DYNAMIC PROGRAMMING
❑ Dynamic Programming: merupakan suatu pendekata unik &
berbeda dengan Teknik-teknik Operation-Research lainnya.
❑ Dynamic Programming merupakan suatu pendekatan
solusi & bukan merupakan suatu teknik (seperti metoda
simpleks dalam linier programming)
❑ Dynamic Programming sering menggunakan teknik-teknik
lain dalam keseluruhan pendekatan solusinya
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
DYNAMIC PROGRAMMING
❑ Implikasi dari sebuah pendekatan maka Dynamic Programming
dapat di-aplikasi-kan pada berbagai permasalahan, tidak seperti
halnya sebuah teknik yang diaplikasikan pada kasus spesifik.
❑ Pendekatan solusi yang dicakup dalam Dynamic Programming
adalah merinci suatu masalah menjadi sub-masalah yang lebih
kecil & disebut sebagai TAHAPAN kemudian menyelesaikan
Tahapan tersebut secara berurutan
❑ Solusi atas suatu tahapan digunakan sebagai dasar dalam
menentukan keputusan pada tahapan berikutnya
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
CONTOH PERMASALAHAN DYNAMIC PROGRAMMING
Ligna Furniture membagi pemasaran di pulau Jawa menjadi 3 daerah
pemasaran, yaitu Jabar, Jateng & Jatim. Dimana daerah-daerah
tersebut dipercayakan pada 3 manager pemasaran yang dimilikinya.
Sehubungan dengan rencana restrukturisasi perusahaan maka posisi
manager pemasaran tersebut hendak di evaluasi, apakah pemasaran
yang hendak dijalankan pada masa mendatang berdasarkan pada
regionalisasi daerah pemasaran dengan satu daerah ditangani oleh 1
orang manager regional marketing atau bertitik tolak dari penguasaan
pasar saat ini 3 manager pemasaran yang ada dapat dialokasikan di
regional mana saja secara sendiri-sendiri ataupun sebagai teamwork
dalam menangani suatu daerah secara bersama bergantung pada
potensi pasar yang hendak digarap & target penjualannya. Dengan
demikian suatu regional pemasaran bisa jadi ditangani oleh 1
manager, 2 manager ataupun 3 manager dan bahkan mungkin tidak
diperlukan manager pemasaran. Apabila proyeksi hasil pemasaran
digambarkan sebagai pada tabel 1, Bagaimana alokasi penempatan
manager pemasaran tersebut?
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Proyeksi perolehan laba untuk beberapa kombinasi
Alokasi Manager Pemasaran
Alokasi Manager Perolehan Laba Milyard Rp
Pemasaran Jatim Jateng Jabar
0 0 0 2
1 7 9 6
2 12 15 10
3 20 18 16
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Pendekatan model matematis permasalahan
Maks R1+ R2 +R3
Ditujukan D1+ D2 +D3 < 3
Dimana
R1, R2 & R3 = Proyeksi Penjualan tiap region:
Jabar, Jateng dan Jatim
D1, D2 & D3 = Keputusan alokasi jumlah marke-
ting manager ke masing-masing
3 daerah tersebut
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap I : Alokasi ke daerah Jabar
Si Di Ri
0 0 2
1 0 2
1 6
2 0 2
1 6 S1 = Keadaan I, Jumlah
marketing manager
2 10 tersedia
D1 = Keputusan I, Alokasi
3 0 2 marketing manager
1 6 tersedia
R1 = Proyeksi Perolehan
2 10 laba I, dalam Milyard
3 16 rupiah
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Penjelasan tahap I : Alokasi ke daerah Jabar
❑ Jika tidak ada marketing manager tersedia ( yang berarti 3 marketing manager telah
dialokasikan ke Jateng dan Jatim), maka keputusan pada tahap 1: mengalokasikan nol
marketing manager ke Jabar. Keputusan ini akan memberi prospek laba sebesar 2 milyar
Rp.
❑ Jika 1 marketing manager tersedia maka bisa 0 atau 1 marketing manager dialokasikan ,
dengan alternatif prospek laba masing-masing 2 Milyard Rp & 6 Milyard Rp.
❑ Jika 2 marketing manager tersedia maka bisa 0, 1 atau 2 marketing manager dialokasikan ,
dengan alternatif prospek laba masing-masing 2 Milyard Rp, 6 Milyard Rp atau 10 Milyard
Rp.
❑ Jika 3 marketing manager tersedia maka bisa 0, 1, 2 atau 3 marketing manager dialokasikan,
dengan alternatif prospek laba masing-masing 2 Milyard Rp, 6 Milyard Rp, Milyard Rp, atau 16
Milyard Rp.
Perhatikan bahwa penggunaan tanda simbol yang biasa dipakai dalam
Dynamic programming: S1, D1 & R1.
S1 = keadaan sistem pada tahap 1 : yaitu jumlah marketing manager
yang tersedia untuk dialokasikan ke masing-masing daerah
D1 = keputusan pada tahap 1
R1 = proyeksi perolehan laba pada keputusan tahap 1
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap I : Keputusan Optimal untuk setiap keadaan di Jabar
Si Di Ri
0 0 2*
1 0 2
1 6*
2 0 2
1 6 S1 = Keadaan I, Jumlah
marketing manager
2 10 * tersedia
D1 = Keputusan I, Alokasi
3 0 2 marketing manager
1 6 tersedia
R1 = Proyeksi Perolehan
2 10 laba I, dalam Milyard
3 16 * rupiah
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap II : Alokasi ke daerah Jateng
S2 D2 R2 Si Ri R1+R2
0 0 0 0 2 2
S1 = Keadaan I, Jumlah
1 0 0 1 6 6 marketing manager
tersedia
1 9 0 2 11 R1 = Proyeksi Perolehan
2 0 0 2 10 10 laba I, dalam Milyard
rupiah
1 9 1 6 15 R2 = Proyeksi Perolehan
2 15 0 2 17 laba II, dalam Milyard
rupiah
3 0 0 3 16 16 S2 = Keadaan II, Jumlah
marketing manager
1 9 2 10 19 tersedia
2 15 1 6 21 D2 = Keputusan II, Alokasi
marketing manager
3 18 0 2 20 tersedia
R1 + R2 = Total proyeksi
laba
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap II : Penjelasan Alokasi ke daerah Jateng
Hubungan antara tehap-tahap masalah dalam hal ini disebut
sebagai FUNGSI TRANSISI.
Fungsi transisi menentukan bagaimana tahap-tahap model
Dynamic programing saling berhubungan. Dalam tahap n, hu-
bungan fungsional antara keadaan keadaan dalam tahap
Ini dan tahap sebelumnya dapat dinyatakan sebagai :
Sn-1= Sn - Dn
Dengan total perolehan laba terakumulasi sebesar :
Rn +..............R3 + R2 + R1
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap II : Contoh Alokasi ke daerah Jateng
❑ Bila pada tahap 2 tersedia 3 marketing manager & keputusan pada tahap ini mengalokasikan
2 marketing manager, maka keadaan pada tahap 1 ditentukan sebagai:
Sn-1= Sn - Dn
S1= S2 – D2 = 3 – 2 =1 marketing manager
❑ Kolom 5 menunjukkan prospek laba terbaik berdasarkan keadaan pada tahap 1 (S1).
Perhitungan prospek laba ini mengharuskan untuk mengamati kedua tahap secara serentak.
❑ Misalkan jika 3 marketing manager tersedia pada tahap 2. Keputusan untuk mengalokasikan 2
marketing manager akan menyebabkan tersedianya 1 marketing manager pada tahap 1. Dan
keputusan terbaik berdasar 1 marketing manager (S1 = 1) adalah mengalokasikan 1 marketing
manager, yang memberikan prospek laba 6 Milyard Rp.
❑ Rp 6 Milyard harus ditambahkan pada prospek laba tahap 2 sebesar 15 Milyard dan total
menjadi 21 Milyard Rp untuk kombinasi keputusan mengalokasikan 2 marketing manager ke
daerah Jateng dan 1 marketing manager ke Jabar. Nilai ini ditunjukkan pada kolom terakhir(6)
pada tabel.
❑ Total akumulasi prospek laba sebagai total prospek laba (recursive return), dimana fungsi
prospek laba terakumulasi adalah prospek laba pada tahap n ditambah jumlah prospek laba
pada keputusan sebelumnya sebagai : Rn +..............R3 + R2 + R1
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap II : Keputusan Optimal untuk Setiap Keadaan
S2 D2 R2 Si Ri R1+R2
0 0 0 0 2 2*
S1 = Keadaan I, Jumlah
1 0 0 1 6 6 marketing manager
tersedia
1 9 0 2 11* R1 = Proyeksi Perolehan
2 0 0 2 10 10 laba I, dalam Milyard
rupiah
1 9 1 6 15 R2 = Proyeksi Perolehan
2 15 0 2 17* laba II, dalam Milyard
rupiah
3 0 0 3 16 16 S2 = Keadaan II, Jumlah
marketing manager
1 9 2 10 19 tersedia
2 15 1 6 21 * D2 = Keputusan II, Alokasi
marketing manager
3 18 0 2 20 tersedia
R1 + R2 = Total proyeksi
laba
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap III : Alokasi ke daerah Jatim
S2 = Keadaan II, Jumlah
marketing manager
S3 D3 R3 S2 R1+R2 R1+R2+R3 tersedia
R1 = Proyeksi Perolehan
laba I, dalam Milyard
rupiah
3 0 0 3 21 21 R2 = Proyeksi Perolehan
1 7 2 17 24* laba II, dalam Milyard
rupiah
2 12 1 11 23 S3 = Keadaan III, Jumlah
3 20 0 2 22 marketing manager
tersedia
D3 = Keputusan III, Alokasi
marketing manager
tersedia
R1 + R2 + R3 = Total proyeksi
laba
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO
Tahap III : Alokasi ke daerah Jatim
S2 = Keadaan II, Jumlah
marketing manager
S3 D3 R3 S2 R1+R2 R1+R2+R3 tersedia
R1 = Proyeksi Perolehan
laba I, dalam Milyard
rupiah
3 0 0 3 21 21 R2 = Proyeksi Perolehan
1 7 2 17 24 laba II, dalam Milyard
rupiah
2 12 1 11 23 S3 = Keadaan III, Jumlah
3 20 0 2 22 marketing manager
tersedia
D3 = Keputusan III, Alokasi
marketing manager
tersedia
R1 + R2 + R3 = Total proyeksi
laba
11/23/2021 Budisantoso WIRJODIRDJO