆V = Vk − Vt Di mana: Vk = nilai mutlak tegangan ujung kirim Vt = nilai mutlak ujung terima (7) 3. dimana kualitas yang dimaksud memiliki beberapa unsur yaitu : Kontinuitas pelayanan. drop tegangan adalah : 2. DROP TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 3. Anyaman (Mesh atau Grid) Jaringan yang strukturnya komplek. Penyulang jaringan tegangan rendah d. pengaturan tegangan dan tegangan kedip yang diizinkan. 2. dimana diasumsikan bebannya seimbang dapat dilihat pada gambar 3 : L R XL Gambar 3. dalam MVA 7 Jurnal Rekayasa Elektrika B e b a n . Transformator distribusi c.

Bus Sare dan Bus Lamteba. Tegangan Terhitung Pada Bus T. Maka dari itu perlu adanya injeksi daya reaktif dari kapasitor daya sehingga medapatkan perbaikan drop.96 13.77 Bus Jantho Bus Saree Bus Lamteba 10 15 20 20 Kondisi diatas sudah tergolong kedalam kondisi tegangan kritis atau Critical Voltage. penyulang Saree dan penyulang Lamteba. penyulang Jantho.0.447 (%) 11.262 18. Kondisi Drop Tegangan dari titik pemasangan kapasitor daya pada penyulang Tanoh Abee.17 12. dalam MW V = Vjala = tegangan jala (nominal) dalam kV R = L.Abee (kV) Bus Drop Drop Rating Tegangan Terhitung Drop (Km) (kV) 20 20 20 20 (kV) 17.Abee 6. Penilitian ini hanya sebatas pada menghitung besar drop tegangan dilihat dari jarak pemasangan kapasitor daya terhadap bus dan perbandingannya. Bus Jantho.77 12.1 Menentukan Titik Optimum Alokasi Kapasitor Daya One-line diagram sistem distribusi GH Jantho dapat dilihat pada Gambar 4. Dimana k adalah suatu konstanta yaitu: k= (r cos ϕ + x sin ϕ ) x100% V2 4.2 Kondisi Tegangan Pada Jaringan Distribusi GH Jantho Setelah Dilakukan Perbaikan Dengan Menggunakan Kapasitor Daya Setelah dilakukan pemasangan kapasitor daya secara paralel ke sistem.6 8.Abee 5 Km 10 Km (%) Bus T. dapat dibuat grafik sebagai berikut : Jurnal Rekayasa Elektrika 8 .2 Tahun 2006 P = daya Aktif.48 18. dimana masing – masing dari bus ini mempunyai drop tegangan yang dapat dilihat pada tabel 5 berikut : Tabel 5.61 4. Hal ini diakibatkan oleh daya reaktif yang dihasilkan dari kapasitor tersebut dapat dilihat melalui simulasi program ETAP Power Station 4.r ohm per fasa X = L. Adapun tabel kondisi tegangan pada jaringan dapat dilihat pada tabel 6 berikut: Tabel 6. HASIL PENELITIAN GH Jantho terdiri dari 4 buah bus. Nama Bus Jarak Pemasangan Kapasitor (Km) dari Bus T Abee Pada Bus T. bus mengalamai drop tegangan ≥ 10%.33 (%) GH Jantho 18.67 7.Volume 5 No.64 7.472 17.367 17.78 7.x ohm per fasa x = reaktansi per fasa dalam ohm per km r = tahanan per fasa dalam ohm per km L = panjang penyulang Bisa juga dinyatakan dalam bentuk daya aktif dan reaktif yaitu : (∆V )% ≅ Atau : RP + X LQ x100% V2 (10) (∆V)% = S x L x k % (11) Gambar 4.447 17. Untuk mendapatkan hasil yang optimal perbaikan drop tegangan menggunakan kapasitor memerlukan adanya penentuan alokasi optimum kapasitor daya dalam memperbaiki drop tegangan yang lebih optimal. Bus penyulang GH Jantho No 1 2 3 4 Nama Bus Bus Tanoh Abee Panjang 4. Tanoh Abee 10 Km Dari Tabel 6. yaitu Bus Tanoh Abee.626 7. Online Diagram GH Jantho Pada karya ilmiah akan dipasang sebuah Kapasitor daya dengan spesifikasi 20 kV 1600 kVAR yang dipasang pada jarak – jarak tertentu dari tiap penyulang di gardu hubung Jantho yaitu penyulang Tanoh Abee. maka tegangan sistem mengalami perbaikan.

