Anda di halaman 1dari 10

FENOMENA KEMISKINAN DALAM MASYARAKAT DILIHAT DARI

KETERSEDIAAN SUMBER DAYA ALAM DAN KEADAAN PENDUDUK

AGUS SETIYAWAN
041144481
Kata Pengantar

            Puji syukur saya panjatkan kepada kehadirat Allah Yang Maha Esa atas rahmatnya
sehingga penulisan artikel dengan judul “Fenomena kemiskinan dalam masyarakat dilihat dari
ketersedianaan Sumbar Daya Alam dan keadaan penduduk” dapat tersusun hingga terselesaikan
dengan tepat waktu. Terimakasih kepada istri dan anak tercinta yang senantiasa memberikan
semangat dan waktu serta motivasi untuk menyelesaikan tugas ini. Penyusunan artikel ini adalah
dalam rangka untuk memenuhi salah satu tugas pasa sesi 3 Pendidikan
Kewarganegaraan. Artikel ini telah saya susun dengan maksimal. Terlepas dari itu
semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu  saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca
agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
            Saya berharap semoga artikel ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca untuk  mengetahui lebih dalam mengenai Pendidikan Kewarganegaraan di
Dalam Perguruan Tinggi.

Serang, 19 Oktober 2019

Penyusun
Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 2
1.3 Maksud dan Tujuan ................................................................................................................. 2
1.3.1 Maksud ............................................................................................................................. 2
1.3.2 Tujuan ............................................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian kemiskinan dan Sumber Daya Alam serta keadaan penduduk Indonesia ........... 3
2.2 Fenomena kemiskinan dalam masyarakat dilihat dari ketersedianaan Sumbar Daya Alam dan
keadaan penduduk ...................................................................................................................... 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................... 5

