Renstra Dinas Lingkungan Hidup 2021-2026
Renstra Dinas Lingkungan Hidup 2021-2026
s/d 2026
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Gambar 1.1
Bagan Alur Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) dan
berpedoman pada Renstra PD. Selanjutnya RKPD Kabupaten Batang Hari menjadi
pedoman dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Batang Hari.
d) Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari sebagai dokumen
perencanaan Dinas Lingkungan Kabupaten Batang Hari untuk periode satu tahun,
merupakan penjabaran dari Renstra Dinas Lingkungan Hidup. Oleh karena itu
penyusunannya berpedoman pada Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang
Hari dan mengacu pada RKPD Kabupaten Batang Hari. Sedangkan gambaran
keterkaitan Renstra dengan dokumen perencanaan lain dapat dilihat pada gambar 1.2
dibawah ini.
RPJP RPJM
PROPINSI
RKP
PUSAT/
NAS/PROP NAS/PROP
& Pedoman
& Dijabarkan NAS/PROP
RTR NAS RTR PROP
Acuan Memperhatikan
Acuan
DAERAH
Pedoman Diacu
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5679);
12. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6573);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6323);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
15. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2020-2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2020 Nomor 10);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
1781);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana
Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara
Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi
Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, RencanaPeraturan Bupati Batang Hari
Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari;
19. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 16 tahun 2013 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 Nomor 16);
20. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 4 tahun 2017 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Perubahan Kabupaten Batang Hari Tahun 2006-
2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2017 Nomor 4);
15. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026 (Lembaran Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun 2021 Nomor 2);
Gambar 2.1
Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup
Uraian tugas dan fungsi masing-masing jabatan sesuai Peraturan Bupati Batang Hari
Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari, sebagai berikut:
1) Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai uraian tugas :
a. merumuskan dan menetapkan program kerja dinas berdasarkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman dalam
pelaksanaan tugas;
b. merumuskan kebijakan di bidang penataan dan penaatan lingkungan hidup dan
kehutanan, pengelolaan sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun, dan
pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup berdasarkan Rencana
Strategis dinas sebagai dasar pelaksanaan kegiatan;
c. mengoordinasikan kebijakan di bidang penataan dan penaatan lingkungan hidup
hidup dan kehutanan, pengelolaan sampah, limbah bahan berbahaya dan
beracun, dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dengan
perangkat daerah terkait di jajaran pemerintah kabupaten, provinsi, pusat
maupun lembaga di luar kedinasan;
d. mendistribusikan tugas dan mengarahkan pelaksanan tugas bawahan sesuai
dengan fungsi dan kompetensi bawahan dengan prinsip pembagian tugas habis;
e. menyelenggarakan kebijakan di bidang penataan dan penaatan lingkungan hidup
dan kehutanan, pengelolaan sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun, dan
pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup;
f. menyelenggarakan kebijakan kesekretariatan dinas dengan mengarahkan
perencanaan/perumusan program dan pelaporan, pengelolaan keuangandan aset,
dan urusan umum dan kepegawaian;
g. mengendalikan pelaksanaan tugas operasional UPTD dengan mengarahkan
pelaksanaan kegiatan pengelolaan UPTD;
h. menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk memacu prestasi kerja;
i. menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan untuk bahan pertimbangan
pengambilan kebijakan;
j. melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud pertanggungjawaban; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah pimpinan sesuai dengan
tugasnya.
2) Sekretariat
Sekretariat mempunyai uraian tugas melaksanakan pelayanan teknis dan
administratif serta koordinasi pelaksanaan tugas dilingkungan Dinas Lingkungan
Hidup.
Dalam melaksanakan tugas, Sekretariat Dinas menyelenggarakan fungsi :
8) UPTD
a. Di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis
Dinas sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis
penunjang Dinas sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
b. Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Bupati setelah dikonsultasikan secara
tertulis kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat.
Sumber daya manusia pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan Non Pegawai Negeri Sipil (Harian kontrak
dan Harian Lepas). Rincian pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Hari berdasarkan tingkat pendidikan dan status PNS atau Non PNS ditampilkan
pada Tabel 2.1 dibawah ini :
Tabel 2.1
Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pada Dinas Lingkungan Hidip
Kabupaten Batang Hari Tahun 2021
Kategori
Laki-
No Tingkat Pendidikan Non Perempuan Jumlah
PNS Laki
PNS
1 Tidak Tamat SD -
2 SD Sederajat 1 72 42 31 73
3 SMP Sederajat 1 15 10 6 16
4 SMA Sederajat 14 41 33 22 55
5 D1 1 1 1
6 D2 1 1 1
7 D3 8 2 5 5 10
8 S1 23 12 27 8 35
9 S2 2 2 2 2 4
10 S3 - - - - -
Total 49 146 119 76 195
Sumber : Data Pegawai Dinas Lingkungan Hidup
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari berjumlah 49 orang, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil
(PNS) sejumlah 49 orang dan Non PNS sejumlah 146 orang. Kelompok pegawai
terbanyak adalah pegawai dengan tingkat pendidikan SD sederajat sejumlah 73
orang. Sedangkan kelompok pegawai paling sedikit adalah pegawai dengan
tingkat pendidikan D1 dan D2 sederajat sejumlah 2 orang.
Rincian Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Batang Hari berdasarkan golongan ditampilkan pada Tabel 2.2 sebagai berikut :
Tabel 2.2
Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan di Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari Tahun 2021
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kelompok pegawai terbanyak adalah
pegawai dengan golongan III jumlah 34 orang, urutan nomor dua adalah
Pegawai Negeri Sipil golongan II sejumlah 9 orang. Sedangkan kelompok
pegawai paling sedikit adalah Pegawai Negeri Sipil golongan I sejumlah 2
orang.
Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3
Jumlah Sarana dan Prasarana Berdasarkan Kondisi di Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari Tahun 2021
Sarana dan Prasarana pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari secara
umum cukup/belum/tidak memadai. Gedung kantor yang terdiri dari gedung kantor
induk di Jl. Prof. DR. Sri Sudewi Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara
Bulian dalam kondisi kurang/cukup baik, demikian pula gedung UPTD
Laboratorium Lingkungan, gedung UPTD Pengelolaan Persampahan di Muara
Bulian, dalam kondisi cukup baik.
Tabel 2.4
Pencapaia Kinerja Pelayanan Dinas LIngkungan Hidup
Target Renstra Tahun ke Realisasi Renstra Tahun ke Rasio Capaian Pada Tahun Ke
Jumlah sampah
Ton 9.125 10.950 12.775 14.600 9.200 9.000 9.074 9.074 - 100,82 82,19 71,03 62,15
3. Peningkatan Operasi yang dikelola
Pengelolaan
Persampahan Jumlah SDM dari
Orang 180 180 190 200 180 180 180 180 - 100,00 100,00 94,74 90,00
petugas Kebersihan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
B. Program
Persentase
Pengembangan Sistem
100% Pengelolaan 37 36 36 - - 63,00 64,00 64,00
Pengelolaan
sampah di TPA
Persampahan
Lahan Sabuk
Ha - 1 1 1 1 - 1 1,5 1 1 - 100,00 150,00 100,00 100,00
Hijau (green belt)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
Jumlah Desa
Desa Proklim yang 2 4 6 8 10 2 4 4 4 50.00 66,67 50.00 40,00
dibina
Jumlah calon
penerima 4 4 4 4 4 4 4 100,00 100.00 100,00
kalpataru
Persentase RTH
E.Program Pengelolaan
100 % terhadap ketentuan 12 12 12
ruang terbuka hijau (RTH)
perudangan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
Pada bagian ini memaparkan tingkat capaian kinerja dari Dinas Lingkungan
Hidup berdasarkan sasaran/ target renstra Dinas Lingkungan Hidup pada periode
sebelumnya 2016-2021. Tingkat capaian kinerja tersebut menyesuaikan dengan standar
pelayanan minimal untuk urusan wajib dan indikator kinerja pelayanan OPD dan
indikator lainnya yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
Tabel 2.5
Anggaran Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup
15.096.697.941,00
2 Belanja Langsung 12.209.924.933,00 13.518.402.990,00 6.192.904.192,50
TOTAL
Sumber data : Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas Lingkungan Hidup
Tabel 2.6
Realisasi Anggaran Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup
Tahun 2016-2020
TOTAL
Sumber data : Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas Lingkungan Hidup
Tabel 2.7
Rasio antara Realisasi dan Anggaran Dinas Lingkungan Hidup
Tahun 2016-2020
TOTAL
Sumber data : Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas Lingkungan Hidup
2.4.1 Tantangan
Tantangan adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang
dari luar organisasi (eksternal) dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa
depan. Tantangan pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Batang Hari sebagai berikut:
1. Terbatasnya anggaran dan SDM pendukung pelayanan DLH Kabupaten
Batang Hari.
