0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
656 tayangan1 halaman

SPO Inseminasi Intra Uterin

Prosedur inseminasi intra uterin digunakan untuk membantu proses reproduksi dengan cara menyuntikkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim guna membantu pertemuan sel telur dan sperma agar terjadi pembuahan. Prosedur ini melibatkan tahap persiapan dan induksi ovulasi, pengambilan dan pemrosesan sperma, serta penyuntikan sperma ke dalam rahim diikuti dengan tahap observasi.

Diunggah oleh

Fadli Ambara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
656 tayangan1 halaman

SPO Inseminasi Intra Uterin

Prosedur inseminasi intra uterin digunakan untuk membantu proses reproduksi dengan cara menyuntikkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim guna membantu pertemuan sel telur dan sperma agar terjadi pembuahan. Prosedur ini melibatkan tahap persiapan dan induksi ovulasi, pengambilan dan pemrosesan sperma, serta penyuntikan sperma ke dalam rahim diikuti dengan tahap observasi.

Diunggah oleh

Fadli Ambara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSEDUR INSEMINASI INTRA UTERIN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


011/SPO/YANMED/RSSAK/X/2021 01 1/1
Ditetapkan,

STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit :


OPERASIONAL 08 Oktober 2021
(SPO) dr. Agus Sarjono MARS
Direktur
PENGERTIAN Suatu teknik untuk membantu proses reporduksi dengan cara menyemprotkan
sperma yang telah diproses ke dalam Rahim menggunakan kateter dengan tujuan
membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi
pembuahan.
TUJUAN Membantu terjadinya pertemuan sel sperma dan sel telur agar erjadi pembuahan atau
kehamilan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur nomor 033/PER/DIR/RSSAK/IX/2021 Tentang Kebijakan
Pelayanan Pasien
Persyaratan :
Umum
1. Pasangan Suami Istri dari pernikahan yang Syah dibuktikan dengan Kartu
Identitas ( KTP) dan Surat Nikah
2. Menandatangain persetujuan ( Informed Concent) Tindakan Inseminasi
3. Telah menjalani pemeriksaan awal dan konseling oleh dokter Obsgyn
Khusus
1. Tidak memiliki kontra indikasi untuk hamil
2. Dapat terjadi Ovulasi ( pelesapasan Sel telur)
3. Saluran Tuba falopii paten (dibuktikan dengan pemeriksaan HSG)
4. Telah melakukan screening kehamilan ( Hepatitis, HIV, TORCH) atau sesuai
rekomendasi dokter Spesialis Obsgyn
5. Pemeriksaan analisis Sperma
6. Tidak melakukan hubungan seksual dan ejakulasi selama 3 hari sebelum proses
inseminasi dan pengambilan sampel sperma
7. Proses Pengambilan Sampel Sperma di anjurkan kan Bersama Istri
PROSEDUR 1. Tahap persiapan dan induksi ovulasi
Induksi ovulasi pada dasar nya adalah sebuah terapi hormone yang melibatkan
penggunaan obat obatan. Pada tahap awal unutk calon Ibu, Dokter spesialis
obsgyn akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tindakan USG dan HSG
untuk melihat kondisi organ reproduksi Wanita dan memastikan penyebab
masalah ketidaksuburan serta memastikan kondisi tuba falopii paten. Untuk calon
Ayah, melakukan pemeriksaan analisis Sperma, kemudian control Kembali
kepada dokter Spesialis Obsgyn. Kemudian dokter akan meresepkan obat
hormonal yang bertujuan untuk membantu proses pematangan sel telur.
2. Tahap Inseminasi
Satu sampai dengan 2 jam sebelum Tahap inseminasi Dilakukan, dilakukan
pengambilan sampel air mani Sperma dari calon ayah (sebelum nya telah
melakukan puasa / tidak melakukan hubungan seksual dan ejakulasi selama 3
hari), kemudian dilanjutkan dengan proses mencuci sperma “ Sperm Washing”
dari sample air mani Pria tersebut untuk mendapatkan sampel sperma terbaik (
dilakukan Bersama Istri). Kemudian Sperma tersebut di masukan melalui kateter.
Kateter akan dimasukan ke dalam leher Rahim agar langsung menuju Rahim.
Kemudian sperma akan dengan sendirinya bergerak menuju tuba falopi unutk
menemukan sel telur ( Ovum).
3. Tahap Observasi
Setelah dilakukan proses Inseminasi, calon ibu menunggu kurang lebih 14 Hari
untuk melakukan tes kehamilan dan control Kembali kepada dokter spesialis
Obsgyn.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi rawat Jalan
2. Intalasi Laboratorium
3. Instalasi Radiologi

Anda mungkin juga menyukai