5 7 6.2 Tahun 2006 8.5 6 5.224 7.72 %. 9 Jurnal Rekayasa Elektrika . pada jarak 5 Km dari bus dan 10 Km dari bus.5 6 Pada Bus T. Kemudian jika penempatan kapasitor daya dipindahkan 5 Km dari bus Tanoh Abee dari hasil ini dapat dilihat drop tegangan kembali bertambah dengan selisih 0.88 %. Kondisi pada penyulang lainnya juga dapat dilihat pada tabel dan gambar dibawah ini.5 Drop Tegangan % Drop Tegangan % 9 8.308 7. yaitu mencapai 13. bus Jantho yang paling besar mengalami drop tegangan.5 6 Pada Bus Jantho 8 Km 15 Km 8 7. Kapasitor daya kembali dipindahkan pada jarak 10 Km dari bus Jantho atau di gardu hubung Jantho. Pengaruh drop tegangan akibat perpindahan kapasitor pada penyulang Saree Pada penyulang Saree sebelum diletakkan kapasitor daya. penempatan yang paling baik dalam memperbaiki drop tegangan adalah adalah pada bus Jantho yaitu sebesar 6. Kondisi Drop Tegangan dari titik pemasangan kapasitor daya pada penyulang Jantho.5 5 Pada Bus Saree 10 Km 20 Km Jarak Pemasangan Kapasitor Dari Jantho Nama Bus Jarak Pemasangan Kapasitor (Km) dari Bus Jantho Drop Drop (%) Bus Jantho 6.914 18. Perbandingan itu dapat dilihat pada gambar 5 dimana penempatan optimal dapat sangat jelas dilihat yaitu pemasangan kapasitor daya bus Tanoh Abee. sedangkan pemasangan kapasitor pada jarak 8 km dan 15 km dari bus ini hanya menurunkan sebesar 7.61%. Tegangan Terhitung Pada Bus Saree (kV) Bus Saree 20 Km Drop Drop Nama Bus Jarak Pemasangan Kapasitor (Km) dari Bus Saree Pada Bus Saree 10 Km 20 Km (%) Bus Saree 5.62 7.656 18. Pengaruh drop tegangan akibat perpindahan kapasitor pada penyulang Jantho.43 %.426 18.95 8. Sebelum pemasangan kapasitor.67%.46 (%) GH Jantho 18. yaitu pemasanngan pada bus itu sendiri. Dari hasil simulasi pemakaian kapasitor daya telah didapatkan hasil yang cukup baik yaitu penempatan pada bus Saree yang mencapai 5. drop tegangan mencapai 12.5 Drop Tegangan % 8 7.Abee Drop (%) GH Jantho Jarak Pemasangan Kapasitor Dari Jantho Drop (%) Bus Jantho Drop (%) GH Jantho Gambar 5.03 %.43 6.5 7 6.77 %. Tegangan Terhitung Pada Bus Jantho (kV) Bus Jantho 15 Km Gambar 6.5 8 7. drop tegangan pada beban kembali bertambah menjadi 8.5 7 6.71 7. Pengaruh drop tegangan akibat perpindahan kapasitor pada penyulang Tanoh Abee Dari Gambar 5 diatas dapat dilihat perbandingan drop tegangan setelah pemasangan kapasitor daya 1600kVAR pada penyulang Tanoh Abee yang mempunyai panjang 10 Km dengan jarak-jarak tertentu.72 7. Penempatan awal pada bus Tanoh Abee dapat mengurangi drop tegangan hingga 6.64 7.61 18.61 9 8. Tabel 7.Volume 5 No. Dari hasil simulasi dimana letak kapsitor ditempatkan di penyulang Jantho. Tabel 8.88 (%) GH Jantho Drop (%) Bus Saree Drop (%) GH Jantho Pada Bus Jantho 8 Km 15 Km 18.61 Gambar 7.66 7.82 % sedangkan pada gardu hubung dapat dilihat bahwa hanya sedikit saja perubahan drop tegangan yaitu 0.33% sedangkan pada GH drop berkurang menjadi 7.87 8.17 %.78 % sedangkan pada gardu hubung Jantho berkurang drop tegangannya menjadi 7.Abee 5 Km 10 Km Jarak Pemasangan Kapasitor Dari Bus T Abee Drop (%) Bus T.8 % dan 8. Kondisi Drop Tegangan dari titik pemasangan kapasitor daya pada penyulang Saree.

[5] William D. Darussalam Banda Aceh.914 18. diakses tanggal 24 Agustus 2006 http://www.61 % [1] Basri. Erlangga. ISTN. Jakarta Selatan.95 8. Kondisi pada pada sistem distribusi GH Jantho jika tanpa pemasangan kapasitor tergolong dalam kondisi kritis. bus Lamteba 12. drop tegangan juga semakin menurun. 4. Dari hasil simulasi semakin jauh letak kapasitor dari beban maka drop tegangan makin bertambah. Sistem Distribusi Daya Listrik.5 Drop Tegangan % 8 7.5 6 5. D 2003. Penempatan kapasitor daya pada bus Saree telah mengurangi drop tegangan hingga 7. REFERENSI 9 8. bus Jantho 13. 6. Jakarta [6] Zuhal 1995. Pengaruh drop tegangan akibat perpindahan kapasitor pada penyulang Lamteba Kondisi penyulang dan beban pada Lamteba hampir bersamaan dengan saree. semakin penempatan kapasitor itu mendekati GH.masing bus.308 Drop Drop 3. semakin jauh jarak kapasitor diletakkan dari masing. AS 1994. 2000. yaitu bus Tanoh Abee 11.61 Penempatan kapasitor ini juga mempengaruhi drop tegangan pada gardu hubung tersebut. Analisa Sistem Tenaga Listrik. maka drop tegangan pada bus itu semakin meningkat. Erlangga. Lokasi paling optimal untuk pemasangan kapasitor adalah pada bus itu sendiri.46 (%) GH Jantho Bus Lamteba 20 Km 7.5 7 6.Decoupled.61 18.64 7.43%.96%. sehingga didapatkan juga hasil simulasi pemakaian kapasitor daya dengan hasil yang sama dengan Saree. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya.5 5 Pada Bus Lamteba 10 Km 20 Km Jarak Pemasangan Kapasitor Dari Lamteba Drop (%) Bus Lamteba Drop (%) GH Jantho Gambar 8.34 % sedangkan pada penempatan yang menjauh dari bus atau mendekati GH menambah drop tegangan 1. Jr.elektroindonesia.72%. Optimasi Kompensasi Daya Reaktif dengan Metode Fast. Kondisi Drop Tegangan dari titik pemasangan kapasitor daya pada penyulang Lamteba Jarak Pemasangan Kapasitor (Km) dari Bus Lamteba Pada Bus Lamteba 10 Km 20 Km Tegangan Terhitung Pada Bus Lamteba (kV) 18. PT Gramedia Pustaka Utama. Stevent. drop tegangan telah melebihi 10%.2 Tahun 2006 Tabel 9. 2. JTE UNSYIAH.comelektro-ner30a [3] Pabla. KESIMPULAN Dari analisa data pada karya Ilmiah ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik. pada bus Jantho drop tegangan menjadi 6. Jakarta [4] Mairizal. Jurnal Rekayasa Elektrika 10 . 5.77 % Jarak peletakan kapasitor sangat berpengaruh terhadap perbaikan drop tegangan. H 1997.77%.17%.51 % pada bus sedangkan GH drop tegangannya menurun hingga 7.78%. Sistem Distribusi Daya Listrik.43 6.43% dan bus Lamteba 5.62 7. bus Saree 5. bus Saree 12. [2] Deni Almanda. Apabila dipasang kapasitor sebesar 1600 kVAR pada bus Tanoh abee drop tegangan turun hingga 6. Nama Bus (%) Bus Lamteba 5.Volume 5 No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful