PROPOSAL TESIS
PENGARUH PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI TERHADAP
KINERJA KARYAWAN DI PT BANK CENTRAL ASIA TBK REGION 9
KALIMANTAN SELATAN
M. SIDIK RUSYADI
NIM 2020318310003
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2021
PROPOSAL TESIS
PENGARUH PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI TERHADAP
KINERJA KARYAWAN DI PT BANK CENTRAL ASIA TBK REGION 9
KALIMANTAN SELATAN
M. SIDIK RUSYADI
NIM 2020318310003
Proposal Tesis
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Magister Manajemen
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2021
judul proposal : Pengaruh Proses Rekrutmen dan Seleksi Terhadap
Kinerja Karyawan di PT Bank Central Asia Tbk
Region 9 Kalimantan Selatan
Nama : M. Sidik Rusyadi
NIM : 2020318310003
Disetujui,
Komisi Pembimbing
Nama Ketua Kombing lengkap dengan nama gelar
Nama Anggota Kombing I Nama Anggota Kombing II
Diketahui
Koordinator Prodi Magister Manajemen PPs ULM
Nama Koordinator Program Studi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada era globalisasi seperti saat ini, perusahaan-perusahaan dituntut agar
dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Salah satu faktor utama
kelangsungan hidup serta pertumbuhan perusahaan adalah keberhasilan dalam
mengelola sumber daya manusia. Saat ini elemen sumber daya manusia dianggap
sebagai sumber daya yang sangat penting bagi perusahaan, terutama perusahaan
jasa yang bergantung kepada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki untuk
memberikan kualitas layanan terbaik. Agar dapat mengelola sumber daya manusia
dengan baik maka diperlukan sinergi antara karyawan, pimpinan serta sistem
pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan oleh perusahaan. Perpaduan
yang sinergis antara ketiga hal tersebut diharapkan akan menghasilkan lingkungan
kerja yang kondusif sehingga baik pimpinan maupun karyawan dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Lingkungan kerja yang kondusif
diharapkan dapat menciptakan kepuasan kerja bagi karyawan yang dimana hal
tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas
bagi perusahaan. Apabila karyawan merasakan ketidakpuasan dalam bekerja di
perusahaan hal tersebut merupakan titik awal masalah yang akan menyebabkan
turunnya motivasi, serta kualitas output yang dihasilkan oleh karyawan.
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya sangat
dipengaruhi kinerja yang dihasilkan karyawannya, dan tentu saja perusahaan akan
selalu berusaha untuk terus meningkatkan kinerja karyawannya. Menurut
(Mangkunegara, 2008), kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Salah satu cara perusahaan mendapatkan karyawan yang menghasilkan
tingkat kinerja tinggi adalah dengan memperhatikan proses rekrutmen dan seleksi.
Perusahaan diharuskan mencari calon karyawan yang sesuai dengan kualifikasi
yang telah ditetapkan perusahaan agar mampu mengerjakan tugas-tugas yang akan
diberikan dalam pekerjaan. Jika proses rekrutmen dan seleksi tidak diperhatikan
dengan baik maka akan memunculkan kemungkinan karyawan tersebut tidak
mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik, karena sesuai
dengan yang diutarakan (Mondy, 2008) proses rekrutmen didefinisikan “...is the
process of attracting individuals on a timely basis, in sufficient numbers, and with
appropriate qualifications, to apply for jobs with an organizaiton”, sedangkan
seleksi merupakan “...is the process of choosing from a group of applicants the
individual best suited for a particular position and the organization”. Dari kedua
teori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa proses rekrutmen dan seleksi
merupakan salah satu proses yang terpenting dalam menentukan kualifikasi
karyawan yang dibutuhkan perusahaan dan menempatkan karyawan tersebut di
posisi yang sesuai dengan kemampuannya agar karyawan dapat membantu
perusahaan dalam mencapai tujuannya dan siap bersaing dengan perusahaan lain.
Pada setiap usaha yang bergerak dalam berbagai sektor bisnis tentunya
tidak lepas dari kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM" yang berkualitas,
karena hal tersebut merupakan hal yang penting bagi perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan. Faktor sumber daya manusia mempunyai prosentase yang
sangat besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya.
Untuk mewujudkan semua itu perusahaan mengadakan rekrutmen untuk
mendapatkan SDM yang berkompeten dalam bidangnya, perusahaan
membutuhkan orang-orang yang benar&benar mampu memberikan fikiran,
tenaga, bakat, kreativitas maupun usahanya. Perusahaan yang mampu bersaing di
pasar global adalah perusahan yang mempunyai karyawan atau SDM yang
berbasis ilmu pengetahuan dan memiliki softskill. karyawan pada dasarnya
merupakan asset perusahaan yang terpenting, bahkan dapat dikatakan bahwa
karyawan merupakan bagian dari perusahaan.
karyawan sebagai bagian dari perusahaan hendaknya secara efektif ikut
serta dalam memajukan dan memberikan nilai plus kepada perusahan dalam setiap
aspek yang sesuai dengan kemampuan dan kompetisinya. berhasil atau tidaknya
perusahaan dalam mencapai tujuan dan target operasional tidak terlepas dari peran
karyawan yang berkompeten dan berintegritas tinggi.
Masalah Seleksi karyawan merupakan kegiatan yang sangat penting
karena merupakan proses awal perusahaan untuk dapat menilai kualitas SDM
yang akan bekerja sama dengan perusahaan dalam mencapai tujuan yang
ditetapkan perusahaan, karena peranan karyawan yang berkualitas sangat
menunjang dan mendukung dalam efektifitas perusahaan. Penilaian calon
karyawan melalui Seleksi karyawan dapat menghasilkan SDM yang Benar-
benar berkualitas, hasil yang diperoleh tergantung dari kualitas sistem
Seleksi karyawan yang diterapkan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Maka
biasanya suatu perusahaan memiliki beberapa prosedur yang diterapkan pada
proses Seleksi.
PT Bank Central Asia Tbk adalah sebuah bank swasta nasional yang
selama 60 tahun lebih tetap dapat mempertahankan diri sebagai bank pilihan
masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari komitmen PT Bank Central Asia Tbk
untuk mengembangkan sumber daya manusia sebagai aset penting yang
diperlukan dalam mendukung implementasi inisiatif strategis sekaligus
memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabah. Dengan perkembangan yang
begitu pesat pada PT Bank Central Asia Tbk, dibutuhkan ketersediaan SDM yang
memadai untuk menunjang perkembangan bisnis tersebut. oleh karena itu PT
Bank Central Asia Tbk mengadakan Seleksi karyawan yang dilakukan
menyesuaikan dengan kebutuhan.
Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan harus mampu memahami
bagaimana cara terbaik dalam mengelola Seleksi karyawan yang berasal dari latar
belakang, keahlian, dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga karyawan dapat
bekerja sesuai dengan keahlian dan jenis pekerjaan yang diberikan.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Pengaruh Proses Rekrutmen dan Seleksi Terhadap Kinerja
Karyawan di PT Bank Central Asia Tbk Region 9 Kalimantan Selatan”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah
yaitu “apakah ada pengaruh Proses Rekrutmen Dan Seleksi Terhadap Kinera
Karyawan di PT Bank Central Asia Tbk Region 9 Kalimantan Selatan”
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan mengadakan penelitian adalah untuk mengetahui sistem
rekrutmen dan seleksi karyawan serta pengaruhnya terhadap kinerja karyawan di
PT Bank Central Asia Tbk Region 9 Kalimantan Selatan
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat :
1. Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan masukan dan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
pelasanakan rekrutmen dan seleksi karyawan dan pengaruhnya terhadap
kinerja karyawan.
2. Manfaat teoritis
Untuk meningkatkan ilmu pengatahuan dan pemahaman penulis tentang
prosedur rekrutmen dan seleksi karyawan dan sebagai bahan masukan dan
perbandingan tentang prosedur seleksi karyawan dengan perusahaan yang
lain yang sejenis.
1.5 Hepotesis
Hepotesis yang di bangun pada penelitian ini adalah :
H1 = ada pengaruh rekrutmen dan seleksi karyawan terhadap kinerja
karyawan
H0 = tidak ada pengaruh rekrutmen dan seleksi karyawan terhadap
kinerja karyawan
1.6 Asumsi dan Lingkup Masalah
1.6.1 Asumsi
Asumsi yang digunakan adalah data-data yang dikumpulkan oleh Peneliti
tidak bias jika digunakan di masa akan datang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Tentang Kinerja Karyawan
2.1.1 Definisi Kinerja Karyawan
Kinerja merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan
kesempatan yang dinilai dari hasil kerjanya. Kinerja disini dapat
dikatakan juga sebagai hasil kerja seorang karyawan dalam suatu
perusahaan. Kinerja dapat diukur melalui evaluasi dan penilaian
kinerja. Selanjutnya hasil dari penilaian kinerja tersebut digunakan
oleh perusahaan khususnya manajer HRD (human resource
development) sebagai informasi dasar yang akan digunakan untuk
mengevaluasi keefektifan dan kesuksesan berbagai kebijakan sumber
daya manusia mulai dari proses rekrutmen, seleksi, orientasi,
penempatan, pelatihan dan berbagai proses lainnya (Hanggreani, 2012,
hal. 122).
Evaluasi kinerja sumber daya manusia merupakan kegiatan
mengukur dan menilai prestasi kerja sumber daya manusia dalam
menggunakan material, alat kerja, metode kerja, modal kerja dan
informasi untuk mencapai sasaran kerja. Sumber daya manusia yang
dievaluasi kinerjanya meliputi seluruh sumber daya manusia di
berbagai level sumber daya manusia divisi marketing, sumber daya
manusia divisi produksi dan sumber daya manusia divisi keuangan
(Prawironegoro & Utari, 2016).
Sehingga dengan demikian kinerja dari seorang karyawan akan
mempengaruhi dan menentukan kinerja dari perusahaan, maka sangat
diperlukan melakukan berbagai strategi yang efektif dan efisien dalam
rangka meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja karyawan, salah
satunya adalah lebih selektif terhadap pemilihan calon karyawan dan
berhati-hati dalam proses rekrutmen.
Konsep kinerja merupakan singkatam dari kinetika energi
kerja. Kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau
indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalamwaktu
tertentu. Istilah kinerja juga dapat digunakan untukmenunjukkan
keluaran perusahaan, alat, fungsi-fungsi manajemen (produksi,
pemasaran, keuangan) atau keluaran seorang pegawai (Wirawan, 2009,
hal. 5-6). Selain itu menurut Bernardin dan Russell, kinerja merupakan
catatan out-come yang dihasilkan dari fungsi pegawai tertentu atau
kegiatan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Pengertian
kinerja di sini tidak bermaksud menilai karakteristik individu tetapi
mengacu pada serangkaian hasil yang diperoleh selama periode waktu
tertentu (Suliswati & Rosidah, 2009, hal. 276).
2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Kaswan, faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan
salah satunya adalah aspek seleksi. Terkait seberapa cermat atau ketat
perusahaan dalam menyeleksi tenaga kerja, karena karyawan yang
tidak cocok dengan pekerjaannya akan memicu overstafing dan biaya
tenaga kerja yang berlebihan. Jika perusahaan mempunyai komitmen
terhadap kinerja maka harus mempertimbangkan semua faktor yang
mempengaruhi kinerja, salah satunya adalah seleksi (Kaswan, 2000,
hal. 67).
Kinerja pegawai merupakan hasil sinergi dari sejumlah faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Lingkungan Eksternal
Faktor ini meliputi, kehidupan ekonomi, kehidupan politik,
kehidupan sosial, budaya dan agama masyarakat dan kompetitor.
2. Lingkungan Internal Karyawab
Faktor ini meliputi, bakat dan sifat pribadi, kreativitas, pengetahuan
dan keterampilan, kompetensi, pengalaman kerja, keadaan fisik dan
keadaan psikologi. Selain itu dalam faktor ini juga dipengaruhi oleh
perilaku kerja karyawan yang meliputi, etos kerja, disiplin kerja,
motivasi kerja, sikap kerja, keterlibatan kerja, kepuasan kerja dan
keloyalan.
3. Lingkungan Internal Organisasi
Faktor ini melipusi, visi, misi dan tujuan organisasi; kebijakan
organisasi; bahan mentah; teknologi; strategi organisasi; sistem
manajemen; kompensasi; kepemimpinan; modal; budaya
organisasi; iklim organisasi; dan teman sekerja.
2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Karyawan
Setiap indikator kinerja diukur berdasarkan kriteria
standar tertentu. Dalam mengukur kinerja, terdapat kriteria atau
ukuran. Kriteria tersebut antara lain:
1. Kualitatif
Ukuran kuantitatif dapat diukur dengan menghitung seberapa
banyak unit keluaran kinerja harus dicapai dalam kurun
waktu tertentu.
2. Kuantitatif
Melukiskan seberpa baik atau seberapa lengkap hasil harus
dicapai. Standar ini dapat diekspresikan dengan sebagai
tingkat kesalahan seperti jumlah atau presentase kesalahan
yang diperoleh perunit hasil kerja.
3. Ketepatan Waktu Pelaksanaan Tugas dan Penyelesaian
Produk
Kriteria yang menentukan keterbatasan waktu untuk suatu
produk, membuat sesuatu atau melayani sesuatu. Kriteria ini
menjawab pertanyaan, seperti kapan, berapa cepat, atau
dalam periode apa.
4. Efektivitas Pengunaan Sumber Organisasi
Standar ini dijadikan indikator jika untuk mengerjakan suatu
pekerjaan disyaratkan menggunakan jumlah sumber tertentu,
seperti uang dan bahan baku.
5. Cara melakukan pekerjaan
Digunakan sebagai standar kinerja jika kontak personel, sikap
personal atau perilaku karyawan merupakan faktor penentu
keberhasilan melaksanakan pekerjaan.
6. Efek atas suatu upaya
Pengukuran yang diekspresikan akibat akhir yang diharapkan
akan diperoleh dengan bekerja.
7. Metode melaksanakan tugas
Standar yang digunakan juga dilakukan jika ada undang-
undang, kebijakan, prosedur standar, metode dan peraturan
untuk menyelesaikan tugas atau jika cara pengecualian
ditentukan tidak dapat diterima
8. Standar Sejarah
Standar yang menyatakan hubungan antara standar masa lalu
dengan standar sekarang.
9. Standar Nol atau Absolut
Standar yang menyatakan tidak akan terjadi sesuatu.
Standar ini dipakai jika ada alternatif lain
2.2 Tinjauan Tentang Seleksi
Proses seleksi merupakan satu bagian yang teramat penting
dalam keseluruhan proses manajemen sumber daya manusia.
Dikarenakan terdapatnya sekelompok pegawai yang memenuhi
tuntutan organisasional atau tidak sangat tergantung pada cermat
tidaknya proses seleksi dilakukan (Siagian, 2016, hal. 131)
Kegiatan seleksi memiliki arti yang sangat strategis dan
penting bagi perusahaan. Apabila proses seleksi dilaksanakan sesuai
dengan prinsip-prinsip manajemen SDM, maka proses seleksi akan
mampu menghasilkan karyawan terpilih yang dapat memberikan
kontribusi positif bagi perusahaan. Akan tetapi apabila proses ini
dilaksanakan secara tidak baik, maka perusahaan akan memperoleh
dampak negatif karena mungkin saja didapatkan bukan karyawan
yang terpilih dan cocok dengan kebutuhan perusahaan (Yusuf, 2015,
hal. 114)
Proses seleksi dilaksanakan dengan mencari calon karyawan
yang memiliki kemampuan intelegensia yang tinggi dan tekad yang
kuat dalam melaksanakan pekerjaan. Setrategi seleksi turut
mempertimbangkan kecocokan antara individu dan perusahaan, di
samping mempertimbangkan faktor pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan yang dimiliki oleh calon karyawan. Semakin efektif
proses seleksi, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan
pegawai yang tepat bagi perusahaan, selain itu seleksi yang efektif
akan berpengaruh langsung pada prestasi kerja karyawan dan
kinerja finansial perusahaan (Badriyah, 2015, hal. 103-104).
Seleksi adalah pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia.
Menurut Hasibuan, seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan
penentuan pelamar yang diterima atau ditolak untuk menjadi
karyawan perusahaan. Seleksi ini didasarkan pada spesifikasi tertentu
dari perusahaan yang bersangkutan.
Sedangkan menurut Simora, seleksi adalah proses dengannya
sebuah perusahaan memilih dari sekelompok pelamar, orang atau
orang-orang yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang
tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini (Simora, 2001,
hal. 254).
Menurut Jackson, Schuler dan Werner, seleksi adalah proses
memperoleh dan menggunakan informasi tentang para pelamar kerja
untuk menentukan siapa yang akan dipekerjakan untuk mengisi
jabatan dalam jangka waktu lama atau sebentar. (Jackson, Shuler, &
Werner, 2010, hal. 249).
Sedangkan proses seleksi diartikan sebagai proses pemilihan
kandidat-kandidat yang telah terkumpul untuk mengisi suatu posisi
atau pekerjaan di dalam organisasi yang dianggap memenuhi
kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.
Proses seleksi ini dilakukan ketika kandidat-kandidat terbaik
telah dikumpulkan dan kemudian dipilih yang baik diantara yang
paling baik. Di mana keputusan menerima berdasarkan kriteria yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Seleksi pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan tenaga
kerja yang memenuhi syarat dan memiliki kualifikasi yang sesuai
dengan deskripsi pekerjan yang ada atau sesuai dengan kebutuhan
organisasi atau perusahaan. Mengarah pada tujuan seleksi yang
demikian itu, setiap organisasi yang bersangkutan senantiasa akan
berusaha dengan biaya yang serendah mungkin dengan
menggunakan cara yang paling efisien dan efektif.
Menurut Jackson, Schuler dan Werner, tujuan dilakukannya
seleksi adalah untuk memprediksi kinerja seperti apa yang nanti akan
ditunjukkan oleh para pelamar dalam pekerjaan yang tersedia dan
juga dalam pekerjaan yang akan dipegang para pegawai baru ini di
masa yang akan datang pada perusahaan tersebut.
2.2.1 Kriteria Dasar dalam Seleksi
Untuk mendapatkan SDM yang berdaya guna dan berhasil
guna maka diperlukan beberapa kriteria sebagai dasar dalam
mengadakan seleksi (Ardana & dkk, 2012, hal. 70-71), yakni sebagai
berikut:
1. Seleksi Berpedoman pada Analisis Jabatan
Dalam deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan yang merupakan
hasil dari analisis jabatan tercantum rincian tugas dan tanggung
jawab yang harus dipenuhi oleh para pelamar.
2. Seleksi Harus Efektif dan Efesien
Proses seleksi harus dilaksanakan tepat sesuai dengan alokasi
waktu, dana dan rencana yang telah ditetapkan, serta dapat
memilih SDM yang tepat.
3. Seleksi Bepedoman pada Perencanaan Sumber Daya Manusia
Dalam perencanaan kebutuhan jumlah SDM tergantung pada
berapa jumlah SDM yang diperlukan untuk mengisi lowongan
pekerjaan yang tersedia.
4. Seleksi Harus Memperhatikan Ketentuan dan Peraturan yang
Berlaku.
Hal tersebut harus diperhatikan ketika melakukan seleksi.
Misalnya ketentuan tentang melarang untuk memperkerjakan
tenaga kerja dibawah umur. Seleksi juga memperhatikan etika
dan norma agama dengan menyesuaikan pada kondisi adat
istiadat setempat.
5. Seleksi harus dilaksanakan Objektif dan Jujur
Para penyeleksi harus berlaku obyektif dan lebih menekankan
pertimbangan yang rasional dari pada perasaan dan menghitung-
hitung uang sogokan atau suap demi memperkaya diri pribadi.
Para penyeleksi jujur dalam bertindak terhadap semua para
pelamar tanpa membedakan orang dan tidak menyembunyikan
sesuatu yang dianggap merugikan pihak pelamar atau
menguntungkan segelintir orang pelamar yang dibantunya
2.2.2 Kualifikasi yang Menjadi Dasara Seleksi
Pada umumnya, beberapa kualifikasi berikut ini menjadi
dasar dalam proses seleksi (Samsudin, 2006, hal. 96-99):
1. Keahlian
Keahlian merupakan salah satu kualifikasi utama yang
menjadi dasar dalam proses seleksi. Keahlian digolongkan
menjadi technical skill (keahlian teknik), human skill
(kemampuan dalam memimpin) dan conceptual skill (harus
dimiliki oleh manajer puncak untuk mengkoordinasikan
bawahannya).
2. Pengalaman
Suatu organisasi akan cenderung memilih pelamar yang
berpengalaman dari pada tidak berpengalaman karena
dipandang lebih mampu melaksanakan tugasnya.
3. Usia
Usia pelamar yang terbaik adalah pelamar-pelamar yang
berusia sedang dengan kualitas yang disesuaikan dengan
keperluan organisasi atau perusahaan.
4. Jenis Kelamin
Masalah jenis kelamin menjadi salah satu dasar dalam proses
seleksi. Ada jabatan yang memang dikhususkan untuk pria
dan ada yang dikhususnkan untuk wanita. Contohnya
perundang-undangan sosial yang melarang setiap perusahaan
memperkerjakan wanita di pertambangan dan wanita tidak
boleh dipekerjakan di malam hari, kecuali perawat kesehatan
rumah sakit. Dengan demikian bagian manajemen sumber
daya manusia perlu mempertimbangkan perundang-undangan
sosial yang berlaku.
5. Pendidikan
Kualifikasi pelamar merupakan cermin dari hasil pendidikan
dan pelatihan sebelumnya, yang akan menetukan hasil seleksi
selanjutnya dan kemungkinan penempatannya dalam suatu
organisasi. Sehingga the right man on the right place akan
dapat diterapkan. Tanpa adanya latar belakang pendidikan
tersebut maka proses pemilihan atau seleksi akan menjadi
sulit.
6. Kondisi Fisik
Suatu organisasi secara optimal akan senantiasa ingin
memperoleh tenaga kerja yang sehat jasmani dan rohani
kemudian memiliki postur tubuh yang cukup baik, terutama
untuk jabatan-jabatan tertentu.
7. Tampang
Tampang menjadi salah satu kualifikasi pada jabatan- jabatan
tertentu, yang menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam
melaksanakan tugasnya , misalnya sebagai pramugari,
pelayan toko dan hubungan masyarakat.
8. Bakat
Bakat atau aptitude seorang calon pelamar turut pula
memegang kunci sukses dalam proses seleksi. Bakat ini dapat
tampak pada tes-tes, baik fisik maupun psikologis, yang
selanjutnya bakat tersebut dapat dikembangkan.
9. Tempramen
Temprmen adalah pembawaan seseorang. Tempramen
seseorang itu bermacam-macam, ada yang periang, tenang
dan tentram, bersemangat, pemarah, pemurung, pesimis dan
sebagainya. Tempramen-tempramen ini akan menentukan
pula sukses tidaknya seleksi atau tempat yang cocok bagi
seorang pelamar bila diterima dalam suatu organisasi.
10. Karakter
Karakter adalah faktor exogen. Karakter seseorang dapat
diubah melalui pendidikan.
2.2.3 Prosedur Pemilihan Sumber Daya Manusia
Meskipun menilai sesorang merupakan suatu pekerjaan
yang sulit, namun keberhasilan seleksi sumber daya manusia
akan sangat membantu keberhasilan perusahaan. Berikut ini
adalah prosedur yang bisa dipergunakan dalam pemilihan calon
tenaga kerja meliputi:
1) Seleksi Administrasi
2) Wawancara Pendahuluan
3) Formulir Lamaran Pekerjaan
4) Pemeriksaan Referensi
5) Tes Psikologi
6) Wawancara Lanjutan
7) Pemeriksaan Kesehatan
8) Persetujuan Atasan Langsung
2.3 Tinjauan Tentang Rekrutman Karyawan
2.3.1 Pengertian Rekrutmen
Rekrutmen diartikan sebagai proses penarikan sejumlah calon
yang berpotensi untuk diseleksi menjadi pegawai. Proses ini
dilakukan dengan mendorong atau merangsang calon yang
mempunyai potensi untuk mengajukan lamaran dan berakhir
dengan didapatkannya sejumlah calon. Atau, dapat juga
dikatakan sebagai upaya pencarian sejumlah calon karyawan
yang memenuhi syarat dan jumlah tertentu sehingga dari mereka
perusahaan dapat menyeleksi orang yang paling tepat untuk
mengisi lowongan kerja yang ada. (Hariandja, 2007, hal. 96-97)
Untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan tujuan
perusahaan, salah satunya adalah dengan melakukan proses
rekrutmen. Rekrutmen sumber daya manusia adalah suatu proses
pencarian dan pemikatan para calon tenaga kerja (karyawan)
yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana kebutuhan
suatu organisasi.
2.3.2 Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen dimulai ketika para pelamar dicari dan
berakhir bila lamaran-lamaran (aplikasi) diserahkan. Hasilnya
adalah sekumpulan pencari kerja dimana para karyawan baru
diseleksi. Proses penarikan penting karena kualitas sumber daya
manusia organisasi tergantung pada kualitas penarikannya
(Handoko, 1989, hal. 69).
Menurut Simamora, proses rekrutmen terdiri atas beberapa
kegiatan sebagai berikut (Simamora, 2004, hal. 221):
a. Penyusunan strategi merekrut
b. Pencarian pelamar-pelamar kerja
c. Penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok
d. Pembuatan kumpulan pelamar
2.3.3 Sistem Rekrutmen
Menurut Saksono ada tiga sistem rekrutmen tenaga kerja
(Sakroso, 1995, hal. 30),yaitu:
a. Sistem Patronage (kawan)
yaitu sistem penarikan karyawan yang didasarkan adanya
hubungan subyektif, yaitu hubungan yang diperhitungkan
antara subyek-subyeknya baik hubungan politik maupun non
politik.
b. Sistem Meryt (kecakapan)
yaitu penarikan karyawan yang didasarkan pada kecakapan,
bakat, pengalaman, kesehatan sesuai dengan kriteria yang
telah dibuat sebelumnya.
c. Sistem Carier (meningkat)
yaitu memberikan kesempatan pada pegawai atau karyawan
untuk mengembangkan bakat serta kecakapan selama dia
mampu bekerja dengan harapan dapat naik jabatan sampai
pada batas kemampuannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ardana, K., & dkk. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Badriyah, M. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka
Setia.
Handoko, H. (1989). Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia.
Yogyakarta: BPEFE.
Hanggreani, D. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Hariandja, M. T. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia Pengadaan,
Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas
Pegawai. Jakarta: PT. Grasindo.
Jackson, S. E., Shuler, R. S., & Werner, S. (2010). Pengelolaan Sumber DAya
Manusia (10 ed.). (B. Prihartanto, Penerj.) Jakarta: Salemba Empat.
Kaswan. (2000). Manajamen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, A. P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mondy, R. W. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (10 ed.). Jakarta:
Erlangga.
Prawironegoro, D., & Utari, D. (2016). Manajemen SDM Abad 21. Jakarta: Mitra
Wacana Media.
Sakroso, S. (1995). Administrasi Kepegawaian. Yogyakarta: Kanisius.
Samsudin, S. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka
Setia.
Siagian, S. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Simamora, H. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Pradnya
Paramitha.
Simora, H. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomu YKPN.
Suliswati, A. T., & Rosidah. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep,
Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Wirawan. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori, Aplikasi, dan
Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
Yusuf, B. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Keuangan
Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.