3.2 Saran .................................................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia adalah negara yang kaya, berlimpahruah akan penghasilannya, suatu negara
yang di penuhi dengan budaya, bahasa dan sumber daya alamnya. Indonesia adalah negara
kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk berasal dari
dua ras besar (Melayu dan Melanisia), lebih dari 350 suku bangsa yang berbicaradalam 583
dialek bahasa, memeluk lima agama besr di dunia. Indonesia adalah negara berpenduduk
terbesar keempat di dunia. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan
alam Indonesia yang melimpah ruah dikelola oleh perusahaan-perusahaan asing. Perusahaan-
perusahaan tersebut menguasai sumber-sumber kekayaan alam potensial seperti emas, nikel,
gas, dan minyak bumi. Dari begitu banyak sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,
masyarakat Indonesia hanyalah sebagai buruh di tempat-tempat tambang tersebut. Padahal
kekayaan tersebut adalah milik Indonesia. Tetapi masyarakat Indonesia tidak bisa merasakan
kekayaan tersebut. Kemiskinan masih menjadi potret buram di negeri kita.
Kemiskinan itu sendiri mempunyai arti keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk
memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah
global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan. Sensus penduduk yang telah berlangsung di bulan Mei 2010
diduga akanmengalami peningkatan drastis. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akanmencapai 231
juta jiwa atau naik 25 juta penduduk dibandingkan dengan sensus penduduk terakhir tahun 2000 yang
mencatat adanya 206 juta penduduk Indonesia(BPS, 2000). Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia juga
mengalami fluktuasidiantara tahun 1996-2009. Dari data pertumbuhan penduduk bisa
didapatkan jumlah penduduk miskin baik di kota maupun di desa. Kemiskinan penduduk dapat dianalisis
melalui tingkat angkatan kerja, tingkat penduduk yang bekerja dan tingkat penduduk yang
menganggur. Tingkat pendidikan yang rendah, Produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat upah
yang rendah, distribusi pendapatan yang timpang, kesempatan kerja yang kurang, kualitas
sumberdaya alam masih rendah,  penggunaan teknologi masih kurang, etos kerja dan
motivasi pekerja yang rendah, kultur/budaya (tradisi), politik yang belum stabil. Dari
beberapa macam faktor itu, kami akan membahas masalah kemiskinan di Indonesia yang
kaya sumber daya alam.
1
1.2 Rumusan Masalah
Berikut Rumusan Masalah :
a. Apa pengertian kemiskinan dan Sumber Daya Alam serta keadaan penduduk
Indonesia
b. Apa tujuan dari artikel Fenomena kemiskinan dalam masyarakat dilihat dari
ketersedianaan Sumbar Daya Alam dan keadaan penduduk
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud
Maksud dari pembuatan artikel ini adalah untuk memenuhi tugas Mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan pada Sesi 3
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan artikel ini adalah :
a. Untuk mengetahui kedaaan terkini tentang Fenomena kemiskinan dalam masyarakat
dilihat dari ketersedianaan Sumbar Daya Alam dan keadaan penduduk sekarang ini
b. Untuk mengetahui stategi dan upaya pemerintah dalam pemanfaatan Sumber Daya
Alam yang ada berkaita dengan kepadatan penduduk
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian kemiskinan dan Sumber Daya Alam serta keadaan penduduk Indonesia
Secara harfiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda.
Kemiskinan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai persamaan arti dengan kata
kefakiran. Dua kata ini biasanya disebutkan secara bersamaan yakni fakir miskin yang berarti
orang yang sangat kekurangan.2 Di dalam kamus lisanu al-‘Arabi, pengertian kata miskin
dibedakan dengan kata faqir. Di sana dijelaskan bahwa kondisi miskin masih lebih baik bila
dibandingkan dengan kondisi faqir. Faqir berarti tidak memiliki apapun sedangkan miskin masih
memiliki sebagian harta.3 Dalam bahasa Arab, kata miskin berasal dari kata sakana yang terdiri
atas tiga huruf sin, kaf dan nun yang bermakna dasar diam atau tenang, sebagai lawan dari
berguncang dan bergerak.
Beberapa ahli mempunyai pemahaman yang berbeda-beda dalam mendefinisikan
kemiskinan. Berikut definisi kemiskinan menurut beberapa ahli:
1. Benyamin White mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan kemiskinan adalah
perbedaan kriteria tingkat kesejahteraan masyarakat dari satu wilayah dengan wilayah
lainya6
2. Parsudi Suparlan mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu standar tingkat hidup yang
rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan
orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat
yang bersangkutan.
3. Dalam konteks politik, John Friedman mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu
ketidaksamaan kesempatan dalam mengakumulasikan basis kekuatan social
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam semesta yang dapat
dipergunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bentuknya bisa berwujud
barang, benda, fenomena, suasana, gas/udara, air dan lain sebainya. Alam semesta diciptakan
Tuhan yang Maha Esa dengan segala macam isinya untuk kelangsungan dan kesejahteraan umat
manusia. Alam semesta kaya akan sumber daya alam yang dapat dipergunakan oleh manusia
untuk kesejahteraan hidupnya, baik itu yang sudah ditemukan maupun yang belum diketemukan.
Namun demikian, tidak berarti manusia tinggal menikmatinya begitu saja, manusia harus
berusaha dan berfikir untuk menemukan dan menggunakan sumber daya alam tersebut untuk
kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu manusia dianugerahi oleh Tuhan yang Maha Kuasa akal
dan pikiran yang dipergunakan untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta sebaikbaiknya
untuk kepentingan seluruh umat manusia.
3
Sumber daya alam meiliki jenis – jenis yaitu :
a. Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui
- Hewan
- Tumbuhan
b. Sumber Daya Alam yang tidak dapatdiperbarui
- Minyak bumi
- Emas dan Perak
- Batu bara
Penduduk Indonesia yang dikenal sebagai penduduk padat ketiga didunia , pada dasarnya
persebarannya tidak merata. Karena hampir sebagan besarnya berpusat di Jawa. Seperti diketahui
bahwa di pilau jawa yang terpadat adalah di provinsi DKI Jakarta, Jawa timur, Jawa barat, jawa
tenga, Jogjakarta dan Banten.
2.2 Fenomena kemiskinan dalam masyarakat dilihat dari ketersedianaan Sumbar Daya
Alam dan keadaan penduduk
Kekawatiran akan adanya ledakan penduduk pada wilayah tersebut akan berujung pada
kemiskinandan pengangguran. Mengingat terbatasnya lapangan pekerjaan dan kurangnya
kesempatan kerja bagi penduduk diwilayah tersebut. Hal ini berbanding terbaik pada wilayah
lain selain pulau Jawa.
Adapun upaya pemerintah dalam menanggulangi ledakan penduduk di wilayah yang padat
penduduk antara lain :
a. Melaksanakan program Keluarga berencana
b. Menggalakkan program transmigrasi
c. Memprogramkan menunda usia kawin
d. Program Memperketat tatacara pernikahan
e. Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun
f. Program listrik masuk desa
Ada 2 hal penting yang dapat dikekukanan dalam kaitannya dengan penggunaan Sumber
Daya Alam yaitu Sumber daya alam itu membatasi pertumbuhan ekonomi dan berapakah tingkat
penggunaannya yang optimal. Yang pertama hubungan dengan berapa cepat SDA tersebut
dimanfaatkan atau dihabiskan dan bagaimanaakibat bila terdapat sektor industri, pertanian dan
jasa. Yang kedua lebih bersifat teoriritis, Ramalan yang mungkin paling pesimis mengenai masa
depan masyarakat terkait komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan yang berlanjut
terhadap pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang mengakibatkan rusaknya ekologi yang
penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia.
perekonomian Indonesia masih sangat tegantung pada sumber daya alam (pertanian, hasil
hutan, perkebunan, pariwisata, pertambangan, dan sebagainya). Di pihak lain, tingkat pendapatan
masyarakat umumnya masih rendah.
4
Oleh karena itu, tingkat kesejahteraan (dan usaha penanggulangan kemiskinan) Indonesia
menjadi sangat dipengaruhi oleh perubahan kualitas lingkungan. Di samping itu, kita perlu pula
memperhatikan kepekaan perubahan kualitas lingkungan terhadap masyarakat dengan tingkat
kehidupan tertentu dalam satu komunitas tertentu. Umumnya karena daya beli yang lebih kuat
(karena itu mempunyai pilihan yang lebih luas) dan informasi yang lebih lengkap, maka mereka
yang berpendapatan tinggi lebih tidak peka terhadap kualitas lingkungan yang menurun. Pada
kasus di mana kualitas lingkungan udara telah tercemar, mereka yang berpendapatan tinggi lebih
mudah untuk pindah ke lokasi lain dengan kualitas udara lebih baik, sedangkan mereka yang
berpendapatan rendah akan terjebak dalam lingkungan tercemar tersebut.
Bila ditinjau lebih mendalam, terlihat ada hubungan yang saling mempengaruhi antara
industrialisasi, kemiskinan dan sumber daya alam. Industrialisasi mempengaruhi kemiskinan
melalui tingkat pendapatan yang diberikan sektor industri. Kemiskinan mempengaruhi tinggkat
penggunaan sumberdaya alam dan proses konservasi sumber daya alam serta lingkungan hidup.
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, perekonomian harus lebih banyak menyediakan
barang dan jasa yang merupakan hasil dari industrialisasi. Peningkatan produksi barang dan jasa
menuntut lebih banyak produksi barang SDA yang harus digali dan semakin menipisnya SDA
dan akhirnya pencemaran lingkungan semakin meningkat.
Ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumberdaya dan pertumbuhan
ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya
sumberdaya alam yang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan pembangunan ekonomi yang
cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik sebagai bentuk industrialisasi akan
meningkatkan pencemaran lingkungan. Peningkatan pencemaran lingkungan akan
mempersempit lapangan kerja sehingga menimbulkan pengangguran dan berujung pada
persoalan kemiskinan. Hubungan itu terus berlangsung dengan pola saling mempengaruhi satu
sama lainnya dimana untuk memperbaiki salah satu diantaranya maka harus memperbaiki
keseluruhan bagian. Misalnya dalam penanganan pembrantasan kemiskinan maka permasalahan
industrialisasi dan sumber daya alam juga harus menjadi fokus penanganan dalam proses
tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bersifat
tarik menarik (timbal balik) diantara industrialisasi, kemiskinan dan sumber daya alam. Ketiga
komponen tersebut merupakan permasalahan kompleks yang tidak dapat dipisahkan.
3.2 Saran
Diperlukan analisa lebih lanjut terhadap cara penanganan permasalahan kemiskinan dengan
keterkaitannya terhadap industrialisasi dan sumber daya alam sebagai satu permasalahan
kompleks. Khususnya dengan menitik beratkan pada peran pemerintah, masyarakat dan
lembaga-lembaga lainya dalam penanganan permasalahan tersebut.
5
DAFTAR PUSTAKA
Dr. ZAENUL Ittihad Amin Drs. M.si. Pendidikan Kewarganegaraan Edisi 1 Modul 2
2017.Tangerang selatan : Universitas terbuka
Sri AgustinSutrisnowati dan Bambang Saeful Hadi Pendidikan geografis Yogyakarta : FIS
UNY
Muhtadi Ridwan Geliat Ekonomi Islam : Memangkas kemiskinan mendorong perubahan
halaman 52 .Malang : UIN Maliki Press,2012, 31
Drs.Dg Mapata M.M Buku Penunjang Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Pengembangan
silabuskurikulum 2013 versi 2016 kelas IX) yogyakarta : Deepublish CV Budi Utama
Suparmoko, M 2010 Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Suatu pendekatan teoritis) –
Edisi 4 Revisi PT BPFE. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada