100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
262 tayangan4 halaman

Sop Resusitasi Jantung Paru

SOP Resusitasi Jantung Paru menjelaskan langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung pasien dengan melakukan penilaian kesadaran, pernafasan, denyut nadi, pemberian nafas buatan dan kompresi jantung secara bergantian sampai timbul nafas spontan atau pasien dinyatakan meninggal.

Diunggah oleh

Omah Sprei
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
262 tayangan4 halaman

Sop Resusitasi Jantung Paru

SOP Resusitasi Jantung Paru menjelaskan langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung pasien dengan melakukan penilaian kesadaran, pernafasan, denyut nadi, pemberian nafas buatan dan kompresi jantung secara bergantian sampai timbul nafas spontan atau pasien dinyatakan meninggal.

Diunggah oleh

Omah Sprei
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPO RESUSITASI JANTUNG PARU

No. Dokumen : SOP/UGD-15/


2016

No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 04 Januari 2016

Halaman : 1/4

1. Pengertian Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan untuk mengembalikan


fungsi pernafasan dan jantung guna kelangsungan hidup pasien
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah- langkah untuk mengembalikan
fungsi jantung dan paru
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Plandaan No.188.4/100.6/415.25.15/2015
tentang Penanganan Pasien Gawat Darurat atau Resiko Tinggi

4. Referensi Materi Pelatihan PPGD (Penanggulangan Penderita Gawat Darurat),


Bidang Pendidikan dan Pelatihan PPNI Jawa Timur
5. Alat dan Bahan Alat :
1. Alat pelindung diri (masker, hanscoon)
2. Laryngoscope lurus dan bengkok (jika ada))
3. Orofaring /Mayo berbagai ukuran
4. Perlengkapan infus (blood set)
5. Gunting verban
6. Papan resusitasi (long spine board)
7. Spuit dan jarum no.14-16
8. Set terapi oksigen lengkap dan siap pakai (Bag valve mask,
Masker)
9. Set penghisap lendir lengkap dan siap pakai
10. EKG monitor (bila ada& bila memungkinkan)
6. Langkah – langkah 1. Memberikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
2. Atur posisi pasien di tempat datar atau alas keras
3. Baju bagian atas pasien dibuka (sambil periksa apakah ada cedera/
trauma)
4. Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker, handscoon)
5. Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
a. Memanggil nama
b. Menanyakan keadaannya
c. Menggoyangkan bahu/ mencubit pasien
6. Jika pasien tidak sadar/ tidak ada respon, segera aktifkan SPGDT
(Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu)
7. Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift (tekan dahi angkat
dagu) dan bersihkan jalan nafas dari sumbatan
8. Menilai pernafasan dengan cara :
a. Melihat pergerakan dada/ perut
b. Mendengar suara keluar masuknya udara dari hidung
c. Merasakan adanya udara dari mulut/ hidung pipi
9. Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buatan sebanyak 2x
secara perlahan
10. Periksa denyut jantung dengan cara meraba nadi carotis, jika nadi
carotis teraba cukup berikan nafas buatan setiap 5 detik sekali
selama 1menit
11. Jika nadi carotis tidak teraba segera lakukan kombinasi nafas
buatan dan kompresi jantung dengan perbandingan 30: 2 (30 pijat
jantung, 2 nafas buatan/ ventilasi) dengan kecepatan
100-120x/menit selama 5-7 siklus
12. Cek nadi carotis tiap 2 menit dan cek pernafasan setiap 5 siklus
13. Jika nafas tetap belum ada lanjutkan lagi dengan kompresi
14. Dokumentasikan semua tindakan yang dilakukan dalam rekam
medis

2/4
7. Diagram Alir
Memberikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang
tindakan yang akan dilakukan

Atur posisi pasien di tempat datar atau alas keras

Baju bagian atas pasien dibuka (sambil periksa apakah ada cedera/
trauma)

Mengecek kesadaran pasien dengan cara :


a. Memanggil nama
b. Menanyakan keadaannya
c. Menggoyangkan bahu/ mencubit pasien

Jika pasien tidak sadar/ tidak ada respon, segera aktifkan SPGDT

Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift (tekan dahi angkat dagu)
dan bersihkan jalan nafas dari sumbatan

Menilai pernafasan dengan cara :


a. Melihat pergerakan dada/ perut
b. Mendengar suara keluar masuknya udara dari hidung
c. Merasakan adanya udara dari mulut/ hidung pipi

Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buatan sebanyak 2x


secara perlahan

Periksa denyut jantung dengan cara meraba nadi carotis, jika nadi
carotis teraba cukup berikan nafas buatan setiap 5 detik sekali
selama 1menit

Jika nadi carotis tidak teraba segera lakukan kombinasi nafas


buatan dan kompresi jantung dengan perbandingan 30: 2 (30 pijat
jantung, 2 nafas buatan/ventilasi) dengan kecepatan
3/4
100-120x/menit selama 5-7 siklus

Cek nadi carotis tiap 2 menit dan cek pernafasan setiap 5 siklus
8. Hal – hal yang Resusitasi jantung paru dilakukan sampai:
perlu diperhatikan
1. Timbul nafas spontan
2. Diambil alih alat/ petugas lain
3. Timbul lebam mayat/ pasien dinyatakan meninggal
4. Penolong kelelahan/ setelah 30 menit dilakukan RJP tapi pasien
tidak ada respon
9. Unit Terkait UGD, Rawat Inap
10. Dokumen Terkait Rekam Medis
11. Rekaman Historis Tanggal mulai
Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan
diberlakukan

4/4

Anda mungkin juga menyukai