2. Peningkatan kebutuhan ruang, pangan, dan ekploitasi sumberdaya alam untuk
pembangunan sebagai akibat dari pertumbuhan jumlah penduduk yang dapat
mengancam kelestarian lingkungan dan perubahan iklim.
3. Semakin tingginya tingkat pencemaran yang disebabkan oleh usaha dan/atau
kegiatan UMKM, usaha menengah/besar, pertanian, domestik, rumah sakit,
hotel, transportasi dan industri.
4. Masih lemahnya penegakan hukum bidang lingkungan hidup.
5. Data dan informasi lingkungan hidup belum dapat diakses dengan mudah dan
cepat oleh masyarakat guna kepentingan pengendalian pembangunan.
2.5.2 Peluang
Peluang adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang dari luar organisasi
(eksternal) dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
Peluang pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang
Hari sebagai berikut:
1. Adanya komitmen kepala daerah dalam pembangunan berkelanjutan.
2. Terus meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian
lingkungan hidup
3. Pengelolaan dan penanggulangan permasalahan lingkungan hidup akibat
pemanasan global masih menjadi isu internasional
4. Ketersedian laboratorium lingkungan yang terus ditingkatkan kualitas sarana
dan prasarananya dalam pengujian kualitas lingkungan
Dalam pelaksanaan baik dari segi pelayanan dan kegiatan prioritas pembangunan
yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup yang merupakan tugas wajib bagi
Dinas Lingkungan Hidup, tantangan dalam pelaksanaan pelayanan dan kegiatan
semakin memberikan peluang pada pengembangan tugas dan fungsi serta kelembagaan
DLH kedepannya. Tantangan yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup pada pelayanan
dan pelaksanaan kegiatan dilihat dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS )
antara lain :
1. Penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan disebabkan banyaknya alih
fungsi lahan, pencemaran air dan pencemaran udara.
2. Kerusakan Sumber Daya Hutan, lahan, air, udara dan Perubahan iklim atau
pemanasan global menyebabkan kekeringan pada lahan produktif serta sumber-
sumber mata air yang ada.
3. Kurangnya respon terhadap perubahan iklim, pemanasan global dan penipisan
ozon.
4. Perlindungan Sumber Daya Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan dan Pemerataan,
pengembangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan pada Ruang
Terbuka Hijau.
5. Berkurangnya keanekaragaman populasi pada suatu ekosistem.
6. Berkurangnya kawasan lindung dan ruang terbuka hijau .
1. Menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan hidup sebagai dampak aktivitas
pembangunan yang semakin meningkat.
2. Meningkatnya pencemaran lingkungan hidup air, udara dan tanah yang diakibatkan
oleh aktivitas industri dan masyarakat.
3. Fenomena perubahan iklim, seperti meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi,
pergeseran musim, perubahan intensitas dan periode hujan.
4. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan
hidup.
5. Lemahnya penegakan hukum lingkungan.
6. Rendahnya penerapan pola 3R dalam pengelolaan sampah.
7. Terbatasnya sarana dan prasarana pengelolaan lingkungan hidup.
8. Kerusakan hutan akibat kegiatan perladangan berpindah penebangan liar, eksploitasi
hutan yang berlebihan dan aktivitas penduduk lainnya dalam kawasan hutan.
9. Kurangnya keterpaduan pengelolaan lingkungan lintas OPD.
Sementara itu untuk peluang dalam pengembangan Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari yang dapat dioptimalkan antara lain :
1. Komitmen Kepala Daerah dalam hal ini oleh Bupati Batang Hari terkait upaya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
2. Penambahan anggaran setiap tahunnya dalam upaya peningkatan kapasitas
pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Batang Hari dengan menerapkan
sepenuhnya Anggaran Berbasis Lingkungan Hidup, dimana pemerintah wajib
mengalokasikan anggaran yang memadai untuk membiayai :
Pemanfaatan ruang wilayah mengacu pada rencana struktur ruang dan rencana pola ruang
Kabupaten. Pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten dilakukan melalui
penyusunan program pemanfaatan ruang. Program pemanfaatan ruang disusun
berdasarkan indikasi program pembangunan yang memiliki jangka waktu pelaksanaan
selama 20 tahun, pentahapan kegiatan tersebut dituangkan dalam kegiatan per 5 (lima)
tahun dengan indikasi program utama lima tahun pertama diuraikan per tahun kegiatan.
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menuntut dikembangkannya suatu
sistem yang terpadu berupa suatu kebijakan nasional perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup yang harus dilaksanakan secara taat asas konsekuen dari pusat sampai
ke daerah. Penggunaan sumber daya alam harus selaras, serasi dan seimbang dengan
fungsi lingkungan hidup. Sebagai konsekuensinya, kebijakan, rencana, dan/atau program
pembangunan harus dijiwai oleh kewajiban melakukan pelestarian lingkungan hidup dan
mewujudkan tujuan berkelanjutan.
Tantangan merupakan faktor eksternal yang menjadi objek yang harus ditanggulangi
karena mempengaruhi pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup. Sedangkan
peluang merupakan faktor eksternal yang bisa dimanfaatkan dalam mendukung upaya
pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup.
Hasil Review terhadap Renstra K/L dan Renstra DLH Provinsi Jambi tahun
terencana, ditujukan untuk mengidentifikasi potensi, peluang dan tantangan
pelayanan sebagai masukan penting dalam perumusan isu-isu strategis dan
pilihan/kebijakan strategis dalam Renstra DLH. Review merupakan proses penting
untuk harmonisasi dan sinergi antara Renstra DLH dengan Renstra K/L dan Renstra
DLH Provinsi Jambi serta mencegah tumpang tindih antara program dan kegiatan
Pemerintah atau K/L dengan Provinsi dan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.8
Komparasi Capaian Sasaran Renstra Dinas Lingkungan Hidup
Terhadap Sasaran Renstra DLH Provinsi dan Renstra K/L
hidup kepada
masyarakat
Meningkatnya
Kapasitas
Pengelolaan
Sumber Daya Alam
dan Lingkungan
Hidup
Hasil KLHS RPJM menjadi dasar bagi kebijakan, rencana dan program pembangunan
dalam suatu wilayah, maka analisis terhadap dokumen hasil KLHS ditujukan untuk
mengidentifikasi apakah ada program dan kegiatan pelayanan DLH Provinsi dan
Kabupaten yang berimplikasi negatif terhadap lingkungan hidup serta dapat dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 2.9
Hasil Analisis Terhadap Dokumen KLHS RPJM
Kabupaten Batang Hari
3
1 2 4
7. Laboratorium Lingkungan
Hidup masih dalam proses Program :
akreditasi. Pengendalian pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup
Kegiatan :
Pencegahan pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup
kabupaten/kota
Penanggulangan pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup
kabupaten/kota
Program
Peningkatan pendidikan pelatihan dan
penyuluhan lingkungan hidup untuk
masyarakat
Kegiatan
Penyelenggaraan pendidikan, pelatihan,
dan penyuluhan lingkungan. Lembaga
kemasyarakatan tingkat daerah
kabupaten/kota
Program
Pengendalian Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) dan Limbah Bahan
Berbahaa dan Beracun (Limbah B3)
Kegiatan
Penyimpanan sementara limbah B3
Program
Pembinaan dan Pengawasan terhadap Izin
Lingkungan Hidup dan Izin PPLH
Kegiatan
Pembinaan dan pengawasan terhadap
usaha dan/atau kegiatan izin lingkungan
dan izin PPLH yag diterbitkan oleh
pemerintah kabupaten/kota
Program
Penghargaan lingkungan hidup untuk
masyarakat
Kegiatan
Pemberian penghargaan lingkungan
hidup tingkat kabupaten/kota
Program
Penanganan Pengaduan Lingkungan
Hidup
Kegiatan
Penyelesaian Pengaduan masyarakat
dibidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup (PPLH) kabupaten/kota
Tabel 3.1
Pembagian Blok Pengelolaan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin
Tabel 3.2
Data SDM pada UPTD Laboratorium Lingkungan
Tahun 2021
SDM SDM
No Petugas Teknis Ket
Dibutuhkan Tersedia
1 Analis Kimia 9 orang S1 Kimia Analis
2 Penerima Sampel 1 orang S1
Ekonomi/Administrasi
3 Pengambil Contoh Uji Air, 6 orang S1 Teknik
Udara dan Tanah Lingkungan / S1
Kimia Analis
4 Petugas K3 1 orang S1 Teknik
Lingkungan
5 Petugas Pengelolaan Limbah 1 orang SMA Sederatat
6 Supir Operasional 1 orang SMA Sederatat
Laboratorium
7 Petugas Kemanana 2 orang SMA Sederajat
8 Petugas IT 1 orang S1 Sistem Informasi
Jumlah 21 orang
Dari permasalahan pada masing-masing sekretariat dan bidang, dapat dirangkum menjadi
beberapa permasalahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari, sebagai
berikut :
1. Belum optimalnya kualitas dokumen perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,
evaluasi dan informasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari.
2. Belum optimalnya kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada kegiatan
perencanaan/program, keuangan, aset dan kepegawaian, serta ketersediaan sarana &
1 2 3 4
2 Kualitas dan Belum a) Belum optimalnya ketersediaan data,
kelestarian Optimalnya informasi dan dokumen kajian
lingkungan hidup Penataan lingkungan.
Lingkungan
Mempelajari semua hal di atas, maka Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
memilah permasalahan lingkungan hidup didasarkan pada tataran-tataran yang
menunjukkan hakekat kategori permasalahan. Berdasarkan pengamatan dan analisis, maka
permasalahan yang muncul dapat dikategorikan pada tabel 3.4 berikut ini :
Tabel 3.4
Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
1 2 3 4 5 6
Kesadaran Kurang memadainya sarana prasarana
Pelayanan
SDM, Sarana dan penanggung jawab penunjang dan SDM aparatur baik
Pencegahan
Prasarana kegiatan usaha masih secara kwantitas maupun kwalitas
Pencemaran Air
rendah serta dukungan penganggaran
Pelayanan
Kesadaran Kurang memadainya sarana prasarana
Pencegahan
Masih dalam SDM, Sarana dan penanggung jawab penunjang dan SDM aparatur baik
Pencemaran Udara Permen LHK No. 19 dan 20
Pemenuhan Prasarana kegiatan usaha masih secara kwantitas maupun kwalitas
dari sumber tidak Tahun 2008
Target rendah serta dukungan penganggaran
bergerak
Pelayanan informasi
Kesadaran
status kerusakan
SDM, Sarana dan penanggung jawab
lahan dan/atau tanah
Prasarana kegiatan usaha masih
untuk produksi
rendah
biomassa
Permen LHK No. 19 dan 20
Pelayanan tindak Tahun 2008.
lanjut pengaduan
Kurang memadainya sarana prasarana
masyarakat akibat Permen LHK No. 22 tahun Kurangnya
SDM, Sarana dan penunjang dan SDM aparatur baik
adanya dugaan Sudah berjalan 2017 tentang Tata Cara pemahaman dari
Prasarana secara kwantitas maupun kwalitas
pencemaran Pengelolaan Pengaduan masyarakat pengadu
serta dukungan penganggaran
dan/perusakan dugaan pencemaran dan/atau
lingkungan kerusakan lingkungan hidup
dan/atau perusakan hutan
3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 4 Tahun 2017 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Perubahan Kabupaten Batang Hari 2006-
2025, visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Batang Hari adalah
“BATANG HARI YANG SEJAHTERA, BERKEADILAN, DAN BERAKHLAK
MULIA 2006-2025.”
Perumusan dan penjelasan terhadap visi dimaksud, menghasilkan pokok-pokok visi yang
diterjemahkan pengertiannya, sebagai berikut :
a. Batang Hari yang Sejahtera, yakni Terwujdunya masyarakat Batang hari yang
sejahtera dilihat dari prespektif ekonomi, sosial dan budaya yang dibangun dari etos
kerja dan produktivitas yang tinggi.
b. Batang Hari Yang Berkeadilan, yakni Terwujudnya masyarakat Batang Hari yang adil,
dalam ruang geografis, adil dalam sektor ekonomi, melindungi hak masyarakat
miskin, dan berdemokrasi dalam politik, ekonomi dan sosial budaya.
c. Batang Hari Yang Berakhlak Mulia, yakni Terwujudnya masyarakat Batang Hari yang
Berakhlak mulia, dimana martabat kehidupan manusia harus dibangun dengan nilai-
nilai keagamaan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2021-2026 merupakan penjabaran dari tahapan pembangunan periode keempat RPJPD
Kabupaten Batang Hari Tahun 2006-2025 yang tema pembangunannya menjadi salah
satu rujukan kepala daerah dalam menyusun Visi dan Misi Kabupaten Batang Hari. Visi
pembangunan daerah Kabupaten Batang Hari untuk periode RPJMD 2021- 2026 sesuai
dengan visi kepala daerah terpilih adalah sebagai berikut :
“ PERUBAHAN MENUJU ARAH BARU BATANG HARI TANGGUH
(Terdepan, Agamis, Nyaman, Gotong Royong, Bermutu dan Harmonis)”
Berdasarkan Visi dan Misi Bupati Batang Hari tahun 2021-2026 dan mengacu kepada
tugas dan fungsi nya, maka Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari akan
mendukung terlaksananya visi dan misi Bupati terutama di Misi Ketiga : Menciptakan
ruang kota yang nyaman dan aman, serta menjamin tumbuhnya ruang berusaha dan
iklim investasi yang sehat. Tujuan dari Misi Ketiga yang berkenaan dengan urusan
lingkungan hidup adalah : Mewujudkan pemanfaatan ruang untuk kenyamanan,
keamanan dalam mendukung kelestarian lingkungan.
Adapun Sasaran dari Misi Ketiga ini yang berkenaan dengan urusan lingkungan hidup
adalah :
1. Meningkatkan ketersediaan ruang kota dan ruang terbuka yang aman dan nyaman
2. Mewujudkan lingkungan dan kawasan pemukiman yang sehat
Kemudian strategi dari Misi Ketiga yang berkenaan dengan urusan lingkungan hidup
adalah : Peningkatan Kualitas Lingkungan.
Untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai
tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5 (lima) tahun kedepan, diperlukan arah
kebijakan yang akan mengarahkan pilihan-pilihan strategi agar selaras dengan arahan dan
tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk
melakukan analisis terhadap tugas pokok dan fungsi DLH Kabupaten Batang Hari yang
terkait dengan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih,
perlu dilakukan telaahan terhadap visi, misi dan program tersebut dapat dilihat pada
Tabel 3.5 berikut :
Tabel 3.5
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Kabupaten Batang Hari tahun 2021-2026
1 2 3 4 5
6. Pengendalian bahan
berbahaya dan beracun
(B3) dan limbah
berbahaya dan beracun
(Limbah B3)
7. Pembinaan dan Masih adanya pelaku usaha yang Belum adanya petugas PPLH dan PPNS Adanya Regulasi yang mengatur
pengawasan terhadap izin belum mentaati peraturan tentang izin PPLH
lingkungan hidup dan izin dibidang lingkungan hidup
PPLH
8. Penghargaan lingkungan Kurangnya minat masyarakat Kurangnya SDM dalam
pelestarian Teralokasinya anggaran untuk
hidup untuk masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan pemberian penghargaan/reward
lingkungan kepada pelaku pelestarian lingkungan
9. Penanganan pengaduan Pengaduan yang belum sesuai Belum adanya petugas PPLH dan PPNS Permintaan masyarakat akan layanan
lingkungan hidup dengan SOP bidang Lingkungan penanganan pengaduan yang optimal
Tabel 3.6
Permasalahan Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup berdasarkan sasaran Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
Fungsional KLHK
3 Terjaganya keberadaan, fungsi dan
Peraturan Daerah
distribusi manfaat hutan yang
Kabupaten Batang Hari
berkeadilan dan berkelanjutan,
Kurangnya pemahaman Nomor 5
dengan indikator yaitu: (1) Luas Kurangnya SDM PPLH
masyarakat dan pelaku Tahun 2014 Tentang
kawasan hutan dengan Status dan PPNS Lingkungan
usaha dalam pengelolaan Perlindungan Dan
Penetapan, (2) Luas Kawasan Hutan Hidup
lingkungan hidup yang Pengelolaan Lingkungan
yang Dilepas untuk TORA (Tanah
bersih, indah dan lestari Hidup
Objek Reforma Agraria), dan (3)
Luas Kawasan Hutan yang Dikelola
oleh Masyarakat;
4 Terselenggaranya Tata Kelola dan
Inovasi Pembangunan Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (LHK) yang
Baik serta Kompetensi SDM LHK
yang Berdaya Saing, dengan
indikator yaitu: (1) Indeks
Efektivitas Pengelolaan Kawasan
hutan, (2) Jumah Kasus LHK yang
Ditangani melalui Penegakan
Hukum, (3) Indeks Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(Indeks-SPBE), (4) Hasil Litbang
yang Inovatif dan/atau
Implementatif, (5) Nilai Kinerja
Reformasi Birokrasi, (6) Opini WTP
atas Laporan Keuangan KLHK, (7)
Indeks Produktivitas dan Daya Saing
SDM LHK, dan (8) Level Maturitas
SPIP (Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah) KLHK
Tabel 3.7
Permasalahan Pelayanan DLH Kabupaten berdasarkan Sasaran Renstra DLH Provinsi Jambi
Beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
4. Meningkatkan tata kelola, inovasi dan daya saing bidang lingkungan hidup dan
kehutanan
pengelolaan sumber daya alam yang mengarah pada pengutamaan prinsip pembangunan
berkelanjutan. Sasaran khusus yang hendak dicapai adalah :
1. Terkendalinya pencemaran dan kerusakan lingkungan sungai, danau, pesisir dan laut,
serta air tanah.
2. Terlindunginya kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan.
3. Membaiknya kualitas udara dan pengelolaan sampah serta limbah bahan berbahaya
dan beracun (B3).
4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup terintegrasi.
dari 67,45 juta ton menjadi 339,4 juta ton (2024), (2) persentase penurunan
sampah yang terbuang ke laut menjadi 60 persen dari baseline tersebut (2024),
dan (3) jumlah limbah B3 yang terkelola dari 367,3 juta ton menjadi 539,8 juta
ton (2024);
4) Pemulihan pencemaran dan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup
dengan indikator yaitu: (1) jumlah lahan terkontaminasi limbah B3 yang
dipulihkan dari 475.676 ton menjadi 1.200,000 ton (2024), (2) jumlah Kawasan
pesisir dan pulau-pulau kecil rusak yang dipulihkan kondisinya dari 17 lokasi
menjadi 26 lokasi (2024), dan (3) jumlah spesies TSL terancam punah yang
ditingkatkan populasinya dari 25 jenis, kemudian tetap dijaga menjadi 25 jenis
(2024);
5) Penguatan kelembagaan dan penegakan hukum di bidang sumber daya alam dan
lingkungan hidup dengan indikator yaitu: (1) persentase pemegang izin yang taat
terhadap peraturan terkait pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)
dari 30 % menjadi 70 % Rencana Strategis KLHK Tahun 2020-2024 97 (2024),
(2) jumlah kasus pidana dan perdata LHK yang ditangani dari 193 kasus menjadi
540 kasus (2024), (3) jumlah luas hutan yang diamankan dari gangguan dan
ancaman dari 4.384.918 hektar menjadi 10,000,000 hektar (2024), dan (4) jumlah
daerah yang memiliki perencanaan pemanfaatan dan pengendalian sumber daya
alam dan lingkungan sebanyak 34 provinsi (2024).
b. Peningkatan ketahanan bencana dan iklim yang diupayakan dengan berkurangnya
kerugian akibat dampak bencana dan bahaya iklim melalui peningkatan ketahanan
bencana dan iklim dengan indikator yaitu persentase penurunan potensi kehilangan
PDB sektor terdampak bahaya iklim menjadi 1,15% PDB sektor tersebut.
c. Pembangunan rendah karbon yang diupayakan dengan meningkatnya capaian
penurunan emisi dan intensitas emisi GRK terhadap baseline meliputi:
1) Pembangunan rendah karbon dengan indikator yaitu: (1) persentase penurunan
emisi GRK terhadap baseline pada sektor energi dari 10,3% (2019) menjadi
13,2% (2024), (2) persentase penurunan emisi GRK terhadap baseline pada
sektor lahan dari 36,4% (2019) menjadi 58,3% (2024), (3) persentase penurunan
emisi GRK terhadap baseline pada sektor limbah dari 8,0% (2019) menjadi 9,4%
(2024), (4) persentase penurunan emisi GRK terhadap baseline pada sektor IPPU
dari 0,6% (2019) menjadi 2,9% (2024), dan (5) persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor pesisir dan laut menjadi 7,3 % (2024);
2) Pemulihan lahan berkelanjutan dengan indikator yaitu: (1) jumlah lahan gambut
terdegradasi yang dipulihkan dan difasilitasi restorasi gambut per tahun dari
122.833 hektar menjadi 330,000 hektar (2024) dan (2) luas tutupan hutan dan
lahan yang ditingkatkan secara nasional per tahun dari 206.000 menjadi 420,000
hektar (2024);
3) Pengelolaan limbah dengan indikator yaitu: (1) jumlah sampah yang terkelola
secara nasional dari 67,5 juta ton (baseline 2019) menjadi 339,4 juta ton (2024),
(2) jumlah rumah tangga yang terlayani TPA dengan standar sanitary landfill
menjadi 3.885.755 KK, (3) jumlah rumah tangga yang terlayani TPS3R menjadi
409.078 RT, dan (4) jumlah rumah tangga yang terlayani TPST menjadi 494.152
RT;
4) Pengembangan industri hijau dengan indikator yaitu : (1) persentase perusahaan
industri menengah besar yang tersertifikasi standar industri hijau/SIH mejadi 10
perusahaan, (2) jumlah rancangan standar penurunan GRK sektor industri dari 3
rancangan standar menjadi 20 rancangan standar (2024), dan (3) jumlah
rancangan standar penanganan masalah limbah B3 sektor industri dan penerapan
ekonomi sirkular dalam pembangunan industri berkelanjutan dari 3 rancangan
standar menjadi 20 rancangan standar (2024);
5) Rendah karbon pesisir dan laut dengan indikator yaitu luas pemulihan ekosistem
mangrove dan pantai dari 1.000 hektar menjadi 5.000 hektar (2024)
Arah kebijakan dan strategi dalam Prioritas Nasional (PN) 6, yang terkait
dengan KLHK terdiri dari: 1) peningkatan kualitas lingkungan hidup, 2) peningkatan
ketahanan bencana dan iklim, dan 3) pembangunan rendah karbon, rincian masing-
masing dijelaskan di bawah ini.
Strategi untuk mewujudkan arah kebijakan peningkatan ketahanan bencana dan iklim
meliputi :
a. Penanggulangan bencana yang dilaksanakan dengan: (1) penguatan rencana
pengurangan rsiko bencana melalui rencana aksi pengurangan risiko bencana
secara nasional dan daerah yang akan diintegrasikan dengan rencana aksi adaptasi
perubahan iklim dan (2) integrasi kerjasama antar daerah terkait kebijakan dan
penataan ruang berbasis risiko bencana dan implementasi penanggulangan
bencana;
Pernyataan dari visi dan misi serta arahan dan sasaran pembangunan dari Kementerian
LHK diatas memberikan arahan bagi seluruh daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam
menjalankan tugas dan fungsinya di bidang Lingkungan Hidup dan kehutanan.
Sasaran dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari dengan
mempertimbangkan sasaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah
sebagai berikut :
Pelaksanaan kegiatan serta pelayanan DLH harus memperhatikan rencana tata ruang
wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang terkait terhadap tugas dan
fungsi DLH. Rencana tata ruang wilayah dan KLHS merupakan salah satu dasar dalam
pelaksanakan kegiatan DLH yang merupakan acuan dalam melaksanakan kegiatan secara
terukur, terencana serta mempunyai dampak yang signifikan terhadap pembangunan
kedepannya. Rencana tata ruang wilayah yang terkait langsung dengan tugas dan fungsi DLH
adalah sebagai berikut :
Tabel 3.8
Permasalahan Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Berdasarkan RTRW Kabupaten
Beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
RTRW Permasalahan Pelayanan Dinas Sebagai Faktor
No Terkait Tugas dan Fungsi Lingkungan Hidup
Penghambat Pendorong
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
1 2 3 4 5
Kurangnya
Masih belum optimalnya koordinasi antar UU NO 26 Tahun 2007
Pengaturan ruang kapasitas Kelembagaan untuk sektoral dalam Tentang RTH
1 terbuka hijau untuk mendukung pengelolaan ruang
pemukiman pengaturan ( Ruang Terbuka
terbuka hijau ruang terbuka Hijau)
hijau
Belum adanya
Kurangnya sosialisasi tentang Belum adanya regulasi
regulasi daerah
Pengaturan aturan garis sempadan sungai daerah
yang mengatur
2 pengamanan ke masyarakat yang yang mengatur tentang
tentang
sempadan sungai mempunyai tanah sekitaran sempadan
sempadan
sempadan sungai sungai
sungai
Belum adanya
Belum adanya Belum adanya regulasi
regulasi daerah
regulasi daerah Belum adanya regulasi daerah daerah
yang mengatur
3 yang mengatur yang mengatur tentang yang mengatur tentang
tentang
tentang sempadan sempadan sungai sempadan
sempadan
sungai sungai
sungai
Masih
Terganggungnya kebersihan
rendahnya
dan munculnya berbagai Masih rendahnya
pengetahuan dan
Pencemaran lingkungan pengetahuan dan
kesadaran para
Pengaturan kawasan menjadi akibat utama kesadaran para pelaku
4 pelaku usaha
industri ilir tumbuhnya industri, yang tak usaha
terhadap
pelak merugikan masyarakat terhadap pengelolaan
pengelolaan lingkungan hidup
yang tinggal di daerah
lingkungan
sekitarnya
hidup
Isu-isu strategis dalam pelaksanaan program dan kegiatan OPD dalam jangka waktu
lima tahun kedepan berdasarkan deskripsi kondisi Kabupaten dalam pengelolaan kelestarian
lingkungan diantaranya memperhatikan pelayanan OPD, sasaran jangka menengah
RENSTRA serta kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan RTRW antara lain
dijabarkan sebagai berikut :
Tabel 3.9
Skor Kriteria Isu-Isu Strategis
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari Tahun 2021-2026
Bobot
No Kriteria *)
**)
1 2 3
1 Penurunan Kualitas Air Sungai, Yang Diakibatkan Oleh :
a. Pertambangan Tanpa Izin 5
b. Limbah Domestik 5
c. Aktivitas Usaha Dan/Atau Kegiatan 15
2 Penurunan Kualitas Udara Akibat Kebakaran Lahan Dan Hutan 5
3 Berkurangnya Tutupan Hutan Dan Lahan 5
4 Konflik Penguasaan Lahan 5
5 Banjir Dan Longsor 5
6 Sedimentasi Sungai Dan Danau 5
7 Berkurangnya Keanekaragaman Hayati 5
8 Alih fungsi lahan akibat perkebunan masyarakat 5
9 Penurunan kualitas udara ambient akibat aktifitas industri dan asap kendaraan 10
10 Isu penegakan hukum dan regulasi lingkungan hidup, dengan permasalahan 10
masih banyaknya pengaturan hukum dan regulasi pengelolaan lingkungan
hidup yang belum konsisten teraplikasikan
11 Isu kapasitas pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan hidup, 5
dengan permasalahan rendahnya kompetensi dan sinergi antar stakeholder
dalam pengelolaan lingkungan hidup
12 Penurunan kesuburan lahan 5
13 Penurunan kualitas ekosistem perairan 5
14 Penurunan tingkat sanitasi kawasan perkotaan 5
TOTAL 100
Tabel 3.10
Nilai Skala Kriteria Isu Strategis
Dinas Lingungan Hidup Kabupaten Batang Hari Tahun 2021-2026
1 1 1 1 1 5
a. Pertambangan Tanpa Izin
1 1 1 1 1 5
b. Limbah Domestik
3 3 3 3 3 15
c. Aktivitas Usaha Dan/Atau Kegiatan
2 Penurunan Kualitas Udara Akibat Kebakaran 1 1 1 1 1
Lahan Dan Hutan
3 Berkurangnya Tutupan Hutan Dan Lahan 1 1 1 1 1 5
4 1 1 1 1 1 5
Konflik Penguasaan Lahan
5 1 1 1 1 1 5
Banjir Dan Longsor
6 Sedimentasi Sungai Dan Danau 1 1 1 1 1 5
7 Berkurangnya Keanekaragaman Hayati 1 1 1 1 1 5
8 Alih fungsi lahan akibat perkebunan masyarakat 1 1 1 1 1 5
9 Penurunan kualitas udara ambient akibat aktifitas 2 2 2 2 2 10
industri dan asap kendaraan
10 Isu penegakan hukum dan regulasi lingkungan
hidup, dengan permasalahan
masih banyaknya pengaturan hukum dan regulasi 2 2 2 2 2 10
pengelolaan lingkungan
hidup yang belum konsisten teraplikasikan
11 Isu kapasitas pemangku kepentingan dalam
pengelolaan lingkungan hidup,
dengan permasalahan rendahnya kompetensi dan 1 1 1 1 1 5
sinergi antar stakeholder
dalam pengelolaan lingkungan hidup
12 Penurunan kesuburan lahan 1 1 1 1 1 5
13 Penurunan kualitas ekosistem perairan 1 1 1 1 1 5
14 Penurunan tingkat sanitasi kawasan perkotaan 1 1 1 1 1 5
Tabel 3.11
Rata-rata Skor Isu-Isu Strategis
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
Total Rata-Rata
No. Isu-Isu Strategis
Skor Skor
1
Penurunan Kualitas Air Sungai, Yang Diakibatkan Oleh :
5 1
a. Pertambangan Tanpa Izin
5 1
b. Limbah Domestik
15 3
c. Aktivitas Usaha Dan/Atau Kegiatan
2 Penurunan Kualitas Udara Akibat Kebakaran Lahan Dan 1
5
Hutan
3 Berkurangnya Tutupan Hutan Dan Lahan 5 1
4 5 1
Konflik Penguasaan Lahan
5 5 1
Banjir Dan Longsor
6 Sedimentasi Sungai Dan Danau 5 1
7 Berkurangnya Keanekaragaman Hayati 5 1
8 Alih fungsi lahan akibat perkebunan masyarakat 5 1
9 Penurunan kualitas udara ambient akibat aktifitas industri dan 2
10
asap kendaraan
10 Isu penegakan hukum dan regulasi lingkungan hidup, dengan
permasalahan
masih banyaknya pengaturan hukum dan regulasi pengelolaan 10 2
lingkungan
hidup yang belum konsisten teraplikasikan
11 Isu kapasitas pemangku kepentingan dalam pengelolaan
lingkungan hidup,
dengan permasalahan rendahnya kompetensi dan sinergi 5 1
antar stakeholder
dalam pengelolaan lingkungan hidup
12 Penurunan kesuburan lahan 5 1
13 Penurunan kualitas ekosistem perairan 5 1
14 Penurunan tingkat sanitasi kawasan perkotaan 5 1
4.2 Sasaran
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan
dicapai/dihasilkan secara nyata oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu. Sasaran
memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat diukur
dan dapat dicapai. Sasaran yang ingin dicapai Dinas Lingkungan Hidup pada 5 (lima) tahun
kedepan adalah mewujudkan tujuan organisasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup
melalui peningkatan kualitas air, udara dan tutupan lahan. Berdasarkan RPJMD 2021-2026,
rumusan pernyataan Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut :
Tabel 4.1
Tujuan Jangka Menengah Dinas Lingkungan Hidup
Tahun 2021-2026
1 2 3 4 5
Terwujudnya
Indeks Kualitas
Peningkatan Indeks
Lingkungan IKLH = (30% X IKA)+(30% X IKU)+(40% X KTL) Persen 63,56
Kualitas Lingkungan
Hidup meningkat
Hidup
Terwujudnya Persentase
Pengelolaan TAHURA Terlaksananya
Pengelolaan Jumlah Luas Blok Pengelolaan
Sultan Thaha Pengelolaan Persen 0,50
TAHURA = --------------------------------------- X 100
Syaifuddin Tahura sesuai
Luas Tahura STS
Blok Pengelolaan
Tabel 4.2
Sasaran Jangka Menengah dan Target Kinerja
Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2021-2026
Kondisi
Kinerja
Target Kinerja Sasaran Pada
Sasaran Indikator Rumus Satuan Pada Tahun Ke Akhir
Sasaran Periode
Renstra
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Indeks Kualitas
Persen 76,67 77,68 78,69 79,70 80,70 81,72
Air
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan Indeks Kualitas
Persen 81,75 82,76 83,77 84,77 85,77 86,80
Hidup Terkendali Udara IKU = 100 – [50/0.9 x (Ieu – 0.1)]
Terwujudnya Persentase
Pengelolaan Terlaksananya Pengelolaan Tahura =
TAHURA Sultan Pengelolaan ((2,73%*15830)+(5,21%*15830)+(68,73%*15
Thaha Tahura sesuai Persen 0,50 11,5 12 12,5 13 49,50
830)+(15,89%*15830)+(1,41%*15830)+(5,98
Syaifuddin Blok %*15830))
Pengelolaan
Dinas Lingkungan Hidup sebagai lembaga yang menangani masalah lingkungan hidup
sangat berperan dalam mengatasi masalah kebersihan serta pengelolaan persampahan dan
pertamanan. Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat maka Dinas Lingkungan Hidup
mempunyai program serta kegiatan yang sangat menunjang sebagai tolok ukur dalam
mencapai keberhasilan pencapaian sasaran dan pelayanan publik. Adapun program dan
kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan urusan rutin dibidang administrasi
kelembagaan serta urusan wajib bagi OPD.
Program-program yang dilaksanakan mempunyai keterkaitan dengan kegiatan yang
akan menunjang pada keberhasilan program yang ditentukan, adapun kegiatan yang akan
dilaksanakan mempunyai keterkaitan pula pada hasil yang akan dicapai pada penentuan
tujuan dan sasaran kegiatan sehingga terjadi sinkronisasi antara program dan kegiatan
sebagai penunjang dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup sebagai lembaga yang menangani masalah lingkungan hidup
sangat berperan dalam mengatasi masalah kebersihan serta pengelolaan persampahan dan
pertamanan. Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat maka Dinas Lingkungan Hidup
mempunyai program serta kegiatan yang sangat menunjang sebagai tolok ukur dalam
mencapai keberhasilan pencapaian sasaran dan pelayanan publik. Adapun program dan
kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan urusan rutin dibidang administrasi
kelembagaan serta urusan wajib bagi OPD.
Program-program yang dilaksanakan mempunyai keterkaitan dengan kegiatan yang
akan menunjang pada keberhasilan program yang ditentukan, adapun kegiatan yang akan
dilaksanakan mempunyai keterkaitan pula pada hasil yang akan dicapai pada penentuan
tujuan dan sasaran kegiatan sehingga terjadi sinkronisasi antara program dan kegiatan
sebagai penunjang dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Kelompok sasaran dalam pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batan Hari adalahpemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Sedangkan
pendanaan indikatif diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan
anggarandekonsentrasi (APBN).
Penjelasan megenai rencana program, dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok
sasaran, dan pendanaan indikatif yang dijelaskan diatas dapat dilihat melalui tabel 5.1
berikut ini :
Tabel 6.1
Rencana Program, Dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, Dan Pendanaan Indikatif
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari Tahun 2021-2026
MISI/TUJUAN/ CAPAIAN KINERJA PROGRAM DAN PENDANAAN
SASASARAN/ KONDISI 2021 2022 (n+1) 2023 (n+2) 2024 (n+3) 2025 (n+4) 2026 (n+5) URUSAN
NO BIDANG/ URUSAN INDIKATOR AWAL TARGET TARGET TARGET TARGET TARGET TARGET PENANG
PEMERINTAHAN/PRO KINERJA TAHUN GUNG
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
GRAM PRIOROTAS 2020 JAWAB
PEMBANGUNAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 9 10 11 12 13 14 15
Misi III :
Menciptakan Ruang Kota yang Nyaman dan Aman,
serta menjamin tumbuhnya Ruang usaha dan iklim
investasi yang sehat.
Tujuan III.a :
Mewujudkan pemanfaatan ruang untuk kenyamanan,
keamanan dalam mendukung Kelestarian lingkungan
Tujuan III.a
Meningkatkan ketersediaan ruang kota dan ruang terbuka
yang aman dan nyaman
Sasaran III.a.
Meningkatkan ketersediaan ruang kota dan ruang terbuka
yang aman dan nyaman
Urusan
Pemerintahan
A
Bidang Kehutanan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Penguatan Kapasitas
Jumlah
dan pemberdayaan
desa yang
masyarakat di sekitar NA 3 155.996.540,00 3 180.000.000,00 2 155.000.000,00 2 155.000.000,00 3 180.000.000,00 3 180.000.000,00
dilakukan
TAHURA
pembinaan
Kabupaten/Kota
Program Pendidikan
dan Pelatihan, Persentase
Penyuluhan dan Desa sekitar
2 NA NA 10 1.000.000.000,00 12 1.000.000.000,00 15 1.000.000.000,00 17 1.000.000.000,00 20 1.000.000.000,00
Pemberdayaan Hutan yang
Masyarakat dibidang dibina
Kehutanan
Urusan Pemerintahan
Bidang
Lingkungan Hidup
Persentase
Program Pengelolaan
Penurunan
1 Keanekaragaman NA 0,50 200.000.000,00 0,50 200.000.000,00 0,50 200.000.000,00 0,50 200.000.000,00 0,50 200.000.000,00 2,50 200.000.000,00
Emisi
Hayati (KEHATI)
Udara
Persentase
Pengelolaan Terkelolany
keanekaragaman a 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
hayati kabupaten/kota keanekarag
aman hayati
Luas RTH
Pengelolaan Ruang
yang 2,5 Ha 2,5 Ha 0 13,37 Ha 200.000.000,00 13,37 Ha 200.000.000,00 13,37 Ha 200.000.000,00 13,37 Ha 200.000.000,00 13,37 Ha 200.000.000,00
Terbuka Hijau (RTH)
dikelola
Sasaran III.a.2 :
Mewujudkan Lingkungan dan Kawasan Pemukinan Yang
Sehat
Urusan Pemerintahan
Bidang Lingkungan
Hidup
Persentase
Program
sampah
1 Pengelolaan 40,60% 41,00 % 3.468.390.180,00 41,40% 3.700.000.000,00 41,81% 3.950.000.000,00 42,23% 3.650.000.000,00 42,64% 4.000.000.000,00 43,06% 4.000.000.000,00
yang
Persampahan
dikelola
Persentase
Pengelolaan Sampah pengelolaa 41,00 % 41,40% 41,81% 42,23% 42,64% 43,06%
n sampah
Pengurangan Sampah
Dengan Melakukan
a Pembatasan, Persentase 20,21 20,41 3.113.391.510,00 20,61 250.000.000,00 20,81 230.000.000,00 21,02 200.000.000,00 21,22 200.000.000,00 21,43 300.000.000,00 DLH
Pendauran Ulang Dan pengelolaa
Pemanfaatan kembali n sampah
Penanganan sampah
dengan melakukan
pemilahan
Persentase
pengumpulan
sampah
b pengangkutan 20,39 % 20,59 104.998.960,00 20,79 3.220.000.000,00 21,00 3.230.000.000,00 21,21 3.115.000.000,00 21,42 3.100.000.000,00 21,63 3.350.000.000,00
yang
pengolahan dan
ditangani
pemrosesan akhir
sampah di TPA/TPST
Kabupaten/Kota
Peningkatan peran Jumlah
serta masyarakat dalam kelompok
c 2 0 3 150.000.000,00 4 140.000.000,00 5 100.000.000,00 6 100.000.000,00 7 200.000.000,00
pengelolaan masyarkaat
persampahan yang dibina
Koordinasi dan Jumlah
sinkronisasi penyediaan tempat
d sarana dan prasarana sampah 0 411 99.999.971,00 400 100.000.000,00 400 100.000.000,00 54 85.000.000,00 400 100.000.000,00 500 150.000.000,00
pengelolaan yang
persampahan tersedia
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Persentase
Perusahaan
Program Perencanan
2 yang 100 % 100 % 249.997.880,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00
Lingkungan Hidup
memiliki Izin
Lingkungan
Persentase
Penyelenggaraan tersusun
Kajian Lingkungan dan
0 100 % 249.997.880,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 3 100.000.000,00
Hidup Strategis (KLHS) terlaksanan
Kabupaten/Kota ya KLHS
RPJMD
Tersusunny
a Dokumen
KLHS
RPJMD,
Pembuatan dan
KLHS
Pelaksanaan KLHS
RTRW, 0 2 249.997.880,00 3 100.000.000,00 3 100.000.000,00 3 100.000.000,00 3 100.000.000,00 3 100.000.000,00
RPJMD dan KLHS
IKLH,
RTRW
DIKPLHD,R
PPLH,PDB,
PDRB Hijau,
NSDALH.
Indeks
Program Pengendalian
Kualitas Air,
Pencemaran dan/ atau
3 Udara, dan 98,92 1.200.000.000,00 98,93 1.200.000.000,00 98,94 1.000.000.000,00 98,95 1.000.000.000,00 98,97 1.200.000.000,00 98,97 1.200.000.000,00 DLH
kerusakan lingkungan
Tutupan
hidup
Lahan
Meningkatn
Pencegahan ya indeks
pencemaran dan/atau kualitas air,
77,68 IKA 77,68 IKA 77,68 IKA 77,68 IKA 77,68 IKA 77,68 IKA
kerusakan lingkungan udara dan
kabupaten/kota tutupan
lahan
Koordinasi, sinkronisasi
Jumlah
dan pelaksanaan
parameter
pencegahan
kulaitas 7 7
pencemaran lingkungan 750.000.000,00 10 860.000.000,00 11 860.000.000,00 11 720.000.000,00 11 720.000.000,00 12 910.000.000,00
lingkungan parameter parameter
hidup, dilaksanakan
yang
terhadap media tanah,
terakreditasi
air, udara dan laut
Meningkatn
Penanggulangan ya Indeks
pencemaran dan/atau kualitas air,
NA 63,56 100.000.000,00 64,57 250.000.000,00 65,58 250.000.000,00 66,59 200.000.000,00 67,60 200.000.000,00 68,61 200.000.000,00
kerusakan lingkungan udara dan
kabupaten/kota tutupan
lahan
Indeks
77,68 78,69 79,70 80,71 81,72
kualitas air 76,67
Penghentian Indeks
85,79
pencemaran dan/atau kualitas 81,75 82,76 83,77 84,77 86,80
100.000.000,00 100.000.000,00 100.000.000,00 100.000.000,00 . 100.000.000,00 100.000.000,00
kerusakan lingkungan udara
hidup Indeks
kualitas
40,09 41,10 42,11 43,13 63,55 64,04
tutupan
lahan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Persentase
Program Peningkatan kelembaga
Pendidikan an/kelompo
Pelatihan dan k
4 20 % 22 % 53.999.880,00 25 % 100.000.000,00 27 % 100.000.000,00 29 % 75.000.000,00 34 % 75.000.000,00 37 % 120.000.000,00 DLH
penyuluhan masyarakat
Lingkungan Hidup peduli
untuk Masyarakat lingkungan
hidup
Persentase
Penyelenggaraan
kelembagaa
pendidikan, pelatihan,
n/kelompok
dan penyuluhan
masyarakat 100 % 53.999.880,00 100 % 100.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 75.000.000,00 100 % 100.000.000,00 100 % 120.000.000,00
lingkungan, lembaga
peduli
kemasyarakatan tingkat
lingkungan
daerah kabupaten/kota
hidup
Meningkatn
ya
kelompok/le
Pendampingan gerakan 14
mbaga 17 53.999.880,00 20 100.000.000,00 20 100.000.000,00 20 75.000.000,00 25 100.000.000,00 35 120.000.000,00
peduli lingkungan hidup Kelompok
masyarakat
yang peduli
lingkungan
Jumlah
Program Pengendalian Stakeholder
bahan Berbahaya dan yang
beracun (B3) dan Mengelola
5 38 75.000.000,00 41 75.000.000,00 44 50.000.000,00 47 50.000.000,00 50 75.000.000,00 DLH
limbah Bahan B3 dan
berbahaya dan beracun Limbah B3
(LimbahB3) Sesuai
Aturan
Persentase
Tersimpann
Penyimpanan
ya Limbah 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 50 %
sementara limbah B3
B3 sesuai
aturan
Jumlah
Verifikasi Lapangan
Stakeholder
Untuk memastikan
yang
Pemenuhan
Mengelola
Persyaratan 33 33 0 36 75.000.000,00 38 75.000.000,00 39 50.000.000,00 40 50.000.000,00 45 120.000.000,00 DLH
B3 dan
Administrasi dan
Limbah B3
Teknis Penyimpanan
Sesuai
Sementara Limbah B3
Aturan
Program Pembinaan
Persentase
dan pengawasan
Penaggungj
6 Terhadap Izin 45 45 137.979.710,00 47 200.000.000,00 48 200.000.000,00 49 150.000.000,00 50 150.000.000,00 51 250.000.000,00 DLH
awab Usaha
Lingkungan HIdup dan
yang dibina
Izin PPLH
Ketaatan
Pembinaan dan
Pelaku
Pengawasan Terhadap
Usaha
Usaha dan/atau
terhadap
Kegiatan Izin
ketentuan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Lingkungan dan Izin
izin
PPLH diterbitkan oleh
lingkungan
Pemerintah
dan izin
Kabupaten/Kota
PPLH
Fasilitasi pemenuhan
Persentase
ketentuan dan
Penaggungj
kewajiban izin 45 % 46 % 137.979.710,00 47 % 200.000.000,00 48 % 200.000.000,00 49 % 150.000.000,00 50 % 150.000.000,00 51 % 250.000.000,00 DLH
awab Usaha
lingkungan dan/atau
yang dibina
izin PPLH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
7 Program Penghargaan Persentase 25 25 % 186.997.315,00 26 % 200.000.000,00 27 % 200.000.000,00 28 % 180.000.000,00 29 % 180.000.000,00 30 % 250.000.000,00 DLH
Kelompok/
Lembaga
Lingkungan Hidup yang
Untuk Masyarakat mendapat
Penghargaa
n Nasional
Terlaksanan
ya penilaian
Pemberian kinerja
penghargaan dalam
lingkungan hidup perlindunga 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
tingkat daerah n dan
kabupaten/kota pengelolaan
lingkungan
hidup
Penilaian Kinerja
Masyarakat/Lembaga Jumlah
Masyarakat/Dunia penerima
Usaha/ Dunia penghargaa
25 25 186.997.315,00 25 200.000.000,00 25 200.000.000,00 25 180.000.000,00 25 180.000.000,00 25 250.000.000,00 DLH
Pendidikan/Filantropi n tingkat
dalam Perlindungan kabupaten
dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Prosentase
pengaduan
Program Penanganan
masyarakat
8 Pengaduan 100 % 100 % 122.510.795,00 100 % 150.000.000,00 100 % 150.000.000,00 100 % 125.000.000,00 100 % 125.000.000,00 100 % 150.000.000,00 DLH
yang
Lingkungan Hidup
ditindaklanju
ti
Penyelesaian
Pengaduan Masyarakat Persentase
di Bidang Perlindungan pengaduan
dan Pengelolaan masyarakat
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Lingkungan Hidup yang
(PPLH) ditindaklanju
ti
Kabupaten.Kota
Prosentase
Pengelolaan pengaduan
pengaduan masyarakat masyarakat
5 Kasus 5 Kasus 122.510.795,00 5 Kasus 150.000.000,00 5 Kasus 150.000.000,00 5 Kasus 125.000.000,00 5 Kasus 125.000.000,00 5 Kasus 150.000.000,00 DLH
terhadap PPLH yang
Kabupaten/Kota ditindaklanju
ti
Koordinasi dan
sinkronisasi penerapan Persentase
sanksi administrasi, penurunan
penyelesaian sengketa, pelanggaran
90% 90% 0 95% 90.000.000,00 95% 90.000.000,00 95% 80.000.000,00 95% 80.000.000,00 100% 90.000.000,00
dan/atau penyidikan dibidang
lingkungan hidup diluar lingkungan
pengadilan atau melalui hidup
pengadilan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
10 Program Penunjang
Urusan Pemerintahan
Daerah
Kabupaten/Kota
Perencanaan,
Tersusunny
Penganggaran, dan
a dokumen
Evaluasi kinerja 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
perencanaa
perangkat daerah
n
Jumlah
Penyusunan dokumen dokumen
perencanaan perencanaa 3 4 12.857.000,00 4 14.142.700,00 4 15.556.970,00 4 15.556.970,00 4 15.556.970,00 4 15.556.970,00
perangkat daerah n yang
tersusun
Administrasi Terlaksanan
Keuangan Perangkat ya
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Daerah administrasi
keuangan
Tersedianya
Penyediaan Gaji dan gaji dan
1 100 % 100 % 5.095.938.127,00 100 % 5.605.531.939,00 100 % 6.166.085.132,90 100 % 6.782.693.645,00 100 % 7.460.303.009,50 100 % 8.206.333.309,90
Tunjangan ASN tunjangan
ASN
Persentase
Koordinasi dan terlaksanan
2 pelaksanaan akuntansi ya 100,00% 100,00% 4.750.251,00 100,00% 5.225.276,10 100,00% 5.747.802,61 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87
SKPD Akuntansi
SKPD
Persentase
Koordinasi dan
penyelesaia
penyusunan Laporan
3 n laporan 100 % 100 % 4.750.251,00 100,00% 5.225.276,10 100,00% 5.747.802,61 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87
Keuangan Akhir Tahun
keuangan
SKPD
akhir tahun
Persentase
Pengelolaan dan penyiapan
penyiapan bahan bahan
4 100 % 100 % 4.750.251,00 100,00% 5.225.276,10 100,00% 5.747.802,61 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87
tanggapan tanggapan
pemeriksaan pemeriksaa
n
Persentase
penyusunan
Koordinasi dan
laporan
penyusunan laporan
keuangan
5 keuangan bulanan, 100 % 100 % 4.750.251,00 100,00% 5.225.276,10 100,00% 5.747.802,61 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87 100,00% 6.322.582,87
bulanan,
triwulan/semesteran
triwulan/sem
SKPD
esteran
SKPD
Administrasi Terlaksanan
Kepegawaian ya
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Perangkat Daerah administrasi
kepegawaia
n
Jumlah
Tersedianya
Pengadaan pakaian dinas pakaian
beserta atribut dinas dan 0 88 35.000.000,00 88 38.500.000,00 88 42.350.000,00 88 46.585.000,00 88 51.243.500,00 88 51.243.500
kelengkapannya atribut
kelengkapa
nnga
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Jumlah ASN
yang
mengikuti
Penyelenggaraan
Pendidikan
Pendidikan dan 0 48 150.000.000,00 48 165.000.000,00 48 181.500.000,00 48 181.500.000,00 48 181.500.000,00 48 181.500.000,00
dan
Pelatihan/Bimbingan Teknis
Pelatihan/Bi
mbingan
Teknis
Administrasi Umum Terlaksanan
Perangkat Daerah ya
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
administrasi
umum
Jumlah
Tersedianya
Penyediaan komponen
instalasi
instalasi
1 listrik/pener 12 jenis 15 jenis 13.700.000,00 20 jenis 15.070.000,00 22 jenis 16.577.000,00 24 jenis 18.657.700,00 26 jenis 18.657.700,00 28 jenis 20.523.470,00
listrik/penerangan
angan
bangunan kantor
bangunan
kantor
Jumlah
Tersedianya
Penyediaan peralatan
peralatan
2 dan perlengkapan 0 10 115.000.000,00 12 126.000.000,00 14 138.600.000,00 16 152.460.000,00 18 167.246.000,00 18 167.246.000,00
dan
kantor
perlengkapa
n kantor
Jumlah
Tersedianya
Penyediaan peralatan
3 peralatan 0 3 Jenis 7.500.000,00 3 Jenis 8.250.000,00 3 Jenis 9.075.000 3 Jenis 9.982.500,00 3 Jenis 10.980.750,00 3 Jenis 7.500.000,00
rumah tangga
rumah
tangga
Jumlah
tersedinya
Penydiaan bahan
4 bahan 5 20 jenis 30.158.000,00 6 jenis 33.173.800,00 6 jenis 36.491.180,00 6 jenis 36.491.180,00 6 jenis 36.491.180,00 6 jenis 40.140.100,00
logistik kantor
logistic
kantor
Jumlah
tersedianya
Penyediaan barang
barang
5 cetakan dan 12 20 bahan 24.000.000,00 20 bahan 26.400.000,00 20 bahan 29.040.000,00 20 bahan 31.944.000,00 20 bahan 31.944.000,00 20 bahan 35.138.400,00
cetakan dan
penggandaan
penggandaa
n
Tersedianya
bahan
Penyediaan bahan
bacaan dan
6 bacaan dan peraturan 4 10 12.150.000,00 10 12.150.000,00 10 12.150.000,00 10 12.150.000,00 10 12.150.000,00 10 12.150.000,00
peraturan
perundang-undangan
perundang-
undangan
Terlaksanan
ya rapat
Penyelenggaraan
koordinasi
rapat koordinasi dan
7 dan 100 % 100 % 485.000.000,00 100 % 485.000.000,00 100 % 553.500.000,00 100 % 553.500.000,00 100 % 553.500.000,00 100 % 553.500.000,00
konsltasi SKPD
konsultasi
SKPD di
dalam dan
luar daerah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Penyediaan Jasa Tersedinya 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
7.1 Indikator Kinerja yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
Indikator kinerja adalah alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif
untuk masukan, proses, keluaran, hasil dan/atau dampak yang menggambarkan tingkat
capaian kinerja suatu sasaran, program atau kegiatan, Indikator kinerja Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten Batang Hari yang mengacu pada tujuan dan sasaran revisi RPJMD
Kabupaten Batang Hari disampaikan dalam Tabel berikut ini :
Tabel 6.1
Indikator Kinerja Dinas Lingkkungan Hidup Kabupaten Batang Hari
Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
Kondisi
Kinerja Pada
TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN Kondisi
Awal Periode
Kinerja Pada
No Indikator RPJMD
AKhir Periode
Tahun ke 0 Tahun ke 1 Tahun ke 2 Tahun ke 3 Tahun ke 4 Tahun ke 5
RPJMD
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
Tahun 2021
2022 2023 2024 2025 2026
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Indeks
Kualitas
1 Lingkungan 63,56 64,57 65,58 66,59 67,60 68,61 68,61
Hidup
Meningkat
Persentase
Terlaksananya
Pengelolaan
0,50 0,50 11,5 12 12,5 13 50,00
Tahura sesuai
2 Blok
Pengelolaan
Bab 8 Penutup
8.1 Pedoman Transisi
yang baik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra ini dapat
tercapai.
3. Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari akan dijabarkan
dalam Rencana Kerja (Renja) yang merupakan dokumen perencanaan tahunan dalam
kurun waktu tahun 2021 hingga tahun 2026. Untuk menjaga konsistensi dan
keselarasan kebijakan, program dan kegiatan, maka Penyusunan Renja Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari wajib berpedoman pada Renstra Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari.
4. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan serta memastikan pencapaian target-target Renstra
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari, maka perlu dilakukan
pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan, pelaksanaan dan hasil program dan
kegiatan Renstra secara berkala.
5. Apabila terjadi perubahan kebijakan pembangunan di tingkat nasional dan atau
daerah, maka dapat dilakukan perubahan Renstra Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang Hari sesuai dengan kaidah dan ketentuan perundang-undangan
yang berlaku.
PARLAUNGAN